FF Always Be Mine {09}

Author :  Vii2junshu_kim

Cast :

Park Yoochun

Kwon Hyera

Park Yoohwan

Lee Jangwoo

DBSK Member

Genre : Married Life,Romance, AU,Sad, Friendship.

Leght : on going(Chapter)

Warniing TYPO bertebaran…*nyengiir*

 

Author’s Pov

Kyunghe Univ.
10. 00 AM

“apa yang kau lakukan jika Jangwoo datang dan melamarmu ?” ucapan Chaemi membuat Hyera tersentak, dan memandang sahabatnya dengan datar.

“apa maksudmu ?”

“Lee Jangwoo. Dia kembali”.

“maksudmu bagaimana sih ? aku tidak mengerti” ucap Hyera dengan tenang, lalu membaca bukunya kembali. Chaemi mendecak geram.

“ayo, kita kelapangan dan kau lihat sendiri” Chaemi menarik lengan Hyera dengan geram, Hyera mengikutinya dengan langkah tertatih, kakinya tak bisa bergerak banyak untuk saat ini. apalagi berlari.

“itu” tunjuk chaemi. Hyera mengikuti jari telunjuk Chaemi.  Matanya membulat sempurnya, bibirnya bahkan tak bisa terkatup dengan baik, decakan kagum pun meluncur dengan indah dari bibirnya. Di lapangan olah raga, lelaki itu – lee Jangwoo tengah membuat keonaran dengan memasang spaduk “MENIKAH-LAH DENGANKU  KWON HYERA” lengkap dengan photo Hyera yang terpampang indah dibagian kiri spanduk. Hyera memijit pelipisnya, kepalanya menadadak pusing melihat pertujukan konyol yang dilakukan Jang woo. Senior yang pernah menolaknya, dan sekarang senior itu datang padanya untuk mangajaknya menikah. Ya Tuhan.

“apa aku bilang” lirih Chaemin

“ini gila. Bukankah dia sudah tahu aku telah menikah ?” ceracau Hyera dengan gemas. Chaemi mengangkat bahu “molla(tidak tahu)” ucapnya acuh.

“temani aku” Hyera langsung menarik tangan Chaemi untuk menemaninya menemui Jang woo. Jang woo menatap Hyera dengan pandangan kagum, senyumnya terus mengembang mellihat Hyera mendekatinya. Instrumen marching Band itu berhenti sempurna saat Hyera berdiri ditengah lapangan dengan Jangwoo. Hyera mendecak “kau gila sunbae ?” pekik Hyera dengan nada yang sama sekali tidak berniat baik.

Jang woo mengangguk “aku gila karena aku jatuh cinta padamu” rayunya. Hyera mendecak

“dan aku gila karena sikap mu sunbae” lirih Hyera, ia memandang Jang woo,kali ini tatapannya lebih lembut “bisakah kita berbicara empat mata ? dan bisakah kau membubarkan pertunjukan mu ini ?” tanya Hyera. Jang woo tersenyum dan mengangguk. Ia memberikan kode pada mayored dan beberapa orang yang memegang spanduk.

Jang woo mengikuti langkah Hyera untuk meninggalkan lapangan olah raga dan menuju kesebuah taman dekat kampusnya. Disana mereka duduk, Jang woo menatap Hyera dengan berbinar.

“kenapa kau melakukan ini?” tanya Hyera lirih.

Jang woo tersenyum “karena aku mencitaimu, Hye-a. maaf aku tak pernah menyadari nya dulu. Aku tahu aku terlambat mengatakan ini. tapi lebih baik aku terlambat bukan, dari pada tak jujur padamu” ucap Jang woo dengan senyum yang merekah. Ia memberanikan diri mengamit tangan Hyera. namun Hyera segera menghindar.

“maaf Sunbae, aku rasa sunbae sudah tahu bahwa aku sudah menikah” Hyera menunjukkan cincin putih bertahta berlian pada Jang woo. Jang woo mendengus melihatnya. Membuang mukanya kearah lain. Ia mencoba menetralisir perasaannya. “aku rasa sunbae tahu apa yang harus sunbae lakukan.”

“oh ya ?” tantang jang woo. “aku tahu kau memang sudah menikah dengan pengusaha park itu, aku juga tahu kalian berdua dijodohkan. Tapi apakah kau tahu kalau dia benar-benar mencitaimu atau tidak ?”

Pertanyaan itu sama sekali tak pernah Hyera pikirkan. Hyera masih terdiam dan menatap Jang woo dengan tajam. “apa maksudmu ?”

“cish, aku kira kau cukup pintar Hye-a. kau tahu apa maksudku. Kau tahu kan lelaki bagaimana sikapnya,  kalau ia  sudah mendapatkan apa yang dia mau, maka ia akan meninggalkannya. Seperti permen karet, yang habis manisnya, maka sepat nya akan dibuang” Jang woo menatap Hyera balik. Matanya kini memancarkan remehan yang membuat Hyera muak.

Hyera menghela nafas “aku tak ingin berdebat dengan mu sunbae, aku pulang dulu” Hyera beranjak dari duduknya.

“melihatmu seperti ini, aku jadi yakin pernikahanmu tidak baik-baik saja”

Hyera memandang tajam sunbaenya. “benarkan ? aku rasa dia bukan pilihan yang cocok. Lelaki seperti suamimu adalah tipikal lelaki yang gila kerja, tak pernah menyatakan cinta, tak pernah bersikap romantis, benar tidak ?”

Hyera tersenyum meremehkan. “terima kasih atas perhatianmu terhadap rumah tangga ku sunbae. Tapi aku harap perhatianmu sampai disini saja, karena itu bukan lah hak mu. Permisi”

Hyera melangkahkan kakinya dengan kesal, langkahnya meng-hentak. Jujur ia kesal, apa yang dikatakan oleh sunbaenya itu ada benarnya. Dia memang lelaki yang gila kerja, tak pernah romantis, kecuali saat Hyera marah dulu.

Pikirannya sekarang kacau.

 

Park Interior Corp
11.00 AM

Yoochun Pov

Yoochun memberanikan dirinya untuk mengatakan ini pada ayahnya. Mau tidak mau ia memang harus melakukan ini. ia bersiap didepan pintu kaca hitam penutup ruangan ini. dengan perasaan yang campur aduk ia mengetuk dan memutar knop pintu.

“selamat siang Presedir” ucap Yoochun pada ayahnya, Tuan Park meng-angkat kepalanya. Melihat siapa yang menghadap. Sedikit tak percaya ternyata itu adalah putra sulungnya. Padahal Yoochun paling tidak  suka menghadap padanya, kecuali dia yang memanggil. Tapi kenapa siang ini Yoochun sendiri yang menghadap nya ?

Yoochun menghela nafasnya untuk mengatur degupan jantungnya yang semakin menggila. Ini kali pertama dirinya menghadap ayahnya—Presedir Park—tanpa di panggil.

“ada apa ?” kesunyian itu terpecah kala Tuan Park berbicara. Yoochun mendongak menatap ayahnya tanpa duduk.

“aku ingin membicarakan masalah cabang di osaka”

Tuan Park mengernyit. “kalau begitu duduk lah” ajak Tuan Park. Yoochun duduk tanpa mengeluarkan protes. Ia menarik kursi didepan ayahnya lalu duduk dengan tenang. Setelah cukup lama terdiam Yoochun membuka suara nya

“masalah cabang di Osaka, bisakah saya digantikan ?”

Pernyataan itu membuat Tuan Park kaget. Sejak kapan seorang Park Yoochun minta digantikan ?. sedikit ia mengulum senyum, lalu menguasai keadaan. Ia teringat akan titah Yoohwan.

“tidak bisa, karena itu sudah keputusan final pihak direksi.”

“tapi, siapa yang akan menggantikan tugasku selama aku ke Osaka ?” Yoochun menatap mata ayahnya. Jika dulu tatapan itu membunuh kini tatapan mata itu terasa lebih teduh dan mengkilau.

“untuk sementara ini Yoohwan yang mengurusnya, sebelum ia benar-benar kembali ke Virginia.”

Yoochun mendesah.

“baiklah kalau begitu”
Kyunghe University
12.00 AM

 Hyera Pov

 

Perkataan Jang woo sunbae terus terngiang dikepalaku, pernyataan cinta, sikap romantis ? yah selama ini memang tak pernah dikatakannya untukku, tapi menurutku apakah perlu ?

Aku sebenarnya tak terlalu memperdulikan itu. tapi sisi hatiku yang lain berkata itu penting. Sangat malah. Itu adalah bukti bahwa dia mencintaiku, dan bukan sekedar pelampiasan. Walaupun itu hanya sekali aku juga tak akan masalah.

Aku mendesah berat.

