Secret in Marriage Part II

Author : vii2junshu_kim
Cast : Jung Yunho, Kim Nayoung, Lee Donghae, DBSK Member
Genre : Married Life, AU, Romance, Sad

Nayoung Pov

Siang ini aku mencoba untuk mendatangi perushaan pusat yang dimaksud oleh Kim Suyong. Walaupun sebenarnya aku tak terlalu yakin dengan pekerjaan apa yang akan aku peroleh. Tapi aku tak mau membuat keluargaku  curiga, setiap malam yang aku lakukan hanya berjalan dan berjalan. Bukankah jauh lebih baik jika aku mencoba peruntungan untuk bekerja dikantor pusat.

***

Yunho Pov
WT Corp.

Aku masih mengajarkan beberapa cara untuk melakukan hacker pada situs-situs yang dianggap menganggu pada staff baruku. Walaupun perusahaan yang kukelola adalah perusahaan besar tapi aku tak mau mengambil tindakan instan untuk mengajari setiap karyawan baru.

Aku memberikan contoh pada mereka melalui screen yang aku rancang khusus. Seperti bimbingan untuk mereka. aku menjelaskan apa saja yang patut untuk dilakukan, dan bagaimana cara untuk menghentikan akses jaringan disaat mendadak.

Setelah semua materi aku berikan, aku kembali keruanganku. Disana sudah ada playboy kakap bersaudara dan seorang sepupuku dari ibu. Aku tersenyum pada mereka.

“Sibuk sekali sepertinya” Jaejoong memelukku. Dan aku membalasnya.

“Hmm begitulah, sepertinya ada sesuatu yang penting. Sampai kalian datang diwaktu yang sama” gurauku.

Jaejoong terkekeh “Aku mengundangmu diacaraku, lusa aku mengadakan pesta bujang. Kau tahukan aku sebentar lagi menikah” katanya dengan kedipan mata. yah aku tahu. Dan kalau kemari hanya untuk memamerkan aku tidak tertarik.

“Oke aku tahu. Selamat atas pernikahanmu, semoga hidup mu tidak sengsara” kekehku. Mereka semua tergelak

“Yunho-a kalau pandangan hidup mu seperti itu, kapan kau akan menikah ?” sela Lee donghae. Cish. Berani menceramihiku rupanya. Aku memadangnya sinis, dia hanya pura-pura tak paham akan pandanganku.

“Sudahlah, jangan bertengkar lagi. Ah ia, Yunho-a. aku kemari juga ingin mengundangmu diacara pesta pertunangan-ku” kali ini Lee Hyukjae yang berbicara. Pertunangan ? sejak kapan playboy satu ini serius dengan urusan yang sakral. Aku memandanganya tak percaya.

“Orang bisa berubah Yunho” Jaejoong kembali mengingatkan aku.

Hmm.. berubah, tapi aku masih belum ingin mencoba berubah.

“Begitu ? baiklah. Aku akan menghadiri pesta kalian. Aku ingin melihat bagaimana mimik wajah kalian setelah melepas masa lajang kalian” kekehku.

“Ya! Semoga saja istrimu betah didekatmu” rutuk Jaejoong kesal. Aku terkekeh lagi.

***

Nayoung Pov

Diruangan ini aku melihat banyak model baju yang terpampang, ternyata Han Eun-yong adalah manajer pemasaran disini,jadi aku paham betul kenapa baju-baju itu diletakkan disini. mungkin untuk diteliti mana yang akan menjadi produk best seller mereka.

“Selamat siang Nayoung ssi” suara indah itu mengalun di ambang pintu. Dapat kulihat Eun-yong menggunakan blazer hitam. Dia terlihat anggun. Umur nya sekitar akhir 20.

“Selamat siang” ucapku pendek. Lalu membungkuk memberi hormat. Ia duduk diseberangku

“Kepala Pelayanan Suyong telah menghubungi kemarin, dan kau akan aku tempatkan dibagian pemasaran produk, dan pembuatan.nanti ada Hee Ra yang akan membantumu. Dia adalah kepala bagian personalia disini” aku mengangguk. Ternyata dia mengerti maksud dan tujuanku kemari.

“Kau pernah menjahit ?” tanyanya padaku.

Aku mengangguk “Yah, terkadang aku membuat pakaian untuk ibu atau adikku” kataku jujur. Dari kecil aku memang sudah diajarkan untuk bisa menjahit, kalau menjahit mesin dan menentukan pola dasar sebenarnya bibi Kang yang mengajariku.

“Bagus, kau punya bekal dasar.” Aku mengangguk lagi.

“Jadi kapan aku bisa bekerja ?” tanyaku padanya.

“Hari ini kau sudah bisa bekerja kalau kau mau.” aku tersenyum.

“Baiklah, aku akan mulai bekerja hari ini saja” putusku.

Ia memperkenalkan aku dengan Hee Ra, setelah itu aku ditempat dibagian perancangan. Disini aku diperkenalkan bagaimana cara untuk membordir dan memberikan aksen indah pada pakaian.

“Disini, kau  akan dilatih. Karena semua pakaian yang kami hasilkan adalah pakaian yang terbatas. Jika mengutip istilah inggris ‘limited edition’ jadi kami benar-benar menjaga kualitasnya” ujar Hee Ra pada ku. Aku mengangguk. Memandang takjub pada setiap pekerja yang melakukannya dengan sungguh-sungguh.

