Secret In Marriage (Part 5)

Author    : Vii2junshu_kim
Cast     : Jung Yunho, Kim Nayoung (oc), Lee Donghae, DBSK Member
Summary : —
Ps : Sudut Pandang orang ketiga.

Bab 5
“Apa yang kau pikirkan tentang pernikahan ini ?” Nayoung menatap Yunho yang kini duduk di kafetaria di dekat tempatnya bekerja. Yunho menghela napasnya pelan. Perlukah ia mengulangi percakapan mereka dua malam yang lalu ? pikir Yunho dengan kesal.

“Aku sudah mengatakannya kemarin. Hanya untuk simbiosis mutualisme. Kau terbebas dari ancaman ayahmu dan aku terbebas dari ibuku yang sangat cerewet” tekan Yunho langsung. Nayoung mengangguk paham.

Itu memang alasan kenapa ia mengiyakan ajakan pernikahan medadak ini. Awalnya ia ingin menolak sangat ingin malah, namun bayangan ibunya saat dirumah sakit benar-benar membuatnya sakit. Nayoung menarik cangkir kopinya kemudian menyesapnya pelan.

“Bukan itu maksudku. Bagaimana kita menjalani semua ini. Kau tahukan, kau dan aku kita sama-sama terbiasa melakukan semuanya sendiri. Mengambil keputusan juga sendiri”

Yunho mengangguk, memainkan cangkir teh sedunya dengan pelan. Mata musang nya menatap Nayoung yang terlihat frustasi. Benar-benar berbeda saat pertama kali mereka bertemu.

“Itu tergantung aku rasa. Kau tahu kan bagaimana bersikap selayaknya istri yang baik ?” tantang Yunho dengan pelan.

“Aku tahu. Dan aku rasa kau juga tahu bagaimana cara menghormati istri yang baik. Tapi menurutku, semua ini tak akan berjalan dengan lancar”

“Aku akui memang tidak. Tapi mencoba bukanlah sesuatu yang buruk”

Nayoung mengangguk “Bagaimana reaksi teman terdekatmu. Aku yakin mereka pasti menertawakanmu”

“Kau—jangan bilang kau berkecil hati karena menikah denganku ?” tebak Yunho. Pas tepat dan mengenai sasaran. Nayoung hanya bisa mengangguk kecil.

“CK.. kemana keberanianmu itu. Kau santai saja, ngomong-ngomong besok kau harus melakukan sesi pemotretan untuk pernikahan ini. Kau akan aku jemput pukul delapan pagi”

“Baiklah. Sementara ini aku bisa bersabar dengan sikapmu. Lain kali tidak” tekan Nayoung lalu meninggalkan Yunho yang kini duduk tersenyum dibangkunya.

***

Sedikit frustasi dan pusing. Saat inilah yang dirasakan Nayoung ketika ia melangkah kan kakinya kedalam butik tempatnya bekerja. Semua persoalan hidupkan seakan tak kunjung terhenti. Mungkin benar kata Yunho. Saat ini beban nya akan terasa ringan, karena Yunho berjanji akan menyelesaikan kasus kekerasan ayah Nayoung pada pihak yang berwajib. Nayoung memasuki ruangannya dan memulai harinya kembali.

***

“Lakukan apa yang ayah katakan, jangan membantah. Kau tahu benar bahwa aku paling tidak suka dibantah”
Donghae hanya menatap ayahnya dengan tatapan dingin.

“Baik” ucapnya datar. Ibu Donghae hanya bisa menghela napasnya pelan, melihat putranya yang diperlakukan seperti itu membuat hati miris. Kapan dia menyadari bahwa putra keduanya itu tertekan ? pikir ibunya muram

“Bulan depan  pertunanganmu dengan Enjung. Tak ada penolakan. Camkan itu”

Brak…
Pintu ditutup dengan tenaga yang ekstra membuat Ibu Donghae mengelus pelan dadanya. Lalu menatap putranya yang kini melangkah meninggalkan ruang keluarga mereka. Tanpa pamit atau sekedar menoleh.

***

Yunho memeriksa kembali jadwal yang telah ditentukan. Kemungkinan lusa ia akan berangkat ke LA untuk mengurus kesepakatan kerja sama antara perusahaannya dengan perusahaan milik salah satu rekannya yang kini tertarik dengan software baru.
Yunho memencet nomor ponsel yang telah di hapalnya diluar kepala.

“Kau dimana ?” tanya Yunho langsung

“Aku diperjalanan mengantar Hyera. Ada apa ?”

“Nanti malam. Nanti malam aku akan mengadakan makan malam untuk kita berlima. Ada yang ingin aku bicarakan” ujarnya pelan.

“Oh baiklah.bolehkan aku mengajak Seon-ho ?” tanya nya

Yunho tertawa geli “Istrimu kemana ?”

“Ada acara keluarga, bukankah ini perkumpulan lelaki. Dan anakku juga lelaki” ujar Yoochun

“Oh.. oke. Lelaki kecil. Tapi tak masalah” ucapnya pelan, lalu mematikan sambungan telponnya.

Yunho menarik napasnya pelan. Lalu membuangnya secara perlahan. Antara bersalah dan tidak. Yunho tidak terlalu meyakini pernikahan ini akan berjalan baik. Tapi ia mengharapkan segala sesuatunya tidak terjadi dengan buruk. Bagaimanapun komitmennya hanya untuk satu wanita seumur hidup.

Bukankah seluruh keluarganya sudah memberikan lampu hijau ? hanya menunggu waktu  untuk beradaptasi dengan segalanya. Selesai memeriksa beberapa laporan yang ada diatas mejanya, Yunho memfokuskan dirinya untuk melihat beberapa contoh undangan yang akan dicetak nanti.

***

Nyonya Jung memasuki butik yang didominasi oleh warna hijau dan emerald, dengan santai ia melenggangkan dirinya untuk memasuki bagian wedding dress. Melihat-lihat beberapa gaun yang menurutnya cocok untuk calon menantu.

“Permisi ada yang bisa saya bantu ?” Nyonya Jung menatap wanita didepannya. Ia tersenyum dan menjawab sapaan.

“Tentu, aku ingin mencari gaun penganti model terbaru, jadi bisa kau tunjukkan dimana letaknya ?”

