Secret In Marriage

Bab 7

untitled-1


Matahari menyapa melalui jendela kaca yang tak tertutup tirai jendela dengan rapat. Nayoung mengerang pelan. Ia merasakan cahaya itu menganggu tidur nyenyaknya. Nayoung membuka matanya, mengerjapkannya sebentar lalu menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam retina matanya.
Setelah nyawanya terkumpul sempurna, Nayoung mengedarkan pandangannya. Ia tahu ini bukan kamarnya. Aroma musk itu lebih dominan diruangan ini. yah ruangan yang telah ditinggali oleh pria yang kini tengah terlelap dalam tidurnya. Nayoung berinisiatif untuk menutup tirai jendela, untuk menghalangi cahaya matahari yang masuk. Sepertinya Yunho memang membutuhkan istirahat yang cukup.
Nayoung menyiapkan sarapan dengan bahan makanan yang ada didalam kulkas milik Yunho. Meraciknya menjadi makanan yang layak dimakan. Derit pintu terbuka membuat Nayoung memandang sosok lelaki yang ada didepannya.
Pria itu hanya menggunakan celana kain berbahan katun tanpa atasan dan mengeksplor dada terbukanya. Nayoung mengerjap sebentar lalu menarik perhatiannya ke hal yang lain.
Yunho yang memang sudah terbiasa bertelanjang dada di pagi hari menyadari kegugupan Nayoung. Yang notaben nya adalah penghuni baru istananya. “Maaf” ucap Yunho lalu bergegas kembali kekamar untuk mengambil salah satu kaos yang ada dalam almari.
“Kenapa aku bisa lupa, kalau aku sudah menikah” Yunho bergumam kesal. Lalu memakai atasannya. Lalu keluar dan menghampiri Nayoung yang terlihat sangat rapi.
“Jam berapa kau bangun ?” tanya Yunho seakan tidak ada kejadian apa-apa. Nayoung menoleh, lalu melepaskan apron merahnya.
“Sekitar jam enam pagi.” jawab Nayoung saat menuangkan air putih kedalam gelas dan memberikannya pada Yunho.
“Aku terbiasa untuk meminum kopi saat sarapan” Yunho mengambil gelasnya lalu meletakkan disamping piring sarapan paginya.
“Maaf, aku tidak tahu” gumam Nayoung lalu kembali berkutat untuk menyiapkan kopi pagi milik Yunho. “Gulanya berapa sendok ?” tanya Nayoung sembari menoleh.
Yunho memakan roti bakarnya. Lalu menjawab pertanyaan Nayoung “Dua saja. kopinya yang kental”
Nayoung mengangguk dan memberikan kopi yang barusan dibuatnya untuk Yunho. “Kau pecandu kafein ?” tanya Nayoung saat menarik kursi untuk duduk disamping Yunho. Yunho mengangguk sekilas, lalu mencomot roti panggang nya.
“Kafein memang tidak baik untuk kesehatan jika sering di kosumsi. Tapi mau bagaimana lagi, aku terlalu sibuk akhir-akhir ini” gumam Yunho dengan tenang. Nayoung menghela napasnya.
“Aku bisa melihatnya. Tapi setidaknya kau tidak mengkosumsi nya setiap hari. Apa di kantor kau juga mengkosumsi kafein ?” tanya Nayoung lagi. Kali ini matanya menatap serius pada Yunho. Yunho mengernyit sebentar.
“Kalau sedang mengantuk saja”
“Aku anjurkan untuk kau tidur, dari pada meminum kafein. Lingkaran panda pada matamu sudah melebihi batas wajar” Yunho memandang Nayoung dengan tatapan malas, dan hendak memprotes Nayoung. Namun segera di tahan oleh Nayoung.
“Aku tidak suka di protes” ucapnya cepat. Yunho memandang nya dengan tatapan heran.
“Will see” gumam Yunho