Yoochun Home
08.00 AM

Ini sudah 3 hari semenjak kejadian itu. semenjak kami benar-benar melalui hubungan suami-istri yang baik. Tapi aku lihat Yoochun semakin menjauh. Apa yang sebenarnya terjadi ? aku melihatnya yang agak muram dan tak terlalu bersemangat. Saat aku bertanya dia hanya memberikan senyum paksa. Seakan dia bisa menyembunyikan semua hal itu dariku.

Apa Yoochun merasa bersalah karena melakukan itu semua tanpa cinta ?

Atau mungkin Yoochun mempunyai orang yang dia sayang, sehingga dia menjauhiku agar dia tak melakukan kesalah lagi ?

Ya Tuhan. Ada apa ini.  beberapa hari lagi dia akan pergi  ke Osaka. Melihat perkembangan perusahaan mereka disana. Tapi sikap nya belakangan ini membuat aku jadi bimbang.

Dan kini seluruh pernyataan Jang woo sunbae terngiang dikepalaku. Ini membuatku pusing.

“kakak ipar, kau kenapa lagi ?”

Aku menoleh kearah samping, ternyata adik iparku, Yoohwan. Aku tersenyum padanya dengan terpaksa. Dia menilik waspada padaku. mengamati setiap senyumanku “ada yang aneh, kau kenapa kak ?” tanya nya lagi, kali ini dengan nada yang lebih lembut, aku menggeleng.

“tak ada yang aneh. Kau ini” kataku berusaha biasa saja.

“mana mungkin, aku tahu kok, kalau kau sedang merasakan kegundahan. Lihat saja satu jam aku melihat kau membaca buku dihalaman yang sama. Apa yang tak aneh” sidir Yoohwan langsung, Hyera lalu memandang buku yang dibacanya, ‘bodoh’ umpatnya dalam hati

“kalian akhir-akhir ini seperti menjauh, ada apa sih ?” tanya Yoohwan antusias, aku kembali menggeleng, lalu meninggalkan Yoohwan dengan diam. Aku kembali kedalam kamar tidurku, ternyata disana ada Yoochun yang sedang membereskan beberapa dokumen diatas mejanya. Aku melangkah perlahan mendekati dirinya yang berposisi sedang memunggungiku.

“kapan akan berangkat ?” pertanyaan itu menluncur begitu saja dari bibirku. Yoochun membalikkan tubuhny, menghadap diriku. Lalu tersenyum.

“Tanggal delapan, aku dapat penerbangan pagi. Sekitar jam tujuh. Ada apa ?”

Aku menggeleng. Dalam hatiku, aku tak ingin melepasnya pergi ke Osaka, apa boleh aku egois sekali saja. Hatiku benar-benar berat mengijinkannya untuk melakukan perjalanan bisnis kesana. Aku mendesah ringan, lalu memandangnya lagi. “tidak ada.” Kataku lirih. jika sekarang kami ditengah keramaian, mungkin saja suara ku tak terdengar.

Yoochun mengulurkan tangannya untuk menyentuh pipiku. “aku tahu ini berat, apalagi kau sedang dalam masa turun kelapangan. Jangan risaukan aku, pikirkan saja jurnal kedokteranmu dan para pasienmu.” Aku mengangguk. Aku tak dapat berpikir lebih lagi. Biarkan saja waktu-waktu kedepan begulir apa adanya.

“apa besok kau sibuk ?” tanya Yoochun dengan nada suara yang lebih ceria, senyum nya kini mengembang indah menghiasi mimik wajahnya. Aku menggeleng.

“tidak, kenapa ?” tanyaku dengan tenang. Tangannya yang semula berada di pipiku kini beralih pada jemari tanganku.

“aku punya kejutan kecil untukmu, anggap saja permintaan maaf ku karena beberapa bulan ini aku mengacuhkanmu”

Aku tak dapat berkata apa-apa lagi, aku hanya mengiyakan ajakan dirinya. “benarkah ?” ucapku dengan nada yang berbinar. Yoochun tersenyum pertanda menyetujui apa yang aku pikirkan.

Keesokan harinya

Yoochun Home
07.00 AM

Author Pov

Mereka kembali berkumpul di meja makan, namun ada yang berbeda dari biasanya. Yoohwan yang biasanya memakai kaos dan kemeja dengan gaya santai, kini harus memakai kemeja rapih lengkap dengan jas dan sepatu hitam, sedangkan Yoochun. Yang biasa terlihat rapi dengan kemeja panjang, kini hanya memakai kaos oblong berwarna biru muda dengan celana jeans yang memiliki robekan dibagian lutut. Mereka memulai sarapan pagi sambil melirik kearah kanan dan kiri, Tuan Park juga bingung, kenapa mereka berdua telihat seperti bertukar jiwa.

“aku rasa ada yang perlu dijelaskan disini” ucap Tuan Park dengan nada yang berwibawa. Biasanya dia paling enggan berbicara saat makan, tapi saat ini dia harus melanggar aturannya sendiri. Melihat keanehan yang terjadi didiri kedua putranya.

“kalian berdua tidak tertukar kan ?” tanya Tuan Park dengan nada was-was. Yoochun dan Yoohwan saling berpandangan, menilik maksud yang dilontarkan ayahnya. Yoochun mengenyit paham dengan apa yang terjadi. Lalu tersenyum simpul.

Beberapa saat mereka terdiam, saat Hyera datang dengan membawa buah-buahan mereka berdehem sedikit. “kalian kenapa ? seperti ada sesuatu saja” gumam nya lalu duduk disamping Yoochun.

“kau kenapa memakai setelan jas serapi itu adik ipar ??” tanya Hyera, Yoochun dan ayahnya hanya mengulum senyum.

“tanyakan saja pada ayah dan suamimu. Aku rasa mereka menjebakku agar masuk kedalam neraka” ungkapnya dengan nada sinis. Hyera memandang Yoochun yang hampir tertawa namun ditahannya.

“ada apa sih ?” bisik Hyera.

“tidak ada apa-apa. kau sudah siap ?” tanya Yoochun, Hyera mengangguk saja. Lalu memakan sarapannya.

Seakan di abaikan, Tuan Park kembali membuka perbincangan mereka barusan “kalian berdua benar-benar terlihat aneh” ungkap Tuan park, matanya menilik kedua putra nya yang memiliki perbedaan selera

“apa yang aneh ayah ? bukankah ayah sendiri yang memintaku menggantikan tugas Yoochun hyung selama aku di sini ?” tanya Yoohwan dengan nada memprotes.

“tenanglah. Lalu kenapa Hyung mu berpakaian aneh seperti itu ?” tanya Tuan Park lagi, mereka semua langsung melihat kearah lelaki yang sedang memakan sarapannya dalam tenang

“aku bukan maling makanan, tak perlu  melihatku seperti itu. hari ini ada sesuatu hal yang ingin aku lakukan, karena itu aku memakai baju ini” ucapnya. Mereka hanya mengangguk, memahami maksud Yoochun.

“begitu ya. Memang nya hyung mau melakukan apa ?” selidik Yoohwan dengan nada yang ingin tahu. Yoochun memandang adiknya dengan gemas

“R-a-h-a-s-i-a”

Mendengar jawaban yang diberikan oleh Yoochun, membuat Yoohwan bad mood, dan langsung mejadi pusat tertawaan bagi mereka bertiga.

“kau memang pelit” umpatnya.

“sudahlah, ayah mau berangkat Yoohwan bersiap ya” akhirnya Tuan Park mengakhiri sarapannya, dan memandang putranya. Lalu mengambil jas yang tersampir di punggung kursi meja makannya. Yoohwan mengelap bibirnya dengan tenang, lalu mengikuti gerak ayah, sama persis. Membuat Yoochun menghentikan aktivitas makannya dan melihat gelagat adiknya

“sebagai pengusaha kau harus memiliki style mu sendiri, jangan mengikuti style ayah” lontaran itu membuat, Tuan Park yang tengah berjalan berhenti, dan Yoohwan yang sedang merapikan jas juga berhenti dengan refleks, lalu melihat kearah Yoochun

“kau bilang apa hyung ?” korek Yoohwan dengan nada sedikit usil namun terkesan serius

“apa ? style mu ?” ucapnya acuh

“no, bukan itu. setelah jangan mengikuti” katanya mempertegas bagian yang hendak di konfirmasi

“eo, jangan mengikuti style ayah” ucapnya tanpa sadar. Dibalik punggungnya, Tuan Park menglum senyum, dan Yoohwan membuat kakaknya mati gaya.

“eung. Itu tadi…” katanya ingin mengklarifikasikan ucapan terakhirnya

“sudah hyung, tak perlu kami paham kok. Selesaikan makan mu, dan pergilah dengan kakak ipar, kalau perlu bawakan kami setan cilik ya” kedipnya dengan jahil.

