Secret in a Marriage

 

 

 

Bab 6

 

 

Yunho duduk membaca beberapa majalah yang ada didepannya. Menunggu Nayoung yang sedang mengepas  busana pengantinnya dan mencoba beberapa gaun yang telah dipilihnya untuk malam amal.
“Hey—aku sudah lelah” keluh Nayoung dengan sebal. Ia menggerutu sedari tadi.
“Bersabarlah, sebentar lagi juga selesai” ujar Yunho dengan tenang
“Yah—kau tak pernah merasakan bagaimana pegalnya kakiku” ejek Nayoung.
Yunho tersenyum kecil.
Lima belas menit kemudian, Nayoung sudah berganti pakaian dengan stelan kasual seperti biasa. Yunho bergegas untuk membayar beberapa gaun yang dibelinya, sebelum Nayoung berkomentar dan membuat mood wanita disampingnya menjadi tidak baik.
Sesekali Yunho memandang Nayoung yang benar-benar diam, tidak seperti biasanya. “Ada apa ?” tanya Yunho dengan santai. Pandangannya masih lurus kedepan—melihat jalanan.
“Entahlah” gumam Nayoung pelan “wanita itu—apakah dia diundang juga ?” tanya Nayoung dengan pelan
“Mungkin. Kau merasa gugup karena dia ?” Yunho kembali berkomentar
“Bukan—. Lebih baik kau fokus pada kemudi. Aku tak ingin mati sia-sia bersamamu di jalan ini” gumam Nayoung kesal.
Yunho mengangguk pendek. Lalu melajukan mobil rover ranger nya.

***

Suasana yang ramai, di penuhi kaum sosialita, berkelas dan saling memamerkan. Inilah hal yang paling dibenci oleh Nayoung. Ia sendiri bingung kenapa ia sangat tidak menyukai yang namanya pesta atau sejenisnya. Dan parahnya lagi, selama beberapa bulan kedepan ia harus bisa mengakrabkan dirinya dengan yang namanya pesta amal atau apalah.
Yunho memegang tangan Nayoung saat mereka akan memasuki gedung utama. Nayoung menoleh sejenak kearah Yunho. Lelaki itu memakai stelan formal seperti biasa, namun anehnya kharisma dan ketampanan lelaki itu tak pernah hilang. Ia heran, kenapa ada manusia yang tercipta nyaris sempurna seperti Yunho.
“Bernafas, Nayoung” gumam Yunho dengan halus. Nayoung mendengus.
“Terima kasih, sudah mengingatkanku”
Yunho mengangguk senang.
Deg—
Nayoung merasakan jantungnya  berdegup lebih kencang, saat tangan Yunho menariknya masuk kedalam gedung utama pesta ini di adakan. “Kau terlihat cantik, jadi percaya diri saja”gumam Yunho lalu mereka masuk kedalam gedung itu.
Nayoung melirik kebeberapa arah.
Ini memang megah,namun ia sedikit tak suka dengan cara mereka menghabiskan uang. Mereka mengatakan ini pesta amal, kenapa terasa seperti pesta memamerkan harta kekayaan mereka. Pandangan Nayoung pun langsung menusuk.
“Ibu ada dimeja itu, kau mau bertemu dengannya atau ikut bersamaku ?” Yunho bertanya, sejujurnya ia merasakan ketidaknyamanan Nayoung saat mereka memasuki gedung ini.
“Kalau bisa, antarkan aku ketempat yang paling sepi, biarkan aku menyendiri disana” gumam Nayoung dengan pedas.
“Primitif, aku akan mengatakan pada ibu. Kalau kau tidak menyukai keramaian, aku rasa dia tahu dimana tempat sunyi” Yunho lalu membimbing Nayoung untuk bertemu dengan ibunya.
“Benar, aku sangat menyukai berlian itu. Pantas harganya mahal” gumam salah satu lawan bicara Nyonya Jung.
“Kau yakin, sepertinya ibumu terlalu asyik mengobrol tentang berlian” gumam Nayoung ragu
“Tenang saja”
“Ibu—“ Yunho langsung menyela dengan senyum  khas miliknya,
“Ah—putraku. Ada apa ? Nayoung, ya ampun kau terlihat sangat cantik, nak. Bagaimana kabar kalian ?” tanya Nyonya Jung dengan elegan.
Nayoung mengernyitkan dahi. Ibu mertuanya seperti iguana, bisa berubah-ubah dalam keadaan apapun.
“Baik bu.apakah ibu bisa menemani Nayoung. Sepertinya dia terlihat tidak menyukai pesta ini” Yunho berbisik pada ibunya.
“Baiklah, kau tenang saja. Serahkan menantu dengan ibu” balas ibunya dengan nada riang.
“Oke, aku pergi dulu. Setelah urusan ku selesai, aku akan mengajak nya pulang”
Ibu Yunho mengedipkan mata dengan santai.

***

“Bagaimana sudah merasa nyaman ?” tanya Nyonya Jung dengan lembut. Nayoung tersenyum, paling tidak di sini ia bisa bernapas dengan normal.
“ Maaf aku merepotkan anda”
“Tidak, kau tidak merepotkanku. Aku justru senang, ada teman disini. Jujur aku juga merasa lelah untuk ikut berbaur  dengan mereka, nak”
Nayoung hanya memandang calon ibu mertuanya. Ia tak menyangka wanita didepannya pandai menutupi semua keresahannya selama ini.
“Aku berharap, kau tidak mengurungkan niatmu untuk menikah dengan Yunho karena masalah ini. Em—kau tahukan,hal seperti ini harus dilakukan, agar bisnis dapat berjalan dengan lancar” Nyonya Jung berusaha memberikan pengertian kepada menantunya, bahwa mereka sebenarnya bukanlah keluarga yang selalu memprioritaskan sebuah kedudukan sosial.
“Aku mengerti” angguk Nayoung
“Ah, dulu saat pertama kali aku di pesta, aku juga canggung sepertimu. Tapi kau lebih bisa mengontrol dirimu. Tidak seperti ku yang terkadang masih membuat ayah mertuamu malu” kenang Nyonya Jung dengan santai.

