Secret in Marriage

 Bab 14

 

untitled-1

 

 

Hening…

Hyejin merapatkan mantelnya. Ia menatap langit malam yang terlihat tak bersahabat. Taburan bintang kembali menghiasi malamnya, berbeda dengan suasana hatinya yang berkabut. Hatinya masih tak terima dengan segala sikap yang Donghae berikan. Cintanya yang tulus dibayar dengan tipuan manis lelaki itu.

Donghae…

Hyejin menarik napasnya dalam. Kenapa ia tak pernah bisa membenci lelaki itu? Dan kenapa rasa itu semakin besar? Hyejin menarik napasnya—sekali lagi. Bulir air matanya—yang tak dapat dibendungnya—mengalir, membahasi pipinya.

“Andai kau besar nanti, jadilah lelaki gagah yang bertanggung jawab,nak,” Hyejin mengelus perut datarnya. Tangan kanannya menyapu buliran air mata yang turun di pipinya.

***

 Yunho duduk diam, menyaksikkan kekalutan Donghae yang cukup membuatnya pusing. Pergi ke bar, lalu minum-minum, dan berujung pada perkelahian dengan pelanggan bar lainnya. Yunho mengerti sekarang, kenapa Donghae seperti ini. Hyejin.

Wanita yang dulu paling ditolak Donghae, kini menjadi wanita penghuni hatinya. Senyum miris terkembang dibibir lelaki bermata tajam itu. Yunho bangkit saat melihat Donghae yang sepertinya akan berulah lagi.

“Maaf, dia sedang ada masalah,” Yunho menghalangi langkah lelaki bertubuh besar yang bersiap memberikan bogem mentah pada Donghae. Lelaki itu memandang Yunho dengan tatapan tak suka, lalu berdecih dan meninggalkan Yunho berserta Donghae.

Yunho berbalik, mendapati sahabatnya tengah terduduk lesu, sembari menceracau tak jelas.

“Berhentilah bersikap bodoh, ini bukan kau!” Yunho menggeram, Donghae tak peduli. Ia mengambil gelas vodka nya dan menegaknya dalam sekali tegukan.

Yunho menarik napasnya.”Bersikaplah layaknya lelaki, Tuan Lee. Jangan bersikap seperti banci yang hanya bisa meneguk minuman bodoh itu!” keras Yunho berujar. Menyayat hati Donghae yang tadinya masih sakit. Donghae memandang sinis Yunho.

“Kau belum merasakan bagaimana sakitnya ditinggalkan oleh orang yang kau kasihi,” Donghae bangkit, matanya bekilat marah. Lalu menarik kerah kemeja biru yang dipakai Yunho.

“Dengar, aku bukan banci, dan aku akan berusaha mencari istriku, tanpa bantuanmu!” Donghae melepaskan kerah kemeja Yunho, lalu meninggalkan lelaki itu. Yunho tersenyum sinis, ini baru kau!

 

***

 

Nayoung membuka matanya, bau harum musk bercampur mint kembali mengusai indra penciumannya. Ia menatap punggung lelaki itu, rasa rindu itu menyeruak begitu saja. Padahal, mereka berpisah hanya beberapa jam yang lalu. Nayoung bangkit dari tidurnya, menatap Yunho yang sepertinya tak sadar akan kehadirannya.

Yunho berbalik, “oh.. aku membangunkanmu?” tanya Yunho dengan tenang, ia melangkah mendekati istrinya. Nayoung menggeleng, kemudian tersenyum. Ia melihat semburat lelah di  wajah Yunho. Nayoung tahu, lelaki itu tengah letih dengan semua masalah yang ada. Baik perusahaan maupun lingkungan di sekitarnya.

Nayoung ingat, beberapa media dan pengamat bisnis menyayangkan sikap Yunho yang lebih menikahi wanita biasa, dari pada wanita berstatus social yang tinggi atau selevel dengannya. Bisnis Yunho pasti akan jauh berkembang pesat dari pada sekarang. Berita itu sempat membuatnya depresi sendiri.

Namun Yunho berhasil membuatnya tetap bertahan. Nayoung merasakan tangannya tengah di genggam oleh Yunho. Ia menatap Yunho dengan mata sayunya, membuat Yunho tersenyum.

