Go Publik {ABM Special}

Beberapa hari ini, keluarga besar Hyera dan Yoochun disibukkan dengan beberapa pemberitaan mengenai kelahiran putra pertama mereka. bukan tanpa alasan kenapa berita-berita itu menyebar bagai virus ditengah-tengah masyarakat. Yoochun yang merupakan seorang pengusaha sekaligus pewaris utama Park Interior membuat mereka harus sibuk dengan beberapa tanggapan rekan bisnis mereka, serta media yang terlalu membesar-besar masalah ini.

Hyera sendiri sudah lelah menanggapi semua spekulasi yang berkeliaran ditengah masyarakat awam. Beberapa media, benar-benar mencari tahu sosok dirinya. dan diketahui, bahwa Hyera adalah salah satu dokter anak dirumah sakit swasta terkenal di Seoul. Hyera benar-benar tak habis pikir dengan semua ini, ia memandang Yoochun yang sedang menikmati perannya sebagai seorang ayah.

“Ck..” decaknya kesal, percuma juga ia memarahi Yoochun, pada akhirnya pemberitaan tentang dia di masyarakat tak akan mereda juga. Hyera merapikan selimut yang membungkus dirinya sedari tadi. Ia memang benar-benar dilarang turun dari tempat tidur jika tidak penting, awal kelahiran putra mereka, Hyera harus mengalami pendaharan yang cukup lama. Dan ini benar-benar membuat Yoochun panik. Untung saja, persediaan darah dirumah sakit itu cukup untuk menggantikan darah yang keluar akibat pendarahan.

Diam-diam, Hyera memperhatikan Yoochun menggendong Seon-ho dengan hati-hati dan pelan, senyumnya tertarik, melihat sikap over Yoochun. “ Ya! Jika kau seperti itu, akan membahayakan Uri Seon-ho” ucap Hyera pelan, ia hendak beranjak dari posisi malasnya, dan mengambil Seon-ho yang berada di pelukan ayahnya. Belum sempat kakinya menginjak lantai, Yoochun sudah memberikan tatapan larangan. Hyera diam, dan tak menanggapinya lebih lanjut. Ia lebih memilih duduk ditepian ranjang, dan menunggu Yoochun menghampiri dirinya.

“Hmm.. wanginya anak eoma” ucap Hyera lirih, lalu mencium pipi tembam putranya. Ia mengusap pelan, pipi Seon-ho, lalu menggendongnya dengan kasih. Hyera tersenyum melihat wajah Seon-ho yang tengah tertidur, terlihat tenang, dan damai. “Lihatlah, pipinya semakin lama semakin berisi” gumam Hyera pelan. Lalu menepuk-nepuk pelan pantat Seon-ho, membuat bayi mungil itu, menggeliat nyaman dipelukan ibunya.

Senyuman Yoochun benar-benar tak pernah pudar semenjak kehadiran putra pertama mereka. walaupun, kelahiran Seon-ho sempat membuat saham mereka terlonjak turun, namun Yoochun tak pernah mempermasalahkan semua itu.

“Bagaimana keadaan kantor ?” tanya Hyera pelan. Yoochun mengambil tempat untuk duduk disamping Hyera, ia melihat reaksi Seon-ho yang terlihat sangat nyaman dipelukan ibunya.

“Baik, tak perlu terlalu mencemaskannya” ucap Yoochun tersenyum, lalu ikut mengelus punggung Seon-ho. “Dia nyaman sekali sepertinya” kekeh Yoochun kecil.

“A… anak appa kyeopta” tangannya terulur untuk menyentuh pipi tembam sang putra. Hyera mendengus, lalu menyikut lengan Yoochun.

“Jangan mengganggu, dia baru tidur” ucap Hyera geram. “Lebih baik, kau bersiap. Bukan kah sebentar lagi, akan ada  rapat direksi ?” tanya Hyera pelan.

“Hmm.. sebentar lagi, aku masih ingin bermain dengannya” Yoochun kembali mengulurkan tangannya untuk menyentuh pipi tembam putranya, namun ditepis Hyera.

“Sudah kubilang, bersiap” sungut Hyera

Yoochun terkekeh, lalu beranjak dari tempat duduknya. Hyera diam memandang wajah putranya yang terlihat sangat-sangat nyaman. “Kelak, ibu harap. Kau bisa seperti ayahmu, yang kuat dan tegar” senyum Hyera terkembang, lalu mencium pelan pipi putranya, kemudian menidurkannya di baby box disamping ranjang mereka.

Hyera memandang kamar mandi yang masih dihuni oleh Yoochun. Ini adalah kesempatannya untuk menyentuh dapur, sudah dua bulan lebih ia tak bisa menyentuh dapur, karena larangan dari Yoochun. Dan sekarang adalah kesempatannya untuk melampiaskan kerinduannya dengan peralan memasak milik Lee Ajjuma.