“benarkah ?” tanya Nayoung antusias
Nyonya Jung langsung membenarkan ucapan Nayoung. Ia lalu menceritakan beberapa pengalaman uniknya saat beliau menikah dengan Tuan Jung.

***

Yunho menjemput Nayoung yang kini menyendiri disalah satu pilar ruangan. Ia terlihat menikmati pesta dengan caranya sendiri. Yunho bergegas untuk menemui Nayoung. Beberapa temannya sudah menunggu Nayoung dan ia bergabung di tengah pesta.
“Menikmatinya ?” tanya Yunho saat berdiri disamping Nayoung. Nayoung tersenyum miris
“Mencoba menikmati, tepatnya” gumam Nayoung. Ia memandang Yunho yang ada disampingnya dengan tatapan penasaran.
“Apa ?” tanya Nayoung pelan
“Ikut denganku, ada yang ingin berkenalan denganmu” Yunho mengulurkan tangannya pada Nayoung. Nayoung mengambil uluran tangan itu. Terasa hangat, nyaman, dan lebar.
“Temanmu yang ingin bertemu denganku ?” tanya Nayoung saat mereka kembali kedalam ruang utama. Yunho mengangguk sekilas, membuat Nayoung terpaku ditempat. Yunho memandang Nayoung yang terlihat terkejut.
“Mereka teman baikku. Percayalah” Yunho meyakinkan Nayoung dengan caranya. Tatapan mata yang tegas, kepercayaan yang diberikan Yunho lalu remasan tangan Yunho membuat Nayoung luluh.

Bagaimana bisa aku berhenti untuk menganggumi lelaki ini

“Hay…” sapa Yunho pada beberapa orang didepannya. Mereka menghentikan aktivitas berbicara atau minumnya. Melirik kearah Yunho yang kini terlihat sangat tampan dengan tuxedo hitam miliknya. Kemudian tatapan mereka tertuju pada Nayoung yang memakai pakaian senada. Hitam dan terlihat sangat menawan ditubuh Nayoung.
“Wooow… Biar kutebak. Dia pasti calon penerus Nyonya Jung” goda Jaejoong sembari mengulurkan tangannya
“Kim Jaejoong,sepupu Yunho”
“Kim Nayoung” balas Nayoung sembari tersenyum kecil
“Dasar perayu ulung, ingat kau sudah menikah” ucap Junsu dengan nada kesal
“Aku Kim Junsu, ini  Park Yoochun . Yang itu Lee Donghae” Junsu menunjuk beberapa orang yang terlihat didepan Nayoung. Nayoung mengangguk hormat  dan sebisa mungkin untuk tampak ramah.
“Eh—kau. Ternyata benar ini kau. Apa kabar, Nayoung ?” Nayoung mendongak melihat sosok pria didepannya.
“Baik Donghae-ssi” gumam Nayoung, ia melirik Yunho yang terlihat diam.
“Kau kenal dengannya, Hae ?” Yoochun angkat suara lagi
“Tentu, aku sering bertemu dengannya di Berlin Gold. Tapi akhir-akhir ini aku jarang melihat mu”
“Ah—saya tidak bekerja disana lagi, Donghae-ssi”
“Sepertinya kalian sudah mulai akrab” gumam Yunho dengan nada datarnya.mereka saling memandang satu sama lain. Sedikit terkekeh dengan sikap Yunho yang terkesan over.
“Siapa yang tidak bisa akrab dengannya. Dia wanita yang ramah,dan sepertinya bermulut cerdas” gumam Jaejoong lalu memberikan salah satu minuman berwarna merah pada Nayoung.
“Untukmu, salam perkenalan dariku” Jaejoong tersenyum kecil. Menggoda Yunho yang terlihat agak gelisah.
“Terima Kasih” Nayoung mengambil gelas itu.
“Baiklah, aku berpikir trik apa yang digunakan Yunho padamu” gumam Donghae dengan nada menggoda. Yunho memutar matanya dengan jengah.
“Aku bukan player” Yunho menjawab dengan tegas. Membuat  Donghae terkekeh geli.
“Jadi, Nayoung-ssi… apa yang membuat kau tertarik dengan pria batu es seperti dirinya ?”
Nayoung berpikir sejenak “Hanya orang yang tidak normal, yang tidak tertarik padanya” jawab Nayoung. Semua berdehem kecil. Membuat Yunho hampir saja melepaskan tawa gelinya.
“Kau bertanya pada orang yang sedang jatuh cinta… percuma saja. Dimata Nayoung pasti Yunho itu terlalu sempurna dan menyilaukan” sela Junsu dengan nada mengejek. Yunho tersenyum  geli
“Oke, aku rasa cukup perkenalannya. Kami harus pulang, dia terlihat kelelahan” ucap Yunho seakan ingin menyimpan Nayoung sendiri dan tak ingin berbagi dengan yang lainnya.
“Baiklah, sampai bertemu nanti. Nayoung ssi” Jaejoong melambaikan tangannya. Nayoung membungkuk hormat dan mengikuti Yunho yang kini mulai berlalu dari beberapa temannya.