“Kau punya masalah?” Yunho berujar pelan,

Nayoung menggeleng. Memaksa tersenyum, dan Yunho membaca itu. Yunho mengelus pelan lengan istrinya. “katakan padaku, ada apa?” perhatian yang diberikan oleh Yunho membuat Nayoung meleleh, dan dari perhatian itulah Nayoung masih tetap bertahan di samping lelaki itu.

“Aku hanya lelah,” lelah lahir dan batin, sambungnya.

Yunho mengelus pelan kepala istrinya. Kemudian mengecupnya, “istirahatlah kalau begitu. Aku harus menyelesaikan beberapa pekerjaanku yang tertunda,”

Nayoung mengangguk.

 

***

 

Lima bulan berlalu…

Bulan berganti bulan, seperti hari berganti hari. Sikap Hyejin kepada Taehwan masih sama, ia masih saja bersikap  tak acuh pada lelaki itu, masih bertahan dengan dinding kokoh yang merajai hatinya. Siang ini, Hyejin merencakan untuk melihat beberapa pernak-pernik bayi yang dijual di Mall dekat apartemennya. Setelah itu ia akan berbicara pada Taehwan, ia akan segera pergi dari Seoul dan memulai harinya dengan tenang di suatu Negara yang tak mengenalnya.

Hyejin merapatkan mantelnya, perutnya semakin lama semakin membesar, membuatnya sedikit kesulitan untuk berjalan.

“Kau mau ke mana?” suara berat itu menghentikan langkah kaki Hyejin. Hyejin berbalik dan menatap Taehwan.

“Mencari perlengkapan bayi,” ujar Hyejin santai

“Aku temani,”

“Tak perlu, aku bisa sendiri.” Hyejin melangkah lebih cepat, dengan segera ia masuk ke dalam lift yang membawanya menuruni lantai demi lantai apartemen mewah miliknya. Taehwan mengehala napasnya. Lima bulan, dan sikap wanita itu masih sama. Masih enggan berbagi padanya. Padahal apa yang dilakukan olehnya untuk kebaikan Hyejin.

Sejujurnya, Taehwan sudah putus asa dengan semua ini. Hyejin tak kunjung memberinya harapan. Dan ia cukup tahu diri untuk mundur dengan perlahan.

***

 

Nayoung berjalan keluar dari rumah sakit, wajahnya pias dan pucat. Antara senang dan sedih, Nayoung berjalan menuruni anak tangga.

Ada dua hal penting yang harus kami sampaikan kepada anda, Nyonya. Hal pertama, kami ingin mengucapkan selamat atas kehamilan anda, dan hal yang kedua adalah… masalah kehamilan anda yang rawan. Rahim anda mengalami masalah Nyonya, ada dua kemungkinan jika anda tetap melanjutkan kehamilan anda. Penyakit anda akan membaik, atau malah semakin buruk. belum lagi dengan riwayat asma anda,

Perkataan Dokter Lim membuatnya terdiam. Tuhan kembali memberinya pilihan, mempertahankan calon anaknya, atau tidak. Jujur, ia dan Yunho selalu menantikan janin ini, belum lagi ibunya dan ibu mertuanya yang sangat mendesak Nayoung untuk segera memberikan cucu pada mereka. Nayoung dilanda kebingungan..

Brukk..

Nayoung tak sadar ia telah menyenggol bahu wanita didepannya. Ia berbalik dan meminta maaf. Mata mereka bertemu, raut terkejut terlihat jelas dari keduanya. Wanita itu segera berbalik, dan melangkah untuk menemui Dokter kandungannya, sedangkan Nayoung tertarik untuk menemui wanita itu.

“Sebentar,” panggil Nayoung, sukses menghentikan langkah wanita itu.

Wanita itu—Hyejin. Menggigit bibir bawahnya. Semoga istri Yunho tak mengenalinya, semoga saja. Hyejin merutuki saran Taehwan yang menyuruhnya untuk check up kandungan di rumah sakit ini.

Hyejin berbalik, mencoba untuk tersenyum.

