Secret in Marriage

 

Bab 8

Yunho menggertakkan bibirnya kesal. Semua perkataan In-ah membuatnya berpikir untuk beberapa kali. Tuhan… sepertinya dia memang tidak bisa berpikir dengan jernih akhir-akhir ini.

“Permisi Pak” Yunho mendongak, melirik kesalah satu staf agensi yang bisanya menangani bagian perjalanan.

“Ada apa ?” tanya Yunho dingin

“Ada kiriman brosur dari Agen perjalanan di Jepang. Mereka memberikan paket perjalanan  bulan madu pada anda. Apakah akan anda terima ?”

Yunho mengernyit sebentar “Letakkan saja diatas mejaku” gumam Yunho dengan nada datar. Lelaki itu meletakkan brosur  perjalanan dan meninggalkan ruangan Yunho. Sesaat mata Yunho terpaku pada paket perjalanan bulan madu. Benaknya terlintas untuk mengajak Nayoung menyaksikan Konser Band Legendaris yang disukainya. Mungkin Nayoung juga berminat. Pikir Yunho.

Dan beberapa niat baik terlintas begitu saja. Tidak ada salahnya mereka mencoba untuk saling memahami semua kesulitan pasangan mereka.

 

***

 

Wanita itu tersenyum, lalu mengambil ponselnya yang tergeletak dinakas. Ia menghubungi beberapa rekannya dan teman lamanya. Termasuk teman baiknya. Teman yang dulu pernah mencuri hatinya, meskipun lelaki itu telah menikah.

“Donghae-ya” serunya dengan nada riang bercampur manja. Donghae tersenyum. Dia tahu siapa pemilik suara ini.

“Gina ?” senyum Donghae merekah menimbulkan kecurigaan wanita disampingnya “Apa kabarmu ?” tanya Donghae dengan nada tenang. Ia tak menghiraukan air muka Hyejin yang berubah

“Baik, kau bagaimana ?”

“Aku juga baik…Kau sudah pulang ?” Donghae bertanya kembali. Ia merasakan kelegaan luar biasa didalam hatinya. Mendengar suara itu seperti sebuah embun yang membasahi dedaunan di pagi hari. Dingin dan nyaman.

“Hmm… aku kembali untuk beberapa minggu, kau mau kan datang ke apartemen ku ? aku mengadakan pesta kecil untuk merayakan kepulangku”

“Tentu,.. kapan ?”

“Nanti malam, bawa juga calon istrimu ya. Karena Yunho juga akan membawa istrinya”

Calon istri ya… pikir Donghae muram. Ia lalu melirik Hyejin yang berpura-pura menyibukkan dirinya dengan undangan pernikahan mereka.

“Akan aku usahakan” jawab Donghae akhirnya.

“Terima Kasih Donghae-ya… kau dan Yunho memang sahabat terbaikku” seru Gina dengan nada riang. Donghae tersenyum. Mendengarkan suara wanita yang dicintainya, membuatnya merasakan secercah cahaya untuk meneruskan hidupnya yang terasa suram.

 

***

 

Yunho membuka pintu ruangan Changmin. Ia melihat Dokter muda itu tengah mengamati salah satu data pasiennya. Yunho berdehem, membuat Changmin  kaget. Rasa gugup mendera dirinya.

‘Pasti In-ah Noona sudah melaporkannya’ Changmin berkata dalam hati. Yunho ingin tertawa melihat reaksi Changmin yang berbeda dari biasanya. Dia seperti seorang bocah lelaki yang menahan pipis karena takut meminta izin ke toilet pada gurunya.

“Ada yang ingin kau jelaskan ?” tanya Yunho dengan tenang.

Changmin diam. Berdehem sebentar, lalu mempersilahkan sang donatur untuk duduk didepannya. Yunho mengikutinya dengan tetap mempertahan ekspresi datar—ekspresi seperti seorang suami yang benar-benar marah ketika istrinya berjalan dengan lelaki lain, walaupun itu sahabatnya sendiri.

“Hyeong” Changmin berkata lirih

“Apa ?”

“In-ah Noona… apakah dia sudah menceritakannya semua padamu, Hyeong ?” tanya Changmin dengan nada cemas

“Sudah…” balas Yunho

“Semua tidak seperti yang kau pikirkan Hyeong. Nayoung Noona hanya mengatarkan uang yang kau pinjamkan padanya. Itu saja tidak lebih, ayolah Hyeong, kau tidak akan memukulku karena masalah itu kan ?” Yunho diam.

Uang ya. Benar, Nayoung memang tak mengetahui siapa yang telah menolong ibunya. “Masuk akal” Yunho berkomentar.

“Itu memang kenyataannya Hyeong. Aku tidak mengada-ada” kesal Changmin dengan nada tinggi. Yunho terkekeh geli

“Mana uangnya ?”tagih Yunho dengan cepat. Changmin memutar bola matanya kesal

“Ini” Changmin menyodorkan uang telah dibungkus dengan kertas karton coklat “Kau tidak marah pada kami kan Hyeong ?” tanya Changmin memastikan

“Bagaimana menurutmu ?” tanya Yunho balik. Changmin memutar matanya kesal. Ia mencibir Yunho dengan decakan

“Jangan membuatku pusing, Hyeong. Kau ini…” gerutunya

Yunho tersenyum

“Aku paham. aku ada meeting dengan klien ku. Jadi aku pergi dulu. Aku bawa uangnya” Yunho mengacungkan uang yang dipeganggangnya ke udara.

 

***

 

Nayoung duduk dengan gelisah, pekerjaannya sedari tadi tidak selesai. Ia hanya menatap pola bajunya dengan cemas, kosong dan entahlah. Semua bercampur didalam dirinya. Ia terus melirik arlojinya, berharap waktu dapat terhenti, sehingga ia tidak bertemu dengan Yunho.

Oh Tuhan

Bolehkah ia berharap, bahwa Yunho tidak akan termakan ucapan wanita berhati iblis itu. Do’a Nayoung dalam hati.

