Secret In Marriage

 

Bab 9

 

Pagi menjelang, ketika burung mulai berkicau dan matahari menyongsong naik keperaduannya. Mata indahnya mengerjap, ia berusaha mengumpulkan nyawa untuk benar-benar sadar pada keadaan disekitarnya. Dirinya masih bergelung dibalik dada bidang lelaki yang berstatus suaminya. Nayoung. Hanya tersenyum menyaksikan pahatan wajah indah nan mempesona yang diberikan Tuhan olehnya. Dia sempurna dengan segala kekurangannya yang mencolok. Lelaki berwajah keras dengan hati yang lembut, lelaki tampan yang enggan menjunjukkan kasih sayangnya pada orang disayanginya.

Aneh memang, dan itulah seorang Jung Yunho yang dia lihat. Yunho menggeliat, mengetatkan pelukannya. Menarik istrinya untuk lebih dekat padanya, entah sengaja atau tidak, Nayoung tidak paham. yang dia tahu, jantungnya sudah berdetak lebih dan lebih cepat dari biasanya.

“Aku harus bangun” gumam Nayoung sebelumia terhanyut pada perasaannya.

“Jam berapa ?” tanya Yunho dengan enggan, matanya tak terbuka. Hanya suara serak khas nya yang terdengar

“Em.. jam tujuh, mungkin. Cepatlah, bukankah kau harus bekerja ?” tanya Nayoung dengan kesal. Yunho tersenyum dalam hatinya. Ia hanya ingin memeluk wanitanya sampai ia puas. Dia sendiri tak tahu, kenapa suasana hatinya cepat berubah, ketika disamping seorang Jung Nayoung.

“Jung Yunho ssi” kesal Nayoung sembari memukul pelan dada Yunho. Yunho melepaskan pelukannya, mata musang terbuka, menatap mata bulat milik Nayoung. Mata indah yang memancarkan keistimewaan. Mata yang memberikan ketenangan dalam hatinya.

“Apa ?” tanya Yunho pelan

Nayoung terdiam, kenapa terjadi situasi seperti ini ? yang diinginkannya bukan situasi seperti ini. Menyebalkan. Rutuknya dalam hati. “Aku mau mandi, jadi lepaskan pelukanmu” cibir Nayoung untuk menutupi perasaannya. Yunho tersenyum. Lalu memberikan ruang pada Nayoung untuk berdiri dan segera meninggalkan kamarnya.

 

***

 

Yunho memijat kepalanya yang terasa pusing, akhir-akhir ini banyak sekali pekerjaan yang menyita pikirannya. Beberapa investor mengajukan tawaran yang menggiurkan, namun tetap saja ia harus memilih salah satunya, demi kelancaran bisnis.

“Kau terlihat tidak baik, nak. Ada apa ?” tanya ibu mertuanya dengan perhatian. Yunho tersenyum sembari menggeleng

“Tidak apa-apa. Hanya masalah pekerjaan saja. Apakah Jung-in sudah berangkat kesekolah ?” tanya Yunho

“Sudah, dia selalu berangkat setiap jam enam pagi. Kau tahukan rumah kami jauh dari halte bus yang biasa menjemput Jung-in kesekolah”

“Ouh…” angguknya dengan tenang “Boleh aku menyarankan beberapa hal bu ?” tanya Yunho dengan hati-hati. Ibu mertuanya meletakkan cangkir kopi hangat didepan Yunho, lalu menarik sebuah kursi untuk tempatnya duduk. Ia memandang menantu lelakinya dengan tenang.

“Apa yang ingin kau sarankan,nak ?”

“Bagaimana jika, ibu dan Jung-in tinggal di apartemen yang dekat dengan sekolah Jung-in. Kebetulan, aku memiliki sebuah apartemen disana. Jadi kalian bisa tinggal disana” ujar Yunho sembari mnyeruput teh yang ada didepannya

“Terima kasih, tapi kau tak perlu repot-repot. Kami masih nyaman untuk tinggal disini” ucap mertuanya dengan lembut.

“Tidak apa-apa”

 

***

 

Donghae menatap sekelilingnya. Kepalanya terasa pusing dan berdenyut. Ia melirik kebeberapa arah, lalu menyadari bahwa ia tidak dikamarnya. Melainkan dikamar orang lain.

“Kau sudah bangun ?” Donghae terdiam. Dirinya mentap Gina yang sedang membawa nampan dengan roti panggang dan susu diatasnya

“Ya. Maaf merepotkanmu” ujar Donghae pelan

“Tidak masalah, aku buatkan roti panggang dan susu. Kau tadi malam mabuk berat. Ada apa ?” tanya Gina sembari meletakkan nampan yang dibawanya lalu duduk dipinggir ranjang.

“Oh… hanya masalah pekerjaan. Dan beberapa hal yang menganggu saja” ujarnya dengan santai.

“Eum.. tadi malam aku mencari calon istrimu, dan sepertinya dia sudah pergi. Jadi aku membawamu kekamarku saja. Tidak masalah bukan ?” tanya Gina dengan senyuman

“Tidak, tidak apa-apa. Kau bagaimana ? kudengar kau kemari untuk membangun sekolah modeling dan membangun butik baru” tanya Donghae lalu membenarkan duduknya. Gina tersenyum,dia beranjak untuk membuka tirai jendela yang sedari tadi tertutup.

“Ya, rencana awalnya seperti itu” ujar Gina

“Oh, kalau ada apa-apa kau bisa menghubungiku” ucap Donghae. Gina mengangguk tersenyum.

“Aku ingin bertanya, tentang Yunho”

“Ya katakan saja”

Gina terlihat gelisah, lalu ia memilih duduk disalah satu sofa miliknya “Apakah dia mencintai istrinya ?”Donghae terdiam. Dia tahu selama ini Gina menyukai Yunho. Namun sepertinya Yunho hanya menganggap Gina sebagai teman saja. Tidak lebih. Apalagi saat itu Yunho sudah memiliki In-ah disampingnya.

“Aku rasa” gumam nya tak acuh.

“Kenapa kau bertanya seperti itu ?” tanya Donghae ingin tahu

“Hanya ingin saja”

***

 

“Jihye… cepat turun, ini sudah waktunya untuk sarapan” teriak Nyonya Jung nyaring. Jihye hanya mendengus dengan kesal. Ia merapikan tatanan rambutnya dan menyiapkan buku-buku yang harus dibawanya pagi ini.

“Jika setiap hari seperti ini, lebih baik aku mengungsi dirumah kakak saja” gumam Jihye dengan kesal. Setelah merapikan semuanya, Jihye turun kebawah dengan malas. Ia menemui ibu dan ayahnya yang sedang sarapan. Nyonya Jung tersenyum lebar lalu memberikan piring pada putri bungsunya.

“Ayah, apa ayah memberikan kartu kredit ayah pada ibu ?” tanya Jihye.Tuan Jung meletakkan korannya dan menatap putrinya dengan tatapan penasaran

“Sama sekali tidak, kenapa ?”

“Tidak biasanya, Ibu tersenyum lebar. Biasanya selain mengomel, ibu akan berteriak. Lalu hari ini ia tersenyum lebar, apa menurut ayah itu tidak aneh ?” tanya Jihye dengan bingung. Nyonya Jung masih tersenyum, lalu menjawab pertanyaan putri bungsunya.

