Secret in Marriage

Bab 10

 

 

Hal tersulit dalam hidup saat kau tak bisa menggapai apa yang kau inginkan. Saat kau harus menjalani kehidupan yang membuatmu benar-benar tak dapat berkutik. Dan saat takdir benar-benar membuatmu harus melakukan semuanya. Kau terjepit, kau terpojok dan kau dihakimi. Wanita itu menangis sesunggukan, menatap sosok seseorang yang ada didepannya – terbaring lemah yang dibantu oleh alat-alat kedokteran— melalui kaca ruang ICU. Beberapa kali ia mengusap air matanya. Isakan tangisnya terdengar menyakitkan.

 

Lelaki disampingnya hanya dapat menahan napas. Apa yang harus dilakukannya, saat seseorang yang dikasihnya menangis dengan sesunggukan. Kadang dirinya merutuki sikap diam dan acuhnya selama ini. Kadang ia berpikir dirinya adalah lelaki teburuk yang pernah disamping wanitanya.

 

Dokter yang merawat Jung-in hanya menghela napas. Kondisi Jung-in tidak cukup baik. Harus dilakukan operasi secepatnya. Dan semua itu harus dengan persetujuan dari pihak keluarga. Dokter Han, menatap Nayoung dan Yunho bergantian, lalu mulai berbicara dengan tenang dan sabar.

 

“Jalan satu-satunya hanyalah melakukan operasi” Nayoung hanya bisa terdiam. Ia sungguh tak sanggup lagi melihat penderitaan yang diterima adiknya. Kenapa harus seperti ini.

 

Yunho bergerak dari tempat nya berdiri “Lakukan yang terbaik” ujar Yunho berusaha untuk tetap tenang. Jauh berbeda dengan keadaan Nayoung yang terlihat sangat tak stabil.

 

“Baik Pak” ujar Dokter Han. Beliau lalu meninggalkan mereka berdua yang masih terdiam didepan pintu ruangan gawat darurat.

 

Yunho menahan napasnya, lalu memandang Nayoung dengan perasaan campur aduk. Sedih dan kecewa. Yunho merengkuh Nayoung dalam dekapannya

 

“Semua akan baik-baik saja” janji Yunho pada isterinya. Nayoung mengangguk dalam dekapan Yunho. Masih dengan isak tangisnya. Yunho meringis dalam hatinya. Kenapa dia tak bisa menghibur isterinya dengan benar. Kau lelaki bodoh Jung Yunho.

 

“Sebaiknya kau istirahat, kau mau tidur disebelah ibu ?” tawar Yunho dengan sayang, ia merenggangkan pelukannya untuk melihat reaksi Nayoung. Nayoung mengangguk. Ia sudah tak sanggu berkata-kata. Nayoung berterima kasih pada Tuhan, mengirimkan Yunho untuk tetap disampingnya. Walaupun jalan kehidupan mereka berdua tak begitu baik.

 

“Tunggu disini aku akan menghubungi Hyera dulu. Duduklah ” Nayoung kembali mengangguk, Yunho mendudukkan isterinya diruang tunggu. Beberapa orang kepercayaan Yunho berdiri disana untuk berjaga-jaga. Insiden ini benar-benar membuat Nayoung terpukul. Dan enggan untuk berbicara banyak.

 

***

 

“Bagaimana dengan perkembangannya ?” tanya Yunho langsung

 

“Maaf Pak, ternyata mereka orang bayaran. Kami sudah menyelidikinya. Dan dalang dari semua ini adalah ayah dari isteri anda”

 

Yunho sudah menduga hal ini terjadi lagi. Napasnya memburu dengan kesal, matanya memicing seperti musang. Beberapa dari orang kepercayaannya hanya menelan ludah. Bos mereka sudah meradang. Ini berkemungkinan buruk.

 

“Dia sudah mendekam dipenjara, lalu siapa lagi yang menjadi kaki tangannya ?” tanya Yunho dengan nada dingin, mereka tak berani menatap Yunho. mata Yunho menyalang tajam dan tampak mengerikan. Walaupun ditutupi oleh sikapnya yang tenang dan datar.

 

“Sebenarnya dia masih dibantu oleh pemilik Y Grup Pak”

 

“Temukan buktinya, lalu bawa kemeja hijau. Tolong hubungi pengacaraku untuk menyelesaikan semuanya”

 

“Baik Pak”

 

“Lalu Y Group, mereka akan menerima hasil yang mereka tanam. Kau sudah menjalan apa yang aku perintahkan, Rocky ?”

 

lelaki itu mengangguk hormat, masih tak berani memandang Yunho “Saya sudah memerintahkan Han Jumin, untuk mengatasi masalah saham mereka yang turun. Dan sebagian dari saham itu sudah menjadi WT Corp.” Jelasnya panjang lebar. Yunho mengangguk, memerkan seringainya.

 

“Kau boleh pergi” lelaki itu mengangguk lalu meninggalkan rumah sakit.

 

Yunho mendesah pelan. Lelaki itu benar-benar mencari pembuktian dari apa yang diucapakan olehnya. Baiklah jika itu memang mau lelaki itu, Yunho tak akan pernah keberatan.

 

***

 

 

 

Hyera keluar dari ruanga operasi lalu menemui Yunho yang tengah duduk disalah satu kursi tunggu. Hyera tersenyum kecil, menyaksikan raut wajah Yunho yang sangat kusut dan tampak kacau. Baru kali ini Hyera melihat sahabat suaminya yang biasa tenang, menjadi sangat sensitif dan kacau. Hyera mencuci tangannya lebih dahulu, kemudian menemui Yunho yang duduk dengan gelisah.

