Broken Married [02]

Author : Angraeni Kim/Ny. Kims

Cast : Kim Jaejoong, Kim Hyuna, DBSK member

Genre :Straight, AU, Romance, Friendship

Leght : Chapter

Thanks to :  Korean World yang udah bikinin posternya 😀

Maaf buat kata2 yang kurang sopan yang ada didalam tulisan, ini hanyalah imajinasi liar yang tertuang dalam bentuk tulisan, happi reading ya 😀

Author Pov

“hahaha… itu baru permulaan, anggap saja pemanasan atas kembali nya dirimu dimedan perang”

“heh.. baiklah aku terima”

Aku memutuskan sepihak sambungan telpon antara aku dan Tatto D. Sungguh ini semua diluar dugaanku, aku memandang dokumen dihadapanku dengan nanar “jadi begini caranya ? membuat kita terkecoh agar bisnisnya ratusan milyar itu lancar ?” ungkapku tak percaya.

“sudahlah, lebih baik sekarang kita mengadakan rapat membahas ini” Yunho berdiri dari tempat duduknya, menepuk bahuku. “tunggu. Untuk kasus ini aku minta Tim Khusus” ia menoleh mengernyitkan dahinya “tim khusus ? seperti dulu lagi ?” tanyanya. Aku menggeleng

“bukan, di tim ini hanya ada  3 anggota yang akan kupilih. Dan ini bersifat rahasia, kau, aku dan pihak pusat yang mengetahui. Bagaimana ?” saranku

“baiklah, kita siapkan beberapa nama yang dibutuhkan.”

“heum” aku mengangguk. Mengsejajarkan langkah. “kau tahu kenapa aku gagal ?” tanyaku, dia menggeleng

“karena terlalu banyak pihak yang ikut campur”

“kau benar. Semakin banyak pihak yang terlibat semakin besar kemungkinan kebocoran informasi” komentarnya. Aku mengangguk

“istrimu ? dapat dipastikan Tatto D sudah mencium pernikahanmu”

“benar, untuk sementara ini aku belum mau mengusik Hyuna, aku takut dia jadi paranoid” ungkapku

“Hyuna ? nama yang bagus” aku menyenggol lengan nya

“dasar, dia istriku pabo” ia tergelak keras. Kami memasuki ruang rapat yang tertutup dan hanya diikuti oleh orang-orang yang terpilih.

Kantor National Korean News

Hyuna membaca data yang tersimpan didalam draft nya, mengedit beberapa kata yang menurtnya kurang baik, jantungnya berdegup ketika nama Jaejoong tertera disana. Matanya membulat sempurna, rasa tak percaya menyusup dalam benaknya. Benarkah suaminya melakukan tindak pindana hingga ia harus mendekam dalam rumah tahanan ?

“apa aku harus menghubunginya ?” gumamnya perlahan, rasa penasaran tetap bersemayam dalam benaknya. “atau aku harus bertanya pada JungAh ?” hatinya berdebar diantara dua pilhan itu, mungkin bertanya pada Jung Ah lah yang terbaik. Bagaimanapun ia dan Jung Ah berteman baik, berkemungkinan Jung Ah tak curiga.

Selesai mengedit, Jung Ah dan dirinya makan siang di Cafe biasa, dengan menu yang masih sama, capucinno dan cake kecil yang mengganjal perutnya hingga jam kerja selesai. “jadi hari ini kita membahas apa Nona Kim ?” tanya Jung Ah dengan santai

“eoh, entahlah. Aku tak memiliki topik yang menarik” Ungkapnya sambil menyesap capucinonya. Menatap kearah jendela yang tembus hingga ke jalanan luar

“bagaimana jika tentang cincin manismu ?” Jung Ah melirik sekilas kearah jari manis Hyuna yang berhiaskan cincin emas. Hyuna salah tingkah, ia mengusap tengkuknya untuk menghilangkan rasa gugupnya

“hanya cincin biasa, ah aku jadi ingat. Tadi aku membaca tentang salah satu mantan agen KSA yang terjerat kasus hukum” dia mencoba mengalihkan pembicaraan antara  mereka

“eoh.. Kim Jaejoong maksudmu ? ah dia melakukan pembunuhan terhadap salah satu mentri dalam negri”

bibir Hyuna terkatup, hati mencelos, bagaimana bisa suaminya melakukan tindakan kriminal ini ? ia menatap Jung Ah yang sibuk dengan Ice Mix nya “kau yakin JungAh ?” ucapnya masih setengah sadar

“eoh ?” Jung AH menatap sahabatnya, cukup kaget dengan reaksi Hyuna yang sedikit tak konsentrasi “maksudmu kasus Jaejoong ?” Jung Ah bertanya untuk meyakinkan bahan pembicaraan mereka

“yah” angguk Hyuna cepat

“kepastiannya aku tak tahu. Beberapa pihak mengatakan ini hanya penjebakan yang dilakukan salah satu musuh Jaejoong. Tapi bukti menyudutkannya” ungkap Jung Ah.

Debaran jantungnya kini tak secepat tadi,ia menghela nafas lega. Mungkin dalam dunia politik, pemerintahan, dan hukum memang tak pernah mengenal kata suci. “eoh, begitu.”

Jung Ah mengangguk asal. Selesai makan siang Hyuna kembali bekerja seperti biasa, namun kali ini ia berinisiatif mencari data-data Jaejoong. Sejak namanya tertera sebagai mantan nara pidana hatinya merasakan kejanggalan dan tak setenang kemarin. Bukan karena taku bahwa ia bernasip sama dengan si korban. Melainkan ia yakin bahwa suaminya tak bersalah.

Ruang Khusus KII

Jaejoong dan Yunho mengumpulkan beberapa nama yang dianggapnya layak sebagai agen khusu untuk menyelesaikan misi pemburuan Tatto D. “jadi kau memilih Gyuni dalam misi ini ?” tanya Yunho saat mereka memilih 5 besar daftar nama.

“ne. dia sudah menjadi bagian dari timku” ucap Jaejoong

“oke baiklah, asal tak ada cinta yang lama yang berlanjut” ledek Yunho. Jaejoong tersenyum miring mendengar sindiran Yunho.

“tenang, aku sudah mempunyai istri, dan dia juga sudah bertunangan dengan Mayor Lee bukan ?” tegas Jaejoong, Yunho terkekeh. Setelah memastikan semua nama yang mereka anggap bersih, Yunho mengajak Jaejoong untuk keluar makan siang.

