Cinta itu Sakit {Cerpen}

 

“berhentilah bersikap bodoh. Kembali lah pada dirimu yang dulu” aku masih terisak, meluapkan amarahku pada sesosok manusia yang tengah terbaring lemah didepanku. Semua alat-alat itu terus terpasang dibagian tubuhnya, aku menangis. Aku kecewa dengan sikapnya kali ini. apakah tak ada jalan lain selain ini ? aku menyentuh tangannya yang agak terasa dingin, air mataku masih tak terbendung, bahkan sudah membasahi lengannya.

“bukan dirimu saja yang sakit, tapi aku juga, mereka juga. kembalilah. Bertahanlah.” Ucapku. Suaraku terlalu parau untuk berteriak, aku masih mengisak. Kepalaku berat, mataku juga sudah tak bisa melihat dengan benar.

Pintu kamar ini terbuka, mereka memandangku dengan tatapan penuh arti. Seakan melihat iba padaku. “cukup Indri” mereka merengkuhku, tapi aku masih memberontak, aku ingin menemaninya. Setiap waktu, setiap detik, setiap sisa kehidupan yang aku miliki. Aku ingin menyadarkan dirinya lagi, bahwa aku masih ada disisinya sampai dia kembali lagi.

Tapi tarikan tangan mereka terlalu kuat untuk aku tahan, akhirnya aku mengikuti langkah kaki mereka dengan terseok, dengan derai tangis yang masih keluar dari pelupuk mataku.

***

Aku mengerjapkan mataku, menyesuaikan inderaku penglihatanku, lalu memilih untuk duduk diranjang yang terbungkus oleh seprai putih. Mataku kembali menghasilkan cairan bening yang terasa asin dan hangat. “kenapa pikiranmu sependek itu ?” isakku.

Aku tak habis pikir padanya, kenapa dirinya setega itu padaku. apa salahku padanya, sehingga dirinya menyiksa perasaanku seperti ini. aku tahu dia tak pernah menganggap diriku menyayangi dirinya. Tapi apakah dirinya tak tahu alasan kenapa aku selalu disisinya. Harusnya dia tahu itu.

Pintu itu terbuka, seorang pria dengan senyum indah datang menghampiriku, sesaat aku berpikir sebegitu bodohnya diriku, mengharapkan dirimu yang bahkan tak pernah tahu alasan aku selalu disampingmu.
“harusnya kau menjaga kesehatanmu, Jonas juga tak akan senang melihat tubuhmu yang seperti ini” itulah lontaran yang diucap kannya. Aku tak membalasnya. Pandanganku sudah menyiratkan apa yang aku rasakan saat ini. sakit.

Sakit karena mencintainya terlalu dalam tapi tak pernah dianggap

Sakit karena dirinya kini berada diambang kematian, tapi aku tak bisa berbuat apa-apa

“bacalah, semoga dirimu jadi lebih baik” Troy memberikan sepucuk surat yang dibungkus rapih oleh amplop putih. Aku memandangnya, Troy hanya membalasku dengan senyuman.

“setelah kau membacanya, aku harap kau lebih bisa memahami siapa dirinya. Aku pergi dulu” Troy menepuk bahuku pelan, lalu meninggalkan diriku dalam kesunyian kamar ini. sebelum membuka pintu kamar, Troy berbalik. “jangan lupa makan, aku takut asam lambungmu kumat lagi. Bisa-bisa aku dibunuh oleh dirinya” senyuman dan kedipan itu masih bisa diberikan Troy padaku. sebagai tanda penyemangat untuk bangkit. Aku hanya mengangguk.

Aku membuka lem yang mereka di amplop itu.

Bagian depan surat terlihat biasa dan datar.

 

Untuk seseorang yang selalu disampingku

 

Ah..

Aku tak tahu harus mengatakan apa, dan bagaimana cara mengatakannya. Asal kau tahu bahwa sesungguhnya aku Jonas mencintai gadis bodoh dan ceroboh yang bernama Indira Khanisa.

