Secret In Marriage {Part 01}

Author : vii2junshu_kim
Cast : Jung Yunho, Kim Nayoung, Lee Donghae, DBSK Member
Genre : Married Life, AU, Romance, Sad

Note :

JIKA AKU MENEMUKAN KATA-KATA YANG ‘TIDAK BAIK’ DI POST KOMEN, MAKA AKU AKAN MENGAMBIL TINDAKAN UNTUK  MEMPROTEK  FF KU.

THANKS.

BE GOOD READERS.

Sebuah kehidupan itu akan indah jika kita melaluinya dengan ikhlas. Karena ikhlas adalah sebuah kunci dalam hidup untuk meraih kebahagiannya.

Berlin’s Gold’
07.00 PM

Nayoung Pov
Tak pernah terpikirkan olehku untuk menjadi wanita-wanita seperti pelangganku. Menghabiskan uang suaminya hanya untuk membeli sebuah barang yang ternilai. Mereka kemudian memamerkan barang itu pada sesama mereka. benar-benar membuang uang dan waktu. Seandainya mereka berpikir bagaimana kami bertahan hidup, aku yakin mereka pasti tidak akan pernah terpikir untuk membuang uang mereka.

Yah. Mereka golongan orang kaya yang sombong.

Aku maju memberikan sepasang cincin, motif bunga berhiaskan berlian mahal. Seperti biasa wanitanya berdecak kagum lalu mencium pipi kanan sang pasangan. Hal tersebut sudah ku lihat berulang kali.

Setelah itu mereka akan mengumbar kemesraan. Benar-benar pasangan memuakkan. Manajer menegurku untuk memberikan senyuman kepada pelanggan kami. Kau mengangguk malas. Senyuman ? cish. Aku rasa jika kau ingin jadi seorang pengusaha, kau harus bisa munafik.

Hati tak tentram tapi bibir harus tetap melengkung memberikan senyuman da berusaha ramah. Naif.

“ini uangnya” lelaki itu memberikan seonggok uang yang dapat kuhitung jumlahnya. Lalu aku mengambilnya dan memberikan pada kasir, aku mengambil surat-surat resmi perhiasan yang barusan aku keluarkan. Lalu mencatat transaksi barusan.

Ia berterima kasih dengan ramah, sedangkan siwanita nya hanya menggelayut mesra.

aku membuang mukaku dengan kesal, lalu masuk kedalam ruangan ganti dan mengganti pakaian kerjaku dengan pakaian biasa – jeans dan kaos. Tugasku sudah selesai. Dan digantikan oleh eunji. Temanku. Aku memakai blazer coklat ku lalu keluar dari toko ini. aku berjalan melihat pemandangan disekitarku, pajangan-pajangan baju teronggok indah mengundang mata wanita.

Memanggil-manggil setiap orang yang berlalu didepannya, dengan model dan bahan yang bagus, mereka terlihat indah dan cantik. Mungkin bagi kalangan atas itu adalah hal yang sangat di anggungkan. Tapi bagiku, baju itu hanya lah sampah.

Aku menghela nafas dan meninggalkan pemandangan itu dengan langkah seribu. Lalu duduk di tempat di bangku untuk menunggu bus selanjutnya tiba. Aku mengutak-atik ponselku dengan tenang. Suara teriakan ‘copet’ terus menggema disekitarku. aku memalingkan muka, melihat apa yang terjadi disini. ternyata seorang pria dengan jeans belel nya tengah dikejar oleh segerombolan orang, untuk menangkapnya. Aku memajukan kaki kananku, berharap ia akan menyandungnya. Sehingga aku bisa menolong orang yang kehilangan barangnya.

Buuk.

Akhirnya usahaku tidak sia-sia. Pria itu menjatuhkan tas hitam sedang dengan merk Gi. Tas limited edition bulan ini. aku melihat seorang wanita yang anggun mendekat kearahku, aku lalu menyodorkan tas itu padanya.

Ia mengambilnya dan memeriksa kelengkapan barang-barangnya. “terima kasih. Semuanya lengkap” ucapnya tanpa aku beritahu. Aku mengangguk lalu meninggalkannya. Bus yang kutunggu sudah tiba, dan membuka pintunya otomatis. Wanita itu mencegahku dan memberikan kartu namanya padaku

“hubungi aku jika kau memerlukan sesuatu” ucapnya dengan ramah. Aku diam, dan mengambil kartu tersebut. Menyimpannya dalam saku tas hitamku yang lusuh.