 

***

“Kau masih mengenaliku?” tanya Hyejin risau. Nayoung mengangguk ia menggenggam tangannya erat. Bagaimanapun ia sudah mengetahui cerita Donghae yang semakin lama semakin terpuruk karena kehilangan istrinya. Lalu tegakah Nayoung saat melihat Hyejin di depannya kemudian melepaskannya begitu saya? Tidak, paling tidak ia akan mencoba untuk membujuk wanita itu agar mau kembali dengan Donghae, atau minimal memberikan penjelasan kepada lelaki flamboyan itu.

“Bisakah kita berbicara di sana?” Nayoung menunjuk salah satu coffee shop yang ada di depan rumah sakit. Hyejin sebenarnya enggan, karena sama saja menggali lubangnya sendiri, tapi jika ia menghidar, maka ia akan menghadapi situasi yang semakin sulit.

 

***

Hyejin menyesap kopinya, ia memandang wajah istri Yunho dengan serba salah. Haruskah ia menceritakan taruhan kedua suami mereka? haruskah ia mengatakan selicik apa suami mereka? kepala Hyejin mendadak pusing. Sejujurnya ia tak ingin menghadapi keadaan sulit seperti ini, bagaimanapun Nayoung ada wanita yang baik.

“Kau benar-benar tak ingin kembali?” Nayoung berujar tenang, ia kembali menatap Hyejin intens. Wanita itu berubah secara fisik. Ia terlihat lebih berisi dari sebelumnya, Nayoung memperkirakan usia kandungan Hyejin sekitar lima bulan.

“Aku tak bisa kembali,” Hyejin berujar dingin dan tajam. Entah kenapa, matanya menyipit tak suka. Nayoung mengangguk

“Tak bisakah kau berpikir kembali? Sungguh, aku tak mengada-ada jika Donghae benar-benar terpuruk,” Nayoung membasahi bibirnya, Hyejin membuang wajahnya ke arah jalanan. Kemudian memejamkan matanya, teringat akan kenangannya dan Donghae beberapa bulan yang lalu. Sebelum kenyataan pahit menyentaknya.

Nayoung beranjak dari duduknya.

“Kau tak akan mengatakan hal ini, jika kau tahu kenyataannya.” Hyejin ikut bangkit, kemudian menatap manik mata Nayoung yang terlihat sayu. Sepertinya wanita itu sedang tak enak badan, pikirnya.

“Perlu kau tahu,” Hyejin menarik napasnya, dan memejamkan matanya. Kenyataan itu benar-benar membuatnya terpuruk. Sangat. Harga dirinya seakan hancur berkeping-keping.

“Suamimu dan Donghae…”

Hyejin berkata terputus, antara ingin meneruskan ucapannya atau tidak. Sejujurnya ia tak ingin menghancurkan kebahagiaan Yunho dan Nayoung. Tapi Nayoung juga harus mengetahui kenyataan pahit ini. bukan.. ia tak ingin menyeret Nayoung dalam penderitaan yang dialaminya saat ini. ia hanya ingin Nayoung membuka matanya, bahwa suami mereka brengsek. Hyejin menarik napasnya dalam.

“Mereka… mereka melakukan taruhan. Dan kau tahu apa taruhan mereka? kita. Atau lebihnya tepatnya, kita hanya alat bagi mereka. orang kaya memang seperti itukan?” ujarnya sinis. Bibir Hyejin menipis kesal.

Nayoung tak bereaksi, perutnya kram. Kepalanya terasa pening, rasanya ia tak sanggup lagi menompang berat badannya, rasanya sakit.

Alat taruhan? Nayoung memandang Hyejin tak mengerti.

“Aku jelaskan sedikit. Mereka bertaruh, siapa yang akan menikah duluan, dan mendapatkan bayi duluan… itulah pemenangnya. Lalu… saham Shone Boutique akan jatuh ke tangan Donghe—bila Donghae menang. Dan Lee Construction akan menjadi milik Yunho, jika Yunho memenangkan taruhan itu. Dan kau lihat, aku sedang mengandung anak lelaki brengsek itu,” Hyejin memejamkan matanya, menguatkan hatinya. “itu artinya dia menang, dan aku tak akan membiarkannya menang begitu saja. Sejujurnya, Donghae tak tahu jika aku mengandung,” suara Hyejin parau. Rasa sedih dan sakit menelusup hatinya.

