Broken Married {05}

Author : Vii2junshu_kim

Cast : Kim Jaejoong, Kim Hyuna, DBSK Member

Genre : Married Life,Romance,Sad,

 

Author Pov
Seoul Hospital, 08.00 Pm

“jadi bagaimana keadaannya dok ?” tanya Jaejoong pada dokter Jung

“baik, hanya pergelengan kaki nya saja yang sedikit retak, setelah di perban, aku rasa seminggu lagi akan pulih” terangnya. Jaejoong mengangguk

“baiklah, terima kasih dok” ucap Jaejoong.

“baiklah, saya tinggal dulu ya” dokter Jung menepuk bahu Jaejoong.

Jaejoong mengghampiri lelaki itu, dan duduk dipinggir ranjang rumah sakit. “maaf aku benar-benar tak sengaja” kata Jaejoong

“ah tidak apa-apa” ucapnya ramah

“kalau boleh tahu nama anda siapa ? lalu anda mau kemana ?” tanya Jaejoong

“eoh, nama saya Kim Jung Ho. Anda bisa panggil saya Jung Ho.” Ucapnya. Jaejoong tersenyum “saya pendatang dari kampung, saya kemari ingin bertemu dengan anak saya. Tapi ternyata dia sudah pindah” ucap pria itu dengan mimik memelas. Jaejoong yang memang tidak bisa melihat orang terluka,  langsung memberi semangat pada Jung Ho atau Tatto D.

“eung… nanti saya akan membantu anda untuk mencari anak anda.” Jaejoong mengusap pelan bahu tatto D. Tatto D mengangguk.

 

Tatto D Pov

Aku terlalu pandai berakting ya ? sepertinya dia percaya sekali.

Aku akui, kau memang lihai dalam menjalankan setiap misi, tapi sepertinya kau terlalu polos dalam intrik seperti ini.

“ah, jadi ayo kita pulang” ajaknya padaku. Aku memandang dirinya. Matanya berbinar sekali, lalu membantuku turun dari ranjang rumah sakit. “pulang kemana ?” tanyaku lagi “aku tak memiliki rumah” karena aku hanya memiliki gudang tua untuk tempat aku bersembunyi. Tekanku langsung dalam hati.

Ia tersenyum, masih membimbingku. “kerumahku ajjushi. Nanti aku akan meminta tolong istriku dan ibuku untuk membantumu agar cepat pulih. Lalu kita bisa mencari dimana putramu”

Wow.. sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Aku tak menyangka ide gila ku menghasilkan sebuah kejutan manis. Aku jadi bisa mengetahui bagaimana cara menghancurkannya dengan mudah.

“apa tidak terlalu membebani dirimu dan keluargamu ?” tanyaku akhirnya. Dia menggeleng. Benar-benar anak manis.

“tidak, aku yakin mereka tak akan keberatan. Kebetulan juga istriku sedang tidak bekerja karena sedang hamil. Jadi aku menyuruh nya untuk tetap dirumah saja” dia masih menerengkan keadaan rumahnya, sambil memapahku.

Hamil ? aku jadi teringat akan seseorang. Tentang semua kenanganku dengan Hyuni kembali lagi. Bagaimana ekspresinya saat mengatakan dia hamil, saat awal-awal kehamilannya. Sungguh membahagiakan

“dan kau pasti akan merasa seperti orang yang paling beruntung didunia” kataku tulus. Ia mengangguk, senyum nya berkembang.

“sangat. aku bahagia sekali. Bagaimanapun Tuhan telah menitipkan malaikat kecil itu pada kami. Berati Tuhan telah mempercayakan kami untuk menjaganya”

Mempercayai untuk menjaganya. Bahkan sampai saat ini aku belum bisa melihat wajah anakku. Merasakan bagaimana aku dipeluknya, bagaimana cara dia menatapku. Tak kuasa air mataku menetes. “ajjushi. Maaf aku membuatmu sedih” ia membantuku mengusap air mata kecil yang terlanjur jatuh dipipiku.

Aku menggeleng “tidak, aku hanya mengenang bagaimana perasaanku dimasalalu. Saat mengetahui bahwa istriku hamil” ucapku lagi. Dia mengangguk

Kami sampai dilobi rumah sakit, ia memesan taxi untuk membawaku, dan dia mengawasi dari belakang. “seandainya kau anakku” lirihku dalam hati.

Aku ingin menepis pemikiran itu, pada kenyataannya sekarang aku dan dia adalah musuh. Namun hati kecilku selalu nyaman saat bersamanya, selalu tenang saat dia bercerita. Padahal aku baru beberapa jam ini mengenal sosoknya.

Author Pov

Jae’s apartemen, 08.30 PM

Jaejoong membereskan tempat tidur tamu yang biasanya digunakan ibu dan mommy nya saat berkunjung. Ia mengganti cover dan bed cover yang ada dikamar itu, lalu merapikannya.

Diruang depan Tatto dan Hyuna tengah duduk berdua “apa semua calon ayah bersifat posesif ya ajjushi ?” tanya Hyuna pada Tatto D. Tatto D yang awalnya canggung, kini mulai terbiasa berada diantara mereka

“yah, itu wajar saja. Apalagi ini anak pertama kan ?” kekeh Tatto D. Ia sendiri bisa membayangkan bagaimana dirinya dulu yang sangat-sangat melarang Hyuni melakukan apapun. Apalagi Hyuni itu ceroboh, sesukanya sendiri. Jadi kalau tidak dilarang ia akan melakukan apapun yang dia mau.

“eum.. seperti itu” angguk Hyuna. Ia lalu kedapur, dan menyiapkan makan malam untuk mereka bertiga.

“jadi ajjushi kemari untuk mengunjungi putra ajjushi yang merantau ?” tanya Hyuna saat mereka makan malam bertiga diruang tengah.

Tatto D mengangguk “benar. Tapi saat di perjalanan aku dirampok. Lalu tanpa sengaja aku dan suamimu bertemu” ucap Tatto D dengan mimik muka yang dibuatnya sesedih mungkin

“ya sudah,jangan diingat lagi ajjushi, lebih baik ajjushi tinggal disini saja sementara waktu. Hingga ajjushi bertemu dengan putra ajjushi” saran Hyuna

Tatto D mengangguk.

 

Didalam kamar itu, Tatto D tak bisa tidur, pikirannya melayang. Antara ia dan tidak. sekarang hati nya bercabang, akankah ia melancarkan aksinya, melihat mereka bahagia, ia seperti melihat cerminan masalalunya saat ini. memiliki kebahagian yang tak ternilai.

sejahat apapun dirimu, kau tetap seorang manusia, yang memiliki nurani myungjae’ bisik hatinya

“yah, paling tidak, tunggu hingga situasinya tidak menyulitkan seperti ini” pikir Tatto D. Ia lalu memejamkan matanya.

