Broken Married [6-a]

Gelapnya malam tak membuat Hyuni takut, tapi entah kenapa perasaannya tidak enak sedari tadi, seperti ada bayangan yang mengikutinya. Hyuni memalingkan mukanya kembali kebelakang, namun nihil. Tak ada siapapun. Ia melanjutkan lagi langkahnya.

Apartemen sandara Taeho berjarak 35 meter lagi darinya, karena itu ia mempercepat langkahnya. Tapi saat dibelokan jalan, seseorang membekap mulutnya, hingga Hyuni tak sadarkan diri.

Jae apartemen
10.00 PM

Jaejoong masuk kedalam kamar tidurnya, didalam telah menunggu Hyuna yang sedang melihat-lihat jurnal ibu hamil. Jaejoong menghela nafas sejenak, lalu melangkah mendekati istrinya. Dirinya duduk bersandar, lalu memeluk pinggang istrinya. Hyuna menoleh sejenak lalu tersenyum

“cepat sekali mengantar ibu” komentarnya tanpa mengalihkan pandangannya pada buku jurnal yang masih dipegangnya. Jaejoong tersenyum miring.

“ibu tak ingin aku antar sampai di apartemen Daddy, jadi yah begitulah” ucap Jaejoong menggantung. Hyuna lalu menutup buku jurnalnya. Dan menatap Jaejoong dengan tajam

“kau ini, ini sudah malam, dan kau membiarkan ibu pulang sendirian ? kalau terjadi apa-apa bagaimana ?” tanya Hyuna dengan nada yang khawatir. Jaejoong memandang Hyuna sejenak, lalu mengelus punggung istrinya

“tenanglah, ibu juga mengkhawatirkanmu, makanya aku dilarang olehnya untuk tidak mengantarnya pulang” jelas Jaejoong dengan sabar. Hyuna menghela nafas, dan memilih untuk diam.

“besok sebelum berangkat kerja, antar kan aku ke apartemen mereka ya. Aku khawatir sekali” pinta Hyuna, Jaejoong mengangguk.

“baiklah, sekarang waktunya tidur, ini sudah larut malam” Hyuna mengangguk, dan menenggelamkan dirinya dibalik selimut.

“tunggu, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu” sela Hyuna, saat Jaejoong hendak memulai alam bawah sadarnya.

“apa ?” tanya  nya dengan malas. Hyuna kembali mengatur posisinya menjadi duduk ditempat tidur. Lalu menatap Jaejoong yang masih terbaring.

“kenapa Myunghan oppa masih hidup. Bukankah kemarin dia ditembak oleh penembak misterius ?”

Jaejoong tersenyum, lalu ikut duduk disamping istrinya. Menyandarkan bahunya pada kepala ranjang dan dilapisi oleh bantal empuk dibelakangnya. “ini namanya trik”

“trik ?” ulang Hyuna penasaran. Jaejoong mengangguk

“begini, Myunghan adalah saksi kunci untuk membuat Junho dan ibunya sadar, bahwa apa yang mereka lakukan selama ini salah. Sekaligus membayar apa yang telah mereka lakukan. Jadi sebisa mungkin pihak KII melindungi saksinya. Dan kami juga sudah menduga akan terjadi hal-hal seperti itu. yah kau tahu maksud ku kan. Hal yang tak dikehendaki. Jadi aku memilih untuk merecoki mereka”

Hyuna mengangguk “dan pada saat lampu merah menyala, mobilku tepat disamping mobilnya. Aku menyuruhnya mengendap untuk masuk kedalam mobilku, dan menganggantikan posisi dirinya yang duduk dikemudi dengan boneka manekin milik KII. Semua sudah kami rancang, agar tidak terjadi kesalahan fatal seperti yang sudah-sudah”

“ah begitu, seperti rubah. Kalian memang licik” sindir Hyuna. Jaejoong terkekeh.