 

“Kau baik-baik saja ?” tanya Hyera khawatir. Yunho mengangguk

 

“Kau bisa mengatur kamar untuk isteriku ? sepertinya dia tak terlalu baik”

 

Hyera mengangguk “Dia ingin disamping ibu nya” ujar Yunho diakhir kalimat

 

“Akan aku usahakan. Bagaimana kabar adik iparmu ?” tanya Hyera dengan lirih

 

“Buruk, dia harus dioperasi” Hyera mengangguk

 

“Hmmm… semoga operasinya lancar. Aku harus pergi dulu” Yunho mengangguk

 

“Terima kasih” ujarnya tulus. Hyera tersenyum mengangguk

 

 

 

***

 

“Disini nyaman” ujar Nayoung sembari memandangi pantai yang membentang indah dihadapannya. Yunho mengangguk. Kebetulan sekali hari ini jadwal tengah kosong. Tak ada salahnya untuk menemani sang isteri berjalan-jalan.

 

“Kau pernah kemari ?” tanya Nayoung dengan ceria

 

Yunho menanggapinya dengan tersenyum sembari menggeleng.

 

“Sudah aku duga” dengus Nayoung.

 

“Lihatlah, sebentar lagi matahari akan terbenam” Yunho menunjuk matahari yang ada didepannya. Nayoung tersenyum. Hal pertama dalam hidupnya, menyaksikan matahari yang terbenam secara langsung, terlihat begitu menakjubkan. Benar-benar indah.

 

Yunho mengambil kesempatan itu dengan memotret Nayoung. Indah. Hanya itu yang dapat disimpulkannya. Yunho terdiam kembali,ia baru tahu, memotret isterinya saat tersenyum adalah hal yang menyenangkan. Dan sepertinya bisa menjadi obat mujarab baginya.

 

Nayoung berbalik, lalu melambai kearah Yunho dengan senyumannya. Yunho melambaikan tangannya, lalu balas tersenyum. Yunho tak keberatan jika ia harus melakukan perjalanan bisnis keluar negeri asala dengan isterinya. Entah kenapa semenjak adanya Nayoung dalam hidupnya Yunho merasakan hal baru yang lebih berwarna.

 

Senyum Nayoung masih merekah hingga matahari benar-benar tenggelam. Lalu memandang Yunho yang ada dibelakangnya.

 

“Menyenangkan”

 

Senyum wanitanya berbeda. Lebih bernyawa dan telrihat benar-benar cantik. Pujinya dalam hati. Yunho tersenyum menanggapi ocehan Nayoung yang jauh dari hari-hari biasanya.

 

“Hmm… sudah malam, lebih baik kita kembali ke hotel”Nayoung mengangguk dan mengamit lengan Yunho. Yunho terdiam menatap lengan isterinya yang menggandeng lengannya. Dengan senyum dikulum, Yunho mengikuti langkah Nayoung.

 

 

 

***

 

 

 

Yunho duduk bersandar dikepala ranjang, mengerjakan proyek terbarunya yang ada di Jepang. Namun pekerjaan nya terinstrupsi dengan deringan ponsel miliknya. Yunho mendengus, lalu membuka kacamata bacanya. Menatap layarnya yang berkedip-kedip.

 

Changmin Calling…

 

Yunho mengernyit heran, kenapa Changmin menghubunginya tengah malam begini. Yunho lalu menjawab panggilan Changmin.

 

“Ya ?”

 

“Hyeong… ada berita buruk untukmu dan kakak ipar” Yunho menelan ludahnya, memandang Nayoung yang sudah tertidur lelap disampingnya. Lalu kembali fokus pada sambungan telponnya.

 

“Berita apa ?”

 

“Ibu Mertuamu dan adik iparmu mengalami kecelakaan di jalan. Dan lebih parahnya adik iparmu terkena tembakan yang entah dari arah mana. Kami sudah menghubungi polisi untuk menyelidiki ini. Dan untuk tindakan medis kami membutuhkan mu dan kakak ipar” terang Changmin panjang lebar. Yunho menghela napasnya dengan berat.

 

“Besok kami akan kembali. Kau sudah menghubungi ibuku untuk meminta perwaliannya ?” tanya Yunho kembali. Kali ini Changmin terdiam. Apakah dia harus mengatakan jika Nyonya Jung juga tengah di Jepang ? keluhnya dalam hati

 

“Nyonya Jung dan Jaejoong Hyeong sedang di Jepang”

 

“Huh ?” tanya Yunho kaget dan bingung, kenapa ibunya dan sepupunya yang usil di Jepang ? mungkinkah mereka mengutit dirinya dan Nayoung. Oh My…

 

“Jangan katakan jika mereka mengikuti kami”

 

“Yang aku dengar dari Jihye seperti itu” ujar Changmin polos, lebih tepatnya keceplosan. Changmin merutuki mulutnya yang tak bisa menjaga rahasia.

 

Perhatian sekali mereka. Lakukan perawatan yang terbaik untuk mereka, kau bisa membatuku kan ?

 

“Baik Hyeong… aku akan melakukan yang terbaik. Selamat malam, Hyeong”

 

“Hmmm”

 

Changmin mengangguk lalu memutuskan sambungan telpon diantara mereka.

 

“Ibu benar-benar keterlaluan”keluh Yunho dengan gelisah. Oh, kadang Yunho bingung sendiri denga ibunya, kenapa ibunya ingin tahu sekali semua privasi anaknya. Melelahkan juga jika seperti ini terus. Yunho bergegas merapikan tumpukan kertas dan mematikan notebooknya. Kemudian mencari tahu dimana ibu dan sepupunya menginap. Yunho pikir mereka juga akan menginap disini. Dihotel yang sama dengan dirinya.

 

 

 

***

 

Nyonya Jung sudah tertidur dengan lelap sedangkan Jaejoong sibuk menghubungi isterinya yang berada di Korea. Ketukan pintu kamar hotel membuatnya kesal, mau tak mau Jaejoong harus memutuskan sambungan telponnya dan bergegas bertemu dengan si pengetuk pintu.