Yoochun tenganga melihat adiknya. Mengatakan hal itu hanya dengan satu tarikan nafas. Keren.disamping Yoochun, Hyera. muka kini tengah bersemu merah, teringat kembali akan kejadian malam itu. adik ipar iblis. Makinya.

Setelah mengatakan itu Yoohwan langsung meninggalkan keduanya dimeja makan.

Seakan tersadar keadaan canggung, Yoochun mencari beberapa alasan, agar dirinya beranjak dari kursi makannya. “aku.. aku mau ketaman belakang sebentar, kau bersiaplah” ucap Yoochun dengan sedikit gusar.

“ne..”

Setelah melakukan aktivitas yang tidak penting, keduanya langsung menuju mobil hitam metalik yang terparkir didepan rumah Yoochun. “silahkan masuk” Yoochun membuka pintu penumpang dan membiarkan Hyera masuk terlebih dahulu. Hyera lalu masuk kedalam dengan tersenyum. “tumben sekali” gumamnya.

Yoochun memutari mobil, ia lalu duduk dan masuk kedalam. “kajja, kita berangkat” ucap nya Yoochun dengan semangat dan tersenyum. Hyera juga tersenyum melihat tingkah Yoochun pagi ini.

“kita mau kemana ?” tanya Hyera dengan senyuman.

“ada deh, nanti aku akan tahu kok.” Katanya lagi.
Makam Ibu Yoochun
09.30 AM

“aku tak menyangka kita kemari” kata Hyera dengan senyuman, Yoochun mengangguk lagi.

“hmm.. sebelum pergi aku ingin menyapada ibuku dulu, meminta restunya. Itu sudah jadi kebiasaan ku.” Terangnya. Hyera mengangguk lagi

“dan kau tak membawa bunga untuk eomonim ?” tanya Hyera dengan nada yang menghakimi. Yoochun tersenyum

“sudah aku siapkan menantu cerewet, tadi aku ketaman untuk mengambil bunga kesukaan ibu, bunganya ada dibagasi, sebentar aku ambil” Yoochun beranjak kebelakang mobilnya lalu membuka bagasianya, dan mengambil bungan yang cukup besar.  Hyera berdecak kagum dengan rangkaian bunga yang terlihat indah.

“yepoda” ucapnya tanpa sadar

“hmm.. ini adalah hasil karyaku. Bagaimana ?” tanya Yoochun lagi

“cantik, aku saja belum tentu bisa membuat yang seperti itu, ajarkan aku nanti” pintanya dengan mata yang berbinar

“tentu. Kajja”   sebelah  Yoochun mengamit tangan Hyera, menautkan jemari mereka agar terasa sempurna. Lalu dengan perlahan ia membimbing Hyera untuk menaiki beberapa bukit kecil, agar mereka sampai ditujuan.

Yoochun meletakkan bunga yang dibawabna, disamping makam ibunya. Mereka lalu membersihkan makan itu dengan tenang. Tak ada pembicaraan diantara mereka, setelah selesai, Yoochun baru meletakkan bunga-bunga itu diatasnya. Tersenyum puas. “ibu aku datang lagi” katanya dengan nada yang merindu. “kali ini aku kembali dengan menantumu, tenang saja ibu aku akan memperlakukannya dengan baik. Seperti pesan ibu yang lalu-lalu. Ibu tahu hari ini dia terlihat jauh lebih manis dari biasanya” kekeh Yoochun dengan nada yang begurau, Hyera hanya mencubit pinggang Yoochun  dengan gemas

“lihatkan bu, didepanmu saja aku di cubit.” Kadunya dengan nada yang dibuat-buat

“anio.. dia saja yang menyebalkan eomonim” bela Hyera. Yoochun terkekeh lalu memalingkan wajahnya pada Hyera, mengisyaratkan padanya untuk berbicara

“annyeong eomonim, aku… aku datang lagi” ucapannya agak terputus, lalu dengan senyum ia melanjutkan perkataannya “aku minta maaf eomonim, aku belum bisa membuat Yoochun merasa bahagia, aku selalu menyusahkan dirinya dan sering membuatnya kesal. Tapi aku berjanji aku akan menjadi istri yang baik”

Yoochun tersenyum sendiri, lalu mengamit pinggang istrinya dengan mesra, mendekatkan bibirnya pada telinga istrinya “kau sudah menjadi yang terbaik kok” Hyera yang merasa geli, langsung beranjak dari posisi itu.

“eomonim, kenapa dia selalu jahil dan menyebalkan” keluh Hyera.

“ia.ia, mengadu saja. Baiklah, janji tidak akan jahil. Kemarilah” ucap Yoochun sambil menarik tangan istrinya mendekat. Hyera hanya menurut.

“ibu.. aku kemari untuk meminta maaf, selama beberapa bulan ini aku jarang sekali mengunjungimu. Dan juga, beberapa bulan kedepan aku harus meninggalkan seoul, karena perusahaan yang ada di osaka sedang mengalami kemunduran deposit.” Yoochun menghela nafasnya sebentar lalu melanjutkan ucapannya “tapi aku janji, setelah semua selesai, aku akan kembali secepatnya. Dan membersihkan makan ibu seperti biasa. Ibu, aku sangat merindukanmu” ucap Yoochun dengan nada yang pedih. Air mata yang dibendung nya, kini mulai merembes melalui sudut-sudut mata itu. Hyera hanya bisa menggenggam tangan suaminya. Memberikan setiap energi positif agar Yoochun tetap kuat dan tabah.

“ibu, seperti pesan ibu pada bibi. Aku akan mencoba memberikan kesempatan kedua padanya” ucapan terakhir Yoochun mampu membuat Hyera berpaling dan menatap intens wajah suaminya. Lalu tersenyum, ia paham dengan maksud Yoochun.

“ibu, aku ada urusan lain. Nanti aku akan kembali lagi. Ibu jaga dirimu ya. Selalu tersenyum disana. Jangan pernah menangis” itu adalah kalimat penutup dari seorang Park Yoochun, sebelum benar-benar meninggalkan makam ibunya.

“kau benar dengan ucapanmu ?” tanya Hyera saat mereka didalam mobil dan ingin melanjutkan keperjalanan yang berikutnya. Yoochun mengangguk dengan tenang.

“tentu, setelah aku pikir. Tidak ada salahnya kan. Kau bantu aku ya” Yoochun menelus punggung tangan istrinya dengan hangat. Hyera hanya tersenyum saja.

“boleh aku bertanya ?” ucapan Hyera membuka kediaman diperjalanan. Yoochun melihat seklias kearah istrinya

“apa ?”

“kenapa kau tiba-tiba mengatakan hal seperti itu. kau tahukan maksudku”

“eoh, nanti akan aku ceritakan. Aku janji. Lengkap tanpa ada yang tertinggal” katanya dengan nada yangserius tapi tak terkesan tegang. Hyera mengangguk saja

“kita mau kemana ?”

Yoochun tersenyum lagi, lalu memandang Hyera “cerewet  sekali hari ini, tenanglah. Aku tak akan menyulikmu kok”

Hyera mendengus. Rute yang dipilih Yoochun kali ini sangat dikenali olehnya. Apakah mungkin mereka akan…

“sampai”

“apa kau serius ?” tanya Hyera langsung, dengan nada yang cukup kaget. Yoochun mengangguk, lalu memandang istrinya dengan tenang.

“kenapa ? kau tak senang bertemu dengan keluargamu ?” tanya Yoochun meledek. Hyera menggeleng dengan cepat.

“bukannya tak suka, hanya saja. Aku terlalu kaget, aku tak sempat membawakan mereka apapun” keluh Hyera, Yoochun menjulurkan tangannya mengelus pelan rambut Hyera. “tenanglah, melihatmu saja mereka pasti sudah senang. Percaya padaku” kata Yoochun lagi. Hyera mengangguk . lalu melepas selt belt nya dan membuka pintu di sisi kirinya. Yoochun mengikuti Hyera dengan langkah pelan. Melihat bagaimana reaksi keluarga istrinya saat mereka mengetahui bahwa putri mereka telah kembali berkunjung. Setelah lima bulan menikah, baru kali ini Yoochun menemani Hyera berkunjung. ‘aku memang bukan menantu yang baik’ ucapnya lagi. Dirinya melangkah perlahan, dan tanpa dikomando lagi duo kembar itu langsung menyerbu kakak ipar mereka.

“hyung, aku merindukanmu” teriakan Jeong cukup membuat fokus kedua mertua Yoochun teralihkan. Mereka melihat bagaimana sikap Yoochun yang hangat pada kedua lelaki yang umurnya 10 tahun dibawahnya. Yoochun tersenyum dan memeluk mereka khas lelaki dewasa, melalui kepalan tangan, lalu memeluk setengah badan. Itu membuat Hyera terkikik sendiri.

pantas saja, kala dirinya memeluk mereka dengan penuh, mereka tak mau. malah merengek seperti anak bayi. Pikirnya dengan senang.