***

“Aku bersyukur tak melihat wanita itu” gumam Nayoung saat mereka berada didalam mobil, Yunho menaikan alisnya sesaat. Lalu kembali fokus pada jalanan yang ada didepannya.
“Aku juga,  lusa ibu akan berkunjung kerumah mu. Untuk mengadakan rapat pernikahan katanya” ucap Yunho dengan pelan. Yunho melirik Nayoung sebentar.
“Baiklah, aku rasa tidak masalah” gumam Nayoung pelan.
“Aku harap kau tak akan keberatan saat ibu mencetuskan ide-ide gila” ujar Yunho dengan tenang
Nayoung tersenyum kecil “Dan aku rasa, ibuku akan menyukainya. Mereka terlihat sangat nyaman berdua” Nayoung menimpali
“Yah… kebiasaan ibu-ibu” erang Yunho frustasi. Membuat Nayoung tertawa lepas. Yunho terperangah melihat senyum lepas Nayoung. Terlihat sangat alami dan menawan. Menambah kesan cantik dan anggun dimatanya.

***

Yunho bergegas untuk segera turun kebawah. Untuk menemui Mrs. Lan, salah satu investor Jepang yang akan bekerjasama dengannya
“Lama tidak bertemu Mrs. Lan” Yunho menyapanya lalu menyalami Mrs. Lan dan asisten pribadinya.
“Kau benar, Mr. Jung. Bagaimana kabar anda”
“Baik, anda ?” Yunho menarik kursi untuk duduk didepan Mrs. Lan
“Baik sekali. Jadi apa kita langsung saja ?” Tanya Mrs Lan dengan antusias. Yunho tersenyum kecil
“Baiklah, aku rasa tidak baik menunda niat baik. Kami sudah menerima proposal yang anda ajukan. Dan kami menyetujuinya. Tim survei kami akan segera ke Jepang untuk memastikan softwere apa yang cocok untuk system yang anda pakai” Yunho menjelaskan dengan cepat.
“Ah… baiklah. Kami akan menunggu kedatangan Tim anda” gumam Mrs. Lan tersenyum
“Terima kasih, kontrak kerjasama akan saya kirim minggu ini. Setelah pernikahan saya. Saya harap itu tidak masalah”
Mrs. Lan tersenyum kecil “Ku rasa tidak apa-apa. Ah, selamat atas pernikah anda, Mr. Jung. Semoga langgeng hingga kakek nenek”
“Terima Kasih. Saya juga mengharapkan kedatangan anda, nanti. Undangannya akan menyusul” Yunho terkekeh kecil.
Mrs. Lan mengangguk paham “Saya mengerti”

***

Ia memandangi undangan itu dengan perasaan hampa. Bahkan Yunho bisa melakukan hal gila. Ia bercermin pada dirinya. Apa yang bisa dilakukannya sebagai lelaki sejati, bahkan untuk meminang wanita yang dicintainya saja dia tidak bisa.
Menjamin keselamatan hidup wanita yang disayanginya saja, dia tak pernah bisa. Sebersit rasa iri itu menggores hatinya. Bagaimana sempurna nya kehidupan Yunho.
“Kau sibuk ?” ia tak merespon ucapan wanita dibelakangnya
“Aku sangat sibuk. Lebih baik kau menghilang dari hadapanku sekarang. Kau tahu, konsekuensi menikah denganku” ucap lelaki bernama Donghae dengan nada jengkel. Wanita itu tampak terkejut, melihat  Donghae yang bersikap kasar padanya. Padahal lelaki itu tidak pernah sekalipun bersikap seperti itu padanya.
“Aku tahu, kalau kau berniat untuk memutuskan pertunangan ini. Aku bersedia, aku akan—“
“Tidak perlu. Jangan sok baik denganku. Kau tidak muncul dan merengek padaku, itu sudah membuatku lega. Sekarang pergilah” ujarnya dengan nada yang sedikit lebih lembut.
Menghela napas sejenak. Wanita itu mengangguk kaku, dan meninggalkan apartemen milik Donghae.
Blam….

***

Di balik tembok ia menangis. Menahan sesak, apakah image nya sudah hancur dimata Donghae ? dia juga tak menginginkan pernikahan ini terjadi. Tapi apa ia memilik daya untuk mengatakan tidak kepada kakek dan neneknya. Ia rasa itu mustahil. Mengingat kedua orang itu selalu berharap lebih padanya.
Biarlah sekali saja, dia mengorbankan dirinya demi mereka. Setelah mereka tiada. Mungkin ia memilih untuk mejauh dari Donghae.

***

“Ini terlihat cocok denganmu, ya Tuhan… kau cantik sekali. Nak… aku jadi bingung kenapa kau mau dengan anakku yang aneh itu” gerutu Nyonya Jung saat memasangkan seperangkat  perhiasan modis yang simpel pada calon menantunya.
Nayoung menyunggingkan senyum kecil “Anda berlebihan…” ucap Nayoung kaku
“Jangan begitu padaku. Aku ini ibumu juga. Iyakan, besan” Nyonya Jung berseru pada Ibu Nayoung yang juga ada diruangan itu.
“Hmm” Ibu Nayoung tersenyum lebar melihat keakraban anaknya dan calon besannya.
“Wah… kau terlihat menawan kak… benarkan Jung-in” Jung-in mengangguk dengan semangat
“Kakak memang cantik. Apalagi dengan balutan gaun itu. Sangat menawan” gumam Jung-in. Jung-in lalu mengeluarkan ponsel nya dari dalam tas dan hendak memotret Nayoung.
Klik
“Indah… ayo kita foto bersama kak” ajak Jihye dengan riang.
Nyonya Jung memilik menyingkir dahulu, sebelum di usir oleh putri bungsunya.
“Mereka terlihat bahagia” komentar Nyonya Jung saat memeperhatikan tiga orang wanita didepannya.
“Benar.. aku seperti bermimpi” gumam Ibu Nayoung
“Jangan seperti itu, kita harus berbagi kan. Kalau kau punya masalah, katakana padaku. Aku akan siap membantu”
Ibu Nayoung tersenyum dengan pelan.