07.00 AM

Pagi ini Hyuna disibukkan oleh celotehan suaminya yang melarangnya untuk ini dan itu, padahal dia hanya ingin membersihkan rumah, merapikan peralatan yang ada didapur, lalu memasak dan mencuci baju mereka. “ya! Kenapa kau menyebalkan sekali sih ?” geram Hyuna dengan kesal

Jaejoong memutar matanya “inikan untukmu juga” keukeuh Jaejoong

“ia aku tahu. Dan aku lebih tahu apa yang bisa aku lakukan Kim Jaejoong” kesal Hyuna makin menjadi “yang hamil itu aku. dan aku yang tahu kondisiku. Jadi berhenti untuk mengaturku dengan alasan apapun” Hyuna beranjak dari tempatnya dan memulai paginya.

Jaejoong yang masih memakai celana panjang tidurnya hanya mengeluh kesal. “ck.. kapan dia itu jadi jinak ?” pikirnya malas lalu berbaring diatas sofa panjang didepan televisi.

Tatto D yang mendengar keributan ala suami istri itu hanya menggeleng

 

“Jaejoong-a” panggil Hyuna pada suaminya. Jaejoong yang tengah sarapan memandang istrinya

“apa, kau mau makan sesuatu ?” ucapnya renyah. Hyuna kesal sendiri.

“ish… bukan, kenapa ajjushi belum keluar dari kamar nya ? lebih baik kau panggil dia, dan kita sarapan disini” ucap Hyuna lagi.

“cih.. baiklah” ujarnya malas.

Dia sedang asyik membaca laporan diponselnya, lalu mendengar suara ketukan pintu itu membuatnya tersentak, dengan cepat ia menyimpan ponsel yang sudah di rancang khusus untuknya itu. Lalu merapikan diri dan membuka pintu

“eoh ? ada apa nak ?” tanyanya lirih

Jaejoong tersenyum “ayo kita sarapan bersama-sama” ajaknya Jaejoong. Tatto D mengangguk dan mengikuti langkah Jaejoong yang duduk disalah satu kursi yang disediakan. “mari ajjushi” ajak Hyuna dengan santai, lalu menuangkan sarapan yang dibuatnya kepiring Tatto D.

‘keluarga yang harmonis’ ungkapnya dalam hati sambil menatap Hyuna. Seakan tersadar dengan apa yang dipikirkannya Tatto D langsung menepis semua itu “pikiran macam apa itu” gumamnya pelan

“ayo ajjushi, jangan sungkan” ajak Jaejoong lagi. Tatto D lalu memakan sarapan paginya,

 

KII Building, 07.30 AM

“jadi kau sudah menemukan dimana pabrik itu berada ?” tanya Jaejoong pada Gyuni dan Yunho saat mereka menggelar rapat tersembunyi disalah satu ruangan yang tak pernah diakses oleh orang-orang KII kecuali Jaejoong

“benar, mereka melakukan semua itu disebuah gudang tua, aku dan beberapa anggota sudah mengeceknya kedalam. Dan salah satu dari utusan kita, sudah melihat bagaimana cara mereka bekerja. Jadi ini bisa membantu kita untuk menangkap mereka secepatnya” ucap Gyuni lugas.

Jaejoong mengangguk “kau benar, Yunho-a kau sudah melacak dimana keberadaan Jinho dan ibunya ?” tanya Jaejoong

“sudah, aku mendapat informasi dari cabang, bahwa mereka kabur dengan cara mereka sendiri. Ibu Jinho sekarang tengah berada di salah satu hotel bintang lima di Paris, dan Jinho sendiri tengah berada diperkampungan, aku tak tahu pasti apa nama kampungnya. Tapi kami sudah mengecek dan mengunci target” kata Yunho lagi

“baik, siang ini kita langsung menyergap dan menyegel gudang, setelah itu siapkan proposal untuk pengajuan penidaklanjutan kasus ini” kata Jaejoong pada Gyuni

Gyuni mengangguk tanda mengerti, Jaejoong lalu memalingkan wajahnya pada Yunho “setelah kita mengunci target, lihat bagaimana gerak-gerik mereka. lalu setelah itu kita akan menangkap mereka. aku tak mau jika kali ini kita gagal” ucapnya

Yunho dan Gyuni mengerti, mereka lalu membubarkan diri. Seorang lelaki tengah menatap mereka dengan tajam dari belakang “apa yang tengah mereka lakukan ?” lirihnya.

“sebaiknya aku melaporkan ini pada ketua” ia meninggalkan tempat itu dan bergegas menuju lorong utama KII dimana ketua cabang tengah duduk untuk menyelesaikan tugasnya

“lapor  sajangnim” ucapnya setelah memberi hormat

“ada apa ?” tanyanya tanpa memalingkan muka dari kertas-kertas yang tengah dianalisisnya

“sepertinya ada kejanggalan pada agen Kim Jaejoong, dia seperti melakukan penyelidikan tersembunyi” ucap nya

“benarkah ? panggil Yoon kemari, dan suruh dia untuk menyelidiki agen Jaejoong” ucapnya dengan lugas

Pria itu pergi setelah memberi hormat dan menyampaikan pesan tersebut  pada agen Yoon untuk diselidiki.

 

Sandara Apartemen, 11.00 AM

“semua sudah kau siapkan dara ?” tanya Hyuni pada sandara yang tengah mengemas makanan dalam satu box besar

“sudah, eh tolong kau ambilkan vitamin di laci, lalu buku ibu hamil ya” ucap sandara pada Hyuni yang berada didalam kamar. Hyuni berteriak untuk menyahut ucapan sandara. Seperti inilah mereka, padahal umur mereka tidak bisa dikatakan muda, namun kecerian dan perhatian Hyuni serta sandara seperti masih berjiwa muda.

Terkadang Taeho sendiri pusing melihat dua wanita setengah baya melakukan hal yang aktraktive. Kalaupun dia melarang mereka sama saja seperti di neraka. Jaejoong dan dirinya sering sekali mengalami penyiksaan batin jika apa yang ingin mereka lakukan tidak dipenuhi.

“kajja, aku sudah selesai” ucap Hyuni dengan tenang, kopernya dan koper sandara kini tengah berdiri tegap disamping Hyuni.

“kalau Jaejoong mengamuk bagaimana ?” tanya sandara ragu

“berani sekali anak itu mengamuki ibunya. Tenang kalau sampai itu terjadi akan aku culik menantuku”

“ah, kau yakin ?” kata sandara lirih. Hyuni melirik tajam sandara yang berada diambang pintu dapur

“ish, memangnya jaejoong bisa menjaga menantu dan calon cucu kita ? aku tidak yakin. Kau tahu sendirikan bagaimana anak itu. Kalau sudah didepan kertas, laptop, dan pistol dunia seakan milik nya sendiri, dan waktu akan berhenti ditangannya” geram Hyuni yang masih bersikeras untuk tinggal diapartemen jaejoong yang kecil

“heh, tapi… apartemen itukan kecil sekali Hyuni. Masa kita harus tidur berdesakan lagi” malas sandara

“intinya mau ikut pindah atau tidak ?” tanya Hyuni mulai panas

Sandara terdiam memikir sebentar lalu mengangguk malas “kalau mau ikut, kau harus menuruti perintahku. Kajja” semangat Hyuni.

