Cinta itu Sakit {Cerpen}

 

“berhentilah bersikap bodoh. Kembali lah pada dirimu yang dulu” aku masih terisak, meluapkan amarahku pada sesosok manusia yang tengah terbaring lemah didepanku. Semua alat-alat itu terus terpasang dibagian tubuhnya, aku menangis. Aku kecewa dengan sikapnya kali ini. apakah tak ada jalan lain selain ini ? aku menyentuh tangannya yang agak terasa dingin, air mataku masih tak terbendung, bahkan sudah membasahi lengannya. Baca lebih lanjut