“Kau terlihat pucat, apa kau baik-baik saja ?” Nayoung mendongak mendapati rekan kerjanya tengah menatapnya dengan cemas. Dia hanya mengangguk menjawab pertanyaan rekannya.

“Lebih baik kau pulang lebih awal. Kau terlihat sangat tidak baik”

“Aku baik, kau tenang saja”

Memang lebih baik dia berada disini, dari pada dirinya pulang ke apartemen milik Yunho. Membayangkan bagaimana rekasi lelaki itu. Dia berani jamin, tak ada satupun orang yang berani menatap wajah Yunho saat lelaki itu marah atau mungkin mengamuk

 

***

 

Dua Jam berlalu…

Nayoung masih menyibukkan dirinya pada pekerjaan yang sebenarnya tidak penting, rencananya awalnya adalah menghindari Jung Yunho. Namun ternyata dugaannya salah, Yunho berinisiatif untuk mejemputnya.

Wajahnya terlihat biasa—datar dan jarang tersenyum—bahkan Yunho tak mengungkit tentang pertemuannya dengan Changmin. Nayoung berspekulasi sendiri. ‘Benarkah wanita iblis itu tidak mengatakan yang sebenarnya pada Yunho. Itu tidak mungkin mengingat wanita itu ingin sekali mencari celah kesalahannya’

“Kau melamun”

Yunho membuka suara saat mereka berdua dalam perjalanan pulang. Nayoung terdiam, ia berdehem sedikit demi melancarkan suaranya yang tercekat

“Tidak, aku hanya berpikir” gumama Nayoung melihat reaksi Yunho

“Apa yang kau pikirkan ?”

“Masalah pekerjaan, bagaimana harimu ?” Nayoung mencoba mengalihkan pembicaraan

“Tidak terlalu buruk. Em.. kau ingatkan, kalau malam ini aku akan memperkenalkanmu dengan seseorang ?” Yunho melirik Nayoung yang menatapnya

“Hmm” angguk Nayoung

“Kalau begitu jam delapan kita akan segera berangkat”

 

****

 

Nayoung terdiam, matanya melirik kebeberapa arah yang menurutnya cukup menarik. Tangan kanannya masih digenggam oleh Yunho. Yunho sendiri terlihat cukup gugup, ia menarik napasnya lalu memandang Nayoung yang menatapnya juga.

“Kau terlihat aneh” Nayoung berujar santai

“Perasaanmu saja” gumam Yunho

“Yunho-ya” seorang wanita dengan perawakan sempurna, seperti seorang dewi yang  dikirim Tuhan ia sempurna, ia cantik, ia bahkan memiliki matah coklat yang indah dengan binar yang ceria. Yunho tersenyum, Nayoung masih mengamati perubahan wajah suaminya. Mungkinkah wanita ini ?

“Hay… apa kabarmu ?” wanita itu tersenyum, dia berdiri didepan Yunho. Lalu menatap Nayoung yang hanya memakain mini dress hitam. Cocok untuk tubuhnya yang kecil dan berkulit putih.

“Baik, kau ?” Yunho bertanya dengan tenang, tangannya masih setia menggenggam tangan Nayoung.

“Aku baik. Tentu saja” gumamnya lirih diakhir kalimat “Istrimu ?” tanya wanita itu antara yakin dan tidak.Yunho mengangguk seadanya “Cantik” gumamnya seperti tak ingin

“Terima Kasih” Nayoung mengambil pembicaraan. Insting seorang istri ketika suaminya mulai tertarik dengan wanita lain. Nayoung lalu mengambil salah satu cara untuk menyadarkan wanita didepannya, bahwa Jung Yunho sudah ber istri.

“Em… nikmatilah pesta ini” wanita itu menyadari aura yang terpancar dari wajah Nayoung.

“Hmm” angguk Yunho.

Gina, melangkah meninggalkan sepasang suami-istri yang kini terdiam, sembari menarik tangan masing-masing. “Kau seperti seorang istri yang pecemburu” gumam Yunho

Nayoung tersenyum “Menurutmu begitu ?” tanya Nayoung balik

Yunho mengangguk lalu melangkah menuju kearah jendela. Nayoung mengikutinya sembari tersenyum geli “Baiklah, aku tak akan ikut campur lagi. Kalau kau ingin berselingkuh aku tak akan menghalangimu”

Yunho memandang Nayoung yang kini berdiri disebelahnya. Wajah Nayoung menatap keluar jendela. Menerawang apa yang ada dijalanan.

“Aku sama sekali tak ada niat untuk selingkuh, dia hanya sahabatku” Yunho menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada hatinya

“Aku tahu, tapi sepertinya kau terlalu banyak memberikan harapan pada wanita tadi”

Yunho tak memalingkan wajahnya, ia hanya menatap Nayoung yang tak menatapnya. “Kenapa kau berasumsi seperti itu ?” tanya Yunho dengan nada datar

“Aku tahu mata itu, Jung Yunho. Aku wanita, aku juga pernah merasakan hal seperti itu” Nayoung memalingkan wajahnya, menatap Yunho dalam diam.

“Aku mengerti” ujar Yunho pada akhirnya

“Aku akan mencoba menjaga jarak, apa itu solusi yang terbaik ?”

“Menurutku, ya”

Mereka kembali terdiam, menatap kedalam mata masing-masing, mencari kebenaran, luka dan kekecewaan didalam manik mata pasangannya.

 

***

 

“Kalau kau kemari untuk mendiamkanku, kenapa kau harus membawaku kemari ?” gumam Hyejin kesal. Ia berdiri, menghentakkan kakinya ke lantai, dan berjalan kearah jendela yang ada disudut ruangan. Matanya mulai berkaca, melihat bagaimana Donghae yang notabennya adalah tunangannya kini bersenang- senang dengan wanita bernama Gina.

Dia tahu, jika Donghae bukan miliknya. Tapi tidak ada salahnya bukan, Donghae menghargai bagaiamana perasaanya sebagai seorang wanita yang memiliki status dengannya.

Hyejin kesal setengah mati, ia memilih untuk menegak minuman yang ada didepannya dengan cepat. Rasa kesal itu hilang seperti sebuah angin yang menyapu debu.