“Lalu itu adalah bagian Finishing. Biasanya orang-orang lulusan tata busana yang kami perkerjakan. Mereka akan melengkapi bagian-bagian yang rumpang.” Ia menunjuk ke bagian kirinya. Aku jadi mengerti kenapa Shone Boutiqe adalah butik ber-kelas termahal yang sering orang perbincangkan. Ternyata butik ini memang menomer satukan kualitas dan kuantitasnya. Tak heran banyak kaum jet-set yang tergila-gila untuk membeli gaun itu disini.

“Ayo aku tunjukkan dimana tempatmu”

Aku mengikuti langkahnya, lalu berhenti disalah satu ruangan besar, disini aku banyak melihat pekerja-pekerja dengan menggunakan mesin mereka sendiri. Ia memperkenalkan aku pada setiap pekerja disini. kalau dilihat dari wajahnya mereka adalah pekerja yang ramah dan memiliki budi yang baik.

“Meja mu disudut. Kau bisa mencoba untuk memulai pekerjaanmu. Bulan ini tema butik kita adalah Night Gold. Kalau kau kurang paham kau bisa membaca brosur yang yang ada di ujung ruangan. Atau mungkin bertanya pada rekanmu”

“Baiklah, aku paham. Terima kasih Hee Ra ssi” kataku. Ia mengangguk lalu meninggalkan aku disini.

Yunho Pov

Semua pekerjaanku sudah kuselesaikan dengan baik, sekarang adalah waktuku untuk menikmati makan siang. Semoga saja ibuku tidak datang kemari dengan membawa bekal. Dia pikir aku anak sekolah dasar apa. ibu kenapa kau selalu menyebalkan sih.

Aku ingin mengambil kunci mobilku dilaci meja kerja. Namun suara  ibuku –yang sangat aku kenali membuatku berdecak lagi. Sangat menyebalkan.

“Pasti kau ingin makan diluarkan ?” cecar ibuku saat pintu kerjaku terbuka. Aku mendecak.

“Ya-___-‘’ “ jawabku malas.

Ibuku tersenyum mengerikan. “Ibu sudah bawakan kimbab kesukaanmu, makanlah. Ibu tak ingin anak ibu kurus” ibuku langsung membuka bekal yang dibawanya di sofa kerja. Mungkin ibuku adalah tipikal ibu yang sangat—amat—perhatian pada anaknya. Tapi aku malu ibu. Walaupun aku kesal dengan sikap ibuku yang se-enaknya tapi aku tak ingin membuatnya terluka. Cukup 5 tahun lalu aku membuatnya menangis karena kelakukan diriku yang nakal dan membuat muka ayah tercoreng. Dan sekarang aku tak ingin membuat mereka kecewa dan sedih.

Aku beranjak dari duduk ku.

Dan memakan bekal yang dibuatkan olehnya.

***

Nayoung Pov

Aku mulai mengolah bahan yang ada dimeja kerjaku. Membentuk pola dengan kertas putih lalu memberikan payet dan aksen pada beberapa sisi yang memang terlihat kosong. Aku menimbang bahan apa yang bagus untuk baju ini.

Saat aku ingin bertanya pada salah seorang teman baruku. Seorang wanita masuk dengan menggunakan pakaian seragam seperti Hee Ra.

“Jangan lupa, nanti sore kita rapat mengenai mode untuk kelompok kita” aku mengikuti yang lain, mengangguk patuh. Lalu wanita itu menghampiriku.

“Kau anak baru itu ya ?” tanyanya.

“Ya”

Ia nampak menimbang penampilanku, lalu melihat meja kerjaku yang berserakan dengan kertas-kertas hasil coretan tanganku. “Bagus, kau bekerja dengan baik. Jangan hilangkan kepercayaan Suyong padamu” itu tekannya. Matanya lalu mengawasi yang lain memberikan semangat untuk kami lalu meninggalkan ruangan.

Mereka mendesah.

Salah seorang wanita berambut pendek ikal datang menghampiri mejaku “Kau diajak berbicara olehnya ?” ia menatapku tak percaya. Aku mengangguk saja,

“Itu hebat. padahal selama ini wanita itu selalu menyindir pegawai baru” aku tak tahu mesti berkomentar seperti apa. jadi aku hanya memandangnya. “Aku En-Jin. Salam kenal” ia mengulurkan tangannya

Aku balas dengan senyuman “Nayoung, senang berkenalan denganmu. Mohon bimbingannya” kataku lagi

Ia mengangguk

“Heum.. jangan sungkan padaku. kalau kau ada masalah apapun katakan padaku. aku akan siap untuk membantumu” senyumnya merekah sempurna. Menampilkan deretan gigi putihnya. Lalu kami terdiam lagi.

Dan Eun-jin memilih untuk kembali kemeja kerjanya.

Aku masih berkutat, mengenai bahan apa yang cocok dengan gaun malam ini. apa aku harus mencarinya di dunia maya ?

Boleh juga.

Akhirnya aku meminta bantuan Eu-jin untuk yang satu ini.

