Secret in Marriage Part 12

Tanpa sensor *nahlo* maksudnya Typo tersebar dimana-dimana xD *ketauan yang langsung berpikir iya.iya*plak* selamat menikmati :p

 

Bab 12

 

Siapa yang akan peduli dengan perkataan orang lain, jika ini menyangkut tentang bagaimana cara bertahan hidup, semua telah dilakukannya demi mempertahan usaha yang dibangun ayahnya. Dia memang membenci lelaki itu, karena lelaki itu membuat ibunya harus merasakan neraka dunia sebelum meninggalkannya. Menjadikannya anak terlantar yang hanya diurusi oleh sang nenek.

Ia meremas rambutnya dengan gusar. Ia harus melakukan ini, jika ingin Lee Cons. Tetap bertahan ditengah ancaman kebangkrutan.

Dia memiliki Hyejin, dan ia bisa memanfaatkan Hyejin dalam hal ini. jika memang Yunho yang akan memenangkan semua permainan yang ia buat,  maka langkah selanjutnya adalah membuat lelaki itu benar-benar kehilangan. Begitula pikiran liciknya berkeliaran dalam otak.

Donghae

Dia masih membisu didalam ruang kerjanya. Menatap tumpukan dokumen yang ada mejanya dengan kosong. Kemudian memandang foto pernikahaannya. Lalu mengalihkannya pada sebuah kotak  yang diberikan oleh Yunho tadi pagi.

“Maaf, aku harus mengorbankanmu” gumam Donghae pelan.

 

***

 

Anak ?

Taruhan ?

Semua sudah salah dari awal, lalu apakah dia akan membuat kesalahan kembali ? tidak mungkin. Cukup dosa itu saja yang dilakukannya pada istrinya. Ia tak mungkin kembali membuat wanitanya terjebak dalam permainan bisnis ini.

“Kau harus mengalahkan egomu kali ini, Jung Yunho” gumam Yunho sebelum meneguk minuman terakhirnya.

“Akhirnya kau kemari” Yunho mendongak menatap pria yang ada disampingnya dengan senyum kecil

“Lama sekali tak melihatmu disini. Beberapa gadis menanyakanmu” ujar lelaki itu dengan tenang. Yunho tersenyum mencemooh.

“Aku tak peduli” ujar Yunho dengan nada tenang, tangannya memainkan pingiran gelas yang ada didepannya. Siwon hanya tersenyum kecil mendengar penuturan lelaki itu. dia sudah mendengar jika rekan kerjanya kini telah menikah dan membangun rumah tangga. Namun ia tak menyangka jika lelaki itu serius dengan keputusannya untuk menikah.

Ckckck… aku tak menyangka kau akan menikah secepat ini” ujar Siwon akhirnya. Yunho memandang lelaki yang ada didepannya dengan heran

“Kenapa ?” tanya Yunho tertarik

“Kau tampan, kau kaya, kau punya segalanya. Jadi ku pikir untuk apa kau berkomitmen, yang akhirnya akan menjerumuskan dirimu sendiri dalam sebuah belenggu. Kau tak bisa berbuat apa-apa saat kau sudah memutuskan untuk menikah” terangnya panjang lebar. Yunho hanya tersenyum, begitu ya ? kenapa saat ia memutuskan untuk menikah, perkara ini tak terpikirkan.

“Kau butuh sandaran dan kenyamanan keluarga suatu saat nanti, dan saat kau menemukannya kau pasti akan membuang semua presepsimu yang tadi” ujar Yunho sembari menatap mata sahabatnya

“Oke baiklah, kita lihat saja nanti. Siapa yang termakan omongannya” ujar Siwon tak mau mengalah.

“Jadi angin apa yang membawa seorang suami yang baik hati sepertimu kemari ?” tanya Siwon dengan nada menggoda “dan kau juga meneguk tequila , kau tak akan meminum ini. jika kau tak dalam masalah”

Oh, ternyata lelaki ini benar-benar pintar menjatuhkan musuhnya. Pikir Yunho dengan tenang “perlukah alasan untuk kemari dan  meneguk minuman ini ?” tanya Yunho memberikan jeda sedikit “perlu kau ketahui, aku tak ada masalah rumah tangga dengan istriku. Aku hanya memiliki sedikit masalah dengan pekerjaanku” ujarnya berbohong. Siwon tertawa ringan

“Baiklah” angguknya dengan tenang.

“Aku bertemu dengan Gina beberapa waktu lalu, sekitar dua atau tiga hari yang lalu” ujar Siwon lalu memandang Yunho untuk melihat ekspresi lelaki itu. Yunho hanya diam dan mendengarkan perkataan lelaki itu

“Bukankah dia sudah kembali ke Paris ?” akhirnya Yunho menanggapinya dengan tenang.

“Kau benar-benar tidak tahu, atau tidak mau tahu. Gina tinggal di Jeju beberapa bulan yang lalu. Ini demi proyek Asian Model nya. Ish kau ini” cerocos Siwon dengan geram.

Yunho menarik napasnya sejenak, lalu memandang Siwon dengan tenang.

“Baiklah, mungkin aku memang tidak tahu” ucap Yunho

“Dia juga sedang menjalin hubungan dengan Jong-Shuk. Pengacara muda itu” Siwon memberi jeda sebentar sebelum meneruskan ceritanya “Jong-Shuk itu orang yang tempramental. Aku takut jika Gina akan terluka secara fisik dan batin. Kau sahabatnya, apa kau tidak khawatir masalah itu ?” tanya Siwon.

Yunho menarik napasnya. “Gina sudah dewasa untuk mengambil keputusannya sendiri” ucap Yunho dengan lirih. “aku harus pulang, sebelu istriku mengamuk. Dan mengunciku diluar” kekeh Yunho sembari menatap arlojinya. Siwon terkekeh

“Menikah itu tidak enak, kecuali saat kau membuat si kecil” Yunho tertawa kecil

Ish… otakmu perlu direparasi sepertinya” ujar Yunho lalu beranjak dari duduknya.

 

***

Yunho membuka pintu apartemennya, menatap ruang tengahnya yang masih terpancar cahaya lampu. Yunho mengernyit, apakah Nayoung belum tidur ? ini sudah tengah malam, apa dia menunggu Yunho pulang ? Yunho memilih untuk memastikannya sendiri. Setelah menaruh sepatunya di rak, lelaki itu bergas untuk segera keruang tengah. Terlihat jelas disana sang istri sedang merancang beberapa desain untuk perusahaannya. Dengan layar notebook yang masih menyala dan beberapa pensil warna yang berserakan diatas meja.