“Oh—baiklah Nyonya silahkan anda mengikuti saya” setelah itu, wanita berbaju seragam membawa Nyonya Jung memasuki salah satu almari besar yang menyediakan beberapa potongan baju mewah dengan model yang klasik. Nyonya Jung agak kaget melihatnya.

“No—aku tidak suka yang ini. Aku mau yang simpel dan terkesan elegan. Ada tidak ?”

Wanita itu mengernyit, lalu mengangguk. Membimbing Nyonya Jung untuk naik kelantai antas, dimana para pelanggan akan langsung melihat contoh-contoh gaun yang baru selesai dibuat namun belum sempurna. Ditempat ini biasanya pelanggan sangat terpuaskan, karena mereka akan mendesain dengan imajinasinya. Sedangkan sang disainer hanya mengikutinya saja.

“Silahkan anda melihat-lihat” ucap wanita itu ramah, Nyonya Jung tersenyum, lalu mulai melirik untuk mengamati beberapa gaun yang ada di dalam lemari kaca.

Tak lama matanya tertuju pada sosok wanita yang kini memasuki daftar wanita paling dibencinya.

“Ck.. wanita sok kaya itu lagi” gumamnya kesal. Nyonya Jung memilih untuk berbelok kearah kiri, namun wanita itu terlebih dahulu melihat keberadaan Nyonya Jung.

“Wah—apa kabar Ny. Jung ?”

Ji-hyun tersenyum masam. Enggan membalas, ia hanya melirik gaun yang ada dibelakang wanita itu “Permisi, aku mau mengambil gaun itu”

Terlihat kesal. Wanita itu menahan emosinya. Go In-ah. Yah mantan tunangan Yunho yang kini bersuamikan seorang pengusaha manufaktur. Benar-benar wanita yang pandai mencari mangsa. Pikir ibu Yunho saat wanita itu memilih untuk meninggalkan putranya karena alasan yang tidak logis.

“Ya ampun, kau ingin membeli gaun pengantin Ny. Jung ? wah, itu berarti Yunho akan menikah kan ?” ejeknya dengan nada sarkatik. Ny. Jung memilih diam. Matanya mengekor pada seorang wanita yang kini berdiri dan memeriksa gaun-gaun yang ada di lemari kaca. Ia mengamati dengan seksama, hingga tak menanggapi ucapan wanita iblis disampingnya.

“Berhenti berbicara padaku. Aku tidak mengenalmu” kecamnya lalu meninggalkan In-ah yangkesal.

“Nayoung-ya” seru Ny. Jung dengan nada yang riang. Membuat In-ah ternganga tak percaya. Benarkah wanita tua disampingnyamengabaikan dirinya ? seorang Go In-ah ? kesal In-ah. In-ah mengikuti pandang Ny. Jung, ketika wanita peruh baya itu menghampiri Nayoung yang terlihat sedikit frustasi dengan perkerjaannya yang baru.

“Oh—annyeong, Ny. Jung” sapa nya lebut. Matanya memancarkan kehangatan dan sambutan yang ramah. Itulah yang menyebabkan Ny. Jung menyetuji pernikahan putranya dengan Nayoung. Mata anak ini benar-benar menyejukkan

“Annyeong, kau sedang apa ?” tanya Ny. Jung santai

“Ah—aku sedang bekerja. Hari ini tugasku untuk melihat dan memeriksa gaun. Anda sendiri sedang apa ?”

“Kau ini, aku ini calon ibu mertuamu. Panggil aku ibu seperti Yunho. Jadi kau bekerja disini” ucapnya tak percaya “Wah aku tak menyangka kau bekerja disini.sudah lama ?” Nayoung menggeleng pelan. Nyonya Jung sedikit berdehem, lalu memegang lengan Nayoung.

“Ayo ajak ibu melihat-lihat gaun mana yang cocok untukmu” kedipan mata ibu Yunho mengakhiri pembicaraan diantara mereka. Nayoung langsung merasakan kegugupan menderanya. Bagaimana mungkin ia akan memakai gaun pengantin yang ada dibutik super mahal ini. Ya Tuhan. Lebih baik ia mengenakan gaun pinjaman atau gaun ibu nya dulu—jika itu masih ada.

“Apa—apa tidak terlalu berlebihan jika kita memakai gaun dari butik ini ?” tanya Nayoung dengan gugup. Nyonya Jung langsung memandang Nayoung. Memperhatikan calon menantunya dengan seksama.

“Tentu tidak nak. Kau dan Yunho akan menikah, dan kau tahu. Pernikahan itu terjadi sekali seumur hidup. Jadi aku tak akan segan untuk mengeluarkan uang demi kalian. Dan kau jangan merasa seperti terbebani nak. Aku melakukan ini karena aku ingin. Dari kecil hingga dewasa, Yunho selalu bersikap mandiri dan sok sendiri. Jadi aku hanya ingin memberikan apa yang bisa aku berikan kepada calon istri anakku”

Nayoung memandang ibu mertuanya dengan lembut. Begitu pula Nyonya Jung yang kini menggenggam tangannya dengan sayang.
“Baiklah” putus Nayoung akhirnya. Nyonya Jung pun menyunggingkan senyumannya. Nyonya Jung pun membawa Nayoung untuk melihat-lihat beberapa gaun yang cocok untuk Nayoung.

***

Jihye sibuk menyiapkan dekorasi pernikahan milik sang kakak sulung. Entah kenapa dirinya dan Jung in ingin ikut berpartisipasi dalam menyiapkan pesta pernikahan bagi keduanya. Walaupun waktu sudah tidak memungkinkan, namun mereka berdua seperti tak terbebani.
Jung in membantu mencarikan toko bunga sebagai penghias ruangan, sedangkan Jihye sendiri sibuk mengurusi pernak-pernik pemanis ruangan. Setelah selesai dengan itu dan mendiskusikannya dengan salah satu wedding organizer, Jihye dan Jung in bergegas kesalah satu tempat makanan yang menyediakan jasa katering.

Jihye dan Jung In mencicipi beberapa makanan yang menurut mereka cocok untuk pesta itu.
Mereka berdua masih merahasiakan tema pernikahan ini, biarlah nanti kejutan yang manis untuk kedua kakak mereka.
Jung in dan Jihye bekerja sama dengan baik. Umur yang tak terpaut jauh membuat mereka saling mengasihi. Saling memahami dan saling terbuka satu sama lain. Sebenarnya mereka memliki sebuah pemikiran yang sama tentang pernikahan mendadak ini.
Sungguh tak masuk akal, jika Yunho dan Nayoung benar-benar menjalin hubungan sebelum ini. Karena mereka tak pernah terlihat bersama, bahkan mereka sepertinya menjaga jarak. Tapi Jihye dan Jung In tak mau ambil pusing, biarlah rasa penasarannya itu menguar seiring waktu.

