Broken Married [07]

 

Walaupun Tatto D mendengar apa yang di ucapkan Hyuni, ia memilih untuk berpura-pura tidak mendengarnya. Tangan Hyuni terulur untuk menyentuh permukaan wajah Tatto D. Namun dengan sigap tangan itu memegang lengan Hyuni

“Kau menyakitiku” ucap Hyuni padanya, matanya masih menangkap manik mata Tatto D. Membuat sipemilik mata itu benar-benar salah tingkah. Jika saja dirinya bisa kabur, maka ia akan kabur. Tapi niat itu di urungkannya. Rasa rindu untuk melihat keadaan istrinya lah yang membuat nya bertaruh dengan takdir.

“Maaf” Tatto D melepaskan lengan Hyuni. “Makanlah” Tatto D menyodorkan roti isi itu pada Hyuni.

“Coklat” Gumam Hyuni, heh. Wajahmu bisa saja berubah tapi kebiasaan dan gerik tubuhmu tak akan pernah berubah Myungjae

“Siapa kau sebenarnya ?” pancing Hyuni dengan nada tajam. Tatto D yang awalnya ingin beranjak dari posisi awalnya—duduk ditepian ranjang—kini duduk kembali.

“Kau lupa, aku Kim Jungho” ucapnya lalu tersenyum

“Oh ya ?  aku tak percaya. Mungkin orang lain bisa kau bohongi. Tapi tidak denganku. Selama kau tinggal dirumah Jaejoong. Kau pikir aku tak pernah memperhatikanmu ?” cela Hyuni dengan nada mencibir. Tatto D diam enggan berkomentar. Percuma, jika sudah seperti ini, semua pembelaan nya hanya dianggap angin lalu oleh istrinya.

“Myungjae-a.. kenapa kau melakukan ini ?” lirih Hyuni, lalu mengguncang lengan kokoh milik suaminya.

“Aku bukan Myungjae” tandas Tatto D dengan cepat. Hyuni makin tersulut amarah

“Dua puluh empat tahun yang lalu kau meninggalkan aku dan anakmu. Dan sekarang saat kita bertemu kau bersikeukeuh kau bukan Myungjae ? permainan apalagi yang kau buat ?” cecar Hyuni, tangannya makin kencang mencengkram lengan suaminya.

Tatto D menghembuskan napasnya dengan berat “Aku rasa kau butuh istirahat. Aku tinggal sebentar” menghindar adalah jalan satu-satunya saat ini. itulah yang terlintas di pikirannya.

“Berani saja kau keluar dari kamar ini. maka nanti yang kau temukan hanya mayatku!” ancam istrinya dengan nada tegas. Tak ada keraguan jika lelaki didepannya benar-benar meninggalkan kamar ini. Tatto D menghela napasnya sekali lagi.  Lalu berbalik menatap Hyuni yang masih duduk bersandar diranjang

“Apa yang membuatmu yakin aku Myungjae, huh ?” tanya Tatto D “Wajahku dan wajah suamimu saja berbeda”

“Kau benar-benar membuatku marah kali ini Myungjae” desis Hyuni, lalu beranjak dari tempat tidurnya.  Lalu berjalan mendekati Tatto D yang masih berdiri di antara pintu dan tempat tidurnya.

“Matamu, tajam dan kelam. Hanya kau yang memiliki mata itu. ah, aku rasa satu hal yang tak pernah bisa hilang dari dirimu. Bisakah aku melihat punggung mu ? pasti ada sesuatu yang tak akan pernah hilang di punggungmu” sinis Hyuni.

Tatto D terdiam. Sial. Wanita ini benar-benar membuatnya mati kutu. “Ck, memangnya apa yang ingin kau lihat ?”

“Suamiku memiliki tanda lahir” ucap Hyuni dengan nada santai. Tatto D mengernyit, sejak kapan ia memiliki tanda lahir. Apa Hyuni sudah lupa, ia memiliki tanda bekas operasi, karena kecelakaan beberapa jam sebelum melamar Hyuni.

“Aku tak punya tanda lahir. Yang ada tanda bekas operasi” jengkelnya, sambil memandang Hyuni sengit.