***

Donghae masuk kedalam rumah milik ayahnya. Pagi sekali ia mendapatkan telpon dari ayahnya untuk segera pulang kerumahnya.
Tanpa basa-basi, Donghae masuk kedalam dan duduk dihadapan kedua orang tuanya. Disana ada calon istrinya yang sedang mendiskusikan sesuatu dengan ibunya.
“Kau sudah datang ?” tanya Ibunya dengan antusias. Donghae mengangguk malas. Lalu memandang tajam pada wanita yang ada disamping ibunya.
“Ada apa ?” tanya Donghae malas
“Begini, ibu dan ayah berencana untuk mempercepat pernikahan kalian. Yah, sepertinya tidak perlu untuk bertunangan. Lebih baik, kalian langsung menikah. Lihat, Yunho saja sudah menikah. Masa kau belum”
Donghae membuang mukanya kesal. Lalu mendengus. Ayah Donghae hanya mentap anaknya dengan tatapan tajam, menusuk dan memaksa. Ayah Donghae melipat koran paginya, dan memandang pada calon menantunya.
“Bagaimana, Hyejin ?” tanya ayah Donghae dengan nada lembut.
Benar-benar penjilat Donghae geram dalam hatinya.
“Aku tidak bisa memutuskan sekarang, paman. Bagaiman jika aku dan Donghae berdiskusi dulu ?” usul Hyejin
Donghae masih tak mau menanggapi percakapan didepannya.
“Baiklah, kalau begitu. Paman akan memberikan privasi untuk kalian berdua”
Hyejin tersenyum dan memandang Donghae yang membuang mukanya.

***

Kasak-kusuk kembali terdengar ketika Yunho memasuki ruang rapat dengan tenang. Penampilannya masih seperti dulu. Rapi dan berkesan elegan. Tatapan mata musang nya benar-benar membuat beberapa wanita terhipnotis. Namun bukan itu yang menjadi bahan pergunjingan orang-orang disekitarnya.
“Kenapa Direktur masuk ? bukankah beliau baru saja menikah ?” tanya beberapa karyawan wanitanya dengan nada cukup menganggu. Yunho tidak mengambil pusing, dia bersikap sewajarnya.
“Benar… aku juga heran. Padahal mereka baru menikah, tapi kenapa Direktur masuk kerja ya. Atau jangan-jangan mereka berdua sedang bertengkar. Hingga Direktur sangat enggan untuk kembali kerumah”
“Mungkin saja”
Yunho berdehem sedikit. Ia mengembalikan keheningan sebelum dia datang. Seperti biasa rapat dimulai dengan beberapa agenda untuk melihat bagaimana perkembangan softwere yang sudah ada diinternet.
Yunho memiliki beberapa ide untuk menentukan aplikasi terbaru untuk perusahan IT nya. “Aku memiliki beberapa rancangan, namun itu belum di uji secara langsung. Aku akan menempatkan beberapa orang untuk menguji rancanganku”
Yunho membacakan beberapa nama yang akan masuk dalam tim penguji. Lalu tim evaluasi, setelah agenda pertama selesai. Yunho meninggalkan ruang rapat dan kembali berkutik dengan bahan-bahan yang ada di komputernya.
“Permisi Pak. Ini kopi anda” seorang office boy meletakkan kopi kental milik Yunho diatas meja kerjanya.
“Tunggu” sergah Yunho tanpada memandang office boy bernama Han Jonghun
“Ya, pak ada apa ?” tanya nya dengan takut
“Tolong, gantikan kopi ini dengan air mineral saja, dan tolong beritahu OB lain. Bahwa aku tidak meminum kopi lagi”
Jonghun mentap Yunho dengan heran, namuan ia mengangguk saja.

***

Seperti halnya Yunho. Nayoung juga mendapatkan kasak-kusuk yang tak mengenakkan. Namun ia tak mengambil pusing semua itu. yang dia lakukan adalah bekerja untuk mencapai target seperti yang dia inginkan.
Waktu makan siang, Nayoung habiskan untuk mendisain beberapa pakaian musim gugur. Ada beberapa permintaan dari konsumen, dan tak jarang juga mendaptkan komplain hanya karena baju yang diracang beberapa staf terlalu bebelit dan ribet.
“Kau tidak makan siang ?”
Nayoung memandang Jin-ah dengan senyum “Sebentar lagi, aku masih tidak terlalu lapar”
“Kau ini… baiklah kalau begitu. Aku kebawah dulu”
Nayoung mengangguk dan mengerjakan kembali sketsa yang baru dirancangnya.