“Selamat pagi” sapa Hyera yang masih berjalan tertatih untuk menuruni anak tangga. Lee Ajjuma tersenyum, menatap nyonya muda-nya. Benar-benar sulit di percaya, wanita ini menyambangi dapurnya. Biasanya, ia akan dimarahi atau bahkan di teriaki oleh Yoochun, tapi kenapa hari ini tidak terjadi. Apa yang terjadi. Pikir Lee Ajjuma.

“Ajjuma, kenapa melamun ?” tanya Hyera, lalu memeriksa sayuran-sayuran segar yang ada dihadapannya. Ia tersenyum menggeleng, Hyera membantu memotong dan mencuci sayuran yang ada didepannya. Sedangkan Lee Ajjuma memilih untuk meramu bumbu, untuk sayurannya.

“Ajjuma, kau melihat—“ perkataan Yoochun terputus melihat isterinya yang tengah asyik memotongi sayuran. Yoochun mendengus, ia masih menggendong Seon-ho yang sepertinya terbangun dari tidurnya.

“Wanita ini—berapa kali aku harus mengatakan padanya untuk tetap diam dikamar” keluh Yoochun, lalu membenarkan gendongannya. Hyera diam, namun dalam hatinya ia tersenyum senang.

“Seon-ho-ya.. nanti jangan seperti eoma-mu. Keras kepala. Ayo sekarang kita sarapan, dan bertemu dengan haraboji” Yoochun sengaja membiarkan Hyera sibuk didapur, mungkin wanita itu memang membutuhkan sedikit suasana baru. Pikir Yoochun.

“Ah—cucu Haraboji sudah besar sekarang” ucap Tuan Park, lalu mengulurkan tangannya untuk mengambil alih Seon-ho yang ada digendongan Yoochun.

“Good Morning” ucap Yoohwan sembari duduk didepan meja makan, menunggu anggota keluarga yang lainnya.

“Lihatlah, pamanmu Seon-ho. Tidak malu, kau saja yang masih bayi bangunnya cepat sekali, sedangkan pamanmu yang sudah sebesar itu bangunnya siang sekali” ejek Tuan Park sembari mengajak sang cucu bergurau. Seon-ho tersenyum kecil, lalu melihat-melihat mata Tuan park yang bergerak lucu. Yoochun sendiri merapikan kemejanya yang terlihat kusut, karena gerakan Seon-ho yang semakin aktif digendongannya.

“Appa—call me U-N-C-L-E” ucapnya mengeja huruf demi huruf dengan bahasa inggris.

“Paman. Kita tidak mengerti bahasa planet ya” ejek Tuan Park, dan kembali bermain dengan cucunya yang sepertinya kegirangan memegang janggut tipis harabojinya.

“Selamat Pagi” sapa Hyera yang membawa nampan berisi sarapan pagi mereka.

“Pagi kakak ipar” ucap Yoohwan malas. Hyera tersenyum memandangi ayah mertuanya dan anaknya bermain. Yoochun sendiri masih diam dan sedikit menggerutu, karena kemeja putihnya sempat terkena muntahan Seon-ho.

“Aku harus mengganti bajuku dulu” Yoochun peri kekamarnya mengganti pakaian. Sedangkan Yoohwan mengulum senyum geli, baru kali ini melihat Yoochun menggerutu karena terkena muntahan si kecil.

“Wah, Seon-chan. Kau berhasil membuat appamu menggerutu dipagi hari ini” ejek Yoohwan.

“Seon-chan ?” tanya Hyera dengan aneh.

“Yap, Seon-chan” ucap Yoohwan tersenyum

“Semoga, dia tak mendengar yang kau mengucapkan itu” ucap Hyera pasrah. Ia lalu bergegas kekamarnya, membantu Yoochun mencari kemeja putih  untuk rapat pagi ini.

Hyera baru saja membuka pintu kamarnya, dan kemudian mata bulatnya, disuguhi pemandangan yang jarang sekali dilihatnya. Sampai sekarang, saat melihat Tatto di dada Yoochun, berhasil membuat Hyera malu. Yoochun yang hendak mengambil kemeja didalam lemari mengurungkan niatnya, ia lalu melihat Hyera yang mematung didepan pintu.

“Kau kenapa ?” tanya Yoochun mendekati Hyera, Hyera gelagapan sendiri. Wajahnya sudah bersemu merah. Dengan keberaniannya yang sedikit, Hyera memandang wajah Yoochun, lalu ia menggeleng.

“Kau sudah menemukan kemejanya,kan ?” tanya Hyera pelan. Yoochun mengangguk geli, melihat tampang gugup Hyera benar-benar membuatnya ingin tertawa.

“Ya sudah, kalau begitu aku tinggal ya” baru saja Hyera hendak melangkah meninggal kamarnya, Yoochun segera mengamit lengan Hyera.