Hyuni tersenyum “Sudah ku duga” lalu menepuk pundak Tatto D. Membuat Tatto D sedikit kebingungan.

“Kau memang pembohong ulung. Dasar bodoh. Aku hanya ingin mengetes mu, dan ternyata kau terpancing, benarkan dugaanku. Kalau itu kau. dari awal kau masuk kerumah kami aku sudah curiga padamu” Hyuni memberi jeda sedikit, lalu tersenyum kecil

“Kau benar-benar bodoh ya, tiga  puluh tahun aku meninggalkanmu, dan batas kepintaranmu hanya sampai disana ?” Hyuni habis-habisan meledek suaminya.

Yang dilakukan oleh Tatto D hanya terdiam. Merutuki dirinya yang terjebak dalam permainan isterinya. SIAL.

“Aku, .. aku … Maksud nya begini—” Tatto D salah tingkah, dan langsung dipotong oleh Hyuni.

“Ah satu lagi. Yang membuatku yakin kalau kau Myungjae. Hanya kau yang tahu, kalau aku menyukai roti isi selai coklat. Bahkan Taeho, Sandara, dan Jaejoong saja tidak tahu aku suka roti isi” cela Hyuni lalu duduk di tepian ranjang, menggigit roti isinya—tersenyum penuh kemenangan—dan menatap Tatto D yang terdiam seperti orang bodoh.

“Kau memang licik.” Tatto D berujar sinis pada wanita itu

“Aku belajar darimu, Tuan Licik. Kau” tunjuknya pada Tatto D “awas saja berani kabur lagi” acamnya

“Oke baiklah, tapi aku memang ada beberapa urusan. Aku tinggal sebentar”

“Tunggu” sergahnya langsung

“Apalagi ?”

Hyuni menunjuk keningnya, Tatto D hanya bisa tersenyum lebar. Lalu mengecup sekilas kening istrinya. “Sudahkan ?” tanya Tatto D yang dijawab anggukan oleh Hyuni.

“Ah satu lagi, suruh dua orang asing itu pergi. aku benci diawasi”

“heh, baiklah” Helanya cepat.

Tatto D, melihat Hyuni yang duduk dengan tenang di tepian ranjang. Lalu meninggalkan ruangan itu.

 

 

***

Pemeriksaan telah usai.

Taeho sudah kembali ke Gedung. Sedangkan Yunho dan Jaejoong masih sibuk mengumpulkan bukti. Apalagi besok adalah hari yang mereka tunggu. Kasus Kim Junho akan benar-benar dibuka, dan beberapa kasus lama juga akan kembali dikuak ke publik. Mereka berdua memang harus menyiapkan mental dan fisik mereka. karena musuk mereka kali ini bukan musuh biasa. Walaupun Junho tidak sekuat Tatto D, namun Junho bisa melumpuhkan mereka dengan cara yang licik.

Yunho mengarsipkan beberapa dokumen diatas menjanya, tak lama Gyuni datang dengan membawa beberapa berkas yang akan ia tanda tangani.

“Letakkan saja disana. Nanti akan aku tanda tangani” Yunho memberikan perintah dengan cepat. Gyuni mengangguk patuh.

“Tunggu, mengenai berkas yang hilang itu. aku belum bisa memaafkanmu. Camkan itu” Yunho menatap Gyuni dengan tajam. Wanita itu tampak takut, namun ia tetap menggangguk.

Yunho lalu menyuruhnya untuk keluar ruangan.

Jaejoong yang melihat sikap Yunho hanya mengangkat bahu. Ia malas menggubris temannya yang satu itu. saat memegang beberapa berkas ditangannya, ia teringat akan isterinya yang ada dirumah. ia merogoh ponselnya yang ada didalam saku jasnya. Kemudian menghubungi Hyuna.

“Yoboseo” Suara Hyuna langsung membuat Jaejoong tersenyum kecil

“Yoboseo…” ulang Hyuna lagi.

“Yoboseo—“ Jaejoong akhirnya mengeluarkan suaranya. Hyuna tersenyum dibalik ganggang telpon.