 

“Selamat malam”lelaki itu tersenyum lebar namun terkesan sangat dingin. Jaejoong menelan ludahnya dengan gusar. Tamatlah riwayat mereka sekarang. Alasan. Benar Jaejoong harus mencari alasan.

 

“Malam” senyum Jaejoong merekah. Namun tak mempan bagi lelaki itu.

 

“Ibu dimana ?” tanya Yunho dengan nada tenang. Matanya menatap kedalam kamar, lalu kembali pada Jaejoong yang ada didepannya.

 

Ibu siapa ? aku disini dengan Hyuna” ujar Jaejoong berbohong. Yunho mengangkat alisnya dengan senyum miring. Masih berusaha berbohong.

 

“Jangan berbohong, aku tahu ibu disini. Jihye yang mengatakan semuanya padaku. Masih ingin berkelit ?”

 

Jaejoong terdiam kembali, mengkerut dan hanya menampilkan cengiran bodohnya. Yunho tersenyum kecil, lalu masuk kedalam.

 

Apa ibu sudah tidur ?tanya Yunho saat melihat ibunya tak ada didalam kamar. Jaejoong mengangguk

 

“Sepertinya Bibi lelah, jadi dia tidur lebih awal”

 

Yunho mengangguk “Kalian berkemaslah malam ini, keluarga Nayoung mengalami musibah. Dan kami akan kembali ke Korea besok pagi” Jaejoong terdiam, lalu mengangguk.

 

Yunho bergegas meninggalkan kamar inap ibunya dan Jaejoong, namun di instrupsi oleh Jaejoong. “Yunho-ya”

 

“Ya ?” tanya Yunho berbalik

 

“Apa kau tak ingin mendengar penjelasan kami?” tanya Jaejoong takut

 

Yunho mengernyit heran “Apakah perlu ? Aku sudah paham dengan kalian. Tolong sampaikan pada ibuku mengenai hal ini. Aku pergi dulu”

 

 

Jaejoong mengangguk “kau tidak marahkan pada kami kan ?” ujarnya takut-takut

 

“Belum, nanti aku pasti akan marah pada kalian” ujarnya sebelum meninggalkan kamar hotel.

 

***

 

Nayoung sudah tertidur disamping ranjang ibunya. Nayoung kembali mengucapkan terima kasih nya pada Tuhan. Karena mengirim Yunho untuk membantunya dalam beberapa hal. Termasuk ini. Kekuasaan dan uang membuatnya dekat dengan sang ibu. Walaupun ia harus menerima kenyataan pahit bahwa kini ibu dan adiknya terbaring lemah diatas ranjang.

 

Yunho bergegas masuk kedalam kamar rawat ibu mertuanya dan isterinya. Setelah berbicara dengan beberapa orang dari pihak kepolisian akhirnya Yunho dapat bernapas lega. Lelaki itu memang orang bayaran dari ayah tiri Nayoung. dan sepertinya kasus ini akan menjadi sedikit lebih runyam.

 

“Semua sudah dibereskan ?” Yunho menatap Yoochun yang baru masuk kedalam kamar rawat istri dan ibu mertuanya.

 

“Sudah. Lelaki itu akan dihukum sesuai dengan kejahatannya. Aku sudah merundingkannya dengan pengacaraku, dan seperti yang mereka katakan. Hukuman untuk lelaki itu akan ditambah. Lusa keputusan sidang” Yoochun mengangguk sembari menepuk bahu Yunho

 

“Kau harus sabar, dan sepertinya isterimu sedikit  shock “ Yunho mengangguk, dan memandang sahabat karibnya.

 

“Hmm…”

 

“Aku dengar Gina kembali ke Seoul kemarin” Yunho mengangguk biasa. Entah kenapa, mendengar nama Gina, Yunho tak merasakan dentuman jantungnya mengeras, dan lebih terkesan biasa. Dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu, berbeda jauh. Yunho tam memungkiri jika dirinya menyukai Gina, semua karena sikap dan daya tarik yang dimiliki oleh wanita itu. Namun kini semuanya terasa jauh berda, ada wanita lain yang menahan hatinya untuk tetap disana. Dan tak pergi kemana-mana.

 

“Hanya masalah pekerjaan selain itu tak ada” ujar Yunho pada Yoochun, yang sepertinya menantikan jawaban darinya.

 

“Oh… Nayoung mengetahui masalah kau dan Gina dimasalalu ?”

 

“Yah, aku menceritakan semuanya. Kau tenang saja, aku mencoba untuk menghargai Nayoung disampingku” Yoochun kembali mengangguk. Yoochun tersenyum dalam hatinya. Yunho mereka kembali menjadi lelaki yang hangat dan tenang. Syukurlah.

 

“Baguslah. Aku harus menemui Hyera dulu, jam kerjanya sudah selesai” Yuho mengangguk “Kau istirahat saja, matamu seperti panda” kekeh Yoochun. Dan Yunho hanya bisa tersenyum kecil.

 

***

 

Donghae menatap para tamu yang datang untuk menghadiri pernikahannya. Antara ingin dan tidak. Namun Donghae bersikeras untuk tetap menjalan pernikahan ini demi kebaikan semuanya. Setidaknya ia sudah melakukan hal yang paling diinginkan oleh pria itu.

 

“Kau gugup ?” tanya Ibu Donghae dengan nada lembut. Donghae tak menjawab. Dia hanya menggeleng dan bergegas untuk mengambil sarung tangannya. Mengalihkan semua perhatiannya dari wanita yang ada dihadapannya. Wanita yang membuat ibu kandungnya hancur.

 

“Ibu tahu kau pasti membenci ibu” ujar Ibunya dengan nada lirih, Donghae berbalik. Dirinya enggan untuk mengungkit semua itu kembali. Luka itu masih basah. Dan Donghae tak ingin membahasnya kembali.