“Ada apa ?” tanya Hyera kikuk

“Anio, sepertinya kau melupakan sesuatu” ucap Yoochun, matanya mengerling, membuat Hyera semakin kikuk.

“A—apa ?” tanya Hyera kikuk

Cup

Hyera terdiam selama beberapa detik, membuat Yoochun semakin bersemangat untuk menjahili Hyera yang sudah salah tingkah. Pelan Yoochun melumat bibir Hyera, membuat Hyera semakin jatuh dalam lingkaran permainan Yoochun. Tangan Yoochun yang semula pasif, kini mulai meraba pinggang Hyera, melingkarkan lengannya disana. Lalu menarik Hyera kedalam dekapannya. Dalam hitungan detik, Hyera terjebak dalam permainan Yoochun, dirinya sudah tak sadar bahwa Yoochun kini mengambil alih semua pusat otaknya.

Yoochun bergerak kedepan, membuat tubuh Hyera semakin pas dengan lekukan tubuhnya. Tanpa sadar, Yoochun membawa Hyera masuk kedalam kamar mereka, menghimpitnya kedinding sebelah kiri, lalu menutup pintu kamar dengan tangan kanannya.

Hyera meleguh pelan, saat bibir Yoochun manarik diri. Yoochun tersenyum kecil saat melihat perubahan wajah Hyera yang benar-benar memerah. “Sebaik—nya kau bergegas, nanti kau terlambat” Hyera berbicara tertunduk dengan mata tertutup. posisinya sekarang benar-benar buruk, jika ia menunduk dan membuka mata, ia akan melihat dada bidang Yoochun yang terkespose dengan jelas, jika ia memandang Yoochun. Sama saja mencari mati. Ia tak bisa memandang wajah Yoochun saat ini, jadi lebih baik ia memejamkan matanya. Tanpa Hyera sadari jari-jarinya mencengkeram erat pinggang Yoochun. Yoochun tersenyum, melihat kegugupan Hyera.

Kapan wanita ini bisa terbiasa dengan segala sesuatu yang menyangkut mereka ?

“Bagaimana aku bisa bergegas, kalau tanganmu melingkar erat dipinggangku”

Hyera kaget, dengan spontan ia lalu melepaskan tangannya yang melingkar dipinggang Yoochun. “Maaf aku tak sengaja” ucap Hyera masih tertunduk

“Hmm… sengaja juga tak apa-apa. aku lupa satu hal” ucap Yoochun kembali mengurung Hyera diantara tembok dan dirinya sendiri. Hyera terdiam, ia benar-benar tak mau menatap Yoochun yang sepertinya mulai serius.

“Lihat aku” pinta Yoochun pelan, Hyera menggeleng. Ia memegang ujung bajunya dengan sedikit gemetar. Pelan Yoochun mengangkat dagu Hyera. “Apa aku seseram itu, sampai kau tak mau melihatku ?” tanya Yoochun saat mata mereka bertemu, Hyera menggeleng, ia sudah kehabisan kata-kata untuk ini.

“Baiklah, em—mulai sekarang aku tidak akan melarangmu lagi untuk beraktivitas”

Ucapan Yoochun barusan membuat Hyera langsung tersenyum, binar matanya kembali seperti dulu. “Tapi ada syaratnya”

“Baiklah, apa syaratnya ?” tanya Hyera antusias

“Tidak boleh kecapekan, lalu untuk bekerja dirumah sakit lagi, sepertinya aku belum bisa memberikan izin untuk itu. kau tahukan kalau Seon-ho masih terlalu kecil untuk diasuh oleh Ajjuma atau baby sitter” ucap Yoochun. Hyera mengangguk

“Baik, aku janji aku tidak akan kecapekan. Dan untuk masalah pekerjaan aku juga belum memikirkannya, mungkin setelah umur Seon-ho dua atau tiga tahun, aku akan mulai bekerja bagaimana menurutmu ?”

Yoochun mengangguk paham. Tangannya yang semula berada diantara tubuh Hyera kini berpindah tempat ke pinggang Hyera, memeluk Hyera yang terlihat sangat senang. Hyera juga membalas pelukan Yoochun. Ia seakan melupakan kejadian yang menurutnya memalukan.

“Baiklah, Nyonya Park. Suamimu harus bekerja, jadi nanti kita lanjutkan acara tadi, oke” kerling Yoochun menggoda, Hyera mencibir, lalu melepaskan pelukan diantara mereka.

“Bailah Tuan Muda Park, saya permisi” ucap Hyera dengan bahasa formal. Membuat mereka tertawa kecil.

***

Yoochun menghela napasnya berat, keputusan dewan direksi sudah tidak bisa diganggu gugat, dan juga keputusan itu cukup memberatkan Hyera dan dirinya. walaupun itu adalah jalan tengah satu-satunya, tapi menurut Yoochun itu terlalu berlebihan. Apalagi Hyera yang tak pernah mau berurusan dengan wartawan, kini mau tak mau memang harus bertemu dengan mereka. Go publik. Bukan sesuatu yang bagus menurut Yoochun.

