Secret In Marriage

Bab 15

 

 

Yunho melangkah meninggalkan ruang inap Nayoung. Matanya terpejam lelah, sungguh ini benar-benar cobaan terberat yang pernah ia hadapi. Yunho duduk disalah satu kursi tunggu. Ia mengusap wajahnya frustasi. Raut lelah dan putus asa terpancar jelas diwajah tampannya.

Yunho mengutuk dirinya sendiri. Akibat ulahnya rumah tangganya hancur berantakan. Sialan. Yunho bangkit, sepertinya ia harus menemui dalang dibalik semua ini.

Langkah Yunho tergesa, wajahnya menakutkan karena sarat akan emosi. Mata yang biasa teduh kini berubah sangat menyeramkan. Beberapa karyawan Donghae yang melihat Yunho hanya dapat menunduk. Mereka tak ingin mencari masalah dengan Pemilik WT Corp.

Brak..

Pintu terbuka, dengan emosi yang menyulut, Yunho melangkah masuk kedalam. Ia melihat Donghae dan Gina yang tengah berpelukan. Bibirnya mendecih. Matanya menatap tajam dua orang di depannya.

“Brengsek kau Lee Donghae,” maki Yunho lalu melayangkan bogem  mentah pada Donghae. Tinjuannya mengenai wajah lelaki itu. Gina yang panic langsung berteriak. Ada apa dengan Yunho? Kenapa ia tak terkendali seperti ini? kenapa ia sangat menakutkan, Gina beringsut menjauh. Jika ia mendekat ia pasti akan terkena amukan Yunho.

“Apa-apaan kau, hah?” maki Donghae lalu mengelap sudut bibirnya yang berdarah. Yunho tertawa dingin dan menyeramkan. Mata tajamnya menusuk Donghae.

“Sialan kau, kau kan yang memberitahu masalah taruhan konyol itu pada Nayoung. Kau tahu, karena ulahmu, aku kehilangan calon anakku!” teriak Yunho dengan marah. Donghae terdiam, begitu pula dengan Gina.

“Aku tak mengatakan apapun pada istrimu,” Donghae menyaut dingin. Entah kenapa, perasaan Gina yang ada di sana juga tak enak. Yunho tertawa miris.

“Kau tak mengatakannya? Lalu siapa? Kau pikir kau bodoh. Aku mengenal sifat licikmu Donghae. Jika kau menginginkan saham Shone boutique untuk mendongkrak perusahaanmu yang akan bangkrut itu, maka ambillah. Aku pasti akan memberikannya padamu. Tapi kau malah menusukku dari belakang, sialan kau.” Yunho berteriak makin lantang. Membuat beberapa karyawan Donghae berhambur untuk melihat kejadian yang ada di ruangan bos nya.

Yunho melangkah meninggalkan Donghae. Ia menatap Gina sejenak dengan tatapan dingin, dan wanita itu semakin mengkerut.
“Kau tahu…  aku juga bisa melakukan hal yang sama padamu jika aku mau. Aku sudah menemukan di mana keberadaan istrimu. Ah… aku rasa kau tak membutuhkan Hyejin lagi kan? Jadi tak masalah jika aku membuatnya lebih menderita dari istriku!” Yunho enggan berbalik, ia mengatakan itu sembari menatap pintu keluar dengan dingin dan marah.

Yunho benar-benar melangkah meninggalkan Gina dan Donghae.

Donghae terdiam. “Sialan kau Jung Yunho… berani kau menyentuh istriku. Aku benar-benar akan membunuhmu,” balas Donghae dengan teriakan. Matanya memicing melihat punggu Yunho yang melangkah meninggalkan ruangan kerjanya. Ia memandang Gina yang kini mendekat ke arahnya

“Apa yang terjadi, Hae?”.