Disisi lain, Nayoung tak kalah kaget. Perutnya benar-benar terasa terpilin, sakit. Ingin rasanya Nayoung menangis, namun airmatanya tak bisa menetes. Hanya sakit yang ia rasakan. Ia menatap Hyejin yang ada di depannya. Sial… perut Nayoung semakin sakit, rasanya sungguh menyakitkan, pandangan matanya mulai mengabur, dan semua gelap.

 

***

Yunho memaki dirinya sendiri yang lalai mengenai kesehatan istrinya. Akhir-akhir ia memang tak bisa memperhatikan Nayoung, karena ia sibuk dengan semua proyek yang ada di tangannya. Yunho memukul stir mobilnya kala jalanan padat. Ia hanya bisa mengumpat. Tahu begini ia memilih untuk memakai sepeda motor, dari pada harus menggunakan mobil. Yunho kembali melirik jam tangannya.

Lee Nayoung,

Sepertinya ia harus merumahkan istrinya. Harus. Ia tak ingin kejadian seperti ini terulang kembali.

 

Tiba di rumah sakit, Yunho segera menuju ruang gawat darurat. Ia melihat istrinya di sana tengah berbaring tak sadarkan diri. “anda suami dari Nyonya Jung?” Yunho mengangguk. Dokter kemudian memberika isyarat untuk mengikuti langkahnya ke ruang kerja beliau.

“Istri anda harus di kuretase, karena mengalami pendarahan pada kandungannya.” Dokter Lim berkata dengan suara berat. Ia masih ingat, bagaimana wanita muda itu datang dan memeriksakan dirinya beberapa jam lalu.

Yunho cukup terkejut. Kandungan? Apa maksudnya ini?

“Maaf? Apa maksud anda dengan kandungan?” tanya Yunho parau dan tak mengerti. Dokter Lim mendadak kaku. Ini mungkin bukan kasus pertama dalam kamusnya, ia sudah menghadapi beberapa kali situasi seperti ini. saat sang istri ingin memberi kejutan dan berakhir pada keadaan yang tidak menyenangkan. Namun situasi kali ini berbeda, entah kenapa lelaki di depannya ini memancarkan aura yang membuatnya merinding sendiri.

“Istri anda hamil delapan minggu, sebelum Nyonya Jung berada di ruang unit gawat darurat. Beliau memeriksakan kandungannya di sini. Dan, sepertinya anda juga harus tahu, kandungan istri anda lemah. Jika ia mengalami stress—baik ringan mau berat. Itu mengancam kandungannya. Di tambah lagi, keadaan istrinya anda kurang baik. Itu menyebabkan pendarahaan pada kandungannya semakin parah.”

Yunho tak bisa berkata-kata. Kabar baik yang menyakitkan. Sepertinya Tuhan tengah marah padanya, sehingga tak memberikan ia kesempatan untuk menyapa buah cintanya. Tanpa Yunho sadari ia tengah meneteskan air matanya. Yunho mengusap air matanya kasar.

“Lakukan yang terbaik, jika memang harus di kuretase. Maka lakukan itu,” tanpa mengucapkan apa-apa lagi. Yunho bangkit dari duduknya dan meninggalkan ruangan Dokter Lim.

***

 

Hyejin memandang Yunho dari jauh. Ada rasa bersalah dalam hatinya. Seharusnya ia menjaga rahasia itu sendiri, seharusnya ia tak mengatakan tentang kenyataan pahit itu, seharusnya ia saja yang terluka. Lihatlah Hyejin, akibat ulahmu Nayoung kehilangan bayinya. Batin Hyejin bergejolak. Tak terasa air matanya menetes. Sungguh ia tak sengaja melakukan ini. ia hanya… hanya terbawa pada perasaannya. Hyejin mengelus perut buncitnya.

Hyejin berbalik dengan linangan air matanya. Semoga Nayoung baik-baik saja. Meski dalam hati ia menyakini Nayoung tak akan baik setelah mendengar ia kehilangan janinnya.

 

***

Bau karbol yang menyengat. Cahaya yang terang. Nayoung tak merasa asing dengan bau ini, matanya terbuka perlahan. Menyipit karena cahaya yang tak bisa diterima oleh retina matanya.