 

“Jangan katakan apapun. Aku sudah muak mendengar cerita itu. ini permintaan terakhir lelaki itu yang aku kabulkan. Permisi” Donghae bergegas meninggalkan Ibunya dan keluar dari ruangan. Donghae terdiam disamping pintu yang sudah tertutup rapat. Matanya menyalang pada masalalunya. Lelaki itu—ayahnya—meninggalkan ibunya dan memilih untuk menikahi wanita lain. Lalu meninggalkan mereka begitu saja. Sampai saat Donghae beranjak menjadi anak lelaki yang mengetahui semuanya, lelaki itu muncul. Merebut semua kebahagiannya dimasalalu. Menjauhkannya dari jangkauan sang nenek yang mengasuh dirinya dari kecil. Karena ibunya meninggal saat umurnya menginjak dua tahun.

 

Donghae menarik napasnya. Kehidupannya tak senyaman orang lain yang ada disekitarnya. Namun ia mencoba untuk melupakan semua masa kelamnya. Entah salah atau tidak, jika dirinya menaruh rasa iri pada sosok Jung Yunho. lelaki yang mendapatakan semuanya. Berbeda dengan dirinya yang harus berusaha keras untuk mencapai posisi ini.

 

Ponselnya berdering. Satu pesan singkat masuk kedalam ponselnya. Permintaan maaf seorang Jung Yunho yang tak bisa menghadiri pernikahaannya. Donghae lalu menghubungi Yunho.

 

“Ada apa ?” tanya Hae langsung. Yunho menahan napasnya sejenak. Terlihat sangat lelah dari caranya berbicara dan mengambil napas

 

“Ibu mertuaku mengalami musibah. Maaf aku tak dapat menghadiri pernikahaanmu” ucap Yunho dengan nada menyesal. Hae mengangguk.

 

“Aku mengerti, semoga ibu mertuamu cepat sembut”

 

“Terima kasih”

 

Hae tersenyum “Aku menunggu hadiah pernikahaan darimu” Yunho tersenyum kecil

 

“Nayoung sudah menyiapkannya untuk kalian”

 

“Hmm.. sampaikan salamku padanya”

 

“Baiklah, sampai jumpa”

 

***

 

“Kau sudah bangun ?” tanya Yunho hati-hati. Nayoung mengangguk lemah. Dirinya berusaha untuk duduk dengan sandaran bantal yang ada dikepala ranjang. Yunho membantunya dan duduk dipinggir ranjang. Menatap Nayoung yang terlihat sedikit lebih segar, walaupun gurat kegelisahan dan lelah masih jelas terpancar dari wajahnya.

 

Nayoung menatap Yunho dengan sayu dan teduh. Lelaki itu tampak tenang walaupun sangat lelah. Nayoung memberikan pujian untuk sikap Yunho kali ini. Paling tidak lelaki itu tidak menyebalkan seperti dulu.

 

“Bagaimana keadaanmu ?” tanya Yunho dengan nada tenang. Nayoung tersenyum lemah

 

“Tidak baik. Jung-in sudah selesai operasi ?” tanya Nayoung dengan lirih. Yunho mengangguk. Tangan Yunho terjulur untuk membenahi anak rambut yang terlihat kacau diiwajahnya.

 

“Hmm… besok akan dipindahkan kekamar ini. Kau tenang saja” Yunho mengulurkan tangannya untuk menyentuh pipi Nayoung, membuat wanita itu semakin tenggelam dalam pesona lelaki yang ada didepannya.

 

“Jangan pikirkan apapun, semua akan baik-baik saja” ucap Yunho dengan yakin. Nayoung mengangguk dan menyentuh tangan Yunho yang ada di pipinya.

 

“Terima kasih untuk semuanya” ucapnya tulus.

 

Yunho tersenyum, matanya menatap intens pada mata bulat Nayoung “Sudah menjadi kewajibanku. Kau lapar ? kau ingin memakan sesuatu ?” tanya Yunho lalu menarik tangannya dan menyentuh tangan Nayoung dengan sayang

 

“Tidak perlu, kau pasti belum istirahat. Sebaiknya kau tidur. Lingkaran matamu semakin melebar” ejek Nayoung sembari menyentuh lingkaran hitam dibawah mata suaminya

 

“Ck… kau berlebihan. Aku belikan makanan dulu, kau tunggu disini” Yunho bergegas untuk bangkit, namun dicegah oleh Nayoung.

 

“Kenapa ?”

 

“Bisa kita membelinya bersama?” tanya Nayoung sembari menatap Yunho dengan memohon.

 

“Lalu siapa yang menjaga ibu ?” Yunho  bertanya dengan nada bingung.

 

“Mereka” Nayoung menunjuk beberapa orang yang sedari tadi sudah berdiri diambang pintu tanpa sepengetahuan Nayoung dan Yunho. Yunho berbalik. Menatap mereka dengan kesal. Lagi-lagidiikuti oleh mereka. Oh Ya ampun. Keluh Yunho dalam hatinya

 

“Kalian pergilah, biar ibu dan Jihye yang akan menjaga besanku. Ehem… perginya lama-lama juga tidak apa-apa” ucap Nyonya Jung menatap Yunho dengan sedikit takut. Dirinya menyadari kesalahan yang diperbuatnya di Jepang. Menguntit anak sendiri.

 

“Aku masih kesal pada ibu” ucap Yunho berpura-pura marah. Masalah di Jepang, harus dibahas. Tapi tidak mungkin sekarang, karena Nayoung tak mengetahui, jika mertua kesayangannya menguntit mereka.