***

“Wah.. lihatlah Yunho Hyeong. Seperti pengeran antah berantah” goda Changmin iseng. Yunho mendengus kecil, saat melihat Changmin yang kini duduk di sofa panjang dibelakangnya.
“Mana yang lain ?” Tanya Yunho sembari membenarkan letak kerah tuxedo hitam miliknya.
“Masih menyibukkan diri dengan jas apa yang akan mereka pakai. Aku kemari sendirian” keluh Changmin dengan malas.
“Hyeong.. kau pesan makanannya banyak kan ?” Tanya Changmin dengan nada memelas
“Banyak..  lihat saja di meja kosumsi” jawab Yunho, lalu memakai jam tangan omeganya.
“Syukurlah.. aku kelaparan sekali” gumam Changmin mengelus perutnya
“Kau memang selalu kelaparan” Yunho berujar pelan.
“Hmm… Jadi apa kau sudah mengatakan padanya, Hyeong. Bahwa kau yang—“
“Belum.. aku harapkau tak mengatakan itu padanya Changmin-ah” Yunho berbalik menghadap Changmin, yang memandangnya dengan pandangan kebingungan.
“Apa kau yakin, Hyeong ?” Changmin berujar sanksi
“Yah.. aku harap kau tidak memberitahukan kepada siapapun. Termasuk mereka” gumam Yunho dengan nada yang lirih. Changmin mengangguk
“Mereka menghubungiku kemarin. Awalnya aku sedikit terkejut dengan siapa yang akan menjadi calon mu, lalu mereka bertanya padaku, apakah aku mengenalnya. Aku hanya bisa mengatakan, aku tidak mengenalnya” jelas Changmin
“Terima Kasih, nanti aku pasti akan bercerita pada mereka”
Changmin mengangguk “Aku serahkan semua padamu, Hyeong. Aku keluar dulu.. yang lain mungkin akan masuk kedalam”  Changmin pamit dan meninggalkan Yunho diruangan sendirian. Yunho merasakan sedikit menyesal. Membohongi teman-temannya adalah hal terburuk yang pernah ada. Namun untuk  sementara ini ia harus menyimpan nya rapat-rapat.

***

Didepan altar, Nayoung dibimbing oleh adik ibunya. Nayoung merasakan atmosfir ketegangan yang mengalir dalam dirinya, berulang kali ia menghembuskan napasnya. Merasakan kegugupan yang tiada tara, melirik Yunho dengan balutan Tuxedo nya, Nayoung menahan napas nya sejenak. Lalu memandang kedepan dengan semua keberaniannya.
“Jangan gugup,anakku. Semua akan berjalan dengan lancar” Paman Han  menyalurkan energy  positifnya pada Nayoung melalui genggaman tangannya. Nayoung balas tersenyum pada Tuan Jung
“Terima Kasih, sudah mengantarku ke altar, paman”
Paman Han tersenyum kecil. “Itu sudah kewajibanku, nak”
“Jaga dia baik-baik” Paman Han menyerahkan tangan Nayoung kepada Yunho. Yunho mengangguk  dengan tegas tanpa mengurangi rasa hormatnya pada paman calon istrinya. Yunho mengamit tangan itu dengan hati-hati, membimbingnya untuk berdiri didepan pendeta  yang kini akan memulai acara sakral antara dirinya dan Nayoung.
Janji setia telah terucap, untuk saling sehidup semati. Dalam suka maupaun dalam duka, dalam senang maupun susah. Saling menghormati dan saling menyayangi.
“Sematkan cincin nya” pinta sang pastur pada Yunho. Yunho mengangguk, Jihye bergerak untuk memberikan cincin cartier yang telah dipesan Yunho.
Cincin berwarna gold campuran silver dengan batu ruby di atasnya membuat cincin itu terkesan sangat indah di tangan kecil milik Nayoung. Dihiasi oleh empat permata putih yang mengelilingi batu ruby berwarna merah.
Yuno menatap Nayoung yang menatapnya juga. Yunho tersenyum kecil.
“Silahkan anda mencium pengantin anda”
Yunho merangsek kedepan, bersiap untuk mencium pengantinya. Nayoung menutup matanya perlahan. Saat bibir Yunho mendarat tepat di atas dahinya. Nayoung merasakan sebuah ketenangan dan kelegaan. Perlahan mereka membuka mata, dan tepukan tangan dari undangan membuat mereka kembali menjaga jarak.