“Anak ini… tadi ibu mendapat telpon dari Yunho. Dia meminta ibu untuk mengurus apartemennya yang ada didekat sekolah Jung-in. Dan kau tahu, Yunho mengatakan pada ibu jika besan ibu akan tinggal disana. Dan artinya ibu akan semakin dekat dengan besan ibu”

Jihye menatap ibunya lemah. “Ya Tuhan.semoga saja Jung-in dan ibunya betah dikunjungi oleh ibu”

Nonya Jung mencibir anaknya dengan kesal, sedangkan Tuan Jung hanya bisa menahan tawanya agar tidak lepas. “Dasar anak kurang ajar, padahal kau sudah jauh dari kakakmu. Kenapa sifat menyebalkannya mengalir padamu” keluh Nyonya Jung dengan kesal. Jihye tersenyum geli.

“Ibu itu gen” jawab putrinya tanpa sungkan. Nyonya Jung mendelik.

“Habiskan sarapanmu, dan siang nanti temani ibu membeli beberapa prabot” Jihye mengangguk malas.

 

***

 

“Kau akan merepotkan ibu” komentar Nayoung saat suaminya menghubungi ibu mertuanya. Yunho memakai jasnya dengan tenang. Pagi tadi setelah sarapan, Yunho langsung menghubungi salah satu tangan kanannya untuk mengecek keamanan apartemen yang pernah ditinggalinya, setelah semua aman. Yunho memutuskan untuk menghubungi ibunya. Ibunya pasti akan sangat senang, jika bisa berdekatan dengan besannya. Jadi Yunho meminta bantuan ibunya. Dan sepertinya Nyonya Jung menyambut baik usulan anak sulungnya. Tanpa basa-basi ia langsung mengiyakan usulan putranya.

“Ibu tidak akan merasa repot” jawabnya dengan tenang. Ia merapikan dasinya lalu mengambil jam tangan yang ada didalam almari kaca. Nayoung mencibir dengan kesal.

“Tapi aku merasa tidak enak pada ibumu, Yunho ssi”

Yunho mengangkat alisnya dengan bingung, lalu menghadap istrinya yang kini cemberut dan menekuk mukanya. “Kau lupa, kau bisa memanfaat aku dalam tiga hal sekaligus. Materi, ketampanan, dan ketenaran” guraunya. Nayoung yang sudah kesal dari awal, hanya memandang suaminya dengan tatapan tajam dan intimidatif.

“Dengar, ibu tak akan merasa terepotkan hanya karena aku meminta bantuannya. Kalau kau mau, kau bisa ikut ibu membeli beberapa barang-barang untuk keluargamu”  Yunho menerangkan dengan tenang, berusaha untuk memberikan penjelasan kepada istrinya.

“Tetap saja, Jung Yunho ssi” ujar Nayoung bersikeras. Yunho menarik napasnya dengan kesal, lalu memijit pelipisnya.

“Berikan jalan keluar yang terbaik, Nyonya Jung” komentar Yunho akhirnya. Nayoung tersenyum

“Biar aku saja yang mengurusnya, tanpa ibu atau siapapun. Aku tak ingin merepotkan dia”

“Ya ampun, dan aku tak mau kau terlalu capek. Atau mungkin lebih baik aku menyewa jasa pembantu saja”

Nayoung langsung cemberut “Baiklah, aku dan ibu yang akan membereskan apartemen itu. Setelah pulang kerja” tandasnya lalu meninggalkan Yunho yang masih berdiam diri dikamar. Yunho tersenyum geli.

“Nayoung-ya”

Yunho keluar dari kamar, sembari mengeluarkan kartu kredit yang ada didalam dompetnya. Nayoung yang sedang mengambil minuman hanya menoleh sejenak, lalu kembali berkutat pada aktivitasnya.

“Ini kartu kredit untuk membeli beberapa prabot yang dibutuhkan. Karena apartemen itu sudah lama tidak aku tinggali, mungkin saja ada beberapa barang yang rusak” Yunho menyerahkan kartu berwarna kuning keemasan pada istrinya. Nayoung melirik kartu yang diberikan Yunho dan memandang Yunho dengan wajah yang serius.

“Kau yakin ?” ia melambaikan kartu kredit milik suaminya. Dan Yunho tersenyum meyakinkan.

“Gunakan seperlunya saja. Jangan kau habiskan. Bisa-bisa aku bangkrut” jawab Yunho dengan nada bergurau. Nayoung mengangguk, entah kenapa jauh didalam hatinya ada kelegaan. Pernikahaan ini tidak seburuk yang dibayangkannya.

“Terima Kasih” Yunho mengangguk.

“Aku harus pergi, dan jangan lupa untuk menyiapkan barang-barangmu yang akan dibawa ke Jepang, karena kita akan berangkat lusa” ingat Yunho.Nayoung mengangguk

“Siap” ujarnya dengan nada tenang dan gembira. Seperti biasa, Yunho mencium dahi Nayoung dan segera kembali kekantornya.

 

***

 

Nyonya Jung telah menulis beberapa daftar belanjaan yang harus dibelinya, dan beberapa prabot yang akan menghiasi rumah besannya. Jihye hanya mengeluh karena ibunya menguras waktu belajar dan waktu liburnya.

“Jihye-ya… kau tidak perlu menemani ibu, karena kakak iparmu akan kemari. Kami akan belanja bersama” gumam ibunya dengan senang. Jihye terdiam. Apa-apaan ini. Ia memandang ibunya dengan jengah. Kenapa dia tidak mengatakannya dari tadi.

“Ibu, kenapa tidak mengatakannya dari tadi” sungut Jihye lalu meninggalkan ibunya yang tengah memasak diruang makan. Nyonya Jung terkiki geli

“Rasakan”

 

 

***

 

Nyonya Jung tengah menyiapkan beberapa masakan untuk makan siang suaminya dan Jihye sebelum menemui menantunya. namun kegiatannya terhenti saat melihat sosok seorang wanita yang tengah tersenyum padanya. Gina. Dia tahu itu Gina.

“Bibi” ucap Gina tenang. Gina lalu memeluk Ibu Yunho dengan erat. Mereka memang sudah dekat dari dulu, sejak Yunho mengenalkan Gina dan Donghae sebagai sahabatnya.

“Bibi apa kabar ?” tanya Gina dengan nada antusias

“Bibi sangat baik, kau apa kabar nak ?” tanya Nyonya Jung sembari melihat pertumbuhan seorang Gina didepannya

“Aku baik” ucap Gina dengan lembut

“Kapan kau akan menikah ? Yunho sudah menikah, dan Donghae juga hampir menikah. Kau tidak ingin mengikuti jejak mereka ?” gurau Nyonya Jung dengan tersenyum

“Bibi, bisa saja. Aku belum menemukan seseorang yang pas untukku bi” ujarnya dengan sedih.

“Bibi tahu, bibi selalu mendoakan mu agar menemukan jodoh yang tepat. Dulu saat bibi menjodohkanmu dengan Yunho, kau tak mau” gurau Nyonya Jung sekenanya. Gina terdiam.

Bagaimana aku bisa menerimanya Bibi, sedangkan Yunho sendiri sudah menjaga jarak denganku

“Ayo duduk, Bibi mau bercerita banyak denganmu. Bibi Hong, tolong kau siapkan makan siang dulu ya” ujar Nyonya Jung pada pembantu rumah tangganya. Bibi Hong mengangguk dan tersenyum.

