scandal (I’m not a pedophile)

Silahkan dibaca. Jangan lupa Komen dan Like nya  ^ ^
Karena itu membantu aku untuk semangat dalam menulis… 🙂
Arigatou

Cast :

Dylan Lee
Janice Jung
Katrin Hwang
Alan Kwon

Sukses itu kepuasan hati, bukan diukur dari apa yang kau dapatkan. Pria itu tampak menimang beberapa kertas skrip drama. Wajahnya yang tampan tampak kusam dan agak layu, mata nya juga memancarkan kelelahan. Semua jadwalnya padat, sebagai seorang publik figur, dirinya memang harus merasakan lelah dan kurang tidur.

Setelah meletakkan semua skrip, Dylan Lee memilih untuk beranjak dari sofa dan menenggelamkan dirinya diranjang empuk ber-cover hitam putih miliknya. Matanya sukses mengatup setelah kelelahan dengan jadwal hari ini. semua terasa tenang dan sunyi.

“Dylan, kau harus baca ini” teriak manajer nya dengan panik, Dylan yang baru saja mengatupkan matanya, kini harus berdecak kesal karena terganggu. Dylan enggan merubah posisi tidur terlentangnya dengan duduk. Dirinya memilih menunggu sang manajer untuk menghampirinya dikamar.

“lihat ini, lihat” seru manajernya panik. Dylan beranjak dari posisinya—memilih untuk duduk— menatap majalah yang dipegang oleh manajernya. Lalu membaca tulisan yang dicetak dengan huruf tebal dan terletak disampul majalah. Lengkap dengan foto dirinya bersama seorang wanita. Dylan berdecak, lalu memandang manajernya sebal.

“sudah, lalu ?” tanya Dylan malas. Joe nama sang manajer, matanya hampir keluar karena melihat kelakuan anak asuhnya, rasanya dirinya ingin menggelamkan Dylan disalah satu samudra paling dalam.

“kau tahu, apa artinya skandal murahan ini ?” pekiknya dengan garang, Dylan diam. Memandang Joe dengan tatapan malas.

“kau sudah terikat kontrak dengan pihak manajemen, dan sekarang kau membuat skandal dengan artis tidak jelas. Kalau kau membuat skandal dengan artis seperti Jessica Dominiq tidak masalah, ini dengan wanita murahan” keluh Joe dengan lebar. Dylan tampak sebal, kentara sekali dengan mukanya yang sudah memancarkan aura aneh. Apalagi Joe memanggil wanita yang bersamanya dengan sebutan murahan. Dylan tampak berang.

“kau menyebutnya murahan ?” tukas Dylan dengan nada yang sinis. Joe menelan ludah, merutuki ucapannya. Dylan adalah orang yang tak bisa mengendalikan emosinya. Kalau begini salah satu cara agar mereka tak bertengkar hebat adalah meredakan emosi, Dylan.

“oke maaf, aku tak tahu apa hubunganmu dengannya. Tapi harusnya kau menjaga sikap. Kau sudah dewasa Dylan, bukan anak remaja labil yang seenaknya main dengan perempuan seperti ini” Joe menunjuk gambar wanita yang memeluk Dylan.  “bersikaplah sebagai seorang entertain yang baik. jangan seperti ini, kalau kau masih seperti ini. kau tahu apa yang mereka katakan tentang image mu” Joe menghela nafasnya sebentar, lalu melanjutkan ceramahnya “murahan. Hanya itu. bukan wanita saja yang murahan. Tapi pria juga bisa dikatakan murahan. Jadi jaga sikapmu, berprilakulah sebagai seorang entertain yang lahir dari keluarga bangsawan” ucap nya.

Dylan berpikir sejenak. Memang apa yang dikatakan oleh Joe benar, dirinya memang harus bersikap lebih baik dari ini, berhenti bersikap berfoya-foya dan bermain dengan wanita manapun. Ayolah Dylan. Semangat Dylan pada dirinya sendiri.

“baik, akan aku lakukan. Tapi, bisakah kau keluar ? aku capek. Dan aku butuh tidur sekarang” ucap Dylan dengan penuh penekanan. Joe tampak tersenyum.

“oke. tidurlah. Setelah itu jadwal padat menantimu”

***

Jam ketiga sudah dimulai sejak beberapa menit yang lalu, namun kelas ini masih tampak ramai dan berantakan. Beberapa guru sudah mulai menegur seluruh penghuni kelas ini, namun tetap saja tak ada perubahan yang ada hanyalah siulan dan cemooh dari murid-murid kelas ini.

Disudut kelas, seorang gadis tengah tertidur dengan menelungkupkan kepalanya di atas meja, dan tangannya digunakan untuk bantalan. Dirinya tak tampak terganggu oleh aktivitas seluruh penghuni kelas. Malah dia terlihat sangat nyenyak

“anak itu, apa kerjanya hanya tidur ?” gumam Katrin, dirinya beranjak dari tempat duduk berniat untuk menggebrak meja milik Janice Jung.

Brak…

Sontak seluruh siswa melihat kearahnya, dengan cengiran khasnya Katrin tersenyum. Membuat mereka melakukan aktivitas yang tertunda. Katrin tampak berang, sudah sekeras ini kenapa dia belum bangun. Satu cara untuk membuat wanita pencinta ini tidur. Yaitu dengan

Menjewer telingannya.