“Kau membawa pulang pekerjaanmu ?” tanya Yunho dengan suara datar, Nayoung mendongak dan menatap Yunho sedikit terkejut. Lalu mengangguk dan mulai mewarnai beberapa bagian di kertasnya dengan pensil warna. Yunho duduk disofa menatap sang istri yang tampaknya tak terlalu senang diganggu.

“Kau lembur lagi ?” tanya Nayoung setelah selesai mewarnai kertasnya, lalu menaruhnya diatas meja dan merapikan alat kerjanya, kemudian duduk menghadap Yunho yang terlihat sangat kusut.

Yunho melonggarkan dasinya dan melepas dua  kancing bagian atas kemejanya. Lalu menatap Nayoung dengan perasaan campur aduk. Katakan atau tidak. Berbohong atau jujur. Oh Tuhan dia tak tahu harus mengambil langkah yang mana. Semuanya pasti mempunyai resiko.

“Ada masalah ?” tanya Nayoung ingin tahu, Yunho menggeleng sejenak. Kemudian menatap Nayoung dengan pancaran kesedihan yang hanya dapat dirasakannya sendiri.

“Kau yakin ?” tanya Nayoung sekali lagi

“Ya” ujar Yunho dengan suara seraknya. Nayoung menganguk, lalu bersiap untuk bangkit dari duduknya.

Grep “duduklah disini dulu” ujar Yunho menahan Nayoung agar tetap duduk disampingnya. Nayoung menurut saja. Nayoung merasakan ada hal aneh dalam diri suaminya. Sepertinya Yunho memang menyembunyikan sesuatu.

“Kau bau, sebaiknya kau mandi dulu” ujar Nayoung akhirnya. Yunho menggeleng, dan memeluk Nayoung dengan erat. Punggung Nayoung membentur dada bidangnya. Menghadap jendela yang memancarkan susana malam penuh bintang. Kelipnya tak akan membuat bosan siapapun. Termasuk mereka berdua.

“Biarkan seperti ini saja, sampai aku bosan” ujar Yunho gombal. Nayoung terkekeh kecil

“Aku yang kelelahan jika menunggumu bosan” ucap Nayoung sembari memukul lengan Yunho. Lelaki itu tertawa kecil. Entah tak tahu lagi apa yang akan dilakukannya.

“Kau punya impian tidak ?” tanya Nayoung mengawali pembicaraan mereka. Yunho mengernyit, lalu mengangguk. Mereka berdua masih menatap bintang yang menjadi saksi bisu diantara mereka.

“Tentu” ujar Yunho tenang, lalu menatap Nayoung sejenak.

“Aku juga, impianku sederhana. Hanya ingin membangun keluarga kecil yang bahagia. Kupikir, impian itu tak akan pernah terwujud, mengingat ayah tiriku yang sangat tidak memiliki hati nurani. Tapi  kau membuka jalan untuk impian itu” ujarnya lirih. Yunho merasakan goresan luka masalalu istrinya. Dalam hatinya ia berjanji akan membahagiakan dan membangun keluarga kecil yang diinginkan istrinya. Apapun resiko yang akan ditempuhnya nanti. Yunho tahu, keluarga kecil yang bahagia itu tak akan pernah mengalami jalan mulus nantinya, pasti akan banyak rintangan. Seperti yang dihadapi oleh ibunya dulu.

Alasan utama Yunho enggan menikah karena ia tak ingin membuat orang yang dikasihinya kecewa dan merasa sedih. Yunho tahu seberapa besar dirinya nanti, dia pasti akan mengalami masa sulit, dulu ibunya pernah menjadi seorang pencuci piring demi memberi makan dia dan Jihye. Ayahnya harus menjalani kehidupan sebagai salah satu buruh pengangkut beras disalah satu perusahaan beras didesanya.

Kehidupan selalu berputar, dan Yunho juga harus berpikir dengan matang sebelum benar-benar mengambil keputusan untuk melangkah kearah yang serius. Kearah dimana dia akan menjadi kepala keluarga, yang dimana ia akan bertanggung jawab penuh atas kehidupan mereka nantinya.

Yunho-ya” ujar Nayoung lirih, Yunho mengguman menjawab panggilan sang istri “kita memang tak pernah mengenal selama bertahun-tahun seperti pasangan lainnya. Tapi bisakah kita mencoba untuk mewujudkan keluarga kecil bahagia itu ?” tanya Nayoung tanpa menatap mata Yunho. Yunho tersenyum. Pasti. Apapun akan dilakukannya, demi keluarga kecil yang diinginkan sang istri.

“Kita akan mencobanya, walaupun itu memang tak mudah” ujar Yunho tenang. Nayoung mengangguk. Susana hening kembali. Nayoung berbalik, menatap kedalam mata lelak itu. ternyata dia lebih tampan jika dilihat dari dekat, ada beberapa goresan luka diwajahnya, namun tersamar.

“Kau sendiri, apa impianmu ?” ujar Nayoung yang telah tersedar dari pesona suaminya.

Yunho membalikkan tubuh Nayoung, menyandarkan kembali punggung istrinya ke dadanya. “impianku ?” tanya Yunho tak yakin. “aku belum menemukan impianku yang sebenarnya. Dulu aku selalu ingin menjadi seseorang yang memiliki kekuasaan, dan sekarang aku mendapatkannya. Tapi aku belum bisa merasakan kepuasaan dari keberhasilanku” ujar Yunho dengan lirih, Nayoung mengangguk

“Kau hanya belum bisa menikmatinya saja. seadainya kau punya sandaran yang bisa membuatmu nyaman. kau pasti akan merasa puas. Jika Kau punya teman untuk menikmati semua kerja kerasmu, kau pasti bisa menikmatinya” Yunho tersenyum

Sandaran ?

Seseorang yang dapat membuatnya nyaman, yang membuatnya bisa menikmati semua kerja kerasanya ? Nayoung benar, selama dua belas tahun dia bekerja dia memang belum bisa menikmati semuanya. Belum. Dia hanya bisa mengumpulkannya, hanya bisa menatapnya tapi tak pernah bisa untuk menikmati kerja kerasnya dengan rasa nyaman.