Mereka bukanlah artis, tapi kenapa mereka berdua harus bersama mengumumkan bahwa mereka telah menikah dan menjadi pasangan yang bahagia ?

Pertanyaan itu membua kepalanya pusing dan kesal.

“Jadi Hyeong… kau menerima saran dewan direksi ?” tanya Changmin saat mereka makan siang. Yoochun melonggarkan dasinya. Lalu menyesap minumannya.

“Aku juga bingung. masalah nya Hyera tidak akan pernah mau untuk Go Publik. Kau tahu sendiri bagaimana dia. dari awal menikah dia memang sudah mewanti-wanti untuk tidak mengatakan pada media yang sebenarnya” keluh Yoochun pusing

“Ya aku tahu, emm… menurutku, Hyeong katakan saja yang sebenarnya pada Kakak Ipar, apakah dia mau atau tidak”

“Kalau dia tau ini menyangkut saham kantor, dia pasti akan menyanggupinya. Tapi masalahnya sekarang, dia tidak bisa sebebas dulu. Kemana-mana harus bisa menjaga sikap dengan semua orang. Padahal dia orang yang sangat tidak bisa bersikap normal”

“Aish, coba saja dulu Hyeong. Aku yakin, hasilnya tidak akan seburuk yang kau pikirkan”

“Baiklah, nanti akan aku coba” ucapnya pasrah.

Mereka terdiam selama beberapa menit, sampai Changmin mulai berbicara “Kabar keponakan kecilku bagaimana Hyeong ?” tanya Changmin sambil menatap Yoochun.

“Oh, baik. lusa dia akan di imunisasi”

Changmin mengangguk “Bagus kalau begitu, keadaan kakak ipar bagaimana ? apakah dia masih sering mengeluh sakit ?”

“Sudah tidak, hanya saja akhir-akhir ini Seon-ho suka sekali demam. Hyera bilang itu wajar”

Changmin mengangguk.

“Sepertinya Kakak Ipar, sudah sangat mahir mengurus si kecil” kekeh Changmin. Yoochun tersenyum .

“Yah, mungkin karena dia dokter anak” ucap Yoochun tersenyum.

“Ah—kalian semua sudah berkeluarga. Tinggal aku sendiri”

“Itu salahmu, kenapa kau tidak mau mencari wanita untuk menikah denganmu. Eng—apa perlu aku daftarkan kau kencan buta ?” tawar Yoochun menggoda.

“Ya! Aku masih laku Hyeong” decaknya kesal. Yoochun tertawa

“Habis, kau itu terlalu banyak bergaul dengan kaum lelaki. Sekali-kali bergaullah dengan kaum wanita. mana ada lelaki yang kemana-mana menggandeng lelaki, kalaupun ada itu guy” ejek Yoochun membuat Changmin kesal setengah mati.

“Kau Hyeong, benar-benar membuat aku kesal hari ini. belikan aku seporsi besar menu khusus hari ini” titahnya pada Yoochun, Yoochun tersenyum geli, tapi ia mengabulkan permintaan Changmin. Sekali-kali tak apakan, membelikan makanan untuk mahluk rakus seperti dia.

***

Yoochun membuka pintu kamarnya, dari luar sudah tercium bau minyak telon milik Seon-ho dan juga bau-bau bedak bayi yang membuat ia nyaman, wanginya tidak membuat hidungnya atau hidung siapapun rusak. Yoochun melihat Hyera yang tengah menidurkan Seon-ho. Ia bercakap-cakap sebentar dengan Seon-ho tak lama, cucu pertama keluarga Park sudah terlelap dialam mimpinya.

“Kau sudah pulang ?” tanya Hyera sembari tersenyum, Yoochun mengangguk. Lalu membuka ikatan dasi yang terasa mencekiknya.

“Ah, sayang sekali. dia sudah tidur, padahal aku masih ingin bermain dengannya” ucap Yoochun terasa menyesal. Ia melihat wajah damai Seon-ho. Wajah putranya benar-benar membuatnya nyaman.

“Hmm… kau sendiri tumben sekali pulang cepat” tanya Hyera menatap Yoochun. Yoochun diam sejenak, lalu memandang Hyera yang sepertinya mulai bersikap ramah dan mau berbagi dengannya.

“Tidak ada hal menarik lagi disana. Em.. Hye-a. ada yang ingin kau bicarakan denganmu” ucap Yoochun. Hyera diam, dia hanya memandang Yoochun, melihat sorot mata Yoochun seperti itu, besar kemungkinan ini akan menjadi perbincangan serius.