***

Donghae menatap Hyejin yang kini duduk didepannya “Apa yang kau inginkan ?”tanya Donghae dengan nada pelan namun terkesan sadis
“Harus nya aku yang menanyakan itu padamu. Kau tidak menginginkan pernikahan ini, tapi kau malah menyetujui semua itu. Apa yang kau incar, Donghae ssi ?”
Donghae tersenyum meremehkan “Yang aku inginkan ? hanya membuatmu merasakan neraka yang kubuat” desisnya dengan nada tenang dan sinis. Donghae beranjak dari duduknya memilih untuk meninggalkan Hyejin di cafe itu sendirian.
Donghae menemukan seseorang yang membuatnya tertarik. Mungkin itulah saat ini yang ada didalam pikirannya. Nyonya Muda Jung alias Istri Jung Yunho. Ia terlihat asyik sendiri di salah satu cafe yang menyediakan makanan rumahan sederhana. Bukan gaya seorang Jung Yunho.
“Hay… boleh aku duduk disini ?” Nayoung mendongak dari bacaan majalah yang ada diatas meja. Menatap Donghae yang melebarkan senyumnya. Nayoung balas tersenyum dan mengangguk
“Silahkan, jika anda tidak keberatan” Nayoung memberikan izin pada Donghae
“Kau sedang makan siang ?” tanya Donghae sekedar basa-basi
Nayoung mengangguk, tak lama pesanan minuman dan makanannya datang. Nayoung mengucapkan terima kasih, lalu menyapa Donghae kembali “Kau mau pesan apa ?” tanya Nayoung dengan lembut. Donghae menggeleng “Tidak perlu, aku hanya ingin menyapamu saja” jawab Donghae
“Oh…”
“Kau suka kopi krimer ?” tanya Donghae membuka topik pembicaraan
“Tidak terlalu,aku hanya mencobanya saja. Yunho sangat menyukai kopi. Jadi aku hanya ingin mencobanya saja” Nayoung menjawab sembari memadang kopi coklat yang sudah dicampur dengan krimer, jadi tidak terlalu terasa pahit.
“Sepertinya kalian hidup dengan baik” gumam Donghae. Dia bahkan tahu apa yang Yunho suka dan bahkan mencoba untuk menikmati apa yang Yunho sukai, kenapa hidupku tidak sesempurna Yunho.
Nayoung mengernyit
“Yah… kau sendiri bagaimana Donghae ssi ?”
“Baik… dua minggu lagi, aku akan menikah. Aku harap kau dan Yunho dapat hadir” Nayoung tersenyum
“Aku akan mengatakannya pada Yunho” Donghae tersenyum
“Terima Kasih, sampai jumpa”

***

“Permisi Direktur, ada yang ingin bertemu dengan anda” Yunho mendongak melihat sekretarisnya dengan tenang.
“Hmm…” angguknya dengan acuh lalu menandatangani dokumen yang ada didalam map.
“Aku menganggu ?” Yunho mendongak.
“Kau ?” Yunho sedikit kaget dengan kedatangan wanita didepannya. In-ah tersenyum dengan manis. Ia duduk tanpa dipersilahkan. Yunho hanya diam, dia enggan menanggapi wanita didepannya.
“Aku ingin mengucapkan selamat atas pernikahanmu. Kenapa kau tak mengundangku ?” Yunho meletakkan balpointnya. Lalu memandang In-ah dengan santai
“Seharusnya kau bisa menjawabnya sendiri. Kau cukup sibukkan ? sebaiknya kau pergi” usir Yunho dengan gayanya. In-ah mendengus
“Kalian sama saja. Baiklah, aku hanya ingin memperingatkanmu. Wanita itu hanya mengincar kedudukanmu, dan memperalatmu. Jadi sebaiknya kau berhati-hati, wanita itu bermuka dua” pesan In-ah dengan nada yang meyakinkan
“Oh… terima kasih sudah mengingatkan aku”
“Jangan anggap sepele omonganku, Jung Yunho. Sepertinya kau tidak tahu, kalau istrimu dan sahabatmu bermain dibelakangmu. Aku punya bukti, dan aku rasa kau harus tahu itu” Yunho tersenyum miring.
“Terima kasih, aku akan menunggu bukti darimu”