Well, aku rasa aku sudah memiliki sandaran itu” ujar Yunho dengan menggoda. Nayoung mengernyit.

“Itu bagus, jadi nikmatilah semua kerja kerasmu” ujar Nayoung dengan nada bersemangat. Yunho mengangguk, lalu menyadarkan dagunya diatas kepala sang istri.

“Aku sedang mencobanya” gumam Yunho

 

***

Donghae mengerjabkan indera penglihatannya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam retina matanya. Donghae berbalik, menatap Hyejin yang tengah terlelap pulas. Wanita itu sepertinya sangat kelelahan karena aktivitas yang ia lakukan untuk memenangkan taruhan ini.

Hyejin tak tahu menahu tentang masalah ini. yang Hyejin tahu, dia hanya jalan pintas yang ditempuh oleh keluarganya dan keluarga Donghae untuk meneruskan kehidupan banyak orang. Donghae menatap jam digital yang ada disamping tempat tidurnya. Pukul tujuh, dia harus bergegas untuk ke kantor. Menyiapkan beberapa proposal demi proyek pembangunan jembatan dan perumahan mewah yang akan dibangun didaerah gangnam.

“Hyejin-ya” panggil Donghae membangun istrina. Hyejin menggeliat pelan, menatap Donghae yang sedang memakai piyamanya.

“Ini sudah pagi, kau tidak kekantor ?” tanya Donghae teburu-buru. Hyejin lalu mengambil posisi untuk duduk sembari merapatkan selimutnya. “Hmm.. kau duluan saja. aku akan berangkat pukul sembilan” Donghae bergumam sebelum masuk kedalam kamar mandi.

 

***

 

Pembicaraan tadi malam sepertinya memberikan beberapa efek pada Yunho. Ia menatap hari kedepannya lebih ceria dan lebih bersemangat. Beberapa rencana hidup masa depan telah dibuatnya. Mungkin beberapa minggu kedepan ia akan mengambil cuti dari pekerjaannya. Mencoba menikmati apa yang ia miliki. Bukankah seperti itu yang dikatakan istrinya ?

“Yunho-ya,.. nanti malam aku akan kerumah ibu” ucap Nayoung sembari merapikan pakaiannya dan membenahi barang-barang yang dibawanya. Yunho yang tadinya duduk sembari membuat rencana hidupnya di iPad, langsung memandang istrinya. “hn… maaf aku tak bisa menemanimu. Aku ingin menemui seseorang nanti malam” ujar Yunho dengan tenang. Nayoung mengernyit lalu mengangguk.

“Baiklah, aku pergi dulu” Yunho mengangguk, berdiri lalu mencium kening istrinya dengan khidmat. Hal rutin yang dilakukannya beberapa bulan ini.

“Hati-hati” Nayoung mengangguk dan meninggalkan Yunho di apartemen. Hari ini Yunho memiliki beberapa janji penting dengan kliennya. Jadi mereka tak bisa berangkat bersama seperti biasanya.

“Han-ah, bisakah kau penuhkan jadwal sampai seminggu kedepan ? lalu kosongkan jadwalku tangal lima belas sampai dua minggu kedepan. Aku mengajukan cuti” ujarnya tenang.

Han-ah mengernyit. Tumben sekali big boss nya mengajukan cuti. Padahal dulu dia paling enggan menghabiskan waktu hanya dengan duduk tenang di kursi

“Baik, Pak. Ada lagi ?”

“Tidak”

Yunho memutuskan sambungan telponnya, dan segera berangkat kekantor. Selepas itu ia akan mengadakan janji temu dengan Jaejoong, Junsu, Changmin, dan Yoochun perihal Lee Construction yang dimiliki Donghae. Dan beberapa hal pribadi yang ingin di utarakannya. Eoh, lama sekali sepertinya mereka tidak bertemu. Setelah ia menikah mereka memang jarang bertemu . apalagi Changmin yang sibuk melakukan operasi dan Junsu yang selalu disibukkan dengan latihan klubnya.

***

 

“Kenapa menghubungiku secara tiba-tiba ?” keluh Yoochun kesal, ia mengambil tempat untuk duduk didepan Yunho. Terpaksa sekali makan siang dengan sahabat baiknya, biasanya setiap jam makan siang ia habiskan dengan istrinya. Dan sekarang ia harus duduk diantara lelaki-lelaki gila.

“Maaf, kita sudah lama tidak bertemu jadi tidak ada salahnya ‘kan kita makan siang bersama” ucap Yunho dengan nada santai.

“Tapi tidak dengan cara seperti ini. menghubungiku seenakmu, jika Hyera tahu dia bisa mengamuk” Yoochun terus mengoceh—sembari membuka buku menu dan memilihnya—Changmin yang mendengarnya hanya menggeleng lemah. Kebiasaan Hyeong-nya jika bertemu selalu begini. Kapan akurnya.

“Aku terlambat ?” tanya Jaejoong meletakkan tas dan menyampirkan jas kerjanya disandaran kursi.

“ Tidak kami baru mulai, Hyeong. Junsu Hyeong tida bisa datang, karena ada masalah dengan manajernya” jelas Changmin, ia lalu mengambil alih buku menu dari tangan Yoochun dan memilih makanan yang menurutnya enak. Jaejoong memilih untuk meminum secangkir kopi hangat.

“Jadi ada hal apa kau meminta kita semua berkumpul disini ?” tanya Jaejoong heran. Yunho tersenyum.

“Sudah aku katakan, aku merindukan kalian.ckckck…” gerutunya. Pelayan café itu meninggalkan mereka. Changmin memasang tampang jengah

Hyeong, kalau tidak penting jangan menghubungiku. Aku sibuk!” cetusnya dengan kesal. Yoochun mengangguk, dan Jaejoong hanya menghela napas

“Kau mengerikan. Sejak kapan kau merindukan kami ?” tanya Yoochun skeptis. Yunho tersenyum geli

“Ish kalian ini” erang Yunho frustasi dengan kelakukan sahabatnya “aku hanya bingung. Eum… aku ingin meminta pendapat kalian tentang—“ Yunho sedikit ragu untuk meneruskan pernyataannya. Changmin yang memang sudah tak sabar hanya mendecih sebal.

