FF Always Be Mine ‘Step 08’

Author :  Vii2junshu_kim

Cast :

Park Yoochun

Kwon Hyera

Park Yoohwan

DBSK Member

Genre : Married Life,Romance, AU,Sad, Friendship.

Leght : on going(Chapter)

Ps : Part Ini perlu bimbingan orang tua*plak* dedek yang masih labil tolong jangan ditiru yak.. kekeke ^ ^ kakak yang gila ini mau ber-eksperimen *plak*

HapRed…

 

Author’s Pov

 

Saat terbangun tadi Hyera merasakan sesuatu yang melegakan dirinya. Peristiwa di cafe Jaejoong itu terus menerus membekas dalam memori otaknya. Padahal kejadian itu sudah berlangsung selama beberapa minggu yang lalu.

Ia tersenyum dan melanjutkan aktivitasnya untuk membantu Lee Ajjuma di dapur.

“Annyeong…………………………..” suara bass khas lelaki membuat Hyera menghentikan aktivitasnya. Ia menoleh kearah sumber suara, disana berdiri seorang lelaki yang pernah dikenalnya.

Ricky ?

Pikir Hyera.

“eh, kau Hyera ? jadi benar kau kakak iparku ?” lelaki itu menghampiri Hyera. dengan mata yang berbinar dan dengan senyum yang mengembang tak percaya.

“wowww… dunia kenapa sempit sekali ya” pikir lelaki itu.

“eoh ? Yoohwan ? kau sudah pulang ?” Lee Ajjuma yang mendengar keributan khas Yoohwan akhirnya keluar dari taman belakang dan menghampiri lelaki berusia 23 tahun itu.

“hehe… benar Aunty.. apa kabar ?” tanyanya lalu memeluk erat Lee Ajjuma

“baik sekali, kabarmu bagaimana  ? kau pulang dengan baik-baik atau membolos ?” tanya Lee Ajjuma langsung.

Yoohwan nyengir.

Dengan senyum khas yang mengeluarkan dua dimple nya, ia menjawab pertanyaan wanita paruh baya didepannya.

“tenang Ajjumaku sayang, aku pulang dengan baik-baik. Tidak ada acara kabur-kaburan lagi” kekehnya.

Ia lalu memalingkan muka pada Hyera yang masih terpaku di tempatnya. “ini Kwon Hyera kakak iparku kan Aunty ? bukan wanita yang mau dinikahkan denganku kan ?” canda Yoohwan

“kau ini” lee Ajjuma mencubit lengan lelaki itu dengan gemas “masih suka menggoda anak orang. Ia dia Hyera, istri kakak mu” ucap Lee Ajjuma lembut

“woah, sungguh awalnya aku tidak percaya bahwa kau kakak iparku. Padahal jika kau bukan kakak iparku, aku pasti sudah melamarmu”

“ish.. kau sudah jangan menggoda dia lagi, memangnya kau mau Yoochun marah”omel Lee Ajjuma

Hyera dan Yoohwan terkikik melihat ekspresi lee ajjuma yang terlihat sedikit frustasi.

“tenang, ajjuma. Itukan masih kalau. Lagi pula aku juga sudah kenal dengan Hyera”

“benarkah ?” tanya ajjuma antusia. Hyera mengangguk

“ne benar ajjuma. Kami dulu berkenalan tapi hanya sebentar” ucap Hyera.

Lee ajjuma hanya ber-oh ria.

 

Suasana pagi ini cukup berisik, karena mereka mendengarkan celotehan dari mulut Yoohwan yang tak bisa berhenti. Ia bercerita ini itu, tentang kuliah, pacarnya, mantan pacarnya. Dan semuanya. Tuan park dan Yoochun yang tadi nya hendak berangkat kerja akhirnya hanya duduk dimeja makan sambil mendengarkan ucapan si bungsu.

“pokoknya, liburan musim dingin kita semua wajib ke Venice. Disana indah, nyaman,dan tenang. Ayah dan hyung harus kesana. Biar keriput diwajah kalian tidak kelihatan” ucap Yoohwan tenang.

Yoochun terkekeh sendiri. Keriput ? dasar usil.

“eoh, kakak ipar benarkan hyung semakin tua ? aku sangat yakin sekali”. Ucapnya lalu tersenyum menggoda pada Hyera. Hyera yang memang terbuka pada siapa saja, ikut menanggapinya. Padahal mereka tidak mengetahui dari tadi Yoochun sudah memasang muka tak enak.

“ah aku harus berangkat kerja dulu. Kau hari ini kuliah ?” tanya Yoochun pada Hyera yang duduk disampingnya.

“tidak, jadwalku besok” ucapnya

“eh kakak ipar, kalau begitu temani aku jalan-jalan nanti ya” sambar Yoohwan langsung

“boleh” ucapnya tanpa memperhatikan wajah Yoochun.

Yoochun beranjak dari tempat duduknya, dan mengambil jasnya yang tersampir dikursi makannya.

“aku berangkat” ucapnya lalu melangkahkan kaki keluar dari ruang makan, Hyera mengikutinya dari belakang, mengantar keberangkatan suaminya.

“hati-hati dijalan” ucap Hyera lagi.

Yoochun  tersenyum mengangguk, lalu masuk kedalam mobilnya.

 

09.00 AM

“woah, kemajuan pesat melihat kakak bisa berinteraksi lagi dengan wanita” ucap Yoohwan saat mereka duduk ditaman belakang, ditemani secangkir cappucino yang diracik khusus oleh Yoohwan.