 

“Heh ? Nayoung –ya… lihatlah suamimu, bersikap seperti itu pada ibunya. Kau tidak kasihan melihat ibu mertuamu” ucap Nyonya Jung dengan sedih didepan Nayoung. Yunho mendengus kecil

 

“Tenang saja Ibu, Yunho tidak benar-benar marah pada Ibu. Benarkan ?” Nayoung memalingkan wajahnya pada Yunho, dan Yunho yang menggeleng tegas. Nayoung kesal juga lama-lama.

 

“Benarkan JUNG YUNHO” tegas Nayoung dengan mengertakkan giginya

 

“Iya-iya. Aku kelaparan, jadi tidak mencari makannya ?” tanya Yunho mengalihkan perhatian. Nayoung mengangguk.

 

“Kalian hati-hati ya” ucap Nyonya Jung tersenyum lebar

 

 

 

***

 

Yunho menyesap air mineral yang dibelinya, dan Nayoung kini duduk disampingnya sembari memakan mi ramen. “Kau tahu siapa dalang dibalik semua ini ?” tanya Nayoung sembari memalingkan wajahnya menatap Yunho.

 

“Jangan memikirkan itu, lebih baik kau pulihkan dirimu. Yang terpenting sekarang Ibu dan Jung-in baik-baik saja” ucap Yunho dengan tenang. Nayoung mengerjap, lalu meminum air mineral yang ada didepannya.

 

“Jangan menutupi hal ini dariku, Jung Yunho. Aku anaknya dan aku berhak tahu”

 

Mulai lagi, sifat keras kepalanya yang memang tak pernah hilang. Yunho kemudiam mengambil napas sejenak sebelum menjelaskan semuanya pada Nayoung “Masalah ini sebenarnya memang perbuataan ayahmu. Walaupun keputusan sidang dua hari yang lalu, ayahmu dinyatakan bersalah. Dia masih memiliki koneksi dengan dunia luar, lebih tepatnya dibatu oleh bos besarnya”

 

Nayoung hanya diam, dirinya mencerna semua yang dikatakan Yunho. hatinya bertanya, kenapa ayah tirinya begitu tega pada mereka. Apa dia tak memiliki hati nurani ? Nayoung ingin meneteskan air matanya, namun ditahan. Ia menatap Yunho kembali, melihat pria yang berstatus sebagai suaminya dengan pandangan tak percaya. Yunho yang sedari tadi hanya menatap kearah jendala kini merasa sedikit terganggu dengan pandangan Nayoung yang intens

 

“Kau kenapa ?” tanya Yunho salah tingkah

 

Nayoung menggeleng, ia tak selera untuk menghabiskan ramen yang dipesankan oleh Yunho “Kita kembali saja kerumah sakit” ucapnya lirih.

 

“Habiskan dulu ramen nya. Kau belum makan sejak tadi”

 

Nayoung kembali menggeleng “Kenapa ?kau masih memikirkan ini ?” Yunho menarik napasnya pelan, lalu kembali bersuara “Lee Nayoung, dengarkan aku. Kau tak perlu memikir semua ini, aku sudah memerintahkan pengacaraku untuk mengatasi ini dan memberikan hukuman setimpal untuk kejahatan yang buat ayah tirimu. Jadi kau tenang saja, oke ?” jelas Yunho panjang lebar. Tangannya menyentuh tangan Nayoung untuk menguatkan istrinya. Nayoung terdiam. Mencerna dengan logikannya.

 

“Aku tahu, aku hanya ingin kembali kerumah sakit” ujarnya mencoba untuk tersenyum. Yunho mengangguk.

 

“Ayo…Langit sepertinya akan turun hujan” ucap Yunho lalu mengamit tangan Nayoung. Mereka beranjak dari tempat duduk.

 

“Hmm…” ujar Nayoung malas menanggapi. Suasana hatinya kini tak menentu.

 

“Ingat, Lee Nayoung. Jangan pikirkan apapun” ujar Yunho sebelum mereka masuk kedalam mobil hitam miliknya. Nayoung mengangguk paham. Mungkin jalan satu-satunya memang memanfaatkan kekuasaan seorang Jung Yunho.

 

Dalam perjalanan menuju rumah sakit, Yunho dan Nayoung tak banyak berkomunikasi. Yunho fokus pada jalanan yang sedang diguyur hujan sedangkan Nayoung sibuk memikirkan beberapa hal yang terjadi dalam hidupnya. Matanya menatap kosong pada arah jalanan yang tengah dibahasi oleh air hujan

 

“Kau tahu, kadang aku berpikir aku adalah wanita murahan” ucap Nayoung dengan lemah. Yunho memandang isterinya sejenak, lalu kembali pada kemudinya.

 

“Jangan berpikir kau lebih buruk dari yang lain. Karena kau tak seburuk itu” ucap Yunho yang mengetahui jalan pikiran isterinya.

 

Nayoung tersenyum miris “Aku bahkan jauh lebih buruk dari siapapun. Apalagi saat aku melihat Gina, aku berpikir betapa jahatnya diriku. Kau dan Gina saling mencintai dan aku adalah penghalang bagi kalian. Aku hanya bisa menyusahkan dirimu. Apa aku masih bisa berguna untukmu ?” tanya Nayoung dengan nada sedih. Yunho lalu menepikan mobilnya. Ia tak ingin berdebat dialam mobil sembari memegang kemudi.

 

Yunho mematikan mesin mobilnya lalu memandang Nayoung yang masih sibuk dengan pemikirannya.

 

“Sebaiknya kita berpisah saja” putus Nayoung akhirnya. Yunho menelan ludahnya. Dua hari ini ia tak beristirahat dengan cukup. semua itu dilakukannya hanya untuk membuat istrinya tidak cemas dan tidak memikirkan hal negatif apapun. Dan sekarang.

 

Yunho sedikit terpancing emosi namun ditahannya “Kau sadar apa yang kau ucapkan ?” tanya Yunho sarkatik. Nayoung menghela napasnya, lalu memberanikan dirinya menatap Yunho yang sangat terlihat sedikit marah ?