Hyeong cepatlah, aku lapar dan aku harus segera kerumah sakit, sebelum ayahku mengamuk”

Yunho menelan ludahnya. Sial, kenapa sampai segugup ini. diakan hanya meminta bantuan teman-temannya untuk memilihkan tempat liburan yang cocok untuknya.

Are you oke, Yunho-ssi ?” tanya Yoochun sanksi. Yunho mengangguk, kemudian mengusap tengkuknya gelisah

“Aku—aku meminta pendapat kalian mengenai pulau apa yang bagus untuk berlibur” ujar Yunho dengan cepat. Changmin mengeluh lebih kesal

Yak Hyeong! Kau tahukan aku jarang sekali liburan. Jangan tanyakan hal ini padaku. Merepotkan” Yoochun lalu memukul Changmin dengan kesal

“Sopan sedikit, anak ini. ini kali pertamanya seorang Jung Yunho bertanya hal tidak penting” jelas Yoochun dengan senyum menggoda. Matanya mengedip memberikan godaan pada Yunho. Wajah Yunho langsung bersemu, walaupun tak terlalu kentara “well.. maladewa cocok untuk kalian berbulan madu” Yunho terdiam. Maladewa, dia memang pernah mendengar jika pulau itu memang romantis. Tapi—

“Bora-bora juga lumayan. Kalian bisa menghabiskan waktu berdua. Aku rasa itu juga romantis” Jaejoong berpendapat lain

Gez” keluh Changmin lagi “sudahlah, kenapa harus repot-repot keluar negeri untuk bulan madu, bulan madu didalam kamar saja. tidak menghabiskan uang”

Plak

Plak

“Idiot” kali ini Yoochun lebih senang mengumpat dari pada memukul Changmin dengan brutal. Yunho mengeluh dalam hatinya, kenapa dokter yang satu ini tidak bisa di ajak kompromi. Atau memang itu sifat lelaki yang telah lama melajang ?

“Kau tahu tidak, kenapa Seon-ho itu tampan, itu karena kami membuatnya saat bulan madu. Jadi Tuan Jung, saranku jika ingin anakmu tampan seperti Seon-ho kau harus membuatnya saat bulan madu. Dengan suasana yang romantis dan indah. Well.. aku rasa itu membantu” Yoochun mengakhiri pernyataannya dengan senyum merekah dan mata berbinar. Changmin memandang Hyeong nya dengan tatapan horor.  Yang benar saja, dari mana ada teoro seperti itu ck…. Balas Changmin dalam hatinya.

“Benarkah ?” Jaejoong menanggapi dengan antusias. Yunho memandang mereka dengan lemas. Hey aku yang ingin bulan madu, kenapa dia yang antusias

“Pantas saja aku dan Hyuna belum diberikan momongan. Menurutmu apa aku dan Hyuna perlu bulan madu lagi ? membuat si kecil ?” tanya Jaejoong dengan wajah lugu. Yoochun menganguk semangat menanggapinya

“Aku rasa perlu, kau tahukan. Hubungan yang harmonis dan romantis itu memperlancar datangnya si kecil. Karena itu, kau jadi suami jangan diam saja, kau harus lebih peka dan perhatian pada istrimu” tanggap Yoochun. Jaejoong mengangguk, seperti memikirkan sesuatu didalam kepalanya.

“Kalau begitu, lusa aku akan mengajak Hyuna ke pulau Bora-bora”

“Hey – sadarlah ada anak dibawah umur yang belum menikah disini. kenapa kalian vulgar sekali” cemooh Changmin dengan nada kesal. Changmin lalu menatap pelayan yang membawakan pesanan mereka. Asyik makan ! tidak perlu mendengarkan ocehan dari suami-suami dilema seperti mereka.

Diam-diam Yunho mencerna ucapan Yoochun. Bulan madu—anak—romantis & perhatian. Haruskan ia mencobanya ? Yunho berpikir dalam diamnya. Sedangkan Yoochun dan Jaejoong terhanyut dalam pembicaraan mengenai tips sebagai seorang suami dan ayah yang baik. Memang dari mereka berlima hanya Yoochun yang baru memilik anak, dan hanya dia yang paling tenang-tenang saja dalam menghadapi istrinya. Tidak seperti Jaejoong atau Yunho yang cenderung canggung dan salah tingkah jika menghadapi istrinya bila marah atau senang.

Ah—sebaiknya ia harus mencobanya. Memberikan perhatian pada istrinya. Well, bukankah perhatian harus dimulai dari hal-hal kecil ‘kan ? seperti mengirimkan pesan singkat, –kau sudah makan ? bagaimana harimu ?—ckckck… aku pasti bisa batin Yunho girang.

Tidak sulit Jung Yunho. Kau pasti bisa menjadi suami yang baik.

Semangatnya dalam hati.

Yunho merogoh ponselnya, kemudian menatap wallpaper yang terpampang disana. Foto pernikahan ia dan Nayoung. Ia baru sadar, ternyata mereka tak memiliki foto berdua. Hanya foto pernikahan dan prawedding yang menampilkan mereka berdua.

Hyeog~~~ kau tak mau makan ?” tanya Changmin sembari menguyah makanannya. Yunho tersadar lalu memandang Changmin dengan gugup.

“Sebentar lagi” ucapnya sembari tersenyum, kemudian bersiap untuk mengirim pesan singkat pada istrinya.

Jangan lupa makan siang!

Send….

Yunho-ya… lusa ajaklah Nayoung ke pesta ulangtahun putraku, Seon-ho” ujar Yoochun sembari menyantap makanannya. Rupanya pembicaraannya dengan Jaejoong telah berakhir. Dan kini mereka tengah sibuk menyantap makan siang.

“Baiklah, akan aku usahakan”

“Eum—berarti besok akan banyak makanan. Baiklah, aku pasti menyempatkan untuk datang. Kau tenang saja Hyeong” ujar Changmin dengan senyum semangat yang mengembang. Jaejoong saja hampir tersedak mendengar anak itu mengatakan tentang makanan. Apa dikepala dokter muda itu hanya makanan, pasien, dan minuman ? astaga, jika hidupnya hanya berputar pada hal-hal seperti itu, kapan dia akan menikah ???