***

Yunho Pov

Aku menemani ibuku mencari gaun pesta untuk adikku Jihye. Padahal diakan bisa cari sendiri. Kenapa mesti aku dan ibu yang mencari ? terkadang aku heran dengan sikap-sikap wanita. Sesukanya.

“Eung, kita ke butik pusat saja Yunho-a. disana lebih banyak pilihannya” ucap ibuku mengistruksi

“Ibu, kita sudah berkeliling selama 3 jam. Aku lelah. Jadi sebaiknya ibu dengan Jihye saja ya” pujukku sambil menyetir mobil lexus milik keluarga. Karena ibuku paling benci dengan mobil SSC Ultimate Aero punyaku. Dia selalu protes kenapa tempat duduknya hanya 2, kenapa bagasinya kecil, kenapa pintunya aneh. Ayolah ibuku memang sedikit tradisional.

Berbeda dengan ayahku yang selalu mengikuti kemajuan zaman seperti anaknya.

Aku memacu lexus ini kerumah keluarga kami, disana terlihat Jihye sedang asyik dengan tanaman-tanamannya. Aku mengklakson agar ia menghentikan aktivitasnya. Dengan kesal ia membuang selang air. Lalu mendatangi kami.

“Kau yang bawa mobil. Aku lelah” kataku lalu melempar kunci padanya, ia menangkapnya dengan decakan yang yang khas. Bibirnya mengerucut. Lalu berjalan mendekatiku. Berbisik padaku agar ibu tak mengetahui apa yang sedang kami rundingkan

“Aku malas oppa. Kau tahukan sendirikan, kalau sudah mengenai pakaian dan sejenisnya. paling cepat ia akan menghabiskan waktu selama 5 jam.”

Aku tak berkomentar, karena itu aku hanya mengangguk mengikuti ucapannya. Yah aku paham betul dengan sikap Jinhye yang memang lebih suka berdiam diri dirumah, dari pada keluar rumah dan menghabiskan uang orang tuanya.

“Sekali saja, lagipula inikan untukmu juga. kau ingatkan tema untuk 38 tahun pernikahan mereka. salah pilih kau akan habis diomeli” aku mengingatkan nya lagi. Ibuku itu selalu ingin semua rencana nya berjalan dengan mulus. Dan paling tidak suka dengan ketidak serasian. Jadi kalau mau selamat dari omelan dirinya, harus mengikuti apapun keinginannya.

Jihye mendecak, lalu mengangguk. Tanpa mengangganti pakaian rumahnya –kaos putih dengan jeans belel khas—dia masuk kedalam mobil, dimana ibu sudah menunggunya dengan tenang di kursi penumpang. Jihye itu memang adikku yang unik. Tak terlalu memperdulikan penampilan. Yang penting dia nyaman dan senang.

Setelah mobil hitam metalik itu keluar dari pekarangan, aku bersorak gembira. Lepas juga dari celoteh-celoteh ibu. Aku masuk kedalam rumah bercat putih dengan dominasi coklat didalamnya. Pengaturan rumah ini membuat semua orang yang berkunjung menjadi sangat nyaman. Apalagi ayah yang selalu mengatur agar ruangan ini tidak terlihat monoton, dan membosankan. Aku akui, ayah memiliki selera mode yang baik. Tidak seperti Jihye. Yang buruk. aku berani jamin kamar nya berantakan dengan tumpukan buku-buku psikologinya.

Menyapukan pandanganku, menatapi seluruh ruangan. Ah mengesankan, dan tak pernah bosan. Tapi pandangan mataku kali ini tertuju pada sebuah ruangan yang lama sekali tak aku tempati, kamar tidurku.

Cklek…

Semua memori itu terasa kembali membaur dalam ingatanku. Semuanya tanpa terkecualli. Sudut dimana aku pernah mengecup bibirnya, membawanya kedalam dekapanku, lalu kami tertawa, dan semua langsung musnah saat aku menutup kembali kamar tidurku.

Itu adalah alasan kenapa aku tak pernah mau untuk tinggal disini dengan kedua orangtuaku. Karena dirumah ini terlalu banyak kenangan menyakitkan. Dimana dia meninggalkan aku, dimana dia membuat aku selalu memandang hidup dengan perasaan hampa. Kalau aku bilang sudah melupakan dirinya itu memang benar, tapi tetap saja. Sejauh apapun aku melupankannya. Seluruh kenangan itu akan kembali kepermukaan.

Seakan tak ingin terundung dalam masalah kelam itu lagi, aku berbalik menuju dapur. Dimana aku dan Jihye sering memasak, menggunakan dapur bibi Hong. Dan membuat nya seperti kapal pecah. Serakan tepung tercecer kemana-mana, lalu irisan-irisan daun dan bahan-bahan makanan berjatuhan. Kulit telor yang berserakan. Ya Tuhan.

Aku tersenyum lagi.

Disini, dapur dimana aku pernah membuatnya hangus karena aku lupa  mematikan kompornya secara full. Alhasil, jadilah dapur ini seperti ikan panggang yang tak bisa dimakan. Hancur.

“Tuan Muda ?”

Itu suara bibi Hong. Bibi yang selalu membuatkan aku sereal pagi saat masih sekolah. Aku membalikkan tubuhku, melihat dirinyayang semakin menggemuk, dengan celemek biru muda kesukaannya, tanpa terkomando, aku langsung memeluk erat tubuhnya, hangat dan yang pasti berbau aroma masakan.