Kini mereka tengah berkumpul diruang keluarga, seperti biasa, mereka hanya berbincang tentang hal-hal baru yang dialami Hyera, dan tak ketinggalan, duo kembar itu meledek Hyera karena kabur kerumah orang tuanya, saat bertengkar dengan Yoochun. Itu sukses membuat Hyera tertunduk. Tapi Yoochun enggan menanggapi terlalu serius, karena mereka juga masih dalam tahap belajar, jadi ketika istrinya bersikap seperti itu ia berusaha untuk mengerti.

Keasyikan mereka mengobrol harus ter-instrupsi karena pesanan buket bunga yang banyak siang ini. jadi Yoochun berinisiatif  untuk menganggantikan ayah mertuanya dalam meng-order bunga.

“kau serius ?” respon ayah Hyera dengan kaget. Yoochun mengangguk lagi.

“tentu saja, aboji hanya tinggal memberikan alamat lengkapnya, dan aku akan mengantarkan bunga itu. gampang kan ?” ucapnya enteng.

“sudah ayah berikan saja. Biar dia rasakan bagaimana bekerja secara langsung dilapangan” ledek Hyera. ayah dan ibu Hyera tampak berpikir, namun desakan dari hyera dan Yoochun membuatnya harus mengiayakan tawaran menantunya. Dan sekarang, Yoochun membantu memasukkan buket-buket bunga dibelakang mobil terbuka milik toko hyera.

“nanti bunga yang ini, berikan pada Tuan Kim, lalu yang ini pada perusahaan J Corp. dan yang ini untuk Mr. Lee…” dan semua daftar itu telah sampai ditangan Yoochun. Ia memerhatikan apapun yang diucapkan oleh Tuan Park. Dengan senyuman, Yoochun memulai harinya sebagai seorang pengantar bunga.

“kau yakin ingin melakukan ini ?” ragu Hyera melihat sikap Yoochun yang agak aneh. Yoochun mengangguk saja.

“tenanglah, ini hanya mengantar bunga, jangan terlalu khawatir, oke ?” kedipnya dengan jahil. Hyera memukul lengan Yoochun dengan pelan

“arraseo, berhati-hatilah” pesannya. Yoochun pergi dari hadapan Hyera dan masuk kedalam mobilnya.

Hyera Pov

Semenjak tadi aku melihat dirinya yang berbeda, sangat malah. Dia berani keluar dari zona nyamannya—menurutku. Aku tak tahu apa tujuannya melakukan ini semua, tapi menurutku ini lebih baik. dia seperti kembali kemasa lalunya. Kembali pada dirinya yang dulu. Yang bisa tersenyum dalam keadaan dan situasi apapun. Aku melihat punggungnya yang masuk kedalam mobil terbuka milik ayah. Dengan senyum yang merekah dirinya melambaikan tangannya padaku, kali ini aku meminta Jeong untuk ikut serta mengantarkan bunga. Aku hanya takut dirinya tak bisa mengatur bunga-bunga dengan baik. aku menghela nafas setelah mobilnya membelok kearah kanan.

“kami tidak salah pilih kan ?” ibu meledekku lagi. Aku hanya tersenyum saja. Yah ibu memang tak salah pilih. Ucapku membenarkan.

“baiklah, ayo kedalam kita masak makan siang untuk semua” ajak ibu. Aku hanya mengangguk dan mengikutinya dari belakang.

Yoochun Pov

“disini tempatnya ?” tanyaku pada Jeong.

Jeong hanya mengangguk membenarkan. Aku mengusap tengkukku yang terasa dingin. Kenapa harus disini ? pikirku. Aish. Bisa gawat kalau mereka mengetahui ini diriku. Apa kata ayah nantinya. Oke Park Yoochun, tarik nafas dan berpikirlah dengan tenang. Aku men-sugesti diriku sendiri untuk bisa menguasai keadaan.

“hyung, kau kenapa ?” tanya Jeong yang melihat perubahan sikapku. Aku menggeleng dengan senyum paksa.

“tidak kenapa-kenapa. Kau tunggu disini ya. Hyung mau mengantar bunga kesana dulu” ucapku lagi. Jeong tersenyum mengangguk dan memainkan PSP nya lagi. Aku keluar dari mobil dan mengambil buket bunga yang dipesan salah seorang pengusaha yang bernama Mr. Joe. Aku melangkah mulai mendekati tempat itu. aku melihat ke sekelilingku dengan was-was. Takut saja kalau ada yang mengenaliku. Aku menarik napas dan mengeluarkannya dengan tenang.

“Permisi” ucap Yoochun pada seorang pria yang memakai stelan jas lengkap.

“ya, ada yang bisa saya bantu ?” tanyanya dengan tenang.

“ini buket bungan untuk Mr. Joe.”

“ah baiklah, nanti akan saya berikan padanya.”

Yoochun mengangguk lalu memberikan surat tanda terima, yang langsung ditandatangani oleh pria berjas hitam itu. “terima kasih” ucap Yoochun sebelum meninggalkan tempat itu. pria itu mengangguk dan langsung masuk kedalam ruangan.

Yoochun  tersenyum lega, tugas pertama selesai tanpa harus bertemu dengan rekan bisnisnya atau mungkin Yoohwan yang sedang mengikuti acara peresmian cabang baru J Corp. Yoochun melangkah dengan santai dan tenang, senyuman pun tak hilang dari bibirnya.

“Hyuuuung” Yoochun berhenti, jantungnya seakan berhenti mendadak. Ia menoleh kebelakang. Ternyata iblis makanan datang. Shim Changmin.

“woah, kau beda hari ini hyung” kata sambil tersenyum lebar. Yoochun memutar matanya kesal. Lalu memandang sahabatnya dengan kesal

“aish.. kenapa kau ada disini ? bukan kah ini pertemuan untuk membahas cabang baru J Corp ?” tanya Yoochun pada Changmin. Changmin sendiri malah asyik melihat-lihat Direktur nya. Yoochun mengulangi pertanyaan nya kembali. Kali ini Changmin menjawabnya dengan santai

“aku menemani Yoohwan, eoh Hyung. Kenapa kau tidak masuk kekantor ? biasanya kau tak pernah absen” seru Changmin seenaknya. Yoochun menghela nafasnya sebentar, lalu memadang changmin dengan tatapan yang cukup mematikan

“aku rasa peresmiannya akan segera dimulai, lebih baik kau masuk sana” suruh Yoochun, tangan juga melambai seperti seorang bapak tua yang memerintahkan anaknya untuk mandi.

Changmin mengangguk tanpa bicara, lalu meninggalkan Yoochun yang masih menatap kepergiaannya.

Hyera Florist (Hyera Home)
12.00 AM

“aku tak menyangka kalau hyung akan melakukan hal itu” komentar Jiyoung saat dirinya sibuk duduk diruang keluarga bermain PS, Hyera menggeleng melihat sikap sitengah. Dan malas menanggapi pertanyaan Jiyoung.

“noona, kenapa tidak menjawabku ?” rengek Jiyoung. Hyera tersenyum cuek lalu kembali kedapurnya.

“ish kalian memang menyebalkan” keluh Jiyoung.

Hyera masih menyibukkan dirinya denga peralata dapur, dan ibunya kembali ketoko. Ayah Hyera membantu ibunya yang sedang menangani pelanggan.

Kini putaran jam pun berjalan menunjukkan pukul dua belas siang, Hyera menyiapkan masakannya dan menghidangkannya didalam piring, setelah semua beres ia menyiapkan meja makan.

Selang beberapa menit, semua keluarga sudah berkumpul, hanya menunggu Jeong dan Yoochun yang masih dalam perjalanan untuk pulang kerumah nya.

“ah, sepertinya menyenangkan ya menjadi pengantar bunga, melihat kota seoul setiap hari, melihat pemandangan dan menyenangkan” gumam Yoochun dengan senyum, Jeong yang semula hanya bermain PSP kini memandang kakak  iparnya dengan tatapan aneh.

“ada yang aneh ?” Yoochun memandang adik iparnya, yang tak kunjung melepaskan pandangan mata dari dirinya. Jeong menggeleng.

“tidak aneh sih, hanya sedikit bingung dengan sikap Hyung. Perasaan setiap hari kita selalu melewati jalanan ini, jadi menurutku tak ada yang istimewa” papar Jeong acuh. Yoochun terseyum simpul, lalu mengacak rambut adik iparnya.

“suatu saat kau akan merindukan semua ini” lirih Yoochun lalu melajukan mobilnya menuju rumah mertuanya.