“hey bagaimana rasanya menikah ? ayo ceritakan padaku” tanya Yunho iseng

“rasanya ? biasa saja” Jaejoong membolak balikkan berkas yang ada ditangannya, Yunho memerhatikan wajah Jaejoong  yang terlihat lebih berseri dari sebelumnya

“tidak ada yang biasa. Wajahmu saja selalu ceria. Pasti ada yang luar biasa” pancing Yunho

“ya terserah kau sajalah.” Jaejoong masih memilih untuk tak menanggapi godaan Yunho.

“oke-oke.. pengantin baru memang begitu selalu punya rahasia. Tidak kau tidak juga Yoochun” kesal Yunho. Jaejoong terkekeh

“kalau kau mau tahu, menikahlah”

“sial kau. Dengan siapa aku menikah ? ck… kalau berbicara itu memang gampang”

Jaejoong tertawa lepas. “begini, paling tidak kalau kau menikah, akan ada yang mengurus dirimu, rumahmu dan yang pasti saat kau pulang kerumah, kau hanya tinggal duduk manis lalu makan. Simpel kan ?” ucap Jaejoong setelah meredakan tawanya.

“yeah.. eh aku dapat kabar, lusa ada transaksi narkotika di KRL gerbong tiga”

“kau serius ?” ucap Jaejoong menatap sahabatnya

“hmm.. bagaimana mau menyeledikinya ?”

“boleh, pukul berapa mereka beraksi ?”

“pukul 10.00 KST malam. Bagaimana ?”

“oke, aku ikut”

“kau yakin ? istrimu ?”

“tenang saja dia pasti mengerti”

Yunho mengangguk pasrah.

Other Place

“bagaimana ? sudah mendapatkan berkasnya ?” ucap pria itu dengan santai

“sudah. Mereka mendapatkan informasi tentang transaksi kita di KRL, jadi kita akan memakai plan A ?” tanyanya pria dengan jas putih dan memakai name tag Hyo.

“bagus, aku suka. Rencana awal akan dimulai. Jebak dia. biarkan dia merasa menang karena telah berhasil meringkuk jaringan amatiran itu” ucap pria yang sering dianggap Tatto D

“arrayo sajangnim. Aku lupa mereka mempunyai tim khusus, tapi aku belum tahu pasti apa maksud tim khusus mereka”

“tenang, mereka hanya pegawai amatiran. Jadi biarkan saja mereka mau membentuk tim apapun itu”

“baiklah. Ada satu data lagi. Ini data istri dari Kim Jaejoong” dokumen bersampul coklat padi tergeletak diatas meja tatto D. Dengan senyum seringai ia mengambil dan membuka amplop  bersegel.

“baiklah. Kau boleh pergi”

“ne sajangnim”

Hanya dirinya dalam ruangan itu. Ia membuka dan membaca data dari Kim Hyuna.

Kim Hyuna, Lahir di Tokyo 14 Februari 25 tahun.

Putri dari Mentri perdagangan Korea. Kim LimBo dengan Lee Jia. Hyuna adalah anak perempuan dari wanita simpanan Limbo. Pernah menjadi salah satu training Korean Info pusat, gagal karena ia tak menguasai ilmu beladiri.

Tatto D mengernyit. Ternyata Limbo  mempunyai anak dari simpanannya. Lalu apa keluarga besar nya tak mengetahui ini ? mustahil jika tidak. Bagaimanapun mereka pasti memiliki kekuasaan untuk mengetahui siapa Hyuna. Atau mungkin mereka memang tak menginginkan publik mengetahui jika Hyuna, anak simpanan putra mereka ?

Tatto D tersenyum miring. Membaca kelanjutan dokumen dalam tangannya

Saat ini Hyuna bekerja sebagai editor di National Korean News. Dan tinggal disalah satu apartemen di kawasan Myeongdong.

“bagus, ternyata kau menikahi putri mantan mentri perdagangan. Entah sadar atau tidak kau sama saja menggali lubang kuburmu. Kasus ayahnya hingga saat ini belum menemui titik terang. Dan aku bisa mendapatkan space untuk lebih membuatmu hancur” Ia bergumam sambil mengelus dagu. Memikirkan langkah selanjutnya untuk mengancurkan Jaejoong.

Los Angeles, Amerika Serikat

“benarkah Jaejoong sudah menikah ?” Hyuni. Wanita korea yang tinggal dengan Kim Taeho duduk dengan mata berbinar

“benar, dia menikah dengan anak mantan mentri perdangan dulu. Kim Limbo. Kau tahu kan ?”

“apa ? sejak kapan Limbo mempunyai anak perempuan ? setahuku dia hanya memiliki 2 anak lelaki yang bernama Jinho dan Myunghan” ucap Hyuni kaget

“yah, Hyuna adalah anak dari hasil hubungan gelapnya dengan wanita bermarga Lee. Aku tak tahu pasti. Tapi informasi yang aku dapat Hyuna adalah putri yang baik. Walaupun ia berkepribadian seperti Limbo”

“arrayo. Apa itu tidak berbahaya bagi Jaejoong ? kau tahukan maksudku ? siapa yang membuat Limbo jatuh, lalu meninggal dunia ?” istri Taeho berkomentar

“yah aku juga memikirkan masalah itu. Tapi biarlah waktu yang menjawabnya.” Taeho menghela nafa lali melanjutkan ucapnnya  “Sebenarnya Jae sendiri belum mengertahui jati diri Hyuna. Mereka menikah tanpa alasan yang jelas. Itu yang aku baca”

“ah.. nde arraseo. Semoga dia tak melakukan sesuatu yang berakibat fatal dengan Jaejoong”

Jae Apartemen

Hyuna membereskan apartemen mereka. walaupun tak tampak kotor namun hidup bersih adalah motonya.  Selesai agenda membersihkan rumah, Hyuna menyiapkan makan malam. Jam dinding sudah menunjukkan pukul 07 . 00 KST. Membuatnya harus segera selesai dalam mengolah bahan baku didalam kulkas.

Pintu apartemen dibuka, “aku pulang” Jaejoong melepas sepatu kerjanya dan segera kekamar membasuh diri lalu duduk di meja makan. Semua sudah tersaji. Paling tidak ini sisi positif yang ia dapat.

“bagaimana harimu ?” tanya Hyuna, lalu mengambil tempat didepan suaminya

“baik, kau sendiri ?”

“lumayan. Ada yang ingin aku bicarakan selesai makan malam”, wajah Jaejoong terkejut, menatap Hyuna

“eoh. baiklah” Hyuna menghela nafas, lalu mengambil sendoknya dan memakan makanannya. Begitu juga dengan Jaejoong

“lain kali jika memasak sayur jangan direbus terlalu lama, jadinya begini terlalu lembek. Lalu jangan terlalu sedikit mencampurkan garam, rasanya sedikit hambar” Hyuna tertegun. Pria ini. Kenapa menyebalkan sekali sih.