 

Jae apartemen, 11.15 AM

Ruangan itu terasa hangat, mereka saling berbincang dan kadang mengeluarkan ungkapan canda yang membuat mereka saling tertawa, membicarakan kebodohan dan kecerobohan masing-masing pasangan

“yah, seperti itulah jaejoong, ajjushi. Sedikit-sedikit tidak boleh, padahal aku bisa meprediksi mana yang tidak bisa aku kerjakan” ucap Hyuna dengan malas, setelah ia memperban kaki Tatto D, mereka kini duduk santai sambil menyesap kopi kesukaan Tatto D.

“ah, itu sangat wajar. kau kan tahu, lelaki itu bukan perasa yang baik, jadi kalau mereka memberikan perhatian terkadang terlalu berlebihan” ucap tatto D.

“benar, sangat-sangat berlebihan. Paman sendiri dari mana ?” tanya Hyuna lagi. Tatto D mengernyit sebentar

“aku dari busan. Dulu putraku ingin sekali jadi seorang pebisnis, dan akhirnya ia meminta izinku untuk merantau kemari. Aku mengizinkannya. Tak lama ia meninggalkan alamat rumahnya padaku, lalu menyuruhku untuk menemuinya disini” ia menghela nafas dan mengatur kata-katanya lagi

“tapi ternyata, dia sudah pindah, lalu aku mencoba menghubunginya dengan nomor ponsel yang juga ditinggalkanya dikertas itu, tapi tidak bisa. Lalu malam itu aku dirampok dan suamimu tak sengaja menyerempetku. Dan sekarang aku disini” ucapnya mengakhiri cerita palsu yang dikarangnya sedemikian rupa.

Hyuna mengangguk memahami semua itu “tenanglah ajjushi, nanti kami akan membantu ajjushi untuk mencari putra ajjushi”

Tatto D mengangguk

Pintu apartemen terbuka, bunyi berisik itu membuat Hyuna dan Tatto D beranjak dari tempat mereka duduk, lalu melangkah untuk melihat siapa yang datang

“eomonim ?” jerit hyuna kaget. Ia melihat koper besar itu didepan pitu, lalu masuklah sandara dengan box makanan dan tas ransel. Apa mereka mau pindahan ? pikir hyuna lagi. Ini benar-benar memusingkan. Ia memijat kepalanya yang terasa agak pusing.

Tatto D yang melihat Hyuna sedikit oleng, lalu menghampirinya. Tanpa melihat siapa yang datang “kau tak apa ?” tanya Tatto D dengan gusar. Hyuna tersenyum mengangguk

“cheonman, ajjushi”

Hyuni dan sandara saling pandang, seperti mengerti apa yang akan dipertanyakan, Hyuna langsung memperkenalkan Tatto D dengan nama Jung Ho.

“ajjushi, mereka ibu mertuaku. Hyuni eomonim, dan Mommy sandara” ucap nya. Tatto D membalikkan badannya, dan melihat siapa yang datang. Wajahnya mengeras. Dirinya membeku, seperti sebuah kapal yang terhantam badai. Oleng, dan karam. Begitulah dirinya, ia tak menyiapkan segala kemungkinan terburuk dalam hidupnya. Seperti saat ini. kemungkinan, kemungkinan itu bermunculan di otaknya, seakan waktu itu terhenti, menghujam dirinya dengan rasa bersalah. Kenapa mereka harus bertemu kembali ? kenapa ? semua ini membuatnya benar-benar dirundung rasa frustasi.

“eomonim, kenalkan ini ajjushi yang tidak sengaja diserempet Jaejoong” sandara dan Hyuni mengangguk dan ber-oh ria. Hyuni mendekati Tatto D, sejujurnya hati kecilnya merasakan sesuatu yang mendesak, sesuatu yang tak pernah ia rasakan selama MyungJae melepaskan dirinya dan lebih memilih pekerjaannya. “apakah dia terluka parah ?” tanya Hyuni tepat didepan Tatto D. Hyuna menggeleng.

“tidak, hanya terkilir” sambar Tatto D cepat.

Hyuni lalu memandang  Tatto D dengan tatapan aneh dan menusuk. Mata mereka bertemu, degupan itu terasa sekali, aliran darah mereka cepat. Seakan waktu bergulir dengan lambat. Hyuna dan sandara melihat mereka seperti memiliki sesuatu yang disembunyikan.

“apa kalian saling kenal ?” lontaran itu keluar dari bibir sandara. Hyuni seakan tersadar, dan memandang sandara dengan kaget. Kenal ? sepertinya tidak. tapi matanya adalah nafas dalam hidupku. Erang Hyuni dalam hati.

Hyuni menggeleng, lalu tersenyum terpaksa. Sandara mengangguk cuek,dan mengangkat kopernya keruangan depan. “kami ingin tinggal disini beberapa hari Hyuna-a. tidak apa kan ?” ucap sandara lagi.

Hyuna yang mendengar itu sangat senang “tentu saja Moomy. Tak masalah.lagi pula aku juga bosan dirumah sendirian” Hyuna membantu sandara, ia mengambil box makanan yang diletakkan didepan pintu masuk.

“eung.. mari masuk, Saya bantu angkatkan kopernya” suara Tatto D diubah sebisa mungkin. Ia takut istrinya akan mengenalinya, Hyuni mengangguk canggung, lalu meninggalkan Tatto D di muka pintu. Tatto D menghela nafas.

“kenapa aku bertemu dengannya” pikirnya. Sesaat setelah ia mengatur semua kerusakan hatinya karena Hyuni. Ia tersadar akan satu hal. ‘jika mereka adalah ibu mertua Hyuna. Berarti’ Tatto D berpikir ulang. Ia lemas. Lalu terduduk di muka pintu dengan wajah yang pucat, nafasnya berat, apakah benar Jaejoong anaknya ? apakah Jaejoong putranya ? apakah lelaki yang selama ini membencinya dan ia benci adalah darah dagingnya ? apakah mungkin ?

“kau tak apa ?” Hyuni membantu Tatto D berdiri. Tatto D tersenyum pada Hyuni. Ia mengangguk canggung. Tangan itu kembali menyentuh bahunya setelah sekian tahun tak pernah tersentuh. “sebaiknya aku mengankat koperku sendiri.kau beristirahat saja” Hyuni berujar pelan.

“hmm…” ia menetralkan nafasnya. Memandang Hyuni dengan tatapan rindu yang tersembunyi. “apakah kau ibu Jaejoong ?” tatto D bertanya frontal. Hyuni yang tadinya menyibukkan diri dengan mengambil barangnya kini menatap Tatto D penuh selidik. “ne, benar. Dia anakku” ucap nya tersenyum.

Apa ini ? takdir apa lagi yang akan dia hadapi ? kenapa Tuhan selalu memberinya sebuah cobaan yang berat untuknya ? pikir Tatto D. Padahal ia sudah merelakan segalanya, merelakan seluruh kebahagiannya demi anak dan istrinya kelak, namun ternyata inilah yang didapatnya. Sebuah kenyataan yang tak mampu disandangnya.