MD’ Bar
01.00 AM

Yunho Pov

Aku melihat teman-temanku masih suka bermain wanita. Mengajaknya minum lalu membawanya kehotel, dan setelah itu. Kalian tahu apa yang mereka  lakukan. Seterusnya seperti itu. Aku heran apa mereka tidak pernah bosan melakukan hal sama setiap waktunya ? bukankah satu wanita saja cukup untuk mengobati kebutuhan biologi mereka ? aku mendecak, lalu meminum minumanku. Menatap tajam setiap orang yang berusaha untuk mendekat padaku.

Banyak yang mengatakan padaku bahwa aku adalah pria arogan yang sangat mereka benci. Itu kaum lelaki yang membuat statmen. Sedangkan kaum wanita lebih menyukai kepribadianku karena menarik.

Oke mungkin keduanya benar. Saat ini aku memang sangat-sangat tidak tertarik untuk menjalin hubungan. Bukan karena aku aku frustasi ditinggal oleh mantan—calon istriku. Melainkan aku hanya bersikap lebih selektif untuk mendapatkan yang terbaik karena ketulusan.

Aku mengedarkan padanganku sesaat sebelum aku benar-benar meninggalakan bar ini sementara waktu. Tugas dan ide liarku sudah menunggu untuk aku urusi.

“sampai kapan kau akan terus menyendiri ?” suara itu membuatku mendecak sebal. Playboy kelas kakap datang menghampiriku. apalagi tujuannya kalau bukan untuk menceramahi ku dalam hal asmara. Lee Donghae

“apalagi ?” kataku acuh lalu melihat wanita dengan baju kurang bahan disampingnya.

“kau ini sentimen sekali. Kapan kau akan mengikuti party kami ? ayolah, kau itu sudah besar Yunho-a. bermainlah” ucapnya dengan membujuk. Dia pikir aku wanita apa, sekali dibujuk langsung berkata ia. okelah, atau mungkin baiklah.

“aku malas” kataku dengan penekanan. Dia tersenyum meremehkan. Aku kembali meneruskan langkahku tanpa memerhatikan teriakan dari para teman-temanku yang mulai menggila.

Menembus angin adalah hal terindah yang pernah aku lakukan, melampiskan semua amarahku dengan berteriak adalah hal tergila yang ingin aku lakukan. Kehidupanku terlalu datar, dan mungkin sama sekali tak menarik. Hanya bekerja dan bekerja yang aku lakukan selama ini. mereka sudah berulang kali mengatakan agar aku hidup dengan layak sebagai seorang pria. Namun aku masih enggan.

Memilih untuk mengerjakan sesuatu itu lebih menguntungkan dari pada berjalan-jalan dengan wanita aneh.

Akhirnya sampai juga dirumah. aku memberikan kunci mobilku pada salah satu petugas di rumahku, ia memakirkan mobilku digarasi. Sedangkan aku kembali kekamar dan memulai dunia cyber ku.

Nayoung  Home
07.00 AM

Nayoung Pov

Membasuh kain ini, lalu membeli sayuran di pasar. Setelah itu bersiap untuk kembali bekerja. Ah melelahkan. Aku melihat adik bungsu yang tengah memakai kaos kaki untuk berangkat kesekolahnya. Dia adalah nafasku. Dia adalah harapan bahagia bagi ibuku. Aku selalu ingin membawanya kelangit yang tinggi untuk menggapai bintangnya.

“eoni, aku kesekolah dulu” ia mengecup pipiku dan berjalan dengan ceria kesekolahnya. Pendidikan untuk murid Internasional High School memang tak bisa dikatakn murah. Aku selalu mencari cara agar uang bulanannya tidak menunggak. Ibuku juga kadang membantu membuat kue beras untuk dijual, demi membantu ku menuntaskan pendidikan sikecil.

Aku masuk kedalam rumah untuk mengambil keranjang belanjaanku. Dan kembali berkutat dengan keseharianku, berbelanja.

Dipasar ini aku mendapatkan apa yang aku mau, ikan segar dengan harga terjangkau, lalu sayur – sayur yang membuatku berbinar. Hijaunya membuat mataku tak tahan untuk segera meraciknya menjadi santapanku.