“arrayo” ucapnya malas. Jaejoong meneruskan makanannya.

Mereka duduk diruang televisi. “apa yang ingin kau bahas ?” jaejoong menatap Hyuna

“pernikahan ? bagaimana kau menyikapi pernikahan ini ? kau tahu kan semua ini bukan permainan ?” Hyuna berbicara panjang membuat jaejoong sedikit pusing mencernanya

“baiklah. Saat aku memutuskan sesuatu berarti aku serius. Termasuk pernikahan ini. Dan aku sama sekali tidak pernah mempermainkan yang namanya pernikahan. Apa lagi yang kau pusingkan ?”

“entah, aku hanya khawatir” Hyuna berkata lirih

“khawatir tentang ?”

“semuanya. Kita tak pernah saling kenal. Kau dan aku. Lalu tiba-tiba kau mengatakan menikah, tanpa cinta, tanpa kapercayaan ?” ucap Hyuna mulai sedikit terbawa suasana

“kau tahu. Jika kita memang sudah ditakdrikan. Maka semua akan berjalan sesuai kehendaknya. Tak perlu alasan lagi. Cinta ? cinta bisa ditanam cinta bisa tumbuh seiring kita bersama. Dan kepercayaan ? bisa dipupuk selama kau masih meyakini aku sebagai suamimu. Kita bisa mencobanya secara perlahan”

Hyuna terdiam. Mencerna semua perkataan Jaejoong, lalu merekamnya dalam pikiran dan hatinya. Apa salahnya mencoba ? tapi ia takut. Takut akan masalalu itu terjadi dimana ibunya yang dijanjikan seperti ini oleh ayahnya. Tapi apa yang ayahnya lakukan ? meninggalkan ibunya dalam keadaan yang terombang-ambing. Dan dirinya tanpa setatus yang jelas. Begitu sulit untuk menerima semuanya.

Jaejoong menggenggam erat tangan Hyuna “percayalah. Apapun yang terjadi kedepan, kau akan disampingku” Jaejoong berkata lirih. Hyuna mendongak menatap manik mata Jaejoong. Seperti tersihir, Hyuna hanya mengangguk.

Mereka terbawa suasana yang cukup romantis, suara kicauan televisi pun tak dapat menganggu kegiatan mereka saat ini. Bibir mereka berpanggutan. Intens. Hingga deringan ponsel Jaejoong membuat Jaejoong, berdecak sebal.

Yunho Calling

“ye..” ucap Jaejoong langsung. Hyuna mengusap bibirnya yang tampak merah dan sedikit mebengkak.

“…”

“ia aku kesana. Tunggu aku” Jaejoong mengambil jaket dan kunci motornya didalam kamar. Dan menghampiri Hyuna yang masih terpaku. Duduk bersimpuh  lalu memegang tangan istrinya “aku pergi, ada kasus yang harus kutangani, kunci pintu. Mungkin aku akan plang larut, jangan menungguku”  Hyuna mengangguk

“arrayo, berhati-hatilah” Hyuna tersenyum, senyum paling lebar menurut Jaejoong. Jaejoong berdiri  lalu membungkuk mengecup kilat bibir istrinya

Jaejoong sampai dilokasi tepat waktu, mereka mulai memakai perlengkapan khusus untuk menangkap jaringan Narkotika.

“yakin ini bukan jebakan lagi ?” Jaejoong menepuk bahu Yunho

“aku rasa bukan, sebaiknya kita ikuti saja permainan Tatto D. Bagaimana ?” Yunho memberikan saran dan kedipan mata pada Jaejoong

“baik. Begini saja, kau mengawasi bagian KRL. Suruh seseorang menggantikan posisiku sekarang, anggap saja mereka mengira aku ikut campur dalam penangkapan ini” Yunho tersenyum “kenapa pemikiran kita sama ya. kau tahu siapa yang bisa membantu kita, Changmin” Jaejoong melihat arah pandang Yunho

“kau bodoh, Changmin lebih tinggi dariku” Jaejoong berdecak tak terima

“kau mau salah satu dari anak buahmu ? kalau tertembak ? kalau terjadi hal-hal aneh bagaimana ? mau bertanggung jawab ?” tantang Yunho “mereka masih amatiran, Changmin yang terbaik paling tidak untuk saat ini”

“yakh… hyung jadi maksud mu kalau aku kenapa-kenapa kalian tidak mau bertanggung jawab ?” tanyanya geram

“apa yang mau di pertanggung jawabkan darimu ? asuransi kepegawaianmu adakan ? gunakan saja itu” ucap Yunho santai

“araa,tolong aku Changmin-a” Jaejoong menepuk bahu Changmin

“ne hyung. Lebih baik kau masuk dalam mobilku saja, agar mereka tak curiga”

“arrayo, aku percayakan semua pada kalian” Yunho dan Changmin mengangguk. Jaejoong memilih pergi meninggalkan mereka, dan bersembunyi didalam mobil hitam milik Changmin.

Tak ada firasat apapun dalam benaknya. Ia hanya memantau markas, dan membaca beberapa dokumen yang diambilnya tadi sore. Memeriksa semuanya dengan teliti. Siapa tahu didalam dokumen itu ada pesan tersirat untuknya.

Jae Apartemen

Hyuna Pov

Aku memegang bibirku, hangat. Ya Tuhan. Kenapa aku jadi seperti ini. Semoga kebahagian ini bukan bersifat semu. Bel apartemen berdering, aku melihat ada sepucuk surat tergeletak dilantai.

Kim Hyuna.

Apa surat ini untukku ? tapi kenapa ia tahu aku pindah kemari ? aneh, aku melihat kesekeliling siapa tahu si pengantar surat masih berjalan dikoridor, ternyata tak ada orang sama sekali. Ku tutup pintu apartemen.

Kubalik surat itu, namun tak ada nama pengirim. Surat nya masih bersegel. Lemnya juga masih basah. Bisa dikatakan surat ini masih baru. Kurobek sisi amplop dan mengeluarkan isinya

Kim Hyuna

Akhirnya aku mengetahui siapa dirimu. Putri mentri perdagangan Kim Limbo. Kau adalah hasil hubungan gelap antara Limbo dan wanita bermarga Lee yang tak perlu aku tahu siapa dia.

Aku kaget. Siapa dia ? kenapa mengetahui jati diriku ? aku baca beberapa penggal kalimat dibawahnya

Bagaimana kabarmu ?