“Ada apa ?” tanya Hyera

“Masalah saham” ucapnya pelan. Hyera sudah bisa menangkap kemana pembicaraan ini akan bermuara. Mungkin rapat direksi tadi akan menghasilkan keputusan buruk untuk kehidupan mereka.

“Maksudmu ?”

“Dewan Direksi meminta kita untuk melakukan wawancara ekslusif dengan salah satu majalah enterpreneur, wawancara ini untuk mengangkat saham kita dibursa efek”

Hyera mengangguk kecil. “Apa aku juga harus ikut wawancara ?” tanyanya bingung. Yoochun mengangguk

“Ya, kau harus ikut, tenang saja. aku akan selalu ada disampingmu”

Hyera mengangguk tersenyum.

***

“Jadi sudah berapa lama anda mengenal Park Yoochun ?” tanya Yoochun yang berperan sebagai seorang wartawan Time Megazine.

“Em—setahun, sejak pertemuan awal kami” ucap Hyera

Yoochun mengangguk “Kenapa mau menikah denganku waktu itu ? padahal kita baru bertemu” tanya Yoochun iseng, Hyera mendengus.

“Pertanyaan itu tidak ada dalam daftar, jangan aneh-aneh” sergah Hyera cepat. Yoochun tersenyum, ia mencondongkan tubuhnya kedepan.

“Ini pertanyaan pribadi dariku” goda Yoochun. Hyera memalingkan wajahnya.

“Ck.. tidak ada waktu untuk menjawab pertanyaan seperti itu” Hyera berkomentar pendek.

“Ya ampun, galak sekali Nyonya Park ini”

“Ya!” kesal Hyera.

“Oke baiklah, pertanyaan selanjutnya. Ini agak sensitif, emm… apakah anda mengenal Park Yoochun sebelum menikah ?”

“Aku tak tahu, yang aku tahu Park Yoochun adalah anak dari teman ayahku” jawabnya polos. Yoochun mendengus

“Kau ini, mengaranglah sedikit, paling tidak katakan. Ia, aku tahu dia. siapa yang tidak mengenal seorang Park Yoochun” ucap Yoochun mengajarkan. Hyera mendengus kesal.

“Ish, terlalu memuji dirimu, ganti pertanyaan saja” ucap Hyera cepat. Yoochun tersenyum kecil.

“Oke baiklah, pertanyaan selanjutnya. Apakah selama ini anda terganggu dengan status sebagai seorang istri pengusaha besar seperti Park Yoochun ?” kalimat terakhir membuat Yoochun penasaran. Ia memandang Hyera yang terlihat tenang.

“Tidak, karena selama aku menjadi isterinya, dia atau siapapun tak pernah menuntutku untuk bersikap aneh. Dan juga sepertinya, orang-orang tak mengenalku sebagi seorang Park Hyera. tetapi Kwon Hyera”

“Setelah wawancara ini, apakah situasinya akan sama ?” tanya Yoochun lirih. Hyera diam sejenak. lalu mengangguk

“Tenang saja, aku yakin setelah wawancara ini, semua akan sama saja. percaya padaku, kecuali jika kau malu memiliki istri sepertiku”

Yoochun terkekeh kecil “Aku malu ? kau bercanda”

Hyera tersenyum kecil. Tangisan Seon-ho membuat, mereka memandang kearah baby box yang ada disudut ruangan. Yoochun tersenyum kecil, lalu menghampiri putranya yang menangis.

“Anak appa kenapa, heum ?” tanya Yoochun, lalu menggendong Seon-ho yang terisak-isak kecil. Yoochun mengelus punggung Seon-ho dengan sayang. “Cup… appa disini. jangan menangis lagi ya” Yoochun menimang-nimang pelan putranya. Hingga Seon-ho terlelap lagi kealam mimpinya. Hyera memandang Yoochun dengan pandangan hangat.

Dia memang terlihat dingin dari luar, tapi dia adalah orang yang paling hangat yang pernah aku kenal.

“Nyonya Park, sebaiknya kau bergegas tidur” ucap Yoochun membuat Hyera berhenti memandangi Yoochun. Hyera mengangguk pelan, lalu bergegas untuk membersihkan wajahnya lalu tidur.

“Yoochun-a, bolehkah aku bertanya ?” tanya Hyera pelan. Yoochun diam, ia lalu membalikkan tubuhnya menatap Hyera.

“Apa ?” tanya Yoochun dengan antusias. Matanya memandang intens wajah Hyera yang terlihat mulai menembam.

“Masalah perusahaan, apakah dampaknya benar-benar mengkhawatirkan ?” tanya Hyera khawatir. Yoochun tersenyum, lalu mengulurkan tangannya untuk menyentuh pipi isterinya.

“Tak perlu khawatir, semuanya baik-baik saja. mereka hanya ingin mengenal pemilik hati seorang Park Yoochun” ucapnya menggombal.

“Yaks!” kesal Hyera. Yoochun terkekeh.