“Syukurlah kau sudah sadar,” tangannya digenggam dengan erat. Mau tak mau Nayoung memandang kearah samping. Di sana, suaminya. Entah harus senang atau meraung marah. Nayoung bingung, apa benar semua yang dikatakan oleh Hyejin? Kepalanya kembali pusing namun kali ini perutnya tak sesakit tadi.

Ya Tuhan…

Nayoung memandang perutnya yang datar. “Diaa… dia sudah pergi Nayoung.” Yunho berkata putus asa. Nayoung menyipit, lalu memandang tajam Yunho yang kini ada di sampingnya.

“Apa maksudmu?” Nayoung berujar dingin. Yunho hanya dapat menarik napasnya dalam, sebelum menjelaskan tentang calon anak mereka yang telah tiada.

“Istirahatlah. Kau pasti lelah,” Yunho mengelus rambut istrinya dengan sayang. Nayoung mendecih kesal.

“Istirahat? Kau pikir aku bisa? Katakana padaku, apa yang terjadi?” pintanya dengan tegas. Nayoung kembali menjadi sosok yang sangat menyeramkan.

“Kita kehilangan calon anak kita, Na-ya,” suara Yunho parau. Nayoung tertawa miris, air mata yang ditahannya sejak tadi akhirnya merembes membasahi pipinya.

“Bagus.. sepertinya Tuhan memang tak mengizinkan kalian untuk mendapatkan keturunan,” maki Nayoung dalam isaknya. Yunho mengernyit.

“Nayoung… istirahatlah, aku mohon. jangan bersikap seperti ini,” Yunho duduk disamping istrinya. Mencoba untuk menenangkannya. Nayoung menatap mata Yunho yang terlihat sedih. Hanya tipuan. Batin Nayoung sinis.

“Jangan bersikap baik padaku, kau pasti sangat kecewakan karena kelalaianku kau kehilangan tambang emasmu,”

Yunho tak memotong ucapan istrinya. Ia mencoba menjadi pendengar yang baik, mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Nayoung.

“Cih… aku tak menyangka kau dan Donghae benar-benar lelaki brengsek!” tangisan Nayoung terdengar pilu. Sakit dan lelah. Yunho mencoba untuk mendekap istrinya, namun Nayoung mengelak.

“Pergilah, aku tak akan bisa memberikanmu keturunan, dan aku tak akan bisa membuatmu mendapatkan Lee Construction,” Yunho semakin tak mengerti. Ia seperti orang bodoh. Pelan-pelan Yunho mencerna apa yang dikatakan istrinya.

“Na-ya… apa yang kau katakan. Aku tak akan pernah pergi darimu, aku bersumpah.”

“Pergi….” Teriak Nayoung jengah. “aku muak melihatmu Jung Yunho. Kau memperlakukanku seolah aku adalah wanita yang lemah, kau menjebakku untuk menikah denganmu, dan kau menjadikan ku alat untuk memenangkan taruhan sialanmu itu dengan Donghae,” Nayoung berteriak kesal. Yunho akhirnya mengerti. Tapi… dari mana Nayoung tahu masalah taruhan konyol itu? Astaga. Jangan katakan Donghae yang membocorkan rahasia itu. Shit! Maki Yunho.

“Nayoung-ya…” panggil Yunho putus asa. Nayoung membuang mukanya kesal. Ia terisak dan memilih untuk memunggungi Yunho. Dadanya perih, sudah jatuh tertimpa tangga pula. Ironis. Pikir Nayoung.

“Nayoung.. dengarkan aku. Kau boleh mengatakan aku lelaki brengsek yang tak tahu diri. Tapi satu hal yang harus kau ketahui, aku menikahimu bukan karena taruhan konyol itu. Aku menikahimu karena aku ingin. Karena aku merasa kau lah pelengkap hidupku. Sejujurnya aku tak pernah menganggap taruhan itu ada, sungguh Na-ya. Percayalah padaku.” Yunho menarik napasnya lelah, memandang punggung istrinya yang bergetar.

“Aku mencitaimu, Nayoung. Ingat itu,” Yunho berbalik dan meninggalkan ruang inap Nayoung.