“yah, kalau mereka licik kenapa kami tidak. baiklah Nyonya Kim, ini sudah malam waktunya tidur. Aku sudah mendongeng untukmu” Hyuna tersenyum lalu berbaring lagi disamping Jaejoong.

“Jae-a” panggilnya sebelum benar-benar tertidur

“hmm”

“nanti kalau kau ada waktu, antarkan aku ketempat oppa ya” pintanya pada Jaejoong. Yang dijawab anggukan dan gumaman malas darinya.

“Jae-a”

“apalagi”

“selamat malam”

“malam”

 

Tatto D Place

01.00 AM

Rapat telah diselesaikan sedari tadi, namun beberapa pihak masih ngotot untuk melakukan misi dan tugas selanjutnya, tapi perintah Tatto D tetap tak bisa dibantahkan. Beberapa pihak membuat perkumpulan sendiri, mereka melakukan rapat rahasia, yang bertujuan untuk melakukan pemberontakan terhadap Tatto D.

“sungguh, aku tak habis pikir. Apa yang ada didalam kepalanya. Kenapa dia tiba-tiba menghentikan pelaksanaan pengiriman ganja ke benua eropa ?” tanya salah seorang pria yang memakai jas hitam dengan kaca mata minus yang cukup tebal.

Salah seorang pria yang duduk disampingnya menanggapi dengan tenang “dia pasti punya rencana licik. Kalian tahu sendirikan reputasi Tatto D. Pasti ingin menang sendiri” ucapnya membuat tiga orang yang lainnya merasa terpancing untuk lebih dan lebih lagi melakukan pemberontakan.

“oke, aku rasa memang benar dia licik dan ingin menang sendiri. Lalu kenapa dia tidak mengijinkan kita untuk menyerang Kim Jaejoong ? apa dia ingin menghabisi agen itu sendiri ?” pertanyaan yang terlontar dari seorang pria berkepala plontos membuat beberapa rekannya tertawa miris.

“itu jangan kau pertanyakan lagi. Dia terlalu berambisi untuk membunuh agen itu dengan tangannya sendiri, jadi lebih baik kita tak mengotori tangan kita untuk membunuh agen itu” ucap pria berjas hitam yang memakai kaca mata minus. Semua mengangguk menyetujui ucapan pria itu.

“lalu bagaimana rencana kita selanjutnya ? apakah kita akan mengkuti semua kemauan Tatto D ?” tanya pria berkepala plontos lagi. Mereka terdiam sejenak. Pria yang duduk disampingnya ikut berbicara

“sementara ini kita tetap mengikuti perkembangan yang dilakukan olehnya. Tapi jika sudah membuat kita rugi, kita akan melakukan pemberontakan”

Mereka berlima mengangguk, dan meninggalkan gudang tua yang tetap berdiri kukuh.

Sandara Apartemen
07.00 AM

Tae ho membantu membereskan apartemen mereka, walaupun mereka tak dikaruniai seorang putra, Taeho sudah merasa cukup dengan apa yang ia dapatkan selama ini. ada Jaejoong dan Hyuni membuat hidup mereka merasa tak kesepian lagi. Apalagi sandara yang notaben nya adalah anak tunggal. Ia sangat senang sekali saat mengtahui bahwa Jaejoong dan Hyuni akan tinggal di Amerika bersama mereka.

“yeobo-a. tolong lukisan ini kau pidahkan kedepan. Jangan sampai miring ya” ucap Sandara saat meletakkan lukisan pemandangan di atas sofa ruang depan. Taeho bergegas bangkit dari duduknya yang hanya berjarak tiga meter dari sang istri. Lalu mengambil paku dan palu untuk menyematkan lukisan itu di dinding apartemen mereka. setelah semua selesai dikerjakan, Taeho dan sandara duduk di ruang tengah, ditemani oleh acara televisi yang biasa mereka tonton dahulu. Didepan mereka ada cemilan-cemilan pengganjal perut kesukaan Taeho.