Donghae menggeleng lemah, “sepertinya Nayoung sudah mengetahui masalah taruhan kami Gina…” Gina menutup bibirnya terkejut. Ia mengingat-ingat tentang taruhan itu. Sial. Kilasan itu membuat Gina tegang, pertemuannya dengan Taehwan, dan berujung pada keadaan mabuknya, pasti lelaki itu mengambil keuntungan darinya. Gina masih ingat, pagi itu ia terbangun dengan selimut yang menutupi tubuh polosnya. Pasti, pasti Taehwan. Gina menggigit bibirnya lemah. Jangan sampai Donghae mengetahu jika ia sudah membocorkan masalah itu pada Taehwan.

“Taruhan mengenai pernikahan itu?” Gina berpura-pura untuk bersikap normal. Donghae mengangguk.
“Aku harus mencari tahu kebenarannya.” Donghae mendesis. Ia lalu memandang Gina dengan tenang, “Gina… kau tak mengatakan pada siapapun kan, jika aku dan Yunho bertaruh?” matanya Donghae memicing, dengan gugup Gina menggeleng.

***

Gina bergegas mendatangi kantor Taehwan, lelaki itu harus menjelaskan masalah ini. benar, Taehwan harus menjelaskan masalah ini padanya. Sembari menggigit kukunya cemas, Gina melangkah melebarkan kakinya.

Tanpa menghiraukan teriakan sekretaris Taehwan, Gina lalu membuka pintu kerja Taehwan. Lelaki itu tengah sibuk dengan beberapa berkas yang ada di depannya. Gina mendengus, memberikan kode untuk Taehwan agar sekretarisnya pergi. Taehwan memandang wanita di belakang Gina dengan tatapan tajam. Wanita itu mengangguk dan meninggalkan ruangan kerja Taehwan.

Well… ada apa Gina?” Taehwan berdiri, ia berjalan menghampiri Gina yang tengah menatapnya cemas.

“Katakan sejujurnya padaku, Malam itu… apa yang terjadi malam itu Taehwan-ssi?” Gina berujar dengan nada dingin. Taehwan tersenyum sinis. Ia semakin mendekatkan dirinya pada Gina. Gina melangkah mundur.

“Katakan padaku!” cecar Gina ketakutan, Taehwan hanya memberikan seringainya. Lalu mendekat lagi, hingga Gina terdesak oleh pintu ruangan Taehwan. Tangannya terulur untuk mengelus wajah Gina yang terlihat ketakutan.

“Kau lupa tentang malam itu?” Taehwan tertawa dingin, kemudian menatap mata Gina dengan tajam. “Gina, aku pikir itu malam terindah bagimu. Kau bisa menumpahkan semua keluh kesahmu padaku,” Taehwan semakin mendekat pada Gina. Membuat Gina ingin memberontak.

“Kau memanfaatkan aku,” Gina menyahut pelan dan lirih. Air matanya mengalir. Taehwan tertawa lagi, ia menjauhkan dirinya dari Gina. Kemudian berbalik memunggungi wanita itu.

“Heh… Kenapa kau baru menyadari sekarang Gina? Gina… seharusnya kau senang, melihat dua lelaki yang mencapakkanmu kini sedang dalam masa sulit, seharusnya kau senang karena mereka berdua sebentar lagi akan menjadi duda?,” Taehwan berbalik.

Plak…

Tamparan itu begitu keras, membuat Taehwan meringis kesakitan. “dengar, aku tak akan membuat kesalahan untuk kedua kalinya. Aku pastikan kau akan membayarnya Taehwan!” Gina berujar dengan beruraian air mata. Ia berbalik, namun ucapan Taehwan membuatnya bungkam.

“Kau mau mengatakan yang sebenarnya pada kedua sahabat tololmu? Sama saja kau menggali kuburanmu sendiri Gina. Kau mau mengatakan pada mereka, saat itu kau mabuk, dan kau menghabiskan malam denganku, lalu kau membuka semua rahasia yang pernah Donghae katakana padamu?” Taehwan tertawa mencemooh.

“Baik-baik… silahkan kau katakan yang sejujurnya pada mereka. tak ada ruginya bagiku, karena apa yang aku inginkan kini sudah aku dapatkan,”

Gina lalu meninggalkan ruangan kerja Taehwan dengan hati yang kacau.