“Aku merindukan mu, bibi” lirih sekali suaraku terdengar. Ia memeluk-ku erat, lalu terkekeh.

“Sudah besar, kenapa masih seperti ini ?” ia memukul pelan bahuku. Ah bibi Hong memang paling bisa membuat aku tersenyum. Aku teringat saat pertama kali aku masuk sekolah teknologi. Itu karena ayah yang memerintahku, walaupun aku mogok makan sekalipun. Ia tak peduli. Ibu ? ibu hanya bisa menasihatiku. Agar aku menuruti apa perintah ayah.

Dan bibi Hong, adalah orang yang memberikan semangat, tentu saja dengan rayuan masakan daging asap nya yang ter-enak.

“Aku rindu daging asap” bibi Hong tersenyum, lalu merenggangkan pelukan kami.

“Daging asap “ pikirnya dengan senyum jahil, aku mengangguk. Mataku berbinar seperti mendapatkan sesuatu yang baru, dan yang pasti terlangka. Bibi Hong kemudian memeriksa persediaan kulkas. “Sepertinya mereka berpihak padamu” kata bibi Hong dengan mengetuk pintu kulkas. Aku jadi tertawa.

Dan memasak daging asap akan segera dimulai, bibi Hong mengeluarkan beberpa bahan untuk memasak kali ini, seperti daging sapi dalam kemasan, lalu bumbu-bumbu yang diperlukan. Aku membantunya dengan menyiapkan tumisan untuk membuat daging ini terasa lebih nikmat. Ah membayangkannya saja sudah membuatku semakin tergiur.

Bibi Hong memotong daging-daging itu dengan telaten. Bentuknya pipih, dan dipotong persegi, setelah itu aku menyiapkan margarin, bawang bombai yang sudah dicincang, saus tiram, cabe bubuk dan sawi. Setelah itu aku menumis bawang bombai, hingga tercium bau harum. Bibi Hong masih meng-asapin daging-daging segar. Setelah terasa cukup matang aku memasukkan daging asap yang sudah selesai dikerjakan olehnya.

Aku menambahkan kecap asin, saus tiram, lada hitam, kedalamnya agar terasa lebih pedas, setelah selesai. Bibi Hong menambahkan sawi putih didalam. Ah lezat. Semua ini adalah resep bibi Hong. Resep yang membuat aku merindukan masakan dirinya.

Aku duduk manis dimeja makan, bibi Hong menyendokkan daging asap buatan kami kedalam piring putih yang polos, lalu mengambilkan garpu dan pisau. Setelah selesai, beliau memberikannya padaku. hmm.. aromanya menggunggah selera.

“Ini terlihat lezat” kataku dengan kagum. Bibi Hong menepuk punggunggu.

“Makanlah, kau sudah lama tak merasakan masakan bibi kan ?”

Aku memandangnya lalu mengangguk, bersiap menyatap hidangan ini. hmm.. Yummi.

***

Nayoung Pov

Ah selesai juga, hasil karyaku gaun panjang berwarna gold yang aku desain dengan tanganku sendiri, ini adalah pengalaman pertama untukku. Sebelumnya aku belum pernah membuat pola serumit ini, biasanya yang desain hanya baju terusan untuk dirumah. untung saja Eun-ji mau membantuku dalam menentukan pilihan dan memperbaiki polanya.

“Wah, ini gaun yang indah” decak kagu itu berasal dari eun-ji. Aku hanya tersenyum melihatnya. Binar matanya membuat aku menjadi sedikit lega. Hasil karya ku yang pertama tidak terlalu mengecewakan.

“Bagaimana ? apa tidak terlalu banyak memakai payet ya ?” aku bertanya padanya. Menatap dirinya yang sedang mengamati  kertas polaku. Ia menimbang, memikir sejenak.

“Tidak terlalu lah, hanya saja dibagian punggung  terlalu polos, kalau saja diberikan sedikit sentuhan seperti belahan pasti cukup menarik.”

Belahan ?

Aku merasa gaun ini sudah terlalu terbuka. Potongan dada yang cukup rendah menampilkan belahan dadanya. Apa itu tak cukup ?

“Kaum jet-set sangat menyukai mode yang tak banyak bahan” aku terdiam. Tak banyak bahan ?

“Kau bingung ?” ia melihat diriku dengan pandangan yang lucu. “Baiklah, rata-rata kaum jet-set itu cenderung menyukai keseksian psikis, menonjolkan bentuk badan atau apapun yang mereka miliki. Tujuan utamanya hanya menarik eksekutif muda untuk memenuhi kebutuhan tersier mereka.”

Pernyataan ini membuat aku melongo. Mungkin itu strategi  hidup bagi gadis kaya, yang tak mau meninggalkan kemewahan duniawi. Yah hidup itukan berputar jadi apa salahnya mereka memikat kaum pengusaha muda

“Begitu ya ?” ucapku dengan nada datar, eun-ji mengangguk saja

“Nanti akan ada rapat desain, jadi kau bisa memberikan hasilmu ini pada Miss Go. Wanita yang tadi menemui mu” ucap nya eun-ji. Aku hanya mengangguk.