***
Nayoung menyandarkan tubuhnya di sofa. Hari ini pekerjaannya benar-benar menguras tenaga. Ia harus keluar masuk gudang untuk mengecek persediaan pakaian disana. Lalu melaporkannya pada bagian gudang, setelah itu ia mencari bahan yang cocok untuk gaun rancangannya.
“Kau sudah pulang ?”
Nayoung mengangguk malas untuk menanggapi pertanyaan yang dilontarkan Yunho.
“Maaf aku pulang terlambat, tadi ada beberapa hal yang harus ku kerjakan” Nayoung memutar tubuhnya untuk menghadap Yunho. Ia melihat sosok itu dari belakang. Yunho benar-benar terlihat sempurna dengan cahaya yang minim, walaupun ia hanya mengenakan pakaian bisa. T-shirt dan celana pendek tiga per empat. Namun pesona yang dipancarkannya benar-benar wah.
Nayoung jadi ingin mengukur berapa besar tubuh Yunho, mungkin suatu saat ia akan membuat jas atau tuxedo untuknya.
Yunho mengernyit memandang Nayoung. “Kau melamun ?” tanya Yunho.Nayoung menggeleng lemah.
“Aku buatkan air madu hangat, ibu biasanya membuatkan ini untukku” Yunho memberikan mug berwarna hijau pada Nayoung
“Terima kasih. Bagaimana harimu ?” tanya Nayoung setelah meneguk madu hangat yang sudah diracik Yunho.
“Sempurna, aku jadi bahan gosip semua bawahanku” gumam Yunho dengan nada lemah. Nayoung terkekeh
“Kasihan sekali”
“Yah, aku rasa aku perlu mengabil cuti untuk besok”
Nayoung lalu memandang Yunho “Buat apa ?”
Yunho memutar matanya. Dan Nayoung hanya menyaksikannya dengan nyaman “Aku rasa aku tak akan menjawabnya” gumam Yunho dengan nada malas.
“Baiklah” Nayoung akhirnya mengalah
“Ibumu tadi kemari. Ia memberikan beberapa makanan untukmu”
Nayoung mengangguk “Mengenai ayahku, apa ada kabar ?” tanya Nayoung dengan hati-hati.
“Hanya kabar kecil, mereka sudah memberikan beberapa bukti kepada pihak yang berwajib, mungkin lusa atau minggu depan. Ayahmu akan dipanggil kepolisian” jawab Yunho dengan tenang.
“Terima kasih” ucap Nayoung tulus sembari menatap Yunho. Yunho mengangguk
“Sudah kewajibanku”
“Well… Tadi aku bertemu dengan temanmu. Donghae, dia mengundangmu untuk menghadiri pernikahannya”
Yunho mengernyit heran “Kau yakin ?”
Nayoung mengangguk “Tentu, kau tahu. Dulu saat aku bekerja di Berlin Gold, dia adalah pelanggan tetap. Tapi yah setiap wanita yang dibawanya tidak pernah tetap” ujar Nayoung mengenang. Yunho tersenyum kecil.
“Dia player sejati. Aku jadi penasaran apa yang membuatnya berani berkomitmen”
“Huh ?” Nayoung menanggapinya dengan bingung “mungkin saja dia sudah menemukan orang pas” ujar Nayoung acuh
“Mungkin…” gumam Yunho dengan nada tenang “Kau bertemu dengan Donghae dimana ?” selidik Yunho dengan nada dibuat tak menarik. Ia tak ingin menimbulkan kecurigaan Nayoung. Nayoung menyeruput madu hangatnya, lalu mulai bercerita bagaimana ia bisa bertemu dengan Donghae.
“Ouh… Kau sudah makan ?” tanya Yunho perhatian. Nayoung menggeleng pelan
“Aku belum sempat makan, kau sendiri ?”
“Aku sudah. Bergegaslah makan, aku mau mengerjakan beberapa hal lagi” Nayoung mengangguk
***
Matahari memancarkan sinarnya kembali, membuat beberapa orang harus melindungi tubuh mereka. Donghae merapatkan jaketny, lalu masuk kedalam sebuah butik ternama yang dipilihkan oleh ibunya.
Jadwal meeting yang telah disiapkannya untuk proyek bulan depan harus di tunda hinggai akhir minggu ini. Donghae mendengus kesal lalu memasuki butik yang dipesan oleh ibunya.
“Itu Donghae” Donghae mendongak, lalu melirik pada ibunya yang terlihat sangat antusias. Kadang ia merasa heran, apa yang dilakukan wanita penjilat itu pada ibunya. Kenapa sampai ibunya benar-benar menyukai dirinya.
“Karena Donghae sudah ada disini, ibu pergi dulu ya. Donghae jaga Hyejin baik-baik kau mengerti”
Donghae mengangguk malas dan memilih untuk duduk disalah satu sofa yang telah disediakan oleh pemilik butik.
“Maaf merepotkanmu” ujar Hyejin dengan lembut, matanya menatap Donghae. Donghae mendongak dan mendecih kesal.
“Selesaikan dengan cepat, aku punya banyak urusan. Paham ?”
Hyejin mengangguk dan segera mengambil beberapa potong baju yang sudah diliriknya saat masuk kedalam ruangan.