“Jadi, selama ini kau kemana saja, Gina ?” tanya Nyonya Jung saat mereka duduk diruang tengah sembari menikmati teh herbal yang disajikan dibuat khusus oleh Gina

“Hanya mengikuti langkah kakiku, Bi. Aku hanya ingin merintis karir yang lebih baik disana. Jadi aku berusaha untuk fokus disana”

Nyonya Jung mengangguk “Sebenarnya, sebelum kau berangkat Bibi ingin menyuruhmu menikah dengan Yunho. Tapi ternyata anak itu sudah memiliki In-ah. Bibi tidak bisa apa-apa. Kau tahu bagaimana Yunho. Dia itu keras kepala. Dan Bibi bersyukur, sekarang Yunho telah mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari In-ah”kenang Nyonya Jung.

Gina terdiam. Ia memandang Ibu lelaki yang dicintainya dengan sayang “Aku tahu Bi. Aku bisa melihat Yunho jauh lebih tenang” ucap Gina bijak.

“Hmm… Bibi dan Nayoung akan berbelanja beberapa bahan prabot sore ini. Kau mau ikut ?” tawar Nyonya Jung dengan semangat. Gina mengangguk. Dia harus ikut. Sebenarnya Gina masih sangat penasaran dengan seorang Kim Nayoung.

“Tentu, kalau Bibi dan Nayoung tidak keberatan”

“Tentu tidak”

 

***

 

“Nayoung-ya”

Nayoung menoleh kearah suara. Dan melihat Ibu mertuanya berjalan dengan seorang wanita yang sangat dikenal suaminya. Nayoung menahan napasnya sejenak, sebelum ia tersenyum kecut pada dirinya sendiri.

“Lihat ibu membawa Gina. Kalian sudah saling mengenalkan ?”

Nayoung mengangguk kaku. Dan Gina tersenyum mengangguk. “Ayo, ibu sudah tidak sabar untuk membeli beberapa barang. Ayooooo”ajak Ibu Yunho dengan semangat. Gina tersenyum lalu memandang Nayoung yang sepertinya tengah memikirkan sesuatu.

“Hay” ujar Gina sembari menepuk bahu Nayoung. Nayoung menoleh dan tersenyum kecil. “Maaf, kau pasti tidak menyukai kehadiranku” sesal Gina.

“Tidak perlu sungkan. Ayo, sebelum Ibu akan mengomel lebih panjang lagi” ajak Nayoung sembari tersenyum. Gina terdiam sejenak lalu berjalan mengikuti langkah Nayoung dan Nyonya Jung. Gina tahu keberadaannya tidak akan disukai oleh Nayoung. Namun ia masih nekat untuk mengikuti wanita itu. Dulu, saat dia melakukan hal yang sama dengan In-ah wanita itu langsung menghardiknya dengan sejuta kata-kata mutiaranya. Sedangkan Nayoung hanya terdiam dan terlihat datar.

“Nayoung-ya. Bagaimana jika yang ini. Ini terlihat cantik kan ?”Nyonya Jung menunjukkan beberapa hiasan rumah yang terpajang.

“Apa tidak terlalu berlebihan, Bu ? lebih baik yang biasa saja” Nayoung memberikan masukan kepada Ibu mertuanya. Nyonya Jung tampak berpikir sejenak.

“Tapi Yunho sangat menyukai kualitas yang ini, Nayoung ssi” Nayoung menoleh. Oh Tuhan, cobaan apalagi ini. Wanita yang menyahutnya tadi adalah mantan tunangan suaminya.

“Benarkan, Nyonya Jung” Gina tak berkomentar, ia hanya melirik In-ah yang ada disamping Nayoung. Gina ingin mengetahui bagaimana cara Nayoung menyikapi sikap In-ah yang sangat tidak baik.

“Aku tak butuh komentarmu. Nayoung, Gina ayo kita cari toko yang lain” ajak Nyonya Jung sembari meletakkan hiasan rumah yang dibaru saja di lihatnya. Gina ingin sekali tertawa melihat wajah In-ah yang merah padam karena menerima penolakan oleh calon-mantan-ibu-mertuanya. Sedangkan Nayoung ingin sekali berteriak kesal.

“Aku yakin, Yunho tak akan menyukai pilihan yang lain, karena dia sangat menyukai merek ini” sanggah In-ah tak ingin kalah. Nayoung ingin sekali memberikan sedikit koemntar untuk wanita didepannya,namun sudah didahului oleh Gina

“Aku akan pastikan, Yunho membenci merek itu hari ini”

In-ah terdiam, ia hanya memandang benci pada Gina yang juga memandang nya sengit. Nayoung heran. Mereka sedang berperang untuk mendapatkan lelaki yang sudah menikah. Ini gila.

“Ayo Ibu kita cari barang-barang yang lain” aja Nayoung lalu menggandeng Ibu mertuanya untuk keluar dari toko yang mereka masuki tadi.

 

***

 

Nayoung membantu ibu mertuanya dan Gina membersihkan apartemen milik Yunho yang tak ditinggalinya. Mereka membeli beberapa peralatan masak dan pernak-pernik untuk memperindah apartemen tak berpenghuni ini. Nayoung lebih banyak bungkam, dari pada ikut melakukan pembicaraan antara Gina dan Ibu mertuanya. Dia tidak ingin terlihat seperti menantu yang posesif. Dan itu bukan gayanya.

“Melelahkan, Nayoung-ya. Ibu pergi sebentar ya, kau dan Gina tolong bereskan bagian yang ada diruang tengah saja dulu” Nayoung mengangguk, dan Gina hanya memberikan senyumnya.

“Kau pasti bahagia” ujar Gina saat Nyonya Jung meninggalkan apartemen milik Yunho. Nayoung yang tadinya mengemasi beberapa plastik barang yang berserakan, hanya memandang Gina dengan tatapan tak mengerti

“Aku sendiri tak tahu, kenapa aku merasa iri dengan semua kebahagian kalian. Melihat Yunho tersenyum, melihat Bibi Jung tertawa, melihat bagaimana dia memperlakukanmu. aku merasa iri” ujarnya dengan jujur. Nayoung kembali melakukan aktivitasnya, kali ini ia lebih rileks.

“Sejujurnya aku tak mengerti, kenapa kau begitu iri padaku. Ah tidak pada kami, Mungkin. Kau memiliki seseorang yang mencintaimu, dan aku yakin dia juga akan mengorbankan apapun untuk tetap bersamamu” balas Nayoung tanpa melirik Gina yang sedang berdiri dibelakangnya.

“Jangan mengada-ada. aku akan kembali ke Paris. dan sebelum itu aku hanya ingin memastikan Yunho bahagia dengan orang yang tepat”

Nayoung menyunggingkan senyumnya “Aku akan menjaminnya. Kau pasti bahagia dengan pria pilihanmu nantinya, Gina”

 

***

 

Tengah malam, ia baru menyelesaikan beberapa pekerjaannya yang tertunda. Yunho meletakkan jas dan tas kerjanya disofa ruang tengah. Suasana sangat sepi. Yah dia tahu, istrinya tengah tertidur. Sepertinya dia kelelahan karena menemani ibunya berbelajan beberapa barang yang dibutuhkan. Ponselnya berdering. Yunho melihat siapa yang menghubunginya malam-malam seperti ini.

