Secret In a Marriage

Bab 4

 

 

Yunho mendengus pelan, saat beberapa karyawan nya memberikan berkas yang bahkan enggan dilihatnya. Perkembangan dunia cyber terlalu cepat, jadi sedetik saja dia lengah, maka semua kesempatannya akan hilang.

“Benar-benar seorang Jung Yunho” Yunho menghentikan ketikan programnya dan melihat pemilik suara itu. benar saja, lelaki itu adalah Park Yoochun. Teman lama, sahabat lama, kenalan lama, atau apalah namanya.

“Bagaimana kabarmu ?” tanya Yoochun sembari menepuk bahu Yunho. Yunho menggeleng malas. Ia masih sibuk mengetik beberapa step untuk program terbarunya.

“Baik, kau sendiri ?”
Yoochun mengangguk, ia melihat sikap Yunho yang terkesan sangat-sangat tidak hangat. “Baik”

Yoochun mengambil tempat untuk duduk, tanpa disuruh lagi.

“Hal apa yang membuatmu kemari ?” tanya Yunho, lalu menyimpan semua programnya didalam sebuah folder. Yoochun menarik tempat duduk yang ada didepannya, lalu duduk santai didepan Yunho.

“Santai sajalah bung. Aku kemari hanya untuk bermain. Sudah lama aku tidak mendatangi kantor temanku” ucap Yoochun pelan. Yunho mengangguk paham.

“Ouh..” angguknya, Yunho merapikan meja kerjanya yang terlihat sangat berantakan. Membuat Yoochun menggeleng, Yunho memang tak pernah berubah. Semua serba berantakan. Dari dulu hingga sekarang, entah  apa yang dipikirkan temannya itu. sampai semuanya disekitarnya tak ia pedulikan.

Sejenak, ia melihat sikap Yoochun yang memandangnya remeh, mambuat Yunho mendengus kesal. Dan menatap tajam pada sahabatnya.

Yoochun terkekeh geli. “Seharusnya kau itu sudah memiliki putra. Kenapa sekarang kau jadi lelaki tua yang kesepian dan berantakan”
“Ah diam kau, ngomong-ngomong aku belum melihat little Chunie”

Yoochun mengangguk paham “Oh, si kecil masih dirumah sakit, barusan aku mengantarnya. Dia terlihat tidak sehat, jadi aku membawa dia pada ibunya” ucap Yoochun. Yunho mengangguk.

“Aku mau melihat si kecil” ucap Yunho. Tanpa basa-basi, Yunho menyambar jaket kulitnya dan keluar dari ruangannya, bersamaan itu, Yoochun tersenyum kecil. ‘kapan-kapan dia akan berubah menjadi sosok Yunho tanpa pelindung’

***

Yunho masuk kedalam ruangan kecil khusus untuk anak-anak dan balita, disana ia menemukan pangeran kecil yang sering dipanggilnya little Chunie. Walaupun Yoochun sudah sering memakinya, agar tidak menggunakan nama itu untuk memanggil putra pertamanya.

“Kau sudah besar, ne” ucap Yunho lalu menggendong si kecil kedalam dekapannya. Sebelumnya ia melepaskan jaket kulitnya. Jadilah ia hanyamemakai kemeja berwarna biru dengan bawahan celana jins. Yunho menggendong si kecil, untung saja anak itu tidak rewel. Sehingga Yunho sangat nyaman menggendong cucu pertama keluarga park.

“Oh, oppa” Yunho memandang Hyera yang tengah memakai seragam dokternya. Sepertinya wanita itu sudah menyelesaikan tugasnya.

“Hmm… aku hanya mengunjungi si kecil. Yoochun-ya, kenapa dia tidak mirip denganmu ? ah- aku jadi meragukan gen mu” kekeh Yunho. Yoochun langsung melempar bantal kecil yang dipakai putranya tadi pagi.

“Sialan kau” makinya dengan tenang.

“Ini ruangan untuk anak kecil, bisakah memakai bahasa yang sopan, suamiku” ucap Hyera dengan malas.

Yoochun mengangguk malas, ia memandang Yunho yang kini bermain dengan Seon-ho. Melihat bagaimana akrabnya mereka, membuat

Yoochun merasa sedih. Ia memikirkan kapan sahabatnya ini akan mengakhiri masa kesepiannya.

“Kenapa melamun ?” tanya Hyera sembari menatap Yoochun

“Memikirkan, kapan dia menikah” terangnya. Hyera mengangguk dan menepuk bahu suaminya.

“Aku harus kembali keruanganku. Sampai nanti” pamit Hyera,meninggalkan suaminya dan Yunho didalam ruangan itu.

“Kya… Seon-chan sudah punya gigi” girang Yunho saat bermain dengan Seon-ho yang berusian satu tahun. Seon-ho tertawa kecil melihat samchonnya.

“Ya! Kalian ini, memberi nama anakku sesukanya” kesal Yoochun

“Lihat, appa  marah. Seon-chan  mau kemana ?” tanya Yunho saat dirinya membantu Seon-ho untuk berjalan—tertatih menuju ketempat ayahnya.