Mungkin dia bisa memahami jalan kehidupan ini. berliku, tak pasti, dan terjal. Namun apa Jaejoong mampu menerima ayah ‘sampah’ seperti dirinya ? semua perdebatannya dengan Jaejoong perlahan memenuhi memori otaknya. Ia tak sanggup lagi. Dengan tergesa ia berlari menuju kamarnya, lalu mengunci dirinya dan menyudut kan dirinya.

Sanggup kah Jaejoong menerimanya ? bisakah Jaejoong memandangnya sebagai seorang ayah ? bukan musuh ? memanggilnya dengan sebutan AYAH ? bisakah itu ?

Setelah bertahun-tahun air mata itu membeku, kini semua air matanya meleleh. Mencair, melebur dengan memori permusuhannya dengan anaknya, dengan putranya.

Ia kalut. Terlalu takut untuk melihat wajah putranya. Kenapa kenyataan sekejam ini padanya ? kenapa ia berusaha untuk menghancurkan anaknya ?

Apa dia pantas di sebut ayah ?

Tuhan berikan aku jalan. Doa Tatto D.

Selama ini aku terlalu jauh dari jangkauan mu, berikan aku kekuatan untuk menata semua kekacauan dikeluargaku. Tuhan. Jaga dia.

Tatto D bergeming dari tempatnya. Ia masih memandang lusuh dirinya dicermin kamar mandi.melepaskan apa yang selama ini disimpannya. Wajah Myungjae kembali lagi. Terpantul di cermin itu.

 

Semua saling memandang, melihat kelakuan lelaki itu, apalagi Hyuna yang sangat kaget dengan sikap Tatto D yang dikenal nya dengan nama Jung Ho. Apa mungkin kakinya sakit lagi ? pikirnya, dengan langkah cepat ia mengetuk pintu kamar Tatto D. Sama sekali tak ada sahutan. Sejenak ia mengurungkan niatnya. Mungkin saat ini ia tak ingin diganggu. Pikir Hyuna memberikan privasi untu tamu yang sudah dianggapnya keluarga.

“kami lalu tidur dimana ?” tanya Sandara saat mereka membenahi dapur dan koper-koper mereka. Hyuan berpikir sejenak

“kalian tidur dengan ku saja. Biar nanti Jaejoong tidur dengan Ajjushi” ucap Hyuna semangat.

“baiklah” ucap sandara dengan tenang.

“jeje sih, dari dulu aku selalu menceramahinya untuk membeli rumah, jangan apartemen, lihat sekarang kan ? kita kesempitan” cerocos Hyuni dengan sebal. Ia lalu membalikkan kopernya. Menutup koper itu dengan kesal. Sandara terkikik sendiri

“lihat sayang, halmonimu itu cereweeeet sekali. Besok kau jangan seperti halmoni-mu ya. Jadi seperti haraboji mu saja” kekeh sandara lalu mengelus pelan perut rata Hyuna.

Hyuni mendecak kesal.

 

KII Building, 02.00 PM

Jaejoong dan yunho bersiap untuk melakukan operasi lapangan dimana kali ini target utamanya adalah Kim Jinho. Dengan modal yang akurat mereka melakukan semuanya dengan perencaan yang matang. Kali ini yang memimpin misa adalah Yunho.

Jaejoong dan yang lain mengikuti instruksi dari Yunho. Mereka melakukan pengamanan daerah terlebih dahulu, setelah daerah operasi aman, Yunho dan kawan-kawan langsung menyerbu dengan membagi 3 kelompok.

Yunho mengambil sisi selatan. Langsung menyergap kedalam rumahnya. Sedangkan Jaejoong dan Gyuni mereka menunggu di post yang telah ditentukan. Post-post yang berkemungkinan sangat besar sebagai tempat untuk Jinho melarikan diri.

Yunho melakukan tugasnya dengan bersih, kali ini target tak dapat bergerak, karena ia memang dalam keadaan yang terjepit. Akhirnya Jinho di lumpuhkan dan segera di bawa ke gedung KII.

Jaejoong yang merasakan kecurigaan akhirnya meninggalkan tempat itu lebih lama. Ia merasa ada yang aneh. Tidak mungkin orang selicik Jinho mau ditangkap dengan pasrah.

Ia mengendarai motornya sendiri, mengambil jalur lain untuk mengecek tindakan apa yang akan diambil Jinho nantinya.

Sesaat kemudian terdengar ledakan bom yang ber-arah dari mobil yang Yunho tumpangi. Benarkan firasat Jaejoong. Tidak mudah untuk menangkap Iblis cilik seperti Jinho.

Ia mamacukan gas motornya. Membelah angin dengan kecepatan yang ia bisa, sesaat ia melihat bayangan seorang Jinho berlari dari asap yang mengepul, dengan ligat Jaejoong menyerempet Jinho hingga pria itu tersungkur dengan luka didahi, akibat gesekan aspal.

Jinho meringis, kakinya tak mampu bergerak karena terkena sayap dari motor ducati Jaejoong. Senyum Jaejoong mengembang. Lalu menghubungi rumah sakit dan pos terdekat untuk mengirimkan bantuan.

“kau berani bermain denganku rupanya” desis Jaejoong dengan senyum licik. Ia membawa Jinho dengan paksa saat mobil jemputan mereka datang.

Setelah melakukan pemeriksaan terhadap Jinho, Jaejoong segera menuju rumah sakit untuk melihat keadaan rekan-rekannya yang lain. Ada yang menderita luka bakar cukup serius, atau mungkin luka memar karena terpental.

Yunho sendiri mengalami lecet dibagian wajah, dan memar di tulang punggungnya. Untung saja wajah tampannya tidak terkena luka bakar. Jaejoong melihat sahabatnya dengan jahil

“apakah sakit ?” kekeh Jaejoong dengan santai, ia mengambil tempat di sisi ranjang untuk duduk. Yunho tengah berbaring hanya meringis kecil.

“kau mau mencobanya ?”

“tidak, nanti anakku jadi tidak tampan” ucapnya tak nyambung,

“hubungannya apa ? bodoh.” Mereka tertawa lagi. Seorang perawat masuk dan memeberikan beberapa antiseptik kepada Yunho, lalu mengobati luka diwajahnya, setelah itu mengganti perbannya dengan yang baru.

Perawat itu meninggalkan mereka berdua. Jaejoong mengerling. “cantik juga. kau tidak tertarik ?” goda Jaejoong. Pada Yunho

“ambil saja. Aku mau kok menampung Hyuna” kekehnya. Jaejoong mendengus dan memukul lengan Yunho

“enak saja. Dia PUNYAKU” katanya dengan penuh penekanan.

“posesif” ejek Yunho dengan senyuman. Mereka berdua tersenyum. Saat seperti ini memang saat yang paling disukai Jaejoong. Kalau mereka terluka mereka akan sadar bagaimana cara mengadu pada Tuhan. Namun saat dimana ia tengah berjaya, ia bahkan tak tahu cara yang tepat untuk berkomunikasi pada Tuhan. Jaejoong tersenyum sendiri. Yunho menyadari sikap sahabatnya.

“kenapa lagi ?’ tanya Yunho, kali ini nada suaranya terdengar lebih serius.