Setelah berbelanja untuk kebutuhan pokok hari ini, aku langsung meraciknya dengan cepat dan menyajikannya untuk ibuku. Hari ini ia pulang dari Busan. Karena saudaraku mengadakan acara keluarga tahunan. Mereka sih maklum saja jika aku tidak datang, karena kesibukanku bekerja.

Memasak, dan berbenah rumah selesai. Akhirnya aku memutuskan untuk segera menuju tempat kerjaku.

Yunho Home
09.00 AM

Yunho Pov

Lagi aku terbangun telat. Dan sekarang suara ibuku menggema dibawah, menyuruh bibi Kim untuk membangunkanku. Kenapa aku harus punya ibu secerewet dia sih ? keluhku dengan malas.

Aku mengambil handuk dan membasuh diriku dikamar mandi.

Memakai kemeja biruku dan turun dengan muka datar seperti biasanya. Ibu sudah duduk manis dimeja makan. Padahal rumah ini bukan rumahnya. Kasihan ayah harus menduda setiap pagi.

“ibu kau tak perlu memantau diriku lagi” ucapku padanya. Ia mendengus malas.

“habiskan sarapanmu dan bekerjalah dengan baik” ucap ibu lalu menyodorkan sepiring nasi goreng untukku sarapan pagi.

Aku mengambilnya dengan malas, dan memakannya dengan pelan. Ibuku berdecak lagi, “makan yang benar Yunho-a” ucapku ibuku menginstruksi. Aku mengangguk asal dan menyudahi sarapanku, lalu bergegas kedepan untuk segera kekantor. Mengabaikan ibuku dengan ocehan-ocehan yang menurut ku sangat tidak penting.

Berlin’s Gold’
01.00 PM

Nayoung Pov

Melelahkan sekali hari ini, aku menyeka keringat didahiku. Dan duduk diruang istirahat. Shift ku hari ini digantikan oleh Jungmi. Ah senang sekali, akhirnya aku bisa duduk sebentar dan melepaskan kelelahanku.

“bukan aku, tapi Nayoung yang terakhir menyentuhnya”

Aku yang mendengar namaku disebut-sebut langsung keluar dari ruang istirahat dan menghampri asal keributan itu.

“ada apa ?” tanyaku dengan tenang. Seluruh mata yang ada disana langsung memandangku dengan intens “kau yang terakhir memegang kalung berlian ini ?” tanya manajer ku.

Aku mengangguk.

“kau dipecat”

Aku tertohok. Kenapa ? aku hanya membersihkan kalung itu seperti biasa. Kenapa aku sampai dipecat. “tapi kenapa ?” tanyaku dengan suara lirih

“kenapa kau tanya ?” pekiknya dengan garang, kilatan amarah itu kembali didirinya. Aku tertohok sendiri. “kalung ini mengalami goresan, dan kau tahu itu artinya harganya akan turun. Gajimu tidak akan cukup untuk membayarnya. Cepat pergi sebelum aku meminta ganti rugi padamu” seperti daun yang ditiup angin. Aku hanya mengangguk dan mengerjakan apa yang barusan dikatakannya.

Aku meninggalkan tempat kerjaku dengan hati yang remuk. Kalung nya lecet ? tapi setahu ku aku selalu memakai pelindung tangan, agar kalung mahal itu tak lecet. Kenapa ini ? ya Tuhan. Aku mengusap mukaku lagi dengan kacau. Aku harus mencari pekerjaan baruku kemana ?

Berjalan seperti mayat, hanya memandang kosong apa yang ada dimata. Aku tak menghiraukan ucapan demi ucapan yang dikeluarkan oleh orang-orang sekelilingku. Heh.

Sebaiknya aku kembali kerumah.

Yunho Pov
City Mall

09.00 PM

Ternyata mereka –teman-temanku,  mengajakku kemari ada maksudnya, aku sudah curiga dari awal, mereka datang dengan tiba-tiba lalu mengajakku untuk makan malam. Cish, cara yang benar-benar membuatku muak.

“Yunho-a, kenalkan ini EunRi. Dia adalah sepupuku. Kau pasti kenalkan” ucap Dalgo padaku. Aku mengangguk. Siapa yang tak tahu Lee Eunri model cantik dan anggun yang terkenal di seluruh penjuru korea. Kulirik Donghae yang duduk diseberang mejaku. Sepertinya dia lebih tertarik pada Eunri. Jadi aku mengedipkan mataku pada Donghae. Dan dalam hitungan detik Donghae langsung datang. Sedangkan aku memilih untuk meninggalkan mereka, berjalan-jalan kesekeliling mall disini.