Bel apartemen mereka berbunyi, sandara bangkit dari duduknya dan melihat siapa yang datang. Ternyata menantunya dan anak lelakinya. Sandara tersenyum riang, namun ada satu hal yang membuat nya terganjal. Dimana halmoni pelit itu. pikir sandara lalu memandang Jaejoong

“Hyuni mana ?” tanya sandara dengan tatapan penasaran. “apa dia takut aku abaikan ?” tanya sandara masih dengan nada penuh selidik. Pertanyaan itu membuat dua orang didepannya membeku.

“mommy, jangan bercanda. ibu tadi malam kemari, dia juga meminta izin padaku” ucap Jaejoong menjelaskan. Hyuna terdiam sejenak. Lalu memandang suaminya dengan tatapan menusuk. Jaejoong salah tingkah.

“mommy tidak bercanda Jae-a, dia tidak pernah kemari, apalagi tadi malam. Kau tidak mimpikan ?”sandara masih bingung, Taeho yang mendengar keributan diruang depan langsung kesana.

“ada apa ini ?” tanya Taeho dengan nada yang bingung, seperti Sandara.

Jaejoong mengusap tengkuknya. Sekarang dirinya kebingungan sendiri. “Ini…” Jaejoong merasakan hawa dingin yang mengalir disisi dirinya, keringat dingin yang mulai membasahi dirinya. Apakah ini pertanda tak baik. tidak biasa nya dia seperti ini, apakah mungkin terjadi sesuatu. Dirinya belum menjelaskan perihal masalah ini pada Taeho, namun dirinya memandang Hyuna yang balik menatap nya dengan tatapan mengintimidasi. Jaejoong memberikan kode agar Hyuna saja yang menjelaskan, dan ia mencari dimana ibunya.

“melepas tanggung jawab” gumam Hyuna, lalu mengikuti kedua mertuanya yang mengajaknya untuk duduk diruang tengah. Jaejoong sendiri memilih keluar dari apartemen itu,dan merogoh ponsel yang diletakkanya di saku celana jeansnya. Menghubungi Yunho.

“Ya” ucap Yunho dengan tenang dan ramah.

“bisakah kau mengecek sinyal GPS ponsel ibuku ?” tanya Jaejoong langsung pada topiknya.

“he ?” Yunho mengernyit heran, anak ini kenapa ? pikirnya.

“ayolah, nomor ponselnya akan aku kirimkan” ucap Jaejoon langusng

“arraseo”

Jaejoong lalu mengrimi nya pesan singkat, dengan cekatan Yunho langsung mengetikkan kode rahasia melalui papan ketik, akses diterima. Setelah itu Yunho memasukkan nomer ponsel ibu Jaejoong, dan mencari tahu dimana letak ponsel itu.

Processing.

Beberapa menit, akhirnya Yunho mendapatkan tempat yang cukup jauh dari Seoul. dia mengernyit sendiri. “Yunho-a bagaimana ?” tanya Jaejoong yang masih tersambung dengannya

“aneh. Memangnya ibumu kabur ya ?” ucap Yunho antara menggoda dan bingung sendiri

Disisi lain, Jaejoong sendiri merasakan sesuatu yang aneh, perasaan tak nyaman, dan gelisah. “maksudmu ? cepatlah berikan posisinya” ucap Jaejoong memaksa

“aku tak tahu pasti letak nya dimana, daerahnya sangat sulit di deskripsikan. Sepertinya terletak dipinggiran kota” Yunho menjelaskan apa yang dilihatnya dilayar datar miliknya

“hah ?” Jaejoong semakin bingung, sejujurnya saat ini dia panik, pikirannya kacau. Jaejoong mengacak rambutnya kesal.

“Sebaiknya kau kemari, aku mempunyai isting tak bagus” ucap Yunho dengan cemas.Jaejoong mengangguk paham. Dirinya juga merasakan sesuatu yang tak bagus.