***

Nyonya Jung dan Ibu Nayoung merasakan sakit, saat melihat Nayoung berbaring dengan memunggungi mereka. sepertinya Nayoung sangat terpukul mendengar kabar buruk tadi. Nyonya Jung tak kuasa membendung air matanya. Ia hanya bisa terisak, dan sesekali memeluk besannya.

Setelah menemui Donghae, Yunho lalu menghubungi keluarganya. Dan berita ini membuat mereka terkejut. Mereka semua datang secara bersamaa menuju ke rumah sakit. Dan hasilnya tetap sama. Mereka ditolak oleh Nayoung. Wanita itu ingin sendiri, ia tak ingin diganggu. Yunho yang mencoba untuk masuk malah mendapat cacian dari istrinya.

Nyonya Jung keluar dari ruang inap menantunya. Menatap Yunho yang terlihat frustasi. Berulang kali ia mengusap wajah, kemudian mengerang malas. Entahlah, saat ini ia tak dapat berpikir dengan jernih. Ia merasakan gejolak jiwa yang paling ditakutinya. Masalalunya. Dan terjadi kembali. Sial.

Dulu… saat di mana anak seusianya mulai beranjak dewasa. Saat mereka mulai mengenal cinta, Yunho di hadapkan pada kenyataan pahit. Ia menyukai seorang gadis cantik, berparas ayu, dengan bibir kecil dan mata indah. Yunho selalu menganggumi sosok Hyeri—teman sekelasnya. Namun belum sempat ia menyatakan rasa sukanya, gadis itu pergi. Pergi dengan cara tragis dan itu terjadi di depan matanya. Gadis malang yang harus menemui ajalnya dengan cara yang tragis. pergi dengan air mata yang terurai dan kemudian tubuhnya terseret oleh kereta api yang melaju. Beberapa orang yang sempat melihat Hyeri tak pernah berpikir jika gadis itu akan melakukan hal konyol—yakni bunuh diri. Yunho yang hanya beberapa meter dari Hyeri pun tak dapat menyelamatkan gadis itu.

Dan seperti kembali ke masalalunya. Yunho dihadapakan pada kenyataan pahit. Istrinya tak ingin melihat dirinya lagi. Itu semua karena kesalahannya yang membuat ia harus mempertanggungjawabkannya sekarang. Saat ia mulai bisa menerima cinta, cobaan datang bertubi padanya. Ia takut, Nayoung akan meninggalkannya seperti Hyeri. Ia takut, sebelum sempat ia mengatakan lima kata itu, Nayoung menjauh dan meninggalkan. Mungkin tidak setragis Hyeri, namun siapa yang tahu.

“Dia hanya terpukul, sayang…” Nyonya Jung mengelus bahu putranya. Yunho ingin menarik senyum kecil untuk membuat orang di sekitarnya tenang. Namun tak bisa. Ia hanya dapat memejamkan matanya. Frustasi.

***

Ibu Nayoung dan Nyonya Jung terpaku menatap Nayoung yang terlihat seperti tak bernyawa. Sudah dua hari ia di rawat di rumah sakit ini, namun tak kunjung memberikan perkembangan yang baik. Nyonya Jung sebenarnya memberikan usulan untuk membiarkan Nayoung menginap di rumahnya selama beberapa waktu, agar Nayoung tak kesepian dan tak seperti sekarang. Namun Yunho tak kunjung memberikan jawaban. Hubungan Nayoung dan Yunho pun semakin merenggang. Nayoung tak ingin berbicara atau menatap wajah Yunho.

Nyonya Jung ingat, saat Yunho masuk ke dalam kamar Nayoung. Wanita itu berteriak histeris dan melemparkan semua yang dapat dijangkaunya ke arah Yunho.

“Sayang…” Ibu Nayoung melangkah mendakati Nayoung, ia mengelus bahu Nayoung yang bergetar. Putrinya  masih bersedih atas kepergian calon anaknya.