Setelah melakukan perbaikan di beberapa bagian aku kembali merapikan kertas-kertas yang bertamburan dimejaku, dan mengikuti langkah Eun-ji keruang rapat.

Disana membahas tentang tema baru yang akan di luncurkan bulan ini. karena aku masih terbilang baru. Aku hanya mendengarkan dan mencatat hal yang penting saja. Aku melihat keseriusan dan tatapan ambisius dari setiap pekerja disini. namun mereka tetap melakukan semua itu dengan sportif. Setelah pembicaraan itu ditutup Miss Go meminta kami untuk mengumpulkan desain yang kami gambarkan.

Kami menunggu diruang kerja, sambil mencari kegiatan yang berguna. Aku menanyakan beberapa hal yang penting pada Eun-ji, dalam pemilihan bahan baku pakaian, aku sangat kurang, dan juga dalam pemakaian ornamen dalam baju. Aku mencatat hal-hal yang berguna.

Disini, aku harus menggali banyak ilmu, agar nantinya aku bisa berdiri sendiri. Eun-ji masih meneruskan apa yang aku tanyakan, sampai Miss Go datang dan mengumumkan hasil yang akan dibawa kemajelis pengujian.

“Baiklah, setelah saya cermati. Saya akan memilih tiga gaun terbaik dengan analisis dan bahan yang terbaik pula. Pertama Han Jiyon, Park Jin-he, dan Kim Li-Han. Untuk kalian bertiga siapkan bahan itu dalam waktu seminggu, setelah itu kita akan mempersentasikannya di majelis pengujian. Dan jika karya kalian terpilih kalian akan mendapatkan hak dan voucer selama masa tema ini berlaku.” Miss Go keluar dari ruangan, kami bertepuk tangan dan memberikan selamat pada mereka yang hasil karya nya akan di ujikan. Aku tersenyum melihat mereka yang juga berbinar bahagia. Semoga saja aku bisa seperti mereka. aku harus yakin.

“Mereka hebat” ucapku pada Eun-ji. Eun-ji mengangguk.

“Tenang saja, kita juga bisa seperti mereka kok. Kau yakinlah” aku mengangguk saja. Yah kita memang bisa selagi kita mampu. “Ayo pulang, setelah rapat kita boleh pulang” ucap Eun-ji padaku. aku mengangguk, dan meninggalkan ruangan ini. aku mengambil buku sketsa dan pensil warna agar aku bisa mencari rancangan-rancang yang bagus nantinya.

Aku keluar dari ruangan, dan lewat pintu belakang.

Sepertinya akan hujan, melihat cuaca yang tampak mendung, langit mulai menghitam menutupi sore ini yang terasa lebih gelap dari biasanya. Aku meneruskan langkahku. Aku masih melangkah dengan langkah cepat, karena rintik hujan mulai membasahi bumi, jadi sepertinya aku harus mencari tempat berteduh. Aku memilih berdiri disalah satu emperan toko yang sedang tutup, aku berdiri bersama seorang gadis muda yang memakai Jeans belel. Aku hanya tersenyum menyapanya.

Dia juga seperti itu padaku. hanya sapaan ramah tamah pada seseorang. “Chogi” aku menoleh pada wanita yang ada disampingku

Ne~ ?”

“Itu, hasil rancanganmu ?” tanyanya sambil menujuk sketsa gaunku yang agak kusut karena tetesan air hujan. Aku hanya mengangguk

Ne~ tapi belum jadi, masih dalam tahap pengerjaan” kataku dengan senyuman lagi. Wanita itu tampak sangat penasaran dan sangat-sangat ingin tahu.

“Bolehkah aku melihatnya ?” aku mengangguk saja, lalu memberikan kertasku padanya. Ia mengamatinya.

“Eung~ sketsa nya tampak indah, bolehkah aku memakai gaun ini ?”

Aku mengernyit. Maksud dirinya ingin memakai gaun ini bagaimana ? ia tersenyum sebentar lalu memberikan kertas itu padaku.

Annyeong~ Jung Jihye imnida. Aku menyukai sketsa gaunmu, dan aku ingin memakainya minggu ini. apa boleh ?” tanya wanita itu padaku.

Annyeong, Kim Nayoung imnida. Tapi karyaku belum selesai. Bagaimana kau bisa mengatakan menyukainya” ucapku lagi

“Aku menyukainya, karena simpel dibagian pinggang. Tapi menampilkan kesan elegan dibagian punggung. Tanpa kau taruh ornamen atau payet gaun itu akan kelihatan indah” katanya sambil berkedip.

“Tapi ini masih kacau sekali, kau lihatkan. Sangat tak teratur, aku juga belum mencari bahan apa yang cocok untuk membuatnya” kataku lirih. deras hujan makin menggila. Ditambah angin kencang membuat aku dan dia melindungi diri dengan apapun yang kami miliki.

Dia tersenyum “Aku akan membantumu untuk mencari bahan yang bagus. Jadi bagaimana apakah kau mau memberikan gaun itu untuk kupakai ?” ucapnya padaku.

Aku berpikir sejenak. Menurutku gaun ini memang terlihat pas ditubuhnya. Karena didirinya ada aura keberanian yang jarang dimiliki oleh wanita lainnya. Aku hanya mengangguk saja.