‘untuk apa kau memikirkannya’ gumam Hyejin didalam hati.

 

***

 

Yunho tersenyum memandangi beberapa teman-teman kuliahnya dahulu, kembali teringat akan kenangan masalalu dimasa itu. Tersenyum tanpa beban dan terkadang sibuk mencaci para pemberi ilmu karea tugas setumpuk yang tiada habisnya. Yunho terkesima melihat Gina yang masih seperti dulu. Gestur tubuhnya, sikap ramahnya, lalu sikap manja yang lembut membuat pria mudah tertarik padanya.

Tak salah jika Donghae selalu mengejar Gina semasa mereka dibangku perkuliahan. Gina memang menarik. Itu yang dapat Yunho simpulkan. Ia melirik Donghae yang menempel pada Gina, dan sepertinya wanita itu tidak keberatan. Yunho mengalihkan pandangnya pada sosok wanita yang kini memandang Donghae dengan sengit.

‘Mungkinkah ?’ terka Yunho dalam hatinya. Sejujurnya Donghae tak selalu terbuka tentang cinta pada wanita. Donghae selalu terbuka padanya ketika lelaki itu tengah mengalami krisis wanita untuk dipacarinya atau hanya untuk cinta satu malamnya.

“Dia tunangan Donghae, sepertinya” Yunho menoleh pada pemilik suara itu. Nayoung yang tadinya megikuti pandangan Yunho kini beralih menatap pria itu dengan pandangan datar.

“Jadi benar” gumam Yunho lirih

“Yah, seperti itulah. Aku melihatnya kemarin bersama Donghae. Hari dimana aku dan Donghae tidak sengaja bertemu” ujar Nayoung lembut.

“Aku paham”

“Tapi kenapa Donghae tidak menganggapnya ?” tanya Nayoung dengan lirih dan penuh tanya. Yunho hanya bisa mengangkat bahunya acuh

“Biarkan saja, kau mau aku ambilkan sesuatu ?” tawar Yunho dengan sikapnya yang tenang. Nayoung mengangguk

“Apa saja yang bisa dimakan, perutku lapar sekali” Nayoung mengakhiri perkataannya dengan senyuman.

“Oke”

Nayoung mencoba untuk menikmati pesta ini, kendati ia sama sekali tidak tertarik dengan yang namanya pesta. Apapun itu. Apa Iagi ia tak mengenal mereka yang ada didalamnya, kecuali Donghae.

“Hay..” Nayoung menoleh mendapati seorang wanita yang baru saja dikenalkan  oleh suaminya. Gina

“Hay…” Nayoung membalas sapaannya dengan tenang.

“Aku tak menyangka jika Yunho akan menikah secepat itu” gumam Gina menerawang, padangan matanya terlihat kecewa dan pedih. Nayoung tahu itu dan dia pernah merasakannya. Ia bingung, dia tahu dari mata Gina, wanita itu mencintai Yunho. Dan bodohnya Jung Yunho adalah ia tak pernah bisa mengenali perasaan semacam itu

“Hmm…” angguk Nayoung untuk merapatkan hatinya. Agar tidak goyah dan runtuh.

“Aku senang, karena akhirnya Yunho tidak menikahi wanita berhati iblis itu. Kau tahu, Yunho adalah sosok lelaki yang diminati banyak wanita. Dia tampan, dia berani, dan terlihat sangat menakjubkan. Dan aku rasa semua wanita bisa membaca itu hanya dalam sekali melihatnya”

Nayoung menahan napasnya sejenak. Suaminya dipuji oleh orang yang sangat mencintainya. Dia harus bereaksi seperti apa ? mengatakan bahwa ‘Ya Kau benar sekali’ itu akan membuat hati Gina terasa tercabik.

“Dan In-ah memanfaatkan Yunho demi puncak karirnya. Bodohnya Yunho hanya satu, dia terlalu baik untuk wanita seperti In-ah” gumam Gina

“Ya. Semua orang menyangkan hal itu” aku Nayoung sependapat.

“Kau beruntung, kadang aku bermimpi untuk memiliki suami seperti dia”

Nayoung terdiam, dia membeku. Dia hanya bisa menatap Gina yang menatap kosong pada satu titik di lantai. Yunho datang dengan dua gelas minuman dan sepiring kue-kue cantik ditangan kanannya. Bahkan dengan tangan penuh sekalipun, lelaki itu tetap terlihat berwibawa, mempesona dan seksi ?

“Kalian membicarakan aku ?” tanya Yunho dengan senyum khas miliknya. Gina tersenyum menatap Yunho yang kini melangkah mendekati istrinya.

“Kau benar-benar besar kepala. Kami tidak membicarakanmu, aku tinggal sebentar ya. Nikmatilah pesta ini” gumam Gina sembari tersenyum girang. Dia berusaha untuk menutupi semuanya.

Nayoung menatap kaku Yunho yang memberikannya minuman. “Makanan pesananmu” Yunho mengacungkan kue-kue itu didepan Nayoung

“Terima kasih” Nayoung mengabil salah satunya, dan mulai memakannya. Keheningan melingkupi mereka berdua.

“Aku tahu kau melihatnya” Nayoung berseru, lalu menatap Yunho yang menyeruput minumannya.

“Maksudmu ?” tanya Yunho dengan nada bingung

“Kau tahu kemana arah pembicaraan ini, Jung Yunho. Dia—“ Nayoung berdehem sedikit “Gina, dia menyukaimu, dan kau tahu itu. Kau hanya berusaha untuk menutupinya, menutupi kenyataan bahwa Gina tertarik padamu” jelas Nayoung

“Sepertinya perasaanmu tidak baik malam ini, kita pulang saja” ajak Yunho. Mengabaikan pernyataan Nayoung barusan adalah jalan terbaik yang ia pilih. Dari pada ia harus bertengkar dengan istrinya disini. Ia tak ingin masalah ini diketahui banyak pihak apalagi Gina dan Donghae. Yunho sangat menghargai mereka berdua, dan dia tak ingin mereka merasa bersalah

“Mengalihkan bahan pembicaraan” gumam Nayoung kesal, ia lalu meninggalkan Yunho dengan cepat. Yunho mendesah

“Ya Tuhan, sepertinya akan terjadi pertengkaran perdana kami” gumam Yunho dengan tenangnya.