Air mataku sekarang tak terbendung, aku hanya bisa terisak pelan. Ternyata kami berdua memang bodoh. Menyimpan perasaan untuk saling menyakiti hati masing-masing.

Indira.

 wanita ceroboh yang selalu disisiku hingga aku memutuskan untuk meninggalkan dunia ini. aku mengenalnya saat dirinya sedang tersesat, dia bahkan sudah terlalu besar untuk menangis dijalan. Padahal alamat yang dia cari hanya berjarak beberpa meter dari posisinya berdiri,  bukannya bertanya, dia hanya menggerutu dan ingin menangis.

Lihatlah, caranya menatapku saat aku menolongnya. Seperti melihat pangeran berkuda putih yang menyelamatkan putri salju dari racun apel merah. Berbinar dengan senyuman yang mengembang indah. Dasar. Berhentilah seperti anak kecil Indira.

Sejak saat itulah, aku mulai menaruh perhatian padamu. Tapi ternyata dirimu lebih ingin menarikku kedalam duniamu. Aku hanya tersenyum saat dirimu mengatakan pada semua teman-teman mu bahwa kau akan tetap mencintaku hingga kau lelah.

Dan kau telah membuktikan semuanya.

Indira.

Maaf sudah membuatmu merasa lelah selama ini, aku tak bermaksud. Aku tahu cara mencintaiku salah, yakni dengan mengorbankan perasaan diantara kita berdua. Tapi itulah jalan yang terbaik Indira.

Aku tak ingin kau terjebak dalam kehidupanku yang liar, aku tak ingin kau mejadi korban seluruh musuh ku diluar sana.

Indira.

Sampai surat ini aku tulis, perasaan ku masih tetap sama, mencintaimu hingga akhir.
tapi sepertinya aku harus meninggalkan dunia ini terlebih dahulu, tolong tersenyumlah saat aku meninggalkan dunia ini.

Jangan membuat aku semakin tersiksa disana, karena siksaan dari Tuhan sudah cukup untukku.

Indira.

Jika aku boleh mengatakan kalimat pengandaian, aku akan mengatakan. Isi seluruh jagat raya ini bahkan tak bisa melukiskan seberapa besar rasa cintaku padamu. Maaf kalau terlalu biasa, kau tahukan aku bahkan tak bisa menggombal dengan benar.

Indira.

Hingga aku pergipun, hanya bayanganmu yang terlintas dikepalaku, hanya derai air matamu yang langsung menghujam hatiku, aku tahu nantinya kau akan mengatakan aku bodoh atau tolol. Tapi ini adalah jalan satu-satunya bagiku untuk melepaskan pelik keluarga dan karirku.

Indira.

Wanita terbodoh dan wanita yang paling aku cintai didunia ini. percayalah hanya dirimu yang aku kenang hingga aku meninggalkan semua ini.

 

Jonas

Lelaki terbodoh yang mencitai gadis bodoh bernama Indira.

 

“Jonas tolol” pekikku langsung. Sejujurnya perasaanku senang, sedih dan kecewa dengan semua sikap Jonas yang memilih jalan pintas untuk ini. aku keluar dari kamarku dan berlari menyusuri lorong rumah sakit ini. hingga Troy datang menghampiriku.

“Jonas…” lirihnya dengan raut wajah yang tak dapat aku gambarkan. Dan aku hanya bisa menangis sejadi-jadinya,. Menangis dan menangis, hingga semua penglihatan yang kulihat kembali gelap, tanpa cahaya.

 

***

 

Aku berdiri disini. ditepian pantai yang menghadirkan kesejukan dari derai ombak serta angin sepoi yang menerpa diriku. Aku menatap matahari yang mulai turun dari tahtanya, dan akan digantikan oleh bulan yang menerangi malam, walaupun cahaya nya tak seperti matahari.