 

***

Haloow… apa kabar semuanya? Wkwkwkw…. Saya kembali lagi, sesuai janji saya. Sebelum saya hiatus, saya akan menyelesaikan FF saya. 🙂  2-3 chapter lagi ini FF bakalan end. Dan menuju part-part terakhir, komen kalian akan saya balas. 🙂 jadi silahkan berkomentar sepanjang apapun ^^! Terima kasih atas dukungan kalian, dan yang menunggu FF Broken marriage, terpaksa harus saya katakan FF itu tidak dilanjutkan lagi @.@ sebagai pengobat rindu, saya akan memberikan sedikit penyelesaian broken marriage dalam bentuk Oneshoot(yang entah kapan saya bikin) thank u, and see latter \(^.^)/

 

Bedewe saya mau promosi 🙂

Kalian yang berminat dengan MINI WATCH dan POWERBANK MINI bisa langsung chek d online shop saya

@vivishop_ID

atau chek gambar d Fanpage https://www.facebook.com/pages/Vivi-Shop/1413381178889716

oh satu lagi… wkwkwkkwk

bagi yang mau invite pin BB saya silahkan aja, buat sekedar sapa menyapa 🙂 26581a6e

Iklan

46 thoughts on “Secret in Marriage

  1. chensa629 berkata:

    yunho.a jahat banget un,, ak gak pingin nangis rasa.a liat nayoung sama haejin di gitu.in sama donghae n yunho..
    lanjuta.a ditunggu un,, smoga cpet d publish..

  2. mutia berkata:

    aaaaa finally part 14 datang jugaaa. /loncat-loncat girang kemudian peluk yunho. eh author/

    yaaa terungkap sudah rahasia nya. syedih. na-ya keguguran. tapi semoga bisa punya keturunan lagi. na-ya mau memaafkan yunho, begitupun hyejin juga mau memaafkan donghae. mereka bisa bahagia selamanya. tapi tentunya tidak lah mudah untuk menuju kebahagiaan abadi. *terbawa suasana*

    untuk nyonya Kim jangan lama-lama yah untuk part selanjutnya. hehehe cemunguut kakaak. saya akan menunggu dengan setia. fighting \o/

    thank’s sudah memberikan bacaan yang berkualitas ^^

  3. qoyah cassie berkata:

    Akhirnyaaaa publishh,,wkwkkk k
    bulan madu nya di skipppp 😦
    pdhl pengen tau gimana so sweetnya mreka,,,wkwkk
    oya emg nayoung ad sakit apalagi slain asma eonn??
    Hufftt sayang bgt baru hamil udh keguguran,,yunppaaaaaaa dirimu mnyakitkan hatiku,, hihii #gaje

  4. lestrina berkata:

    Akhirnya dipublish juga hehehe…
    Konfliknya udh dimulai, kasihan nayoung hrs kehilanganya janinnya. Krn taruhan juga, yunho n donghae jatuh cinta sama istrinya masing2..konfliknya jgn complicated ya. Ditunggu ya next partnya.
    Broken marriednya sayang bgt klo ga dilanjutin tp mau dibuat oneshoot ya…hmm gpp dech, ditunggu juga. Keep writing ya saeng

  5. anggrainimiranti berkata:

    apa ini viviiii???
    kenapa jadi galau dua2nya? kenapuaaahhh? *oke drama
    vi, aku kirain si donghae balikan dulu sm hyejin baru bikin yunho sm nanyoung bermasalah..tapi asli part ini nyakitin deh 😦 *peluk Yunho* *dipelototin TOP*

  6. syari berkata:

    ahhh jadi donghae belum tahukalo hyejin hamil ya…baru ngehh baca ini….
    hyejin cobalah temui donghae….
    kenapa juga nayong keguguran,g jadi punya anak…
    truz kenapa nayong bilang g bisa kasihketurunan,kan bisa hamil lagi….
    apa gara2 penyakitnya dia gak bisa hamil lagi…???

  7. g.elf@zOld berkata:

    hoaaa knape nyesek bgini??
    bkin galon.. huiks 😥
    nyampek bgt ini mksud buat bkin pembaca jg ikutan sdihhh..
    sabar y nayoung.. si abang yunho bneran sayang kog.. baik”ne dan buat lg aja yg baru #plakkk

  8. Vitri berkata:

    Huahhhhhh akhirnyaaa muncul jugaaa part 14 nya…..