Setelah mematikan sambungan telponnya, Jaejoong menemui kedua orangtua angkatnya dan Hyuna.

“ada yang ingin aku selesaikan, kau disini saja, posisimu lebih aman jika bersama Daddy” ucap Jaejoong tenang. Hyuna mengangguk, ia melihat kepanikan diri Jaejoong.

“Mom, Dad. Aku pergi dulu” Jaejoong meninggalkan mereka, setelah pintu tertutup Hyuna meminta izin untuk mengantar jaejoong.

Hyuna melihat siluet  Jaejoong yang hendak masuk kedalam lift “Joongie-a” pekik Hyuna. Membuat langkah Jaejoong terhenti. Ia memandang Hyuna yang ada di ujung koridor. Hyuna melangkaha medekati Jaejoong.

Dengan nafas yang tersengal Hyuna tersenyum, “bawa eomonim dengan selamat” ucapan itu dibarengi dengan senyuman. Jaejoong jadi terkekeh.

“hmm” katanya pasti. lalu memeluk Hyuna. “jaga keselamatan dirimu. aku tak mau terjadi apa-apa dengan kalian” bisiknya dengan pelan. Hyuna mengangguk saja.

Jaejoong melepaskan pelukanya dann berjalan kebawah.

“aku jadi bingung dengan semua ini dia bilang kemari, tapi dia sama sekali tak pernah kemari” ungkap Sandara, sedangkan Taeho hanya duduk tenang. Menurut nya apapun yang terjadi dengan Hyuni nantinya, ia rasa tak akan membahayakan nyawa wanita itu. karena ia merasakan bahwa lelaki itu tak akan membiarkan wanitanya terluka walau itu hanya goresan saja.

“sebenarnya tadi malam, eomonim minta izin untuk pulang kemari. Dan bodoh nya Jaejoong malah memberikan izin dan tak mengantar eomonim” Hyuna meremas jarinya, tak berani memandang kedua mertuanya. Sesuai dengan dugaan Taeho.

“kau tenang saja, aku yakin Hyuni akan baik-baik” Taeho beranjak dari tempat duduknya. Sandra hanya memandang punggung suaminya yang menjauh dengan tatapan tak percaya. Kenapa Taeho setenang ini. apa ada sesuatu hal yang dirinya tahu ? pikir Sandara.

“apa Daddy marah ?” gumam Hyuna saat memandang punggung Taeho

“dia bukan marah, dia menyembunyikan sesuatu. Aku paham sekali dengan sikap nya yang seperti ini” balas Sandara dengan pasti. Hyuna semakin bingung. kenapa banyak sekali teka-teki disini.

Dibalik kamar

“apa kau bersamanya ?” tanya Taeho dengan cepat, saat sambungan telpon itu diangkat oleh sang pemilik nomor.

“apa maksudmu ? dia siapa ?” tanya Myungjae bingung

“Hyuni. Apa dia bersamamu ?”

“kenapa dia harus bersamaku ? setelah aku pergi, aku tak pernah lagi bertatap muka atau bertemu dengannya. Ada apa ? jelaskan padaku” sambar Myungjae langsung. Taeho menghela nafasnya dengan gusar. Ini kacau.

“begini, aku rasa Hyuni diculik. Tapi yang menjadi pertanyaanku, siapa yang menculiknya ?” keluh Taeho dengan suara yang diredamkan. Agar Sandara tak mendengar ini.

Ditempat nya Tatto D atau Myungjae terdiam ditempat. Mengalisis siapa saja yang bisa menjadi pelaku utama dalam penculikan ini. “aku rasa ini ada hubungannya dengan  kasus Jaejoong” sergahnya cepat.

“kau yakin ?” tanya Taeho “ bukan karena dirimu ?” sindirnya dengan nada tajam

“tentu bukan aku” tekan Tatto D.