Park Interior Corp
12.00 am

“apa lagi ini, meeting dereksi, lalu makan siang dengan Presedir Cha, melakukan survei lapangan dan lokasi pembangunan” gumamnya dengan suara berat, lalu meletakkan agenda itu dijok mobilnya. Sambil mengacak rambut nya, Yoohwan mengambil ponselnya yang terletak di dashboard, dan men-dial nomor ponsel hyungnya. Sambungan nada deringan menggema ditelinga pria berlesung pipi indah tersebut.

“Ya ?” jawab sang pemiliki nomor dengan nada riang. Yoohwan mendengus sedikit lalu, mendesah lagi.

Yoochun tersenyum, dia sudah tahu ini adalah desahan kekesalan dan putus asa dari adik tercintanya,

“hyung…” rengek nya dengan manja

“aku tak menerima rengekkan, kerjakan tugasmu, kalau kau mau merengek katakan dengan ayah, jangan denganku” kecamnya langsung. Yoohwan terdiam sejenak.

Ayah ?

Dia tak salah dengarkan ? serius ?

“ayah ?” gumamnya degan nada yang lirih namun masih dapat didengar.

“ya ? kau kenapa ? aku sedang dijalan, nanti kuhubungi lagi ya”  Yoochun segera menutup sambungan telpon diantara mereka. yoohwa tersenyum sendiri. Senang. Ya pasti dia senang, lama sudah ia ingin mendengar ucapan ayah dari kakak nya. Dan akhirnya kakak nya bersedia untuk memanggil Tuan Park dengan sebutan ayah. Yoohwan tersenyum, seakan seluruh beban diagendanya menghilang dengan sekejap. Lalu bersiap untuk melakukan agenda berikutnya, yakni makan siang dengan Presedir Cha.

Hyera Florist (Hyera Home)
12.30 AM

“kami pulang” teriak si bungsu Jeong dengan lantang, lalu mengganti sepatu ya dengan sandal rumah yang tergeletak dipintu masuk. Disusuk Yoochun dengan senyuman. Mereka lalu bergegas ke kamar mandi untuk mencuci tangan dan kaki, setelah itu duduk bersila diruang makan.

“woah, sepertinya lezat” semangat Jeong dengan lantang,

“kampungan” sela Jiyoung dengan nada sinis, membuat Jeong megerucutkan bibirnya. Hyera tersenyum, lalu menuangkan nasi di mangkuk Yoochun.

“terima kasih” ucap Yoochun degan tersenyum, Hyera balas mengangguk. Lalu memberikan lauk yang sudah dimasaknya.

Meja makan kembali hening, yang terdengar hanya dentingan sumpit atau sendok yang beradu dengan piring. “hmm.. masakan Noona memang daebak” acung Jeong dengan mulut penuh, membuat Jiyoung mencibirkan bibirnya.

“kenapa aku punya kembaran seperti dirinya sih” ibu Hyera menyikut lengan anaknya dengan gemas

“bersikap yang baik, anak ini” cecar Ibu Hyera, Yoochun tersenyum, kali ii dirinya teringat perihal Yoohwan dan ia yang sering bertengkar hanya karena masalah kekasih atau barang yang menurut mereka bagus.

“ibu, kenapa membela Jeong sih” gerutu Jiyoung dengan manja

“karena aku anak bungsu, salah mu sediri keluar lebih cepat dariku” balas Jeong dengan tenang,lalu melanjutkan makannya.

“jadi ada hal apa kalian kemari ?” tanya ayah mertua Yoochun. Kini mereka tengah duduk diberanda atas, menikmati guyura hujan yang turun di membasahi bumi. Sambil menyesap teh hangatnya Yoochun memandang kearah rintikan hujan. Setelah diam beberapa menit, ia memandang ayah mertuanya.

“Besok aku harus ke Jepang untuk melaksanakan bisnis di osaka abomin” terang Yoochun dengan tenang, ayah hyera memandang Yoochun dengan tenang. Lalu tersenyum

“berapa lama ?” tanya ayah mertuanya dengan santai

“sekitar sebulan mungkin, yah semoga saja semua sesuai dengan harapan” ucapnya dengan santai

Tuan Kwon mengangguk “baiklah, lalu kau kemari ingin memintaku untuk mejaga Hyera ?” terkanya Tuan Kwon langusng. Yoochun tersenyum simpul

“salah satunya, tapi tujuan utamaku kemari untuk mohon pamit, agar diberikan kelancaran selama disana”

“aha begitu, baiklah. aku akan memberikan izin. Tapi bolehkah aku bertanya ?”

Yoochun mengangguk “ya silahkan abonim”

“kenapa tak kau ajak saja Hyera ke Jepang ? lagipula kalian kan belum bulan madu” ungkap Tuan Kwon dengan tenang, bahkan terbilang lancar. Pipi Yoochun bersemu, lalu mengusap tengkuk belakang nya.

“hmm.. aku sudah memikirkan itu, tapi bukankah Hyera harus melaksanakan praktek kerja kelapangan bulan ini ? aku tak ingin mengangguk aktivitasnya” papar Yoochun dengan gugup.

“ahahaha.. baiklah. anak muda sekarang memang lebih bisa membaca situasi” Yoochun mengangguk

Lama sekali mereka berbincang, hingga langit menununjukkan tandanya untuk merambat dalam gelapnya malam, Yoochun dan Hyera mohon pamit, lalu meninggalkan rumah keluarga istrinya.

“kau senang ?” tanya Yoochun saat mereka berada didalam mobil, Yoochun melirik sejenak kearah istrinya,

“hmm.. gumawo” ucap Hyera, senyumnya mengembang indah.

“baguslah. Boleh aku memintamu satu hal ?” tanya Yoochun pada Hyera. Hyera memalingkan mukanya, menatap suaminya dengan pandangan penasaran

“tentu” katanya pasti

“percaya padaku, dan jangan percaya pada apapun yang orang lain katakan.”

Hyera mengernyit, ia tak memahami kemana arah pembicaraan Yoochun. Yoochun menyadari kebingungan istrinya, namun dirinya tak langsung menjawab, melainkan hanya tersenyum, lalu membelokkan mobilnya kearah kiri. Kebingungan Hyera semakin bertambah. Ini bukan jalan untuk kerumah mereka

“eung… kita mau kemana ?” tanya Hyera hati-hati

“lihat saja nanti” ungkapnya langsung.

Perlahan mobil putih itu memasuki pelataran halaman yang terlihat sangat luas, sisi halaman dihiasi pohon pinus yang indah, mobil Yoochun berhenti didepan pintu berwarna putih. Dengan senyum yang mengembang, Yoochun tersenyum kearah Hyera. “bisakah kau menutup matamu ?” tanya Yoochun

“untuk apa ?” ucapnya polos. Yoochun terkekeh.

“lakukan saja” paksanya dengan tenang. Hyera mendengus tapi tetap memejamkan matanya dengan tersenyum. Yoochun turun dari mobilnya, lalu membuka pintu sisi Hyera.

“ayo” bimbingnya.

Mereka berjalan, melewati pintu putih dan memasuki ruangan bernuasa coklat muda, diterangi oleh cahaya lilin yang berbaris rapi disetiap sudut ruangan. Kelopak bunga mawar juga bertebaran di lantai yang mereka lewati. Yoochun terus membimbing Hyera untuk berjalan maju, saat mereka hampir sampai didepan meja makan yang cukup besar. Yoochun menghentikan langkahnya, begitu juga Hyera, “sudah siap” bisik Yoochun “baiklah, buka matamu” perlahan tangan Yoochun menyingkir dari arah pandang Hyera, membiarkan wanita itu terpesona dengan apa yang ada didepannya. Sebuah makan malam romantis yang selalu terpatri dikepalanya. Hyera memandang Yoochun yang masih berdiri dibelakangnya.

“terima kasih” ucap Hyera tersenyum. Matanya berbinar, memancarkan kebahagian yang ada didalam hatinya. Yoochun balas tersenyum pada wanita yang entah sejak kapan mulai mengisi hati dan merusak isi otaknya.

“hmm” jawabnya.

Mereka makan dalam diam, menikmati setiap moment yang ada. Tak ketinggalan alunan musik klasik membuat suasana didalam ruangan itu tampak indah dan romantis. Semua asumsi nya tentang Yoochun yang akan meninggalkannya kini musnah sudah. Semua sikap Yoochun yang dilakukan hari ini membuktikan bahwa dia bukanlah seorang pria hidung belang.

Hyera menyesali sikap bodohnya. Mengambil semua omongan Jangwo tanpa dicerna terlebih dahulu.

“Terima kasih” ucapan itu membuat Hyera menghentikan kegiatan makannya dan alunan musik diantara mereka juga terhenti.para pemusik itu meninggalkan Tuan dan Nyonya Park didalam ruangan. Hanya berdua. Hyera  Lalu memandang Yoochun yang juga tengah memandangnya.