 

“Aku sadar, aku selalu menyusahkan kau, ibu dan ayah. Ayah tiriku tak mungkin berhenti sampai disini saja, Yunho. Aku tak mau kau berkorban banyak untukku dan keluargaku” ujar Nayoung dengan nada sedih, air matanya hampir tumpah. Ia  menggigit bibirnya agar tidak menangis didepan Yunho. Nayoung kembali mengalihkan pandangannya kearah jendela yang lembab.

 

Yunho diam, ini bukan saatnya mereka berdiskusi. Istrinya sedang dalam masa yang rumit, jad Yunho memilih untuk mengalihkan topik. “Berpikirlah dengan kepala dingin Nayoung ssi. Kita akan bahas ini nanti, tidak sekarang” akhirnya Yunho mengatakan hal yang membuat Nayoung terdiam.

 

 

 

***

 

“Bagaimana keadaan ibu ?” tanya Nayoung sembari duduk disamping ranjang ibunya. Ibu Nayoung tersenyum melihat putri nya

 

“Ibu baik sayang, kau tak perlu cemas” ujarnya dengan bijak.

 

Nayoung mengangguk. Pagi ini Nayoung bergegas untuk menjenguk ibu dan adiknya, tanpa sepengetahuan Yunho. lelaki itu masih diam dan tak berbicara banyak padanya. Nayoung juga enggan membuka suara jika mereka sedang berdua.

 

Tentang kasus ayah tirinya, Yunho benar-benar membuktikan apa yang dikatakannya. Lelaki itu mendekam didalam penjara selama dua puluh lima tahun, karena percobaan pembunuhan. Namun Y Group masih bisa bernapas sedikit lega, karena mereka tak jatuh bangkrut. Hanya pengambil alihan saham. Dan direktur utama Y Group sudah ditendang jauh-jauh oleh Yunho.

 

“Selamat pagi”

 

Lamunan Nayoung terintrupsi oleh panggilan  Dokter tampan yang dikenalnya beberapa bulan belakangan ini. Lelaki itu tersenyum lalu menyapanya seperti biasa. “Bagaimana kabarmu kakak ipar ?” tanya dokter Shim dengan senyum lebarnya

 

Nayoung hanya tersenyum membalas sapaan lelaki itu “Baik, apa keadaan ibuku semakin membaik ?” tanya Nayoung

 

“Aku akan memeriksanya dulu” Nayoung mengangguk paham. Changmin mulai memeriksa tensi dan detak jantung ibu Nayoung. Lalu mencacatnya dibuku laporan pasien miliknya

 

“Kondisinya normal. Dan kemungkinan lusa Bibi sudah diperbolehkan pulang kerumah” ucapnya. Nayoung mengangguk, ia mengelus tangan ibunya dengan sayang.

 

“Bagaimana dengan Jung-in ?” tanya Ibu Nayoung

 

Changmin berdehem sedikit “Keadaannya cukup baik, namun pemulihan pada bekas jahitannya harus menunggu lagi. Mungkin minggu depan. Semua tergantung dengan kondisinya” ujarnya dengan santai.

 

“Baiklah, saya permisi dulu. Mari kakak ipar” Nayoung mengangguk, memperhatikan punggung Changmin yang meninggalkan ruang rawat ibunya.

 

“Ibu aku harus bekerja, sampai nanti” pamitnya, lalu mencium kening ibunya.

 

 

 

***

 

 

 

Beberapa hari belakangan ini, hari nya terasa lebih buruk dari sebelumnya. Wanitanya tak pernah bebicara padanya, jangankan berbicara melihatnya saja tidak. Perasaanya kacau, semua cara dilakukan oleh Yunho agar fokusnya tidak kembali lagi pada Nayoung. Namun semuanya juga percuma. Bayangan senyum wanitanya menghantuinya, dan kali ini dengan porsi yang jauh dari kata sedikit. Yunho merutuki sikapnya yang seperti remaja labil. Huh…

 

Yunho menghela napasnya, setelah berusaha mengatur jalan otak dan hatinya dengan benar—walaupun tidak sepenuhnya benar— kali Yunho kembali berkutik dengan dokumen yang ada didepan matanya.

 

“Permisi pak” Yunho mendongak, melihat wanita yang ada didepannya.

 

“Ya ?” tanya Yunho dengan tenang

 

“Anda diminta Mr Harvey untuk meninjau ulang anak perusahaan yang ada di London”

 

“Kapan ?”

 

“Besok, apakah anda ingin diwakilkan atau—“

 

“—saya sendiri yang akan ke London” ucap Yunho memotong. Sang asisten hanya mengangguk, dan bergegas untuk memesan tiket.

 

Yunho memijat pelipis nya pelan. Lalu mengambil ponsel yang ada diatas mejanya menghubungi nomor yang sudah dihapalnya diluar kepala, namun tersambung oleh voice mail. Yunho menarik napasnya dengan gelisah. “Aku harus ke London. Sampai bertemu nanti”

 

Yunho harus mencoba ini, memastikan apakah perasaannya benar, atau hanya semua. Semua harus dibuktikan bukan ? dan dirinya akan mencoba. Walaupun akan terasa menyakitkan nanti.

TBC

Wkakakakaa…

Setelah baca setumpuk novel terjemahan akhirnya saya bisa kembali menulis ini. Semoga tidak mengecewakan. Kejutan kan di part 10 ??? wkwkwk

Sayangnya saya belum berani memasukkan unsur NC disini, padahal udah baca beberapa novel smut*plak* tetep aja belum menemukan situasi yang cucok xD

Maybe di part sebelas kali ya.. hoho*nggak janji tapi*ditimpuk*

Okesip,… dengan hati terbuka saya menerima setiap keritikan 🙂 yang diberikan. Jangan takut buat mengkritik selama itu membangun dan menghasilkan energi positif ^.^

Yang terakhir.. alhamdulillah IPK saya 3,4 ^___^ walaupun belum puas, tapi harus disyukurikan. Makasih atas doa para readers sekalin.. saya sayang kalian..wakakaka*sok romantis saya* plak!