“baiklah. nanti aku kabari bagaimana selanjutnya”

“hem”

Sambungan telpon itu terputus.

“kau habis menghubungi siapa ?” pertanyaan itu langsung terucap dari bibir istrinya, saat pintu kamar mereka terbuka, dan sosok Sandara ada diambang pintu. Taeho membuang nafasnya, lalu tersenyum – pura-pura. “bukan siapa-siapa. Hanya rekan lama. Sebaiknya aku ke kantor, membantu Jaejoong” ucap Taeho dengan nada yang dibuat setenang mungkin. dirinya paham benar bagaimana sandara, ia tak ingin membuat wanita itu cemas. Apalagi dengan sikap sandara seperti ini, pasti sandara tahu kalau dirinya tengah menyembunyikan sesuatu

“kau ingatkan janji kita”

Deg..

‘benarkan dugaanku, dipasti tahu kalau aku menyembunyikan sesuatu darinya. Shit’

“tentu, aku tak akan mengikarinya. Tapi aku benar-benar harus kekantor sekarang” usai mengucapkan itu, Taeho lalu memaki Tatto D dalam hatinya. Jika bukan karena dia, pasti dirinya tak akan membohongi sandara.

KII Building

10.00 AM

Jaejoong berlari kelantai atas, membuat beberapa karyawan menatap nya bingung, namun semua itu tak di hiraukan pria cantik itu, keselamatan ibunya adalah yang terpenting saat ini. Jaejoong membuka ruangan kerja milik Yunho.

“lihatlah” Yunho memberikan ruang untuk Jaejoong agar melihat hasil pencariannya. Jaejoong kesal. Siapa yang melakukan semua ini.

“menurutmu siapa pelakunya ?” gumam Jaejoong pada Yunho. Yunho menyesap kopinya, lalu duduk dihadapan Jaejoong.

“kita berurusan dengan banyak orang, tapi menurut feeling ku ini pekerjaan kakak iparmu” analisis nya. Jaejoong berkerut.

“Kim Junho maksud mu ?” pasti Jaejoong. Yunho mengangguk “cish, berani sekali dirinya membuat ibuku sengsara, akan aku pastikan dia akan mendapatkan yang lebih buruk dari ini” desis Jaejoong, lalu menatap Yunho

“itu baru asumsiku, melihat lokasi dan letak nya yang tak biasa. Aku yakin, dia mempunyai rencana lagi setelah rencana awalnya gagal. Seperti membuatmu dalam pilihan yang mematikan. Reputasi hancur atau ibumu yang akan hancur”

“yah kau benar” gumam Jaejoong

“lalu apa rencana mu ?” tanya Yunho meletakkan cangkir kopinya di meja miliknya.

“tetap pada rencana awal, masalah ibuku akan aku tangani sendiri. Kau lanjutkan persidangan untuk besok bersama Gyuni.” Putus Jaejoong dengan cepat. Yunho agak kaget melihat sikap Jaejoong yang terkesan gegabah.

“apa kau yakin ?” Yunho kembali bertanya tentang keputusan temannya. Jaejoong mengangguk pasti

“baiklah. nanti malam ibu Kim Junho akan di terbangkan dari bandara Paris-Charles de Gaulle, untuk melakukan pemeriksaan dan penahanan atas kasus ini. dan seperti yang kau bilang kita akan membuka kasus lama” ucap Yunho memberikan penejelasan mengenai tugas mereka kedepannya. Jaejoong mengangguk.

“baiklah”

Kasus tetap berjalan seperti yang sudah direncanakan oleh Jaejoong dan beberapa anggotanya, meskipun kasus ini tak luput dari teror atau ancaman dari berbagai pihak, Jaejoong tetap bersikeuhkeuh agar kasus ini tuntas. Dua minggu lagi adalah keputusan sidang, dan posisi ibunya belum menemukan titik temu yang pasti.