Aku rasa baik, Suami mu Kim Jaejoong pasti sedang dalam masa tugas bukan ? heh… suamimu itu bodoh, mau saja dipermainkan dalam permainanku. Padahal ada satu nyawa yang terancam akan meninggalkan dunia ini, jika ia terlambat walau hanya sedetik.

Semoga saja dia menyadarinya.

 

Siapa ? siapa yang terancam ? aku tidak mungkin. Sial. siapa pengirim surat ini, apa aku harus menghubungi Jaejoong ? tapi, apa dia akan percaya ?

Paling tidak aku sudah berusaha. Ku ambil ponselku yang terletak di sofa, dan menghubungi nomor nya.

Bunyi tuut, masih terdengar, membuatku cemas. Apa dia sedang ada masalah ? kenapa telponku tak di jawab ?

“yoboseo ?” ucap Jaejoong

“Jae-a, ada masalah.” Ucapku terburu

“masalah apa ? aku sedang sibuk”

“tolong dengarkan aku. Ini menyangkut nyawa seseorang”

“mwo ?”

“ada yang mengirimiku surat, dan ia mengatakan ada nyawa seseorang yang terancam jika kau datang terlambat”

“apa maksudmu ? siapa yang mengirim ? kau sekarang dimana ?”

“entahlah. Aku tak tahu pengirimnya, lebih baik kau pulang” ucapku masih panik.

“arrayo, aku kesana”

Markas Tatto D, Pelabuhan pengriman Barang Expor

“kau licik, menggunakanku sebagai umpan ?” ucap Pria yang tengah terduduk dikursi dengan tangan dan kaki terikat

“benar. Aku licik. Tapi kau bukan umpan Jendral Lee. Kau adalah mangsaku”

“brengsek. Kau memang tak pantas disebut manusia, pantas mereka pergi meninggalkanmu” cela Jend. Lee dengan emosi

“ck.. jangan membicarakan masalahku Tuan Lee. Ajalmu sudah tiba, sekarang kau punya sepatah kata yang ingin diucapkan ?”

“heh.. asal kau tahu, Kematianku tak akan membuat efek apapun pada Jaejoong atau bahkan KII. Kau tahu.”

“ah benarkah ? kau adalah Jend. yang sangat di sayangi oleh Kim Jaejoong.”

“kau memang brengsek”

“benar, aku adalah orang brengsek. Kau tahu, kalianlah yang membuatku masuk kedalam lingkaran hitam ini. Jadi jangan pernah salahkan aku, jika aku adalah orang paling brengsek didunia” ia tertawa lepas

“baiklah, 15 menit lagi, ajalmu. Hiruplah udara sesukamu. Karena sebentar lagi titik kehancuran pangeran KII akan tiba. Dan itu akan memudahkanku untuk menghancurkan organisasi bentukan keparat seperti kalian”

“heh… kau yang akan hancur oleh putramu sendiri” gumam Jend. Lee lirih.

Jika memang ini sudah takdirnya, takdir tersurat yang membuatnya harus kehilangan nyawa dengan cara seperti ini, ia akan menerimanya. Mungkin ini cara yang terbaik, untuk menebus dosanya pada mantan sahabatnya. Tatto D. Atau mungkin dalam organisasi Korean Agen Intelegence-sekarang KSA,  ia lebih sering di sebut dengan panggilan Captain Kim MyungJae.

Beberapa tahun silam. Kasus korupsi dan nepotisme yang dilakukan oleh para mentri membuat beberapa agen KAI harus turun tangan. Kim MyungJae. Sebagai agen terbaik dengan tingkat analisi tinggi harus rela berpisah dari keluarga kecil nya demi melaksanakan tugas

Dalam penelusurannya, ia menemukan fakta bahwa salah satu dalang utama adalah Kim Limbo.  Mentri perdagangan yang sedang dielu-elukan  masyarakat karena kepiawaiannya dalam menghandle masalah pasar gelap.

MyungJae mengetahui bahwa semua itu hanyalah rekayasa antara Limbo dan Jungki. Mentri dalam negri. Mereka membuat rencana untuk menghancurkan KAI dengan dalih KAI tidak becus dalam mengurus kasus pasar gelap dan terorisme yang dibuatnya.

Namun langkah nya untuk mengantisipasi setiap gerak gerik Limbo dan Jungki terlalu sulit. Ia tak mempunyai orang dalam untuk memantau sepak terjang dua mentri itu. Akhirnya dengan desakan Lee Kimso dan Jung Jihyo akhirnya ia memberanikan diri masuk dalam lembah hitam bernama Mafia, dan perdagangan ilegal. Merahasiakan namanya menjadi Tatto D. Berulang kali ia menggagalkan rencana pasar gelap dan terorisme yang dibuat oleh Limbo dan Jungki. Hal itulah yang menjadi penyebab dirinya tak bisa keluar dari daftar mafia terbaik, dan sebagai sumber tebaik KAI.

Keluarga ? bahkan ia tak pernah menghubungi keluarga kecilnya.  Istrinya yang tengah hamil ditinggalkannya tanpa sebab. Atau mungkin hanya dia yang tahu sebabnya. Satu alasannya kenapa tak pernah menghubungi atau menginggalkan berita untuk istrinya. Keselamatan istri dan anak dalam kandungannya lah yang terpenting. Besar kemungkinan jika mereka-koplotan Mafia, mengetahui jika ia sudah mempunyai seorang istri. Dan dalam kasus seperti ini anggota keluarga lah titik serang paling utama. Titik mamatikan dalam bekerja. Dan titik lemah bagi seorang lelaki.

Suatu hari, saat ia memantau kehidupan istrinya, ia mengetahui jika Kim Taeho, teman lamanya yang mengurus dan merawat istrinya. Menemani istrinya cek kandungan di Seoul Hospital. Sakit. Siapa yang tak merasakan kesakitan saat wanita yang dicintainya pergi dengan muka cerah dan ada sosok lelaki yang lebih baik dari dirimu ?

Menangis ? sudah bukan jamannya lagi untuk menitikkan air mata. mulai saat itu ia membulatkan tekat nya untuk tetap menjadi seseorang yang tak dikenal oleh siapapun termasuk istrinya.