    Inii FF benerbener daebakkk,, sampesampe ku mau sabar buatt nunggunyaaa 😀 feel.a dapet bangett… Ahhh kerenn pokokknya…

    Tp di part inii kependekannn….
    Cepet dilanjut yaa thor, jangan lamalama, hihiii

  9. ayumi berkata:

    Hmmm sedih bacanya, aku belum baca part awalnya rupanya ada taruhannya ya. Ne udah masuk konfliknya ya?
    Fighting chingu 🙂

  10. vera berkata:

    eonniii… part ini rada pendek ya? hmmm aku nunggu bgt ff ini eon :/ tiap minggu nengokin web ini trs. keep writing ya eon. aku tunggu lanjutan ff nya. jd respek gini sm karakter yunho nya :))

  11. kyumikr berkata:

    ya ampun kebongkar dah perjanjian laknat itu ._.
    gak tau niatnya serius atau engga si hae-yunho bikin itu perjanjian. tapi kayknya cuma iseng2an aja deh
    masa ia yunho kyk gtu amat. tapi kalo hae si namja flamboyan itu sih mungkin aja #damai
    gara2 itu jadi gugur deh dede nya -_- tapi lagian juga baguslah kalo dia keguguran, jadi pertimbangan atas kesehatan nayoung gak jadi ribet… tapi kenapa tetep kesel sama hyejin nya wkwk ahhh hyejin bener sih ngash tau nayoung tapi ga tepat waktu wks -.-”

  12. Eva Christina berkata:

    Finally keluat juga part 14 nya….
    Konfliknya makun terasa.. tp knp naya nya keguguran. Aku suka pas part yunho yg romantis. Dan juga aku suka konflik donghae sama hyejin. Banyakin konflik donghae author utk part selanjutnya. Aku pingin donghae mengemis cinta ke hyejin.. pasti seru..

    Ok,, yg penting aku akan tunggu kelanjutannya. Fighting thor…

  13. teukiteuk berkata:

    Akhirnya muncul jg
    Yahh broken marriage ga lanjut lg 😦
    Tp yg penting ini ditamatin dulu deh..
    Kasian hyejin nya, semoga mau balik lg sama donghae deh..
    Mereka hrs bersama !!
    Nayoung jgn salah paham sama yunho terus dong ..
    Ayoo bikin baby lagi jangan sedih 😉

  14. Hyo berkata:

    Authorniiiim terimakasih udah ngepost part 14..akhirnya lega juga penasaran saya hehe
    tp authornim part ini pendek ya #readerbawel

  15. HaeYoung(Ambar_Lee9086) berkata:

    Annyeong saya ambar 90 line reader aga lama dan ini koment pertama saya mianhe authornim

    saya suka ff ini ,suka banget apa agi donghae yunho bias saya

    part ini bener” menguras esmosi kesian nayoung nya keguguran u.u
    hyejin ko gitu sii ,jujur tapi menyakitkan

    di tunggu part selanjutnya figthing 🙂

  16. nayy berkata:

    Setelah penantian panjang akhirnya publish juga…..
    Klo dhitung2 dri part awal sampe skrang kyknya udahh lbh dr satu tahun yaa vi, semoga aja bs slsai dthun ini 🙂

    Ini kah thor masalah yg buat nayoung meninggalkan yunho, yg dl pernah dsbutkan di lingre,,,
    Ngeliat mrk terlibt mslh kyk gtu,, agak sdh sihh…. 😦
    Semoga yunho bs membuat nayoung gk mrh lagi…..

    Oke deh dtunggu kelanjutannya yaa…
    Whaiting vivi 🙂

    • Vii2junshu_kim berkata:

      terima kasih kka nay…
      iyaa..
      kanya udah setahun lebih… saya juga lupa.. yang pasti ini sejalan ama BM deh…
      malah BM nya mandek di tengah jalan… wkwkwkwk

      heum…
      wanita itukan rawan emosi dan jangan dipancing emosinya… wkwkwkw
      soalnya wanita itu suka berspekulasi yang aneh.aneh… vivi mau mencoba nuanginnya di sini :p semoga bisa… wkwkwkwk

      makasi kka nay… 🙂 kekekekeke
      chap selanjutnya lagi vivi usahakan!