Jaejoong berusaha mencari ibunya, tapi gerak-geriknya seakan terbaca oleh pelaku. Hingga membuatnya geram dan kesal. Jaejoong duduk bersandar diruang kerjanya. Memikirkan bagaimana caranya untuk membebaskan ibunya.

“maaf  sajangnim, ada telpon untuk anda” salah seorang anggota timnya memberikan informasi untuknya. Jaejoong mengangguk lalu memegang ganggang telpon yang ada didepan matanya.

“ya ?” ucap Jaejoong langsung.

“Jae, ini ibu” suara itu, suara yang Jaejoong rindukan, Jaejoong tersenyum

“ibu, ibu dimana ?” tanya nya langsung

“ibu ditempat yang aman.  Dan ibu baik-baik saja, Lebih baik kau menyelesaikan kasusmu saja.”

“ia tapi ibu dimana ? biar aku jemput, Hyuna dan yang lain resah menunggu ibu” ucap Jaejoong dengan nada yang bergetar, Hyuni tampak tersenyum.

“ibu tak bisa mengatakannya nak. Yang ibu bisa katakan bahwa ibu baik-baik saja. Setelah kau menyelesaikan kasusmu ibu akan pulang. Ibu janji” ucap Hyuni pada puteranya

“baiklah, ibu jaga kesehatan, jangan lupa makan. Dan nanti ibu harus mengatakan yang sebenarnya padaku” cerocosnya. Hyuni tersenyum melihat puteranya yang seperti ini.

“baiklah, ibu harus menutup telponnya. Kau baik-baik ya. Jaga menantu ibu”

Jaejoong mengangguk. “tapi ibu juga harus jaga kesehatan ibu” setelah itu sambungan telpon terputus. Jae menghela nafasnya sejenak, pikirannya terfokus pada ibu dan kasus yang sedang ditanganinya.

Tak lama dirinya menghampiri Yunho yang tengah duduk di coffee shop untuk menyesap kopi siang nya. “aku dapat telpon” ucap Jaejoong lirih. Yunho memandang temannya dengan tatapan tak percaya

“apa yang dia minta ?” terka Yunho langsung. Jaejoong menghela nafas lalu memilih duduk disamping sahabatnya.

“ibu yang menelepon bukan penculik atau siapapun. Dia mengatakan dia baik-baik saja. Ini aneh” kalutnya. Yunho terdiam, yah ini memang aneh. Kemarin posisi ibunya benar-benar membuat semua orang cemas, dan sekarang. Ibu nya menghubungi Jaejoong kalau dia baik-baik saja. Ada apa ini. pikir Yunho.

Mereka berdua sibuk dengan pemikirannya masing-masing. Hingga anggota Divisi penertiban datang menghampiri keduanya.

“apakah kalian Agen Kim jaejoong dan Jung Yunho ?” mereka berdua sontak menatap pria berbalut jas hitam necis. Lalu mengangguk

“benar” ucap Jaejoong mewakili

“saya Han Jisoo Divisi Penertiban, datang untuk membawa anda kekantor karena kalian diduga melakukan pelanggaran peraturan”

“maaf peraturan yang mana ?” cela Yunho, lalu meletakkan cangkir kopi yang baru dipegang nya.

“peraturan pasal 31 ayat 5. Tentang penyelidikan tanpa izin, dan beberapa pasal ringan, yang nantinya akan dijelaskan oleh ketua Divisi kami” ucap Han Jisoo tegas. mereka sudah menduga akan terjadi hal yang seperti ini. dengan helaan nafas yang berat, akhirnya mereka mengikuti laki-laki itu.