 

***

 

“Masih ingin membahas yang tadi ?” tanya Yunho saat mereka akan bersiap untuk tidur. Nayoung sedang membersihkan wajahnya didepan kaca rias, hanya mendengus dan mencibir Yunho. Ia meletakkan beberapa kapas dan pelembab mukanya diatas nakas. Lalu bergegas untuk tidur disamping Yunho.

“Tidak tertarik” gumam Nayoung acuh. Ia lalu tidur membelakangi Yunho dengan tenangnya. Yunho ingin tersenyum geli, melihat aksi diam yang dilancarkan Nayoung, hanya karena ia tak ingin membahas pertanyaannya tadi.

“Aku tak suka didiamkan” ujar Yunho pendek. Dan sepertinya itu membuat Nayoung tertarik untuk berteriak kesal pada suaminya

“Dan aku tak suka diabaikan” jawabnya dengan mata menyipit tajam. Yunho benar-benar geli sekarang.

“Oke. Kita selesaikan malam ini, aku yakin kau tidak akan bisa tidur sebelum mendengar jawabanku” ujarnya kembali memancing.

“Terlalu percaya diri” jawab Nayoung. Namun ia menggerakkan tubuhnya untuk duduk dan menghadap Yunho yang kini tengah bersandar dikepala ranjang.

“Donghae mencintai Gina” ujar Yunho. Nadanya terdengar lirih antara kecewa dan dilema.

“Aku bisa melihatnya juga, beruntungnya wanita itu” ucap Nayoung berkomentar. Yunho memandangi Nayoung dengan dahi mengernyit

“Kau lebih beruntung, karena aku menikahimu” ejek Yunho sinis. Nayoung kembali mencibir ucapan Yunho.

“Oh aku tersanjung” cibirnya kesal “Jadi kau memutuskan untuk berpura-pura bersikap sebagai sahabat pria yang bijaksana ? mengorbankan perasaanmu, begitukah ?”

“Jangan sok tahu” Yunho kesal, ia balas mencibir Nayoung dengan bibir kecilnya.

“Lalu ?” tanya Nayoung ingin tahu

“Aku sama sekali tidak mencintainya. Aku hanya terkesan padanya, itu saja. Kau wanita yang cerdas, aku rasa kau tahu dimana batas antara suka dan terkesan”

Nayoung tersenyum kecil, bibirnya hanya mengatakan oh. “Matamu mengatakan kau menyukainya” Nayoung kembali memancing Yunho. Untuk memastiakan apakah pria ini memang benar-benar tidak mencintai Gina.

“Kau salah memilih umpan Kim Nayoung. Jika kau berniat memancingku untuk mengatakan aku menyukainya” gumam Yunho dengan tenang. Nayoung mendengus. Tangan Yunho bergerak untuk mematikan saklar lampu yang ada disamping Nayoung.

“Tidurlah, ini sudah malam”   ucapnya sebelum menjatuhkan dirinya diatas ranjang. Nayoung mendesah pelan

“Selamat malam” Nayoung berujar, lalu memulai petualangannya kealam mimpi.

 

***

Seperti hari-hari sebelumnya Nayoung menjalani aktivitasnya sebagai istri yang baik. Membantu Yunho menyiapkan pakaiannya dan merapikan tempat tidur setelah itu mereka akan sarapan bersama. terkadang mereka masih menyelesaikan permasalahan sepele dengan beradu argumen yang didasarkan atas kekeras kepalaan mereka masing-masing.

Yunho membenahi dasinya yang tidak rapi. Lalu meminta Nayoung untuk mencarikan jas yang ia maksud. Menurut Nayoung, pagi ini adalah pagi yang paling menyibukkan. Apalagi mendengar ocehan Yunho dari pagi. Saat dimana ia ingin tidur nyenyak, Yunho malah membangunkannya untuk alasan sepele. Sepatu olahraganya tidak ada dirak.

“Kenapa kau manja sekali pagi ini ?” keluh Nayoung menyedukan kopi hangat untuk Yunho.

“Itu tugas seorang istrikan ?” tanyaYunho dengan santai. Nayoung mendengus

“Sialan kau. Em.. malam ini aku ada rapat bagian dengan teman-temanku, jadi mungkin akan pulang larut. Jangan menungguku makan malam” ucap Nayoung lalu duduk didepan Yunho.

“Baiklah. Perlu aku jemput ?” tanya Yunho

“Tidak perlu, kau pasti lelah istirahat saja” ujarnya dengan bijak.

“Hmm… Well…kau sudah membaca brosur yang aku berikan kemarin ?” tanya Yunho kembali.

Nayoung mengangguk pelan “Aku lebih suka Jepang. Tapi sepertinya kau menyukai opsi yang lain” ujar Nayoung tak terlihat peduli.

“Kalau begitu kita ke Jepang saja. Minggu depan aku ada pertemua dengan rekan bisnisku di Jepang. Jadi bisa sekalian” tawar Yunho

Nayoung berpikir sejenak “Baiklah, aku setuju” Yunho menganggui dengan senyuman. Tak menyangka pagi ini Nayoung menuruti permitannya. Biasanya Nayoung akan menentangnya, dan kemungkinan mereka akan beradu argumen. Berujung pada Nayoung yang mendiamkannya.

“Aku barangkat” Yunho bangkit. Ia mengecup kepala Nayoung lalu meninggalkan apartemennya.

Kebiasaan baru Yunho yang entah kapan dimulainya. Yang pasti pertama kali Nayoung merasakannya jantungnya berdetak melebihi batas normal. Darahnya berdesir cepat, rona pipinya juga mencuat.

 

***

 

Donghae mendatangi kantor Yunho. Ia ingin memberikan undangan pernikahannya yang akan dilangsungkan beberapa minggu lagi. Dan sepertinya Yunho tak terlalu terkejut dengan undangan itu. Lelaki itu malah dengan tenanganya menyapa dan memeluk Donghae.