“Sayang… dengarkan Ibu,” Ibu Nayoung mengelus rambut  putrinya dengan lembut. “mungkin dia memang belum rezeki, nak… kau harus bersabar. Nanti, pasti Tuhan akan memberikanmu seorang bayi mungil yang lucu. Yang dapat membuatmu tertawa dan tersenyum, dan pasti ia akan membuatmu kewalahan. Sayang…. Jangan bersedih seperti ini lagi.” Nayoung tak bergeming. Ia masih terisak pelan.

“Bu..” Nayoung bersuara serak dan lemah. Ibu Nayoung hanya menyahuti dengan deheman.

“Bawa aku pergi, pergi sejauh mungkin bu. Kumohon,” Nayoung berbalik dan memeluk ibunya. Tangisnya kembali pecah. Nyonya Jung yang berada di sudut hanya dapat memadang menantunya dengan sendu.

“Sayang…” Ibu Nayoung ingin membujuk putrinya agar tidak melakukan tindakan yang gegabah. Ia tak ingin rumah tangga putrinya hancur berantakan.

“Kumohon, ibu…” Nayoung bersikeras untuk tetap meninggalkan semua ini. hatinya sakit setiap melihat Yunho. Suara Hyejin seperti menggema di kepalanya, dan semua itu membuat Nayoung ingin melakukan hal paling sadis dalam hidupnya kepada Yunho.

Ibu Nayoung menatap besannya dengan lemah. Namun begitu, Nyonya Jung berusaha untuk membantu, ia akan melepaskan Nayoung jika itu bisa membuat menantunya bahagia. Nyonya Jung mengangguk.

“Sayang, jika kau ingin pergi untuk menenangkan diri. Ibu menyetujuinya, dengan satu syarat, kau tetap dalam pengawasan kami.” Nyonya Jung berujar. Nayoung mendongak, lalu mengusap air matanya.

“Baiklah, tapi aku harap… Yunho tak akan pernah datang ke sana.” Tandasanya dingin, Nyonya Jung mengangguk, walaupun dalam hatinya ia merasa heran kenapa Nayoung tak ingin bertemu dengan Yunho.

***

Yunho melangkahkan kakinya menuju ke salah satu apartemen mewah yang kini tengah di tempati Hyejin. Ia melangkah dengan tergesa, beberapa hari yang lalu ia mendapatkan informasi jika untuk sementara waktu Hyejin tinggal di tempat ini.

Nomor 1245 Blok B.

Yunho kembali membaca tulisan tangan yang tertera di atas kertas genggaman tangannya. Setelah memastikan benar, Yunho memencet bel. Beberapa menit kemudian munculah sosok wanita yang membuat Yunho berpikir dua kali untuk melanjutkan rencannya.

Hyejin sendiri terkejut mendapati Yunho yang ada di depan apartemennya. Mau apa lelaki itu kemari? Apakah lelaki itu mau mencelakakan ia dan bayinya? Dengan cepat, Hyejin menutup pintu apartemennya. Namun ia kalah cepat dengan gerakan Yunho.

“Biarkan aku masuk,” Yunho berkata dengan nada datar yang terkesan dingin. Hyejin terkesiap mendengar ucapan Yunho. Ia menelan ludahnya getir. Semoga Tuhan menyelamatkan ia dan bayinya.

Hyejin membuka pintu apartemennya dengan gugup. Membiarkan Yunho masuk ke dalam.

“Aku tak akan lama,”

Hyejin tetap berdiri di belakang Yunho dengan was-was. “katakana apa mau mu!” Hyejin berkata dengan sedikit jeritan, membuat Yunho menoleh kebelakang. Entah kenapa, hatinya merasa pilu. Kenapa mereka berdua—istrinya dan Hyejin—menderita? Harusnya mereka mendapatkan kebahagiaan. Sial! Semua ini karena permainan konyol yang mereka perbuat.

“Boleh aku tahu, alasanmu meninggalkan Donghae?” Hyejin terkesiap. Ia memalingkan arah pandangannya. Ia enggan menatap Yunho. Hatinya melemah, melihat bagaimana raut sakit dan kecewa yang tergambar jelas di wajah Yunho. Karena itu mengingatkannya tentang Nayoung yang kehilangan cabang bayinya.