***

“Jadi kau sudah ada pikiran untuk menikah ?” tanya Yoochun. Yunho mengangguk mantap. Ia memandang Seon-ho yang kini tertidur pulas dipelukan ayahnya. Melihat damainya Seon-ho dan bahagianya Yoochun menjadi seorang ayah, membuatnya membuka hati. Ia merasakan semua kehangatan yang terpancar dari keluarga kecil Yoochun. Dulu ia berpikir bahwa memiliki keluarga hanyalah membuang waktu, merepotkan dirinya. namun melihat senyum kecil Seon-ho, mau tak mau ia berpikir, bahwa semua spekulasinya tidak sepenuhnya benar.

“Sudah memiliki calon ?” tanya Yoochun yang kini memilih duduk disalah satu taman belakang rumah sakit. Ia membiarkan semilir angin menerbangkan rambut halus milik Seon-ho.

“Belum” hela Yunho. Ia mengulurkan tangannya untuk mengelus pelan kepala Seon-ho “Terasa hangat” gumamnya kecil

“Sebentar lagi juga turun” jawab Yoochun yang melihat wajah damai Seon-ho “Hmm… yang penting kau sudah memiliki niat, untuk benar-benar menikah”

Yunho mengangguk.

Hening

Yang terdengar hanyalah ativitas rumah sakit seperti biasa. Yunho mengedarkan pandangannya untuk melihat-lihat sekitar rumah sakit. Sedikit banyak, ia merasa tenang jika disini. tak ada hiruk pikuk kegiatan yang selalu dilakukannya, yang ada hanyalah beberapa pasien yang mencoba untuk bangkit dari kesakitannya.

Ia menerawang, bagaimana kehidupannya dulu. Kembali ia merasakan pedih dan sakitnya di khianati. Walaupun dalam lubuk hatinya ia sudah melupakan itu. tapi sakita benar-benar terasa. Isakan kecil Seon-ho membuat Yunho manarik diri dari lamunan masalalunya.

“Aku harus mengantarnya pada Hyera. kau mau disini atau ikut ?” tanya Yoochun yang kini mulai beranjak dari duduknya

“Aku disini saja”

Yoochun mengangguk, membiarkan sahabatnya menunggu ditaman.

***

“Aku mohon, selamatkan ibuku”

Langkah kakinya terhenti, ia melihat seorang gadis berseragam sekolah menengah, tengah menangis didepan ruang administrasi. Langkah kakinya tertarik untuk mendekat pada anak itu. semakin dekat, hatinya semakin merasakan sesak.
Ia berhenti, ia menunggu gadis itu meninggalkan ruang administrasi. Gadis itu berjalan gontai dan memilih duduk disalah satu kursi tunggu. Dan mengeluarkan ponselnya, mungkin untuk menghubungi keluarga terdekatnya.

“Permisi”

“Ada yang bisa saya bantu ?” tanya petugas itu pada Yunho.

“Gadis itu, boleh aku tahu kenapa dia menangis ?”

Petugas itu memandang iba pada gadis ber-name tag Jung In.

“Ibunya terkena tusukan dibagian perut sisi kanannya, dan menurut pemeriksaan dokter kemungkinan lambung nya terinfeksi. Jadi kami harus melakukan operasi secepat mungkin. tapi gadis ini tak memiliki uang” terang petugas itu

“Berapa biaya-nya ?” tanya Yunho sembari menoleh kearah Jung In

“Untuk biaya operasi 800.000 won, sedangkan untuk pemulihan dan biaya kamar tergantung dari keluarga pasien”

“Berikan perawatan yang terbaik. ini 1.500.000 won, sisanya besok akan ku lunasi” Yunho memberikan uang kertas yang ada didalam dompetnya. Petugas itu segera memberikan konfirmasi kepada petugas dan dokter yang berada di UGD untuk segera menjalan operasi.
Yunho memandang anak itu dengan tatapan sendu. Hati nuraninya merasa terpanggil untuk menolong gadis itu.

“Tolong berikan kwitansinya pada gadis itu, dan untuk pengobatan selanjutnya kau bisa menghubungi Dokter Kwon Hyera departemen anak atau mungkin Dokter Shim departemen spesialis. Berikan kartu namaku ini pada Dokter yang kusebutkan tadi” Petugas itu mengangguk. Lalu segera membereskan adminstrasi

***

Nayoung berlari tergesa menuju kerumah sakit, mendengar isakan Jung In, benar-benar membuat kepalanya tidak bisa berkonsentrasi dengan apapun. ia ingin melihat kondisi ibunya segera.

Namun ia tak bisa keluar dari perusahaan ini, kecuali ia nekat untuk membolos. Dan itu artinya dia menggali kuburannya sendiri. Membolos sama dengan mengudurkan diri.

Nayoung tak peduli lagi, keselamatan ibunyalah yang terpenting saat ini.

“Eoni~~~” Isak Jung In sembari memeluk erat tubuh kakaknya. Nayoung berusaha untuk tidak menangis didepan adiknya, ia mencoba menenangkan adiknya.

“Bagaimana bisa ibu tertusuk pisau ?” tanya Nayoung sedih.

“Kami tadi berbelanja kepasar tradisional. Dan ibu membeli ikan segar untuk dimasak. Tapi kemudian, darah—baju ibu mengeluarkan darah” isaknya kecil, Nayoung mengelus kepala adiknya sayang. Ia memandang ruang administrasi dengan nanar.

“Lalu bagaimana keadaan ibu sekarang” tanya Nayoung pelan.