Ckckck…

“Ya—awas saja kau menghabiskan makanannya”

Changmin membalasnya dengan cengiran lebar, lalu menikmati makanannya kembali

 

***

 

Siang ini Donghae berhasil memenangkan proyek pengerjaan jembatan dan proyek Hotel Ritz yang bertempat di Seoul. Semua usaha yang mulai dibangunnya kini mulai menuai hasil yang baik. Belum lagi beberapa saran dari Hyejin yang membuatnya semakin percaya diri untuk mengembangkan Lee Cons. Walaupun kini Lee Cons. Tengah berada di ambang kebangkrutan, Donghae tetap berusaha untuk maju meskipun langkahnya terseok.

Pernah terbersit dalam benaknya untuk mencoba menyukai Hyejin yang berstatus sebagai istrinya namun tak bisa. Bayangan Gina selalu lalu lalang dalam benaknya. Kenangan antara dirinya dan Gina dimasalalu membuatnya tak bisa melupakan wanita itu dengan cepat. Selama ini, hanya pada Gina lah Donghae merasa aman, nyaman dan dipercaya.

Hyejin masih belum mampu untuk menempus dinding tebal bertuliskan nama Gina disana. Hyejin masih harus berusaha untuk membangun kenangan indah bersama Donghae.

Bukannya Donghae tak ingin membuka kesempatan pada istrinya, dia hanya belum bisa. Belum sanggup, ia takut pada akhirnya Hyejin lah yang akan terluka.

“Kau serius sekali” Donghae mendongakkan wajahnya menatap Hyejin yang berdiri didepannya dengan mambawa kotak bekal. Donghae membalasnya dengan senyum kecil. Enggan untuk berbicara atau berinteraksi lebih lama dengan Hyejin.

“Aku membawakanmu makan siang, makanlah. Aku tak bisa menemanimu”

Hyejin lalu meletakkan bekal yang dibuatnya diatas meja Donghae. Lelaki itu hanya diam, menatap istrinya yang sibuk sendiri.

“Terima kasih”

Hyejin terdiam, lalu menatap Donghae dengan kaget. Terima kasih ?

“Untuk apa ?” tanya Hyejin kembali

Donghae menggeleng “kau tahu jawabannya” ujar Donghae kembali acuh. Hyejin mengangguk paham. Mencoba untuk menyebunyikan senyumnya. Tanpa berlama-lama disana, Hyejin lalu meninggalkan Donghae.

Dibalik pintu itu, Hyejin tersenyum dan menangis haru. Kata terima kasih dari Donghae seperti sumber air yang ada ditengah gurun pasir. Hyejin sangat bersyukur, perlahan lelaki itu mau menerimanya. Perlahan-lahan Hyejin pasti bisa merobohkan dinding yang ada didalam hati suaminya.

 

***

Sampai detik ini pembicaraan Yoochun dan Jaejoong masih terngiang dibenaknya. Saran mereka sepertinya cukup membantu. Well… ia tak akan tahu hasilnya jika belum mencoba ‘kan ?

Kau harus mencoba Jung Yunho

Batinya berkata keras. Kadang Yunho tak habis pikir kenapa dirinya sengotot ini demi Nayoung, kenapa dirinya selalu ingin melihat wanita itu bahagia jika disisinya. Mungkinkah dia memang sudah jatuh hati pada wanita itu ?

Mungkinkah ?

Entahlah, biarkan saja semuanya mengalir. Biarkan saja perasaan ini mengembang, wajar ‘kan jika dia mulai mencintai istrinya ? tidak ada yang salah dengan itu. benar, tidak ada yang salah. Yang salah hanya satu, kenapa tak dari dulu saja ia bertemu dengan istrinya.

Yunho tersenyum malu—entah pada siapa—lalu memandang layar komputernya.  Tersadar akan sesuatu, yaitu Mencari tahu tempat liburan atau tepatnya lokasi honeymoon.

Yunho membuka salah satu situs perjalanan bulan madu yang menurutnya menarik. Beberapa pulau cantik terpampang disana. Yunho mengernyitkan dahinya. Ini sama sekali bukan tipenya. Tenang, hangat dan harmonis. Yang ada dalam pikirannya hanya satu, pasti mereka akan canggung jika berada disana dan hanya berdua. Ya ampun. Entah apa jadinya nanti jika asumsinya benar-benar menjadi nyata.

Venice, dan Yunani. Menjadi salah satu kandidat terbaik dalam pilihannya. Udara yang bagus dengan latar belakang romantis yang tak terlalu mencolok. Dan lagi, disana tak terlalu sepi. Cukup ramai, jadi ia rasa ia bisa menikmati semuanya dengan santai, mengalir, dan lebih tenang dibanding pulau Maladewa ataupun Bora-bora.

Setelah melakukan pertimbangan, Yunho kemudian mengrim alamat situs itu pada Nayoung. Semoga saja istrinya menyetujui tempat itu

Yunho berdoa dan berharap didalam hatinya.

 

***

Nayoung menatap layar ponselnya yang menampilkan brosur perjalanan. Atau tepatnya Honeymoon trip yang dikirim Yunho melalui e-mail nya. Yunho tidak salah makan hari ini ‘kan ? kenapa hari ini reaksi suaminya sangat aneh. Dia lebih santai, namun terkesan hangat, ditambah lagi dengan paket honeymoon trip yang dikirimnya barusan.

“Kau sibuk ?” Nayoung cepat-cepat menutup tab browser diponselnya. Dan menatap seseorang yang ada didepannya. Manajernya.

“Tidak terlalu, ada apa Miss ?” tanya Nayoung dengan gugup. Wanita campuran inggris belanda itu tersenyum. Sejak dua bulan yang lalu terjadi penggantian strukturisasi di perusahaan.

“Kau bisa memberikan desain bajumu besok lusa, lalu akhir minggu ini kita akan mengadakan rapat bulanan seperti biasa” Nayoung mengangguk. Setelah Miss Janet meninggalkannya, Nayoung buru-buru keluar dari ruang kerjanya yang ramai. Ia harus menghubungi suaminya segera, sebelum suaminya berbuat hal yang lebih mengerikan.

“Kau sudah membaca e-mail yang aku kirimkan ?” tanya Yunho langsung. Nayoung mengernyit. Ya ampun, jangan katakan jika Yunho tengah menunggu reaksinya mengenai honeymoon trip itu.

“Sudah” jawab Nayoung singkat. Ya ampun, ia tak tahu harus berbicara apa.