“Ah—ternyata kau, kenapa baru sekarang  menghubungiku ?” tanya Hyuna sedikit kesal. Jaejoong tersenyum.

“Maaf, aku baru sempat menghubungimu sekarang, tadi aku sedang sibuk. Bagaimana dengan anak kita ?” tanya nya lalu membuka berkas yang dimuat didalam map biru.

“Dia baik” jawabnya pendek. Jaejoong tersenyum kecil. Namun senyumannya langsung pudar, saat melihat beberapa baris kalimat yang tertera disana. Membuat dadanya sesak, dan kaget.

“Hyuna-ya.. nanti aku telpon lagi ya” tanpa memperdulikan respon istrinya, Jaejoong langsung memutuskan sambungan telponnya. Ia lalu mengambil selarik kertas yang baru dibacanya. Kemudian menghampiri Yunho yang memeriksa beberapa berkas untuk pemeriksaan besok.

“Kau tahu, siapa yang mengirim berkas bermap biru ?” tanya Jaejoong padanya. Yunho mendongak melihat Jaejoong yang tampak marah.

“Changmin dan Junsu. Mereka mengirim itu untuk membantu kita mempermudah kasus Kim Jinho dan memudahkan kita untuk membuka kasus Kim Limbo. Ada apa memangnya ?” tanya Yunho dengan heran. Ia lalu meletakkan pulpennya dikertas. Seperti tertarik untuk membahas masalah amarah Jaejoong yang tiba-tiba meluap.

“Tidak. hanya—sepertinya aku mengenal lelaki ini” ia menunjukkan secarik kertas yang menampilkan profil lengkap Kim Myungjae. Yunho diam, ia beranjak dari duduknya. Menghampiri Jaejoong dan mengambil secarik kertas itu, lalu membacanya. Beberapa baris ia sudah menganggumi sosok itu, namun ia merasa seperti mengenal sosok Myungjae. Ia lalu menyamakan wajah Myungjae yang berwarna hitam putih dengan sosok Jaejoong yang berdiri didepannya. Matanya menyipit.

“Aku berpikir dia mirip denganmu”

Jaejoong diam. ‘Tentu saja dia mirip denganku’ batinnya berkecamuk.

“Em.. ada yang janggal. Bukankah data-data Myungjae seakan dimusnahkan dari daftar nama agen lama ?” tanya Jaejoong. Yunho mengangguk.

“Cyber. Kau seperti tak tahu kalau dunia cyber itu luas. Dunia yang bisa memanipulasi dan dunia yang memiliki pintu dimana saja. dan kau tahu, bahwa Park Yoochun adalah seorang ahli Cyber. Kau lupa, dia kepala anggota Cyber Criminal. Di kantor pusat ?” tanya Yunho lalu memandang Jaejoong. Jaejoong mengangguk.

Benar Cyber.

“Sudahlah lebih baik kau pulang, ini sudah malam. Nanti istrimu mencari lagi” kekeh Yunho lalu memukul bahu Jaejoong. Jaejoong mengangguk paham. Lalu mohon pamit.

 

***

Taeho duduk disamping Sandara yang terlihat aneh. Ia merasakan kalau dua orang didepannya sedang menyembunyikan sesuatu. Dari cara bicara mereka saja sudah sangat terlihat.

“Kalian berdua kenapa ?” Taeho bertanya pada menantu dan isterinya yang menyiapkan makan malam. Hyuna menggeleng.

“Dia sedang kesal, karena Joongie belum pulang juga” keluh Sandara sembari menyidir suaminya. Taeho berdehem. Ia merasakan ketidak senangan dari keduanya. Jadi ia memilih diam.

“Aku pulang—“ Jaejoong berseru dibalik pintu utama. Lalu masuk kedalam rumah ayah dan ibunya.

“Wah—sepertinya masakannya enak sekali” seru Jaejoong sembari menilik makanan hangat yang tersaji diatas meja makan. Hyuna masih diam enggan menanggapi bualan Jaejoong. Ia tetap memasang tanpang datarnya. Hyuna mengambil tempat untuk duduk disamping ibu mertunya. Dan Jaejoong bergegas kekamar mandi untuk membersihkan badannya. Setelah itu mengikuti makan malam.