“Jangan terlalu dipirkan masalah itu, itu hanya guncangan sesaat Hye-a. nanti juga akan mereda sendiri. Dan masalah wawancara ini, hanya seperti perkenalan saja. mereka hanya ingin menilai. Itu saja aku rasa” ucap Yoochun, lalu memeluk Hyera. Hyera mengangguk kecil.

“Seandainya aku tidak masuk dalam daftar wanita yang menguntungkan, apakah mereka akan memisahkan kita?”

Yoochun tersenyum dalam tidurnya. “Pikiranmu macam-macam. Tidak ada yang bisa memisahkan kita. Tidurlah Nyonya, malam semakin larut” titah Yoochun lalu menutup mata Hyera dengan tangannya.

***

Hyera mematutkan dirinya didepan cermin, memastikan bahwa ia tidak akan membuat malu Yoochun karena masalah berpakaiannya.

“Kau tampak gugup” seru Yoochun saat keluar dari kamar mandi. Hyera berdehem pelan. Lalu memandang Yoochun yang sedang memakai kaos putih sebagai lapisan bajunya nanti.

“Hmm” angguk Hyera muram. Yoochun melihat raut wajah isterinya dari pantulan kaca lemari yang menghadapnya. Selesai berpakaian, Yoochun lalu menghampiri Hyera yang terlihat bermain dengan Seon-ho.

“Anak ayah sudah rapi” seru Yoochun lalu mengusap punggung Seon-ho.

“Kau sudah siap ?” tanya Yoochun menatap Hyera. Hyera mengangguk kaku.

“Ada yang aneh” ucap Yoochun pelan.

“Kau memakai make up ya ?” tebak Yoochun sambil tertawa kecil. Hyera mendengus kesal.

“Tidak boleh ya ?” tanya Hyera muram.

“Siapa yang bilang tidak, aku hanya khawatir saja, nanti ada kru yang menggodamu”

“Ya! Berhenti menggombal didepan Seon-ho” serunya. Yoochun memandang anak lelakinya yang sedang tersenyum lebar.

“Ayo kita berangkat, Seon-ho kita titipkan sebentar dengan Lee ajjuma saja ya”

“Hmm”

***

Acara pemotretan berlangsung lancar, Hyera tampak canggung diawal, namun sepertinya dia bisa menguasai keadaan dengan cepat, apalagi ada Yoochun yang selalu memberinya support. Sekarang adalah waktu untuk mereka melakukan wawancara dengan salah satu wartawan yang memuat artikel tentang mereka.

“Annyeong”

“Annyeong” salah Hyera dan Yoochun

“Aku tak menyangka jika isteri anda masih muda” Yoochun tersenyum kecil

“Wah, sama saja kau mengatakan, bahwa aku terlihat tua”

Mereka tersenyum bersama. “Hmm.. isteri anda terlihat cocok untuk menjadi model majalah. Kalau dia berminat anda bisa menghubungi kami” promo sang wartawan. Hyera menggeleng pelan.

“Terima kasih, tapi sepertinya aku lebih nyaman menjadi seorang dokter”

***

Selesai wawancara Hyera dan Yoochun terlihat jauh lebih santai, mereka keluar dari ruangan dan bergegas untuk kekafe Jaejoong. Mereka berdua berjanji akan bertemu dengan teman-teman Yoochun.

Hyera menggandeng erat tangan Yoochun yang tengah berjalan dipinggir trotoar. Karena jarak antara kafe Jaejoong dan studio majalah tadi tidak terlalu jauh.

“Ah, aku merindukan Seon-ho” rengek Hyera pelan. Yoochun tersenyum

“Aku rasa anak itu juga merindukan ibunya, tadi Lee Ajjuma menelponku, Seon-ho rewel terus. Jadi aku menyuruhnya untuk menitipkan Seon-ho di kafe Jaejoong Hyeong”

“Benarkah ?” tanya Hyera antusias. Yoochun mengangguk

***

“Wah~~~~ Hyeong lihatlah dia tersenyum padaku” seru Changmin antusias, Jaejoong yang menggendong Seon-ho hanya menggeleng lemah.

“Cih, dia tadi menciumku” seru Jaejoong membuat iri Changmin. Changmin mendengus.

“Hyeong~~ aku ingin menggendongnya. Ayolah Hyeong” rengek Changmin sembari menarik-narik ujung kaos yang dikenakan Jaejoong. Jaejoong kesal, lalu mendelik pada Changmin.

“Seon-ho ya… ayo paman gendong, nanti kau dimakan oleh paman ini” tunjuk Changmin dengan wajah melasnya.

“Tidak terbalik, kau yang akan memakannya. Pergi sana, jangan mengganggu kencan kami. Iyakan Seon-ho ?” tanya Jejoong berlagak manis.