***

Yunho menegak minumannya. Kadang ia berpikir apakah ia terlalu memaksakan kehendaknya pada Nayoung, kadang kala ia juga merasa seperti manusia menyedihkan. Sampai cinta pun ia harus terjebak dalam sebuah kondisi yang menyedihkan.

“Wah—aku tak menyangka kau disini”

Yunho mendongak melihat Donghae yang kini tersenyum lebar. Ia menggandeng seorang wanita canti. Yunho tersenyum kecil, lalu mempersilahkan Donghae duduk.

“Kau mau makan apa ?” tanya Yunho dengan sopan

“Lasagna, mungkin. Kau apa ?” tanya Donghae pada seorang wanita yang kini duduk disampingnya.wanita itu menunjuk salad hijau yang penuh dengan buah-buahan. Donghae tersenyum kecut. Lalu memesan makanan untuk mereka berdua.

“Sendirian ?” tanya Donghae kecil

“Hmm…” angguknya dengan santai. Yunho masih menyesap minumannya dengan tenang.

“Jadi—apa kau sudah merencakan ke jalan yang serius ?” tanya Yunho dengan pelan. Ia melirik kearah wanita yang kini tengah memeriksa ponsel smartphone nya. Donghae ragu, antara iya atau tidak. Tapi yang didapat Yunho adalah anggukan pelan dari Donghae.Yunho tersenyum kecil.

“Jadi—mana undangan buatku ?” tuntut Yunho pelan

“Sedang dalam proses. Kau sendiri bagaimana ?” tanya Donghae dengan pelan

“Aku—sepertinya aku sudah menetapkan pilihan” ujarnya jujur

“Benarkah ?” tatapan Donghae seakan mengejek. Yunho memutar matanya.

“Tentu”

“Ajaklah dia ke pesta amal minggu ini”

Yunho berpikir sejenak. Apakah tak apa-apa ? pikirnya pelan.

“Lihat nanti” ujarnya dengan pelan

“Jadi—apakah dia model. Atau dia—“

“Bukan. Dia bukan model. Hanya wanita biasa, hatiku tertarik untuk mengikatnya”

Donghae mengangguk. Tak lama pesanannya datang. Akhirnya pembicaraan berakhir.

***

Yunho berdiri didepan mobilnya. Sudah dua jam ia berdiri menyandar menunggu kedatangan seorang wanita yang sebentar lagi akan memasuki dunia pribadinya. Yunho menghela napas. Mungkin kah dia telah meninggalan kantornya lebih awal ? pikirnya sanksi.
Baru beberapa langkah ia akan memasuki rumah mode, langkahnya terhenti saat melihat wanita iblis itu keluar dengan menggandeng mesra suaminya. Yunho tersenyum miring, lalu berjalan untuk melewati mereka.

“Hai—“ sapa wanita itu—Go In-ah. Yunho memandang sebentar lalu tersenyum kecil

“Kau mengenalku ?” tanya Yunho dengan santai.In-ah mendengus kesal. Tanpa basa-basi wanita itu langsung menggaet suaminya untuk meninggalkan pintu utama rumah mode. Yunho tersenyum kecil.

Ia melangkah masuk, lalu bertanya kepada bagian informasi untuk menanyakan dimana keberadaan Nayoung. Pihak informasi memberikan data bahwa Nayoung sedang melayani salah satu pelanggan. Jadi jika ia ingin bertemu maka silahkan menunggu. Yunho mengangguk kecil, ia keluar dari rumah mode itu, dan memilih untuk menghabiskan beberapa menit dengan duduk disalah satu kafetaria tempat mereka bertemu.

***

“Baiklah aku pilih yang ini” ujar Nyonya Jung setelah memilih beberapa baju yang ada didepannya. Nayoung sendiri telah turun kebawah, karena ada orang yang ingin bertemu dengannya. Ia berjalan menuju meja informasi dan menanyakan keberadaan orang itu.
Namun sayang orang yang dicarinya telah meninggalkan rumah mode. Nayoung menghela napasnya berat.
Tak lama Yunho masuk. Membawa beberapa bingkisan kecil.

Nayoung melambaikan tangannya, dan Yunho membalas dengan tersenyum. Mereka memilih untuk mengbrol didalam mobil Rover Ranger milik Yunho.

“Terima Kasih” ujar Nayoung saat menerima bingkisan yang berisi makanan.

Yunho mengangguk, ia menyesap minumannya dan memilih untuk memeriksa galaxy tabnya. Mungkin ada email baru.

“Jadi ada hal apa kau kemari ?” tanya Nayoung setelah menutup bingkisannya. Yunho memandang nya sebantar.

“Makan makananmu dulu, nanti kita bicara”

Nayoung mengangguk kecil. Lalu memakan roti isi yang paling mungil. Setelah selesai ia kembali berbicara pada Yunho.
“Bagaimana kabarmu ?” tanya Yunho pelan, lalu menyimpan galaxy tab nya. Nayoung mengernyit, lalu mengatakan bahwa tak ada yang berubah.

“Biasa. Ada apa ?”

“Minggu ini kau ada acara ?” tanya nya dengan tenang

“Oh—mungkin tidak. Kalaupun ada hanya sekedar melihat-lihat majalah mode. Untuk memastikan pekerjaanku selanjutnya” ungkapnya tenang.

“Bagus. Aku hanya ingin mengajakmu keluar sebentar. Nomor ponselmu berapa?”Yunho lalu mengeluarkan ponsel smartphone nya yang ada didashboard.

Nayoung memberikan nomornya dengan pelan. “Nanti aku hubungi” ujar Yunho. Nayoung mengangguk.

Hening

Mereka hanya mendengar suara-suara dari deru mesin yang lalu lalang di jalanan. Nayoung menghembuskan napasnya pelan. Bersiap untuk masuk kedalam kantornya.

“Tunggu—“ sergah Yunho dengan cepat.

“Jangan lupa besok kau harus mengambil cuti. Aku akan menjemputmu jam delapan”

“Tanpa kau ingatkan, aku juga tahu”

Yunho mengangguk lalu mengantar Nayoung untuk masuk kedalam kantornya.