 

Seoul Hospital

“bagaiman Taeho-a ? apa kau sudah mengetahui keberadaan MyungJae ?” ucapnya, matanya berkaca, membayangkan bayi ini lahir tanpa ayah

“aku sudah mengetahuinya, Hyuni. Tapi tidak sekarang. Ini tak baik untuk kandunganmu” ucap Taeho menenangkan

“aku mohon” Hyuni menangis, tetesan air mata itu jatuh membasahi pipinya, turun jatuh dalam perut besarnya. Sandara Lissely. Istri Taeho tak tega, merengkuh tubuh Hyuni dalam dekapannya

“aku mohon…” Hyuni terisak pelan “bagaimanapun aku harus mengetahui dimana MyungJae. Aku janji akan merahasiakannya. Aku mohon” ia menangis, dekapan Sandara berkurang

“eoni.. aku mohon jangan bersikap seperti ini. Aku yakin MyungJae baik-baik saja” Sandara mencoba menenangkan Hyuni

“aku tahu, dia pasti akan baik-baik saja, tapi aku hanya mau melihatnya. Aku.. biarkan aku melihat suamiku, walaupun hanya sekali” tangisnya pecah. Diruang kerja Sandara ia menangis. Kerinduan dirinya pada MyungJae membuatnya tersiksa.

“baiklah. Nanti malam aku akan mengajakmu melihat Myungjae. Tapi kau harus berjanji tak akan menemuinya. Aku takut nantinya kau akan diserang”

Hyuni mengangguk, mengusap pipinya dari tetesan air mata yang mengalir.

“aegi.. sebentar lagi kita akan melihat ayah. Kau tahu ayahmu itu lelaki yang hebat dan kuat. nanti kalau kau sudah besar kau harus seperti ayahmu” ia mengusap perut besarnya. Berkomunikasi pada bayi mungilnya yang bulan depan akan terlahir ke dunia

Malam hari disalah satu klub ternama. Tatto D bersiap untuk mencari data yang diperlukannya untuk menghancurkan KAI. Ia berjalan melewati mobil hitam berplat 6278

“Kim MyungJae..” Hyuni bergumam pelan melihat sosok suaminya yang bergerak melewati mobil hitamnya.

“Hyuni. Tahan dirimu, aku mohon jangan keluar. Saat ini suasananya tidak baik” Sandara mencoba menahan Hyuni yang tengah  memegang knop pintu mobil

“tidak, aku harus bertemu dengannya. Aku mohon biarkan aku menemuinya” Hyuni menahan air matanya yang sudah dipelupuk mata. “aku mohon.. “ ia memandang Taeho dari kaca spion depan. Taeho mengangguk, membiarkan Hyuni berbicara dengan MyungJae. Bagaimanapun ia tak pernah berhak mengatur keinginan seseorang. Hyuni tersenyum. Senyum dalam tangis. Ia membuka pintu mobil dengan senyum dan air mata. berjalan cepat mencari siluet tubuh MyungJae dalam koridor sepi. Akhirnya. Sosok lelaki yang selama ini dirindukannya tengah berdiri membaca dokumen, ia tersenyum. Mempercepat langkahnya hingga beberama meter

“Kim MyungJae” perkataan lirihnya menggema, membuat MyungJae mendongat melihat sosok wanita yang sudah beberapa bulan ini tak dilihatnya “Hyuni” gumamnya pelan.

Hyuni berjalan mendekat, ingin memeluk sosok lelaki yang selama ini memenuhi otaknya, memenuhi jiwanya. pelukan itu terasa erat sekali, jika ia dapat mengehentikan waktu sekarang, maka ia akan menghentikannya. Membiarkan pelukan ini selama yang suka.

Pelukan itu merenggang saat dirinya sadar bagaimana posisinya. Bagaimana kemungkinan terburuk yang akan terjadi pada Hyuni jika mereka melihat dirinya dan Hyuni berpelukan

“kenapa ? kenapa meninggalkan aku dan anak kita tanpa sebab ?” Hyuni berkata lirih. Manik mata itu menyiratkan kesedihan dalam hatinya. Kesakitan yang menembus hatinya.

“MyungJae.. kau tahu aku merindukanmu. Apa kau tak rindu padaku, ani paling tidak pada anak kita” ia mengamit tangan MyungJae untu mengelus perut besarnya. “kau tahu bulan depan ia akan lahir. Setelah aku USG ternyata ia berjenis kelamin laki-laki. Kau bahagia tidak” Diam. Yang MyungJae lakukan hanya diam. Tak ada kata yang mampu ia ucapkan.membiarkan istrinya tersenyum itu yang terbaik. Hingga tetes airmata keduanya mengalir.

“kita bisa bicara ditempat lain Hyuni, disini terlalu berbahaya” akhirnya ia memutuskan untuk memberi kesempatan akhir untuk dirinya dan keluarganya berbicara.

Disebuah tempat. Penginapan kecil yang disebut motel. Disebuah desa yang entah apa namanya. Hyuni tak perduli lagi, yang terpenting baginya MyungJae disampingnya. Mereka duduk bersandar dikepala ranjang. MyungJae memeluk tubuh istrinya dari belakang “apa kau hidup dengan baik ?” Hyuni membuka percakapan setelah mereka diam selama beberapa menit

“hmm…” MyungJae bergumam kecil. Mengeratkan pelukannya lagi, mengusap perut besat istrinya. “pergilah” Hyuni mendongak melihat mata suaminya

“apa maksudmu ?”

“pergilah dengan Taeho, aku yakin ia akan bisa merawatmu dan anak kita dengan benar. Buat dia jadi anak yang berguna jangan sepeti aku” ia masih mengusap bahkan mencium dalam bayi mungilnya. Hyuni menggeleng “kau appanya. Kau yang harus merawat dan membimbingnya Myung-a” air mata itu mengalir kembali. Hyuni sesak saat suaminya berkata seperti itu

“aku tahu. Tapi posisiku saat ini benar-benar terjepit oleh keadaan. Aku tak bisa keluar, aku tak  bisa lagi kembali seperti dulu. Kau mengertilah” tangannya yang kokoh mengelus pipi istrinya yang sudah basah oleh air mata.

“aku tidak mau, aku mohon biarkan aku disampingmu” Hyuni memegang tangan suaminya erat

“tidak bisa. Aku sudah memutuskan jalanku sendiri. Pergilah dengannya. Agar aku tenang”

“kau punya wanita lain ? kenapa tiba-tiba kau mencapakkan aku ? apa karena aku sudah tidak secantik dulu ?”

“tidak bukan begitu. Nanti kau akan tahu. Waktuku hanya 3 jam. Setelah itu pasti mereka akan mencariku. Kau mau aku berbuat apa untuk terakhir kalinya ?” Hyuni menggeleng. Nafas nya tercekat. Tangisnya pecah dan sesunggukkan. MyungJae tak kuasa untuk tak mendekap tubuh itu. “tidurlah, aku akan menyakinan lagu untukmu. Seperti bulan pertama saat kau hamil” ia menarik tubuh istrinya untuk berbaring, memeluk tubuh Hyuni dari belakang. Menyanyikan lagu kesukaan istrinya.