“Ibu sudah melewati masa kritisnya. Petugas administrasi mengatakan ada seorang donatur yang memberikan biaya Cuma-Cuma untuk operasi ibu”

“Kau yakin ?” tanya Nayoung terbata

Jung In mengangguk

Nayoung lalu mendatangi pihak administrasi untuk mencari tahu siapa yang memberikannya pinjaman—tidak langsung.

“Permisi”

“Ya, ada  yang bisa saya bantu ?” petugas itu tersenyum memandang Nayoung

“Saya keluarga pasien yang tertusuk tadi. Eng, keluarga pasian Lee Han-ah” ucap Nayoung

“Oh, ya saya ingat”

“Hmm.. sayang ingin menanyakan kepada anda. Siapa yang sudah memberikan kami pinjaman untuk operasi ibu saya” ucap Nayoung pelan

“Sebenarnya itu bukan pinjaman. Itu memang diberikan kepada anda secara suka rela” ujar petugas itu

“Oh, tapi bolehkah saya meminta idenditas orang itu ? atau mungkin alamat yang bisa dihubungi ?” tanya Nayoung pelan.

Petugas itu tampak menimang sebentar “Sebaiknya, anda menemui Dokter Shim saja. sepertinya dia tahu banyak tentang orang itu”

“Dokter Shim ?” gumam Nayoung

“Benar, anda bisa menemuinya di departemen spesialisasi. Shim Changmin. Itu namanya”

Nayoung mengangguk paham. Ia lalu bergegas untuk menemui adiknya.

“Bagaimana eoni ? apa eoni sudah mendapatkan idenditas orang yang menolong kita ?” tanya Jung In bertubi. Nayoung menggeleng lemah.

“Sebaiknya kau istirahat, besok kau harus bergegas mengikuti study tur kan ?” tanya Nayoung lembut, Jung In mengangguk.

“Tapi, bagaimana dengan ibu ?” tanya Jung In parau

“Ibu, biar aku saja yang menjaganya” senyum Nayoung cerah, sebisa mungkin ia menutup kesedihan yang kini menyelimutinya.

“Hmm.. baiklah. aku pulang dulu” ujar Jung In lalu meninggalkan kakaknya dirumah sakit. Nayoung menghela napas, ia segera keruang perawatan, karena ibunya kini telah dipindahkan keruang bangsal.

Nayoung menoleh melihat fasilitas yang diberikan oleh donatur itu. sedikit tak percaya masih ada orang yang bisa berbuat baik kepadanya meski ia tak mengenal siapa keluarga Nayoung.

Nayoung teringat akan perkataan petugas administrasi tadi. Dokter Shim. Ia harus segera menemui dokter itu, bagaimana pun ia ingin mengetahui siapa yang telah berbaik hati padanya.

Nayoung mengetuk pintu yang bertuliskan nama dokter yang dicarinya, tak lama suara perintah bariton masuk kedalam indera pendengarannya. Nayoung segera masuk kedalam ruangan itu.

“Selamat pagi” sapa Nayoung ramah sembari membungkuk. Changmin melepas kacamatanya, dan memperhatikan Nayoung

“Pagi, ada yang bisa saya bantu ?” tanya Changmin

Nayoung mengangguk “Ada yang ingin saya bicarakan pada anda dokter. Mengenai seseorang yang telah membantu keluarga saya”

Changmin berpikir sejenak “keluarga anda ?” tanya Changmin pelan. Nayoung mengangguk kecil

“Benar. Em, saya mendapatkan informasi ini dari petugas administrasi” jawabnya pelan

Changmin ber-oh ria. “Ah ya saya tahu. jadi ada apa ?” tanya nya lagi

“Sebenarnya, tujuan saya kemari untuk mencari tahu siapa yang sudah membantu saya. petugas itu mengatakan anda mengenal orang yang saya cari” Changmin mengangguk paham. Ia bangkit dari duduknya.

“Silahkan duduk dulu, saya akan carikan datanya” ujar Changmin berbohong. Nayoung mengangguk patuh, ia duduk di salah satu sofa yang ada disana.

Yunho Hyeong sialan. Kenapa dia membawaku kedalam masalahnya. Menyebalkan.

Changmin bergegas menuju kesalah satu ruangan yang ada dibalik pintu. Ia menatap tajam Yunho yang kini duduk bersandar diruangan pemeriksaan. “Selesaikan masalahmu” gertak Changmin pelan.

“Kau saja. aku malas, bilang saja ia tak ingin disebutkan idenditasnya. Cepatlah” usir Yunho enteng. Changmin mendengus

“Im Boss Here” kesal Changmin

“Im King Here. Go…” usir Yunho dengan tangannya.

Changmin mendesah pelan

“Maaf sebelumnya, data yang anda minta tak bisa kami berikan. Karena itu privasi bagi donatur tetap rumah sakit ini. saya selaku dokter dan pengurus rumah sakit ini minta maaf”

Nayoung mengangguk lemah “Begitu” desahnya pelan “Boleh aku menitipkan salam untuknya. sampaikan bahwa aku sangat berterima kasih.