***

Yunho memarkirkan mobilnya disalah satu resto ternama yang ada di Seoul. Mereka berlima telah membuat janji untuk  makan malam disini. Yunho masuk kedalam. Ia melambaikan tengannya kearah seorang lelaki yang kini duduk manis di salah satu meja dekat jendela.

“Hai—“ sapa Yunho lalu marik kursi untuk duduk disampingnya

“Lama sekali tidak bertemu” Yunho tersenyum kecil, lalu memesan makanannya

“Benar. Apa kabar mu ?” tanya Yunho

“Baik—seperti yang kau lihat. Aku dengar kau akan ke LA. Benarkah ?”

Yunho tertawa kecil “Benar”

“Kurasa itu berita bagus” gumam Junsu pelan,  “Ah—Itu Yoochun” Junsu lalu melambaikan tangannya pada Yoochun yang menggendong Seon-ho

“Kenapa si kecil dibawa. Kau tidak kerepotan ?” tanya Junsu yang langsung mengambil alih si kecil kedalam gendongannya.

“Tidak—Hyera sedang sibuk akhir-akhir ini.aku jadi kasian kalau Hyera masih mengurus Seon-ho” Ungkapnya lalu membuka menu makanan.ia lalu memesan espresso dan waffle untuk Seon-ho

“Jadi—ada apa ini. Kenapa kita dikumpulkan ?” tanya Yoochun memandang Yunho dan Junsu bergantian

“Tanyakan pada Yunho saja” ucap Junsu

“Tunggu yang lain datang”

Yoochun, Junsu dan Yunho menunggu kedatangan Jaejoong dan Changmin.mereka terpaksa memesan makanan terlebih dahulu karena perut mereka yang tak bisa diajak kompromi.

“Maaf kami datang terlambat” ujar Jaejoong yang langsung duduk disalah kursi sebelah Yunho. Changmin mengambil tempat disamping Yoochun.

“Tak masalah. Kalian mau pesan apa ?” tanya Yunho sembari menyodorkan menu makanan.Jaejoong memilih secangkir teh hijau dan  Changmin memilih beberapa menu makanan berat untuk dirinya.

“Em—jadi hal apa yang ingin dibicarakan ?” tanya Jaejoong menatap Yunho. Yunho menarik napasnya pelan. Lalu tersenyum kecil. Ia mengeluarkan undangan pernikahannya yang dicetak sebagai contoh.

Mereka berempat berebut untuk melihat siapa yang menikah.

Hening—

“Em—ini hanya lelucon kan ?” tanya Changmin sembari membolak-balikkan undangan itu.Yunho menggeleng pelan

“Ini bukan april mop, bodoh” ejek Jaejoong

“Jadi dengan siapa kau akan menikah, Hyeong ?” tanya Changmin lagi

“Kau tidak baca, Kim Nayoung” ujar Junsu lagi

“Maksudku, apakah kita mengenal dia ? setahuku, Yunho Hyeong itu—em jarang sekali dekat dengan wanita” gumam Changmin takut salah bicara lagi

“Tidak— nanti saat pesta amal, akan aku kenalkan dia dengan kalian” ujar Yunho pelan.

“Ah—siapapun dia, aku harap dia yang terbaik” ujar Jaejoong menepuk bahu Yunho “Jadi—kau tidak takut akan di kekang oleh istrimu ?” ejek Jaejoong mengingat ucapan Yunho kemarin.

Yunho tergelak pelan “Tentu—tidak. Dia wanita yang baik. Aku yakin” ucapnya dengan sungguh.

Yoochun diam, menatap Yunho dengan seksama. Jadi ini alasan kenapa dia mempertanyakan tentang masalah keluarga. Pikir nya.

***

Pagi sekali, keributan sudah terjadi dikediamannya. Yunho benar-benar kesal dengan ini. Ia beranjak dari tempat tidurnya dan langsung menuju ke sumber keributan yang terjadi di apartemennya.
“Kau sudah bangun ?”
Yunho diam mencerna kenapa wanita ini bisa ada dirumahnya. “Kau dengan ibu ?” tanya Yunho dengan pelan. Ia lalu beringsut untuk menenggelamkan dirinya di sofa putih miliknya.
“Hmm—“ ujarnya acuh.
Wanita itu Nayoung. Ia terlihat cukup santai. Dengan pakaian santainya. Nayoung lalu mengambil beberapa bahan makanan yang ada dikulkas milik Yunho. “Bukan kah kita pemotretan hari ini ?” teriak Yunho dengan suara seraknya.
“Diluar hujan. Jadi Nyonya Jung mengatakan pemotretannya ditunda sampai benar-benar reda. Ia yang mengantarku kemari” ujar Nayoung balas berteriak kecil.
Nayoung menyiapkan ramen buatannya. Hanya itu bahan makanan yang tersedia dilemari penyimpanan makanan. Yunho beranjak dari acara malasnya. Pantas saja ia merasa kedinginan ternyata hujan sedang turun dengan derasnya. Ditambah ia tidak mengenakan pakaian atasannya. Yunho menganggaruk kepalanya malas, ia harus kekamar mandi dan membersihkan dirinya.

Nyonya Jung masuk bersama Jihye, mereka membawa beberapa pakaian untuk sesi pemotretan kali ini. Awalnya Nayoung ingin mengambil nya sendiri. Demi menghindari tatapan Yunho yang benar-benar cukup mengerikan baginya. Namun hal itu segera di antisipasi oleh Nyonya Jung.

“Eoni sedang membuat apa ?” tanya Jihye sembari menilik panci panas yang berada diatas kompor gas milik Yunho

“Hanya memasak ramen” ujar Nayoung pelan.

Jihye mengangguk dan segera mengambil mangkuk kecil yang ada di dalam rak piring dan gelas. “Aku boleh memakannya juga –kan ?” tanya Jihye dengan tatapan melasnya. Nayoung tersenyum dan mengangguk.

Jihye dengan tenang mengambil beberapa sendok besar ramen yang ada dipanci. Ia segera menyantap nya di ruang menonton. Nyonya Jung terlihat sibuk memeriksa perlengkapan pernikahan putranya.

Nayoung harus berterima kasih untuk itu. Mengingat giatnya Nyonya Jung untuk ikut campur diurusan yang ribet seperti ini. Nayoung menuangkan ramennya diatas mangkuk dan memberikannya pada Nyonya Jung yang tengah bersiap untuk menghubungi salah satu staf WO.