“tidak ada. Kau harus cepat sembuh dan bantu aku untuk menyelesaikan semua kasus ini” ucap Jaejoong dengan nada lebih ceria. Yunho mengangguk.

 

Jae’s Apartemen, 07.00 PM

“apa lelaki itu belum keluar dari kamarnya ?” tanya Hyuni pada menantunya yang sibuk menyiapkan makanan penutup. Hyuna mengangkat bahunya acuh.

“seperti belum eomonim. Apa perlu aku panggilkan ?” tanya Hyuna. Wanita itu tersenyum dan mengangguk. Hyuna langsung meninggalkan dapur dan menemui Tatto D yang ada didalam kamar.

“ajjushi, ayo kita makan malam” ajak Hyuna dengan ramah.

Hyuna masih menggetuk pintu kamar Tatto D dengan sabar. Lalu ia menghela nafas karena tak ada jawaban dari orang yang ada didalam kamar.

 

Lelaki itu masih terdiam. Lalu menutup matanya. Mengatur nafasnya dengan normal. Setelah ia merasa tenang, ia keluar dari kamarnya dan menemui anggota keluarga yang lain. Mereka semua tengah menunggunya keluar dari kamar. Disana ada Jaejoong putranya, Hyuni istrinya — kalau ia boleh menyebutnya istri, lalu Sandara. Dan terakhir menantunya Hyuna. Ia memandangi mereka satu persatu dengan mata yang sangat serius, mata yang memancarkan kerinduan yang mendalam, mata yang berbinar saat melihat sesuatu yang dicintainya kembali.

“ajjushi, kenapa diam saja ?” tanya Jaejoong dengan senyuman. Tatto D terpaku.

Ini adalah kali pertamanya ia melihat Jaejoong tersenyum atas statusnya sebagai ayah. Senyum yang menerangi segenap hatinya. Tatto D membalas senyum itu, lalu duduk disamping Hyuni. Karena hanya itu ruang kosong yang ia dapat. Seperti remaja yang jatuh cinta. Jantungnya tak pernah berhenti berdentum dengan cepat saat wanita cantik itu berdiri disekitarnya. Darahnya bersedir seperti pasir gurun yang terkena sapuan angin.

“ayo dimakan” ajak Hyuni. Hyuni mengambilkan makan malam untuk Tatto D, mungkin karena ia yang paling bisa membantu lelaki disampingnya, karena ia bisa menjangkau makanan-makanan itu. Lalu Jaejoong terus mengusik Hyuna yang makan nya hanya sedikit.

“ibu hamil itu harus makan yang banyak” Jaejoong menambahkan sup tuna dipiring istrinya. Hyuna memandang kesal dan jengkel pada Jaejoong.

“aku tidak suka sup Tuna. Jeje” geram Hyuna sambil memasang Death Glare pada suaminya. Jaejoong  menyengir, lalu menyuapkan nasinya pada sang istri.

“oke, jangan marah-marah, ayo makan nasiku” ia menyuapkan nasinya pada Hyuna.

 

Duduk bersantai di balkon rumah adalah hal yang paling disukai Hyuna, ia memandang keindahan benda langit dengan mata telanjangnya, walaupun itu terlihat sangat kecil dari tempat nya berdiri namun itu sama sekali tak mengurangi keindahan benda langit itu.

Lengan itu melingkar sempurna di perutnya, mengusap pelan bagian depannya. “kenapa berdiri disini ?” suara itu adalah suara yang kadang Hyuna rindukan tapi terkadang membuat Hyuna jengkel setengah mati.

“hanya ingin melihat bintang , mereka itu indah”lirihnya. Jaejoong mengecup pipi istrinya pelan, lalu mengikuti mata Hyuna yang memandang hamparan langit disana. “ini sudah malam, lebih baik kau tidur ya” pujuk nya

Hyuna menggeleng. Ia tidak mau, ia masih ingin melihat langit itu, disana ia seperti melihat ada bayangan ibu dan ayahnya. Ia tenang saat melihat semua itu. “ingat kau tidak sendiri lagi. Disini” Jaejoong mengelus perut istrinya dengan pelan “ada anak kita, jadi kau harus istirahat, oke Nyonya Jongie” kekeh Jaejoong

“Jongie ? aku lebih suka Jeje” ucap Hyuna acuh. lalu melepaskan dekapan suaminya dan meninggalkanya untuk masuk kedalam kamar. Jaejoong mengikuti istrinya dengan tenang. Namun saat dirinya ingin masuk kedalam kamar Hyuna menahannya.

“berhenti disana” hadang Hyuna. “hari ini dan beberapa hari kedepan, kau tidur dengan ajjushi. Dan aku tidur dengan ibu mertuaku” ucap Hyuna santai. Jaejoong melongo.

“hey apa-apaan ini ?” ucapnya dengan kaget.

“salahmu hanya memiliki kamar 2.” Keukeuh Hyuna. Jaejoong memiji pelipisnya pelan. Menggelikan. Katanya dalam hati

“tapi kenapa, aish sudahlah. Ibuku itu benar-benar merepotkan” kesalnya lalu berbalik. Hyuna terkekeh melihat tampang suaminya yang frustasi. Ia mengacak rambut hitamnya dan masuk kedalam kamar Jung Ho ajjushi.

Tatto D Pov

Dia tidur disampingku. Dia anakku ? ya Tuhan. Dia melakukan itu karena terpaksa, karena ia tak tahu siapa aku, bagaimana kalau dia tahu siapa aku ?

Aku melihatnya tertidur dengan nyenyak, matanya yang mewarisi mataku, dan bibirnya yang mewarisi ibunya. Dia benar-benar tampan. Dia putraku, seandainya aku masih bisa menyebutnya begitu.

Apa aku boleh memelukmu, apa aku bisa mengajakmu berjalan-jalan ? aku ingin bertanya banyak hal padamu, apa yang kau lakukan saat kalu liburan musim panas ? apa Taeho bisa menjadi ayah yang baik untukmu ? Jaejoong. Kim Jaejoong.

Maaf awal pertemuan kita tak meng-enakkan anakku. aku yang terlalu berambisi untuk menghancurkan organisasi itu, hingga kau yang menjadi korbannya. Kau yang menjadi mangsaku, korbanku. Jika aku tahu hal ini dari awal aku tak akan pernah melakukan hal buruk seperti itu. Bagaimanapun kau tetap anakku, darah dagingku. Walaupun kau menganggapku – ayah sampah.

Aku mengusap dahinya pelan, dia seperti malaikat saat tidur. Ah ini kali pertama dan terakhir aku bisa menyentuhmu nak. Aku sudah memutuskan untuk meninggalkan mu dan Hyuni. Aku rasa kalian sudah bahagia dengan kehidupan ini. kehidupan tanpa diriku.

Aku hanya mengharapkan agar kau tak pernah mengenal siapa diriku, kau hanya perlu aku sudah tiada. Kau hanya perlu tahu, bahwa aku adalah MyungJae. Bukan Tatto D atau Kim Jung Ho.

Aku mengusap air mata yang mulai menggenang dipelupuk mataku. Kalau aku seperti ini aku akan hancur dengan sendirinya. Aku melangkahkan kakiku untuk keluar dari kamar dan menuju dapur.