“Myung-a, satu pintaku. Saat aku terbangun kau harus ada disampingku. Jangan pergi.” Tangannya memegang erat pelukan MyungJae.

“akan aku usahakan. Sekarang tidurlah. Tak baik seorang ibu hamil tidur tengah malam”

Mereka tertidur. Untuk kali biarlah ia cengeng dihadapan istrinya, menangis dalam diam. Hidup ini terlalu kejam, jika tak memilih jalan yang paling baik. Makan kau akan terjatuh dalam lubang yang paling dalam.

Mata itu terbuka, saat sinar pagi mentari menapaki puncaknya. Hyuni terbangun. Melihat lingkaran tangan kekar itu masih ditempatnya. Ia tersenyum. Senyum yang selama ini tak pernah ia nampakkan. “sudah bangun ?” tanya MyungJae, saat tubuh istrinya menggeliat dalam pelukannya

“ne..” ucapnya manja.

“arrayo. Ayo aku antar ketempat Taeho, waktu ku sudah habis” MyungJae bersiap membenahi dirinya. Merapikan pakaiannya yang kusut

“tak bisakah sebentar lagi ?”

“ani.. aku sudah terlalu lama pergi. Kajja” ia turun dari tempat tidur, dan menatap istrinya.

“aku masih mengantuk”

“jangan manja. Ayolah…” MyungJae nya yang dulu kembali. Seperti dulu. Sosok pria pengertian yang selalu membuatnya jatuh cinta. Tangan itu terulur untuk membantunya bangkit.

“tak mandi ?” ia mencoba mencari alasan agar mereka tetap bersama

“tak ada waktu istriku. Cepatlah”

“kau ini tak sabaran.” Akhirnya dengan kesal Hyuni menurunkan kakinya, memegang tangan itu lagi. Ada goresan kecil saat dirinya mengamit lengan kokoh itu “lenganmu kenapa ?”

“luka kecil kajja”

Didepan apareteman  mewah, MyungJae membawa istrinya masuk. Mencari Taeho. “Taeho-a” teriaknya.

Tak lama mucul sosok lelaki dengan pakaian rapi. Melihat MyungJae yang berbeda ia cukup terkejut. “aku titipkan Hyuni padamu. Jaga dia. bawalah ia jauh dari jangkauanku” Mereka berbicara empat mata, setelah Hyuni memutuskan dirinya untuk kedalam. Membasuh diri.

“kau yakin ?” MyungJae mengangguk yakin “hanya ini yang aku punya. Berikan ini pada anakku. Dan jangan beritahukan dia siapa ayahnya. Aku tak mau ia malu dengan kelakuan ayahnya” kalung perak bermata berlian itu di taruh dalam genggaman tangan Taeho.

“jaga dia seperti kau menjaga anakmu. Aku mohon” Taeho mengangguk mantap. Pasti ia akan menjaganya. Karena Sandara divonis terkena penyakit rahim dan tak bisa melahirkan seorang malaikat kecil bernama bayi.

“terima kasih. Sekalipun kau mendengar berita tentangku, anggap itu bukan aku melaikan Tatto D. Kepala mafia yang selalu membuat onar. Jangan sampai Hyuni tahu kalau aku adalah Mafia itu. Jauh kan aku dari jangkauan anakku. Jangan sampai ia mengetahui siapa ayah kandungnya. Aku pamit”

MyungJae bergegas pergi meninggalkan semuanya. Meninggalkan masalalu, dan semua tentang dirinya yang dulu merubah dirinya menjadi sosok lain yang sangat jau h berbeda.

Awal  bulan Februari Hyuni melahirkan seorang anak lelaki. Disebuah rumah sakit di Amerika. Bayi itu sehat. “jadi siapa namanya ?” tanya Sandara saat menimang si kecil

“Kim Jaejoong.”

Mereka tersenyum “aku harap dia bisa bertemu dengan ayahnya. Walaupun hanya sekali.” Hyuni menahan derai air mata, agar tak terjatuh.

KRL gerbong 3.

Changmin masuk kedalam, sepi. Seperti tak terjadi apapun disini. Ia membagi area pengawasan dengan yunho. Dengan mengendap memegang senajata api siaga, lalu mendobrak pintu. Kosong. Hanya ada beberapa botol minuman keras disana. Changmin mendengus kesal. Perlahan langkahnya terhenti, saat suara berisik itu menggema disekitarnya.

Ditajamkan telingannya mencari sumber suara. Dapat. Ruangan gudang. Ia mengendap lagi merapatkan tubuhnya didinding kereta api.  ia mendobrak pintu dan mengacungkan sejata apinya. Mereka kaget. Ribuan ekstasi berserakan dilantai. “kalian ternyata.” Changmin mendengus kesal. “berbalik, dan angkat tangan kalian” ucapnya lantang. Senajata api itu masih mengacung pada mereka. dengan gemetar mereka berbalik.

“siapa bosnya ?” tanya Changmin. Mereka menggeleng. “kau kemari.” Changmin memberikan instruksi pada beberapa orang yang dianggapnya sumber data. Lalu menginstrupsi beberapa anggota tingkat satu untuk meringkuk mereka.

Disisilain Yunho tengah dihadapkan dengan beberapa preman. Awalnya ia bersabar, tapi ternyata ini benar-benar tak bisa diselesaikan dengan cara damai.

Bukk… tinjuan Yunho mengena didada salah satu tersangka yang diringkuknya. Perkelahian cuku sengit mengingat tubuh Yunho tak sebanding dengan mereka. bibir Yunho mengalami robekan kecil saat tinjuan itu mengena kearah rahangnya. Yunho memasang kuda-kuda, dan melakukan pukulan yang cukup mematikan. Bukk..

Lagi,  akhirnya Yunho berhasil meringkuk mereka. lalu ia menemukan tulisan di kaca kereta api.

Bagaimana kabarmu Kim Jaejoong.

Menikah tak mengundangku ? heh.. keterlaluan. Bagaimana permainanku malam ini ? menyenangkan ? aku rasa akan lebih menyenangkan jika kau datang ke Pelabuhan pengiriman barang expor. Disana ada Jend. Lee kesayanganmu.

Jend. Yang selalu kau banggakan. Jend. Busuk yang menghancurkan hidupku dan keluargu.

Selamat berjuang, Tikus Kecil

Yunho terperangah. Mendapatkan berita itu.

Sial benar-benar jebakan yang mulus. Sekarang ia harus mengubungi Jaejoong.

Jae apatemen.