“Makanlah dulu, Nyonya. Nanti perut anda akan sakit”

Nyonya Jung tersenyum kecil “Panggil aku ibu. Terima kasih. Kau juga harus makan” ujar Nyonya Jung dengan tenang. Nayoung mengangguk pelan.

Tak lama Yunho keluar dengan pakaian formalnya. Kemeja putih dan celana denim yang kontras dengan bajunya—hitam.

“Kalian seperti pengungsi” ejek Yunho santai. Yunho tengah memasang jam tangan Omega nya sata matanya melirik kearah dapur. Bau ramen benar-benar mengungugah perutnya untuk berteriak.

“Kau mau makan ?” tanya Nayoung sembari meletakkan mangkuk kecil diatas meja makan mini milik Yunho. Yunho mengangguk, sebentar ia melirik kearah ibunya dan Jihye yang seakan mengabaikan mereka.

“Terima kasih. Sepertinya enak” gumam Yunho dengan tenang. Ia mengambil sendok dan garpu untuk memakan ramennya.

“Jadi hari batal ?” tanya Nayoung yang menarik kursi disamping Yunho. Ia menatap Yunho yang sedang memakan ramennya.

“Entahlah, siapa tahu ibu punya plan b. Kenapa ?” tanya Yunho sangat santai

“Tidak ada. Kalau batal aku akan segera masuk kantor saja” ucap Nayoung acuh.
Yunho mengangguk.

“Jadi—kau sudah membiasakan dirimu denganku ?” tanya Yunho menatap Nayoung sebentar
Nayoung mengakat bahunya acuh “Aku juga bingung”

***

Nayoung membereskan meja makan, sedangkan Yunho menghampiri ibunya yang kini sibukmembolak- balikkan majalah gosip mingguan yang menjadi langganan nya.

“Jadi hari ini batal ?” tanya Yunho dengan tenang

“Em—tidak. Siapa bilang batal. Tadi ibu sudah menghubungi pihak WO dan ibu mengusulkan untuk melakukan pemotretan di apartemen saja. Bagaimana ?”

Yunho mendesah panjang. “Baiklah, tapi aku harus pergi sebentar”

Nyonya Jung menggeleng keras “No—tetap dirumah. Dan jangan membantah”

“Ayolah ibu”

“Tidak. Sebentar lagi mereka akan kemari Yunho. Jangan membuat masalah”

Yunho mendengus dan akhirnya menyetujui untuk dirumah saja

***
“Kenapa akhir-akhir ini, banyak pengusaha tampan menikah ya ?”

“Entahlah aku juga bingung. Aku dengar Lee Donghae  juga akan menikah di tahun ini. Setelah Hyun Joong menikah, banyak sekali pengusaha tampan yang menikah”

In-ah mendengarkan percakapan dua cordi yang kini sibuk bergosip dibelakangnya.
Donghae ? Menikah ? yang benar saja. Kenapa mereka berdua selalu melakukan hal aneh bersama-sama sih
“In-ah-ya. Kau beruntung sekali menikah dengan Donghwan. Sudah tampan, ramah dan juga ia memiliki banyak aset” In-ah menatap salah satu cordi yang ada disampingnya
“Hmm—mungkin aku memang terlahir untuk keberuntungan itu” ucapnya mantap, cordi disampingnya hanya tersenyum paham.
“Aku dengar, sebelum kau menikah dengan Donghwan, kau pernah menjalin hubungan dengan Yunho. Pemilik software anti virus terbesar di Seoul”
In-ah merapikan tatanan rambut nya sebentar “Benar—dulu dia dan aku pernah menjalin hubungan”
Dan putus karena aku tak sanggup mendengar ocehan ibunya, serta kesibukannya.
“Kau benar-benar beruntung In-ah… banyak sekali wanita yang ingin menggantikan posisimu. Kau cantik, ramah, populer, serta memiliki kehidupan yang sempurna sebagai seorang wanita. Kau harus bersyukur atas itu”
In- ah tersenyum kaku.
Tak perlu kau menceramahiku. Dasar…
***