Dan juga, aku akan mencicil uang pengobatan untuk ibuku, jadi tolong katakan padanya dimana aku harus mengirim uang itu”
Changmin mengangguk paham. “Kau bisa menyerahkan kemari, nanti akan aku sampaikan. Sebulan sekali ia pasti datang kemari, tapi dengan jadwal yang tidak tetap” ucap Changmin

Nayoung mengangguk

“Terima Kasih Dokter Shim. Maaf merepotkan anda” Nayoung membungkuk hormat

“Sama-sama, saya tak merasa direpotkan” ujar Changmin kalem

“Kalau begitu, saya permisi”

***

Changmin mendesah pelan. Ia memanggil Yunho untuk keluar dari ruangan prakteknya

“Dia sudah pergi Hyeong” kesal Changmin. Yunho terkekeh pelan

“Kau cocok jadi seorang aktor” ucap Yunho kalem

“Sialan kau Hyeong. Kau sudah dengar kan apa yang kami bicarakan. Jadi jangan membuat aku repot” jengkelnya. Yunho mengangguk pelan.

“Aku pulang dulu. Sampaikan salamku untuk Kepala direktur”

Changmin mengangguk malas.

***

Seminggu setelah kejadian itu, Nayoung benar-benar diliputi oleh keadaan yang mencemaskan, mulai dari teror tak jelas, yang kemudian berujung pada pelemparan batu kerumah kecilnya.

Nayoung tahu benar, siapa pelaku dibalik ini semua, namun ia tak memiliki cukup bukti untuk membuat ayahnya dipenjara. Lagi pula, ayahnya juga pasti akan dilindungi oleh hukum, mengingat ia bekerja dibawah perusahaan besar yang otoriter.

Nayoung meminjat kepalanya pusing, entah apa lagi masalah yang akan dihadapinya, mengingat ayahnya tak akan pernah berhenti sampai disini.

“Kau memikirkan apa, Nayoung-ya ?” tanya Ibunya sembari mengelus rambut Nayoung

“Hanya pekerjaan ibu. Bagaimana lukanya ?” tanya Nayoung pelan

“Sudah lebih baik”

Nayoung tersenyum kecil “Ingat, besok ibu harus chek up. Jika tidak luka ibu akan semakin parah” Ibu Nayoung hanya mengangguk kecil

“Pekerjaan mu bagaimana ?” tanya ibunya dengan pelan

“Tidak ada masalah besar bu. Mereka memberiku izin kemarin”

“Syukurlah” ujar ibunya menghela napas.

“Kemarin, ibu melihat Eunjung dirumah sakit. Dia sedang melakukan kontrol kehamilannya. Dia terlihat bahagia” ujar ibunya sembari menatap Nayoung. Nayoung tersenyum kecil

“Ibu, ibu juga ingin kau seperti, Na-ya. Ibu berharap kau akan menemukan lelaki yang benar-benar menyangimu. Dan ibu yakin kau akan mendapatkannya”

Nayoung mengangguk kecil. Ia lalu memeluk ibunya erat.

***

Yunho merasakan terik cahaya matahari tepat didepan matanya, mau tak mau ia terbangun juga dari alam mimpinya. Ia melirik siapa yang sudah mengganggu tidurnya. Yunho mendesah malas. Ibunya.

“Mana Janjimu” tagih sang ibu langsung. Yunho mengernyit tak mengerti

“Aku tak ada janji apapun denganmu, ibu”

Yunho kembali mencoba tidur dengan bergelung di balik selimutnya. Membuat sang ibu berang. Nyonya Jung lalu mengambil salah satu bantal guling yang terletak disamping putranya. Ia menghempaskan bantal itu tepat di punggung Yunho.

“Ibu~~~” Rengek Yunho malas. Ia lalu duduk diatas ranjangnya dan memandang kesal pada Ibunya.

“Apa, kau mau marah padaku. aku yang seharusnya marah padamu. Aku—aku tak habis pikir. Katanya kau akan mengenalkanku pada calon menantu, mana buktinya. Kau berbohongkan, agar aku tidak lagi memaksa mu menikah. Anak bodoh, kau pikir aku bisa dibohongi olehmu ? kemari kau, akan ku cincang kau” kesal ibunya. Yunho menelan ludah

“Ibu, berhentilah mengomeliku soal itu. lebih baik sekarang ibu membuatkanku sarapan” rayunya pelan. Nyonya Jung mendengus

“Kau pikir aku istrimu. Buat sendiri, dengar, aku akan mencari tahu siapa saja wanita yang dekat denganmu. Dan nanti aku yang akan memutuskan kau akan menikah dengan siapa” teriak ibunya yang mulai berjalan keluar kamarnya. Bibir Yunho mencibir kesal.

“Ibu, yang menikah aku. kenapa kau yang repot” balas Yunho berteriak

“Apa kau bilang, anak ini memang benar-benar minta aku terjunkan dari lantai atas”

***

Nyonya Jung memeriksa kamar putranya. Tanpa sepengetahuan Yunho tentunya. Ia memulai inspeksi dari ruang kerjanya, tapi tak menemui hasil apapun. kemudian ia memeriksa laci-laci kamar Yunho. Sama,tak membawa hasil apapun.

“Anak itu, apa jangan-jangan dia memang gay ?” pikir ibunya kesal.

“Ah~~ anak itu” kesal ibunya.

Nyonya Jung lalu melirik kesalah satu berkas yang ada disofa panjang milik putranya. Ia memeriksa nya dengan seksama. Ia melirik satu demi satu huruf yang tertera disana. Senyuman kecilpun kini mulai menghiasi bibir Nyonya Jung.