Gina

“Ya ?”

“Apa kabar ?” tanya Gina

“Baik, ada apa Gina ?” tanya Yunho langsung pada pokok permasalahan. Gina tersenyum.

“Aku hanya ingin mengucapkan selamat atas pernikahanmu. Aku yakin kau menemukan orang yang tepat, dan yang kedua aku ingin mengucapkan selamat tinggal. aku akan kembali ke Paris, dan sebelum itu akan ke Jeju untuk pemotretan”

Yunho menarik napasnya. Antara lega dan sedih “Terima kasih, semoga doamu memberi berkah. Kau akan menetap disana ?” tanya Yunho tenang.

“Sepertinya” gumam Gina sedih

“Kami akan selalu menerimamu disini. Jangan sungkan” ucap Yunho

“Ya, jika aku punya kesempatan aku akan sering-sering ke Seoul” hening sejenak “Boleh aku menitip pesan padamu”

“Apa itu ?”

“Sampaikan pada Donghae, aku selalu mendukungnya dan selamat atas pernikahannya. Jangan beritahu Donghae, jika aku pergi ke Paris lusa. Aku akan akan mengabarinya setelah aku sampai disana” Yunho mengangguk paham

“Baiklah, akan ku sampaikan. Kau berhati-hatilah disana” Gina mengangguk. Rasanya ia ingin menangis.

“Terima kasih, selamat malam”

“Malam”

 

***

 

Yunho memulai aktivitasnya seperti biasa, selesai melakukan olahraga pagi, Yunho duduk diruang tengah untuk melihat Nayoung menyiapkan sarapan. “Selamat pagi” ujarnya ketika membalik telur yang dimasaknya. Yunho menggumam menjawab pertanyaan istrinya.

“Kau terlihat tidak baik, ada apa ?” tanya Nayoung, lalu menaruh telur setengah masak diatas piring putih suaminya. Yunho melipat koran pagi yang menurutnya tidak menarik, lalu mengambil piring yang telah diletakkan telur yang ada didepannya

“Ada masalah di kantor, sepertinya keberangkatan kita ke Jepang akan dimajukan. Apakah kau sudah menyiapkan semua barang-barangmu ?” tanya Yunho

Nayoung meletakkan kopi yang telah disedunya dengan tenang “Sudah. Kau tenang saja” ucapnya

“Baiklah, aku harus kekantor sekarang. Em, Jangan menungguku. Aku akan pulang larut” Yunho meninggalkan Nayoung sembari mencium keningnya.

Nayoung tersenyum kecil saat mengantar Yunho didepan pintu apartemen mereka.

“Yunho-ya” panggil Nayoung ragu, Yunho berbalik dan menatap istrinya yang terlihat sumringah

“Ya ?”

“Aku hanya ingin meminta izin untuk ke apartemen ibu sepulang jam kerja”

“Baiklah, jika memungkinkan aku akan menjemputmu”

Nayoung mengangguk

 

***

 

“Dia berkata seperti itu padamu ?” tanya Donghae spontan. Setelah Yunho mengatakan bahwa Gina akan kembali ke Paris. dan menitipkan pesan untuk Donghae. Donghae terdiam. Ia merasa kecewa, sedih dan marah. Kenapa wanita itu selalu menomer satukan Yunho. Sedangkan dirinya. Hanya dianggap angin lalu.

“Yunho-ya. Katakan padaku apa yang harus aku lakukan. Kau tahu aku mencitainya, tapi—arggh” pekiknya frustasi. Yunho menatap Donghae tak percaya. Efek Gina pada Donghae benar-benar mengerikan.

“Tenanglah. Pikirkan semuanya secara dingin. Jika kau berpikir dengan emosi aku tak yakin kau akan menemukan jalan keluar yang terbaik”

Donghae memandang Yunho sengit “Kau mengatakan aku untuk tenang, kau bisa saja mengatakan hal seperti itu, karena kau tak pernah tahu rasanya hancur karena wanita, aku akan menyusulnya apapun yang terjadi”

Blam

Yunho terdiam. Ya Tuhan cobaan apalagi ini. Pikirnya.

Yunho mengambil ponselnya yang ada diatas meja lalu menghubungi Gina agar tidak terkejut dengan kedatangan Donghae nanti. Setelah itu Yunho menghubungi salah satu tangan kanannya untuk mencari tahu idenditas tunangan Donghae.

 

***

 

Donghae mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh, sebelum Gina berangkat ke Jeju ia harus bertemu dengan Gina. Sekarang Juga.

Tok Tok Tok

Tanpa sopan santun, Donghae mengetuk apartemen milik Gina. Donghae mengumpat kesal. Tak lama Gina muncul dengan wajah tegang.

“Jangan bersikap bodoh, Lee Donghae” ujar Gina langsung. Donghae mendorong Gina agar masuk kedalam apartemennya

“Kau mengatakan aku bodoh. Benar aku memang bodoh karena mencintaimu” Donghae membalas ucapan Gina dengan nada satu oktav lebih tinggi. Gina terdiam sejenak.

“Donghae kumohon. Lepaskan aku, kau akan mendapatkan wanita yang lebih baik dariku, Donghae” suara Gina terdengar lirih dan lemah. Donghae menarik napasnya kesal. Ia memejamkan matanya sejenak, menenangkan hatinya.

“Aku tahu—aku tahu kau akan mengatakan ini padaku. Hatiku tak bisa dibohongi Gina. Aku mencintaimu. Dan itu Tulus” mata Donghae menatap intens Gina. Gina terdiam. Apalagi yang akan dia katakan pada Donghae. Dia tak mungkin menyakiti Donghae.

“Aku tak bisa, Hae-ya” Gina terisak. Donghae maju kedepan untuk memeluk Gina. Gina menangis didadanya.

“Aku mohon, lepaskan Yunho. Gina… Aku mohon”

Gina menggeleng “Aku tak bisa—“Gina kembali terisak. Donghae hanya diam, membiarkan air matanya ikut mengalir.

“Maafkan, aku. Hae” gumam Gina dalam pelukan Donghae.

 

***

 

Mereka terdiam menyaksikan beberapa photo-photo kamera yang menampilkan Donghae dengan beberapa wanita. Rasa kecewa dan marah benar-benar mendominasi beberapa anggota keluarga yang ada diruangan itu.

“Anak tidak tahu untung. Berani sekali dia bersikap seperti itu. Dia pikir dia siapa”hardik Tuan Lee saat melihat photo-photo putranya yang tidak senonoh.

“Panggil Donghae sekarang, anak itu harus diberikan pelajaran” Nyonya Lee terdiam. Ia tak bisa berkomentar banyak. Donghae sudah membuat namanya benar-benar buruk didepan ayahnya. Dan itu adalah kesalahan fatal.

“Donghwan, cepat” pekik ayahnya ketika sang putra sulung tak bergeming dari tempatnya berdiri.

“Baik ayah” ujar Donghwan dengan ragu. Ia mengambil ponselnya yang ada disaku, dan menghubungi Donghae yang tidak tahu ada dimana.

 

“Hae-ya” ujar Donghwan dengan nada cemas

“Cepat kembali, ayah benar-benar marah besar padamu. Saranku, kau harus membawa Hyejin. Dia yang bisa menyelamatkanmu dalam situasi seperti ini”

Diseberang sana. Donghae terdiam.