“Jadi bagaimana ?” tanya Yunho pelan. Nada suaranya berharap Nayoung mengatakan, Ya. Tapi, bagaimanapun Nayoung masih terikat kontrak kerja disini. mana mungkin ia mengambil cuti lagi. Yang benar saja, dia pasti akan dipecat.

“Kita bicarakan masalah ini dirumah saja. bagaimana ?” tawar Nayoung dengan nada lirih

“Baiklah” ujar Yunho seperti kecewa.

“Baiklah sampai jumpa” putus Yunho langsung. Nayoung lalu menahan napasnya sejenak sebelum menyandarkan punggungnya didinding. Dia pasti kecewa, tapi mau bagaimana lagi. Dia sudah mengambil masa cutinya kemarin, karena Yunho mengajaknya ke Jepang.

***

Ini pertama kalinya Nayoung menjenguk ibu dan adiknya dirumah mertuanya. Cukup canggung, baginya. Rumah keluarga Jung sangat berbeda dengan rumah mereka. Dan lagi ia merasa tak enak pada ibu mertuanya.

“Menantuku sudah datang” teriak Nyonya Jung saat melihat menantunya turun dari taxi. Dengan semangat ia melangkah menyambut sang menantu

“Ibu senang sekali kau ada disini. bagaiman kabarmu ?” tanya Nyonya Jung semangat

“Aku baik Ibu, Ibu sendiri bagaimana ?” tanya Nayoung lalu memberikan bingkisan pada Ibu mertuanya. Kebetulan sebelum berangkat kemari, Nayoung menyempatkan diri membeli makanan kecil untuk mereka.

“Ibu sangat baik. Ah terima kasih, kau ini kenapa membawa makanan kemari. Ya ampun. Ayo masuk, ibu dan adikmu pasti senang” ajak Nyonya Jung menggandeng menantunya masuk kedalam rumah besar mereka. Nayoung mengangguk, perlahan ia mulai menyukai sikap aktif ibu mertuanya. Untunglah Nyonya Jung jauh dari bayangan Nyonya mertua galak seperti yang ada didalam benaknya dulu.

“Besanku, ayo kemari menantuku datang membawa makanan. Cepatlah turun” teriak Nyonya Jung dengan senang. Nayoung jadi tak enak, karena teriak ibu mertuanya membuat ayah mertuanya keluar dari ruangan kerjanya.

“Maaf ayah, membuatmu terganggu” sesal Nayoung dengan menunduk. Tuan Jung tersenyum,

“Jangan sungkan. Ibu mertuamu memang seperti itu. Kau sendirian kemari?” tanya Tuan Jung dengan nada ingin tahu

Hmm… Yunho ada janji dengan temannya malam ini” ucap Nayoung gugup. Tuan Jung hanya tertawa kecil mendengarnya. Ibu dan adik Nayoung turun dari lantai atas, lalu menyambut putrinya. Mereka kemudian memillih untuk berbicara diruang tengah.

 

***

 

Yunho mengernyit saat melihat seseorang menampar wanita didepannya dengan keras. Walaupun dalam keadaan cukup gelap, tapi Yunho bisa melihat siapa yang menjadi korban. Yunho ingin mendekati wanita itu, namun diurungkannya, sejenak ia bertahan disana. Sampai lelaki itu meninggalkan Gina.

Dengan langkah tegas dan cepat, Yunho segera menghampiri Gina. Wanita itu tampak terkejut dengan kehadiran Yunho disana. Tanpa diduga Gina menyurukkan kepalanya kepelukan Yunho. Dan Yunho membalasnya dengan tenang, memberikan perlindungan pada wanita yang sempat mampir dihatinya.

Gina mulai terisak, mulai menumpahkan kekesalahan hatinya dengan air mata. Yunho hanya bisa mengelus punggung Gina dengan ritme yang teratur. Memberikan kenyamanan tersendiri pada Gina.

“Kau tak apa-apa ?” tanya Yunho merenggangkan pelukan diantara mereka. Gina mengangguk perlahan, lalu mengusap air matanya. Yunho kemudian mengambil sapu tangannya didalam saku, dan memberikannya pada Gina.

“Kau terlihat kacau, sebaiknya kuantar kau pulang” ucap Yunho dengan mengiring Gina kedalam mobil. Gina tak banyak berkata-kata, ia hanya diam selama diperjalanan.

“Kau tak perlu menjelaskan semuanya sekarang. Kita bisa membicarakan masalah ini nanti, setelah kau tenang”

Gina mengangguk. “Terima kasih” ucap Gina akhirnya. Yunho mengangguk, lalu mengelus tangan Gina yang ada dipangkuan wanita itu.

“Kau tak perlu sungkan. Itu guna sahabat Gin”

Yunho memberhentikan mobilnya di pelataran parkir hotel tempat wanita itu menginap “masuklah, tenangkan dirimu. besok aku akan menemuimu lagi” Gina mengangguk.

“Eo tunggu” Yunho memegang lengan Gina dengan tenang,  “pakai ini, diluar dingin sekali” Yunho kemudian memberikan jas miliknya pada Gina. Tanpa pikir panjang wanita itu mengambilnya. Pikirannya kini kacau, sahabat terbaiknya kini sudah mengetahui semuanya, termasuk kelakuan kekasihnya. Atau tepatnya kekasih pelampiasannya.

“Aku masuk” ujar Gina sebelum meninggalkan Yunho didalam mobilnya. Yunho mengangguk dengan tenang. lalu menunggu sampai bayang tubuh wanita itu menghilang dari pandangannya.

 

TBC

 

Aduh saya nggak bisa berkata banyak, saya tahu lama banget ini uplodnya Maaf Ya……. Kan saya udah bilang dari part sebelumnya saya nggak bisa update cepet. Banyak kendala dan masalah disini. tugas kuliah banyak, belum lagi masalah-ini-itu yang bikin kepala saya mau pecah….

Well.. semoga kalian menikmati part duabelasnya.