“benarkah ?” tanya Hyera sedikit kaget, mereka memang belum saling mengenal dan memahami satu sama lain. Yoohwan mengangguk, matanya menerawang kedepan, lalu menyesap minumannya dengan tenang, setelah itu senyuman Yoohwan pun terukir

“benar, aku bisa melihat matanya yang lebih hidup, matanya yang berbinar. Dia benar-benar mulai beranjak dari masalalu kami”

Hyera mengangguk “apa sebegitu mengerikan masalalu kalian ?” tanya Hyera lagi dengan muka lebih penasaran

Yoohwan tersenyum, memahami kenapa dalam pertanyaan Hyera sarat dengan rasa penasaran yang tinggi. Mungkin hyungnya belum bisa menceritakan seluruhnya. Semua itu membuat mereka terpukul, apalagi Yoochun adalah sosok yang paling dekat dengan mediang ibunya. Semua nya wajar saja. “kami hanya terlalu kaget untuk menerima semua itu” ucapnya lirih

Hyera mengangguk. Dalam benak nya terselip rasa bersalah. Ia menyesali sikap kekanak-kanak nya yang medesak Yoochun untuk lebih terbuka padanya. Ia menghilangkan prisip dirinya pada Yoochun. Prisip yang selama ini selalu dipegangnya. Jangan pernah memkasa jika memang mereka belum mau membaginya. Hyera merutuki kesalahannya.

Ia lalu memandang Yoohwan yang masih diam memandang bunga mawar yang  ada didepannya. “ibu sangat suka sekali dengan buka mawar” ucap Yoohwan tanpa diperintah.

Hyera mengangguk “mawar itu indah, tapi berduri. Begitu juga wanita cantik tapi memiliki ketegasan jika terancam” ucap Hyera

“eoh..” Yoohwan mengangguk lagi. Lalu melanjutkan ucapannya “benar, ibu selalu memberikan kami petuah, nanti jika kami mau menikah. Kami harus mencari seorang wanita yang seperti bunga mawar” ucap Yoohwan.

Hyera tersenyum menanggapi ucapan Yoohwan.

“bagaimana perasaanmu selama menikah dengan Hyung ?” tanya Yoohwan lalu memandang wajah Hyera yang mulai merona

“dia. ..” ucapan Hyera terputus, segala kenangan dirinyadan Yoochun terukir lagi. Sikap Yoochun yang kadang terlihat sangat baik, lalu menjadi lelaki yang menyebalkan yang pantas dimusnahkan. Semuanya ada dalam ingatan Hyera “dia itu terlalu sulit untuk di jelaskan” ucapnya dengan tersenyum.

Yoohwan dapat menangkap apa maksud Hyera. mata dan air mukanya menjelaskan segalanya. Yoohwan jadi terkekeh sendiri. Membuat Hyera menatapnya bingung

“kenapa ada yang salah ?” tanya Hyera

Yoohwan menggeleng, meredakan kekehannya. “maaf kakak ipar. Habis mukamu memerah seperti itu. Memangnya hyung melakukan apa padamu ?” goda Yoohwan lagi.

“ya!” kesal Hyera akhirnya.

“hahaha…. oke-oke… maaf kakak ipar”

“kalian berdua menyebalkan” ucap Hyera lagi.

 

Park Interior Corp.

10.00 AM

Yoochun memeriksa berkas yang ada ditangannya,matanya menatap tatanan huruf  yan tercetak dalam kertas itu, tapi pikirannya kini melayang pada dua orang yang sedari tadi seakan melupakan kehadirannya,

“kenapa mereka menyebalkan sih” gumamnya, walaupun itu lirih. tapi para anggota  dewan dapat  mendengar ucapan Yoochun

“maaf Tuan, apa yang anda katakan ?” tanya  pria kacamata yang tengah berdiri didepan mereka. Yoochun salah tingkah, lalu mengucapkan kata maaf. “memalukan” rutuknya dengan suara yang jauh lebih kecil.

Changmin yang mengikuti rapat itu hanya tersenyum penuh arti. “pasti ada apa-apanya” ucap nya dihati.

 

“menggumam sendirian, lalu memasang tampang tak sedap, lalu malas untuk makan siang. Itu tanda-tanda hyung” ucap Changmin jahil. Yoochun mengdongak melihat  sahabat sekaligus rekan kerjanya.

“tanda-tanda ?” tanya Yoochun bingung,

Changmin mengagguk, lalu duduk di kursi depan yang tersedia diruangan Direktur perusahaan Park Interior. Yoochun mengalihkan pandangannya pada Changmin lebih serius. “apa maksudmu ?” tanya Yoochun langsung.

Changmin mencibir. “kau ini. itu tanda-tanda orang sedang dalam masalah” pancing changmin

“masalah ? aku tak punya masalah” kilah Yoochun langsung

“mukamu tak bisa bohong hyung. Aku tahu ini pasti ada kaitannya dengan kakak ipar. Kalau bukan karenanya mana mungkin mukamu kusut seperti itu”

“sok tahu” sambar Yoochun cepat, mengandung nada yang emosional

Changmin tergelak lagi. “tuh kan” ledeknya cepat “hyung, ayolah kau  bukan abg lagi yang bisa memendam semuanya. Muka mu tak berbakat dalam acara bohong membohong” ucap Changmin

Yoochun menghela nafasnya, lalu memandang Changmin tajam. Yang dipandang hanya memalingkan muka. Berpura-pura menatap yang lain. Lalu dengan tenang ia berbicara “anak kecil, itu urusanku. Lebih baik kau siapkan pekerjaanmu” perintah nya

“nde sajangnim” angguk Changmin formal. Membuat Yoochun tersenyum,

 

Yoohwan memasuki lobi perusahaan milik ayah dan kakaknya. Disana ia hanya berkeliling, membuat beberapa karyawan menatapnya aneh dan curiga, hanya karyawan lama  saja yang tidak canggung, dan tidak menatap Yoohwan dengan curiga. Sedangkan karyawan baru hanya memandangnya sinis.