“Ini.. apakah mungkin” seringai licik kini mulai menghiasi bibir Nyonya Jung

***

Jung In baru pulang dari sekolahnya. Untung saja hari ini jam sekolahnya lebih cepat dari biasanya. Jadi ia bisa membantu sang kakak untuk merawat ibunya. Pelan ia membuka pagar rumahnya, namun seseorang menghentikan langkah putaran kunci pada pagarnya

Jung In menoleh

“Ah—Kau pasti bukan Kim Nayoung kan ?” terka wanita itu langsung. Jung In mengangguk mantab “Syukurlah, aku kira anakku pedofil” gumamnya pelan

“Perkenalkan aku, Han Ji-hyun”

Jung In mengangguk dan memberikan salam “Kim Jung  In. Ada yang bisa saya bantu Nyonya ?” tanya Jung In

“Hmm.. ini rumah Kim Nayoung ?”

“Ia benar” ucap Jung In, membuat Nyonya Jung itu tersenyum merekah

“Kau—kau pasti adiknya, benarkan dugaanku” terka Nyonya Jung cepat. Jung In mengangguk lagi

“Ah sudah kuduga. Ngomong-ngomong, boleh aku masuk kedalam ?” tawar Nyonya Jung dengan penuh semangat. Jung In memadang aneh pada wanita dihadapannya.

“Silahkan” Jung In membuka pintu pagar dan mempersilahkan Nyonya Jung masuk kedalam pekarangan mereka. Nyonya Jung mengedarkan pandangnya. Ia melirik beberapa sudat rumah milik keluarga Nayoung

“Ibumu ada dirumah ?” tanya Nyonya Jung lagi.

“Hmm” angguk Jung In “Anda ingin bertemu dengannya Nyonya ?” tanya Jung In

“Ia” angguknya.

“Mari masuk” Jung membawa Nyonya Jung kedalam rumah mereka yang terlihat sederhana namun terkesan hangat. Beberapa pigura menempel dinding rumah mereka dengan indah. Membuat Nyonya Jung semakin yakin, untuk mencari keberadaan menantunya. Bukan, CALON MENANTUNYA.

Nyonya Jung menatap salah astu pigura seorang gadis yang tengah tersenyum. Matanya bening bulat. Ia terlihat manis.

“Saya panggilkan ibu dulu. Nyonya silahkan duduk”

Nyonya Jung mengangguk, “Aku jadi tidak sabar menimang cucu. Pasti nanti cucuku akan lucu. Lihat saja, Ibu dan ayahnya seperti mereka” gumamnya dengan gembira.

“Maaf, ada yang bisa saya bantu ?” Nyonya Jung berbalik. Lalu melihat seorang wanita yang tampak pucat diambang pintu kamar.
Nyonya Jung mengangguk, menghampiri wanita itu dan membawanya untuk duduk disalah satu kursi ruang tengah. “Duduk dulu besan. Perkenalkan, saya Han Ji-Hyun. Namun kau bisa memanggilku, besan” ucapnya penuh senyum

Ibu Nayoung kaget “Maksud anda” tanya nya bingung

“Ah.. begini,. Karena anakku dan anakmu akan segera menikah, jadi kita harus saling memanggil dengan kata besan” ucap Nyonya Jung menerangkan.

“Menikah ? maaf apa anda tidak salah berbicara ?” tanya Ibu Nayoung kaget

Nyonya Jung menggeleng polos “Nama putrimu Kim Nayoung kan ?” Tanya Nyonya Jung memastikan

“Ia, lalu ?”

“Nah putraku, Jung Yunho akan segera melamar putrimu. Karena itu kita sebagai ibu harus memberikan restu”

“Maaf, tapi putriku tidak pernah bercerita kalau dia sudah mempunyai calon suami”

“Ah, benarkah ?” tanya Nyonya Jung terkejut. “Ah, mungkin mereka berpacaran diam-diam. Kau tahukan, bagaimana anak muda jaman sekarang. Mereka selalu memberikan kejutan” spekulasi Nyonya Jung

“Mungkin Juga”

“Ngomong-ngomong, apa kau akan merestui kalau anak kita menikah ?” tanya Nyonya Jung pelan

“Aku akan selalu merestui apa yang menjadi pilihan anakku. karena aku yakin itu yang terbaik untuknya”

“Kau benar. Aku juga akan merestui mereka. entah kenapa, hatiku mengatakan bahwa anakku nyaman dengan putrimu”

“Hmm.. tapi apa kita tidak menanyakan prihal hubungan mereka ?”

“Benar juga, bagaimana jika malam ini, keluarga kita bertemu ? aku yakin ini akan jadi kejutan manis untuk mereka”

“Apa tidak apa-apa ?” tanya Ibu Nayoung was-was

Nyonya Jung mengangguk mantap. “Tidak apa-apa, serahkan saja padaku” ujarnya pelan

***

Nayoung menatap heran pada kediamannya. Mobil bermerek itu berjejer indah didekat gang rumah miliknya. Pikiran negatifpun kini mulai merayap didalam kepalanya. Sosok ayahnya yang menyeramkan kini mulai menghantui pikirannya.

“Mungkinkah…”Gumamnya pelan. Ia lalu bergegas untuk masuk kedalam rumah milik keluarga besar mendiang kakeknya.

Brak—

“Ibu—“ Nayoung tercengang melihat keadaan rumahnya yang baik-baik saja. bahkan terkesan lebih ramai dari biasanya. Ia mengedarkan pandang, ia melihat ada Jihye dan Yunho—kalau tidak salah—.

“Wah, inikah calon menantuku, ya ampun cantik sekali” gumam Nyonya Jung lalu bergegas berdiri dan menyambut Nayoung yang ada diambang pintu.