Butik ?

Aku penasaran kenapa ibuku suka sekali bermain dibutik ini. jadi aku putuskan untuk melihat kedalam. Disini hanya ada tatana baju-baju mewah yang terpajang dengan indah. Aku jadi bingung, hanya ini ? dan ibuku hobi sekali kemari. Semoga saja besok istriku tidak seperti ibu. Yang hobinya belanja dan mengomel setiap pagi.

“selamat malam Tuan. Ada yang bisa saya bantu ?” ucap wanita itu dengan senyum. Aku mengangguk

“bisakah saya melihat gaun wanita ?” ia mengangguk. Gaun wanita ? untuk apa ? aku juga bingung. anggap sajalah hadiah untuk calon istriku kelak. Siapa tahu dia menyukainya. Aku tersenyum sendiri. Untuk apa coba aku memikirkan calon istriku. Padahal aku sendiri belum mempunyai calon.

“ini adalah gaun koleksi kami Tuan. Silahkan dilihat” aku mengangguk. Lalu melihat-lihat apa yang bagus. Gaun ini bagus. Terkesan anggun dan elegan. Tidak terlalu mahal namun memberikan  kesan yang glamor. Aku mengambilnya dan memberikannya apda pelayan barusan. Ia lalu membungkusnya.

Setelah dari butik pakaian, aku melangkahkan kakiku untuk meninggalkan mall ini dan pulang. Ponselku kembali bergetar. Donghae yang menghubungiku.

“ada apa ?” tanyaku malas

“ck.. pantas saja kau menolak model secantik Eunri. Ternyata uangku 250 won langsung habis dibantainya” aku tertawa

“untuk membeli sepatu atau pakaian ?” tanyaku

“bukan itu, tapi hanya krim untuk mandi. Dasar wanita. Semoga saja nanti aku tak mendapatkan istri sepertinya” keluh donghae. Aku tersenyum.

“yah semoga. Aku pulang duluan. Kau bersenang-senanglah.” Ucapku langsung dan memutuskan sambungan telpon antara aku dan donghae.

Menikmati udara malam adalah  hal yang sangat menyenangkan untukku. Makanya aku selalu membuka kap atas mobilku, merasakan hembusan angin malam yang menerpa rambutku. Padahal cuaca malam ini cukup dingin.

Mobilku berhenti saat tanda merah itu menyala disudut jalan. Menunggu beberapa menit hingga pejalan kaki menyelesaikan penyebrangannya. Aku melihat seorang wanita dengan tatapan kosong. Aku rasa dia sedang depresi. Aku membuang muka dengan acuh, dan melihat toko perhiasan disana. Mau mencoba untuk melihat-lihat sih. Tapi ini sudah terlalu malam. Nanti aku malah tidak jadi mengerjakan proyek baruku mengenai program terbaru untuk sebuah aplikasi yang menyangkut dengan angka.

Nayoung Home
07.00 AM

Nayoung Pov

Sebaiknya aku mencoba mencari kerja disini saja. Aku membalikkan kartu nama yang diberikan orang itu. Ternyata dia adalah manajer disalah satu butik ternama di Korea. Salah satu cabangnya terletak di City mall. Mall terbesar di Seoul dengan harga yang fantastik. Maklum mall itu dibangun oleh orang-orang berkelebihan segalanya.

Aku bisa jamin, jika seluruh wanita yang bersuami berbelanja disana, maka suaminya akan segera jatuh bangkrut. Harga disana 10 kali lipat dari harga pasaran.

“eoni kau sedang apa ?” tanya adikku. Aku tersenyum dan menepuk satu sisi disampingku.

“tidak ada. Aku hanya duduk saja. Lelah” kataku lalu menyembunyikan kartu nama itu dengan pelan. Agar dia tidak curiga. Dia mengangguk.

“ada apa ? uang bulananmu atau uang buku mu kali ini ?” tanyaku padanya. Ia tersenyum lembut, lalu merebahkan tubuhnya disampingku.

“tidak ada kok. Uang bukuku sudah dilunasi sekolah, dengan beasiswa” senyumnya. Aku lega. Paling tidak saat ini,bebanku agak berkurang.