Yoohwan tak menyadari tatapan itu menusuk pada dirinya. Yang dia tahu hanya berjalan dan berkeliling kantor ini. kantor yang dulunya sangat ia kagumi. Setelah puas mengelilingi kantor dengan decakan kagum, ia lalu  melangkah ke pantry. Menemui salah seorang office boy yang cukup ia kenal. Dulu saat dirinya tersesat di kantor nan megah ini, OB itulah yang menolongnya, dan membawanya kembali pada ayahnya. Ia menyembulkan kepalanya terlebih dahulu meneliti siapa yang ada didalam, setelah memastikan ia tak ada orang ia lalu melangkah masuk. “kenapa sepi ? apa mereka semua sedang bekerja ?” pikirnya lagi.

Ia lalu mengambil tempat untuk duduk dan menyandarkan bahunya sejenak, lalu memejamkan matanya, menikmati kesunyian disini. Tak lama telpon disamping pintu penghubung berbunyi, dengan malas Yoohwan mengangkatnya, lalu menjawab. “ada yang bisa dibantu ?” ucap Yoohwan pada seseorang yang tak mengenali dirinya

“hey, kau OB baru ya ?”

Yoohwan mengernyit, lalu memendang ganggang telpon dengan malas “OB baru ? cish” dengusnya lagi. “baiklah” ia menghembuskan  nafasnya dengan tenang, lalu menempelkan ganggang telpon pada telinganya seperti tadi “nde.” Ucapnya  pendek

“pantas saja tidak tahu aturan yang sesungguhnya. Sebaiknya nanti saja aku menceramahimu. Tolong buatkan aku kopi panas yang rendah kalori, biasanya Sujin menyimpan kopi itu di almari atas sebelah kanan. Jangan lupa takaran gulanya 2 sendok saja”

Yoohwan ternganga makin kesal. ‘wanita ini, seenaknya saja menyuruhku. Dia pikir dia siapa ?’ geram Yoohwan. “hey kau mendengarku tidak?” ucap wanita itu dengan penuh penekanan

“nde, baiklah. Saya antar kemana kopinya ?” Yoohwan berujar dengan malas

“bawa saja keruangan managing art, kau tahukan tempatnya.” Yoohwan mengingat, ‘managing art ? mati kau.’ Batin Yoohwan

“arraseo, aku tahu. Maaf tapi nama anda siapa  ? nanti langsung saya antarkan”

“eoh, Go Enny” ucapnya dengan lugas

“nde. Mohon ditunggu” Yoohwan menutup ganggang telponnya dengan kesal. Dengan langkah yang terpaksa ia memeriksa beberapa almari atas yang menempel di dinding. Lalu mengambil kotak hitam, yang berisikan kopi itu. Belum sempat ia menyedu kopi tersebut, telpon kembali berdering. Dengan mendecak kesal. Ia menghentakkan kakinya mengangkat ganggang telpon.

“sabar Ricky” ia lalu mengelus dadanya dengan tenang. “yoboseo” kali ini nadanya terdengar lebih ramah dan santai.

“eoh, tolong siapkan air mineral keruangan rapat segera ya”  dan bunyi tuut terdengar

“aish jinja. Kalau aku dapat siapa yang meneleponku, akan kucincang satu persatu mereka” erangnya, lalu menutup telpon. Dan beranjak untuk menyiapkan pesanan karyawan ‘kurang ajar’ menurutnya. Baru 2 langkah kakinya menderap untuk mengambil air mineral dikardus, lagi-lagi deringan telpon membuatnya kesal

“ayah… kenapa aku terjebak disini” dengusnya malas.

“yoboseo” ucapnya dengan nada ketus

“hey, tolong kau sopan sedikit” Yoohwan mencibir

“nde, ada yang bisa dibantu” kali ini nada suaranya dibuat agak lembut

“nah begitu. Tolong kau antarkan air putih hangat keruanganku ya.”

“maaf ini siapa ?” tanya Yoohwan

“kau OB baru pasti. tidak mengenal seorang Shim Changmin. Design managing” bangganya dengan nada yang kata Yoohwan berlebihan

“cish, ternyata kau. Baiklah Tuan Shim Changmin. Akan aku antarkan. Dasar iblis” makinya lalu menutup sambungan secara sepihak. Tak lama ide jahil muncul dikepalanya. Ia lalu memutuskan kabel saluran telpon. Dengan begitu tak ada yang bisa membuatnya kesal lagi.

Dengan santai ia membuat kopi panas, mengambil air mineral, dan membuat air hangat pesanan Tuan Shim sang raja iblis. Ditangan kanan dan kirinya ada 2 nampan. Persis seperti seorang pelayan kafe yang dipenuhi oleh pengunjung. Semua karyawan menatapnya aneh.

“dia yang barusan mondar-madir kan ?” bisik-bisik karyawan mulai terdengar, Yoohwan cuek saja. Lalu memasuki ruangan Managing art. Ia melihat seorang gadis cantik, tapi menakutkan disana. “permisi” ucapnya lagi

“ini kopi panasnya” ia meletakkan cangkir kopi diatas meja. Wanita itu dia tak menggubris sama sekali. Ia terlalu larut dalam dunianya sendiri. Yoohwan mendengus. Lalu meninggalkan wanita itu tangannya baru memegang knop pintu, dan wanita itu mengistrupsinya “ tunggu” Yoohwan belum berbalik

“kau OB kan ?” tanya Go Enny.