Hening

***

“Ibu kenapa kami dikumpulkan seperti ini, seperti ada hal penting saja” gerutu Jihye dengan malas.

Nyonya Jung menatap seluruh keluarganya yang kini sudah duduk manis diruang keluarga. Tuan Jung yang biasanya pulang larut kini juga ikut berkumpul karena mendengar rengekan dari sang istri.

Nyonya Jung tersenyum lebar. Ia mengatupkan dua tangannya didepan dada

“Tentu saja, Tentu ada hal penting yang ingin aku katakan. Emm.. tiga minggu lagi” Nyonya Jung memberikan jeda “Ah ia tiga minggu lagi,akan ada pesta pernikahan yang menggemparkan Seoul” ujarny bangga

“Pernikahan ?” ucap mereka bertiga gempar

Nyonya Jung mengangguk bangga “Ibu tidak bermaksud menikah lagikan ?”

Pletak

“Kau taruh dimana otakmu Jung Yunho” sungut ibunya kesal.

“Lalu ?” tanya Jihye dengan tatapan penasaran

“Tentu saja anak ibu”

Yunho dan Jihye saling berpandangan “Kau mau menikah Jihye ?”

“Tidak. kau mungkin” ejek Jihye sembari mengangkat bahu

“Jadi siapa yang menikah ?” tanya Tuan Jung angkat bicara

“Tantu saja, Jung Yunho”

Hening

***

Kepala Yunho berputar cepat. Kepalanya pusing, berita yang dibawakan oleh ibunya benar-benar membuatnya sakit jantung. Apa yang ibunya pikirkan, tiba-tiba menyuruhnya menikah di minggu akhir bulan ini. ya Tuhan. Bahkan ibunya menyuruh ia menikahi Nayoung.

Gadis yang sempat membuatnya terperangah kaget.

Siapa saja, tolong sadarkan ibunya dari angan-angan mengerikan itu.

Tentu dan pasti wanita itu akan menolak dinikahkan dengannya. Apalagi mereka tak mengenal, mereka tak cukup baik dalam interaksi individu. Dan lagi sepertinya gadis itu memiliki aura mengerikan.
‘Kenapa aku jadi aneh’

“Jadi—kita akan melakukan prosesi lamaran malam ini juga”

“Ibu jangan gila” ujar Yunho dingin

“Aku tidak gila, aku menemukan data Nayoung dikamarmu. Setahu ku, kau tak pernah sekalipun menaruh data wanita dikamar. Dan aku yakin, kau pasti memiliki hubungan khusus dengan diakan ?”

Yunho diam.

Tidak mungkin ia menceritkan perihal kasus rumah sakit dan pertengkaran yang terjadi dirumah Nayoung kemarin.

“Tuh kau diam. Jadi ayo kita bersiap” semangat ibunya

“Oke aku, akui” kau benar-benar cari mati Jung Yunho.

“Aku memiliki hubungan dengannya, tapi kalau untuk pernikahan mewah, aku tak mau. cukup keluarga saja yang datang”

Jihye diam, dia memandang tak mengerti pada kakaknya. Benarkah selama ini kakaknya berhubungan dengan wanita. rasanya itu sangat mustahil.

“Baiklah” ujar ibunya santai

“Tapi nanti teman-teman ibu boleh datang kan ?”

“No” tegas Yunho lalu meninggalkan ruangan keluarganya.

***

Nayoung terdiam. Menantu, siapa yang akan menikah dengan siapa. Ia melirik kebeberapa orang yang ada didalam. Dan itu membuat nya benar-benar bingung,hanya ada dua lelaki didalam rumah ini, Tuan Jung dan Jung Yunho. Jadi siapa yang akan menikah.

Jung Yunho ??

Pasti lelucon.

“Maaf, apa saya tidak salah dengar ?” tanya Nayoung balik. Ibu dan Jung In menatap Nayoung bingung. Namun Yunho langsung mengambil jeda waktu untuk meluruskan masalah ini dengan Nayoung.

“Ibu bisakah aku berbicara dengannya sebentar ?” tanya Yunho pada ibunya. Nonya Jung mengangguk paham. Dengan senang hati ia memberikan mereka waktu untuk berdua.

Yunho mengamit tangan Nayoung untuk keluar dari kediamannya. Dan Nayoung mengikuti nya dengan tatapan bingung,.

“Masuklah, akan ku jelaskan didalam” Yunho melirik mobil hitamnya. Nayoung mengangguk dan masuk kedalam
Nayoung masuk dalam mobil itu, menunggu Yunho yang kini duduk dikursi kemudi.

“Jadi, apa yang bisa anda jelaskan Jung Yunho ssi ??” tanya Nayoung dengan tatapan sinisnya

“Salah paham, tapi menarik” jawab Yunho tak kalah dingin

“Maksud anda ?”

“Panggil saja aku Yunho. Anda terlalu formal untukku”
Nayoung mengangguk singkat, menunggu penjelasan Yunho

“Ibuku—ibuku menemukan alamatmu didalam kamarku, dan dia pikir kau adalah wanita yang aku pacari secara diam-diam selama beberapa bulan belakangan ini. dan kini mereka merencakan untuk menikahkanku denganmu”

Bohong !!!

Yunho mengatakan 1% dari fakta yang ada, mengenai alamat. Benar didalamm kamarnya memang ada data-data pribadi tentang Nayoung, namun ia tak ingin menceritakan pada Nayoung tentang hal itu.