“Syukurlah, pemotretannya berjalan lancar” ujar Nyonya Jung dengan wajah cerahnya.ia menatap Yunho dan Nayoung yang kini duduk di pinggir ranjang. Yunho merapikan bentuk rambutnya yang dibuat acak-acakkan oleh salah satu penata rias. Sedangkan Nayoung beranjak turun dari ranjang karena merasa gugup. Pemotretan ini cukup membuatnya merasakan serangan jantung mendadak. Bagaiman tidak, usulan Nyonya Jung untuk mengambil tema Sexy membuatnya kehabisan napas.
Yunho benar-benar membuatnya tak dapat bergerak dengan normal. Apalagi tatapan matanya tadi. Nayoung mengambil pakaiannya dan segera mengganti kemeja kebesaran milik Yunho dengan pakaian santai nya.
“Nyonya Jung—ini  sebagian fotonya yang sudah saya siapkan untuk dijadikan kedalam satu album. Anda mau melihatnya ?” tawar sang fotografer dengan tenang. Nyonya Jung dengan senyum sumringah nya mengangguk cepat.
“Tentu aku mau melihatnya” ujarnya dengan semangat
Nyonya Jung duduk disalah satu sofa, disampingnya ada fotografer dan disampingnya lagi ada Jihye yang juga antusias melihat hasil pemotretan kakak sulungnya.
“Ini benar mereka ?”tanya Jihye dengan gugup
“Benar. Wajah mereka benar-benar fotogenic, aku rasa tak sulit untuk mengarahkan ekspresi mereka” senyum fotografer itu.
“Aku harus bersyukur pada Tuhan karena telah menurunkan hujan disaat yang tepat” ucap Nyonya Jung dengan bangga.
Yunho yang sedari tadi berada diambang pintu kamarnya hanya mendengus kesal. Ia harap Nayoung bisa bersabar menghadapi sikap ibunya yang seperti ini.
“Kenapa kau berdiri disini ?” tanya Nayoung lalu menyerahkan kemeja biru milik Yunho. Yunho mengambilnya dan menyapirkan dilengan kirinya.
“Aku malas bergabung dengan mereka. Kalau kau mau melihatnya silahkan” Yunho memberikan ruang untuk Nayoung.
“Terima Kasih. Ngomong-ngomong, foto itu—“ Nayoung menggit bibirnya pelan “tidak akan disebar luaskan, bukan ?”
Yunho tersenyum kecil “Tentu tidak, dan aku juga tak akan setuju jika foto itu dipublikasi”
“Syukurlah” ucap Nayoung lega.
Yunho mengakat alisnya “Kenapa ?”
“Tidak ada, aku hanya—malu”ujarnya dengan suara lirih
“Oh—baiklah. Aku ada pertemuan dengan dewan direksi, kau santai saja disini. Aku pergi dulu”
Pamit Yunho. Nayoung mengangguk.
Ia lalu ikut bergabung dengan Nyonya Jung dan Jihye yang sibuk memandangi hasil foto tadi. Nayoung mengambil air putih di kulkas, dan meletakkannya diatas meja—ruang tengah. Ia menatap beberapa kru yang sibuk membereskan peralatan pemotretannya.
“Kalian benar-benar serasi” ucap Nyonya Jung dengan semangat
Nayoung mengangguk kecil, mengucapkan kata terima kasih untuk sekian kalinya.
“Yunho—dimana anak itu ?” tanya Nyonya Jung kebingungan
“Tadi—dia pamit. Akan menemui dewan direksi” ujar Nayoung
Nyonya Jung mengernyit pelan.
“Dia mengatakannya padamu—? ” tanya Nyonya Jung tak percaya
Nayoung mengangguk “Benar, ada apa ibu ?” ucapnya tergugup di akhir kalimat
“Tidak—aku hanya senang. Akhirnya dia mau berbagi. Walaupun itu padamu. Aku senang, anak itu jarang berbicara panjang lebar jika dengan orang lain” ucap Nyonya Jung tulus. Nayoung mengangguk paham.
***
Dalam perjalanan pulangnya, Nayoung memikirkan semua kejadian hari ini. Awalnya ia mengatakan untuk benar-benar menolak keberadaan lelaki itu. Mengatakan kepada alam bawah sadarnya bahwa lelaki itu hanya mengambil keuntungan pada dirinya. Tapi  beberapa kali mereka bertemu, ia tak pernah menemukan celah untuk menganggap lelaki itu memanfaatkannya. Mungkin bisa dibilang dia yang memanfaatkan kekuasaan Yunho. Dibalik nama besar Yunho ia berlindung. Berlindung dari kejahatan ayahnya yang benar-benar membuatnya muak.
Mungkin ituadalah satu-satunya cara untuk membuat ayahnya jera. Agar ia tidak mengganggu keluarga kecilnya. Nayoung menghembuskan napasnya dengan pelan.
Ia tak habis pikir, kenapa ia Yunho memilihnya untuk menikahinya. Padahal menurut Nayoung lelaki itu punya reputasi yang sangat baik, untuk mendapatkan wanita yang lebih darinya. Tapi kenapa pada dirinya, Yunho menjatuhkan pilihan itu. Mereka bertemu sekali, dan saat itu mereka memiliki perkenalan yang sangat buruk.
Nayoung mengusap wajahnya pelan. Kepalanya sakit memikirkan kejadian beberapa hari ini.

***
Yunho menyiapkan beberapa tutorial untuk dibagikan kebeberapa staf dibawahnya. Ia berusaha mengembangkan anti virus tebaik didunia. Karena itu untuk mewujudkan semua yang direncanakan benar-benar menguras  seluruh waktunya. Belum lagi masalah pernikahannya yang memang sangat mendadak ini.
Yunho harus bersyukur karena memiliki ibu seperti Nyonya Jung. Yang mau merepotkan diri untuknya. Untuk putra yang sangat-sangat egois.
Ia menatap cincin perak  yang melekat dijari manis sebelah kanan. Cincin itu adalah cincin pengikat dirinya dengan Nayoung. Nayoung memberikannya tadi pagi. Saat mereka akan memulai sesi pemotretan dengan alasan.
Tidak akan lucu, jika kita akan menikah tapi tak ada tanda pengikat
Yunho benar-benar kacau, bukan ?
Mau menikah tapi tak pernah terpikir untuk membeli sebuah cincin. Yunho tersenyum miris. Dia benar-benar merasa bodoh. Yunho menghubungi  kenalannya untuk mengirim contoh cincin keluaran terbaru milik cartier.
Paling tidak, ia bisa melakukan sesuatu yang benar, bukan ?
Lusa ia harus segera berangkat ke LA, dan memulai perjalanan bisnisnya. Namun sebelum itu ia harus menemui Nayoung terlebih dahulu. Membicarakan beberapa hal yang ia dapati tentang ayah Nayoung.
Setidaknya ia harus memastikan bahwa selama ia di LA, Nayoung akan aman di negaranya atau bahkan dirumahnya sendiri.