***

Selesai makan malam dirumahh ibu mertuanya, Hyuna dan Jaejoong memilih untuk pulang ke apartemen mereka, walaupun keadaan masih belum aman, namun Hyuna tetap bersikeras untuk tinggal diapartemen mereka sendiri. Jaejoong hanya mengikuti keinginan isterinya. Mungkin karena hormon ibu hamil yang tak menentu. Dari pada mereka berdebat, lebih baik ia mengikuti saja apa keinginan Hyuna.

Dalam perjalanan pulang, Hyuna masih tetap diam, membuat Jaejoong sedikit cemas. Tidak biasanya Hyuna mengacuhkannya seperti sekarang. Apa ada masalah ? atau dia sedang sakit.

“Kenapa diam saja ?” Jaejoong membuka suara. Pandangannya menatap lurus jalanan malam yang mereka tembus. Hyuna menggeleng kecil. Ia memilih untuk memandang keluar jendela. Melirik lampu-lampu yang berkelip indah mewarnai kota Seoul.

“Tidak biasanya kau diam, pasti ada masalah”

“Jangan pikirkan aku. lebih baik kau konsentrasi saja pada kemudimu”

Jaejoong menghela napasnya. Kata beberapa temannya hormon wanita hamil memang sering berubah-barubah. Mungkin ini yang menyebabkan Hyuna acuh padanya.

***

“Kau tak khawatir tentang emonim ?” Hyuna bertanya pada Jaejoong yang terlihat asyik didepan meja kerjanya. Jaejoong diam,meletakkan pulpennya diatas berkas yang baru saja di periksanya. Ia menatap Hyuna yang sedang merapikan baju-baju mereka ke almari.

“Aku selalu mengkhawatirkannya. Tapi aku percaya ibu pasti akan baik-baik saja” ucapnya bergumam, lalu ia kembali memasuki dunia kerjanya. Jaejoong bermain dengan dunia maya, dunia yang menurutnya sangat licik. Disana ia mulai mencari lagi kasus lama itu. kasus yang tak pernah dibuka.

Hyuna memandang Jaejoong dengan kesal. Ia menutup pintu almari dengan tenaga ekstra. Membuat dentumannya semakin keras. Jaejoong diam, tanpa memandang Hyuna ia berucap.

“Lemarinya sudah rusak ya ?” tanyanya

“Menurutmu ?” balas Hyuna kesal. Jaejoong menghela napas. Lalu beranjak dari tempat duduknya. Mengikuti langkah istrinya yang duduk di sofa ruang kerjanya.

“Kau kenapa lagi, heum ?” tanya Jaejoong—bersimpuh didepan isterinya. Hyuna seakan tak merasakan kehadiran Jaejoong, ia lebih memilih untuk membaca buku jurnal kehamilannya.

“Oh—sayang lihatlah ibumu. Nanti jangan tertular sifat keras kepalanya ya sayang” ucap Jaejoong sembari mengelus perut isterinya yang mulai tampak membuncit. Hyuna geram.

Lalu mendecih kesal.

“Dasar tidak peka” jengkel Hyuna, lalu mencubiti Jaejoong dengan membabi buta. Jaejoong mengaduh sakit, Jaejoong lalu duduk disamping isterinya.

“Kalau seandainya aku yang menghilang apakah kau akan setenang ini ?” Hyuna bertanya serius pada Jaejoong. Jaejoong diam, lalu memandang isterinya yang tampak menanti jawabannya.

“Kenapa bertanya seperti itu ?”

“Entahlah” Jawab Hyuna pelan. Jaejoong tersenyum kecil. “Dengar, aku akan selalu khawatir jika itu menyangkut tentang mu dan tentang calon anak kita” ucapnya lembut tapi terkesan tegas.

Hyuna mengangguk. “Syukurlah..”

Jaejoong tersenyum kecil, lalu mengelus pelan perut isterinya.