“Selamat” tulus Yunho

Donghae tersenyum kecil “Terima kasih”

Yunho mengangguk “Jadi siapa pemenang taruhan ini ?” tanya Yunho dengan gurauan. Donghae mengernyit benar. Taruhan.

“Kita perpanjang saja, sampai kapan kita akan merasa bosan pada pernikahan kita. Siapa yang bercerai duluan, dia yang akan kalah, bagaimana ?” kembali. Donghae menlancarkan tantangannya. Yunho mengangguk.

“Pernikahan bukan permaianan. Mungkin kau belum tahu tentang itu” ucap Yunho. Kali ini ia terlihat lebih serius. Yah Donghae tahu, pernikahan bukanlah sebuah hal yang dapat dipermainkan dengan seenaknnya. Tapi masalahnya adalah ketika kau terpaksa menikah, maka pernikahan bukanlah sebuah hal sakral lagi, melainkan permainan.

“Buktikan padaku” hanya itu yang dapat Donghae katakan.

“Aku harus pergi, jika tidak ayahku akan benar-benar mengamuk” Yunho mengangguk seadanya.

 

***

 

Nayoung merapikan parkamen hasil karyanya. Setelah berkutat selama lebih dari dua jam akhirnya ia menemukan bentuk yang sesuai untuk tema akhir tahun. Nayoung sangat berharap besar pada hasil karya nya yang ketiga ini. Semoga kali ini hasilnya akan lebih memuaskan.

Sesaat Nayoung teringat akan ibunya dan Jung-in yang berada dirumah. Bagaimana kabar mereka sekarang, sepertinya akhir-akhir ini ia cukup sibuk, sehingga tidak memperhatikan mereka lagi. Nayoung mendesah sedih. Ia harus mengunjungi ibunya malam ini juga.

Dengan gerakan cepat ia mengirim pesan singkat pada Yunho.

Tidak perlu menunggu pulang, aku akan kerumah ibu malam ini.  (Nayoung)

Menit kemudian ponsel Nayoung berdering. Yunho menghubunginya.

“Ada apa ?” tanya Yunho tanpa basa-basi

“Hanya mengunjungi ibu, itu saja” jawab Nayoung lalu memasukkan barang-barangnnya kedalam tas jinjing hitam miliknya. Yunho dia sejenak

“Aku ikut, tunggu aku sepuluh menit lagi” putus Yunho.

 

***

 

Jung-in membantu ibunya untuk membuat beberapa makanan bagi para pekerja yang sedang mengerjakan proyek besar didekat rumahnya. Beberapa minggu ini kehidupan mereka cukup tenang, tak ada teror dan tak ada gangguan seperti dulu.

Ibunya bahkan tidak terlalu mencemaskan Nayoung, melihat kesungguhan Yunho saat melamar putri pertamanya. Ibunya bahkan percaya bahwa lelaki bisa menjaga putrinya.

Deru mesin mobil membuat mereka saling memandang, lalu melihat kearah pintu depan. Terlihat Nayoung dan Yunho yang sedang membawa beberapa bingkis makanan dan barang-barang didalam plastik putih.

“Aku pulang” seru Nayoung dengan ceria. Lelahnya menguap saat melihat senyum ibu dan adiknya. Ia lalu menjatuhkan barang bawaannya kelantai untuk memeluk dua orang yang amat dicintainya.

“Kau semakin gemuk” ejek Jung-in pada kakaknya. Nayoung tersenyum

“Sepertinya menantu ibu menjaga kakak dengan baik” goda Jung-in pada kakak iparnya.Yunho tersenyum kecil. Lalu memeluk ibu mertuanya.

“Duduklah” ajak ibunya pada mereka berdua. Yunho duduk bersila disamping Nayoung.

“Ah—aku sangat merindukan rumah ini. Padahal aku baru meninggalkannya tidak lebih seminggu” gumam Nayoung sembari menghela napas. Yunho diam mengamati ekspresi lelah dimata Nayoung

“Kita bisa menginap disini kalau kau mau” ujar Yunho tanpa kontrol. Nayoung terdiam begitu pula dengan ibu mertuanya.

“Kau benar-benar seriuskan?” Nayoung memastikan. Yunho mengangguk kecil

“Tentu”

“Terima kasih…”

“Kalau begitu aku akan menyiapkan kamar untuk kalian berdua, bagaimana ?” tawar Jung-in. Nayoung mengangguk, ia beranjak dari tempat duduknya

“Aku akan membantumu”

Mereka berdua berjalan menuju kamar kecil milik Nayoung dulu. Ibu mertuanya menatap Yunho dengan lembut, Yunho tersenyum kecil.

“Terima kasih” ucapan itu kembali terdengar ditelinga Yunho. Yunho bergerak mendekati ibu mertuanya.

“Aku tidak melakukan apapun, Bu” ujar Yunho dengan nada lembut. Ibu Nayoung terisak kecil, Yunho lalu memelukanya dengan tenang.

“Aku sudah berjanji pada Ibu, aku akan memperlakukan Nayoung sebaik mungkin. Ibu tak perlu bersedih” ucapnya.

“Ibu tahu, Ibu senang,sebelum ibu benar-benar meninggalkan dunia ini. Ibu bisa melihat Nayoung terjaga dengan baik” ucap mertuanya sembari mendongak, Yunho mengangguk

 

***

 

“Kau beruntung kak” ucap Jung-in menggoda. Nayoung hanya tersenyum kecil melihat adiknya yang membentulkan letak buku-buku bacaaan miliknya dulu.

“Kau bisa saja”

“Lelaki seperti kakak ipar itu sulit dicari. Dia tampan, ramah, lebih dari kata mapan. Sepuluh dari sepuluh poin untuknya” ucap Jung-in lalu duduk diatas ranjang kecil milik Nayoung dulu.

“Semua ada sisi tak senangnya, Kim Jung-in” ujar Nayoung lirih

“Apa ? ah—aku tahu. Pasti karena banyak wanita yang menyukai kakak ipar” goda Jung-in balik. Nayoung tersenyum kecil

“Anak kecil tahu apa. Sudah lebih baik kau istirahat, bukankah besok kau akan ujian akhir ?”