“Cih” decak Changmin. Karena kesal pada Jaejoong yang tak kunjung memberinya kesempatan untuk menggendong Seon-ho, Changmin lalu duduk diantara dua pasang suami isteri yang ada di meja tengah.

“Kau kenapa lagi ?” tanya Yunho dengan tenang.

“Hyeong~~ aku ingin menggendong Seon-ho” rengek Changmin pada Yunho.

“Oh, aku kira kenapa. Bersabarlah, sebentar lagi Seon-ho juga akan diberikan kepadamu” ucap Junsu mewakili. Tak lama Jaejoong datang dan bersikap baik.

“Kau ingin menggendong Seon-ho kan ?”

Changmin mengangguk antusias. Jaejoong lalu memberikan Seon-ho pada Changmin.

“Gendonglah, aku mau mandi dulu. Karena Seon-ho barusan pipis digendonganku”

Ucapan Jaejoong sontak membuat mereka tertawa pelan. Changmin diam, lalu merasakan bokong Seon-ho yang lembab. “Hyeong, kau belum mengganti celannya ?” teriak Changmin, membuat beberapa pelanggan menatap nya. Changmin menatap gelisah pada kedua Hyeongnya.

“Belum, biar kau merasakan bau pesingnya. Biar kau cepat dapat anak” kata Jaejoong, lalu meninggalkan mereka.

Seon-ho lalu memangis kencang. Changmin kebingungan, ‘Bagaimana ini?’ dengusnya dalam hati.

“Seon-ho ya… cup cup cup~~~ Ajjushi tidak marah kok.. diam ya sayang” ucap Changmin menenangkan. Tapi bukannya diam, Seon-ho malah semakin kencang menangis, membuat beberapa pelanggan merasa terganggu.

“Haish, kau memang belum pantas jadi appa” seru Yunho. Ia lalu bangkit dari posisi duduknya, kemudian, mengambil Seon-ho yang ada di gendongan Changmin, ia membawa anak lelaki keluarga Park itu keluar, menuju taman belakang. Ia meminta salah satu karyawan untuk mengambil tas perlengkapan yang ada diruangan Jaejoong.

“Cup-cup cup….” ucap nya sembari menepuk-nepuk punggung bayi lelaki yang ada digendongannya.

Setelah selesai menggantikan popok dan celana Seon-ho, Yunho mengajak bayi itu berbicara, membuat Seon-ho tersenyum kecil. Lalu menepuk-nepuk pipi Yunho dengan tangan mungilnya. Yunho mencium Seon-ho sebentar, lalu membawanya kedalam.

“Wah~~ Appa dan Eoma ada didalam, Seon-ho ya” ucap Yunho menggerak-gerakkan tangan si kecil.

Hyera bangkit dari duduknya, dan menggendong Seon-ho. “A~~ Uri Seon-ho menangis ya. Siapa yang jahat sayang ?” tanya Hyera kecil. Junsu-Yunho-Jaejoong lalu menunjuk Changmin sebagai biang keladinya.

“Ya!” serunya tak terima.

“Ckckck… Anakku masih kecil Changmin” ucap Yoochun datar

“Yak! Hyeong aku tidak mengapa-ngapakan Seon-ho. Iyakan Seon-ho ya” Changmin memandang Seon-ho dan meminta persetujuan pada bayi itu. Namun Seon-ho hanya memandang Changmin datar.

“Lihat, anakku saja tidak mau membelamu ckckck”

“Ish.. kalian memang menyebalkan”

***

“Jadi, masalah tentang saham kalian bagaimana ?” tanya Yunho pada Yoochun saat mereka berlima makan siang di kafe Jaejoong. Yoochun meletakkan gelas kopinya dan memandang Yunho.

“Sudah tak bermasalah lagi, setelah wawancara itu entah kenapa sahamku naik. Aku bersyukur atas itu” ucap Yoochun tersenyum. Yunho mengangguk kecil.

“Emm~~~ kalau begitu kemungkinan gajiku naik 80% kan ?” ucap Changmin, membuat mereka berempat saling memandang.

“Ya! Anak ini. memangnya, gaji sebanyak itu untuk apa ? isteri saja tidak punya, mau minta gaji naik” seru Jaejoong datar.

“Hyeong~~~ aku belum mau ber-I-S-T-R-I-“ serunya cepat. Membuat mereka terkekeh geli.

“Ya sudah, kan tanggunganmu Cuma Ajjushi-Ajjuma Shim. Jadi aku rasa gajimu yang sekarang sangat-sangat cukup. Kecuali kau sudah mempunyai isteri, aku akan menambahkan gajimu” ucap Yoochun bercanda.