TBC

Gomen…

Maaf ya, udah bikin Readers nungguin FF saya yang lama banget updatenya.. hehe
tapi saya makasih banget udah ada yang mau ngingetin gimana kelanjutan ni FF ^ ^

Part 6 akan saya bagi jadi 2 Part, Part berikutnya akan menjelaskan hal yang tak diketahui Jaejoong, pasti ada yang bingung nii, siapa pelaku penculikan ibunya Jaejoong kan ?? nah di Part 6-B nanti akan saya jelaskan 🙂

eah, Mohon Komen dan Like nya.. ^ ^ karena itu adalah energi bagi saya untuk mempercepat penulisan ini…

Arigatou 🙂

Iklan

17 thoughts on “Broken Married [6-a]

  1. qoyah cassie berkata:

    Emm,, aq ikut mkir jg nie eonn.. tatto d ??bukan ktax..junho ?? tp ktax baik2 aja…ckckk, bkin pnsaran nie,,hhahaha…
    loh loh itu kok ditangkep ,?slah apa emg ??
    hhaha, kok dikit bgt eonn ,,,hhe…tp tak apalah..hhaha..
    lanjutanx jgn lamaaaaaaa ya eonn !!!!!
    hhaha
    btw suamiq pinter bgt yah bsa ngelacak hp,, hatiq bisa dilacak jg kali ya??
    muahhahaha*gombalan

    • Vii2junshu_kim berkata:

      engg.. nahloo.. tenang di part selanjutnya aku akan beberkan semuanya 😀
      siapa penculiknya, dan kenapa maminya kece itu baik2 aja 🙂 sabar ya nak ^ ^

      iaa emang dikit, sengaja*plak
      hahaha..
      ni anak, udah ketularan gombalannya chunie*plak* tukang gombalkan papah yun 😛 haha

  2. sans berkata:

    annyeong eonni..
    maaf ya aku baru komen di part ini padahal aku bacanya udah dari part 1 hehe mian eon
    itu keren ya pake trik boneka manekin
    ko ibunya jae bisa nelpon dia baik baik aja si
    dipaksa ato gimana?
    ditunggu lanjutannya ya ..

    • Vii2junshu_kim berkata:

      wkwkwkwk
      yap gapapa kok 🙂
      makasih ya udah mau komen ^ ^ hehe

      iaa.. gara2 sering baca det. connan jadinya gini deh.. wkwkwk
      enggak kok, dia nggak dipaksa.. 🙂
      lengkapnya nanti di part B 🙂
      secepatnya bakalan aku publish…

      gumawoo udah mau mampir n komen 🙂

  3. shinhyunrin berkata:

    akhirnya nongol kepermukaan juga ini ff. . . setelah sekian lam nunggu /etseh
    spa tuh yg nyulik umma jae? sapa jga tuh yg ngejebak mrk?

    lanjutkan chingu semakin penasaran aja sama ceritanya
    daebak

    • Vii2junshu_kim berkata:

      hahaha..
      gomen…
      aku thu orangnya pemalass buanget.. haha*malu*
      dicapter sebelumnya kan ada salah satu anggota yang ngelaporin klo Tim nya jae melakukan penyelidikan tanpa izin..
      jadi kelajutannya mereka dilaporin ke pihak penertiban.. hehe

      chap 6b akan aku jelasiin, dan aku usahakan secepatnya 🙂
      gumawoo ya udah mau komeenn…
      hehe

  4. ayumi berkata:

    Aku penasaran siapa yg menculik ibunya, klo ayahnya jelas2 gak mungkin. Tpi d bgian ibunya menghubungu jaejong ktanya dia baik2 aja…hmmm bingung -__-“

  5. purple281000 berkata:

    Akhirnya ff ini d post juga *sujudsukur*
    Penasaran sama sambungannya. Sambungannya jangan lama” ya 🙂

  6. hiru berkata:

    aku tau pasti yang nyulik yang tadi ngintip JJ,yunho sama gyuni kan? benar gak?
    makin menegangkan

  7. christie berkata:

    Woooww seru Dan makin rumit. Itu yg bisa aku tangkap, tapi semakin keren tokohnya. Seperti Tts…

Your Comment become spirit for me ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s