Menjawab pertanyaan dari beberapa readers kapan ni FF tamatnya,. Sayaaa maaasih belum tahu,  Saya juga masih berpikir gimana nentukan eding untuk FF ini. Karena ni FF alurnya lambat. Dan saya sendiri menikmati semua prosesnya. So… bagi yang mau nunggu silahkan, bagi yang tidak saya Mohon maaf mungkin inilah kekurangan saya sebagai penulis. Hehe…

Terakhir, saya selalu mencoba untuk memberikan pesan tersirat didalam setiap FF/setiap part… jadi silahkan cari sendiri ya… hoho *beneran minta di timpukin*

Jadi ambil yang baiknya buang yang buruknya ya teman-teman… hehe *ya allah panjang amat ye ane kotbahnya -__-“*

 

Well Makasih yang udah mau sharing ide sama saya,,, jika kalian punya saran/ide langsung mention ke twitter saya aja 🙂 Sampai ketemu dilain kesempatan lagi…. See u

 

Iklan

36 thoughts on “Secret in Marriage Part 12

  1. lestrina berkata:

    Part berikutnya hub yunho dgn nayoung kurang baik ya karena kedatangan gina n yunho akan semakin dekat lagi sama gina trus yunho lbh jarang sama nayoung. hal ini buat acara honeymoon yg drencanain yunho gagal total. Pngn lihat respon yunho akan sifat kecemburuan n sikap dingin nayoung sama yunho krn gina ngembaliin jas yunho n plus hub gina n yunho yg makin dkt lagi. Lanjut ya saeng n jgn lama ya hehehe

  2. qoyah cassie berkata:

    akhirnya update jg 🙂 dimaklumi kok eonn keterlambatannya 🙂
    jd sbnrnya donghae itu jahat ya ke yunpa?hadehhh, jgn gitu dong.. Wkwkkk,, n donghae… Bukalah hatimu untk hyejin#eciyeee
    ih si yunpa klo niatnya mau buat si kecil mah dirumah aja, ga ush jauh2,, hhaahhaa
    ohya ngomong2 tntg ending, ak mlah g prnh pengen stiap ff yg eonnie bkin ada endingnya cz dstiap chap g prnh mengecewakan, hhheehhee,, ih si eonnie knp mnculin si abang jidat, jd kangen berat ak nya sma ABM.. Btw, undang ak ya klo seon ho ultah… Wkkwkk
    sekian~

    • Vii2junshu_kim berkata:

      hahaha… ngapain ngundang yaya,,, entar abis makanan direbutin ama yaya n changdol -___-

      ah~~~ jadi malu*plak*
      klo ga ada ending kepala aku yang puyeng ngetik nya… haha..
      makasii uda mau komen n baca… huhu :p

  3. yanty berkata:

    yunho jgn terlalu dekat lagi sama gina ya..
    nnti jadi masalah antara kamu sama nayoung.
    eonni buat lebih banyak lagi ya moment yunho sama nayoung yang romantis…
    ffnya mkin daebak..
    dtggu part 13,jgn lma2 ya..
    semangat 🙂

  4. syari berkata:

    akhirnya datng juga ni ff…..tp kenapa disini dikit banget monem yunho nayoung nya…ohh iya,kalau donghae udah bikin kenapa yunho nya g bikin2 si kecil..kan nayoung udah ngasih isyarat,knp harus nunggu honeymoon,part selanjutnya lebih cepat yaaaa………

  5. fath berkata:

    akhirnya muncul juga..
    gina dimusnahkan saja -__-
    momen nayoung sama yunho kurang nih. part selanjutnya dibanyakin yaa.
    terus update yg cepet ya
    gamsaa

  6. chemistryrain berkata:

    Asek yunho ma nayoung mau honeymoon,,, ketawa sendiri bc tingkah jaejoong ma yochun hehe,,,
    ayo semangat vi buat nayoung cemburu hhhaaa
    ciee hae dh buat dedek dy,,, moga hae cpat sadar,,, biar dy gk jahat lg

    part depan momen yunho ma nayoung d bnykin ya vi hhhee

  7. kanahVIP berkata:

    yah berarti next part gak jadi ke maladewa dong . Gak jadi honeymoon lagi . Program anak tertunda lagi dong

  8. syifasuju18elf berkata:

    yah……………….kapan bisa lihat yunho oppa punya anak kalau tiap kali mau honeymoon slalu ada saja halangan dan masalahnya…. hey, haeppa punya rencana buruk apa ?
    kasian hyejin eonnie…hanya jadi pelampiasan dan hanya sekedar dimanfaatkan oleh haeppa….
    Gina eonnie… angan deket2 yunhoppa….
    yak… kenapa cangmin oppa selalu berperan sebagai tokoh yg maruk sih???

  9. Kim Hyewon berkata:

    saeng…boleh komen jujur ngak????
    boleh yah, gini lo..
    entah q yang salah atau gimana tapi ko akhir2 ini awal cerita di tiap part selalu agak loncat2 gitu kesannya sie…emang ke bawahnya mah nyambung ko dan ngak da masalah sama jalur ceritanya, tapi yah itu tadi yang q bilang sedikit loncat-loncat di awalnya.Ini bukan kali pertama loh q rasa gini tapi dari part 10 gitu yah lupa tapi kesannya emang lompat2 gitu heheheh…
    mungkin saeng punya niat yang lain, ini hanya pandangan q ja sie heheheh…
    maaf yah dah sotoy *bow

    balik ke ceritanya…
    greget ma daddy yunho ko ngak maju2 yah dari part 9 masih gitu2 ja…
    kesannya alurnya jadi lamaaaaaa…ngak kayak chunie kemaren breeet ja jadi deh
    mana kapan coba bikin babynya???ko ngak jadi terus sih???
    pengen punya adek yang mains ini
    lanjutannya ASAP…*kalo bisa sie

  10. ci2t berkata:

    *akhirnya update juga

    seperti biasa….ff nya bner2 daebak…..

    setuju ma changmin oppa….. “kenapa harus repot-repot keluar negeri untuk bulan madu, bulan madu didalam kamar saja. tidak menghabiskan uang” haha

    dah lah bikin yunho juniornya dirumah aja, dripada rencana honeymoon nya gagal…….dah g sabar nhe ‘tante’, pengen nimang ponakan……*PLAK

    part yunho n nayoung nya kurang oenni, part depan d banyakin y….please
    part selanjutnya ditunggu sangat,,,,,,,,jangan lama2 y……

  11. nayyong berkata:

    Gak papa eonn alurnya lambat yg pnting aq mnikmatinya…hee
    Pikiran q mngatakan pasri jas yunppa yg dpinjamkan kegina itu akan membwa mslah bgi hbngan yunpa dan nayoung…