“untuk apa ?” tanya Hyera

“yah terima kasih karena selama ini kau berada disisiku. Walaupun aku sangat payah. Yah kau tahulah, aku adalah pria kaku yang tak bisa melakukan hal romantis” kekeh Yoochun. Hyera tersenyum geli, kala melihat semburat merah yang mengiasi pipi Yoochun.

“hanya itu ?” kata Hyera. Yoochun yang tadinya menunduk sesaat, kini memandang wajah istrinya.

“juga Terima kasih karena menjadi istri dan teman yang baik untukku. Eng..” Yoochun gugup. Dan inilah pertama kali Hyera melihat sikap aneh suaminya. Tawa kecil itu terdengar jelas oleh Yoochun.

“jangan tertawa” gumam Yoochun, Hyera menahan tawanya

“habis kau aneh sih. Masa mengucapkan terima kasih sampai merah seperti itu” ledek Hyera.

“aish kau ini, tidak ada romantisnya” keluh Yoochun, Hyera tersenyum lagi. Sepertinya hari ini adalah hari yang baik. buktinya Hyera tersenyum terus. Pikir Yoochun.

“oke maaf. Aku juga ingin mengucapkan terima kasih padamu” kata Hyera setelah meredakan tawanya. “dan juga maaf. Karena aku sempat curiga padamu” Yoochun mengernyit. Curiga ?

“maksudmu ?” tanya Yoochun agar masalah ini pasti

“yah aku takut, kalau nanti kau akan meninggalkanku setelah kejadian malam itu. aku, entahlah tiba-tiba saja perasaanku menjadi agak aneh, kita melakukan itu. tapi dalam hati aku selalu bertanya, kau melakukannya, karena kau mencintaiku, atau kau hanya ingin memuaskan kebutuhan bilogismu” Yoochun menjadi pendengar yang baik. dia tak menyela. Dia hanya mendengar setiap keluh kesah yang disampaikan oleh istrinya

“aku bimbang. Aku tahu aku bodoh, membuat asumsi negatif dan malah mencurigaimu” kekeh Hyera, namun terkesan miris. Yoochun masih diam ditempat, mengamati wanitanya yang mulai menceritakan apa yang dirasakannya.

“saat aku dalam keadaan bimbang, sunbae yang dulu aku sukai datang kembali, dia meminta diriku untuk melepasmu. Dan hidup dengannya. Tentu saja aku menolak. Aku sudah bersyukur mempunyai suami sepertimu. Namum dirinya terus menyakinkan diriku untuk meninggalkanmu. Dia mengatakan bahwa kau hanya menginginkan diriku ah bukan tubuhku, bukan cintaku atau hatiku, dia juga mengatakan tanda-tanda pria hidung belang, dan saat aku mencerna semua itu, aku berpikir kembali” Hyera memberi jedah, Yoochun juga masih diam. Mendengarkan apa yang akan di ucapakan wanitanya.

“semua sikap mu setelah malam itu membuatku bimbang lagi. Maka dari itu aku.. aku bersikap aneh padamu” Hyera telah menyelesaikan unek-uneknya pada Yoochun.

Yoochun bangkit dari duduknya, menghampiri Hyera yang duduk diseberangnya. Tangannya menggenggam erat jemari wanitanya, lalu tersenyum. Senyum damai yang sama sekali tak memiliki beban.

“aku paham. Apalagi kita pasangan baru, masih banyak yang harus kita sesuaikan. Baik itu perasaanmu ataupun diriku.  Jadi apapun yang kau rasakan padaku apapun rasanya, utarakan saja. Aku janji aku akan menjadi seorang pendengar yang baik” ucapnya tegas namun terkesan manis. Hyera mendongak, menatap mata suaminya. Lalu tersenyum manis.

“hem” angguknya. Yoochun lalu memeluk istrinya dengan erat, dan mengusap punggung istrinya perlahan. Dan Hyera melingkarkan lengannya pada pinggang Yoochun.

“heh… kenapa disaat kita berbaikan aku harus pergi ya” keluhnya dengan nada manja. Hyera terkikik, lalu mendongak menatap Yoochun

“kitakan bisa menggunakan teknologi untuk saling berkomunikasi” usul Hyera. Yoochun mengangguk dan mengelus rambut istrinya

“ia, aku paham. Tapi tetap saja berbeda.” Sangkalnya nya. Hyera mau tak mau tersenyum.

“jadi siapa sunbae yang mengatakan bahwa aku lelaki seperti itu ?” tanya Yoochun penasaran. Mereka kini tengah berjalan diarea pasar malam yang biasanya digelar tiap seminggu sekali. Tangan Yoochun masih tetap menggenggam erat jemari mungil milik istrinya. Hyera terdiam sejenak.

“Lee Jang Woo. Dulu sebelum aku menyukaimu, aku menyukainya. Dia dari fakultas seni” papar Hyera. sesaat kemudian langkah Yoochun terhenti.

“ulang kembali  ucapanmu” titah Yoochun.

“yang mana ?” Hyera berpikir sesaat, tak lama pipinya bersemu merah. Membuat Yoochun tersenyum geli melihatnya.

“jadi kau sudah menyukaiku ya ? berapa lama ?” godanya. Hyera melepaskan tangan Yoochun, dan berjalan agak cepat. Salah tingkah. “hey kenapa berlari” Yoochun lalu mensejajarkan langkahnya dengan langkah Hyera.

“lupakan saja” gumam Hyera dengan kesal.

“eh bagaimana bisa dilupakan” ledeknya, lalu menggapai lengan istrinya. “baiklah, sepertinya uri Hyera sedang malu-malu” kekeh Yoochun. Cubitan manispun mendarat dengan sempurna dilengan Yoochun

“maaf, jadi benar kau menyukaiku ?” Yoochun kali ini bertanya dengan nada tegas, namun manis. Hyera mengangguk, tapi tak berani menatap wajah Yoochun yang sedang tersenyum sumringah.

“ah aku tak menyangka, kau akan mengatakan ini lebih dahulu, tapi” Yoochun tampak berpikir sejenak. Hyera masih terdiam, mukanyapun sudah merah padam. “tapi sepertinya, aku juga sudah jatuh hati padamu”

Pernyataan Yoochun sontak membuat Hyera mendongak. Tatapan tak percaya itu melayang pada wajah tampan suaminya. Yoochun tersenyum, dengan cekatan ia memeluk wanitanya.

“ah memalukan, bagaimana bisa mengatakan cinta ditempat umum seperti ini” keluh Hyera yang teredam dengan dada bidang Yoochun. Yoochun mengangguk, lalu mengcup sekilas rambut sang istri.

Senyum dua sejoli itu tak lepas, wajahnya mereka terlihat jauh lebih bersinar dari biasanya, Yoochun dan Hyera berjalan menuju ke parkiran mobil yang letaknya agak jauh dari tempat mereka berdiri tadi. “sepertinya aku harus berterima kasih pada Jang woo”  ucap Yoochun dengan senyuman. Hyera lalu mendongak melihat Yoochun.

“kenapa harus berterima kasih ?” tanya Hyera agak aneh. Yoochun tersenyum misterius

“Rahasia. Ayo, nanti keburu hujan. Cuacanya agak mendung” Yoochun melangkahkan kakinya lagi.

Hyera mengedarkan padangannya, melihat sekitarnya, sudah lama dirinya tak ketempat yang seperti ini. kalau tidak salah saat dirinya resmi diterima di universitas, lalu merayakannya dengan Chaemi. Sepertinya itu sudah beberapa tahun yang lalu. Tak sengaja matanya menangkap sosok pria yang sudah membuat dirinya agak kacau. Pria itu terlihat bersama seorang wanita, pakaian wanita itu juga tak bisa dibilang pantas.

“kau kenapa ?” tanya Yoochun, saat Hyera menghentikan langkahnya secara  mendadak. Matanya juga memancarkan kebenciaan pada satu objek yang membuat Yoochun mengerti. Hyera lalu berjalan dengan langkah tegas. Dan memandang pria itu dengan tatapan tajam

“kau sudah membuktikan bahwa dirimu jauh lebih rendah dari hewan” ucapan Hyera membuat beberapa pengunjung yang berdiri di stand itu terpaku padanya. Pria itu—lee Jang Woo tampak tersenyum miring dan licik. Membuat Hyera muak dan ingin melakukan kekerasan fisik padanya. Namun ditahannya, mengingat nama baik Yoochun. Yoochun hanya memandang Jang woo dengan tatapan rendah.

“heh, anak kecil. Pergi sana jangan mengganggu kesenanganku” usirnya. Hyera tersenyum sinis. Saat ini emosi sudah menguasainya, dan sepertinya Hyera sudah tidak bisa mengendalikan dirinya. Bogem mentah pun mendarat mulus di wajah Jang Woo membuat beberapa wanita berteriak histeris karena kaget. Yoochun juga agak syok melihat istrinya yang tiba-tiba bersikap ‘jantan’ seperti  itu. namun ia cepat mengambil tempat.