Great. Ini nomor ponselku, besok siang kita akan bertemu di cafe ujung jalan sana. Aku tunggu ya”

Aku hanya mengangguk, Jihye pergi setelah melambaikan tangannya. Menembus deras hujan. Aku mendesah pelan, semoga saja dia suka dengan gaun ini.

***

Author Pov

Jung House

Jinhye dan ibunya masuk kedalam rumah megah bercat putih. Tak lama setelah itu ibunya masih berkomentar tentang gaun yang dia pesan. Yunho yang melihat pertengkaran antara ibu dan anak hanya diam. Menyaksikan bagaimana sikap Jihye yang terkesan tak acuh.

“Ibu, serahkan masalah itu padaku. oke. aku bisa kok memilih gaun yang pas untuk pesta ibu, dan lebih baik ibu mengurus oppa yang belum menikah. Aku dengar minggu ini Jaejoong oppa akan mengadakan pesta bujang” Jinhye meninggalkan  ibunya diruang tamu, dan masuk kedalam rumahnya. Yunho tersenyum kecil

“Ibu sudahlah, dia sudah besar” Yunho memeluk ibunya dari belakang

“Kalian memang sudah besar, tapi tetap tidak bisa memilih. Ah ia, kapan kau akan menikah ?” tanya ibunya langsung. Yunho terdiam.

“Menikah? Nanti saja ibu, aku masih terlalu sibuk dengan urusan kerjaan” ucap Yunho lalu mengecup pipi ibunya.

“Selalu begitu. Pekerjaan dan pekerjaan.. kalau begitu kau jadi pengangguran saja, biar ibu cepat dapat menantu dan cucu” sungut ibunya.

Yunho tersenyum “Ibu. Sudahlah aku harus pulang, nanti kalau sudah ada calon, aku akan membawanya kemari” Yunho lalu meninggalkan rumahnya.

Ibunya tak banyak berkomentar, hanya mengiyakan ucapan puteranya. Lalu menyibukkan dirinya dengan hal-hal yang ada didepannya, seperti majalah atau ponsel smartphone terbarunya. Nyonya Jung terdiam sejenak, ketika melihat deretan gosip terbaru yang didapatnya melalui jaringan internet lewat ponselnya.

‘Im Ji Eun Akan segera menikah tahun ini’

Nyonya Jung agak tersentak, melihat berita itu disana. “Wah, ternyata dia sudah mendapatkan pria baru lagi” gumanya, lalu membuka link berita tersebut.dirinya membaca dengan seksama setiap deret tulisan yang ada. “Sekarang dia menggaet pengusaha berlian. Memang perempuan licik” pikir Nyonya Jung kesal. Nyonya Jung menghembuskan napasnya pelan, lalu menoleh keatas, melihat kamar puterinya yang terdengar agar berisik.

“Jihye-a” Nyonya Jung masuk kedalam kamar Jinhye. Sibungsu itu hanya duduk didepan layar komputer mengerjakan tugas akhirnya. Sembari menghidupkan sebuah lagu yang cukup memekakkan telinga.

Jinhye mematikan DVD nya yang sedang menyetel musik.

“Ada apa ibu ?” tanya Jinhye menatap ibunya yang duduk dipinggir ranjang.

“Itu, kau punya calon tidak untuk kakakmu ?” tanya ibunya. Jinhye terdiam sejenak, lalu menggeleng.

“Percuma saja ibu. Seperti tidak tahu kakak. Ibu tenang saja, pasti dia akan menikah kok. Dia hanya belum menemukan wanita yang pas. Oke ibu, jangan dipikirkan, nanti uban ibu tambah banyak” gurau Jinhye.

“Masalahnya bukan begitu Jinhye. Masa perempuan itu mencuri start dari kita. Dia bahkan akan menikah tahun ini, kalau tidak salah bulan november ini. menjekelkan” keluh ibunya kesal. Jihye tersenyum pelan. Lalu bangkit dari duduknya.

“Ibu.. sudahlah jangan dipikirkan wanita itu. aku yakin suatu saat Tuhan akan menghukumnya. Setimpal dengan apa yang ia tanam ibu” ucap Jinhye lalu mengelus bahu ibunya. Nyonya Jung hanya mengangguk pasrah, lalu memandang ibunya.

“Semoga saja. ibu hanya kesal melihat dia mempermainkan putera ibu” keluhnya lagi

“Aku juga. tapi itulah jalan terbaiknya ibu. Kakak bisa mencari wanita yang jauh lebih baik dari wanita tak tahu malu itu” ucap Jihye lalu memeluk ibunya. Nyonya Jung tersenyum manis. Lalu balas memeluk puteri bungsunya

***

Nayoung House

Wanita itu masih berkutat menyelesaikan desainnya. Memilah bahan apa yang cocok untuk bajunya. Pintu kamar nya terbuka dan ibunya muncul.

“Ah ibu, ada apa ?” tanya Nayoung tersenyum.

“Kau, kau dipecat ya dari pekerjaanmu ?” tanya ibunya parau

“Ia bu, maafkan aku, aku tidak  memberitahumu. Tapi, aku sudah mendapatkan pekerjaan baru” Ucap Nayoung pelan. Ia beranjak dari tempatnya duduk, dan membimbing ibunya untuk duduk disampingnya—dipinggiran futon miliknya. Nayoung tersenyum, lalu memberikan secarik kertas yang barusaja dikerjakannya.