  12. anggrainimiranti berkata:

    vii, kok si donghae jd licik begini? oh jadi dia ngajak2 taruhan krn mau ngambil saham yunho ya 😦 dan aku baru ngeh setelah baca untuk yg ketiga kalinya kalo donghae hyejin udh make a baby ya? hahahahah, donghae gerak cepat nih!
    vivi, ini blm ada sweet2 nya deh, part 13 harus beneran sweet ya, honeymoon trip nya jangan gagal. ditunggu vi next partnya . love ya! 😀

  13. minkijaeteuk berkata:

    yunho ketemu jina,,, pa nanti bakal nimbulin salah paham antara yunho n nayoung,,, pa lg soal taruhan itu nayoung blm tau sama sekali n donghae kayak y bakal berbuat sedikit jahat demi perusahaan y….
    sedih ma donghae q disini ngak tau knp…. ngelakuin ‘itu’ ma hyejin krn taruhan n sesuatu bukan cinta kasian hyejin y…padahal dia ngak salah udah kayak barang gitu… makin seru… Lanjut…

  14. evi berkata:

    hai viiviii, akhirnya kamu upload juga, nggak papa deh lama, aku tetap setia menunggu u # maksudku sih FF nya ini
    karena ini alurnnya lambat gimana klo bab berikutnya abis gina di tolong ama u know, gina di antar ke tempat donghae, tapi biar donghae aza yang neyelesin masalah gina, soalnya aku ngarep bab 13 nya sweet dan sedikit dewasa gimana viii, sekali-kali menyerempet gaya menulis yang mainstream romance gitu, bukan erotis hanya mamsukkan sedikit unsur dewasa, gimana viivii, tak tunggu yo….bab berikutnya

  15. naranara15 berkata:

    Everything getting better 😀 tp knp lg itu si gina errghh, nnt mlah bkin hubungan yunho nayoung runyam lagiii…
    Ahhh, finally vivi~ssi update jgaaaaaa 😀
    I’ll always wait thiss ff patiently 🙂

  16. LoveCoffee berkata:

    Fiuuuuhhh akhir.a keluar juga nh part 12…-,-‘a
    tiap hr vie aq buka blog mu terus saking seti.a aku sma crita ini *ciiieeeehh 😀

    yah yunho koq gtu sh rencanain bulanmadu tapi msiihh aj deket2 gina..kesian nayong donk,,spt.a bulan madu.a batal yh *sotoy 😥

    Spt.a donghae jahat bgt yh..niaaatt gtu mw jatohin yunho..haeppa sadar lah kesian hyejin:'( *apapsih -,-‘ 😀

    gak ap vie..selama apapun ff ini tamat aku insha alloh setia mnunggu.a.. Malahan aku seneng ff ini gak tamat2 hahaha 😀

    adeuuhh maxx…cba yh yg dipikir itu cwe,,ini malah mkan aj..kpan2 pikirin aku gtu..-_,-
    ywdh dh C U next part…by..(^^)/

  17. jewelchi berkata:

    kyyaaa… udha keluarrr….

    ah… he eh,, baru ngeh aq kalo donge udah bikin bebi duluan.
    ampe baca dua kali.
    gk tw nya disini yah ~
    “Wanita itu sepertinya sangat kelelahan karena aktivitas yang ia lakukan untuk memenangkan taruhan ini.
    “Hyejin-ya” panggil Donghae membangun istrina. Hyejin menggeliat pelan, menatap Donghae yang sedang memakai piyamanya.
    Hyejin lalu mengambil posisi untuk duduk sembari merapatkan selimutnya”

    tersirat banget yah, apa akunya yang lemot *jiaa.

    aq menuggu part 13, gk usah ending jg g papa. kke~

  18. jin ara berkata:

    Waaaah seneng banget part ini publish ini ff yg selalu aku tunggu tiap part nya pasti aja ada yg bikin greget dan bikin pengen cepet2 baca part selanjutnya dan ga kerasa udh sampe part 12 .. Waaah ga tau dan ga mau liat ntar kalau nayoung tau soal taruhan itu gimana yunho oppa ???
    I’ll be there at the next part 🙂 thanks

  19. kriisvielf berkata:

    seneng bnget dech pas tw ff ny udh di post lagii…
    crtaa nyaaaa kereeenn bngeettt… dapat bnget feel nya hehe 😀
    eon, klwrin ff ny jgn lama2 dong.. lumutan nih nunggu nya 😀
    di tunggu ya part slnjut nyaaa

  20. Vera pebrianti berkata:

    Annyeong onnie 🙂 Aku readers yang setia menunggu di halte blog (?) onnie 🙂 Ini ff yang membuat aku jatuh bangun,dan menangis jatuh bangun karna ceritanya dan menagis karna waktu uplod nya yang Menguras emosi dan air mata hehehe 😀 oh iya onnie yang broken merried masih lama ya part selanjutnya? Dah dulu deh uneg-uneg nya di tunggu semua kelanjutan ff nya onnie 😀

  21. Shamusuki berkata:

    Viviiii…
    Ampun deeh, aku ketinggalan jauh baget ya??
    huft..
    Ikan oh ikan, aku tau kok kamu nggak segitu jahatnya *puk puk, cuma kepepet aja kaaaannnn..

    “sudahlah, kenapa harus repot-repot keluar negeri untuk bulan madu, bulan madu didalam kamar saja. tidak menghabiskan uang” Gezzzz ini evil emang bener-bener minta d timpuk…

    Masih ada beberapa typo siih, tapi it’s ok lah nggak terlalu fatal juga..
    Alurya juga udah mulai enak, tapiiii kenapa masih ada Gina?? hehehehe

    Rada esmosi soalnya kalo ada cewe satu itu, Yunho kan terlalu baik sama cewe Hhhhh.. Gemes deh sama kelakuan Yunho yg satu itu..

    Overall, makasih untuk update-annya..
    *Soorryyy bgt telat buka WP

  22. ariistyaana berkata:

    Uwoo jadi,jadi bakal ada honeymoon yang beneran..aaaa ditunggu sangat
    tapi itu gina,gag bakal bikin konflik yg wow~kan??

  23. kwonyunhee berkata:

    Mulai konflik ya eon? Aish, sedihh.
    Kok hae jdi jahat gtu to? Gina knpa jga nggak bsa move on? Huaaa, sedih bingit eonn

Your Comment become spirit for me ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s