“eoni, apa aku boleh bekerja ?” tanyanya

Aku menggeleng “jangan pernah. Biar aku saja yang bekerja. Kau hanya duduk dan belajar. Lalu jadilah yang terbaik dan jangan membuat aku dan ibu kecewa” ucapku dengan tegas. Ia mengangguk, walaupun dalam matanya tersirat kekecewaan. Maaf adikku. Aku tak mau kau terbebani dengan pekerjaan. Aku hanya mau kau belajar untuk meraih bintangmu.

“nde. Aku paham eoni” ucapnya lalu merangkulku.

Siang ini aku mencoba untuk mencari manajer yang memberiku kartu nama. Kalau tidak salah namanya Kim Suyong. Berputar tiga kali di mall ini hingga kakiku mau putus, akhirnya aku menemukan butik itu.

Shone Boutiqe

Aku masuk kedalamnya, dan salah satu karywan menghampiriku. “ada yang bisa saya bantu ?” tanya dengan ramah. Aku mengangguk “aku ingin mencari Kim Suyong”kataku lagi.

Ia mengangguk “sebentar ya Nona” ia meninggalkan aku disini. aku mengedarkan pandanganku melihat-lihat apa yang ada disekelilingku. Yah benar kata orang di mall ini seluruh kebetuhan kaum jetset memang terpenuhi.

“eoh kau ?” aku membalikkan badanku melihat siapa yang memanggilku. Ternyata wanita itu. Aku membungkuk kecil memberi hormat. Ia tersenyum

“annyeong, aku Kim Suyong. Mari kita bicara diruanganku” ia mengamit tanganku dengan lembut dan membawaku keruang kerjanya. Ruangan itu terasa indah dan simpel. Suasananya damai, namun terkesan elegan. Setiap sudut ruangan selalu ada jajaran patung yang menggunakan gaun- gaun indah. Aku melihatnya dengan pandangan kagum

“ayo duduk” ajaknya. Aku mengangguk dan duduk diseberangnya “ada yang bisa aku bantu ?’ tanyanya dengan senyum cerah

“ne, aku sedang mencari pekerjaan. Apa kau bisa membantuku ?” tanyaku langsung. Ia terkekeh kecil

“siapa namamu ?” tanyanya.

“aku Kim Nayoung”

“umurmu ? dan apa latar belakang pekerjaanmu selama ini ?”

“aku masih berusia 24 tahun, selama ini aku bekerja ditoko perhiasan, sebelumnya aku bekerja sebagai seorang pelayan di toko roti” kataku lagi. Wanita didepanku mengangguk. Dia terlihat anggun dengan pakaian kerjanya. Aku perkirakan umurnya sekitar 40 tahunan. Namun dari cara berdandannya ia terlihat lebih muda. Kulihat ia meneliti wajahku, lalu menelpon seseorang.

“baiklah, aku sudah mendapatkan tempat yang pas untukmu. Kau bisa bekerja sebagai pelayan di pusat ini alamatnya.” Ia menyodorkan sebuah kertas kecil dimeja “Disana kau akan bertemu dengan Han En-young. Dia yang akan membantumu disana” ucapnya dengan nada yang tegas dan lembut. Aku mengangguk lagi.

“terima kasih. Nyonya”kataku tergugup. Ia terkekeh kecil

“hmm. Sama-sama jangan sungkan untuk meminta bantuanku. Baiklah, aku rasa siang ini kau bisa menemuinya langsung” ucap Kim Suyong padaku. aku berdiri dan diikuti olehnya, aku memberi salam lagi, dan meninggalkan butik ini.

WT Corp.
11.00 AM


Yunho Pov

Aku masih berkutat dengan segala perangkat keras dan lunak didepanku. Aku mengutak-atik beberapa software pesanan konsumenku. Setelah itu jadwalku adalah merekrut beberapa karyawan untuk menjadi salah satu staff progamer disini.

“ya Tuhan. Yunho. Setiap aku kemari pasti kau sedang berkutat dengan komputermu” tanpa melihatnya pun aku sudah tahu. Dia pasti Lee Donghae. Sahabatku yang menjengkelkan. Aku mengangguk dan tersenyum. Namun tatapanku tak terlepas dari layar komputer didepanku. Ia mendecak dan memilih untuk duduk didepanku.

“aku akan ke London selama seminggu” ucap donghae padaku.