“Ya! Bos macam apa kau ini Hyeong. Kalian juga menyebalkan”

***

E.N.D

Wkakakaka.. ni FF macam apa ? aku juga nggak tahuk xD

Emm.. pemberitahuan aja, sepertinya aku akan post ficlet ato drabble milik Yoora kopel ini nggak beraturan. Alias tergantung mood. Jadi kalau misalnya bulan depan atau tahun depan aku tiba-tiba post yang hanimun punya jangan kaget ya.. wkakakaka

 

Setelah aku baca komen-komenn yang kemarin, aku sangat-sangat berterima kasih ^ ___ ^ aku nggak nyangka kalo ada yang bakalan sedih FF ini tamat xD aku juga kangen sih sama Ni Kopel.. secara ini kopel perdana yang aku bkin 😛

 

Dan Sebagai hadian kecil untuk readers aku memberikan FF (nggak jelas) buat ku 🙂 Sekali lagi Terima Kasih ya ^ ^

 

Yang nungguin Broken Married sama Secret In Marriage lagi saya lanjutkan… hehe*nyengir gaje* klo begitu saya pamit undur diri dulu. Wassalam

Regards Vii2Junsu ^_____^

 

 

Iklan

18 thoughts on “Go Publik {ABM Special}

  1. yan-yan berkata:

    Wuahhhh First yah.. (ʃƪ´▽`) ♬..τђäℵκ (∩_∩) ч●ü..♬ yahh dd sdh inbox cc.. Kangen berat ama nih couple.. Keren soalnya.. (•ˆ⌣ˆ•)..

    ♏ªΰ pnya Baby kyk seon Ho donk.. Bisa ngerti org gede ngomong apa.. Apalagi bisa milih bwt membela atau ğªќ membela paman2nya.. ☺◦°◦ƗƗɑƗƗɑ (′▽`) ƗƗɑƗƗɑ◦°◦☺.. ЂåαªåαªiiiΐiiizzzZZ…(>_<!') Lucu hbisss dehh..

    Changminnie kasian bngett sih.. Sdh kena bekas ompolan Seon Ho malah kena fitnah Hyung2nya ℓªğî.. Cк̲̣̣̥cκ̣̝̇ ╮("╯_╰)╭ cк̲̣̣̥Cκ̣̝̇

    Dan Last, Yoochun bnr2 suami impian deh.. ☺◦°◦ƗƗɑƗƗɑ (′▽`) ƗƗɑƗƗɑ◦°◦☺.. Jgn bosen post soal Yoora y dd.. Fighting.. Smoga ada lnjutannya.. ♡☀Å♏!N☀♡

  2. ftunnisa berkata:

    ini bener endin?
    jd pngen pny suami ky yoochun…
    sy tunggu klanjutannya
    bkin ff per one shoot jg gag papa.

  3. evi berkata:

    awesome………………………aq suka banget sama cerpen ini,klo ada lanjutannya email aq ya,cerita ini bagus karena bahasa yang digunakan nggak ngebosenin,aq harap ada kelanjutannya,sukses selalu yaaaaa,^^).oh ya secret in marriage lanjutannya kapan yaa,semoga cepat di pulish.

  4. chu604 berkata:

    hhhuaaa akhirnya istri junsu udah berani nulis adegan kissue #plak … tulisan makin bagus ^^ maaf baru coment soalnya kaka baca lewat hp trus coment komp ._. uchun udah punya anak aja kapan bikinnya ? wkwkwk ayo tantangan dari kaka bisa bikin bagian yoochun sama hyera honeymoon gg ? :p #mesum >.< oa part sepuluh uga bagus meski ada typo dan part sembilan kapan mau di edit ulang ?

    • Vii2junshu_kim berkata:

      wkwkwk.. belom tahu kka, kpn mo di editt… hohoho
      eh.. msa proses bkin dedeknya di ekspose, di amuk sama Uke nya Yoochun nantik*lirik suami sendiri* hahaha
      eh.. itu dia, aku bingung mo hanimun, dimana y bgusnya… aku bingung antara saipan sama pulau bora2.. haha xD

  5. lestrina berkata:

    Ada sequelnya ya, kasihan bgt ya changmin. Cuma dy doang yang msh single, saeng buat ff changmin ya hehehe. Yoochun skrg jd suami yang baik n perhatian sama hyera..
    O y ff broken the married part 8 kpn dipublish, eon dh kangen nieh hehe

  6. lestrina berkata:

    Ada sequelnya ya, kasihan bgt ya changmin. Cuma dy doang yang msh single, saeng buat ff changmin ya hehehe. Yoochun skrg jd suami yang baik n perhatian sama hyera..
    O y ff broken married part 8 kpn dipublish, eon dh kangen nieh hehe

  7. Chori Puspita Sari berkata:

    eon maaf ya baru bisa komen padahal ini udah lama banget di plubishnya 😦
    baru selesai pkl soalnya *curcol*
    aaaaa aku seneng ada pasangan ini lagi keke
    tau-tau anaknya udah lahir aja eon?
    sering-sering buat cerita mereka ya eon *dijitak*

Your Comment become spirit for me ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s