Jung-in tersenyum, kemudian memilih untuk pergi meninggalkan kakaknya dikamar sendirian. Yunho masuk dengan tenangnya. “Jangan membicarakan orang dibelakang, Nayoung ssi” ucap Yunho lalu melirik beberapa sudut ruangan. Kamar tidur Nayoung memang tidak besar, sejenak terlintas dipikirannya. Nayoung sudah menjalani hidup seperti ini lebih dari lima belas tahun. Menurutnya Nayoung adalah wanita yang hebat.

“Kau kagum dengan kamarku ?” ujar Nayoung dengan nada sinis. Yunho tersenyum kecil lalu menutup pintu kamarnya .

“Tidak, aku hanya berpikir. Apa adikmu tidak mendengar percakapan kita ? dindingnya tipis sekali” gumam Yunho lalu mengetukkan dinding yang ada disampinya. Nayoung mendengus

“Sekali-kali hiduplah serba terbatas. Aku rasa itu cukup membuatmu merasakan arti menghargai apapun meski itu bentuknya sepele”

“Akan aku coba. Kau harus membantuku”

Nayoung terkesiap “Kau serius ?” tanya Nayoung keheranan. Yunho mengangguk mantap.

“Sepulang dari Jepang, em, apa kau tahu dimana kita dapat menyewa flat murah ?”

Nayoung menyipitkan matanya “Kau tidak akan bisa bertahan, aku yakin itu”

“Aku bisa, akan aku buktikan. Bagaimana ?” ejek Yunho dengan jahil.

“Baiklah, setelah dari Jepang kita akan memulai permaianan ini. Em.. Boleh aku bertanya ?”

“Apapun”

“Gajimu sebagai direktur perusahaan berapa ?”

“Kenapa bertanya seperti itu ? kau mau memeras suamimu, ya ?”

“Ck… tentu saja tidak. Aku hanya berpikir, sepertinya gajimu harus disimpan. Pendapatan orang tidak punya biasanya tidak lebih dari beberapa lembar uang won, tidak memiliki mobil, tidak memiliki ponsel canggih, atau semacam teknologi canggih. Lalu tidak memiliki pakaian yang mahal dan—“

“Cukup. Aku tahu, kita diskusikan itu nanti, oke. Aku lelah bisakah kau merebuskan aku air hangat ?” tanya Yunho

“Baiklah” ujar Nayoung akhirnya.

***

Yunho terdiam didepan pintu kamar milik istrinya. Ia melihat Nayoung duduk meringkuk sembari membaca buku bacaaan diujung ranjang yang merapat pada dinding.

“Lebih baik aku tidur dilantai” ujar Yunho dengan pelan. Ia menutup pintu kamar milik istrinya. Nayoung mendongak, melipat kertas sebagai tanda bahan bacaannya.

“Kenapa ?” hanya itu yang terlontar dari bibir istrinya.

“Itu tempat tidur single Naya. Dan itu tidak cukup untuk kita berdua, jadi aku memilih untuk tidur dilantai saja” ujar Yunho menjelaskan.Nayoung mengangguk mengerti

“Aku dan Jung-in biasanya memakai ini. Dan itu cukup untuk kami” Yunho terdiam. Dengan berdempetan. Oh—jangan menguji kesabarannya dalam menghadapi sikap polos istrinya. Jika itu terjadi maka dapat dipastikan istrinya tidak akan selamat. Beberapa hari ini ia sudah cukup sabar untuk tidak memuji kepolosan wajah istrinya ketika tidur, menahan hasrat nya sebagai seorang lelaki untuk tidak melakukan hal yang seharusnya kepada istrinya.

“Tidak bisa, aku dilantai saja” ucap Yunho dengan tegas. Nayoung mengernyit

“Kau mengatakan ingin hidup serba terbatas, berbagi tempat tidur saja kau tak ingin” kesal Nayoung. Yunho menghela napasnya dengan berat.

“Bukan begitu, aku hanya—“

“Aku tak ingin bertengkar denganmu” Nayoung lalu menghempaskan tubuhnya dengan memunggungi Yunho.

“Oke, baiklah. Malam ini aku mengalah” ujarnya dengan malas dalam tidurnya Nayoung tersenyum kecil.

Yunho lalu membaringkan tubuhnya disamping Nayoung. Seperti dugaannya, tempat tidur ini tidak cukup luas untuk menampung mereka. Bahu Yunho yang lebar memakan banyak tempat, membuat mereka berdesakan. Untung saja, Nayoung tidur dengan posisi miring.

“Aku tak bisa tidur jika posisinya seperti ini” ucap Yunho menggumam. Ia menarik napasnya sejenak, lalu memiringkan tubuhnya untuk memposisikan diri memeluk Nayoung. “Jangan salahkan aku, kau yang memintanya” bisik Yunho dengan tenang. Tangan kanannya diselipkan dibawah kepala Nayoung, menyangga kepala istrinya. Sedangkan tangan kirinya bersiap memeluk istrinya.

“Selamat malam” ucap Nayoung sebelum matanya benar-benar terpejam

“Malam”

 

TBC….

 

Hay,,,  aku mau ngasih pidato singkat ya wkwkwkwk

Pertama2 aku mau ngucapin makasih buat readers ku… karena kalianlah aku bisa meneruskan cerita ini.maaf  y bgi komennya yg ga bisa aku bales… klo mo tnya ap2 langsung aja ke dinidng FB ku.. :p

Kedua aku nggak bisa uplod cerita dengan cepat, alasan nya karena aku sibuk 😦 banyak banget tugas kuliah menjelang akhir smester pertama, terus kesibukan aku ditempat kerja…

ketiga, aku mo ngucapin happy aniv buat TVXQ , semoga panjang umur solid selalu.  U are the best idol for me ^.^ Love u … wkwkwkwk

ke empat aku mo ngucapin selamat tahun baru, semoga ditahun depan kta bisa lebih baik dari yang sebelum.sebelumnya.

kelima aku uplod cerita ini di akun WATTPAD ku. Kalian bisa buka di www.wattpad.com lalu cari aja akun MrsKims *mopromosi* wkwkwk…

the last, see u @ next FF 😛

PAY PAY >……………………………….