Dengan sabar  Yoohwan membalikkan badan. ‘aku tampan begini dibilang OB  ? ayah karyawanmu kurang ajar semua’ rutuknya kesal

“nde” ucapnya malas

“sebaiknya kau ganti pakaianmu. Agar kau tidak ditegur oleh Presedir Park. Ini demi kebaikanmu” Go Enny masih mengamati Yoohwan dengan pandangan penuh selidik. Lalu memalingkan mukanya lagi

“eoh, baiklah. Terima kasih atas  pemberitahuannya” ucap Yoohwan malas

Lalu keluar dari ruangan itu. Ia melangkah dengan kesal, dan suara berisik-berisik itu kembali menggema ditelinga Yoohwan “tampan sih, tapi Cuma OB. Sayang sekali”

‘eeerrg… wanita-wanita itu, apa tak ada kerjaan lain selain menggosip ?’ erang Yoohwan dalam hatinya

Ia lalu megantarkan air mineral keruangan rapat. Sebelumnya ia mengetuk pintu rapat dengan santai, lalu masuk. Didalam ruangan itu ada beberapa anggota keluarganya, mereka menatap sibungsu dengan tatapan aneh,dan kaget. Terlebih Tuan Park, dan Yoochun.

Yoochun sendiri tidak konsen mendengarkan apa yang diterangkan, pikirannya terfokus pada sang adik yang sibuk mengatur air mineral. “anak ini benar-benar” gumamnya. Yoohwan menghampirinya lalu meletakkan air mineral itu disamping kanan Yoochun

“silahkan diminum, Tuan Muda” kekehnya jahil

“OB tidak tahu diri. Pakaianlah, pakaian seragammu” sergah Yoochun dengan lirih. Yoohwan mendengus

“aku OB spesial.” Acuhnya lalu meninggalkan Yoochun dan beranjak ketempat ayahnya. Tuan Park sudah mencibir kelakukan Yoohwan yang sembrono ini

“ayah” rayunya dengan senyum manis. Tuan Park membuang muka

“ini dia, minuman spesial untuk Ayah” kekehnya lagi

“panggil aku Presedir” Yoohwan mencibir

“kalian berdua sama saja. Menyebalkan” Yoohwan mendecak lalu meninggalkan ruangan rapat dengan malas. Satu nampan masih berada ditangannya. Dengan senyum miring nan licik, ia melangkah meninggalkan pintu rapat dan menuju ruangan raja iblis.

Ia masuk, tanpa mengetuk pintu, membuat si empunya mengamuk. Namun saat teriakan pertama meluncur dari bibirnya, ia langsung terdiam. Menatap lelaki yang kini didepannya

“Ya! Sejak kapan kau jadi OB ?” tanyanya polos

“sialan. Kalian yang membuatku seperti ini” erangnya, lalu duduk disalah satu sofa yang tersedia didalam ruangan. Kakinya terjulur untuk berada diatas meja. Changmin menggeleng.

“OB Kurang ajar. Kapan kau kembali dari Virginia ?” tanya Changmin

Yoohwan tersenyum simpul “eung, kemarin sih. Ayo teraktir aku makan. Aku lapar” cecar Yoohwan segera. Changmin menggeleng.

“aku malas. Kau saja makan sendiri. Lagipula nanti kalau aku meninggalkan kantor saat jam kerja, aku di bakar hyungmu hidup-hidup” ujar Changmin. Posisinya masih berdiri berkacak pinggang.

Yoohwan mendengus. “hey, kau tahu perkembangan hyung dengan istrinya tidak ?” tanya Yoohwan antusias, Changmin seperti ditarik ribuan magnet saat mendengar berita pasangan itu. Ia  lalu dengan manis duduk disamping Yoohwan

“itu dia. sepertinya kita harus memberikan se-su-atu pada mereka” kekeh Changmin lagi.

Yoohwan tersenyum licik “se-su-atu?” Yoohwan tersenyum licik, lalu memeluk Changmin yang ada disampingnya

“arra. Aku mengerti.” Kekehnya

“ia lepaskan pelukanmu bodoh. Masa OB memeluk manajer sih” -_____-‘’

 

Yoochun Privat Room

09.00 PM

Hyera menyiapkan bahan yang dibutuhkannya untuk melanjutkan tugas-tugas yang semakin menumpuk. Kepalanya hanya teringat tentang materi yang diberikan oleh sang dosen.

Ia terus berkutat dengan laptop dan buku tebal pelajarannya. Mengambil spesialisasi bedah, memang tak mudah. Apalagi dia wanita dan sudah menikah. Terlalu sulit untuk membagi segalanya. Untung saja Yoochun mengerti dan memahami kondisi yang dialami istrinya, jadi ia memutuskan untuk menyibukkan diri dengan segala berkas yang tengah ditangannya.

“aish,. Kenapa harus besok sih” gerutu Hyera dengan malas. Ia membolak-balikkan kertas itu hingga terlihat lusuh. Yoochun menoleh sebentar lalu tersenyum. Memandang sikap istrinya yang agak kacau. Dengan kacamata, dan rambut yang sudah tak terurus.

Yoochun bangkit dari duduknya. Lalu memegang bahu Hyera dengan tenang. “ada yang bisa aku bantu ?” tanya Yoochun dengan santai. Matanya menatap hamparan kertas yang berserak dilantai beralas karpet tebal. Istrinya memang tak mau belajar dimeja kerjanya. Katanya terlalu kecil. Lihat saja, hamparan kertas itu sudah menyerupai pulau. Dan buku tebalnya sudah melayang kemana-mana.

“pinjamkan memory otakmu” jawabnya malas. Ia menghela nafas dengan gusar.

Yoochun menggeleng, dan terkekeh

“cish, buka saja kalau bisa” tantang Yoochun. Hyera mendengus.