***

Yunho menemani beberapa tamu undangan menyapa mereka dan kemudian membahas beberapa hal yang memang harus dibahas untuk hari ini. Walaupun mereka dalam keadaan ditengah pesta. Nayoung sendiri memilih untuk berjalan menemui beberapa rekan kerjanya.
“Kenapa kau tak mengatakan kau akan menikah dengan, Jung Yunho. Ah kau ini” seru Jin-ah teman satu departemen dengannya. Nayoung meringis pelan
“Maaf, kami hanya tak ingin mengubarnya” gumam Nayoung pelan
Nayoung menatap salah satu tamu undangan dengan terkejut. Ia melangkah meninggalkan teman-temannya dan mengikuti salah tamu undangan yang menarik perhatiannya.
“Maaf.. Dokter Shim” Nayoung berujar dengan pelan.
Changmin yang baru saja mengambil makanan pembukanya, dengan berat hati meletakkan piringanya diatas meja kosumsi. “Ah.. apa kabar, Noona” Changmin menyapanya dengan nada tenang.
“Noona ?” Tanya Nayoung tak paham
Changmin berdehem pelan “Tentu.. aku teman suamimu. Jadi aku harus memanggilmu Noona”
“Oh.. aku mengerti” gumam Nayoung pelan. Changmin mengangguk
“Selamat atas pernikahanmu, Noona. Semoga kalian langgeng hingga maut memisahkan” ucap Changmin tulus
“Amin, terima kasih atas doamu. Em.. mengenai perjanjian kita dirumah sakit, aku harap kau tidak memberitahunya pada, Yunho. Kau tidak keberatan , kan ?” pinta Nayoung sedikit cemas. Changmin tersenyum mengangguk
Oh pasangan ini membuatku pusing sendiri keluh Changmin dengan geli
“Tentu.. kau jangan khawatir Noona. Emm.. kau mau bergabung dengan kami, Noona ?” tawar Changmin yang kembali mengambil piring nya
“Kami biasanya berkumpul ditaman belakang…” ucap Changmin menjelaskan—tanpa memandang Nayoung. Nayoung mengangguk kecil. Changmin mengambil beberapa potong cake cokelat, keju, lalu mengambil beberapa makanan berat disalah satu piringnya.
“Noona.. bisakah kau membantuku untuk membawa gelas ? tanganku tidak cukup” keluh Changmin pasrah. Nayoung mengangguk dan mengambil dua gelas minuman yang ada dimeja kosumsi
“Ayo Noona” ajak Changmin dengan tenang. Nayoung hanya bisa terdiam menatap Changmin yang membawa setumpuk makanan didua piring yang berbeda. Ia mengira Changmin akan membagi makanan itu untuk teman-teman Yunho yang ada ditaman belakang. Namun ternyata.
“Omo…” seru Jaejoong kaget
“Kau, memakannya sendiri ?” Tanya Jaejoong terkejut
“Tentu.. kalau kalian mau, ambil sendiri. Aku sedang kelaparan. Tadi malam aku lembur dan tidak sempat makan. Jadi aku mau makan sekarang”
Changmin melenggang dengan tenang nya kesalah satu meja yang ada diujung. Jaejoong, Junsu, dan Yoochun menatapnya dengan mencibir.
“Apakah dia selalu makan dengan porsi sebesar itu ?” Tanya Nayoung dengan nada aneh
Yoochun memandang Nayoung sejenak “Yah, selalu. Dan, kenapa pengantin wanita ada disini ?” Tanya Yoochun tertarik. Nayoung mengusap tengkuknya sejenak, lalu tersenyum kaku
“Aku diajak oleh dia” tunjuk Nayoung pada Changmin yang sedang melahap beberapa menu yang diambilnya
“Maaf aku terlambat” Hyera datang sembari menggendong Seon-ho yang berceloteh ria dengan memainkan air liurnya. Yoochun lalu menggendong anak lelakinya dengan sabar
“Itu jorok sayang” Yoochun mengusap sejenak bibir anak lelakinya dengan sabar
“Perkenalkan ini istriku. Hyera, Hye—kenalkan ini istrinya Yunho”
“Annyeong, Hyera Kwon”
“Annyeong.. Kim Nayoung”
“Oke.. karena pengantin wanita disini, bagaimana kalau kita makan-makan.. aku lapar. Apalagi melihat makanan yang dibawa iblis itu” tunjuk Junsu pada Changmin
“Boleh.. ayo Nayoung.. kita makan bersama-sama” ajak Jaejoong
“Apa, aku tidak mengganggu kalian ?” Tanya Nayoung lagi
“Tentu tidak. Kau jangan sungkan pada mereka” ucap Hyera meyakinkan

***

Hampir tengah malam, ketika Yunho dan Nayoung memutuskan untuk meninggalkan kediaman keluarga Nayoung. Yunho memberikan salam kepada ibu mertuanya dan Jung-in yang mengantar mereka sampai digerbang depan.
“Ibu… aku pergi” Nayoung berujar dengan pelan. Matanya berusaha untuk menahan rasa sedih karena harus meninggalkan ibunya dan tinggal di apartemen milik Yunho.
“Jaga dirimu baik-baik sayang. Ibu yakin kau akan menjadi istri yang baik, jadi kau harus bisa melayani suamimu dengan baik. Ibu akan selalu mendoakanmu” ibu mengelus pelan pipi tirus milik Nayoung, dan memeluk anaknya dengan sayang. Jung-in sendiri sudah melelehkan air matanya. Ia lalu memeluk kakak sulungnya dengan erat. Meluapkan kesediahan dan kebahagianya yang ada didalam hatinya.
“Sering-seringlah berkunjung kemari. Aku akan sangat merindukan kakak, dan kakak ipar” Jung-in menyeka air matanya, lalu tersenyum kecil. Nayoung mengangguk.
Yunho hanya dapat tersenyum kecil, lalu berdehem “Kami pasti akan sering berkunjung kemari. Kalian jaga kesehatan, aku akan menjaga Nayoung dengan semua kemampuanku” Yunho berkata dengan tegas tanpa ragu. Ia memeluk ibu mertuanya lalu mengelus kepala Jung-in dengan sayang
“Ayo.. sudah larut malam. Aku takut kau akan kelelahan” Yunho mengamit tangan Nayoung. Mereka bergegas untuk kembali kedalam mobil.
“Yunho-ya”
Nayoung memegang tangan Yunho dengan erat. Yunho menoleh dan menatap mata Nayoung yang memancarkan ketakutan.
“Apa ?” Yunho bertanya dengan nada serak
“Mobil, ayah” gumam Nayoung pelan. Matanya melirik ke ujung jalan. Mobil rush berwarna biru metalik terparkir dengan nyaman disana. Yunho menghela napasnya berat. Ia merogoh ponselnya yang berada disaku celana denim milliknya.
“Rick… lakukan seperti yang aku katakana. Hubungi Junhye, minta dia mengirimkan dokumen itu ke distrik Seoul”
“…”
“Baiklah, aku tunggu kabar selanjutnya” Yunho memutuskan sambungan telponnya, dan menatap Nayoung yang berharap cemas.
“Mereka sudah ada yang menjaga. Kau tenang saja” gumam Yunho, lalu membukakak pintu mobil untuk Nayoung. Nayoung mengangguk lalu masuk kedalam mobil, walaupun hatinya dialanda cemas.