“Besok sidang Jinho, dan Myunghan akan menjadi saksi kunci. Setelah semua kasus selesai, aku tinggal mengurus kasus ayahmu dan juga agen KSA yang menghilang”  Jaejoong berujar pelan. Hyuna mengangguk.

“Lakukan semuanya sesuai dengan prosedur, aku hanya bisa mendukungmu” Jaejoong mengangguk.

 

***

Yunho dan Jaejoong keluar dari ruang sidang dengan tatapan berbinar, satu sudah tertangkap. Hanya tinggal menunggu waktu untuk membuka kasus lama, dan tentang Tatto D. Jaejoong merasakan kejanggalan, kerena belum ada kabar tentang keberadaan pria itu.

Ia sudah mengerahkan beberapa orang yang dipercayainya untuk mencari tahu dimana Tatto D. Dan lagi dia sudah mencoba untuk mengorek informasi pada Jinho, hasilnya nihil. Jinho sama sekali tak mengenal Tatto D. Benar-benar membuatnya pusing.

“Kau kenapa ?” tanya Yunho lalu menyerahkan secangkir kopi pada Jaejoong

“Memikirkan kasus yang tak pernah selesai” keluhnya

“Tatto D ?” Tebak Yunho yang langsung diberi anggukan mantap oleh Jaejoong

“Dia kenapa lagi ? membuat ulah ?” tanya Yunho pelan

“Tidak, bahkan beberapa bulan terakhir aku tak pernah mendengar berita tentang dia. aku jadi berprasangka kalau dia kabur”

“Aku rasa tidak. menurutku dia sedang disuatu tempat untuk memantau perkembangan disini. kalau waktunya sudah tepat dia pasti akan menyerang atau mengecoh kita dengan caranya sendiri”

“Mungkin”

***

Dilain tempat lain

Myungjae memilih untuk duduk dibangku belakang kediamannya. Memilih untuk menikmati angin malam yang menusuk kulitnya. Ia melamunkan semua kejadian dalam kehidupannya. Alasannya untung menghilang dari semua keluarganya, lalu alasannya untuk meninggalkan dunia kepolisian yang menurutnya ‘tak seperti yang dilihat’.

Ia mengerutkan keningnya. Kenapa semua terjadi padanya ? kenapa ia yang menjadi korban atas semua perbuatan orang yang tak bertanggung jawab ? pikri Myungjae.

“Kau selalu lupa memakai jaket saat keluar” Hyuni lalu menyelimuti suaminya dengan selimut tebal yang dibawanya dari dalam rumah. Myungjae tersenyum, lalu memegang erat tangan istrinya yang ada dibahu. Ia menyuruh Hyuni untuk duduk didepannya.

“Apa yang kau pikrikan ?” tanya Hyuni

Myungjae tersenyum hambar. “semua— setiap hal yang aku alami tanpa kalian” ucapnya parau. Hyuni semakin erat memegang tangan suaminya. Matanya menatap Myungjae dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Aku tak tahu, berapa banyak hal mengerikan yang kau alami. Aku—aku merasa gagal menjadi seorang pendampingmu” Hyuni mengatakan itu dengan air mata yang mulai membanjiri pelupuk matanya. Myungjae mengusap air mata isterinya.

“Jangan berpikir seperti itu. kau tetap yang terbaik. Aku hanya tak ingin kalian menjadi bulan-bulanan untuk mereka” ujarnya pelan. Hyuni mengangguk. Ia mencodongkan badannya, agar bisa memeluk Myungjae dengan sepuasanya.

“Maaf—aku belum bisa memberikan yang terbaik untuk kalian” ujar Myungjae lirih. lalu mengecup pelan kepala isterinya.

Hyuni mengangguk dalam pelukan suaminya

***

“Bagaimana dengan sidang nya ?” Taeho membuka perbincangan antara ia dan Jaejoong, saat mereka makan malam. Jaejoong tersenyum, dan menjawab pertanyaan Daddy-nya.

“Lancar—semua bukti akurat telah kami berikan, jadi dia tidak bisa mengelak” ucapnya tersenyum kecil. Taeho berdehem, kecil. Lalu menyuapkan makanannya.