 

***

 

Nyonya Jung membantu besannya untuk mengemasi beberapa barang yang telah mereka angkut. Lalu menyiapkan makan malam untuk mereka. Untung saja Jihye tidak mengeluh dalam membantunya. Biasanya putri bungsunya itu akan selalu mengeluarkan omelan-omelan tidak penting.

“Ayo cicipi, besanku. Aku memasak beberapa makanan dengan resep baruku” ujar Nyonya Jung ketika menghidangkan makan malam. Ibu Nayoung tersenyum ramah, lalu duduk disalah satu kursi makan yang dibelikan oleh menantunya.

“Terima kasih, kalian tidak pelru repot-repot seperti ini” ujar Ibu Nayoung sungkan

Nyonya Jung tersenyum dengan tenang “Tidak ada yang merasa direpotkan” ucapnya sembari tertawa renyah.

“Wah—sepertinya aku datang terlambat” ujar Nayoung ketika masuk kedalam apartemen yang baru ditempati oleh keluarganya.

“Ah, menantuku sudah pulang. Bagaimana kabarmu hari ini ?” Nyonya Jung bertanya dengan ceria. Nayoung tersenyum

“Baik, maaf ya aku tidak bisa membantu acara pindah-pindahnya”

“Tidak apa-apa. Lagipula barang bawaannya sedikit” ucap Jung-in menimpali. Nayoung tersenyum melihat adik bungsunya kini sudah bisa tersenyum lebar.

Nayoung mengambil tempat untuk duduk disalah satu kursi disamping ibunya. “Yunho tidak ikut bersamamu ?” tanya Nyonya Jung sembari menuangkan nasi kepiringnya

“Dia sedang sibuk Bu. Akhir-akhir ini dia sering lembur” ujar Nayoung

“Kasihan menantuku. Well.. kalian tidak ada rencana bulan madu?” tanya Nyonya Jung ingin tahu. Nayoung terdiam. Ia merasa kikuk. Karena mereka memandang intens dan ingin tahu

“Eoh—sepertinya tidak dalam waktu dekat ini. Yunho sendiri masih sibuk” ujarnya

Nyonya Jung mengangguk paham. sedangkan Jihye dan Jung-in bertukar pandang tersenyum jahil. “Anak itu memang tidak tahu diri sekali, menantuku yang cantik di sia-siakan” gerutu Nyonya Jung kesal. Jihye tersenyum geli

“Ibu berhentilah mengoceh. Kalau ibu tidak berhenti mengoceh maka kakak akan mengancam seperti biasa. ‘Aku tidak mau memberikanmu cucu!’”  ujar Jihye sembari menirukan gaya Yunho saat mengacam ibunya yang sudah terlalu cerewet.

Nayoung sendiri hanya bisa terdiam. Cucu-anak. Oh tidak dia belum siap untuk itu.

 

***

Donghae terdiam, setelah menerima telpon dari Donghwan kekesalan dan kekecewaannya semakin bertambah. Entahlah rasanya ia ingin sekali menenggelamkan diri dalam kedalam laut. Jika itu memang jalan yang terbaik.

Donghae berdiri didepan apartemen Hyejin.

Dia tak perlu menghubungi wanitanya, ia hanya ingin memberikan pelajaran pada wanita yang benar-benar merusak hidupnya—pikir Donghae.

Hyejin membuka pintu apartemennya, sedikit terkejut dengan ketukan pintu yang terdengar sangat tidak sopan. Dan setelah melihat  seseorang yang ada didepannya, ia jadi mengetahui kenapa dia begitu tidak tahu sopan santun

“Mau apa kau kemari ?” tanya Hyejin dengan nada tenang. Donghae tersenyum miris. Decakan kekesalan meluncur dari bibirnya

“Seharusnya kau bisa berpikir, ikut aku” ajak Donghae langsung, ia menyambar lengan Hyejin yang terdiam didepan pintu

“Aku bilang lepaskan, kau tidak bisa bersikap seperti ini. Brengsek” cecar Hyejin dengan nada keras. Donghae tersenyum masam

“Kau benar, aku memang brengsek. Puas kau” teriak Donghae murka. Membuat Hyejin sedikit kehilangan nyali. Ia memandang Donghae dengan intens—sejenak—ia melihat luka dan sakit didalam mata sendu lelaki itu

“Kalau kau membutuhkan bantuanku, kau bisa mengatakannya dengan baik-baikkan ?” Hyejin menutup pintu apartemennya lalu berdiri disamping Donghae.

“Ayo” ajak Hyejin lalu pergi meninggalkan Donghae

 ‘Kau memang pantas menerima pantas menerima ini, Lee Donghae’ ucap Donghae dalam hati

 

***

Nayoung membereskan beberapa barang-barangnnya. Kemarin Yunho sudah mengatakan padanya jika besok mereka akan ke Jepang. Ia sendiri sudah meminta izin pada perusahaan yang telah memberikannya kesempatan untuk bekerja.

Mengenai Jepang. Nayoung selalu penasaran bagaimana indahnya Negri sakura itu. Dan entah kenapa ia menjadi tertarik untuk melihat potret masyarakat Jepang yang padat dan penuh. Ditambah dengan beberapa makanan Jepang yang sempat membuatnya mual beberapa kali.

“Maaf membuatmu kerepotan” ujar Yunho saat keluar dari kamar mandi. Ia hanya melilitkan handuknya pada batas pinggang hingga diatas lutut. Memamerkan otot perutnya yang terlihat rata dan eksotik.

“Tidak masalah” ujarnya. Nayoung kembali membereskan pakaian yang akan mereka bawa untuk ke Jepang besok. “Yunho ssi,  sebaiknya kita berpamitan pada Ibu dan Ayah dulu. Aku tidak enak jika kita pergi, tanpa sepengetahuan mereka” tutur Nayoung dengan pelan. Ia masih enggan untuk berbalik. Setelah berpakaian Yunho menyemprotkan parfumnya lalu memandang istrinya yang terlihat cukup sibuk.

“Kau tidak mau repot mendengar ocehan mereka-kan ? jadi lebih baik kau ikuti saja ucapanku” jawab Yunho acuh

“Baiklah, tapi aku tidak menanggung amarah mereka”

Yunho terkekeh geli “Ya ya ya… kita lihat saja nanti,em minggu depan Donghae akan menikah. Sebaiknya kita menyiapkan kado apa ?” tanya Yunho duduk disamping koper istrinya. Nayoung mengernyit. Ia tampak berpikir sejenak.

“Em.., bagaimana jika membelikan mereka sepasang jam tangan omega, aku rasa itu juga bagus”

Yunho berdecak “Seperti remaja saja, memakai hal-hal yang berbau sepasang” ejeknya. Nayoung kesal, lalu melepar Yunho dengan baju yang ada ditangannya.

“Ya! Kalau tidak bagus jangan tanya pendapatku lagi”

‘Kenapa dia jadi sewot begini’ pikir Yunho dengan bingung

Nayoung mentup kopernya, lalu memindahkannya disamping ranjang dan sengaja menjatuhkannya tepat diatas kaki Yunho. Membuat lelaki itu meringis.