***
“Apa kau yakin mereka akan baik-baik saja ?” Tanya Nayoung melepas keheningan yang terjadi diantara mereka. Yunho membelokkan mobilnya, lalu menatap Nayoung yang terlihat sangat tidak baik.
“Sangat yakin. Rick adalah salah satu orang terbaik yang aku punya. Dia akan mengatasi semuanya.  Kau percaya padaku, besok setelah kau istirahat kita akan mengunjungi rumahmu. Bagaimana ?”
Nayoung Nampak berpiki sejenak “Kenapa tadi kita tidak menginap disana saja ?” Nayoung memadang Yunho
“Tidak mungkin. Ibuku pasti juga akan menuntut kita untuk tinggal dirumahnya besok”
“Benar juga” gumam Nayoung pasrah
“Kau hubungi Jung-In  . Tanyakan apakah mereka baik-baik saja ?”
Tawar  Yunho dengan bijak. Nayoung mengangguk dan mengeluarkan ponselnya dari dalam tas tangan miliknya. Beberapa menit kemudian, Yunho melihat senyum lega pada diri Nayoung.
“Bagaimana ?”
“Mereka baik-baik saja” Yunho mengangguk, lalu memarkir mobilnya dan segera turun dari mobil.

***

“Kau bisa memindahkan barang-barang milikmu besok. Sekarang kau istirahat saja” Yunho menaruh kunci mobilnya di atas nakas, dan melepaskan jam omega miliknya. Ia memandang Nayoung yang sedikit kebingungan dan gugup.
“Eoh.. aku tidur dimana ?” Tanya Nayoung polos
“Memang dulu ayah dan ibumu tidur dimana saat menikah ?” Yunho balas bertanya. Nayoung mengerucut kesal.
“Bodoh, tentu saja dikamar” gerutu Nayoung dengan kesal. Ia masih berdiri ditengah ruang utama milik Yunho.
“Ya sudah, tidurlah dikamar. Bawa barangmu juga” suruh Yunho dengan tenang. Nayoung mengangguk, lalu membawa koper barang miliknya.
“Maksudku, dikamar mana ? kamarmu kan Cuma satu”
Yunho menghela napasnya “Tentu saja kamarku. Satu lagi, jangan bertanya jika itu tidak penting. Kau bebas apartemen ini, aku mau keluar sebentar”
Nayoung mengangguk pelan. Lalu masuk kedalam kamar Yunho.
Saat pemtretan dulu, kesan pertama yang ia tangkap dari kamar Yunho adalah elegan dan klasik. Dominasi warna hitam dan coklat tua yang klasik namun mengkilap membuat siapaun nyaman. Balkon yang menghadap arah datangnya sinar matahari membuat kamar Yuno terang dan semakin nyaman.
Nayoung tak pernah bermimpi untuk mendapatkan hidup seperti ini. ia meletakkan kopernya disudut kamar. Ia melirik kebeberapa arah yang membuatnya penasaran. Kamar Yuno diatur sangat minimalis, yang ada hanya kasur king size miliknya, lalu ada lemari kaca yang memperlihatkan sema prestasi milik Yunho. Nayoung melihatnya satu persatu, lalu tersenyum sendiri.
Ia tak menyangka pria sok berkuasa itu ternyata memiliki otak yang cemerlang. Disana juga ada beberapa miniature mobil-mobilan, serta jam tangan bermerk. Di lemari kaca sebelah kanan menampilkan beberapa koleksi miniature robot dan kaca musim panas—hitam mewah milk Yunho.
“Ternyata ada juga lelaki yang hobi berbelanja” gumam Nayoung geli.

***

Yunho menjalankan mobilnya menuju kesalah satu minimarket dua puluh empat jam. Ia membeli beberapa peralatan mandi seperti sikat gigi dan beberapa makanan ringan untuk persediaan kulkas miliknya.
Setelah itu ia mampir kekedai ramen jepang langganannya. Setelah itu ia berencana akan kembali pulang ke apartemen.
“Kau belum tidur ?” Tanya Yunho saat melihat Nayoung sibuk membongkar isi kopernya. Nayoung menggeleng. Ia terlihat lebih segar setelah mandi. Terlihat dari rambutnya yang basah
“Besok saja berkemasnya” Yunho kembali mengemukakan pendapatnya.
“Aku tidak ngantuk, jadi aku memilih untuk mengemasi barang-barangku saja. tapi setelah ku lihat lemari mu penuh sekali” gumam Nayoung putus asa. Yunho mengangguk kecil.
“Kau siapkan makanan saja, aku akan memindahkan beberapa barangku dulu kedalam lemari pakaianku yang lain” Yunho menyerahkan paperbag pada Nayoung.
“Tidak merepotkanmu, kan?”
“Tidak.. sudahlah kau siapkan saja makanannya”