Setelah melakukan tindakan seperti itu, Hyera lantas pergi meninggalkan stand tersebut. Yoochun menghampiri Jang woo yang sepertinya mengalami cidera hidung. “ah, apakah sakit ?” tanya Yoochun, lalu mengeluarkan dompetnya, dan memberi uang pada wanita yang ada disamping Jang wo “bawa temanmu kerumah sakit, sebelum hidungnya benar-benar patah” wanita itu mengangguk kaku.

Jang wo hanya mendengus “kau pikir aku tak mampu ?”

Yoochun tertawa “ bukan seperti itu, aku hanya bertanggung jawab atas tindakan istriku. Ah ia aku lupa. Terima kasih telah memberikan informasi aneh pada istriku” ledek Yoochun, lengkap dengan kedipan matanya.

“ah sakit sekali. Hidung nya terbuat dari apa sih” keluh Hyera saat tiba disamping mobil putih milik Yoochun.

“kenapa tanganmu ?” tanya Yoochun membawa cola dingin. Hyera memalingkan mukanya. Malu. Yoochun tersenyum “ini, kompres dulu pakai ini. aku takut tanganmu membiru” ucap Yoochun dengan tenang.

“kau tidak marah ?” tanya Hyera saat Yoochun membuka pintu mobil untuk istrinya.

“he ? kenapa harus marah. Aku malah kaget melihat mu seperti itu” kekeh Yoochun, “masuklah” Hyera mengangguk dengan patuh dan masuk kedalam mobil. Yoochun memutar langkah dan membuka pintu kemudi, lalu masuk kedalam nya.

“ah, habis dia menyebalkan” keluh Hyera, tangannya masih aktif mengompres tangan satunya dengan cola dingin yang dibelikan Yoochun

“kau tahu kau membuatku takut. Nanti kalau kita bertengkar jangan memukulku ya. Kasihan hidungku” kekeh Yoochun lalu melajukan mobilnya. Hyera tersenyum mengangguk saja. Dalam hati ia mengutuk kenapa ia melakukan tindakan bodoh seperti itu.

Incheon Airport
07.00 AM

Hyera mencoba untuk tetap tersenyum. Dengan tenang dirinya berdiri menunggu keberangkatan Yoochun yang sebentar lagi akan Take Off.

“eng, aku akan berangkat, kau hati-hati ya” ucap Yoochun sambil tersenyum, lalu mengelus pelan rambut istrinya yang hitam. Hyera mengangguk

“kau juga. jaga kesehatan. Jangan sampai sakit, kalau ada waktu pulanglah” katanya parau. Hyera berusaha untuk tidak menitikkan air matanya. Yoochun terkekeh. Lalu mengangguk, lengannya menggapai tubuh istrinya. “hmm.. nanti kalau aku ada waktu aku pulang” gumam Yoochun.

“eheeeeeeeeeeeeeeeem” koor deheman itu membuat Yoochun terkekeh. Lima orang lelaki yang mengantar keberangkatannya nampak membuang muka.

“iaa aku pasti merindukan kalian” rayu Yoochun lalu memeluk erat keempat sahabatnya, dan adik kecilnya.

“kau juga, rajin-rajinlah selama di Seoul, jangan membuat ayah khawatir, belajarlah dari Changmin kalau ada yang tak kau pahami. Dan satu lagi, jaga kakak iparmu” ingat Yoochun.

“seperti meninggalkan wasiat. Bicaramu panjang sekali” sungut Yoohwan.

Yoochun terkekeh, lalu menatap adiknya dengan sayang “arrayo. Aku tidak akan cerewet lagi. Tapi tolong jaga ayah. Aku lihat akhir-akhir ini dia keliahatan tak baik”

“kenapa tak sampaikan sendiri ?” sindir Yoohwan dengan tenang. Yoochun menyentil jidat adiknya.

“cish.. Sudah aku berangkat” Yoohwan mengangguk. Setelah menyampaikan semua pesannya, Yoochun meninggalkan mereka dengan lambaian tangan.

TBC…

Sebelum nya aku minta maaf karena molor dalam mengerjakan FF ini :(*bungkuk* sepertinya FF ini akan selesai dalam  1 atau 2 chapter kedepan.. dan aku nggak tahu pasti kapan di publis.. wkwkwk mengingat aku ini malassssss banget 😦

 

Eng.. aku nggak mau komen part ini deh.. wkwkwk
soalnya aku tahu kok, semua ini masih belum sempuurrnaaa.. jadi aku minta maaf ya, kalau masih ada yang bolong2… rencana nya aku mau rombak lagi ni FF. Karena alur nya yang terkesan lambat*tapi nggak tahu kapan*plak*

 

Dann….

Aku mauu bilang, sepertinya aku mulai tertariik dengan Movie dan Drama Jepang.. muahaha… setelah dicekokin Drama jepang sama teman aku, akhirnya aku jatuh cinta juga sama Film negeri  Tirai bambu … ceritanya beda, mereka berani bikin sad ending, tanpa mengurangi kepuasaan penonton. Hmm.. wajib belajar sama orang jepang nii*plak*

 

Okelaa… kalau begitu saya permisi dulu, silahkan mengomel di kolom komentar karena saya telat publish*plak* monggo, nggak bakalan marah saya kok.. hihihi*ketawa setan*

Annyeong….*kabur bareng Kanata Hongo* 😛


Iklan

50 thoughts on “FF Always Be Mine {09}

  1. qoyah cassie berkata:

    Hhahaha..akhirx di publish jg!!! hhaha, mian ya eonn krna aq slalu nagih mulu,.hhaha

    aduh romantisx.,hhahaha,,,akhrx menyatakan cinta jg…wkwkk,,pke malu2 sgala lgi.hhaha,,*aq udh kya orgil ktawa mlu
    emm, byangin uchun jd pgntr bunga?? hhaha, gnteng bgt kali ya..wkwkk,,
    wkwkk,kelakuan jantan hyera ??hhaha
    yah knp jd prgi-_- kasian hyera!!!*mrtapi nasib yg jg ditinggal suami
    wkwkk,,smga hyera hamil ya eonn???hhaha,,
    ok sekian komenku !!!
    hhahhaa… gomawo eonn udh nrima kecerewatan aq yg mnta ff ini cpet di publis!!hhaha

    • Vii2junshu_kim berkata:

      wkwkwkwk..
      gapapa kok ya…
      soalnya klo gha tagiih, nggak bakalan aku publish nii FF.. haha*author stress*

      jadi lain kali, tagihh aja.. haha
      nanti bakalan aku kerjaiin*parah baget authornya* hahaha

      iaa.. suaminya tega,…
      *eh authornya* biar hyera merasakan nasiib jadi bininya bang toyiib*nunjuk muka sendiri* haha xD

      sankyu ne. 😀

  2. istrichunnie berkata:

    wp pribadi gg bisa dibuka *k’intan*
    ih sebenernya kaka udah gatal pengen sms kamu/mention kamu buat update ini ff tapi karna kaka pikir kamu pasti lagi sibuk persiapan kuliah jadi gg enak ganggu tapi ternyata kamu sibuk males (¬.¬)

    kaka suka part ini soalnya udah ada nyantain saling ada rasa (suka,sayang&cinta).. soalnya pas kaka baca part kemaren ini kaka kepikiran kenapa belom ada kata suka/cinta terucap satu sama lain, niatnya mau ngasih tau eh tapi sudah terjawab sama part ini.. tulisan kamu makin bagus dde,, udah makin dewasa uga ehhehhe
    okeh ditunggu part 10 & 11(kalau tamat) jangan lama-lama iia atau kali ini kaka akan teror kamu pake junsu (?)
    kaka uga lagi suka movie jepang 😀 nonton movie paradise kiss dehc itu movienya bagus (>̯͡.<̯͡)

    noonacomplicate aka istrichunnie u,u

    • Vii2junshu_kim berkata:

      wkwkwkwkwkwk…
      nggak jadi kuliah kak >///<
      pdahal uda keterima, eh nasiib ditengh jalan ada beberapa maslah, jadi kata ortu nggak usah kuliaah..
      alhasil cerii kerjaa 😀

      makasiih… syukurlaa uda ada peningkatan ^ ^
      gpp kak terooorr aja.. haha
      soalnya klo gha d terorr akunya maless banget xD
      iaa… paradise kiss aku uda nnton.. hehe
      teruss yang kimi ni todoke juga ^ ^ seruuuuu~~~

      okee… akan aku garapp secepatnya yaa.. hehe
      gumawoo kak udaa kasiiih semangat n komen.. haha :D*kasih CHunieeeee

  3. ayumi berkata:

    Ah dah lama d tunggu2 🙂
    Yoochun knpa hrus brangkat sih,,,
    Hbis kmu ksih tau tntang grup dbsk ne, aku banyak cri2 info ttng mreka trutama park yoochun, jdi makin suka sma mereka.
    Jgan malas2 donk nulisnya. Fighting 🙂

    • Vii2junshu_kim berkata:

      wkwkwk…
      gomen..

      iaa diusahaiin nggak maless lagi.. wkwkwk
      yah, tugas dari atasan, klo ga diikutin dipecatt ntar.. hehehe
      ah benarkah ??? wkwkwk
      lagu nya DBSK, enak loo.. 😀
      menenangkan ^ ^
      misalnya lovin u, Hug, Dhousite, dll…
      keren deh*promo* hehe

      nee gumawoo.. ^ ^

  4. marliena berkata:

    Akhirnya dipublish juga.. Penantian Ɣαήğ ğªќ sia2.. Αкυ paling suka ff ΐñΐ.. Berasa sperti ℓªğî nonton drakor ªjª.. ☺◦°◦ƗƗɑƗƗɑ (′▽`) ƗƗɑƗƗɑ◦°◦☺.. Keep writing author..