Iklan

50 thoughts on “Secret in Marriage

  1. anggrainimiranti berkata:

    pertamax! eonniii, ini sweet deh..suka! suka! suka! tp ada gina ya, kalo in-ah kan jelas2 jahat dan yunho juga udh males, nah gina kan kayaknya baik. aku takut yunho berpaling, huhuhu 😦 next partnya jangan lama2 ya eonn. Happy new year 😀

  2. yanty berkata:

    Makin so sweet,buat Nayoung cpat hamil dong eonni,biar Yunho gak da yg ganggu lagi dtggu Bab 9 nya jgan lama2 yach…

  3. putrimays berkata:

    ih uno tangannya.. hahaha
    seneng deh ff ini akhirnya update juga..
    ini lepas dari in-ah eh dateng si gina -.-
    semoga uno tetep ama nayoung.. hahaha

    happy new year 🙂

  4. Ika kyu's wife berkata:

    Huaaaaaaaa….gag berenti sayah senyum2 gaje dg dialog ringan nayong ma yunho..agak2 menggelitik lucu haha..
    Daann tbc disaat yg tepat *fiuuuhh..
    Qra2 kejutan ap lagi nh di nextpart.. Ok deh always waiting ur ff ny.kims 😀

  5. lestrina berkata:

    Nayoung dh mulai menyukai yunho, tp kira2 yunho sama ga ya. Soalnya disini yunho baik bgt n ngerti bgt sifat nayoung…nayoung menantang yunho utk hidup sederhana, hmm bisa2 cinta akan lbh cpt muncul diantara mrka. Saeng nayoung n hyejin klo bisa mrka dipertemukan n dibuat akrab alias jd sahabat.
    Saeng part lanjutannya or ff lain dipost dsini ya, klo di wattap eon ga tau caranya alias blm pernah coba nieh. Dtunggu ya dipublish di sini

  6. ci2t berkata:

    Wah………senyum2 g jelas baca part ini…..DAEBAK DAEBAK….
    mereka mulai mesra n ngerasa ‘memiliki’ satu sama lain….
    Ayo dong cpet bkin ‘Yunho Junior’ biar gina, In ha g ganggu lagi…hahahah.

  7. Kim hyewon berkata:

    hem…akhirnya piuhhhhhhh…
    tau gak ini ff dah ditunggu dari kemaren2 vii, tiap buka broser pasti cek dulu kesini
    akhirnya lupdate juga ini ff

    Dikira daddy yunho mau ngamuk ehh..cm senyum2 geje gitu -_-
    tapi bener loh ini ff bikin senyum2 geje sendiri, serasa diri sendiri yang diceritain
    #diguyur vivi
    Kayaknya next chap bakal ada yang jadi suami istri “beneran nih”
    *reader saraf -_-

    so, vi next chap ditunggu yah jgn lama2 plissss…0____0
    ASAP!

  8. fath berkata:

    akhirnya update juga 😀
    baca part ini bikin senyum2 sendiri . hihihi
    nayoung nya udah mulai suka sama yunho. yunho nya gmn nih ? semoga nggak bakal ada masalah antara gina yunho sama nayoung.

    oke , semangat buat next chapter !!! 🙂

  9. syari berkata:

    akhirnya publis juga…..ceritanya semakin keren tau…aplagi kalo di perpanjang…q suka momen nayoung yunho nya….unik……lanjut yaaaaaaaaaaaaa jangan lama2…okehhhh…..semangattttttttt….
    kayaknya authornya berbakat jadi penulis yaaa….. 😀

  10. qoyah cassie berkata:

    Ahhh romantisssssssssss..
    Hahha,, wlaupun cuma skedar cemburu yg lucu, brantem mlem2 krna cmburu, trus sma kontak fisik yg cuma cium kening aja udh romantis bgttttt…wkkwkk,, feel nya dpt bgt eonn 🙂
    aku doain deh smoga mereka cpet punya anak ..wkkkwkk,, selalu bgtu doanya pasti:D
    oya gmn ya nnti klo nayoung tau klo nikahan nya trnyta dr taruhannya yunpa.. Ahh semoga dia ga marah.. Wkwkwkk,,

  11. chemistryrain berkata:

    Wuaahh cute sekale mereka,,, co cwiiit,,, penasaran ma bln madu mereka dan kehidupan mereka d flat hhee,,, moga hae bisa nerima hyejin yach,,, suka deh ma yunho n nayoung yg cemburu2an 🙂

  12. jin ara berkata:

    Akhirnya publish juga bab 8 nya 🙂 aku baru mulai ngerti gimana jalannya pernikahan yunho dan nayoung ,karakter mereka gimana pas baca bab ini .. Makin penasaran pengen aga dipanjangin lagi kalau boleh hahahahahahaha semangat semngat semangat !!! Di tunggu bab bab selanjutnyaaaaa

  13. syifasuju18elf berkata:

    wah…. pasangan ini udah deket y… senengnya….
    kenapa publishnya lama bangetz chingu????
    haeppa jangan jahad2 dunk sama tunanganmu itu… kasihan dy…..
    bagaimanapn dy yg nantinya akan mendampingimu dikeseharianmu….. gx abar tgu bab2 selanjutnya….