***

Selesai mengemasi beberapa barang-barang. Yunho dan Nayoung makan dalam keadaan hening. Yunho terlihat tenang dan tidak mengungkit suatu hal yang akan didapatkan pria dimalam setelah mereka resmi menjadi suami istri. Dan Nayoung bersyukur atas itu. Ia belum siap sama sekali mengenai hal itu. Dan mungkin Yunho sudah bisa membaca apa yang ada di pikirannya.
“Boleh aku bertanya ?” Yunho meletakkan sumpitnya disamping mangkuk ramen. Nayoung balas menatapnya dengan tatapan bingung
“Apa ?”
“Mengenai ayahmu… Dia, kenapa dia membencimu kalian ?”
Nayoung menghela napasnya “Kami bukan keluarga kandungnya. Dia adalah ayah tiriku. Lebih tepatnya dia teman ayahku. Dia menyukai ibuku saat aku masih berumur lima tahun. Dan Jung-In masih didalam kandungan. Ia sengaja membunuh ayahku, lalu memaksa ibu untuk menikah dengannya. Setelah beberapa bulan, ia mengetahui ibu tidak pernah melupakan ayah. Dia marah besar kepada kami. Lalu—“ Nayoung mengambil napas pelan. Dan kembali melanjutkan ceritanya
“setelah aku berumur enam belas tahun. Ia menjualku pada temannya. Dia mengatakan pada ibu, semua itu untuk membayar budinya karena telah membesarkan aku dan Jung-in. untung saja, saat itu aku berhasil keluar dengan selamat. Dan melaporkannya kepada pihak berwajib. Namun sayang, karena dia dilindungi oleh rekan bisnismu yang berkuasa itu dia bebas. Dan mungkin karena itu dia membeci kami, hingga ingin membunuh ibu”
Nayoung mengakhiri ceritanya dengan pelan. “Aku akan membereskan mangkuk-mangkuk ini. kau tidur saja”
“Kau saja, aku masih ada pekerjaan lain. Kau istirahatlah. Jangan membantah karena aku tidak suka dibantah”
Tegasnya diakhir kalimat. Nayoung mengangguk dan segera kekamarnya.
Dia tidak seburuk yang aku kira. Dia masih memillik sisi manis yang tak pernah diduga oleh siapapun.  

TBC

Iklan

43 thoughts on “Secret in a Marriage

  1. Qoyah cassie berkata:

    yey !! akhrnya di publish jg ^^ ak heran dsni pas mimin g da di pesta amal itu ?? dia g da krna rncnanya sma yunpa ? atau sibuk ngabisin mkanan di tuh pesta ?? wkwkk,, tp slalu dn slalu bgian mimin yg bkin ak ngakak…hhaha,, sejujurnya ak sllu brhrp klo ak yg bkln brsnding sma yunpa.! hhaha, oh ya eonn,, nikahannya g semewah uchun ya ?? hhe,, bgian abis nikahnya dkit-_-tp yunpa dh kliatan manis!! hhoho
    lanjutannya cpet eonn !!!
    kkeke, pnsaran soalnya 😀

  2. yanty berkata:

    lgi enak2 baca udah tbc…
    eonni buat yunho sama nayoung lebih romantis lagi dan cpat punya anak…
    tggu part 7nya jgn lma2 ya….

  3. Ika kyu's wife berkata:

    Finallyyy kluar jugaa fiiuuuhhh *lappakebajumax* 😀
    1. Vie koq Nasib haeppa miris amt yk,,nbkal ikah am cwe yg ga dicintai..*pukpuk
    2.simax kmne pas pesta amal koq ga dikenalin,,,curiga nh dy sbug bungkusin makan mo bw plg.
    Max: aq ga semiskin itu jga kale..
    Me: hehe *ambillangkah1000 😀
    3.spt biasa ff.a vivi selalu bisa m’buat ku trhanyut(?) dlam kisah.a.. Ga bisa komen sayah saking bgus.a =,=’ #hwaitingvie
    4. Haha aq ngakak pasa nasyong nnya mo tdur dimana trus yunho balik nnya mmg.a ortu mu stlah nkah tdur diman?? *ngakak
    5.eh tapi,,knpa dh crita.a “agak” mirip am yoonhyera stlah nikah yak,,gak lgsg MP gtu?? #omeskumat 😀
    ok deh sekian komen gaje sayah #plakk
    gomapta vie udh si smsin update ff.a hehe
    1 more againt..kritik mbo ya jgn TBC dimoment yg canggung kan PENASARAN BEEEEBBB…v,v..
    Ywdh dh pay pay *wink

    • Vii2junshu_kim berkata:

      mbakkkk….
      dowo bianget xD
      wkwkwk….
      itu changdola lagi sibuk dirumah sakit, jadi dy ga datng pas di pesta amal :)) wkwkwk xD

      teruss,, itu sengaja… mukenya donghae cocok d bwat melooww gthu… makanya agak ngeness disini 😛

      Makaccciii mbak 😀 semoga ga kcewa ntar di tiap part2 selanjutnya… ^ ^

      ehh.. klo MP.. ajarin dulu doong aku bkin NC<,… aku ndak bisa bkin NC,,,, hahaha xD *malu2in*
      hehe..

      • Ika kyu's wife berkata:

        Haha aq ga bisa nulis.a vivi..mw lagsg praktek aj am kyu..wkwkwk
        samngat yo i’ll waiting next part.. Cemungut!!!cemungut!?! .D

  4. lala berkata:

    “Memang dulu ayah dan ibumu tidur dimana saat menikah ?”
    hahahaahahahaaa,…
    pertanyaannya lucu bgt ini. 😀

    lanjuuttt,…

  5. lestrina berkata:

    Udh baca dari part 1-6.. Karena pertaruhan antara donghae n yunho mengenai sapa yang dluan nikah ternyata pd akhirnya mrka nikah karena desakan org tua n pasangannya ditentukan krn org tua juga… Kira2 married life yunho dgn nayoung, konflik yang dtg ga ada org ketiga utk hub mrka. Eon suka bgt klo ceritanya spt broken married & ABM, konfliknya tdk ada org ketiga. Ya weslah, dtunggu ya klanjutannya.