 

Hyuni Pov

Apa ini ? kenapa perasaan ini muncul lagi. Setelah sekian lama terpendam. Kenapa harus pada lelaki asing itu. Myungjae-a. maafkan aku. aku bukannya mau mengkhianatimu dengan memikirkan pria lain. Aku juga bingung kenapa aku bersikap seperti ini, kenapa jantung ku berdetak seperti ini.

Aku gelisah sekarang. Jadi aku memilih untuk keluar dari kamar. Membiarkan menantuku dan Sandara tidur pulas.

Aku melihat siluet itu. itu seperti siluet Myungjae. Tapi mana mungkin dia telah meninggal selama belasan tahun. Itu bukan dia. dan dia bukan suamiku. Tapi, gerak tubuhnya yang seperti itu memang mirip sekali dengan Myungjae.

Cukup dan berhenti Hyuni. Berhenti berkhayal untuk mengatakan bahwa lelaki itu MyungJae.

 

Author’s Pov

Pagi itu kicauan burung mulai membangunkan umat manusia, hewan-hewan mulai keluar dari kandangnya. Lelaki itu menghapiri ruang tengah, dimana keluarga itu berkumpul. Mereka tertawa, dan tersenyum bahagia. Apalagi ini adalah hari minggu. Hari dimana menghabiskan waktu dengan keluarga.

Tatto D melangkah, memberanikan dirinya untuk pamit. Namun niat nya terurung kala melihat seorang lelaki ber-jas hitam lengkap dengan kacamata dan jam tangan hitam khas milik pegawai pemerintah. Tatto D tahu betul itu, karena ia memiliki jam itu.

Taeho. Kim Taeho.

Tatto D terdiam ditempat.

Inikah saat nya dia terhukum atas kesalahan masalalunya ? badannya mematung sempurna kala candaan mereka semakin melebar, Taeho menyadari sesuatu. Ia berbalik, dan menatap Tatto D intens. “dia ?” tanya Taeho pada Jaejoong.

“eoh, dia Ajjushi yang aku serempet Dad” ucapnya dengan lembut, Jaejoong beranjak dari sisi istrinya, lalu menghampiri Tatto D.

“Ajjushi ayo kita berkumpul” ajak Jaejoong dengan ramah. Tatto D meng-angguk. Walaupun kakinya terasa berat, namun ia tetap mengambil langkah untuk mendekat. Tatto D duduk tepat disamping Hyuni dan Taeho.

“jadi bagaimana kalau kita berjalan-jalan kepantai ?” tanya Hyuna dengan sumringah. Jaejoong menatap istrinya malas.

“ingat kandunganmu, nanti kau malah kecapekan” atur Jaejoong

“Ya! Aku lelah jika dirumah terus, ayolah. Lagi pula ada kau yang akan mengingatkan aku. ya” pinta Hyuna dengan manja.

“hmm” angguk Jaejoong.

Dua wanita itu bersorak, dan mulai menyiapkan perbekalan untuk siang ini. Jaejoong membantu istrinya, dan tinggalah Tatto D bersama Taeho.

“Hyuni mulai curiga padamu” Taeho membuka pembicaraan itu.

“kau tahu aku ?” tanya tatto D tak percaya. Taeho meng-angguk.

“hmm… aku selalu mengikuti perkembanganmu untuk mereka. seperti janjiku. Tapi ternyata takdir berkata lain.” Tatto D menghela nafasnya. Entah apalagi yang akan mereka bahas. Semuanya terlalu runyam, seperti benang yang sangat kusut. “aku tahu betul, anakmu ber-ambisi untuk menghabisimu selagi ia bisa. Maaf aku tak bisa mencegah itu Myung-a” sesal Taeho

“tak apa. itu sudah kosekuensiku. Mungkin sekarang aku akan mudur pelan-pelan. Agar dia tak terlalu curiga siapa aku”

“terlambat” satu kata yang membuat Tatto D memandang Taeho dengan pandangan penasaran “dia sudah mengetahui, bahwa kau terlibat kasus dengan Jinho. Jinho saat ini sedang diadili. Ia juga ingin memeriksa data-data lengkap mengenai kasus Kim Limbo. Dan itu ber-arti” kata Taeho terputus dan tergantikan oleh helaan nafas

“aku paham, aku akan ter-ungkap.”

Taeho meng-angguk. “dia pintar dan licik sepertimu. Aku tak heran saat dia ber-umur 6 tahun, dia sudah tertarik dengan akademi yang aku pimpin. Semua bakatmu tercurah kedirinya. Aku bisa melihat cerminan dirimu pada dirinya. Kalian mirip, sangat malah”

Tatto D terkekeh “pasti bahagia, bisa melihat pertumbuhan anak itu.”

Taeho tak menanggapi ucapan teman baiknya, ia hanya menepukkan tangannya dibahu Tatto D, menyemangi temannya.

“Dad, Ajjushi ayo berangkat” ajak Hyuna. Mereka menoleh dan mengangguk. Lalu beranjak dari tempatnya duduk, mengikuti menantu nya yang meninggalkan rumah.

Mereka turun dari mobil, para wanita sudah terlebih dahulu meninggalkan lelaki-lelaki itu, mereka dengan riang melangkah menuju bibir pantai. Siang itu terik matahari tak begitu menyengat, mungkin dapat dikatakan mendung. Tapi kecerian yang ditampilkan istrinya membuat Jaejoong tersenyum.

Ia tak tahu kapan ter-akhir kalinya ia merasakan bahagia seperti ini. berkumpul dengan keluarganya, dan melakukan liburan akhir pekan yang menyenangkan. Matanya menyapukan seluruh hamparan pantai yang panjang, lalu melirik kearah Daddy-nya. Serius sekali dengan Jung Ho ajjushi pikirnya.

Ponsel Jaejoong kembali bergetar.

Ia melihat siapa yang menghubunginya. Yunho ? apa anak itus udah keluar dari rumah sakit ? pikirnya dalam hati

“nde ?” tanya-nya

“kau dimana ?”

“aku sedang di pantai dengan keluargaku. Kenapa ? apa ada yang penting ?” tanya Jaejoong

“hmm.. Myunghan memberikan informasi yang penting, mengenai kematian Kim Limbo, dan seluruh aset yang didapatkan oleh keluarga ibunya saat ini” ucap Yunho

“baik, amankan Myunghan. Jangan sampai ada yang mengetahui dia masih hidup” ucap Jaejoong.

Sambungan itu terputus, kala Jaejoong mengucapkan kata itu. Hyuna yang sedari tadi berdiri dibelakang Jaejoong langsung terdiam seperti patung. Kegiatan awalnya untuk menggoda Jaejoong terhenti kala mendengar kakak sedarahnya masih hidup. Tapi kenapa dia tak pernah membicarakan ini pada Hyuna ?

“kenapa kau melakukan ini ?” tanya Hyuna parau. Jaejoong membalikkan tubuhnya. Ia terkaget melihat istrinya tengah menatap dirinya pias, kecewa dan marah.