“lalu ?” kataku pandek. Ia mencibir. Aku jadi tertawa melihatnya

“lalu, kau mau menitip oleh-oleh tidak ? misalnya membawakan wanita atau mungkin membelikanmu kapal pesiar ?” kekeh donghae dengan nada meremehkan. Yunho menggeleng.

“tak perlu, aku bisa membelinya sendiri. Kau lupa cabangku terbesar dimana ?” tanyaku dengan alis terangkat. Ia mendecak lagi. Heran.

“ia aku tahu. Di Manchester dan London. Tak perlu dibanggakan padaku, karena aku juga tak akan terkesan” aku terkekeh. Lalu menghentikan aktivitasku mengelola program.

“aku heran denganmu. Semua wanita yang didekatkan padamu selalu kau tolak. Apa kau masih mencintainya ?”

Oke jadi sekarang berpindah kemasalah pribadiku ?

“tidak, aku malah sudah melupakannya. Aku belum mau menerjunkan diri dalam lingkup cinta” kataku akhirnya. Ia mengangguk paham.

“ia aku tahu. Tapi apa kau punya kriteria calon pasanganmu nanti ?” tanya nya. Aku mencenungkan ucapannya sebentar. Lalu tersenyum.

“ada” kataku lagi.

“apa ?”katanya antusias. Aku jadi curiga apa dia berniat menjodohkan aku lagi ? kalau ia akan kubunuh kau Lee Donghae.

“mau menjodohkanku lagi ?” kataku tajam. Dia menggeleng cepat.

“buat apa ? rugi buatku.”ucapnya

“oke. Simpel saja. Aku paling tak suka dengan wanita manja, yang sedikit-sedikit menelponku hanya untuk memastikan. ‘kau lagi dimana ? dengan siapa ? apa tidak ada waktu untukku’” kataku dengan menirukan ucapan wanita-wanita.

Donghae tekekeh.

“kau menyidirku atau menyidir mantan kekasihmu ?” ejeknya

Aku mengangkat bahu “kalau bisa keduanya”

“Yak”

TBC

Otthe ??? hancurkah ???

Aku akui ini datar, flat, nggak menarik, dan mungkin membuat kalian kecewa.

Sebenernya aku mau publish ini akhir minggu ini atau mungkin awal minggu depan. Tapi karena aku sayang readers, jadilah aku menyelesaikan FF ini dengan apa adanya 🙂

Disini para tokoh2 utamanya belum aku pertemukan… mungkin di part 2 atau 3. Dan kalau ada yang ngerasa part pertamanya pendek, emaang bener. Ini Cuma 9 page. Biasanya aku selalu buat minimal 12 page… hehe. Maaf ya.

Ditunggu aja part II. Aku usahakan secepatnya. Broken married lagi dalam pengerjaan. Tinggal dikit lagi, mungkin minggu depan udah aku publish*kalo nggak ada halangan*

Mungkin ada yang tanya kenapa aku pampang tulisan yang pake Capslock*tunjuk NOTE*

Aku Cuma nggak mau aja readers nge-bash ff aku karena karakter cast  yang aku buat. Ingat ini hanya FF. Anggap aja ini akting. Oke.
saling menghargai itu INDAH. ^ ^

 

Pay pay…

See u @ the next FF…

Salam cinta bininya Junsssuuuuuuu… chuuuu ~~~~

Iklan

45 thoughts on “Secret In Marriage {Part 01}

  1. qoyah cassie berkata:

    Seru eonn!!!
    aq selalu nangis stiap na young lg ngomong sma adikx..coba aja na young jd eonnie aq..hha
    aq suka sama karakter yunpa dsni..hhaha…imanx kuat,g cpet trgoda..hhaha..
    lanjut eonn!!!!!

    • Vii2junshu_kim berkata:

      makasihh ^ ^
      padahal nggak pede untuk mempublish ini ==’
      ya udah ambil giih Nayoung nya. hohoho*ditendang yuno* wkwkwkwk
      iaapp, papah kan emang kuat *?* haha
      thankss udah komenn

  2. noonacomplicated berkata:

    bingung mau ngoment apa soalnya masih pembukaan cerita :p so dilanjutin jja ,, jangan lupa updatenya teratur !!! *ini penting banget* :p
    tar di chap 2 kaka coment ceritanya :p