Ctt : saya nggak bisa buat adegan romantis, soalnya engga pernah diromantisin sama KIM JUNSU… hoho…

 

Iklan

39 thoughts on “Secret in Marriage

  1. ftunnisa berkata:

    akhrnya keluar jg
    ky nunggu jakpot nungguin ff.
    mrka ga jd pergi k jepang brg?
    kyny agk kecepetan alurny, agk bingung..
    *hehehe menurt saya..

  2. ulfa choi berkata:

    alhamdulilah udah d post jg. . .

    Hahaha pengen pux ibu mertua kyk ibu jung gokil banget. . . .

    Nayoung bodoh banget mau minta cerei ma yunho. . . Pd hal yunho kn perfect banget jd suami. . .

  3. nhelfishy berkata:

    akhirnya keluar ini part…tiap hri ngecheckin mulu…yaaahhh..ini part kurang greget..aku sedikit bingung awal bacanya..next partnya yg romantia gtu thor yunho sm nayoung nya *puppyeyes*

    Dan jangan lama2 ya next partnya khan lagi libur..udah gak ujian
    hehhehe

  4. lestrina berkata:

    Kirain pas diakhir kalimat part 9, berlanjut ke part ini. Pdhl nunggu hukuman apa yg diberikan yunho ke nayoung. Kasihan bgt kluarag nayoung… Nayoung n yunho jgn pisah donk, disini mrka dh mulai saling menyukai.
    Congratz ya atas IPnya, lumayan bgs loch. Berarti part 11 nya bisa di publish secepatnya n iya nieh kpn unsur NCnya dimunculin hehehe…*yadongnya keluar.

  5. yanty berkata:

    Part ini biki galau…
    Yunho sama Nayoungnya jgan pisah ya…
    Gak rela,mereka harus bersama & semoga mereka cpat punya anak..
    Dtggu part 11nya..
    Semangat 🙂

  6. shawolelf berkata:

    akhirnya setelah nunggu sekian lama part 10 nya nongol juga, ff nya kurang panjang thor tadi nya berharap di part ini kejutan nya yunho, nayoung bakalan bikin anak eh ternyata kejutannya keluarga nayoung kena musibah, penulisan ff keren thor part 11 nya lanjut ya kalau bisa yang panjang ya thor sama banyakin moment romantis yunho, nayoung nya

  7. chemistryrain berkata:

    Omg *uring2an
    itu beneran mereka mau cerai??? Jangaaan,,, nayoung keknya hopeless banget ya sama apa yg t’jadi sama kehidupannya *poor nayoung atau itu bentuk dar kecemburuan nayoung sama hubungan yunho ma gina d masalalu, oh ayolah nayoung jgn seperti itu kasihan t suami kamu galau terus,,,
    okey ditunggu part selanjutnya,,, semoga part 11 cepat update nya, penasaran ma nasib pernikahan mereka 😦

  8. syari berkata:

    sedikit kecewa memang,karena di part ini dikit banget,nunggunya nyampe sebulan,tau nya gini…hadehhhhhhhhhh 😦 …
    selamat buat authornya IPK nya udah bagus itu…semangat yaa buat lanjutannya…jangan lama2

  9. evi berkata:

    akhirnya ff ini publish juga, lama banget aq nungguin nya, tiap hari aku buka email q berharap ff ini dah di publish, dan kamu benar viivii, part ini mengejutkan sekali, kok tiba2 nayoung minta cerai, ckckckkckck, mana yunho nya mau ke london lagi, aq jadi nggak sabar tunggu part selanjutnya semoga part selanjutnya cepat di publish ya….

    buat nyonya kim selamat ya atas IPK nya

    Thanks a lot

  10. Ika kyu's wife berkata:

    Ya alloh hampir setiap hri buka ini blog nungguin updetan..akhir.a nongol jg part 10…omo~ wae ireohke??? Jgn pisah pliiisss..v,v)
    aq syang yun+na…*plakk
    tapi aku suka jg sih bca yg sad ending hahahahaha*evillaugh
    dan aq msih nungguin part romantis.a donk..,,banyakin lagi bca yg romance yh ny.kim *ajaransesat
    Semangat viviiiiii…… *poppo junsu -ooopssss XD

  11. jewelchi berkata:

    aa..ya amppuuuunn keluar juga yang part 10 ><
    baca2 postingna wp nya, yg katanya laptopnya rusak dan blm bisa nulis lagi. udah nebayangin aja pertengahan tahun baru rilis part 10 nya *lebaii.
    ok cus baca dulu ~

  12. lala berkata:

    walaaaahh,…
    kok nayoung nya malah minta cerai.
    jgn dong,..
    hem,aq rada bingung neh ma bagian ceritanya donghae dpart ini.
    KEREN!!!!!!!

  13. qoyah cassie berkata:

    eonnie,, gomawo udh dkrmin link nya 🙂 mian g bsa komen di wattpad, pke hp soalnya eonn jd g bsa..
    Yah eonn jgn pisah dong mrekanya, pleaseeee ya eonn.. Wkwkkkk,, yunpa kasian atuh, entar dia stress lg, ayo dong part slnjutnya baikan n punya anak ya eonn??wkwkkk, ak tunggu ya eonn:)
    oya, slmet buuat IPK nya ya eonn 🙂

  14. syifasuju18elf berkata:

    wahhhh….akhirnya keluar juga…. author aku rajin banget buka blog ini hanya untuk ngcek ff ini udah ada part barunya apa belum….
    good…. ceritanya bguzzzz….
    waduh…knepa harus muncul kata perpisahan dianta yunppa and nayoung eonnie????
    ciant yunho oppa….
    ditunggu postan lnjtnnya author…. hwaighting………

  15. kanahVIP berkata:

    huaa thor ip kita hampir sama *tos*
    kenapa kelanjutan.nya cepet sekali ? Kurang lama ini thor #nyindir
    kira2 ni ff tamat sampek part berapakah ?
    Itu nayoung kenapa berfikiran seperti itu ? Terus kenapa ni kejutannya ternyata dari sang ayah tiri -_- , gak jadi yadongan dah #plakk

  16. LJK~ berkata:

    nayoung yunho jgn pisah doong
    Momen indah mereka blm bnyak jg T.T
    Yunho k london mw merenung kah?kekeke
    Yakinkan hatimu utk nayoung!