“apa maksudmu ?” Jaejoong mencoba untuk membujuk Hyuna. Namun Hyuna segera menepis tangan jaejoong yang ingin merengkuhnya. Hyuna berjalan mundur saat Jaejoong mendekat

“jelaskan padaku, kenapa kau tak memberitahuku kalau dia masih hidup ?” teriak Hyuna frustasi. Beberapa pasang mata melihat kejadian itu dengan pandangan aneh. Jaejoong salah tingkah sendiri dibuatnya.

“aku bisa jelaskan semuanya, tapi tidak disini” ujarnya lirih. Hyuna menggeleng dan meninggalkan Jaejoong. Ia berlari sejauh yang ia bisa, ia masih ter-isak pelan. Ia berlari sekuat tenaganya, ia tak memikirkan sosok kecil yang hidup dalam dirinya. Kekecewaan, kesedihan dan seluruh amarah nya, membuat ia kalut dan melupakan hal terpenting dalam hidupnya.

Lelah.

Ia mengambil tempat untuk duduk dalam kesunyian. Ia duduk dipinggir batu besar yang mengelilingi bibir pantai. Matanya sembab, ia lelah.

Jaejoong Pov’

Aku masih berlari mengitari pantai, berharap aku akan menemukannya. Menemukan dirinya. Tapi nihil. Aku merutuki diriku sendiri, kenapa aku bisa seceplos itu sih. Ya Tuhan. Aku takut terjadi hal yang tidak-tidak pada dirinya, dan kalau sampai itu terjadi aku tak akan memaafkan diriku sendiri.

Aku berlari kearah dimana mobil-mobil terpakir, terus berjalan menuruti naluriku saja. Hingga aku menemukan dirinya yang menangis tersedu menatap hamparan air laut berwarna biru. Aku mendesah lega. Lalu berjalan perlahan. Sepertinya ia tak menyadari kehadiranku.

Aku duduk disampingnya. Kami terdiam. Aku membiarkan dirinya untuk mencerna apa yang aku katakan. Aku membiarkan dirinya berpikir dengan spekulasinya.

“aku tahu, kau menikahiku karena terpaksa. Aku juga tahu, kalau kau lebih memilih pekerjaanmu dari pada bersamaku. Tapi aku tak habis pikir, kenapa kau menyembunyikan segalanya dariku. apa aku se-asing itu bagimu ?” ia mengusap air matanya kasar. Aku mendekat padanya. Lalu menarik pinggangnya agar dapat aku rengkuh.

Apa sebegitu buruk diriku, hingga dia meng-anggapku tak pernah memperdulikan dirinya ?

Aku mengusap pelan lengan kanannya. Lalu mencium dahinya dengan lembut “aku selalu meng-anggapmu. Kau bukan orang asing untukku” kataku perlahan. Ia masih terisak, kali ini ia menenggelamkan kepalanya didadaku.

Hatiku teriris. “masalah itu, aku memang belum mau membahasnya denganmu karena aku mempunyai alasan tersendiri.” Aku mencoba memberikan penjelasan itu perlahan. Ia meredakan tangisnya. Lalu mereng-gangkan pelukanku. Aku menatap matanya, lalu menghapus sisa air matanya dengan ibu jariku.

“jangan menangis, nanti anak kita mengatakan ayah-nya jahat lagi” candaku. Walaupun bibirnya tak membentuk senyuman, tapi sorotan matanya sudah tenang. Tangan kiriku terulur untuk mengelus pelan perutnya. “untung saja anak ayah kuat, diajak berlari oleh ibu kau masih bertahan” kataku tulus. Aku mengusapnya lebih dalam. Hyuna terdiam.

“maaf” lirihnya. Aku memandang matanya

“maaf untuk apa ?” tanyaku lagi

“maaf aku sudah menyusahkanmu, aku sudah membuat anak kita berlari kencang” aku tersenyum, lalu menariknya dalam pelukanku.

“tak apa. asal tak kau ulangi lagi” kataku padanya. Ia mengangguk.

 

Other Side

Author Pov

Mereka saling berpandangan bingung.

“kenapa lagi  anak itu ?” tanya Hyuni bingung. yang lain meng-angkat bahu

“molla” jawab dua lelaki itu serempak. Hyuni mendesah. Ia kesal sendiri.

“paling anak itu membuat ulah lagi, tidak tahu apa istrinya tengah hamil. Masih saja membuat ulah. Mirip sekali dengan ayah-nya. Coba saja ayah-nya masih disini. aku yakin dia akan malu, melihat perangai anak lelakinya.” Gerutu Hyuni panjang lebar. Taeho melirik Tatto D yang memasang  muka masam.

“yah, buah itu jatuh tak jauh dari pohonnya. Jadi bukannya merasa malu, mungkin dia bangga” kompor Taeho. Tatto D mendelik kesal kearah Taeho.

“ah, mungkin. Myungjae itu kan tidak peka. Bahkan merayu saja tidak pecus”

Taeho dan Sandara terkekeh mendengar isi hatri Hyuni selama ini. “kasihan sekali, untung saja suamiku peka” ejek Sandara

“Ya!”delik Hyuni balik

Tatto D tersenyum simpul. ‘maaf, kalau kau meng-anggapnya begitu. Kau tahu asal aku berada didekatmu, aku bahkan tak bisa mengontrol diriku’ tatapan Tatto D masih terpaku pada istrinya yang uring-uringan.

“eoh, ada yang ingin aku sampaikan” Tatto D angkat bicara, membuat mereka saling memandang bingung. Tatto D menghela nafas lalu melanjutkan perkataannya “aku sudah menemukan keberadaan anakku, jadi sepertinya aku bisa kembali padanya” ucapnya lirih.

“tapi keadaanmu belum pulih benar” sergah Hyuni cepat. Taeho paham, perasaan itu tak dapat dibohongi.

“tak apa, aku sudah memintannya untuk menjemputku disini. aku minta maaf merepotkan kalian, dan juga tolong sampaikan ungkapan terima kasihku pada Jaejoong”

Hening. Tak ada yang dapat menahannya.

Taeho memandang Hyuni, terlihat sekali kekecewaan dimatanya. Persis saat mereka melepas Tatto D untuk pertama kalinya. Menyakitkan. Tatto D melangkah meninggalkan mereka menuju gerbang pantai itu. disana telah menunggu anak buahnya.

Ia masuk kedalam mobil hitam mengkilat. “bagaimana hari anda sajangnim ?” tanya salah satu tangan kanannya yang mengurusi bidang eksportir

“baik. Lakukan rapat jam 2, ada yang ingin aku sampaikan” ucap Tatto D.

Jaejoong Apartemen, 10.00 PM

“sepertinya kalian memerlukan waktu untuk berdua, jadi aku putuskan untuk pergi bersama dengan Taeho dan sandara” Hyuni menjelaskan maksud ia meninggalkan apartemen anaknya.