    • Vii2junshu_kim berkata:

      siip2… 🙂
      ia deh eon, insyallah bakalan teraturr… skrg aku udah nggak terlalu bnyak aktivitasnya..
      mungkin 2 ato 3 bulan lagi baru sibuk dengan aktivitas mahasiswa baru*amin* hehe

  3. AdheKJ berkata:

    Akhirnya terbit (?) masih part awal sih, makanya kenalan dulu sama castnya~ tapi ini aja udah keren eon.. kehidupannya nayoung sama yunho bertolak belakang banget.. terus eon, nayoung sama yunho kapan nikaknya (??) /plak hehe

  4. Zihae berkata:

    Lam knl,q reader br!
    Seru crt’a..bingung mw komen pa,haha yunho ky ank kcl ja srpn msh dtungguin ma ibu’a,donghae dmn pun sllu jd playboy….

    • Vii2junshu_kim berkata:

      ne salam kenal, selamat datang di blog aku 🙂
      iaa maklum kok, kan masih chapter pertama jadi belum keliatan gregetnya.. hahaha

      ne gumawo udah mampir dan komen ^ ^

  5. mutia berkata:

    aku reader baru,,slam knal ^^
    ff’y bgus,,kya’y bksl seru ngak terlalu ribet kta”y.. :))
    cast’y buat aku ini baru..blum pernh bca cast’y yunho..

  6. dnorega berkata:

    masih bingung mau komen apa secara masih tahap pengenalan karakter gitu
    belum ada konflik yang berat masih dalam batas wajar
    cuma aku agak susah unn,ganti pov nya suka kecepetan kadang lagi asik baca pov nya yunho eh tiba tiba ganti pov wkw ^^V
    btw ffnya keren kok 😀

  7. nayy berkata:

    annyeonghaseo aku reader baru….

    di sini yunho ma nayong sama2 pekerja keras yaa 🙂
    aku suka ma mrk b’2 🙂

    d’tunggu klanjutannya yaa 🙂

  8. yan-yan berkata:

    Hai thor.. Aku koment lgi ya soalnya smbil loading yang always be mine smbil baca yg ini.. Gpp kan? Hehehe, klo knpa2 jg sudah telat soalnya sdh msuk komentnya.. kok nayoung ma yunho blm ktemu yah?? Lama amit.. Pdhal sdh nungguin dr awal baca.. O y thor kok yang always be mine part 10 di protect??

  9. jin ara berkata:

    Annyong aku reader baru 🙂 salam kenal .. Aku mau baca lanjutannya dulu ya oenn baru komen part pertama aku msh ga ngerti *mian lemot

  10. Shamusuki berkata:

    Akhirnya, nemu juga part 1. Bener-bener perjuangan sampe ngubek list bulanan, di link secret in marrieage nggak ada part 1,5, sama 7.

    over all, nggak sia-sia penasaran sama ff ini.
    Penggambaran karakter ok, penggambaran setting tempat juga ok.
    sampai jumpa di part 2.

    Tetep semangat untuk terus nulis ya ^_^

  11. minkijaeteuk berkata:

    seru… q semangat ’45 nih baca y….
    yunho emang cocok bgt dapet karakter kyk gini,,, wajah y mendukung bgt pa lg klo ngak senyum angkuh y keliatan n itu yg suka bikin salah paham…..
    Nayoung y kasian sipecat gitu n harus banting tulang,,,n hidup emang ngak mudah….

  12. kyuwonhae's wife berkata:

    seru ceritanya 🙂 , kreennn buangat . Suka sma karakter Yunho oppa yg gak playboy 😀

  13. g.elf@zOld berkata:

    anyeong
    galuh imnida dan q bru kali pertama msuk dan mengutak tik blog ini.. mian kalau lancang 🙂

    q menyukai penggunaan kata dan alur ceritanya.. menarik 🙂

  14. karina berkata:

    anyeong salam kenal aku reader baru ,,,,
    aku suka sama karaktet nya nayoung sama yunho kece bgts 😀

  15. skaski berkata:

    Annyeongg reader baru disini
    tuk part ini q mw mmperkenalkn diriq aj dulu
    skaski imnida 87 line
    ijin bc ff y….
    Gomawo

  16. kwonyunhee berkata:

    Anyeooong eooon, kekekeeee
    Reader baru loooh d sni kekee, suka dong sma yunho, juga sma hae oppa kekee. Suka bgt eon, kekeee. Critanya jga kren, semngat eon ^^

Your Comment become spirit for me ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s