“Lihat. Ini adalah karya keduaku, dan akan ada yang memakainya” bisik Nayoung pelan, senyumnya mengembang indah. Ibunya hanya tersenyum kecil. Lalu memegang pelan tangan puterinya.

“Nak, kau bekerja sebagai penjahit ?” tanya ibunya kecil

Nayoung mengangguk “Iya, untuk sementara ini bu. Lagipula, gaji yang ditawarkan lumayan. Ibu tenang saja, semua orang disana ramah dan saling membatu” ucap Nayoung. Wanita paruh baya itu hanya mengangguk.

“Baiklah, ibu serahkan semuanya padamu nak” wanita itu  mengelus pelan rambut puterinya. Nayoung tersenyum kecil.

“Baiklah, ini sudah larut, lebih baik ibu tidur. Jung In sudah tidurkan ?” tanya Nayoung. Nyonya Kim hanya mengangguk pelan, lalu beranjak dari tempatnya dan meninggalkan puterinya yang masih bekerja dengan sketsa.

***

Jihye duduk didekat jendela sembari membaca novel romace kesukaannya. Dirinya menunggu kedatangan Nayoung. Ia menyesap sedikit teh hijaunya, matanya menilik beberapa pengunjung yang datang ke kafe milik keluarga Park ini.

Jihye perlahan melirik jam tangannya, lalu memandang keluar jendela. Tak lama sosok yang ia tunggu datang juga, Jinhye melambaikan tangannya pada Nayoung.

“Maaf membuatmu menunggu” ucap Nayoung pelan.

Jihye mengangguk “Tak apa, kau mau pesan apa ?” tanya Jihye lagi.

“Kopi hangat saja” ucapnya pelan. Jinhye mengangguk, lalu memanggil pelayan dan memesan kopi untuk Nayoung.

“Bagaimana, apa kau sudah menyelesaikan steksa itu ?” tanya Jihye tak sabaran. Nayoung tersenyum kecil, lalu mengeluarkan secarik kertas dari dalam tas lusuhnya.

“Lihatlah” ucapnya lalu memberikan kertas itu pada Jihye. Jihye memandang nya dengan tatapan kagum.

“Bagus, bagaimana kalau kita mencari bahan untuk baju itu siang ini” tawar Jinhye.

“Maaf, tapi aku harus bekerja. Dan aku pulang hingga larut malam. Karena hari ini akan ada lembur” ucapnya pelan.

Jihye berpikir sebentar “Kalau begitu, nanti malam saja aku menjemputmu. Kau bekerja dimana ?” tanya Jihye

“Aku bekerja di butik seberang jalan sana” tunjuk Nayoung. Jihye mengangguk lagi

“Oh, di Shone Boutique. Baiklah nanti malam aku jemput”

***

WT Corp.

Yunho menatap layar komputernya dengan tatapan datar. Tanpa ekspresi dan terkesan dingin. “Dia membuat sensasi lagi” ucap Yunho kecil. Yunho menghela napasnya kembali. Dan bersiap untuk mengerjakan tugas-tugas kantornya yang menumpuk.

Tak lama ponselnya berdering

“Ya ?”

“Sepertinya tahun ini banyak yang menikah ya” ejek pria itu sambil terkekeh. Yunho menghela napasnya pelan

“Katakan tujuanmu sekarang, atau aku putuskan” ucap Yunho mengancam. Lelaki itu—Lee Donghae—terkekeh pelan.

“Oke.. Eng.. aku punya penawaran bagus untukmu” ucap Donghae memancing

“Katakan” perintahnya tegas

Donghae menghela napasnya pelan “Baiklah, kau dan aku. bagaimana kalau kita juga menikah ?” tawarnya. Yunho terkekeh

“Im not gay” ucapnya

“Bodoh. Siapa yang mau mengajak menikah. Aku juga normal. Maksudku kita membuat kompetisi. Siapa yang menikah duluan, dia akan mendapatkan apa yang dia mau. aku menginginkan saham City Mall, 20% saja” ucap Donghae santai.

Yunho terdiam. Malas menanggapi ucapan Donghae yang terkesan mustahil dan mencari perkara. “Aku sama sekali tak tertarik” ucapnya dingin

“Oh, ayolah. Ini kesempatanmu untuk mendapatkan saham L Corp. bagaimana ?” rayunya

“Kan sudah aku katakan aku tak tertarik”

“Ck.. aku tahu kau takut kalah dariku. ayolah jangan jadi pengecut”

“Bukan itu, pernikahan bukan untuk mainan Tuan Lee. Sudah ya, aku sibuk” tolak Yunho halus. Namun bukan Donghae namanya jika dia tidak bisa membujuk Yunho.

“Terimalah, rentang waktunya cukup memungkinkan kok. Sampai akhir tahun ini. bagaimana ?”

Yunho menghela napasnya pelan. Lalu tersenyum “Baiklah, tidak ada pernikahan kontrak, tidak ada skenario antara kau dan calon istrimu, dan satu lagi. mantan pacarmu tidak boleh menjadi istrimu. Bagaimana ?” tambah Yunho lagi.

“Baik, aku terima”

TBC….