***

“Kau dimana ?” tanya Yunho melalui sambungan telponnya.
“Aku ada di butik, kenapa ?” balas Nayoung
“Ada yang ingin aku bicarakan, aku jemput saat jam makan siang”
“Baiklah”
Nayoung menutup flip ponselnya dan bergegas untuk merapikan pekerjaannya yang belum selesai, setelah itu ia akan menemui bagian finishing untuk menanyakan beberapa hal.
“Nayoung-ssi, ada yang ingin bertemu denganmu”
Nayoung mengernyit bingung “Siapa ?” tanya Nayoung heran
“Go In-ah” ujar salah satu rekannya dengan senyum merekah. Nayoung makin heran, ada apa artis seperti Go In- ah menemuinya.
“Baiklah,aku akan segera kebawah” ucap Nayoung, dan bergegas untuk turun dan menemui Go In-ah.
Wanita itu tampak anggun dan berkelas jika dilihat dari belakang, gaya berpakaian yang benar-benar mewah membuat siapapun berpikir dua kali untuk mendekatinya. Siapa yang tak mengenal In-ah ? sosok wanita sempurna yang selalu di gemborkan oleh media. Nayoung berdehem kecil, membuat In-ah menyadari keberadaannya.
“Maaf—apakah anda mencari saya ?”tanya Nayoung sopan. In-ah tersenyum kecut. Ia hanya duduk disalah satu sofa yang disediakan oleh resepsionis butik
“Kau yang bernama Nayoung ?” tanya In-ah dengan nada yang agak menjengkelkan—menurut Nayoung
“Benar, jadi, hal apa yang membawa anda kemari ?” tanya Nayoung dengan seringainya. Ia berpikir bahwa tak ada gunanya untuk beramah tamah dengan wanita seperti In-ah
“Ah—hanya untuk mengecek saja, seperti apa wanita yang akan dinikahi oleh mantan pacarku, oh tidak maksudku mantan tunanganku” ralatnya dengan sengaja.
Nayoung tersenyum sinis, ia membuang mukanya dengan tenang. “Jadi—anda sudah melihat saya bukan ?” tanya Nayoung tenang—berusaha untuk menahan emosinya.
“Yah benar, dan ternyata kau adalah orang yang sangat biasa” ujar In-ah dengan angkuh. Nayoung merasakan hawa tak sedap melingkupinya. Ia tersenyum kecil
“Dan ajaibnya, lelaki luar biasa seperti Jung Yunho memilih untuk menikahi wanita yang sangat biasa sepertiku. Apakah kau tidak berpikir, bahwa aku memiliki sebuah kelebihan yang terselubung ?” gumam Nayoung dengan tenang.
“Kau—“ tunjuk In-ah geram “Ternyata kau ingin bermain denganku ya” gumam In-ah dengan seringainya
“Aku ingin bermain denganmu ? Oh—Tuhan. Apa aku punya daya untuk bermain dengan wanita yang berkelas sepertimu ?” tanya Nayoung sarkatik
In-ah terdiam. Jika dilanjutkan sama saja ia mempermalukan harga dirinya. Ia yakin diruangan ini memiliki sisi tv, dan ia tak ingin reputasinya hancur karena wanita didepannya. In-ah memilih untuk meninggalkan ruangan.
Dalam hatinya Nayoung tersenyum, tapi apakah tindakannya ini tidak sangat brutal ? semoga saja tidak. Pikirnya miris.

***
“Jadi kau bertemu dengannya ?” tanya Yunho terdengar santai. Nayoung mengangguk, ia menyeruput lemon tea nya dengan tenang. Melihat reaksi Yunho yang tenang, paling tidak ia sudah memastikan bahwa lelaki didepannya benar-benar tidak masalah, jika Nayoung bersikap agak keterlaluan tadi.
“Lalu, apa yang kalian bicarakan ?” Yunho memandang Nayoung yang kini terlihat gusar. “Dia, tidak menyakitimu-kan ?” Yunho memastikan dengan melihat manik mata Nayoung
“Tidak—kami hanya berbicara seperti wanita kebanyakan”
Yah, memperebutkan satu lelaki. Memalukan. Keluh Nayoung dalam hati
“Kau, Yakin ?” tanya Yunho sekali lagi. Nayoung mengangguk ragu “Aku rasa, bukan pembicaraan normal. Aku tahu bagaimana sifatnya” ungkap Yunho lagi.
Nayoung mengusap pipinya pelan. Ia gugup. “Benarkan dugaanku. Dia mengatakan apa padamu ?”
“Hanya pembicaraan kecil, dan aku bisa mengatasinya” ucap Nayoung sedikit kesal.
Yunho menghela napasnya “Aku tahu. Well… Besok aku akan segera ke LA untuk urusan bisnis. Dan, aku kemari untuk mengatakan bahwa  Ayahmu, sudah aku selidiki. Aku tinggal mencari celah yang tepat untuk membawanya kedalam jeruji besi. Bagaimana ?” tanya Yunho
“Apakah itu akan berhasil ?” gumamnya frustasi “Aku dulu pernah mencobanya, dia menjualku. Dan—kau tahu, besoknya  ia sudah berkeliaran dan mengganggu ketentraman kami”
“Kemungkinan itu sudah aku pikirkan. Kau tenang saja, aku akan berusaha membantumu. Aku pulang hari sabtu, dan malamnya akan ada acara amal. Kau bisa datang ?”
Yunho memperhatikan mimik wajah Nayoung yang terlihat agak kaget “Maksudmu, menemanimu, begitu ?” tanya nya dengan sedikit gugup
Yunho mengangguk lagi.
“Kau hanya akan membuatmu malu, Tuan Jung”
“Kalau kau begitu, bagaimana bisa kau beradaptasi menjadi Nyonya Jung ?”tanya Yunho dengan pelan. Nayoung membuang mukanya.
Apa yang dikatanya benar juga. Ya Tuhan aku harus bagaimana ? aku hanya akan mempermalukan dia.
“Hey” tegur Yunho dengan tenang
“Tapi—kita tidak pernah bersepakat untuk menemanimu didepan umum” gumam Nayoung. Ia benar-benar ingin mengelak.
Yunho tersenyum miring “Tapi kita sudah bersepakat untuk menjadi suami-istri yang baik,bukan ?”
Sial
“Baiklah, tapi  aku tidak bertanggung jawab jika saham mu tiba-tiba anjlok. Hanya karena  kau akan—“
“Berhenti bersikap seperti itu. Siapapun kau dimasalalu, aku tidak peduli. Dan aku rasa aku masih mampu untuk membuka usaha baru, jika aku berkemungkinan akan bangkrut” ucap Yunho enteng
“Oke, aku mengalah. Aku terima”
“Anak manis” senyumnya.
“Em—aku rasa waktuku  sudah habis. Hari ini aku ada meeting dengan klienku. Ayo aku antar”
“Mr. Bussy” ejek Nayoung sekenanya
“Bukankah, aku harus mengumpulkan uang untuk pernikahan kita ?” gumam Yunho bercanda
“Sialan kau. Hartamu tak akan habis jika digunakan untuk pernikan ini” ejek Nayoung dengan tenang.
“Seperti biasa. Bibirmu terlalu pedas” gumam Yunho, lalu membuka kan pintu mobilnya.
“Aku anggap itu pujian, terima kasih” Nayoung masuk kedalam mobil rover ranger milik Yunho.

***

Lama banget aku nggak uplod 😦 semoga part lima bisa mengobati kekecewaan kalian ya… part 4 nya bakalan nyusul…dan bagi yang tanya2 kemana part 4 nya, tolong baca postingan darurat, disana udah aku jelaskan…
Saya minta responnya dong di part ini.. komentar sepedes2 nya juga ga masalah, asal memakai bahsa yang sopan.. terima kasih 🙂
Regards Nyonya Kim

 

(LAPTOP KAKAK ANE ERROOOORRR— JADI BERANTAKAN TULISANNYA *MALES NGEDIT ULANG -__-* )

SEMOGA BISA BACA YA… WKWKWKWK *AUTHORNYASTRESSDULUAN*

Iklan

26 thoughts on “Secret In Marriage (Part 5)

  1. yanyan90 berkata:

    Hmm.. Kata2nya agak kasar dikit dd.. itu menurut cc yah soalnya inikan ratingnya universal takutnya klo yang baca anak2 dibawah 15thn kan agak gmana gitu..