“Tunggu, kenapa kau menyimpan alamatku ?” Nayoung memicingkan matanya

Sial “Begini, kau ingat Jihye kan, Jihye yang memberikan alamatmu saat aku hendak mengambil gaun pesanannya” kau cocok sekali menjadi aktor Jung Yunho

“Jadi—kenapa tidak kita luruskan saja hal ini pada mereka ?”

Yunho diam

“Atau, kau benar-benar ingin pernikahan  ini terjadi ?” tanya Nayoung tak habis pikir

“Kau benar,aku memang menginginkan pernikahan ini terjadi. Dan—kau memang harus menyetujuinya”

“Kau benar-benar” decaknya kesal “Kau pikir kau siapa ? berani menyuruhku untuk menikah dengan mu. Laki-laki ini” sungut Nayoung kesal

“Aku” tunjuk Yunho pada dirinya sendiri “sudah jelas Jung Yunho. Dan aku rasa kau perlu mencari tahu sendiri, kenapa aku begitu menyebalkan” balas Yunho enteng

“Tak akan ada keuntungannya jika kau menikahi gadis bodoh yang kampung sepertiku”

Yunho tersenyum miring

Tentu ada.

“Kau yakin sekali. umurmu berapa ?”

“25 tahun”

“Dan aku yakin kau belum memiliki kekasih, apalagi pria yang dekat denganmu. Im sure that”

“Kau yakin sekali” cemoohnya dengan santai

“Tentu. Dan lagi, apa kau tak ingin menikah dengan seorang lelaki yang banyak dicari oleh gadis-gadis kalangan atas ?” untuk kali ini ia terpaksa menyombongkan dirinya sebagai seorang eksekutif muda yang sukses

Nayoung mencibir kesal.

“Aku bisa gila, kalau berbicara denganmu terus” Nayoung bergegas untuk keluar dari mobil. Namun tangan Yunho menginstrupsinya agar tidak keluar sekarang. Nayoung memadang kesal Yunho. Namun Yunho menatapnya dengan tatapan lembut

“Pertimbangkan dalam waktu lima menit. Demi keluargamu” napas Yunho menerpa wajah Nayoung. Wangi musk memenuhi indra penciumannya.

“Baiklah, tapi tolong menyingkir”

Yunho mengangguk, memberikan jeda pada Nayoung untuk berpikir

***

“Jadi besanku, sepertinya kita harus mengurus beberapa hal masalah perniakahan ini. kau mau mengundang siapa nanti ?” tanya Nyonya Jung dengan semangat. Jihye memandang ibunya dengan malas, sedangkan ayahnya hanya mengikuti ide gila sang isteri. Percuma rasanya untuk melarang isterinya. Karena apapun yang diinginkannya harus dipenuhi.

Jihye memandang Jung In yang juga bosan. Ia lalu mengajak Jung In untuk keluar sejenak.

“Ommo” jerit Jung In kaget
Jihye mengikuti arah pandang Jung In—kearah mobil hitam milik Yunho—“Ya Tuhan” Jihye juga melihat adegan tidak baik, dimana kakanya sedang mencium Nayoung didalam mobil.

“Mengerikan”gumam Jung In

Jihye mengangguk setuju

“Ayo kita bergegas” ujar Jihye lalu menarik Jung In menuju kemobil miliknya yang ada diujung jalan.

***

“Jadi sudah kau putuskan ?” tanya Yunho

Nayoung mengangguk pelan “Apakah ini semacam pernikahan kontrak ?” tanya Nayoung

Yunho mengernyit heran, ia memandang Nayoung dengan tatapan meremehkan “Kau sama seperti ibuku, terlalu banyak menonton drama. Tentu bukan, pernikahan yang kita jalani pernikahan yang sesungguhnya, walaupun bukan dasar cinta. tapi atas dasar simbiosis mutualisme”

Nayoung mencibir “Sudah kuduga, memangnya apa sih yang kau inginkan. Sampai kau keukeuh untuk menikah denganku”
“Keuntungannya— agar aku tidak mendengar ocehan ibuku, itu saja. lagipula tak ada masalahkan kalau nanti ada penerus utama WT Corp” Yunho menjawab dengan tenang dan santai
“Maksudmu ? kau mau aku melahirkan anakmu begitu. Yang benar saja, aku rasa otakmu benar-benar kacau” gerutu Nayoung dengan hati menggebu
“Santai saja, lagi pula aku juga tak menginginkan anak dalam waktu dekat”

 

“Kau benar-benar” Nayoung bergumam dengan frustasi
“Lalu apa keuntunganku jika aku menikah denganmu ?”
Nego Nayoung lagi. Yunho menatap Nayoung sekali lagi, lalu meluruskan arah pandangnnya kedepan
“Mana aku tahu, menurutmu apa yang bisa kamu manfaatkan dariku ? hartaku, ketampananku, atau mungkin ketenaranku. Kau bisa memilih satu dari itu, ah ketiganya juga bisa”
Nayoung benar-benar kesal dibuatnya. “Kau melecehkanku ? sial kau”
“Jadi– ? keputusanmu apa ?”
“Tidak”
Yunho menarik napas keras-keras lalu memandang Nayoung dengan tatapan tajam. Mungkin jika Nayoung tidak dalam situasi ini, ia akan mengatakan bahwa aura Yunho memang sangat memikat.
“Kau benar-benar. Kau mau ayahmu yang tak tahu diri itu menganggu kalian terus ?”
Akhirnya, kata terakhir yang paling tabu ia ucapkan terlontar juga.
Nayoung diam
“Pikirkan baik-baik. lima menit, kita akan masuk, dan katakan pada mereka kau setuju atau tidak”