“Ya! Kau ini benar-benar” balas Yunho sembari memegangi kakinya. Nayoung tersenyum licik, lalu keluar dari kamarnya. Seharian ini tenaganya terkuras habis. Menyebalkan.

“Hey—aku tidak bermaksud menyinggungmu” ucap Yunho dibalik kamarnya. Nayoung mencibir dan tak membalas permintaan maaf Yunho.

“Baiklah aku mengalah” ucap Yunho dibalik punggung Nayoung. Nayoung tersenyum dalam hatinya. Lalu berbalik dan melihat sosok Yunho.

“Em… karena jadwal ku padat di Jepang. Bagaimana jika kau saja  yang mencarinya ?” tawar Yunho dengan senyum sok malaikatnya. Nayoung menyipit kesal. ‘Ada maunya ternyata’ kesal Nayoung dalam hati

“Kakimu mau aku injak ?” geram Nayoung

Yunho tertawa kecil “Mau bagaimana lagi, aku akan sibuk selama lima hari. Kita hanya punya dua hari untuk berjalan-jalan. Kalau kau mau akan mencarikan Tour Guide untukmu. Jadi saat aku sedang bekerja kau bisa melihat-lihat Tokyo”

Nayoung mendesah “Lebih baik aku menunggumu. Dari pada aku harus berbaur lagi dengan orang yang tidak aku kenal”  desahnya dengan lemah.

“Hey—kau tahukan. Aku sendiri bahkan tak tahu jam berapa aku akan pulang dan menemanimu. Sekali ini saja mengalah padaku”

“Paling tidak  kau pasti akan berpikir untuk cepat pulang, karena istrimu menunggumu. Jadi pikirkan saja itu saat jam kantor sudah menunjukkan pukul enam sore. Bagaimana ?” tawar Nayoung dengan nada senang. Yunho mendesah.

Antara iya dan tidak. Bagaimana pun dia yang mengajak Nayoung untuk Ke Jepang. Mana mungkin ia menelantarkan istrinya disana.

“Oke…” akhirnya sebuah persetujuan keluar dari bibirnya. “Tapi kau tidak boleh mengeluh, jika aku mengacuhkanmu disana. Deal ?”

Nayoung mengangguk dan tersenyum “Baiklah”

 

***

Tamparan kesar menggema diruang keluarga yang berukuran cukup luas. Lelaki itu memandang sengit pada putranya

“Kau tahu, kau bahkan sudah melakukan lebih dari dua kesalahan. Dan sekarang kau bertingkah dengan sesukamu. Kau tahukan, aku akan melakukan apa jika kau bersikap seperti ini terus” teriaknya didepan wajah Donghae

Donghae hanya dapat mengepalkan tangannya. Dia kesal, dia sakit dan dia sungguh sudah lelah dengan semua ini

“Paman… paman aku mohon, gosip itu tidak benar. Aku ada disana saat Donghae menemui Gina” sergah Hyejin sebelum Tuan Lee mengamuk lebih besar. Doghwan hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan pembelaan Hyejin.

“Jangan ikut campur” hardik Tuan Lee cepat

Hyejin menahan napasnya, dia tak pernah sekalipun dibentak. “Paman… bagaimana aku tidak ikut campur, jika paman menjatuhkan semua kesalahan pada Hae. Pada kenyataannya Hae tidak salah, aku ada disana. Dan aku yang memberikannya izin untuk memeluk Gina. Jika paman ingin menghukum Hae. Maka paman juga harus menghukumku”

Semua terdiam.

Hyejin menarik napasnya panjang. ‘Mati kau Hyejin’ rutuk Hyejin dalam hatinya

“Baiklah, untuk kali ini kau!” tunjuk Tuan Lee pada Donghae “Kau, aku maaf kan”

 

***

 

Mereka duduk berdua didepan televisi besar yang menanyangkan program acara drama korea terbaru, dan hal itu adalah hal yang paling dibenci olehnya. Apalagi Nayoung sangat menyukai drama-drama melankolis seperti itu. ‘Menghabiskan tisu demi melihat adegan sok romantis yang tidak jelas’.

Gumamnya didalam hati.

“Kenapa dia jahat sekali, tidak pengertian tidak romantis” cela Nayoung saat melihat pemeran utama lelaki yang meninggalkan pemeran utama wanita.

Yunho hanya bisa mengernyit sembari menggelengkan kepalanya. Ya Tuhan. ‘Dia benar-benar seperti ibu, pecinta drama yang menyebalkan’.

“Itu hanya peran Nayoung, tidak semua lelaki seperti dia” balas Yunho karena Nayoung sepertinya sudah teracuni drama-drama.

Nayoung membuang tisu yang baru saja dipakainya “Siapa bilang ? Dia sama seperti kau tidak peka, tidak romantis, dan tidak hangat. Pantas saja In-ah meninggalkanmu” ejek Nayoung geram. Yunho terdiam. Kenapa bawa-bawa In-ah ?

“Wanita ini” geram Yunho memandang istrinya.

“Kenapa, mau marah. Ya Tuhan. Lihatlah suamiku, tidak percaya pada kenyataan bahwa dirinya itu sedingin es, ckckck” decak Nayoung dengan penuh kemenangan. Yunho terdiam sejenak, lalu sebuah ide terlintas dikepalanya.

“Lihat saja, wanita ini benar-benar menguji kesabaranku” gumamnya geram

 

TBC

 

Kemungkinan Part 10 nya akan ada beberapa kejutan, ada yang nebak2 ato mau memberikan saran  ??? Monggo 🙂

Ada yang senang ga saya update nya cepetan dikit *plak* berhubung draftnya udah selesai saya ketik, jadi saya usahakan buat cepet uplod 🙂

Btw. Readers2 disini ada punya ketrampilan untuk membuat desain art ( cover FF ) nggak ?? kalo ada aku boleh nggak minta tolong dibikinin satu cover buat SIM ini… bukannya apa-apa, kalian kan tahu gimana jalan ceritanya(sampai part 9) jadi feelnya pasti lebih berasa hohoo…

Kalo ada tolong ya *puppy eyes*plak*

Sampai jumpa di part 10… dijamin pasti lama… hoakaka*dilemparin* sekian dan terima kasih yaaa ^.^

Regards

 

Mrs Kims

Iklan

57 thoughts on “Secret In Marriage

  1. Shamusuki berkata:

    Hmm..
    Nggak nyangka bakal keluar secepet ini. Hohoho..

    Entah karena aku lagi galau karena harus ngulang mata kuliah, atau karena ngerjainnya agak buru-buru. Untuk part ini feelnya nggak sedapet di part-part sebelumnya. Ibu Yunho yang biasanya jadi karakter favorit aku, sekarang karakter emak-emaknya nggak begitu berasa. Sorry.

    Mungkin karena udah masuk ke permasalahan baru kali ya (Fokus di konflik)… Jadi karakternya nggak sekuat yang dulu-dulu. Padahal gaya penulisan untuk ngegambarin karakter di ff ini ,ok banget looh..

    Baca adega Nayoung nangis pas liat cowo tokoh utama ninggalin cewenya bikin aku keingetan Miss You, karena aku juga nangis di bagian yang sama. Dan emang selalu nangis di tiap episodenya *curcol*…

    Tapi tetep menghibur ko.
    Aku nggak akan maksa untuk bikin ff yang perfect, karena kesibukan kuliah emang Maha dasyat, dan nulis ff emang cuma sambilan aja. Jadi aku cuma mau pesen satuuu aja… Jangan pernah kurangin nilai plus yang udah kita punya dari awal.