Jaejoong  menghela nafas “baiklah kalau itu mau ibu. Jung Ho ajjushi belum pulang ya bu ?” tanya Jaejoong pada Hyuni. Hyuni terdiam

“dia tak akan pulang kemari, tadi saat dipantai anak nya menjemput, dan ia juga mengucapkan terima kasih pada mu”

Jaejoong terdiam, lalu meng-angguk “eoh, yasudah kalau begitu. Ibu apa perlu aku antar ? ini sudah malam” tawar nya. Hyuni meng-geleng

“tak perlu, kau jaga Hyuna saja ya. Dia sepertinya membutuhkan dirimu. ibu berangkat sendiri saja” tolaknya halus

“baiklah. Hati-hati dijalan” ucap Jaejoong lalu mengantar ibunya hingga muka pintu.

 

Gelapnya malam tak membuat Hyuni takut, tapi entah kenapa perasaannya tidak enak sedari tadi, seperti ada bayangan yang mengikutinya. Hyuni memalingkan mukanya kembali kebelakang, namun nihil. Tak ada siapapun. Ia melanjutkan lagi langkahnya.

Apartemen sandara Taeho berjarak 35 meter lagi darinya, karena itu ia mempercepat langkahnya. Tapi saat dibelokan jalan, seseorang membekap mulutnya, hingga Hyuni tak sadarkan diri.

 

TBC

Weew….

Sumpah ni part paling nggak dapet feel nya.. aku lagi banyak pikiran soalnya.. hehe jadilah begini…

Makasih yang udah nungguin ini ampe jamuran eh malah dikasih FF yang nggak bagus.. keke aku maklum kok… ^ ^

Eoh, Komen nya doong, mana yang bagus, biar kedepanna aku perbaikin.

Thanks ^ ^

 

 

Iklan

29 thoughts on “Broken Married {05}

  1. AdheKJ berkata:

    Daritadi aku nungguin kapan di post di wp pribadi eon.. Akhirnya terbit juga 😀 *dance* Jeje sama Hyuna makin mesra :3 *gigit changmin* aaaa, akhirnya (lagi) si tatto D tau juga kalo jeje anaknya.. tapi aku kok malah nambah khwatir ya, kalo tau-tau nti si tatto D tetep nyerang jae gimana? *pemikiran apa ini ._.* eh, terus itu yang nyulik eomonim kece (?) siapa? jangan bilang tatto D.. part selanjutanya jangan lama eon 😀 fighting!!! ^^)_] *triiing pindah ke wattpad*

    • Vii2junshu_kim berkata:

      wkwkwk… eyy, kenapa adek ipar ane yang digigit ???*gubral ==’
      waduh jahat amat tatto d kalo gthu, tenang ajj di chap selanjutnya kita bhas yang ini yoo 😀 haha

      gumawo udah baca n ninggalin jejakk.. haha XD

      • AdheKJ berkata:

        changmin kayak iblis sih eon /dilemparin sendal/ 😀 ya siapa tau gitu~ tatto d otaknya rusak (?) wakakak~ tapi semuanya pan terserah eon, eon yang buat alurnya XD ne cheonma eon /kecup/ /eh? kkk~

      • Vii2junshu_kim berkata:

        wkwkwk.. ember…
        iblis tukang makan.. 😀
        enak aja, bilang babe mertua ane otaknya rusak*getok shinta* haha xD
        siip2 😀
        ihh main kecap.kecup ajj…*lap*plak* hahaha

      • AdheKJ berkata:

        daripada si changmin makan nasi lebih baik makan cintaku aja (?) wakak~ siapa tau gitu eon beneran rusak??? wakkak~~ /ditimpuksendal/
        nah eon lap? sayang banget~ itu bekas abang chunnie /nah loh?/ /ada apa ini/ kkk~ 😀

  2. qoyah cassie berkata:

    Hhaha,, alhamdulillah wajahx yunpa gpp…hha,tega bgt eonnie klo bkin yunpa smpe knp2,,hha
    akhrx ketauan dech tatto d..smg jeje cpt sdar klo tatto d itu bpax..
    kok hyuna g ngidam??pdhl td jeje udh nanyain hyuna mo mkn apa??hhaha,hyuna yg hmil tp knp aq yg antusias??hhaha
    cp tuch yg nyulik hyuni??smg tatto d..hhaha#ngarep

    wkwk,sekian komen dr aq,tkut kpnjgn ntr diomelin author…hhaha

      • meylita174 berkata:

        iya, sama-sama. aku sering kok main ke sini tapi karena Koneksi medemku gak bisa di ajak kompromi jadi yah begitulah kalau ninggalin Koment kudu malem-malem ginie !! kekekeke 😀

      • Vii2junshu_kim berkata:

        wkwkwk,,,
        sama operatornya ngelet.. wkwkwk*bukan modemnya.. haha
        jadi klo onlen kudu malem2 begini..
        malah sering dikatain manusia kalong sama mama… kekekeke…

    • Vii2junshu_kim berkata:

      wkwkwkwk…
      gimana nggak banyak typo authornya mualeess bangett,,
      apalagi nulisnya pas nggak mood, jadi gthu deh typo berserakan.. hahaha
      makasih uda mau nyadarin aku sama yang namanya typo, ntar klo udah bae mood nya aku perbaiki.. ^ ^

      btw thanks udah berkunjungg ^ ^

  3. purple281000 berkata:

    Rasanya lega banget pas tatoo d tau jeje anaknya. Hyuna sama jeje makin romantis. Di rapatnya tatoo d bahas ttg apa ya? Jgn” buat berenti nyerang jeje (?)
    Huaa yang nyulik hyuni siapa???
    Next part dtnggu thor!
    Hwaiting!

  4. love summer berkata:

    Part ini bagus banget, kebersamaan keluarga keliatan ∂άϞ berkesan
    Harusnya si jae itu lebih awas, dia kan anggota agen, harusnya tau kalo punya banyak musuh.
    Ayo lanjut chingu! Makin seru

    • Vii2junshu_kim berkata:

      wkwkwk…
      makasih, namanya manusia, punya sisi lemahnya 🙂 kekekeke…

      btw makasih dukungannya semoga bisa aku kerjakan dengn cpat…
      gumawo udah mampir n komen 😀

  5. dindon berkata:

    Kekuatan cinta ye . Mau bagaimanapun perubahan pada muka psangannya. Tetap ada getaran” -_- LOL. Itu yng nyulik ibu jaejong sypa ? Totto D?
    Aaa. Ditunggu kelanjutan ff keren ini 🙂

  6. sagita berkata:

    Duhhh semoga hbngn hyuna-jaejoong tdk rusak krna mslah kakak hyuna…hedeuhhh melihat kluarga mreka yg lengkap so sweet bngt dehh wlaupun hnya sebntar..whatt???? Siapa lagi yg berani2nya nyulik ibu dri jaejoong..

  7. hiru berkata:

    ya ampun onni bilang gak dapat feelnya?
    tapi aku ngerasa banget..
    keren banyak kejadian yang gak di sangka,apalagi soal myunghan masih hidup..

  8. wahidah berkata:

    eonni maaf aku baru kasih komentar di chapter ini,
    daebak eonni… sejauh ini aku belum pernah baca ff dengan genre action sama marriage life untung aja aku dapat… ceritanya keren bnget eon
    🙂

Your Comment become spirit for me ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s