“Jangan tanyakan itu,” Hyejin berujar lirih.

“Jika kau meninggalkan Donghae karena kau merasa tersiksa, maka aku akan membantumu untuk keluar dari itu. Kau tahu aku berkuasa dalam beberapa hal,” Yunho mulai bersuara. Paling tidak ia membantu untuk menyelamatkan Hyejin. ia tak mau lagi semua orang tersiksa karena perbuatan ia dan Donghae.

“Eh?” Hyejin menoleh.

“Aku tahu, kau pasti merasakan kekecewaan kan? Aku hanya ingin membantumu, sungguh. Entah kenapa melihatmu seperti ini, mengingatkan aku pada istriku…”

Hyejin makin merasa bersalah. Ia menggenggam kuat ujung pakaiannya. Hatinya menangis, mereka terlalu baik baginya. “Yunho-ssi… kau tidak akan melakukan hal ini jika kau tahu apa yang aku perbuat,”

Yunho menatap Hyejin tak mengerti. “sebenarnya… sebenarnya aku yang menyebabkan Nayoung mengalami keguguran…” Hyejin terkecat saat melihat tatapan Yunho yang menyalang marah. Matanya berkilat tajam, namun ia tak beranjak dari tempatnya. Hyejin menarik napasnya dalam.

“Aku.. aku mengetahui apa yang kau dan Donghae lakukan. Kalian bertaruh untuk mempertahankan eksistensi kalian di dunia kalian sendiri. Tanpa kalian sadari banyak hati yang kalian korbankan,” Hyejin mulai terisak, entah ini karena hormon wanita hamil atau karena ia memang sedang menumpahkan keluh kesahnya. Yunho menarik napasnya. Brengsek! Ia memaki dan mengutuk dirinya sendiri. Permainan yang bermula dari kata iseng kini merembet menuju hal yang serius dan harus diselesaikan secepatnya.

“Lanjutkan,” Yunho bersuara. Membuat Hyejin bergetar. Entahlah, rasa sakit itu tiba-tiba menyeruak dalam hatinya. Ditambah dengan kilasan teriakan Nayoung beberapa waktu lalu. Hati Hyejin semakin teriris.

“Aku.. aku menceritakan itu semua pada Nayoung, dan.. dan.. semua itu terjadi. Aku tak sengaja, jika aku tahu Nayoung hamil dan kandungannya lemah, aku tidak akan mengatakan itu…” tangis Hyejin. Yunho menarik napasnya. Lalu memandang Hyejin.

Ia juga tak berhak untuk menghukum Hyejin. Yunho sudah mulai dapat menerima semua takdir yang kini mendatanginya, ia sudah mencoba untuk tetap tegar meski harus ia akui, ingin rasanya ia enyah dari dunia ini.

“Kau tahu dari mana masalah taruhan,itu?”

Hyejin menatap Yunho, haruskah ia menceritakan apa yang dikatakan oleh Taehwa?

“Tak perlu kau tahu,” Hyejin menyahuti dengan nada yang tersengal. Yunho kembali menatap Hyejin tajam.

“Apakah suamimu?” ujar Yunho lirih, kemudian ia menggeleng. “Mana mungkin keparat itu mengatakan hal ini, tapi tidak mungkin. Katakan padaku, Hyejin. siapa yang mengatakan hal ini padamu,” ucapan dan tatapan mata Yunho menindas. Hyejin tak sanggup untuk mengelek, belum lagi kini perutnya mulai berkontraksi.

“Kim…” perutnya, Tuhan… Mungkinkah ini karmanya, karena telah membuat seorang ibu kehilangan calon bayinya. “Taehwan,” pandangan mata Hyejin menggelap, tubuhnya ambruk. Yunho dengan sigap menompang tubuh Hyejin. shit!

Yunho membawa Hyejin ke rumah sakit terdekat. Setidaknya ia tak ingin wanita itu kehilangan calon bayinya. Yunho tahu bagaimana rasa sakit saat kau kehilangan hal yang paling berharga. Yunho merogoh ponselnya, menghubungi asistennya untuk segera mengemasi barang-barang Hyejin yang ada di apartemen. Hyejin harus menghilang dari pandangan mereka sementara waktu, dan Taehwan. Kau harus membayar apa yang kau perbuat! Yunho mendesis marah.