    Semangat!!!

    Maaf ya malah ngritik…

    Oh ya satu lagi..

    Moga nilai UASnya bagus-bagus ^____^
    -Amin-

  2. syifasuju18elf berkata:

    aaaaaa…….seneng part ini keluar juga kahirnya…..
    hyejinnya sabar bangetz y… padahalkan dia udah diperlakukan tidak baik oleh haeppa….
    buat haeppa menyadari kalau dia mencintai hyejin…..
    yunhoppa….apa yang kau rencanakan ha?????
    nayoung unnie ayo cepat menghindar… wkwkwkw
    seneng lihat yunho dan nayoung akur dan deket kaya gitu….
    gx abar tgu wktu mereka dijepang…..
    jangan lama-lama lanjutannya chingu….
    ntar kalau lama-lama ku bosan menunggu…. hehehe
    good job chigu….

  3. fath berkata:

    akhirnya….
    saran aja sih , kayaknya klo mau dikasih konflik antara nayoung sm yunho agak aneh deh. soalnya ini udah terlalu jauh. saran aja sih

  4. qoyah cassie berkata:

    Huwaaaa tbc disaat yg tak tepat !
    Ak punya saran eonn buat part 10 ! Gmn klo lnjtan tbc nya itu mereka bkin bayi??hahaha.. Jgn da nc nya tp eonn, ckup sprti ABM aja,, yg pnting Nayoung lgsung hamil..hahhahaa
    hye jin bner2 cintakah sma donghae???smoga donghae bisa ngerasain cinta dr hyejin:)
    pokoknya ak tunggu secepatnya lnjtnnya ya.,,, klo ga nnti psti eonnie bklan ak teror trus di fb,,hahhaaa,,
    n skli lg gomawo eonn udh dlnjtin cpet:)

  5. lestrina berkata:

    Hub mrka makin lama makin berkembang maju hehehe. Nayoung mancing suasana aja nieh, di part 10 bakalan adegan skip skip nieh hehehe. Makin penasaran aja nieh, kejadian/moment apa yg ada di jepang. Next part ya dtunggu

  6. Citra Insani Ritonga (@CitaRitonga407) berkata:

    may be anak or cucu hahaha sama aja yaa..
    yunho saia mendukung..
    gk setuju yunho d bilang gk romantis, buktinya tuh setiap brangkat kerja slalu cium kening duluu,, itu kn so sweet bgt!!! ♡♥♡♥♡
    oia thor saia juga ikutin cerita ini di wattpad.. 😀
    dan gk pernah bosan..

  7. lala berkata:

    hoaa,..
    ceritanya makin “maknyus” neh
    jd gk sabar nunggu “kejutan” nya d part selajutnya
    pasti yunho-nayoung tambah romantis ya?? *tebak2 buah manggis
    KERENNN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  8. yuichanlofh berkata:

    apa? lama? gak papa asal jgan berminggu2 aja hehe….
    em… di bgian ats wkt hae ke apartemen hyejin ada kata yg di tulis 2kali dlm 1kalmat.. ini” kau memang pantas menerima pantas menerima ini lee donghae” . aq gk tau kalo kal. ini emg bgini atw gk keedit tpi se.andai ny begtu mungkin mungkin unt nanti2 diantra ke2 kta yg sma bisa ditambh (…)#aq lupa gunany bwt apa tpi itu cukup membntu bwt membri jeda saat membca xD dan kalo itu typo berhati2 saja hehe… *eh komen nya kepanjangan >.<

  9. mizucha berkata:

    Yunho Nayoung jarang skin ship ya.
    kok g di perbyk aja sih#saran
    honeymoon nya nayong di tinggal yunho kerja jg, ih parah bgt sih bknnya hapi2 di jpg

    saran nih, mending untuk part Donghae dibuat side of khusus ja. biar SIM ini fokus ke Yunho#saran

  10. Kim Hyewon berkata:

    akhirnya…#jingkrak-jingkrak
    Daddy ynho mau ngapain tuh?? masa bikin anaknya di rumah padahal mau ke jepang juga
    tapi gak apa-apa deh yang penting daddy happy…#nyemangatin pake pompom

    unni sempetin cek ini ff, padahal tar jam 1 da ujian vii..
    kalo saran buat part 10 nya tar abis unni ujian ja gmn?masih keburu dong kan lama katanya tadi? #plak

    vii..setuju ma komen diatas yang donghae bikin side ja biar gak pusing pindah2 fokus viewnya.
    oh..ia bikin juga side story cerita yunho, donghae, ma gina pas muda semacam asal usul mula mereka sobatan, kan di ABM vii..juga bikinkan #kerlingkerling

  11. syari berkata:

    penasaran penasaran penasaran penasaran penasaran penasaran penasaran penasaran penasaran penasaran penasaran bangetttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt sama kejutannyaa….ayo lanjutt authoorrr……….g ada skinsip yg bikin readerny gimana gituuu…tambah yaa skinsip antara nayoung junho…ntar di part 10 nya,,,yunho mau buat yunho junior….hahahahahaaa…semaangattttttttttttttttt authorrr

  12. anggrainimiranti berkata:

    wuah akhirnya yg ditunggu2 publish juga 😀 seneeeng!!
    yaah, tuh kan gina naksir yunho. eonni, udah ya gina buang ke paris aja gak usah balik lagi 😦
    moment yunho-nayoung bangun paginya sweet deh, gak sabar nunggu mereka di jepang..
    part 10 nya jangan lama2 ya, eonn. 😀

  13. yanty berkata:

    Kira2 apa ya yg akan diperbuat Yunho ke Nayeong paenasaran ni…
    Semoga ja Nayeong cpat memberikan Yunho anak agar rumah tangga mereka lebih bahagia
    Dtggu part 10 nya ya

  14. Mutmut Mutmainah berkata:

    yeyeyeyey akirnya eluar juga, jejundilan bareng yunho.

    smakin ksini smakin dapet feel nya.
    part 10 bikin anak . hahahahhaha
    agak gemes dengan cerita semacam ini, nyimpen perasaan yang sebenernya.

    semangat chingu buat lanjut ke part berikutnya.