“kepalaku mau pecah. Banyak sekali tugas menjelang akhir semester ini. apalgi bulan depan aku harus mengikuti program lapanga kerja. Menyebalkan tidak ?” keluhnya.

“kajja” ajak Yoochun dengan santai.

Hyera menatap suaminya dengan bingung. “kemana ?” tanya Hyera.

“mencari udara segar. Agar otak mu tak pecah” candanya. Hyera bangkit lalu melepaskan kacamatanya. Dan merapikan rambutnya dengan jari-jari lentiknya. Yoochun membantu merapikan poni istrinya.

Mereka berjalan untuk mengitari komplek. Diujung jalan ada mini market harian yang buka 24 jam. Yoochun dan Hyera memutuskan untuk berhenti disana. Dan membeli air mineral.

Lalu melanjutkan jalan-jalan malam mereka kesebuah taman kecil yang dibuat untuk rekreasi keluarga. Malam-malam begini masih ada beberapa orang yang duduk dan bercengkrama. Suasana dan pengaturan yang baik, membuat taman ini tak pernah sepi pengujung. Malam hari di taman ini terasa terang, dengan kerlip lampu neon warna-warni yang menghiasi.

“ah sekarang kepalaku sudah terasa lebih dingin” kekeh Hyera, Yoochun tersenyum. Ia melihat beberapa pasangan muda-mudi tengah berpacaran dibalik pohon. Lalu ada beberapa keluarga yang sedang menemani anaknya bermain disini

“bagus kalau begitu” ucapnya

“Yoochun-a” lirih Hyera, Yoochun mengangkat pandangannya pada Hyera yang tengah terdiam.

“ada apa ?” tanya Yoochun lagi

“maaf” Yoochun mengernyit. Maaf  ? pikirnya.

Hyera menyadari kediaman Yoochun. Lalu meneruskan ucapannya “aku minta maaf untuk semua sikap egosiku”

Yoochun tersenyum. “aku sudah memaafkanmu. Lagi pula, semua ucapan yang kau katakan waktu itu benar. Tapi aku saja yang masih belum siap untuk menceritakan segalanya” ungkap Yoochun.

Hyera mengangguk. “sebenarnya aku sudah tahu. Tapi..” ia menghela nafas. Membuat Yoochun menaikan alisnya sebelah “tapi aku ingin kau mengatakan semuanya dari bibirmu”

Yoochun terdiam “hem.. ya sudah. Lupakan semuanya. Sejujurnya aku sudah tak ingin membahas masalah itu” ungkap Yoochun lagi

“kenapa ? apa kau akan terus menghindar dari masalah itu ?” pancing Hyera

“aku bukan menghindar Hyera-a. hanya saja itu terlalu sulit untuk aku ucapkan. Semuanya seperti mimpi buruk yang datang dalam kehidupanku. Mengubahku menjadi seperti ini” erang Yoochun

Hyera mengamit tangan Yoochun. Meremasnya pelan “tapi kau harus meninggalkan mimpi itu Yoochun. Aku tak mau kau seperti ini terus. Kau punya dunia yang lebih indah untuk kau abaikan. Kau memiliki semuanya, kau bisa bangkit” rengkuh Hyera. ia menatap Yoochun yang masih terdiam. Menatap satu titik fokus entah dimana.

“memang, tapi bayangan itu tetap tak  bisa hilang Hyera-a” lirihnya. Nada suaranya sudah terasa parau,matanya juga sudah menerawang dimana ia mendapati jasad ibunya.

Hyera memeluknya “kau bisa menghilangkannya. Aku mohon.” Ucapnya.

“apakah bisa ?” tanya Yoochun ragu. Hyera mengangguk. Mengeratkan pelukannya pada Yoochun. Yoochun melingkarkan lengan nya kepinggang Hyera. sementara ini mereka terdiam.

 

Yoochun Privat Room
06.30 AM

Matahari mulai naik keperaduan, menerangi seluruh penjuru dunia tanpa terkecuali. Hewan-hewan telah keluar dari peraduannya, mencari secercah harapan. Yoochun mengerjabkan matanya untuk mencari fokus cahaya. kejadian tadi malam, membuat nya tersenyum, semoga saja harapan baru itu bisa datang lagi padanya. Ia menghela nafas dan merenggangkan otot tubuhnya. Sisi tempat tidurnya kini sudah kosong,seperti biasa. Hyera sudah menyibukkan dirinya dikamar mandi, atau mungkin didapur. Yoochun menggeliat lagi, aktivitas pagi yang sangat disukainya. Setelah puas bermalas-malasan di pagi hari, ia memilih untuk segera membasuh dirinya dan sarapan bersama yang lain.

Yoohwan dan Tuan Park kini duduk berbincang di meja makan. Sekarang Yoohwan telah kembali seperti dulu, bahkan mungkin lebih terkesan berisik. “Ayah, harus percaya padaku” yakinnya pada Tuan Park.

“kenapa begitu ?” tanya Tuan Park

“ish, Ayah mau punya cucu nggak sih ?” kesal Yoohwan. Tuan Park terkekeh kecil

“baiklah, atur saja.” ucap Tuan Park lagi. Yoohwan mengangguk semangat dan menyelesaikan makan paginya.

“kenapa kau makan duluan ?” Hyera bertanya pada Yoohwan dengan bingung. Biasanya mereka akan sarapan jika semua anggota sudah berkumpul.

“terlalu lama menunggu Hyung. Lagi pula aku mau mencari seseorang” ucap Yoohwan lagi.

“eoh begitu” lirih Hyera lalu menatap Tuan Park dengan tersenyum

“ayo abonim silahkan dimakan.” Hyera lalu menyiapkan sarapan pada ayah mertuanya.