 

Hohooooooooooooooooooooooooooooooooooo…………….

Saya enggak tahu ini udah ngaret dari jaman kapan… dan ternayata mereka belom ketemu nii readers.. aku juga bingung kapan mereka ketemu nya.. kemungkinan ceritanya bakalan sedikit melenceng dari teaser… ^ ^

                                                         

Semogaa suka ya PART II ini, dan nggak mengecewakan seperti ABM.. 😦
dan masalah ABM sengaja aku proteksi, karena mau aku perbaiki.. hihi,,, 🙂

Ditunggu kritik dan sarannya 🙂 Terima Kasih

Iklan

37 thoughts on “Secret in Marriage Part II

  1. rinrin berkata:

    chingu aku baru baca yang ini tapi yg pertama belum.. kayaknya rame deh lebih misterius dari si yoochun.. jangan bilang abm mengecewakan dong. aku selalu nungguin abm hehe…

  2. qoyah cassie berkata:

    Annyeong !!
    reader pling crewet dtang !!
    wkwk..
    yunpa kpn ktemu nayoung nya ??
    yunpa jd cwo stia a disni ??wkwkk., huft.. nampyeon ku emg slalu stia !apa ni?*ngelantur
    gomawo udh dlnjut eonn, aq kira bkln g dlnjut eh trnya dlnjut 😀
    Yg ff minnie itu dlnjut jg dong eon*BykTuntutan
    ABM g mengecewakan kok 😀
    Sdih dech aq yg author nya sndri mlh blg bgtu-_-
    ydh sekian dulu,.kkkekke

  3. yan-yan berkata:

    Hmmm.. Kok blm ketemu2 sih Yunho ama NaYoungnya.. Pdhal ngarep bnget mereka ketemu.. Huff, blm brntung.. Cpat2 y thor next chapnya.. Skaligus yang Broken Married juga.. Hhahaha mian bnyak mintanya..

  4. ayuna berkata:

    kya~, Vii ini aku hampir aja lupa cerita awalnya gmn.. kekeke~
    wah, penasaran ni gmn nnti Nayoung ma Yunho ktmu.. lewat Jihye kah? *sok tahu* XD
    Ya udah Vii, lanjut ya? jgan kelamaan… X)

  5. chemistryrain berkata:

    D tunggu part 3 nya,,,
    mereka ketemu secepatnya trus nikah,,, suka ma p’syaratan yunho gk pake kontrak2an,,, tp tetep aja judulnya taruhan,,, tp ntar kalo mslnya yunho jd ma nayoung,, nayoungnya bakal tau kagak tach???
    Hmmm penasaran mampus ne,,,
    d tunggu selalu…

  6. Shamusuki berkata:

    Ya ampun, ibunya yunho care amat. Ga kebayang orang kantoran dibawain bekel sama ibunya. Hahahaha jadi inget masa-masa SD dulu…

    Jadi nebak-nebak kira-kira Nayoung sama Yunho ketemu dimana? Hohohoho

  7. minkijaeteuk berkata:

    akhir y taruhan y dimulai juga,,,,q dah ngak sabar kapan Nayoung n yunho y ketemuan n berinteraksi,,, sama adik y yunho udah…
    yunho temen2 y pada nikah semua,,,, n terbyata percintaan yunho ngak baik dulu y….

  8. minkijaeteuk berkata:

    akhir y taruhan y dimulai juga,,,,q dah ngak sabar kapan Nayoung n yunho y ketemuan n berinteraksi,,, sama adik y yunho udah…
    yunho temen2 y pada nikah semua,,,, n ternyata percintaan yunho ngak baik dulu y….

  9. dian berkata:

    hai author salam kenal aku baru di blog ini. aku udah baca teasernya dan aku jadi penasaran sama ff ini 😀 soalnya aku suka ff tentang pernikahan gitu, jadi aku mau lanjutin bacanya 🙂

  10. kyuwonhae's wife berkata:

    astgaa 😀 saking pengen y Donghae oppa nyuruh Yunho nikah pke acara taruhan segala 😀
    lanjuuttt

  11. g.elf@zOld berkata:

    😀

    hwahahaha ohh Tn muda Jung.. ibumu lucu kkkkk 😉

    nahh nahh heroooo punya quuuuwwwwww.. mwehehehehe
    bgus.. smakin pnasaran sama lnjutannya 🙂

  12. karina berkata:

    belum ktemi juga nih dua sejoli nya hehe
    pebasaran ktemu nya gmana jd aku lngsung k next aja yaaah 🙂

  13. marina berkata:

    annyong ak reader bru,bleh bca ff ny kan,,ak jrang skali bca ff ttg dbsk,kbnyakan crta ny yaoi..tp unk kali ini crta ny bgus..ak ska krkter yunho oppa d sni,cool dan gk bnyak ngmong..

  14. skaski berkata:

    Hemmm q suka karakter Nayoung yg sederhana g kyk wanita2 yg ditemuin donghae oppa….so, q yakun yunho bakal suka klo ktmu m dy….keep writing….

  15. kwonyunhee berkata:

    Hihihiii, keren eon. Suka deh pokoknyaaaa,
    Tpi jgn sakiti yunho oppa y eon, hae oppa aja, biar nggak playboy lgi kekeeee

Your Comment become spirit for me ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s