    I’m still waiting this ff^^

  15. ci2t berkata:

    Akhirnya diupdate juga…….
    kayaknya nayoung n Yunho dah g canggung lagi, penasaran gmn bulan madu mereka,,,,,,,,?!
    ayo dong cpet bikin ‘Yunho Junior’……..penasara gmn yunho kalo dah punya anak……

    part ini adegan Yunho n Nayoung nya dikit,,,,,,,next part di banyakin ya thor !!
    Ditunggu next part nya,,,,,,Jangan lam-lama y thor, Please……………

  16. evi berkata:

    seneng banget dech dah upload # sambil guling-guling di lantai.vii you’re the best.aq harap di bab 10 yunho nya bisa lebih romantis dan pasangan ini bisa lebiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiih romanti lagiiiiiiiiiiiiiii,terus untuk partnya donghae di kurangin ya jangan kebanyakan,oke,thankssssssssssssssssss ya,keep writing sis

    • jewelchi berkata:

      amaaann… alurnya aman..^^
      menunggu part 10 nii~, *di doain semoga keluarnya cepet*

      innocent yah dua duanya, kadang teriak depan muka, jadang malu2, kadang acuh2n.
      hwaaaa..
      byar ada sedikit typo, tapi wokelaahh^^.
      next part di tunggu (sangat) /plak yah~

  17. kanahVIP berkata:

    akhirnya akhirnya , akhirnya terbit juga . Lama banget thor , tiap hari ngliatin mulu udah terbit apa belum . Part 10 dibanyakin moment romantisnya . Sumpah ni pasutri gak ada romantis2nya #plakk *digetok nayoung*
    pokoknya next part jangan lama2 ya thor ! 😀

  18. She berkata:

    Wah cerita’a simple tapi sangat kuat karakter’a,,
    q suka bgt,, emm smga cpet part 10’a,, jgn lama2,,,
    salam kenal

  19. yanyan90 berkata:

    Wuah cc ktinggalan updatenya nih.. Makin seruuuuuu.. †ªþį Yunho ga bsa y sdkit brubah hangat bwt istrinya (´̩̩̩-`̩̩̩ƪ).. Mnyebalkan dpat Suami sperti itu Ɣαήğ dingin minta ampun.. Ternyata nasibnya Hyera sebelas dua belas dgn Na Young, tapi agak sdikit bruntung deh Hyera nya.. ☺◦°◦ƗƗɑƗƗɑ (′▽`) ƗƗɑƗƗɑ◦°◦☺.. Soalnya part 10 sdh hbis Hyeranya..

    O iy FF terbaru Yc ama Hyera kok ğªќ ad kabar dd?? (╥﹏╥)

  20. LJK~ berkata:

    senang akhirnyaa gina pulang ke paris lg
    Hehehe
    Jd gk was was yunho drebut
    Ini ff dtunggu bgt kelanjutannya
    Pengen liat yunho nayoung saling jtuh cinta
    Skrg2 masih blm trlalu keliataan

  21. Ika kyu's wife berkata:

    Huaaaaa vivi ya…aku kira bakalan ga update lagi…iseng tadi siang buka..eehh beneran ada part 9..:) jahat ne gak kabari aku *buangmuka*
    hehe..

    Ommo ya,,kira2 apa yg difikirin yunho,,apaaaaaaaaa—??? 😀

    gak sabar next part.a..jgn kkeut dulu yh vie..*plakk
    sekian komen gaje sayah..gak bisa bnyak omong krna bgus.a jalan cerita dan pinter.a sipenulis haha sayonaraaaaa *lambai2barengKyu 😀

  22. Chori Puspita Sari berkata:

    akhirnya bisa juga aku komen eon hehe
    eonnieee aku nunggu-nunggu part ini aku kira keluarnya bakal lama eh engga taunya deket-deket hehe
    maaf ya eon engga bisa selalu komen kalo eonnie ngepost soalnya lagi sibuk persiapan UN ._.v

    eon aku masih penasaran sama perasaannya yunho sama nayong eon,
    itu mereka udah saling suka belum sih eon?
    soalnya kayanya masih sama-sama cuek banget eon ._.
    aaaaa pokoknya aku tunggu ya eon part-part selanjutnya hehe

    oh ya eon nyelip dikit, broken married kapan eon?
    cuma nanya hehe, abisnya penasaran banget sama lanjutan kisah tatto d sama jaejoong eon ._.v

    mian ya eon kalo cerewet
    gomawo eon udah di bolehin komen keke ^^

  23. Ika kyu's wife berkata:

    Mwo,, ommonna.. Mianhae nan mollaseoyo.. Yg tabah yh vie..semoga dapat ganti yg lbh baik…*pelukvivichan
    keep smiling vivi chan…fighting…-,-q

  24. minkijaeteuk berkata:

    yunho mau ngelakuin apa ya,,,,, pa dia mau malam pertama ma Nayoung hahaahah
    Nayoung y lucu,,, keluar juga sisi lain dari Nayoung tg suka drama mpe kayak gitu hahahaha….
    seneng makin lama makin mesra ja hubungan yunho n Nayoung n juga sikap y yunho ke keluarga Nayiung perhatian bgt….
    makin seru klo nanti konflik y tu antara kehidupan yunho-Nayoung-donghae pasti seru,,, soal y. hae kan kehidupan y penuh masalah gt tekanan dari keluarga y n pasti bakal megang bgt klo konflik y ada kaitan y ma kehidupan mereka bertiga….
    agak kasian sih ma hae,,, dia sampe iri ma kehidupan yunho gitu n itu bisa bagus dijadiin konflik yg misalkan aras dasar dia IRI sama kehidupan yunho sampe2 donghae mau ngambil/ngerasain semua yg yunho punya gt…..
    lanjut part 10 jgn lama2 ya Vi….*SKSD*

  25. yunida9 berkata:

    Udah ga sabar nunggu part 10,, penasaran banget thor,,, di tunggu secepatnya ya thor (mian maksa)… hehehe 🙂

  26. naranara15 berkata:

    Huaaaaa finally update jugaaa kkekeke lbh cepat dr biasana hihi
    Woaa bkal bnyak surprise yah d next part huaa jhoa jhoa jhoa I really anticipating it 😀
    Yunho-Nayoung udh bnyk kemajuan skrg 🙂
    Kesian hae hyejin dan gina, smuanya terluka *ciee*
    Really cannot wait for the next chap, gidarilkke vivi~ssi 😀

  27. jin ara berkata:

    akhirnya publish juga part 9 nyaaa ,aaah kangen banget sama ff ini makin sini makin penasaran dan hmmmmh belum ada benih-benih cinta antara pasangan kita ini ya? padahal ini sudah part 9 ,dan penasaran juga soal kelanjutan kisah donghae,di tunggu part selanjutnyaaaaa

  28. dynna (@namari1023424) berkata:

    helo, new reader here 🙂
    kesasar d blog ini gara2 ubek-ubek om gugel cari efef dbsk -nyengir kuda-
    aku baru baca story YunNa lines…..maaf y, komentarnya d part ini soalnya aku exited bgt sama jalan ceritanya yg menarik. btw belum ada konflik yg menegangkan dan alur ceritanya sedikit lambat, but i like it! ditunggu part 10 dan lanjutannya 😀

    oh iya, aku juga dah baca YunNa lines yg ‘Sometimes Love Is Simple’. menurutku ceritanya jauh lebih menarik -soalnya Yunho jadi pembalap MotoGP- kok gak aga lanjutannya y? dilanjutin dong….y, y, y, y, 🙂

    makasih

  29. nayy berkata:

    authorrrr knp part 10nya lama bnget di post….
    readernya udah pada gak sabar no nungguiinn

    cepat2 dpost ya author:-)

  30. ayuna berkata:

    Ulala~ pas 9 uda kebaca.. tinggal 2 part lagi.. #soraksorak XD
    Eh Vii, itu,, bagian yang dirumahnya Nayoung, ada sedikit kesalahan gara2 kopi yang berubah jadi teh..hehee~ tapi nggak masalah sih.. mau lanjut baca part selanjutnya ah… XD

  31. kwonyunhee berkata:

    Hallo eoon, reader baru yg tergila gila pda ffnya eoon ini sneng bgt bsa nemu author kyak eonni. Hahaaa, suka bgt daah sma alurnyaa ya ampuuun ya ampuuuuun

Your Comment become spirit for me ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s