Derap langkah kaki menuruni tangga membuat mereka yakin siapa yang datang. Park Yoochun. Tidak seperti biasanya, kali ini wajahnya terlihat jauh lebih baik dari kemari. Ia mengambil tempat tepat disamping ayahnya. Membuat Yoohwan hampir tersedak.

“aku juga mau” Yoochun memberikan piringnya pada Hyera. sepasang mata itu menatap tak percaya. Hyera memandang Yoochun dengan tatapan ‘apa kau yakin’

Yoochun mengangguk lagi, kali ini dengan senyuman “ayo, aku sudah lapar” kekehnya. Yoohwan benar-benar kaget melihat sikap kakaknya.

“hyung, kau tadi malam mimpi apa ?” tanya Yoohwan

“kenapa memangnya ?” tanya Yoochun tak acuh. Lalu mengambil susu coklatnya

“kau aneh sekali hari ini. Noona kalian tidak ia.ia kan tadi malam” pernyataan Yoohwam membuat Yoochun tersedak, dan Hyera sendiri langsung menghentikan aktivitasnya mengoleskan selai.

“Yoohwan” tegur Tuan Park. Membuat Yoohwan terdiam. Dan bergumam sendiri. “sudah lanjutkan makannya” ajak Tuan Park lagi. Sejenak suasana menjadi canggung, Yoochun pun makan dalam diam. Walaupun dalam hatinya ia sudah tertawa. Melihat muka Yoohwan yang terdiam seperti anak kecil dimarahi oleh ibunya. Lalu wajah Hyera yang sudah seperti kepiting rebus. Kenapa harus malu sih ? pikir Yoochun. Padahal mereka sama sekali tidak melakukan apa-apa.

“ayah berangkat duluan. Jangan lupa nanti meeting dengan Klien” ucap Tuan Park pada Yoochun. Yoochun mengangguk lagi.

Sepeninggal ayahnya, Yoochun langsung tertawa terbahak. Hyera dan Yoohwan memandang Yoochun dengan pandangan aneh. “apa yang patut di tertawakan ?” kesal Hyera

Yoochun menarik nafas, menetralkan dirinya “wajah kalian, seperti maling tertangkap basah. Aish sudah lah, aku mau berangkat kekantor dulu” ia beranjak dari duduknya. Lalu memasang jas kerjanya

“kau ada jadwal kuliah kan ?” Yoochun bertanya pada Hyera. Hyera mengangguk lagi.

“ya sudah ayo sekalian aku antar” ajak Yoochun. Yoohwan melihat mereka dengan dagu yang ditompangkan pada kedua tangannya.

“baiklah, sebentar aku mengambil jaket dan tasku” Hyera naik keatas. Kekamar mereka. Yoochun melayangkan pandangan nya pada Yoohwan.

“kau juga, kenapa masih terdiam disini ? bukankah kau harus bekerja ?”

“bekerja ?” ulang Yoohwan “kapan aku bekerja ?” gumamnya lirih dan bingung. Yoochun jadi geli sendiri.

“aku beritahu ya. Seharusnya seorang Office Boy itu datangnya lebih awal dari direktur. Ck. OB payah. Sebaiknya aku memecatmu saja” jawab Yoochun. Yoohwan terbelalak.

“OB ? Yak! hyung, don’t call me OB  again” erangnya dengan malas. Yoochun mengangguk asal. Lalu meninggalkan adiknya.

“hati-hati dijalan” ucap Hyera pada Yoochun. Yoochun mengangguk dan menjalankan mobilnya setelah mengantar Hyera dimuka kampus.

 

Park Intrerior Corp
08.00 AM

Yoohwan melangkahkan kakinya  ke pantry belakang, kemarin ia belum sempat menemui kepala pantry di kantor itu, akhirnya ia memutuskan untuk kembali lagi kesana. Namun naas disana ia mendapati seluruh OB dimarahi dan diberikan ucapan cukup pedas dari manager HRD. Itu cukup membuat Yoohwan berang. Kenapa mereka tak bisa menghargai OB sih ? apa karena mereka memliki jabatan lebih tinggi dari OB ? pikir Yoohwan.

Dengan langkah tegas Yoohwan menuju ketempat itu, lelaki yang ber umur sekira 45 tahun itu masih memarahi Baek Ajjushi. Yoohwan mendengus, matanya kini memancarkan kilatan kemarahan.

“anda tidak pantas menjadi kepala Pantry, lihat saja, anda sendiri tidak tahu siapa pelaku yang memutuskan kabel telpon di pantry” ucapnya dengan nada yang angkuh. Yoohwan mendadak menghentikan langkahnya. Ia teringat akan satu hal. Masalah Pantry dan telpon. Itu semua dirinya yang melakukan.

“aku yang melakukannya” ucap Yoohwan dengan tegas. Manajer itu membalikkan badannya melihat siapa yang datang. Ia mengerjabkan matanya.

“cish, kau OB baru itukan ?” tanya pria itu dengan garang, Yoohwan mendengus. “aku bukan OB. Aku adalah Park Yoohwan, anak pemilik perusahaan ini” angkuh Yoohwan. Pria itu mencibir, meremehkan ucapan Yoohwan.

“baik kalau kau tidak percaya” Yoohwan mengambil ponselnya dan menghubungi nomor Yoochun. Lalu menceritakan kejadian ini pada kakaknya. Dengan cepat Yoochun mendatangi tempat yang dimaksud Yoohwan.