“Wah—kalau begitu kau bisa mengambil cuti  untuk mengurus isterimu kan ?” tanya Sandara antusias. Jaejoong memandang Hyuna yang terlihat malu.

“Aku usahakan, karena kasus Tatto D belum bisa diungkap. Jadi aku belum memikirkan masalah cuti”

Taeho terlihat gugup, ketika Jaejoong mengatakan tentang Tatto D. Tanpa Jaejoong sadari, Taeho memandang puternya dengan tatapan prihatin. Haruskah mereka merasakan kesakitan saat bertemu ? Taeho diam, dalam hati ia berdoa, agar nanti ketika mereka bertemu, semua bisa diselesaikan dengan baik.

Taeho selalu berharap jika Tatto D dan Jaejoong dipertemukan bukan dalam sebuah pertengkaran atau kasus, melainkan  sebuah reuni keluarga yang tak pernah dibayangkannya.

“Yeobo—kenapa melamun, ayo makan” seru Sandara. Taeho tersentak, lalu mengangguk kaku.

***

Jaejoong memasuki gedung cyber criminal yang terletak tak jauh dari gedung kepolisian pusat. Ia mencari keberadaan Park Yoochun. Lelaki berkacamata yang selalu disibukkan dengan beragam virus yang menyebar dijaringan internet.

Jaejoong mengetuk pintu ruangan Yoochun. Lalu masuk kedalam, ia menilik teman seangkatannya dengan tatapan malas.

“Ya! Kau ini, kapan kau akan berhenti dari profesimu ini, hah ?” Jaejoong lalu menghampiri Yoochun yang telihat sibuk dengan komputer yang ada didepan matanya.

Yoochun tersenyum, lalu memeluk Jaejoong. “Kau ini. kau juga, berhentilah membahayakan nyawamu” mereka berpelukan cukup lama.

“Jadi hal apa yang membuat seorang Kim Jaejoong kemari ?” tanya Yoochun sambil tersenyum.

Jaejoong berdehem kecil. “Tidak mempersilahkan aku duduk dulu ?” tanya Jaejoong bergurau. Yoochun memutar matanya  jengah.

“Tak perlu aku suruh, biasanya kau langsung duduk” ejek Yoochun lalu memberikan kode pada Jaejoong untuk duduk disofa panjang hitam, yang terletak didepan meja kerjanya. Jaejoong tersenyum, lalu duduk.

“Jadi ?” tanya Yoochun tak sabar.

Jaejoong tersenyum kecil, tapi kemudian raut wajahnya berubah serius. “Apa kau bisa membuka kode akses, agen Kim Myungjae ?” tanya Jaejoong.

Yoochun terlihat kaget. “Kau tahu, nama itu terlalu tabu untuk kau sebutkan” Yoochun berkata pelan.

“Apa maksudmu ?”

“Menurut isu yang berdedar, Myungjae adalah agen pengkhianat, yang membuat KSA dibubarkan, kemudian dibentuk lagi dengan nama baru” ucap Yoochun menerangkan

“Aku tak paham, berita yang aku dapat, Myungjae mati karena kecelakaan mobil. Dan itu terjadi saat tugasnya”

Yoochun menggeleng. “Pihak intelegen sempat memeriksa beberapa petunjuk yang ada di komputer dan catatannya. Tapi kemudian tak ada kabar lagi. Aku dan beberapa rekanku menyimpulkan bahwa tim intelegen sengaja memusnahkan beberapa pentujuk dan bukti yang ditemukan. Dan tak lama setelah itu, gosip mengenai penghianat bernama Myungjae tersebar di beberapa kantor intelegen pemerintah”

Jaejoong pusing, ia bingung dengan semua permainan ini. semua ini benar-benar membuatnya kacau. “Myungjae, seperti apa dia, kenapa semua berita yang aku dapatkan, simpang siur, dan merugikannya ?” gumam Jaejoong. Yoochun menghela napas.