“ibu………..” pelukan itu terasa erat dikakiku. Aku hanya bisa tersenyum lalu menatap bocah lelaki yang kini memandangku dengan tatapannya yang lebut.

“Joe, ayahkan sudah bilang berhenti berlari”

Tanpa aku menolehpun, aku sudah tahu siapa pemilik suara berat itu. dia adalah Jonas tolol. Jonas, matahari hatiku, dan penerang kelamnya jiwaku. aku masih ingat malam dimana Troy mengatakan Jonas hampir tak tertolong, namun Tuhan sungguh memberikan keajaibannya untuk lelaki se-tolol dan sebodoh Jonas.

Aku tersenyum dibawah langit merah.

Tuhan tak akan memberikan cobaan yang jauh dari jangkauan umatnya. Itulah yang selalu ku-kumandangkan pada Jonas. Agar dirinya selalu ingat bahwa Tuhan selalu dekat dengan umatnya. Bahwa Tuhan tak akan berpaling dari umatnya, kecuali umatnya yang terlebih dahulu berpaling.

Aku selalu memberikan senyumanku padanya, agar harapan yang cerah selalu terbekas dihatinya yang kusam. Jonas memelukku, dan seperti biasa “bodoh, kenapa berdiri disini. kau memberikan ajaran yang tak baik pada putraku”

Aku tersenyum sendiri.

Kau yang bodoh dan tolol, karena mencintai gadis terbodoh yang pernah kau temui.

 The End…

 

Huaaaaaa…

Aku pingin nangis, karena aku lagi rindu dengan Park Yong Ha. Seadainya ada seseorang yang menyemangati oppa seperti Jonas, aku yakin oppa tidak akan memilih jalan bunuh diri. Oppa dihatiku namamu selalu memiliki tempat yang paling penting…

Ada yang mau komen syukur, karena  cerpen ini bertujuan untuk meluapkan kekesalanku pada Oppa yang telah tiada. Tahukah kau oppa, saat aku mendengar lagu ‘don’t say goodbye’ air mataku selalu menetes…

Annyeong oppa.

 

Ps : maaf yang menunggu kelanjutan FF ku, hehe*nyengir* aku baru mulai menulis, karena beberapa minggu belakangan ini, aku lagi terkena masalah yang cukup runyam, menyangkut masa depanku..
dan efek masalah itu membuat mood nggak baik, dan berimbas pada tulisanku,…

eh mau curhat dikit, ada yang udah nnton Rooftop prince dan king 2 hearts belom ?? klo belom buruan nonton deh, soalnya kedua drama itu keren banget, dan punya pesan moral yang baik, bukan hanya drama romance yang isi nya percintaan duang.. ^ ^ kekeke….

sekian dan terima kasih… *tebar senyum*plak

Iklan

6 thoughts on “Cinta itu Sakit {Cerpen}

  1. purple281000 berkata:

    Awalnya udah sedih banget karena ngira si jonas bakalan meninggal. Eh gatau’a happy ending.
    Daebak cerpennya thor. Feelnya dapet banget

  2. rinrin berkata:

    wah. chingu kayaknya kamu berbakat banget dalam hal tulis menulis. baru balik lg setelah seminggu terkurung dalam hal mempersiapkan SNMPTN. tapi aku belum baca that guy is mine nanti deh aku bakal baca…

    • Vii2junshu_kim berkata:

      wkwkwk…
      amin… tapi aku merasa masih kurang dalam hal menulis, dan harus banyak belajar.. hehe 😀
      siip2…
      semoga jebol d UGM yah.. aku doain.. kekekeke… ^ ^

    • Vii2junshu_kim berkata:

      ne cheonma… :))
      iaa emang harus banyak belajar dan banyak nulis. cuma itu dia ngetik dan nongkrong depan kompi malesss banget*plak

      eoh, chingu d UGM ambil jurusan apa yak ??

Your Comment become spirit for me ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s