Jaejoong  membalikkan ketas itu dengan jengah. Otak nya tak dapat berpikir lagi. Kepala nya dipenuhi oleh  beberapa instrupsi yang tak bisa di cerna dengan logika. Banyak pertanyaan dalam benaknya. Mentri Perdagangan korea Kim Limbo ? lalu ? apalagi ini.

Ia duduk dengan gusar, ponselnya berdering. Yunho memanggil

“ne ?”

“…”

“mwo ? kau yakin ? bagaimana bisa ?” ia terkejut

“….”

“arra, aku kesana. Tolong kau photo bukti itu. Aku akan kesana menyusul kalian”

Sambungan telpon terputus.

“ada apa ?” Hyuna duduk disamping Jaejoong,

“nanti aku jelaskan. Aku pergi dulu. Jangan lupa kunci pintu”

“ne” Hyuna mengangguk

Jaejoong bergegas menuju tempat yang ditujunya dengan kecepatan penuh. Sesampainya disana, ia hadapkan pada sebuah teka-teki lagi. Brengsek. Ia bergumam pelan.

Melangkah kesalah satu pintu gudang yang terbuka. Ia masuk kedalam. Melihat kesekililingnya.

“kau datang ? bernyali sekali dirimu” suara itu menggema. Jaejoong memutar arah pandangannya melihat sosok Tatto D disekitar. Namun tak ada.

“apa mau mu sekarang ?”

“mauku ? entah. Aku hanya ingin bermain-main sebelum aku pergi” ucapan Tatto D membuatnya jengah setengah mati.

“cih. Lebih baik sekarang kau bebaskan Jend. Lee atau aku akan menghabisimu” ancam Jaejoong

“tikus busuk. Masih bisa mengancamku ? apa perlu aku membuat istrimu hancur ? agar kau lebih bisa mengunci mulut besarmu ?”

“jangan pernah membawa istriku atau keluargaku. Ini masalah antara kau dan aku” jaejoong mengendarkan pandangannya berharap bahwa ia menemukan titik terang dimana Jend. Lee disekap.

“yah apapun katamu. Waktumu hanya tinggal 5 menit menyelamatkan si brengsek Lee Kimso. Jadi silahkan kau berputar mencarinya. Selamat tinggal”

Suara itu membuat Jaejoong semakin pusing. Ia pergi ketempat yang dapat di jangkaunya. Mencari kesana kemari. Mencari sosok Jend. Lee namun nihil. Tak ada.

Ia keluar, dimana si brengsek itu menyembunyikan Jend. Lee. Pikir Jaejoong. Tanpa disadarinya, Lee Kimso sudah membeku dalam sebuah peti. Yang terletak dalam ruangan itu, tertutupi sebuah papan  berlapis cermin datar, dan sadar ataupun tidak, Jaejoong tak akan pernah menemukannya. Hingga 5 menit itu tiba, maka semua akan menjadi hangus, gosong, karena ledakan bom yang dirakit Tatto D.

Duuuuarrr

Bunyi keras itu membuat beberapa mobil patroli yang membantu Jaejoong berangsek dengan kecepatan penuh kesumber suara. Termasuk Jaejoong yang tengah berlari dengan peluh yang sudah membasihi dirinya.

Gagal.

Permainannya gagal lagi. Tubuhnya lemas. Badannya serasa tak bernyawa, kakinya tak dapat menompang  bobot tubuhnya sehingga membuatnya terkulai ditanah dengan kondisi yang sangat memperihatinkan. “brengsssssssek kau Tatto D” teriaknya. Beberapa rekannya membantu dirinya untuk berdiri, menompangkan tubuhnya.

“Jae-a. “ Yunho dan Changmin membantu Jaejoong untuk pergi meninggalkan lokasi yang sudah diamankan oleh pihak kepolisian dan agen lainnya. Jaejoong masih terdiam. Enggan membuka mulut. Matanya menatap kosong sesuatu yang ada didepannya. Membuat dua rekannya gelisah.

“apa kita antar pulang saja hyung ?” Changmin berusaha mencarikan solusi

“hmm.. sebaiknya ia.”

Mereka membelokkan mobil kearah kanan, dan memasuki halaman depan apartemen Jaejoong.

Pintu terbuka munculah sosok wanita yang terlihat terkejut melihat air muka Jaejoong. “kau kenapa ?” tanya Hyuna kaget, Jaejoong berjalan menuju kamarnya tak menghiraukan ucapan Hyuna. Mata Hyuna berpaling melihat sosok dua lelaki berseragam didepannya. Ia membungkuk hormat dan memberikan celah agar mereka bisa masuk

“aku Hyuna”

“Yunho, dan ini Changmin. Ada yang ingin kami bicarakan pada anda”

“ah ne, silahkan masuk” Hyuna membuka pintu lebih lebar, dan membiarkan dua lelaki yang menghantar suaminya masuk kedalam. “ ada apa ?” tanya Hyuna

“mungkin Jae sedikit terpukul dengan kematian Jend. Lee. Dia hanya sedikit syok. Bisakah kau menjaganya beberapa hari ini ?” Yunho menjelaskan

“ya. Jend. Lee ? apa dia yang dimaksud dalam surat itu ?” Hyuna bergumam, dan dahinya berkerut. Changmin melihat gerak-gerik Hyuna agak aneh, dan bertanya “ada apa noona ? sepertinya kau mengetahui sesuatu”

“eoh ? tidak. Baiklah aku akan menjaga Jae.” Hyuna menyinggungkan senyum lirihnya. Mereka hanya  mengangguk. Lalu pamit meninggalkan kediaman keluarga Kim.

Dua hari sudah semenjak kejadian mengerikan itu hadir, Jaejoong tetap terdiam menatap nanar didepan televisi, menatap salah satu video yang menampilkan kebersamaan mereka saat di camp. Pelatihan. Lelaki berumur yang masih kuat dan sehat. Lelaki yang menjaganya selama di Seoul. Lee Kimso. Kini ia telah pergi meninggalkan dirinya. Dengan cara yang tragis, dan mengerikan.

Dibelakang punggung Jaejoong, Hyuna membawa nampan berisi makanan yang telah disediakannya untuk suaminya. “kau tak bisa begini terus” Hyuna duduk disebelah suaminya. Mata Jaejoong menatap lurus pada televisi berukuran lebih dari 30 inch.

Dalam benak Hyuna saat ini, bagaimana cara untuk membuat Jaejoong kembali seperti dulu lagi. Membuat Jaejoong seperti sosok yang pertama kali ia kenal.