***
Nayoung membuka matanya, ia merapatkan selimutnya kembali, saat udara dingin menyapa paginya. Padahal jam sudah menunjukkan pukul tujuh lebih tiga puluh menit. Yunho sendiri sudah bersiap dengan pakaian resminya. Hari ini akan ada pertemuan dengan beberapa rekannya dan membahas proyek rumah sakit.
“Nayoung ssi” Yunho bergerak ketepi tempat tidur, dan membangunkan Nayoung dengan lembut, namun tak ada reaksi dari wanitnya.
“Nayoung ssi” sekali lagi, Yunho mengucapkan nama istrinya. “Kim Nayoung” bisiknya kali ini terdengar lebih keras, akhirnya Nayoung mulai mengerjapkan matanya.
“Kau kelelahan, sampai aku panggil juga tidak dengar” gumam Yunho dengan sinis. Nayoung tersenyum kecil
“Maaf… akhir-akhir ini pekerjaanku banyak sekali” Nayoung mengusap wajahnya, lalu melihat Yunho yang juga terdiam menatapnya.
“Kenapa ?” tanya Nayoung dengan pelan, ia mengikuti arah pandang Yunho.
“Jari-jarimu kenapa lagi ?” Yunho mengambil jemari Nayoung yang ada didepannya. Nayoung tergugup
“Emm… hanya luka kecil. Tidak sengaja tertusuk jarum saat menjahit”
Yunho mengernyit heran “Kau menjahit tangan ?” tanya nya dengan nada dingin. Nayoung segera menggeleng keras
“Tidak, tentu saja pakai mesin. Aku tidak sengaja tertusuk jarum, saat melengkapi beberapa payet yang ada dibaju buatanku. Tidak perlu khawatir” ujar Nayoung dengan nada santai. Yunho menaikkan alisnya
“Aku tidak khawatir. Malam ini apakah kau ada acara ?” tanya Yunho
“Tidak, aku pulang cepat. Kenapa ?” tanya Nayoung
“Temani aku menemui seseorang”
“Siapa ?” rasa ingin tahu Nayoung terpancing
“Seseorang, nanti kau akan tahu siapa. Aku harus pergi, sarapan sudah aku siapkan, jangan lupa jaga kesehatanmu”
Nayoung terdiam, melihat Yunho yang beranjak dari duduknya “Kenapa kau jadi cerewet seperti ini ?” gumam Nayoung dengan polos. Membuat Yunho terdiam.
Ini pasti tidak mungkin.
Yunho berujar dalam hatinya.