“Aku juga bingung, spekulasi tentang dirinya disetiap badan intelegen berbeda-beda. Ah- sepertinya aku masih menyimpan beberapa berkas tentang Myungjae. Dulu aku sempat memeriksa hardisk dan catatan nya di salah satu data komunikasi agen” ucap Yoochun, ia bergegas untuk mengambil beberapa berkas rahasia yang ada didalam brankas datanya.

Jaejoong melihat sekeliling ruangan kerja Yoochun, cukup membosankan. Mengingat ia adalah orang yang paling membenci kata sunyi. Yoochun datang dengan berkas bermap merah. Ia memberikan data itu ada Jaejoong.

“Ini” Yoochun menyerahkan map itu. Jaejoong lalu membuka lembaran pertamanya “Itu profil dia sebelum resmi menjadi agen. Kalau tidak salah dia adalah training cyber criminal, tapi karena kemampuannya melebihi itu ia ditempatkan di KSA. Kemudian dilembaran kedua” Yoochun menarik salah satu kertas yang ada dibelakang kertas pertama “Itu adalah data beberapa tahun setelah ia menyelesaikan misi pertamanya. Mendapatkan penghargaan atas jasanya karena membantu pemerintas dalam menangkap hacker internasional yang menyebarkan virus mematikan untuk melumpuhkan per ekonomian negara. Aku dengar dari beberapa petinggi KSA, beliau menikah pada umur 28 tahun. Dengan salah satu mahasiswa sastra di Universitas Seoul”

Jaejoong diam mendengarkan semua penuturan Yoochun. “Tunggu—apakah kau mempunyai data siapa wanita yang dinikahi oleh Myungjae ?”

Yoochun berpikir sejenak “Sulit, karena data itu sudah lama, jadi dapat dikatakan data itu pasti sudah musnah. Em—mungkin kau bisa menghubungi salah satu rekan Myungjae. Kalau tidak salah namanya Kim Taeho. Ketua intelegensi yang bercabang di Amerika”

Jaejoong benar-benar pusing dibuatnya.

Kesimpulan yang ia dapatkan, mungkinkah ayahnya adalah Myungjae ? seseorang yang dianggap pengkhianat negera ?, lalu apakah selama ini seluruh keluarganya merahasiakan tentang ayahnya, hanya karena ayahnya dianggap seorang pengkhianat ?. Betapa tak adilnya mereka, jika apa yang ia pikirkan itu adalah alasan utama mereka tak pernah memperkenalkan dia pada ayahnya sendiri.

“Kau baik-baik saja ?” tanya Yoochun khawatir

“Sedikit pusing” jawabnya pelan

“Aku bisa melihatnya” balas Yoochun pelan, lalu mengambilkan air mineral untuk menenangkan sahabatnya. “Minumlah, agar kau kembali rileks”

Jaejoong mengangguk dan meneguk pelan.

“Apakah Kim Myungjae memiliki putra ?”

“Sepertinya tidak, karena didalam data sebelumnya, ia tidak pernah mencatumkan apapun tentang keluarganya. Dan lagi aku yakin, sebelum ia meninggalkan gedung KSA, ia sudah menghapus seluruh data-datanya. Sehingga yang kami dapatkan hanya data saat ia menerima penghargaan atau kenaikan pangkat. Kalau tidak salah data itu tahun 1987. Setelah itu, tak ada catatan-catatan penting lagi. Aku juga tak tahu kenapa”

“Hmm.. terima kasih, kau sangat membantu teman” ujarnya tulus. Yoochun mengangguk

“Bukankah, kita memang harus saling membantu, apapun yang kau perlukan kau hanya perlu mengatakannya padaku”

Jaejoong mengangguk.