  14. Zihae berkata:

    Eehhmm nayoung cmburuan trnyata,jd senyum2 sndri bc part ni

    Mereka dah mulai sling ska,dtunggu part slnjt’a:-)

    Happy new year

  15. Zihae berkata:

    :-)Eehhmm nayoung cmburuan trnyata,jd senyum2 sndri bc part ni

    Mereka dah mulai sling ska,dtunggu part slnjt’a:-)

    Happy new year

  16. chu604 berkata:

    di ff ini kamu punya kemajuan sama skinship 😀
    cie tidurnya dipeluk kkk~ ah gimana kalau meluk nayoung saat tidur jadi kebiasaan yunho yang baru, kayak nyium nayoung sebelum berangkat kekantor ❤ ada typo sama kata-kata yang kurang sempurna tapi ggpapa.. pokoknya dari segi cerita ff kamu ini lebih berkembang 😀

  17. evi berkata:

    mrs kim, aq tambah suka dech dengan cerita ini tapi alurnya kok rasanya lama banget, terus kok jung yunho nya blom ada ngomongin cinta, terus adegan mesranya kok dikit banget, jadi tambah penasaran aq, keep writing sist, aq tgg bab selanjutnya ya, 🙂

    • Vii2junshu_kim berkata:

      thanks 😀 btw ini memang aku kasih alur lambat, biar lebih terasa feelnya.
      kedua lebih seperti kehidupan yang sebenarnya, terasanya nyata dan lebih mengalir aja 😀
      okk..okk

  18. jewelchi berkata:

    kyaaaaaaaaaaa…. baca dr part 1- 8 seharian>< seru banget.

    *eh?
    hai author^^ salam kenal.
    new reader has come ^^

    seru banget ceritanya.
    aq pecinta genre married life, tapi dengan bahas yang baku^^

    bingung mw komen apah, cm yah~..ada typo2 dikit^^
    ditunggu part selanjutnya yah.. kalo perlu ga usah berakhir ceritanya

    *eh ~

  19. LJK~ berkata:

    smga prjalanan yunho nayoung brkesan
    Dan chemistry mereka makin dpt
    Hahaha yunho mulai luluh nih dgn kepolosan nayoung
    Dtunggu pake bgt lanjutannya ya

  20. Mutmut Mutmainah berkata:

    pertama mau nngucapin happy 9th anniv uri TVXQ. kedua, happy new years 2013..

    so sweet bgt ceritanya, penggunaan bahasanya indah banget. jarang FF yang tata bahasanya kaya beginian. ^^

    ayo nayoung segera punya anak. yunho awas ya!! mereka sepertinya sudah saling mencintai terlihat dari mereka perang argumen.

    ditunggu next ceritanya.
    chingu fighting buat nerusin episodenya. ^^

    • Vii2junshu_kim berkata:

      thankyou 😀
      ehh jangan dipuji.. ntar saya nya makin GR… wkwkwk
      saya masih belajar nulis… shehegs *formalbanget basanya* wkwkwk
      siip…ditungguu aja ya kelanjutannya gimana 😀

  21. syifasuju18elf berkata:

    sebenarnya udah baca lewat ponsel, n udah coment juga tapi….comentnya selalu gagal….
    jadi mau gak mau aku buka laptop dech….
    author……….. jujur aa ini ff yunho susah banget nyarinya…. nyari ff yg cast utamanya yunho susah banget, ad c tapi….selalu aja ceritanya yunjae…. hemh….
    lanjutannya angan lama-lama y author……..
    and sebenarnya yunho t udah kenal lama atau gimana c cma nayoung?????
    misteri yg belum terungkap…. wkwkwkwkwk
    semangat author buat lanjutannya…. plsssssssssss ngn lama2……..ok!!!!!! 😉

  22. mizucha berkata:

    aku telat komen, biasanya gw paling rajin..
    aku lupa klo bab 8 dah nongol.
    kapan nih romance moment na nongol gatel nih nunggunya

  23. syari berkata:

    ahhhhhhhhhhh lam nunggu lanjutannya…q dah kangenn q baca lagi dehh ini ff….authorrr ayo dong publish lagi

  24. Shamusuki berkata:

    Point plus buat ff ini adalah chemistrynya dapet tanpa menggumbar skinship. Bukan suatu hal yang gampang, menggambarkan hubungan antar pasangan yang baru menikah dengan step lambat. Biasanya cerita pasangan baru menikah pasti digambarkan secara menggebu-gebu, cepat, singkat. Tanpa adanya alunan perasaan masing-masing karakter yang mencolok.

    I Really love this story, alurnya enak, nggak kecepetan, tapi juga nggak kelamaan, dan bertele-tele. Konflik kecilnya juga cepet selesai, dan nggak ngegantung. Ini yang bedain dengan fanfic marriage yang lain.

    Aku yakin bikin ff kaya gini, pasti butuh, waktu, tenaga, dan pikiran yang fresh untuk merangkai katademi kata yang membuat readers terombang-ambing. Belum lagi harus nyuri waktu diantara tumpukan tugas kuliah, yang amat menyebalkan, dan nggak selesai-selesai. Hehe..

    Nggak usah buru-buru, yang penting kualitasnya ,ok. Dari pada maksa tapi hasilnya nggak maksimal.

    Semangat ya!!!
    Akua akan tetap menunggu kelanjutannya. ^____^

    • Vii2junshu_kim berkata:

      mkkasii supportnya 🙂 semoga nggak mengecewakan yah part depannya.. soalnya sudah mulai masuk dalam konflik internal yang cukup panjang*kayaknya* hehe

      aduh ga bisa berkata apa2 lagi.. makasi2 komennya aku ampe senyum gaje*plak*

      emm.. jujurr, aku emang lebih dapat karakternya bang yunho karena mimuik wajahnya bener2 khas dan apa yak, berkarakter kali yak*haha xD

  25. ci2t berkata:

    buka ff nhe berulang-ulang
    baca ff ini berulang-ulang
    komen ff in berulang-ulang…..
    aaaarggghhhhhh……kapan ff nhe di lanjutin ???
    dah g sabar banget pengen tw lanjutannya……
    ayo dong author……….cpet di update……!!!!
    jangan lama-lama hiatusnya

  26. minkijaeteuk berkata:

    yg part terakhir itu bikin senyum2 sendiri,,, masalah tidur itu yunho kirain nak kegoda ma Nayoung ternyata dia nahan hahahhaah…..
    yunho n Nayoung mau cob hidup sederhana, apa yunho bisa bertahan tanpa kemewahan???
    yunho kok masiaja taruhan sih,,, ntar klo nayoung tau gmn bisa2 dia marah,,,,,
    yunho n Nayoung mesra suka….

Your Comment become spirit for me ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s