***

Siang ini Nayoung berencana untuk kerumah sakit menemui Changmin. Uangnya sudah terkumpul cukup banyak untuk melunasi hutangnya pada malaikatnya. Ia tak ingin menyimpan hutang budi itu selama mungkin.
Nayoung mengetuk pintu ruangan Changmin. Ia melihat lelaki itu tengah duduk memeriksa beberapa berkas yang ada didepannya. Changmin mendongak dan melihat Nayoung yang berdiri di ambang pintu.
“Selama pagi” sapa Nayoung dengan senyum merekahnya.
“Pagi Noona. Masuklah” ujar Changmin dengan ramah. Nayoung tersenyum dan bergegas untuk menghampiri Changmin.
“Hal apa yang membawa Nyonya Jung kemari ?” canda Changmin dengan tenangnya. Nayoung mendengus pelan
“Aku hanya ingin mengembalikkan uang lelaki itu” Nayoung mengambil setumpuk uang yang sudah dikumpulkannya beberapa minggu terakhir ini. Lalu menyodorkannya pada Changmin
Changmin terdiam sejenak, ia berdehem untuk mencairkan suasana. “Em.. baiklah” gumam Changmin, “Sebenarnya Noona tak perlu melakukan hal ini. Karena lelaki itu pasti akan dengan ikhlas membantumu” ungkap Changmin sembari tersenyum.
“Tidak.. aku tak bisa melakukan itu. Aku tak ingin terikat hutang oleh siapapun” Nayoung tersenyum dengan tenang
“Baiklah” Changmin memilih untuk mengalah.
Kriet..
Mereka berdua mendongak, melihat sosok wanita yang ada diambang pintu. Nayoung terdiam, mengatupkan bibirnya dan memandang tajam pada wanita berwahah malaikat didepannya.
“Ck… tidak aku sangka. Ternyata kau juga menggoda sahabat suamimu”
“Ini tidak seperti yang kau pikirkan, In-ah Noona” Changmin berusaha untuk menengahi. Namun Nayoung sepertinya tersulut perasaan geram dan kesal.
“Aku tak butuh asumsimu, In-ah ssi. Kalau begitu aku permisi dulu, Dokter Shim”
Changmin mengangguk kaku, Nayoung meninggalkan rumah sakit dengan kesal.
Ya ampun, bagaimana kalau dia tahu. Aku dan Changmin bertemu dengan setumpuk uang didepan Changmin. Sial.
“Wah, aku tak menyangka ternyata Dokter Shim menyukai wanita yang sudah bersuami” ejek In-ah dengan nada mencibir. Changmin menahan emosinya dengan tenang. Ia hanya menganggap ucapan In-ah angin lalu.
“Kalau Noona tidak punya kepentingan yang mendesak. Aku harap Noona bisa meninggalkan ruanganku sekarang” ujar Changmin tenang, ia memandang In-ah dengan tatapan tajam. In-ah tersenyum menang nan sinis
“Baiklah, aku pikir aku sudah menemukan bukti baru untuk Yunho. Aku permis Dokter Shim”
Blam
Changmin terdiam, ia menatap setumpuk uang didepannya dengan kesal. Astaga apa yang harus ia katakan pada Hyeong-nya. Jika wanita itu mengatakan hal yang dilihatnya. Changmin memijat pelipisnya dengan gelisah.
Ia tak akan pernah bisa membayangkan bagaimana mengamuknya Yunho jika lelaki itu termakan omongan In-ah.

***
Nayoung tak memfokuskan pandangannya pada jalanan, pikirannya masih menerawang pada kejadian tadi. In-ah. Kenapa wanita itu seakan sengaja menghantuinya, dan selalu mencari celah kesalahan. Ah…
Nayoung benar-benar frustasi. Ia benar-benar tak bisa memikirkan bagaimana reaksi Yunho, jika mengetahui hal ini. Ia baru mengenal Yunho beberapa hari, dan ia tak bisa menebak bagaimana jalan pikiran lelaki bertampang dingin seperti dia.
Suara klakson mobil membuat Nayoung terkejut, ia menoleh kearah cahaya yang temaram dan menyilaukan. Nayoung menyipitkan matanya, ketika cahaya itu mulai meredup ia dapat mengenali siapa pengendaranya.
Lelaki itu tersenyum seperti biasa. Menampilkan sisi menawannya untuk memikat hati wanita. Nayoung balas tersenyum, ketika lelaki itu keluar dan menghampirinya. Ia bisa melihat tatapan seorang wanita yang terlihat muram.
“Hay… kau sendiri ?” tanya lelaki itu dengan nada tenang.
Nayoung mengangguk “Calon isterimu Donghae ssi ?” tanya Nayoung sekedar berbasa-basi. Air muka Donghae berubah sejenak, lalu mengangguk.
“Hmm.. mau berkelanan ? aku rasa kalian akan jadi teman baik” gumam Donghae seperti tak ingin.
“Boleh ?”
Donghae mengangguk “Tentu, ayo. Kau mau kemana ? sekalian saja, kami ingin melihat cetakan undangan di percetakan” ajak Donghae.
“Tidak perlu, aku bisa sendiri” jawab Nayoung enggan. Hyejin keluar dari mobil dan memberikan salam pada Nayoung, Nayoung mengangguk dengan tenang. Lalu memperkenalkan dirinya. Donghae menambahkan beberapa hal tentang Nayoung. Membuat hati Hyejin semakin tercubit.
“Kebetulan searah, jadi kau bersama kami saja. Kau tidak keberatan kan Hyejin ?”
Alis Hyejin terangkat, lalu mengangguk kaku.
“Tidak apa-apa. Kau bersama kami saja. Sepertinya akan turun hujan” ajak Hyejin kembali. Nayoung gelisah. Namun ia memutuskan untuk mengikuti dua orang didepannya.
***
Yunho menggebrak mejanya kesal. Permainana apalagi yang akan diciptakan wanita itu ? Yunho menghela napasnya kasar.
“Jadi… apakah kau percaya padaku. Aku melihatnya sendiri. Di atas meja Changmin ada setumpuk uang. Dan kau tahu… mungkin saja itu siasat Changmin untuk mengeruk keuntungan darimu. Yunho… Yunhoo… kau itu terlalu bodoh, bahkan trik seperti ini kau tidak bisa membacanya. Percuma saja kau menjadi CEO”
In-ah menghentikan ucapannya, ketika melihat air muka Yunho yang menyeramkan. Matanya berkilat tajam. Tanda ia sudah sangat-sangat marah.
Aku harus segera pergi dari sini In-ah membantin dalam hatinya.
“Aku pergi, semoga informasiku bermanfaat” gumam In-ah lalu meninggalkan Yunho yang terlihat tak bersahabat