“Baiklah, terima kasih sekali lagi. Nanti jika ada yang kuperlukan aku akan menghubungimu”

Jaejoong lalu bangkit dari duduknya, dan bergegas untuk meninggalkan gedung itu

T B C

Iklan

33 thoughts on “Broken Married [07]

  1. Arletta_Lee berkata:

    Annyeong. . . (^_____^)
    aku reader baru,
    aku nyasar di blog ini dari seminggu yg lalu & udh baca semua ff
    di sini tp baru sempat komen di ff ini (^__^)
    mianhe ^^v

    dari semua ff di sini,
    aku paling seneng sama ff Broken Married,
    aku suka nya bukan karna jaejong-hyuna,
    tp myungjae-hyuni ^^v
    thor, bikin ff Broken Married spesial myungjae-hyuni dong. . .
    *plak*
    *reader gak tau malu,baru nyasar minta banyak*
    salam kenal thor^^

  2. fath berkata:

    hmm
    kasian sm myung jae , tp seneng jg sih myung jae sm hyuni ketemu lagi.
    konfliknya keren bgt , alur ceritanya jg nggak bisa ketebak.
    semangat ya buat ngerjain part selanjutnya.

  3. terryirawanillusioneworld berkata:

    Anyeong….
    author-Nim,,,
    Reader baru,salam kenal!!!
    Dari awal nemu dan baru berkesempatan komen sekarang,cerita Broken Married karya author memang memiliki sisi tersendiri untuk di nanti.Aku suka bahasa penulisan author,walau terlalu banyak konflik bagiku itu justru menarik!!pokoknya keseluruhan ini salah satu fanfic fav aku.

    Haaa…maaf komennya kepanjangan!!
    #anggepajabuatgantikomen-komendiceritasebelumnya
    #digetokrame-ramereaderslain
    okay mianhae karena terlalu banyak berkata-kata..

    *bow

  4. lestrina berkata:

    Mian ya bru komen lg, Eon baca ngebut krn ff udh sampe part 7. Cerita action tp ada unsur romancenya juga n relation dgn keluarga..sptnya eon dh pernah baca nieh ceritanya n bru inget ternyata di post di lovely fanfiction house ya. Tp dibaca ga bosen loch. Part 7 seru juga loch…jaejoong smakin penasaran ya kalo myungjae adalah ayahnya n masih mempertanyakan knp keluarga tdk pernah membahas or menceritakannya…lanjut ya

  5. fathiya berkata:

    ceritanya keren! maaf aku jadi sider di chapter sebelumnya, alurnya rumit ya.. aku jadi bingung sendiri di beberapa part, sedikit random, tapi ide ceritanya keren!

    dan sepertinya myungjae ajjhusi harus merelakan dirinya di akhir cerita nanti.. hehe..
    salam kenal ya, ditunggu lanjutannya!

  6. kim riana jj berkata:

    Anyong..
    qu reader bru
    mian bru ksh kmnt di prt ini
    ff ny bnrn keren bngt !
    qu jdi brsa nntn drma sunguhn

    semoga prt brktny cpt di post ne?

  7. sagita berkata:

    Waduhhhhh…semakin deg2kan ya…menegangkan sekali..smpat berpikir deh bagaimna nnti bila jaejoong mngetahui ayahnya sbnarnya??hedeuhhh reaksi sperti ap..

  8. Kim Hana berkata:

    baru kemaren nyasar ke blog ini dan nemu ff kim jaejoong yg nyantol dihati, telattt banget ya he8
    suka bgt ma ceritanya. udah 2 kali baca loh.. mian bru komen sekarang, ditunggu kelanjutannya y… penasaran bgt akhir cerita jaejoong dan bapaknya
    semangattt.. dilanjut dong ffnya :^)

  9. hiru berkata:

    akhirnya yuchun keluar juga,makin banyak ya masalahnya..
    jadi gak sabar nunggu part selanjutnya..

  10. christie berkata:

    Aku kesasar di book ini. Akankah ada lanjutannya. Damai dong myungjae ajjusi sama jeje. Jaga nyawanya ya ajjusi….ditunggu kelanjutannya ya thoor boarpun aku sangat telat bacanya

  11. kimokta06 berkata:

    admin-nim maaf banget baru komen disini aah gila konfliknya bener2 bikin penasaran. kira2 jeje nerima gak ya ternyata bapaknya itu Tatto d? o.o next chapter juseyo thor!!

  12. wahidah berkata:

    aku makin penasaran sama myungjae apa dia dan jaejoong akan baik kan ?
    lanjut kak udah gk sabar nunggunya 🙂

Your Comment become spirit for me ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s