    But overall bagus kok critanya, cc terkesan ama Karakter nayoung yang ga mudah diinjek org tapi rada ‘kasar” sih.. hehehe..

    SeunHo muncul disini jg.. Cute deh tuh baby coba ada fotonya jg.. Hahaha..

    cepat2 bikin lanjutan yang changmin jd baby sister donk dd, lucu kalau dy jd ngasuh anak2 kecil.. hahaha..

  2. evi berkata:

    finally,lanjut juga nih cerita,awalnya aku bingung kok tiba2 mreka berdua bisa kangsung nikah dan langsung ke part 5,teryata part 4 nya blom di upload toh…,but over all keren dech,semoga part selanjutnya cepat di upload.

  3. mizucha berkata:

    ya ampun viviiiiii gw smpe ngubek2 web bwt nyari part 4 eh ternyata yg sempet hilang itu yah….
    ah finally mereka akan married jg. smoga part selanjutnya g da yg usil lg »tunjuk go in ah
    part 4 na jgn lm2 yooo 😉

  4. Qoyah cassie berkata:

    Eonnie !!! yee akhrnya !!
    hhe, awlnya ak smpet bingung kok lgsg part 5 ya? apa ak ktinggalan ?? hhe, trnyta engga..
    akhrnya mau nikah jg.. hhaha, yunpa perhatian ya wlaupun cuma bwa bingkisan mkanan.. wkwkk.. ah nampyeonku.. oya ak smpet sneng jg ada bgian uchun n seon ho, hha, maklumin dech eonn ak kgn bgt ABM .. pokonya ak tunggu kelnjutannya !!! hwaiting eonn !!

  5. chemistryrain berkata:

    Wuaaa senangnya akhirnya ada jg lanjutannya,,, suka bgt karakter nayoung disini,,, mereka serasi bgt yach,,, wktu nikah dadakan gini aja yunho beruntung pny ibu yg cerwet,,, pokoknya puas deh walopun ada typo dikit itu mah gk mslha,,, pokoke d tunggu part2 selanjutnya,,,, semangat 😉

  6. chu604 berkata:

    udah update aja ? :O
    karna kamu bilang leptopnya rusak pasti bisa satu bulan baru update .___.
    huuaaa ceritanya kerennnnn !!! nyonya jung karakternya baik padahal kaka kira kayak nenek sihir gitu ..
    sebenernya agak bingung dde soalnya tokoh di ABM di masukin disini dan kalau diliat ending ABM ada bagian gg nyambung dan kaka rasa kamu bisa perbaiki disini biar bisa nyambung uga tar sama FF LYSS 🙂
    karakter disini kuat baik dari yunho dan nayoung .. tulisan kamu uga udah lebih baik dari ff awal kamu tapi kaka kangen chunnie TT-TT ayo bikin ff bulan madu chunnie sama hyera ;*
    ditunggu part selanjutnya ^^

  7. purple281000 berkata:

    Awalnya pas baca ini rada” ga ngerti sama ceritanya, trus nyari” part sblmnya. Eh trnyata part 4 nya blm ada -_-”
    Gasabar nunggu part slanjutnya.

  8. jin ara berkata:

    Pengen dilanjutiiiiiiiin seru ceritanya bikin penasaran .. Di tunggu lanjutannya ya kalau boleh kasih saran kurang panjang di tiap partnya hahahaha

  9. Shamusuki berkata:

    Pertama-tama. Aku suka part ini, lebih berkarakter dibanding part sebelumnya. Yunho-Nayoung juga udah mulai terbuka satu sama lain.

    And Ibunya Yunho jadi karakter yang paliiing aku suka, again…

    Changmin emang punya kapasitas lambung yang unlimited : Changmin memilih beberapa menu makanan berat untuk dirinya. Hahaha, setuju banget. Sang dewa makan emang wajib makan beberapa makanan berat.

    Rover Ranger harusnya Ranger Rover, and sisi TV harusnya CCTV, tapi nggak papa. Inikan bukan Novel yang harus perfect, karena yang jadi editor di ff ya author yang bikin. Jadi agak repot kalau harus bikin cerita sambil ngedit kosa kata.

    Semangat ya!!

  10. minkijaeteuk berkata:

    kenapa di part ini q ngerasa hubungan Nayoung n yunho ngalir gitu ja ya dari cara mereka bicara satu sama lain, n ngadepin situasi y,,,, ngak rau kno berasa klop ja gt n berasa beda samma ff yg lain klo yg lain kan biasa y klo cerita y kyk mereka ini nilah terpaksa pasti cwe n cwo y bakal adu mulut mulu n ngak terima situasi ya pokok y gitu deh,,,,Tapi q suka sama jalan cerita yg dibuat ma Vi tentang situasi mereka yg nikah bukan krb cinta ngalir gt ja n terkesan kayak nyata gt….
    ya pokok y gitu deh q kurang tau ngungkapin yg q rasain bener pa ngak kata2 y….
    suka pas Nayoung ngelawan kata2 In ah tanpa narik urat cukap ngeluarin kata2 yg mematikan hahahha…..
    n itu in ah y nilah ma hyung y donghae???? sebener y donghae ma yunho itu temenan kan???? pa merela saingan????
    Nayoung suka bgt q ma sikap y du terutama sikap dia ke keluarga y yunho,,, menantu idaman….

  11. hiru berkata:

    oh pantesan pas aku baca tadi kata2nya ada yang aneh onni,tapi gak mengurangi inti dari ceritanya kok..
    tetap daebak!
    di tunggu part lanjutannya

  12. adiwinata994 berkata:

    Alurnya bagus thor, bener2 suka ff tipe kek gini style penulisan kamu juga bagus tapi cuma ada beberapa kata yg kurang tapi bagus bgt bener2 nunggu next chapter hehehe

  13. kwonyunhee berkata:

    Suka eon, jalan ceritanya suka bgt. Hehee, nggak bsa diungkapin deh pke kta2 eon, pokoknya sukaaaaa

Your Comment become spirit for me ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s