TBC

Terima kasih bagi yang sudah menyempatkan membaca FF ku… hehe komen.komennya bkin aku terbang*plak… tapi klo ada yang mau mengkritik aku juga ga papa… 🙂

BTW aku sibuk kerja dan kuliah, waktu buat nulis emang terbatas banget, jadi harap maklum kalau lama :)) dan aku seneng2 aja kok ada yang nagihhh… bikin semangat aku untuk nerusin FF ^.^

See U ^…^

Iklan

32 thoughts on “Secret In Marriage

  1. Ika kyu's wife berkata:

    Yesss i’m first…aahh mmg udh feeling neh ff mw publis…:D
    in-ah ngeselin yh…gak tau malu *cekikin-ah*
    ya ampun yunho termakan(?) omg:an in-ah lagi..hadouuuhh..
    Nayong yg tegar yh..ahh yunho-ya mesra sdkit lah sma istri mu..
    (komenapaini?) =,=’

    spt yg lalu2 ff punya ny.kim selalu cetar badai membahana wkwkwk
    fighting vivi..!!!

  2. liliredrose berkata:

    akhirnya muncul juga ni part kekekeke 🙂

    ya.. Yunho udah mulai rasa ama Nayoung ni kayaknya, 🙂
    awas tuh, si In-ah kalo ampe Yunho marah ama Nayoung, mesti di jadiin erkedel kayaknya kekekeke

    Chingu-ya, ditunggu part 8 nya…
    DAEBAK!!!

  3. evi berkata:

    finally,publish juga nih ff,sumpah mati dech buat aq penasaran,tp keren2, semoga bab berikutnya cepat di publish, biara aq nggak penasaran gitu, buat viivii sorry ya klo sering nanya2 ff nya kapan di publish,(pasti bete ya aku nanya2 terus) hehhehehhe,keep writing girls

  4. lestrina berkata:

    Yunho dh mulai sedikit perhatian sama Nayoung, bakalan akan ada cinta dihati yunho. Mudah2an yunho ga pengaruh dgn omongan In-ah. In ah pengangu bgt sich. Part lanjutannya dtunggu y

  5. Qoyah cassie berkata:

    yah eonnie… TBC nya pas lg seru !!!
    tntg kopi,nayoung udh bisa ngatur yunpa ya.. hhehe, n yunpa jg udh bsa ngatur nayoung.. walaupun cuma kya gitu, tp knp romantis bgt ya buat aku,, hhaha,
    hyejin kasian digituin trus sma donghae-_- oya jgn2 donghae suka lg sma nayoung ?? hadeh…
    oya, si in ah itu bkin ak gmes !!. hhaha
    lanjutan nya cpet ya eonn 🙂
    sukses sma kerja n kuliahnya ya 😀

  6. jin ara berkata:

    Oenni penasraaan kurang panjaaaaaaang aaaaaaa 😦 ayo ayo di lanjutkan part selanjutnya beneran oenn kurang panjang di part ini semua
    tokoh berasa bergantung bener2 hebat oenni bikin reader jd penasaran

  7. kanahVIP berkata:

    hmm , finally nih ff terbit juga . Itu TBC nya mengganggu banget deh thor . Kira2 next part berapa hari lagi thor ?

  8. Kim hyewon berkata:

    wahhh….telat ini, dah pada keduluan yang laen -_-
    G papa dah ya, yang penting saeng dah update kekekeke…
    eonni tinggal dulu yah mau baca ini ^_^
    #tampilan baru, seger loh vie lihatnya hehehe…

  9. Kim hyewon berkata:

    aaaaaahhhhhh…#teriak2 histeris
    vivi..kenapa dah tbc lg?pas yang seru lagi
    kan jagi kg galau ini….kagak kebayang tuh daddy yunho marahnya kayak gimana ckckckc..

    suer dah vi…eonni jadi serasa nayoung disin, nyesek loh …
    #dah siap-siap packing pindah ke rumah daddy yunho, harus ditunda dulu ini mah -_-

  10. purple281000 berkata:

    Kenapa TBC nya disaat gatepat *caker tembok*
    Mudah”an si Yunho bakal ngamuk besar ke In ah. Next bab nya ditunggu ya dear!