    • Vii2junshu_kim berkata:

      muahahaha… konfliknya lagi dipikirin eon… sambil jalan aku kasih konfliknya 😀
      klo ABM sama Broken married itu emang baru belajar nulis, jadi belom berani kasih macam2.. xD
      dan untuk ini, aku ga berani janji macem2,,, wkwkwkw
      btw makasih bwat dukungannya, semoga ga mengecewakan *amin* 😀

  6. fath berkata:

    hoaaaaaa , aku pingin jadi nayoung u,u
    yunho nya kereeeeen.
    lanjuttannya ditunggu ya.oh ya , broken married nya juga ditunggu lanjuttannya 🙂

  7. yanyan90 berkata:

    Dd kok cc merasa bagian klo mereka ber4 sdkit bgtt.. Banyakkin donkk.. Apalagi yg ad Seon-Ho pnya.. Paling lucu pas bca Hyera datang sembari menggendong
    Seon-ho yang berceloteh ria dengan memainkan air liurnya.

    Pasti lucu bnget ekspresinya.. Hahaha..
    Btw apa sih yg mereka ber2 smbunyikan dgn Changmin??
    Klo Yunho mgkn krna pernikahannya dgn Nayoung, klo Nayoung ap? Apa mgkn krna Changmin sdh kasi thu klo yg byrin RS mamanya itu YH?

    Dd lnjutin ff part yg changmin jd baby sisterr.. Pengen liaty kelucuan seon-ho.. Gemesin pasti.. Apalagi Papanya Seon-ho.. Hahahaha..

    • Vii2junshu_kim berkata:

      wkwkwkwk…
      maksudnya gini kka, nayoung gatahu klo yunho yg byarin rumah sakit mamanya. yg nayoung tw yg byrin rumh sakit thu org lain. terus dy mau ganti uang org lain itu melalui changmin. nah dia minta changmin supya yunho gatau ttg masalah uang rumah sakit. padahal yunho uda tw… hehehe
      rumit y kka XD

      jiiah… nii emaknya seon-ho… :p
      ntaar aku eksiskan si seon-ho :p muahahahaha xD

      • yanyan90 berkata:

        Jiahhh.. Gpp deh klo jd Mamanya Seon-Ho.. Berarti dpt Papanya Seon-Ho jg donk.. Snengnyaaaa.. ☺◦°◦ƗƗɑƗƗɑ (′▽`) ƗƗɑƗƗɑ◦°◦☺.. Cc ga nolak dehhhh.. Dpt 2 pria imut nan lucu.. Dd sequelnyaaaaaa manaaaaa??? Lama ga upload nihhh.. :(..

  8. jin ara berkata:

    Waaaaaaaaah yunho keren aaaaaaaaaa bikin melting bacanya yunhoooooooo 🙂 aku suka suka suka di tunggu part selanjutnya oenni ..tulisan tulisannya keren keren aku baca fanfiction lain rapi bahasanya dan gambaran karakternya jelas

  9. syari berkata:

    kok g lanjut2 yaaaaaa….q udah buka blog ini tiap hari….tp g ada lanjutannya…ayo dong authorr lanjuttttt…

  10. Kim hyewon berkata:

    Tau gak vii?
    setiap eonni baca ff km dengan judul yg berbeda pasti mendadak jatuh cinta sama lead actornya yang bukan bias sekalipun..
    Dan sekarang, eonni jatuh cinta dengan Daddy Yunho,..
    Berasa jadi Nayoung #dijambak chunie

  11. Shamusuki berkata:

    Romancenya dapet banget, penggambaran suasananya juga cerdik.. Ceritanya makin complex dan mendebarkan. Walau Yunho-Nayoung jarang skinship, tapi chemistrynya kuat.

    Dan, tak ada yang bisa aku ungkapkan untuk karakter Ibunya Yunho, selain DAEBAK. Hahaha..

    Semangat !!

  12. minkijaeteuk berkata:

    mereka resmi jadi suami istri,,,, haduh q bingung nih ngungkapin y yunho ma Nayoun tu hubungan y makin lama makin ma nyus deh mereka hubungan y lembut gt….
    ayo bikin yunho kecil,,,biar makin rame…
    jd ayah y Nayoung tu ayah tiri,,,, q penasatan sama konflik y bakal kayak apa nanti,,,, n donghae di iri ma yunho n kenal ma Nayoung…… Pa nanti yunhi akan bermasalah ma donghae,,, soal y donghae disini kyk y gmn gt hidup y tu kurang dia suka m dipaksa gt kan ma appa y…..

  13. sagita berkata:

    Mreka menikah???tpi knpa tdk melihat lee donghae d pesta pernikahan..d chapter sbelumnya donghae mnunjukkn mncintai seseorng siapa ya???yunhoo benar2 kerenn

  14. aliz berkata:

    wuahhhh,,,, bagus ff’nya jadi lupa bwat komen di ff sebelumnya, soalnya g sabar bwat baca lanjutannya hehehe….. ^_^

    meskipun masih ada typo tapi tak apalah masih bisa di maafkan
    semangat!!!!!!!!

  15. kwonyunhee berkata:

    Aaaak, keren bgt eoon. Suka bgt sma alurnya eoon. Lah pokmen jatuh cinta lah sma ffnya eonni vivi ^^

Your Comment become spirit for me ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s