  17. fath berkata:

    akhirnya pdate juga ^^
    aaaa , NGGAK BOLEH PISAH !!!
    mungkin berpsiah untuk sementara aja gpp deh.
    tapi nanti yunho harus balik lagi.

  18. ci2t berkata:

    AKHIRNYA……..*fiuh
    dah lama banget nunggu part 10 nhe…..
    aaa……q pikir part 10 mo ‘bikin’ yunho junior……..eh ternyata Yun Na malah berniat pisah…..
    jangan dong author oenni…….*Please
    tp over all DAEBAK…..
    part 11 nya ditunggu sangat
    jangan lama2 ya………

  19. jin ara berkata:

    Iya ini surprise sekali di part 10 🙂 jd bingung mau komen apa ??? Eemmmh komennya mungkin part nayoung bersama yunho nya aga di perbanyak kali ya , jd penasaran juga sama nasibnya donghae setelah menikah o iya nayoung blm tau kan ya kalau yunho sama donghae taruhan soal saham ???? Pas baca di awal ga ngerti jd baca lg part 9 tbc nya gimana pas ke bawah2 baru ngerti waaah ini outhor dhaebak bikin ceritanya keren keren .. Di tunggu part selanjutnya

  20. Shamusuki berkata:

    Hehehe… Udah keluar ternyata..
    Untuk part 10 ini, komentarnya adalah :
    1. Cerita awalnya agak membingungkan, mungkin niat awalnya mau bikin kejutan atau gimana, tapi nge-twist kayak gini malah bikin reader bingung. Aku sendiri bingung, sampe baca ulang end part 9. Kalau memang ff ini mau di angkat ke novel, twist di awal paragraf untuk chapter baru yang memiliki hubungan dengan chapter selanjutnya itu tolong dihindari. Twist legal selama berada di posisi nyaman untuk dibaca, dan dipahami.
    2. Bisa dibilang part ini part klimaks, tapi kecepetan buat di bikin klimaks, ada tokoh yang nasib dan alurnya belum jelas, like Donghae.
    3. Ibu Yunho selalu membuatku jatuh cinta.. I Love You Ny.Jung ;p
    4. Perasaan Yunho disini, sudah digambarkan dengan jelas, berhubung Yunho bukan tipe lelaki romantis, jadi aku nggak pernah berharap adengan romantis mereka banyak. Romantisme antar Yunho dan Nayoung sudah disampaikan dengan baik melalui kata-kata, maupun gesture yang mereka lontarkan.

    Untuk Chapter selanjutnya lebih semangat lagi ya…Ayo jadikan ff ini novel !!!!

  21. minkijaeteuk berkata:

    akhir y keluar juga part 10 y udah nunggu lama,,,, pertama baca agak bingung sih krn ending part 9 y kan kyk gt,,, n dipart 10 y tau2 jung in n ibu y kecelakaan q kira q yg ada ketinggalan cerita tau y setelah baca paham n dijelasin perkara y knp bisa di rmh sakit…..
    nayoung y bener tuh dlm keadaan emosi jd pikiran y kurang jernih jd mutusin yg engak2 gt,,,, yunho cepet tegasin perasaan y ke Nayoung biar cepet selesai n nayoung ngak minta pisah…
    Lanjut….

  22. anggrainimiranti berkata:

    eonni, congratulation anyway buat ipk nya ^^
    kayaknya alurnya agak kecepeta ya eonn, aku pikir di part ini bakal nyeritain liburan mereka ke jepang, cerita mereka di pesawat, cerita yunho yg lg kerja tp msh mikirin nayoung, nayoung bete di hotel nunggu yunho..dan apa pula ini eonni, kenapa si nayoung jd minta cerai?? bener2 kejutan! huhuuhu, jangan pisah ya eonn, yunho nya udh sayang banget itu..ditunggu part 11 nya, jangan lama, please 😀

  23. Kim Hyewon berkata:

    keluar….
    tapi kenapa ceritanya aga “berubah ” yah????
    perasaan ja mungkin

    ceritanya tetep bagus ko thor,,,
    kenpa nayoung dibikin galau di akhir gini kan kasian daddy nya…hiks…
    lanjutannya asap

  24. ayuna berkata:

    akhirnya part 10 selesai juga… Hmm.. konfliknya mulai selesai satu2 nih…
    tapi, Astaga, itu kenapa Nayoung sikapnya gt?? u,u well, baca part selanjutnya dulu wes~ XD

  25. ariistyaana berkata:

    Seneng baca part ini di akhir2 yg sempet tegang..
    Huft
    semoga aja yunho oppa enggak ngambil keputusan yg extreme(?)

  26. aliz berkata:

    aaaaa……. andwae!!! jangan pisah.

    hiks kenapa nayoung g bisa ngrasain klo yunho mulai sayang ma dya?

  27. kwonyunhee berkata:

    Mau komen apa yaa eon, bingung. Huuh, cuma pingin bilang kalo ceritanya bikin nagih, hahahaaa. Lanjutkan eoooon, saranghae pokmen ^^

Your Comment become spirit for me ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s