“dia memang adikku. Jadi bisakah kita menyelesaikannya dengan baik ?” tanya Yoochun pada lelaki didepannya. Sesungguhnya pria itu sudah tak berkutik lagi, namun Yoochun tahu semua yang dilakukan pria itu demi kebaikan perusahaan juga. keputusan telah diambi, Yoohwan harus meminta maaf pada semua orang, karena sikapnya yang memutuskan kabel telpon. Lalu pria yang berstatus manajer juga harus meminta maaf pada kepala pantry karena ucapannya yang dinilai tidak sopan.

“lain kali kalau kau bertindak harus berpikir panjang” kata Yoochun memperingati. Yoohwan mengangguk dan mengiakan ucapan kakaknya.

“baiklah aku keruanganku dulu” Yoochun pamit pada semuanya, lalu meninggalkan pantry.

“ajjushi, kau minta maaf karena aku, ajjushi di tegur oleh manajer” Yoohwan berujar pada ajjushi baek.

“ne aku sudah memaafkanmu Tuan muda” Yoohwan tersenyum mendengar ucapan dari Baek Ajjushi. Mereka lalu berbicang membahas hal lainnya.

Disudut ruangan, Yoochun menghela nafas. Ia ditugaskan untuk menghadiri beberapa acara perayaan di Jepang, lalu harus mengurus anak cabang perusahaannya yang dikatakan sedang dalam keadaan yang tidak baik. Yoochun menghela nafasnya lagi. Jika diperkirakan ia akan dijepang selama 3 bulan. Itu juga kalau semua nya lancar, kalau tidak bisa-bisa selama setengah tahun ia akan menetap disana. Kalau sebelum menikah mungkin ia akan dengan senang hati menerima tawaran itu, tapi sekarang dia sudah memiliki seseorang  yang membuatnya nyaman. Satu hari tak melihatnya saja sudah membuatnya gelisah dan kecewa.

“apa yang harus aku lakukan” keluhnya lagi.  Haruskah ia meminta pada ayahnya agar tugasnya digantikan oleh orang lain, seperti Min Ajjushi misalnya. Heh. Baru sebentar ia berbaikan dengan Hyera dan sekarang masalah baru datang lagi. Menyebalkan.

 Yoochun Privat Room
10.00 PM

Yoochun memandangi Hyera yang masih berkutat dengan buku tebalnya. Ia bingung ingin memulai pembicaraan  ini dari mana, langsung ke point nya saja atau harus berbasa-basi lagi.

‘Yoochun berpikirlah’ erangnya dalam hati. Setelah berperang batin akhirnya ia memutuskan untuk mengucapkan itu semua pada Hyera.

“Hye-a” Yoochun duduk disamping Hyera yang masih bersila dikarpet bawah dengan buku-buku biologinya. Hyera mendongak melihat Yoochun, lalu melepaskan kaca matanya. “ada apa ?” tanya Hyera dengan tenang. Ia melihat garis muka Yoochun berubah, bukan seperti biasanya. Kali ini lebih gelisah dan serius.

“eung. Itu…” Yoochun gugup. “aku ditugaskan untuk kejepang selama 3 bulan” ucapnya cepat. Hal itu sukses membuat Hyera langsung tergagap. Ia memandang Yoochun dengan kaget. 3 bulan ? selama itukah ?

“b-Baiklah” katanya kaku. Ia tak tahu lagi apa yang harus dikatakannya. Jika ia menolak, apakah Yoochun mengabulkan permintaanya ? itu mustahil melihat Yoochun adalah tipikal lelaki yang gila kerja. Hyera tersenyum dengan paksa. Hal itu membuat kecanggung-an antara dirinya dan Yoochun. Yoochun memilih untuk keluar dari kamarnya sebentar, menetralkan seluruh perasaannya.

Yoochun duduk menyendiri di balkon rumahnya, dibalik tembok penyekat seorang pria tengah baya , melihat kegundahan anaknya. “Maaf, ini untuk kebaikanmu dengan Hyera” ucapnya dengan tenang. Lalu membalikkan badannya untuk kembali kekamarnya.

Memandang langit adalah satu kebiasaan yang pernah Hyera lakukan. Ia mendongak melihat kerlip bintang yang terlihat sangat kecil dari tempatnya berdiri, lalu tersenyum.

“heh, harus kulakukan sebelum benar-benar menyesal” tekadnya dalam hati.

Hyera menyiapkan beberapa tugasnya, walaupun pikirannya sekarang sedang kacau, namun tugas ini harus diselesaikan dengan cepat. Pintu kamar tebuka, Yoochun masuk dengan perasaan yang campur aduk. Antara berani atau tidak. ia masih bimbang dengan keputusan hatinya.

“Hyera-a” Yoochun memanggilnya dengan lirih. Hyera mendongak,

“ada apa ?” tanya Hyera lagi. Yoochun menghela nafasnya. “kau masih sibuk ?” tanya Yoochun.

“hmm.. banyak sekali yang harus aku kerjakan menjelang akhir semester ini. Kenapa  ?” tanya nya. Sepertinya belum saatnya. Pikirnya dalam hati.

“tidak ada. Jangan terlalu lelah ya” ucap Yoochun akhirnya. Hyera mengangguk lagi.

Malam itu terasa sunyi, yang terdengar hanyalah suara desiran angin yang meniup gorden putih. Kebiasaan Yoochun yang memang selalu membuka jendela saat tengah malam, agar cahaya dan dinginnya angin malam bisa membuatnya pikirannya membaik.

Nafas Hyera berhembus dengan tidak teratur, membuat Yoochun membalikkan tubuhnya yang semual memunggungi jadi terlentang.

“kau belum tidur ?” Yoochun membuka keheningan diantara dirinya dan Hyera.

Hyera mengangguk, memposisikan dirinya yang semula tidur menjadi duduk dan bersandar di kepala ranjang. “belum aku tak bisa tidur” ucapnya langsung. Yoochun mengangguk. Dengan gerakan cepat ia memindahkan kepalanya kepangkuan Hyera. Hyera tersentak namun ia hanya menahan senyum.