  17. syifasuju18elf berkata:

    hua….. yunppa kaciant…. padahalkan yunppa ri awal emang gx pernah nganggap taruhan itu ada, jangan-jangan ntar yunppa and haeppa berantem krn salah paham… hyejin ceroboh apa bodoh sich…. seharusnya dya gx perlu ngelakuin hal kaya gitukan…. jelas-jelas dya ngelihat kondisi nayoung g gx sehat… ish… di part ini aq benci hyejiiiiinnnnnnnn….. padahal nayoung udah bener-bener bilang lw haeppa emang terpuruk and pengen ngusahain agar mereka bisa bersama kembali. pi malah hyejin ngebuat calon babyyun hilang…. hwa….
    author……. kenapa kehidupan yunppa and nayoung melas bangetz sich… hikshikshiks….
    lanjutannya ditunggu author….. keep fighting….;)

  18. An mimi berkata:

    Huaaaa keguguran, adoohhh ruwet ruwet… Aiisss donge udah kena getahnya itu, ya nyonya kim nanti bikin nayoung hamil lagi ya kekekeke yunho oppa smangaaattttt…… Saya sangat sangat suka sama karya2 mu nyonya kim, trimakasi

  19. eunkyuphiet berkata:

    viviiii,, lama nggak buka blog mu, ternyata ada postingan SIM yg baru…
    Semangat ya vi… Di tunggu next part nya…
    Syg bgt ya klo Broken Marriage nggk di terusin, padahal aku suka bgt sama ide ceritanya,, apa lg cast nya jeje…
    Tp nggk papa deh,, mungkin udh mentok ide nya kali yah,, hehehee…
    Beneran lho ada oneshoot ny, klo nggk junsu aku ambil nih, kkkkk~~
    Keep writing ya vi^^

  20. jin ara berkata:

    Akhirnya publish jugaaa setelah sekian lama dan hampir tiap hari ngecek hahahaaa o iya ini part 14 itu langsung loncat ya dr part 13a? Ngga ada part 13b ? Entah kenapa aga aga ga ngerti di part ini jalan ceritanya , tapi tetep pas di bagian akhir ini miris banget nayoung kasian sampe harus kehilangan calon bayinya , alurnya aga lebih cepet kayanya dr part part selanjutnya hehe

  21. yuliannisa berkata:

    Buka page ini ternyata udh post. Kasian ya nayoungnya :(. Jgn lama2 marahan sm yunhonya. Donghae kasian sekali ditinggal bini. Haha thor dilanjut ya? Mau end ya udah? Aduh… Oke deh lanjut aja.

  22. dian berkata:

    halo onnie aku baru disini salam kenal yah :))
    aku belum baca dari part awal makanya belum terlalu ngerti sama part ini tapi walaupun gitu aku suka sama ff tentang marriage life gitu, pas kebeneran ada yunho yg jadi peran utama disini. hehehe
    hyejin itu istrinya donghae yah?
    jadi kepo deh gimana awalnya yunho-nayeon bisa nikah?
    oke sip onnie ditunggu part selanjutnya yahh 😀

  23. purpleline berkata:

    aku ngerti perasaan nayoung tapi aku gatega liat yunho /naluri istri lol/
    lagian yunho gajujur dari awal, gini kan jadinya, senjata makan tuan -_-
    mesti jaga jarak nih sama keluarga ikan /baca: donghae/

    btw i’m newbie here ^^

  24. MelL berkata:

    Thor , ko’jadi drama Queen gini sih…..??
    Lebih baik seperti semula aja alurnya. Ada masalah langsung di selesaikan aja gitu, jangan drama Queen gini….!!!

  25. dinnur berkata:

    kasian bgt nayoung, udah tahu tentang taruhan yunho dan kehilangan bayinya lagi
    yunho juga, padahal dia nggak terlalu mikir taruhan itu

  26. kwonyunhee berkata:

    Akhirnya bencanaa ini dataang, aaaaak. Why? Why? Why? Keep your head down dong na young *looh
    Aih, eonni berhasil mencuri hatikuuu, aihhh pokoknya eonni kece badai laaah

Your Comment become spirit for me ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s