“aa…. sakit Kat” erangnya dengan mengaduh. Katrin tampak tersenyum puas, lalu memandang Janice dengan tatapan tajam

“berhenti merengek Jane. Sekarang waktunya kau belajar. Kau tidak malu pada pangeran sempurnamu. Huh ?” teriaknya pada Janice. Janice tampak merenggut, lalu mengangguk

“oke, lepaskan telingaku dulu. Sakit” pintanya. Katrin mengangguk, lalu melepaskan tangannya, membiarkan Janice mengelus telinganya, lalu mengambil buka paket dan alat tulisnya.

“ayo, kita belajar dimana ?” tanya Janice pada Katrin.

“engg.. bagaimana kalau diperpustakaan saja ? disini terlalu ramai”

“baiklah”

Katrin dan Janice meninggalkan kelas mereka, berjalan menyusuri koridor dan  naik kelantai tiga, karena perpustakaan mereka terletak disana. Tepatnya di ujung koridor.

Dan disinilah mereka berdua, mengerjakan tugas sekolah. Dan membahasnya, Katrin adalah murid yang menonjol diantara penguhi kelas dua-B, dan Janice adalah murid paling diincar oleh seluruh sekolah. Bukan karena dia cantik atau pintar, tapi karena ayah Janice adalah seorang dokter kecantikan dan seorang bedah plastik. Membuat dirinya banyak diincar oleh gadis-gadi yang ingin menjadi cantik dalam sekejap.

Terkadang itu membuat Janice muak. Belum lagi, teman-temannya kadang merecokinya dengan pertanyaan tentang, apakah artis ini operasi plastik ditempatmu ? dan sederet pertanyaan tak bermutu.

“ah selesai” ucap Janice dengan senyuman. Katrin tersenyum melihat Janice yang tampak ceria. Biasanya gadis itu tampak lesu dan kusut, hal itu disebabkan oleh teman-teman wanitanya yang sering menanyakan tentang operasi plastik.

“bagaimana kabar ayahmu ?” tanya Katrin

Janice menutup buku tulisnya, dan memasukkan pensilnya. Lalu menatap Katrin yang juga tengah menatapnya “baik, akhir-akhir ini banyak pasien. Ada yang melakukan operasi dan konseling. Seperti biasa” ucap Janice

Katrin hanya mengangguk

“aku heran, kenapa wanita sering tidak srek dengan apa yang dimilikinya. Padahal menurutku porsi yang diberikan Tuhan pada mereka itu sudah cukup, kenapa harus dirubah lagi ya ?” tanya Janice

Katrin tersenyum. “kau berpikir seperti itu karena kau memiliki wajah yang manis, hidungmu mancung, dan matamu tidak terlalu sipit seperti kebanyakan wanita disini. coba saja kau bayangkan bagaimana jika kau seperti Relita Go. Aku yakin kau akan melakukan hal yang sama” komentarnya. Janice menerawang langit yang tergambar jelas dibalik jendela putih ruang perpustakaan.

“mungkin, ah ia. kapan kau akan kerumahku lagi ? aku kesepian. Ayah selalu pulang malam, dan kakakku selalu menginap dirumah temannya. Alasannya karena tugas kuliah, menyebalkan bukan ?” ucap Janice.

“baiklah, mungkin sabtu ini aku akan menginap dirumahmu. Karena, ayah tiriku sudah kembali dari Busan” Janice mengangguk

“oke akan aku tunggu”

TBC OR END

Annyeong… aku balik lagi
sebenarnya aku bingung, ini disebut fanfic atau cerita Fantasi ya…
berhubung, ABM segera di tamatkan. Jadi aku datang membawa cerita baru.

Ini dia…

Gimana ??

Temanya masih tentang CINTA. walupun nggak punya pengalaman cinta, tapi masih bisa dibanyangin dikitla…

aku binguung, ini main castnya siapa yang pantess..
Dylan itu sosok yang (maaf) agak mesum, tapi matanya tajam, orang nya agak tempramen, dan posturnya Tinggi, sebagai artis dia tu cakep, satu lagi mukanya agak-agak bengislaa eh bad Boy gthu*authornya sarap*

summary
“Dylan Lee aktor dan penyanyi yang kini tengah naik daun, harus bertanggung jawab atas perbuatannya pada janice—anak sekolahan—. Lalu apa yang terjadi jika media tahu jika Dylan melakukan pelecehan pada anak dibawah umur ?”

Huwee…..

otthe ??? Komennnnn yaaa…
soalnya kalau enggak ada yang komen, aku nggak janji bakalan nerusin ni cerita..
arigatou..
n pay pay…

Iklan

7 thoughts on “scandal (I’m not a pedophile)

  1. qoyah cassie berkata:

    Ya ampun pke sgala bilang ABM mau ditamatin-_-
    hhaha, emmm..itu tkohx bner ada atau ga??biar aq bisa byangin..hhe.. trus tuch beda umurx brp thun smpe jdulx pedopil ???hhe..penasaran nie eonn !!!hhaha..lanjut !!!

    • Vii2junshu_kim berkata:

      wkwkwkwk…
      huabiiisss…

      kan tinggal dua atau satu chapter lagi 😛

      ini lagi aku cari tokohnya..
      kira2 siapa yang pantas ya, jdi sosok Dylan Lee ??
      papah cocok ga ?? eh tapi papah kan ga yadong*plak*

      bedanyaa…
      engg.. sembilan tahunan laa..
      eooh…
      akuu mauu carii pria kemana lagi ni yaya ???
      kepala ku cuma ada member DBSK duang 😀

Your Comment become spirit for me ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s