Jaejoong  mendesah pelan “semua ini salahku” ia berkata lirih. Hyuna diam mencoba untuk mendengarkan dan merasakan apa yang ada dalam benak Jaejoong. Tangannya terulur untuk menggenggam tangan Jaejoong yang terlihat pucat. “seandainya saja aku tak mengikuti permainan Tatto D, mungkin semua tak berjalan seperti ini.” Hyuna merasakan sakit diyang menusuk ulu hati suaminya. Tapi menurutnya tidak realistis jika kita berpatok pada masalalu. Ia juga pernah mengalami semua ini, bahkan jauh lebih sulit.

Saat ayahnya meninggal karena sebuah pembunuhan yang direncanakan, ia tahu hanya saja, ia tak bisa mengungkap motif  kenapa ayahnya harus dibunuh secara sadis. Setelah ayah nya meninggalnya, ibunya juga menyusul ke rumah abadi yang tak bisa di gapainya.

“dengarkan kataku, jika sekarang kau menyesalinya itu juga percuma. Yang bisa kau lakukan hanya membuktikan pada lelaki bernama Tatto D bahwa kau pria kuat.” Hyuna menggenggam tangan suaminya. Jaejoong menoleh pada mata indah istrinya yang tengah menatap intens dirinya. “tapi, semua terlalu sulit” Jaejoong menundukkan matanya, menerawang kejadian beberapa hari yang lalu.

Hyuna gemas, dengan sikap lemah suaminya, dengan sikap mudah tergoncangnya Jaejoong. Ia membalik punggung suaminya agar menatap dirinya.

“lihat aku” pintanya, Jaejoong mendongak. Menatap Hyuna sesuai permintaannya.

“kita sama-sama berpikir secara logika” Hyuna menarik nafas dalam. Melanjutkan ucapnnya “apa semua ini akan kembali seperti dulu, jika kau seperti ini ? ayolah Jaejoong. Kau tak bisa dalam keadaan seperti. Kau tak bisa terus-terusan menyalahkan dirimu atas kematian atasannya, menyalahkan dirimu atas segala nya. Kau tahu inilah sisi lemahmu yang diincarnya”

Jaejoong  memberanikan dirinya menatap mata Hyuna yang mulai basah. Terlihat lelah untuk membuat  dirinya-Jaejoong  seperti sosok lelaki yang selama ini selalu disisinya. Jujur Jaejoong tak tega. Hatinya juga gelisah. Tapi rasa bersalah itu terus menghantuinya.

Pertahanan Hyuna jebol. Matanya berair melihat reaksi Jaejoong yang hanya terdiam bagai patung tak berguna. Air mata itu adalah air mata pertama yang ia keluarkan semenjak ia menikah dan semenjak kejadian dirinya ditinggal oleh orang tuanya.

Jaejoong mengulurkan tangannya, menghapus air mata yang terlanjur terjatuh dengan buku tangannya, “bantu aku untuk bangkit” ucapnya lirih, tapi matanya masih menatap Hyuna secara intens.

Hyuna mengangguk. Suasana cukup canggung, tangan mereka masih saling tekait. Hingga kelembutan itu terasa dibibir Hyuna. Entah siapa yang memulai, dirinya dan Jaejoong kini tengah membuat suatu pondasi dalam kehidupan rumah tangga mereka.

Pagi itu Jaejoong terbangun lebih awal. Atau mungkin lebih tepat jika dikatakan ia masih tetap terjaga setelah kegiatannya dengan sang istri. Masih dalam keadaan memeluk pinggang Hyuna, Jaejoong memikirkan semua kejadian itu.

Mungkin Hyuna benar semua ini hanyalah permainan Tatto D, yang harus ia ikuti dan ia juga harus membuktikan pada lelaki yang selama ini menghancurkan karir nya. Bahwa ia lelaki yang patut untuk di waspadai.

CCK

Yuuhuu,,, hahaha aku dateng lagii.. 😀

Maaf banget yah aku gha bisa publish secara cepat, maaf juga aku gha bisa mendeskripsikan adegan action secara baik, bagus dan benar. Aku masih dalam tahap belajar.

Ada yang kecewa dengan chapter ini ?

Maaf lagi deh…

Ceritanya mungkin gha sesuai dengan keinginan pada readers.

Always be mine nya lagi kehabisan ide niih.. jadi aku pending dulu…

Mian lagi 🙂

Sepertinya itu aja.

Sekalian mau promosi nih.. ada yang mau liat2 Handmade temen aku ???

Karyanya lucu2 llooh*ceritanyakanpromo* bisa buka langsung ke pagenya ya… ^ ^

Iklan

26 thoughts on “Broken Married [02]

  1. qoyah cassie berkata:

    Hhaha,g da yg mo bertanggung jawab atas mimin ya??aq aja dech yg tggung jwb..hhaha#yunpamerengut

    wow…tinggal nunggu anakx hyuna lahir nie,hahha,hamil aja blm…

    anakx hyuni itu jeje??brrti jeje anakx musuhx donk??

    • Ny. Kims berkata:

      hahahhaa…
      ntar bangkruut looh tanggung sii mimin.. mkan muluk kerjaanna 😀

      iaa nii…
      kapan buntiing yac??*plak
      iapp, Hyuni itu emk na jeje, dan Tatto D papa nya JJ.. wkakaka

      mampuslaa thu bapak anak betengkeng… whahaha XD*bahasamelayuamburadul 😀

      • qoyah cassie berkata:

        Hha,g bkl bangkrut lah,kan ada yunpa..hhaha#poliandri

        wew,,hahha…aq msh bth prnyataan cinta dr jeje ke hyuna..

        hha,betengkeng itu apa eonn??

      • Ny. Kims berkata:

        wkwkwk…
        eyy paan thu poliandrii ??
        gha bolee. anak kecil main poliandri.. hihihihi XD

        haha…
        yoochun ma hyera aja belum bilang cinta gmna jeje dama bininya.. hahah 😀

        betengkeng thu berkelahi 😀
        yah sejenis adu mulut la ^ ^

  2. purple281000 berkata:

    Bner” ga nyangka klo jae anaknya tattoo D. Pnasaran sama reaksinya tattoo D pas tau klo jae anaknya

  3. lala chan (@heldaftigh_chan) berkata:

    huaaaaaaah baru klai ini saia tertarik dengan FF action, sumpaaaah mantap jaya chingu FF action mu, aq yg dulu ndak suka FF action jadi suka 😀
    bener2 penasaraaan euuuuy kelanjutannya

    ini benarkah jaejoong anak tato D

    lanjuuuuuuuut 😀

  4. clara berkata:

    wahh bener hyuna anak mentri jangan2 kasus yg di tangani jae juga..ayoo semangat kalian pasti bisa selesaikan semuanya

Your Comment become spirit for me ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s