TBC…
Maaf… kayaknya WP aku bermasalah deh, dari kemarin pas uplod jadi nya kacau balau -__-” semoga bisa di baca ya xD

 

Iklan

26 thoughts on “Secret In a Marriage

  1. Ika kyu's wife berkata:

    Yeeeiiyy keluar jugaaaa fiuuuuhh -,-‘ :D…
    Ih yunho koq jdi kecentilan gtu,,
    apa krna udh lama ga sma perempuan?? Yh :D..
    Semoga part 6 cpet rilis yoo..
    Abm too 😀 selalu nungguin crita2 vivie..ck’ XD

  2. Qoyah cassie berkata:

    yunpa baik bgt !! makin cinta deh .. hhaha
    bgian homin nya ak ngakak eonn.. hhaha, apalagi pas umma nya yunpa yg lgsung maen nglamar anak org aja .. hhaha,,
    seru eonn !!
    ditunggu part 6 nya 🙂

  3. chemistryrain berkata:

    Yeee akhirnya muncul ne part 4 nya,,,
    semoga pernikahan mereka b’jalan lancar,,,
    d tunggu part 6 nya yach,,,
    karakter tokoh2nya kuat disini khusunya yunho, nayoung dan ibu yunho yg kece hhhaa

  4. ayuna berkata:

    hai vii..
    akhrny baca yg part 4..dan akhrnya jg bs menjwb prtnyn yg brmunculn di otak knp nayoung-yunho akhrny memutuskn mnikah meski sbnre di part 5 ud diulas sdkit..hhe
    vii, crtamu seru, ak sk alurnya. tp ak bleh ksh saran dkit nggak? bwt pmakaian bhsa, msh ad bbrapa bhsa yg sdkit mengganggu pas bc.. jd msaju kyk kta ‘Tuh’, akn lbh cntik kalo vii pke bhsany yg kyk dubbingan drama gt. aplgi ff vii kn genreny romance, kalo ad bhsa nggak bgtu baku jd mgurangi ksan manisnya, dn brasa bc teenlith indonesia..hehe

    trz, utk isi crtanya, vii emg sngja blm memperjelas ad knflik apa nayoung sm ayhny ? ak msh bgung soale. kalwn dliat dr crtanya, ayhny nayoung kn kaya, tp knp nayoung krja mati2an bwt cri uang? trs knp ayhny nayoung brsikeras pengen ngancurin hdup nayoung ma kluargany? ak msh bgung..hehe
    udahn aja vii, maaf bgt ya ak koMentny panjaaaang bgt..
    ok vii, at last, keep writing ya? ^^

  5. yanyan90 berkata:

    Part 6..

    Secepatnya dd.. ☺◦°◦ƗƗɑƗƗɑ (′▽`) ƗƗɑƗƗɑ◦°◦☺.. Plus Ɣαήğ Replace jg soalnya ad Yc..

    Fighting dd nulisnya..

  6. jin ara berkata:

    Di part ini baru ngeti 🙂 waaaah seru ceritanya karakternya udh mulai tergambar jelas di part ini , aku mau baca lanjutannya ..

  7. Shamusuki berkata:

    Kayaknya aku jatuh cinta sama karakter Ibunya Yunho. Soalnya mirip banget sama mamah *curcol*

    Overall nice story, walau ada kata-kata tidak baku, but it’s ok, karna nyari kata yang pas dengan apa yang ada di otak itu susah.

    Hmmm…..Berarti tinggal Junsu yang belum muncul, Jaejoong sepupu, Changmin temen, Yoochun temen.

    Ngebayangin Changmin pake jas dokter bisa bikin senyam-senyum sendiri.
    Suka banget sama bagian :

    “Im Boss Here” kesal Changmin

    “Im King Here. Go…” usir Yunho dengan tangannya.

    Bikin ketawa.
    Perubahan sudut pandang, nggak mengurangi penggambaran ceritanya. That’s Good ^^

    Sampai ketemu di next part.
    Semangat terus ya….

  8. minkijaeteuk berkata:

    ya ampun q pikir yunho y yg bakal maksa ke Nayoung buat nikah,,, emang sih ujing2 y yunho nego ma Nayoung sampe setuju tapi cerita y beda dari yg q bayangin ini malah eomma y yunho yg maju duluan sampe yunho ngak bisa ngelak n nerusin rencana y krn desakkan sana sini,,,, eomma y yunho daebak deh dia ngambil langkah duluan langsur ngelamar sendiri….
    n yg lebih parah adik2 y pada salah ngira mereka ciuman krn sudut pandang yg salah…..
    q juga kasian nasib Nayoung dia hidup y berjuang bgt….
    makin seru ini part yg q tunggu2….

  9. kwonyunhee berkata:

    Waaaaaak, suka sukaaaa. Emaknya yun oppa to the point, dan nggak pilih pilih orang kayaa. Hahaaaa, suka bgt deeh. Gokilll
    Ngarepnya sih eon, jung in sma ji hye jdi duo evil kekekeeee

Your Comment become spirit for me ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s