    • Vii2junshu_kim berkata:

      akhirnyaa yaa… wkwkwk
      iaa makasih sudah menanti FF abal bin GAJE punya saya.. wkwkwkwk

      eh ???
      masa iaa.. perasaan nii FF paling gak jelas.. hehe*authornya gila sih*
      siip2..
      makasih semangatnya ^ ^

  5. YANTY berkata:

    Akhirnya stlah penantian yg pnjang,part ini slsai jga,walaupun dah 4 hari lwat..
    eonni buat hyeranya punya anak,biar lebih rmntis ge khdupan mreka..
    dttgu ya part sljutnya..
    🙂

  6. purple281000 berkata:

    Penasaran banget sama next chap nya. Thor part ini kyak’a banyak typo nya ya
    Hhe
    Yoochun k jepang itu beneran ato cma di kerjain sama bapaknya n yoohwan?

  7. AdheKJ berkata:

    Hai unnie xD akuuuu datang nih~ setelah hampir 3 bulan ga komenin ff di wp. Ini komenan pertama loh.. hihiw. oke ketujuan awal lagi. PART INI KENAPA ROMANTIS pake bangeeeeeet :3 aaa nchun sama hyera, bikin enpi. /siapin golok/ Aku bingung deh ini mau ngomentarin apaan lagi –a. Pokoknya the next chapter jangan lama unn uploadnya, kalo telat uploadnya junsu aku culik! SEMANGAT unnie :* aku mau baca broken married dulu. 😀

    • Vii2junshu_kim berkata:

      wkwkwkwk…
      iaa niih.. aku nungguin dirimu looh.. xD
      kemana ajaa jjeng ??*plak

      ah benarkah ?? aku malah kagak pede liat part ini… hoho xD
      ahh.. pas bkin part ini, yang aku ingat cuma senyum chuniiiee*gubrak*junsu bwa golok*

      ehh.. laki ane ngapaiin di culikk.. wkwkwk
      siip semoga ga molor yaa.. hahaha XD

      eh, main k wattpad aku bkin crta baruu*promo nii* xD

      • AdheKJ berkata:

        aku hiatus dunia wp… tapi maen roleplayer sampe lupa waktu :3 molor aku bakar si junsu xD iya deh nti aku ke wattpad 😀

      • Vii2junshu_kim berkata:

        wkwkwkwkwk…
        laa itu paan ?? roleplayer.. hoho saya mah katrok jadi kagak tahu,,, wkwkwk

        ehh.. enak aja.. bakar ayam ajaa buat sahutt 😛 haha

      • AdheKJ berkata:

        itu unn, jadi kita buat acc twitter nah itu pake nama artis korea gituuu…. aih si unnie mah, udah di kolom komen masih typo xD

      • Vii2junshu_kim berkata:

        ohh.. hoho…
        saya mah males maiin twiiteer, ngelet boo*plak*
        inet nyaa nggak mau diajak kompromi klo soal twiit hadeh ==’

        wkwkwk. iaa ituu,,, jadi maluu sayaa*ngumpet* haha xD

        gimana kabarnya ??

      • AdheKJ berkata:

        inetku boros dalam hal apapun(?) 😀 ga usah ngumpet unn, nih junsu udh siap di masak(?) xD aku baikk… unnie? 😀

      • Vii2junshu_kim berkata:

        wkwkwkwk..
        jiaah, bagi2 doong*ndong pake dompet 😛

        ehh…
        enak ajaa.. laki aku mau turr dibikin kayak ayam bakarr xD…
        haduuh……*geleng2

        samaa baiik.. hoho…

      • AdheKJ berkata:

        /kasih dompetnya/ noh unn ambil~ aku ikhlas xD bukan ayam unnn, tapi bebek xD unnie udh kerja ya?

      • Vii2junshu_kim berkata:

        Kyaa,,, duiitnya manaa ??? xD
        wkwkwkwk…

        hoho…
        jangann doong, kasiian pantat nyaa abang suie,,, xD
        ohh, uda berhentii,, aku mo ngelmar di PT.. doakan yak cpet dpt panggilan 😀

      • AdheKJ berkata:

        itu unn, uangnya ghoib xD gapapa dong, abang junsukan montok(?) xD cieee unnie mau ngelamar kerjaan xD

      • Vii2junshu_kim berkata:

        wkwkwkwk…
        mana ada.. ntar ujung2 na jadi dauun.. ogaahh.. 😛
        haha

        eh…
        karena pantat nya montok ane kagak relaa… hoho xD

        iaa.. doaiin ya cepet dipanggil 😀

      • AdheKJ berkata:

        enggak unn, bukan daun kok~ tapi uang monopoli xD bukan cuma pantatnya yg montok~ pipinya juga :3 iyaaa amin, semoga cepet dapet kerjaan unnie 😀

      • Vii2junshu_kim berkata:

        eo ????
        ogaaahh.. 😛 haha

        ehh.. jangan dooong*nyadra bias sinta xD
        hoho…
        aku kan sayang suamiku*eh lebe nya kumat ==’

        amiin.. makasih yak 😀

  8. evi berkata:

    haiiiiii salam kenal.aq baru pertama kali nih berkunjung di blog mu dan yang pasti aq ketagihan banget sama fiction yang kamu buat ini.Asli ini cerita fiksi online terbaik yang pernah aq baca,sumpah nggak ngebosenin,aku tunggu kelanjutannya ya,semoga kamu bisa buat tulisana yang lebih banyak lagi dan keren .Buat kamu 4 jempol dech,hehehehehehe

  9. rinrin berkata:

    hehe baru baca.. kok lama publishnya aku liat publish part ini tanggal 13 juli tapi hampir sebulan belum publish lagi.. sibuk banget ya chingu.. hwaiting ngerjain ff nya! oh iya kl suka dorama akai ito rame deh menurut aku sih…

    • Vii2junshu_kim berkata:

      hahaha…
      Iyak,, banyak banget rencana yang aku susun gagal ditengah jalan, dan akhirnya malah cari jalan lain.. makanya nggak sempat, kemarin juga tangan aku terkilir, makanya nggak bisa ngetik..

      kendala banyak banget *hiks* nangis dipojokan bareng suami*

      Maaf ya udah nungguin lama.. aku ushain cepet deh buat uplod yang chap selanjutnya 🙂 terima kasih ya semangatnya, dan saran filmnya.. nanti aku cari 😀 hihi xD

  10. dennis berkata:

    nungguin nie ff lama banget publish x,,,,,,,,,,,tpi terbayar dg crita x yg smkin menarik dan pasti nya mkin misterius aj nich ff…………cepet2 di publish ya chingu………..please*hiks*nangis darah* hehehe just kidding………semangat chingu…………

  11. Farizah berkata:

    unn, yg step 10 kok di protect? 😦 aku penasaran puol sama next chapt nya loooo. bagi password nya dooong :))

  12. sypark berkata:

    Annyeong~ saya reader baru disini ^^
    ff ini asli banyak typo /plakkk/ /digaplok author/
    tp ttp suka kok sama ffnya.
    Aku menanti adegan kisseu kisseu yg tak kunjung dtg di chapter ini lol. Please itu di insert thor klo ffnya dirombak ^^ biar kesanya lebih manis gitu ffnya kekeke
    itu aja komentnya. Keep writting ^^

  13. yani berkata:

    ini part yang paling sweet dri yg udah2
    weeew semakin lengket aja pngantin barunya,
    n ricky yoohwan jg bikin gemes 🙂 nice bngt

  14. ratih berkata:

    wah ceritanya seru…
    aku baru baca nih ff …langsung yang ke 9 … makanya masih keder dikit sama jalan ceritanya… semangat buat yg bikin ff

Your Comment become spirit for me ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s