  11. fath berkata:

    akhirnya muncul jugaaa.
    setelah nunggu seminggu lebih.
    oke , kenapa In ah harus diciptakan ???
    kenapa In ah diciptakan untuk mengganggu kehidupan nayoung sama yunho ????
    In ah harus segera dibinasakan..

    semoga yunho diberikan petunjuk , yg mana yang bener dan yang mana yang salah #halah

    konflik antara nayoung sama yunho , kayaknya bakal muncul nih.
    comment ku kayaknya panjang ya ._.
    sudahlah . ayo , lanjuttannya jangan lama-lama ya.

  12. chemistryrain berkata:

    Part ini nayoung ma yunhonya banyak seneng deh,,, itu donghae suka ma nayoung? Kok hae ma nayoung sring gk sengaja ketemu yach,,, gk suka ma in-ah kesannya dia mematai nayoung deh, wkt ketemu hae tau ketemu max jg tau,,, itu yunho marah gimana yach? Huaaa penasaran lanjutannya, max ma nayoung takut ma kemarahan yunho… D tunggu selalu lanjutannya 😉

  13. syari berkata:

    bagus author…tp kenapa pendek sekali….lanjuutannya jangan lama2 ya…..truz buat kejadian apa gitu antara nayoung dan yunho,nayong yunho moment

  14. chu604 berkata:

    tau-tau udah update , ih kaka telat mulu taunya T^T
    ah ini keren lho biar pun pernikahan mereka tanpa perasaan tapi bukan berarti gg bisa saling perhatian :p
    baru nikah udah mulai aja pengganggunnya , walaupun tema ceritanya hapir sama dengan ABM tapi dari segi konflik ini lebih menonjol dan bikin beda 😀
    cepet update ia dde ^^

  15. ci2t berkata:

    akhirnya update juga…..
    dah mati penasaran pengen tw kelanjutannya….*lebay
    bener2 daebak……
    Next Chap ditunggu sangat, jangan lama2 y thor……

  16. naranara15 berkata:

    Yeaah tambah menarik aja ceritanya
    Isshh..itu si mak lampir sialan kutu kupret.*lirik inah* nyebeliiiiiin..apa”an coba !!!!
    Keundae, i think yunho has a little feel on her hihi
    Kyk.y udh mulai ada getar”cinta dlm hati tuh *?* kkeke
    Huaaa cannot wait for the next chap, gidarilkkeyo vivi~ssi 😀

  17. Shamusuki berkata:

    Akhirnya sang tokoh meybalkan pemanis cerita muncul…
    Jadi penasaran, kira-kira In-ah nyerang Yunho-Nayoung pake otak, cara kotor, atau spekulasi dengan pikirannya sendiri? Hahaha. Yang tau cuma authornya..

    Btw udah ngomen panjang-panjang, nggak pernah perkenalan.
    Salam kenal, aku Shaffi *baca sofi* banyak yang salah baca soalnya, hehe.
    91liners, semangat terus ya !!

  18. minkijaeteuk berkata:

    in ah caro gara2 nih,,,, ih kayak hama ja sih dia nemplok dimana aja ada,,,, Nayoung ma donghae dia ada n Nayoing ma changmin dia muncul n mana muncul y cuma mau bikin fitnah bukan ada keperluan lain,,,, yunho bakal termakan omongan y in ah ngak ya?????
    donghae ada tanda2 bakal kepincut ma Nayoing nih,,,, hae bisa jd pihak ketiga nih krn rasa iri y ma kehidupan y yunho….
    klo yunho nerima yg tiba2 nikah ngalir gt ja sedangkan donghae nolak mentah2 perjodohan dia….. menarik….

  19. sagita berkata:

    Ihhhggg yg nmanya in-ha nii beneren rempong ya,,gregetan jadinya..nayoung knp selalu bertemu dng donghae scara kbetulan terus itu akan mmbuat masalah bagi nayoung-yunhoo,,mmmmm

Your Comment become spirit for me ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s