***

 

Iklan

32 thoughts on “Secret In Marriage

  1. lestrina berkata:

    Klo hyejin melahirkan berarti donghae bakalan tahu klo hyejin hamil anaknya…mudah2 hub yunho n nayoung ga makin buruk. Waaah jgn2 nanti taehwan akan berhadapN dgn yunho n donghae..ditunggu ya next partnya n keep writing ya. Eon slalu nunggu cerita saeng

  2. mutia berkata:

    aaak part 15 update. \o/

    ceritanya menegangkan, tetapi satu per satu rahasia mulai terungkap.

    ditunggu part selanjutnya ya Ny Kim ^^

  3. g.elf@zOld berkata:

    Hoaaa yg di tunggu dateng jg.,
    Hmm tinggal nunggu waktu buat menghabisi taehwan bareng”..

    Fighthing eonnie 🙂

  4. jin ara berkata:

    Naaaaah di part ini dapet lagi feel nya 😀 nayoung mau pergi kemana ? Poor gina 😦 yunho oppa keliatan tersiksa sekali di part ini….. Udah mau akhir kah ini ? Aku suka banget sama ceritanya married life tapi beda punya keunikan tersendiri ….. Semoga happy ending buat semuanya 🙂

  5. Aristyana berkata:

    Aaaaaa..menyebalkan
    aduh aduh makin panas,tp knp gina masih nempel ama hae oppa?
    yunho kalo marah menakutkan
    authornim..semangat o.0

  6. kyumikr berkata:

    scene akhir sukses bikin kebat kebit :{
    ihh greget deh benang merahnya merembet kemana mana, tapi part ini ada yg kurangnya deh apa yaa? tetep brhrp di lanjut. thnks for storw

  7. syari berkata:

    ahhh kenapa lama sekali updatenya…….
    katanya ceritanya mau selelsai kenapa ceritanya makin rumit ajha…
    ohhhhhhhhhhhhhhh

  8. vera berkata:

    eoooooonnn…… debak akhirny next chap pist jg..

    ooh maaan… makin seru certanya… aku tunggu next chapnya ya eon.. semangat nulisnyaaa…. fighting eonni :*

  9. nayy berkata:

    Iseng buka blog eonni ternyata part 15 udh dpost…
    Aduuhh aku hrus ngomong apa yaa… Ak ksian bnget sama nayong dan yunho.. Tp sama hyejin juga kasihan sih

  10. anmimi berkata:

    Aduhh sedih deh liat yunho oppa sama hae juga, itu akibat kalian sendiri sih… Tapi tolong jangan di bikin cerai ya mrekanya….:( trimakasi ff yg saya tunggu ini hehehee

  11. syifasuju18elf berkata:

    kq kyny part ini pendek bngtz y????
    brhrp yunppa and nayoung bisa baikan lg…. nayoing dirimu salah paham… benar kata pepatah mulutmu harimaumu…. makanya yunppa laen kali hati02 ketika berbicara… jangan sampai hyejin keguguran juga… ntar bakal lebih rumit lg mslhny…
    haeppa jangan salah paham sama yunppa y… kaliankan temenan…
    ditunggu part slnjtny thor….. fighting…. 😉

  12. Vitri berkata:

    Wahhh udah dilanjutt…
    Semoga cerita.a lanjut terus ngga ada ending nyaaa karena cuma ini satu2 ny FF yg main cast.a Yunhooo 😀 😀

  13. sescillia lee berkata:

    salam kenal.. aq readers bru d blog ini.. 😀 bru ktmu ff nie dan ngebut bca dri kmarin dan jujur bikin PENASARAN BERAT.. kerenn

  14. kwonyunhee berkata:

    Salahkan karyamu ug terlalu memesona eoon, kebut nih f chapter dlm sehari. Hahaaa,
    Aiiih, suka bgt a karyanya eonni ^^

Your Comment become spirit for me ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s