“kenapa tersenyum ?” pancing Yoochun, lalu memebenarkan posisinya agar terasa lebih rileks, Hyera memandang Yoochun dengan tenang. Lalu mengangkat bahunya.

“aneh melihatmu seperti ini. ada apa  ?”

Yoochun tak menjawab. Ia lalu mengamit tangan Hyera dan memindahkannya  diatas helaian rambutnya, “usapkan. Aku selalu merindukan hal ini” Hyera mengalah. Ia tak mau lagi bertanya kenapa Yoochun mendadak manja begini. Dan mengulurkan tangannya untuk mengusap rambut Yoochun.

“ah menyenangkan sekali.” Gumamnya diiringi dengan gerakan tubuhnya yang memeluk Hyera.

Hyera masih mengusap kepala Yoochun dengan lembut, persisi seperti seorang ibu yang menidurkan anaknya. “eung… nanti setelah kau ke Jepang, apa kau akan sering pulang kemari ?” Hyera memandang Yoochun yang mencoba memejamkan matanya.

“aku juga belum bisa memastikan. Masalahnya, aku belum memastikan anjloknya saham disana berapa persen. Kemungkinan untuk mengembalikan nya seperti dulu lagi memakan waktu selama 3 bulan. Itu sudah kuperhitungakan untuk kemungkinan paling buruk” Yoochun mengehela nafasnya.  Sejenak Hyera mencerna semua perkataan suaminya. Mencoba untuk memahami situasi yang ada saat ini. 3 bulan bukanlah waktu yang sebentar untuk dirinya tanpa Yoochun. Walaupun mereka jarang bertemu, tapi paling tidak setiap dirinya membuka mata, selalu ada Yoochun yang tengah terlelap disampingnya.

“kenapa ? kau takut merindukan aku ?” goda Yoochun, kali ini dengan seringai yang aneh. Seperti tersadar Hyera langsung memalingkan wajahnya “eung tidak kok” ucapnya dengan lirih. Yoochun terkekeh lalu menjulurkan tangannya menyentuh pipi istrinya.

“kalau merindukan aku juga tidak masalah” godanya makin membuat Hyera salah tingkah.

“berhenti menggodaku” jengkelnya, lalu berusaha memindahkan tangan Yoochun yang masih menyentuh wajahnya.

“kenapa ? kan memang tidak masalah kau merindukan aku”

“ish. Yoochun ssi” geramnya lagi. Yoochun tersenyum lalu merubah posisinya menjadi duduk menghadap Hyera.

“apa ?” jawab Yoochun kalem. Bukannya tak menyadari raut kekesalan diwajah istrinya, hanya saja kegiatan barunya sangat menyenangkan. “ Sayang sekali lampu utama sudah kumatikan. Kalau tidak aku bisa melihat pipimu yang indah itu”

“kenapa kau menyebalkan sih. Sudah aku mau tidur” Hyera lalu menenggelemakan dirinya dibalik selimut tebal. Yoochun terkekeh, “hey, enak saja main tidur. Tugasmu belum selesai” Yoochun mengucang bahu Hyera. dan itu sukses membuat Hyera menyembulkan kepalanya dibalik selimut.

“apa ?” ucapnya polos.

Chuu~~

Yoochun mencium Hyera pelan. Lembut tanpa tergesa. Hyera sendiri masih dalam keadaan antara benar atau tidak. mimpi atau bukan. Hingga lumatan kecil itu membuat Hyera memejamkan matanya dan terhanyut dalam dekapan Yoochun.

Menit-menit itu terasa indah bagi Yoochun dan Hyera. mereka merasakan apa yang namanya keindahan dunia dalam dekapannya. Yoochun melepaskan panggutan itu, lalu menatap Hyera dengan sendu. “mau melanjutkannya atau cukup sampai disini ?” tantang Yoochun. Hyera mendengus, lalu melepaskan kedua lengannya yang melingkar dileher Yoochun.

“cish, maumu ?” tantang Hyera balik. Tangan Hyera sudah turun kebahu Yoochun dan membelai indah dada bidang suami nya yang terbalut oleh piayama biru muda.

“baiklah Ny. Park. Aku harap kau tidak menyesal dengan keputusanmu” sepersekian detik, setelah Yoochun menyelesaikan ucapannya, Yoochun segera membawa Hyera kedalam keindahan dunia. Keindahan yang diberikan Yoochun untuk pertama kalinya.

 

 

Mereka semua tengah tersenyum dimeja makan. Tumben sekali pasangan suami-istri itu terlambat sarapan. Padahal biasanya Hyera yang membuatkan sarapan untuk mereka. Yoohwan dan Tuan Park mengulum senyum saat sarapan.

“ayah. Kenapa hyung tidak keluar ? ini kan sudah jam 7 pagi” tanya Yoohwan sok polos. Lalu memakan potongan rotinya. Tuan Park melipat koran pagi lalu mengambil roti dan mengolesnya dengan selai.

“berhenti jadi anak sok bodoh” gurau Tuan Park. Yoohwan mendengus.

“cish, jadi bagaimana rencana ku baguskan ? memisahkan untuk menyatukan” kekeh Yoohwan dengan nada yang pelan. Tuan Park mendecak melihat putranya yang satu ini lalu tersenyum misterius

“cepat ganti bajumu dengan kemeja yang sudah ayah siapkan. Wakili ayah untuk mengkuti rapat harian jam 8, lalu jam 10 nanti kau harus menyiapkan bahan untuk laporan Yoochun minggu ini. setelah makan siang, kau akan menggantikan Yoochun rapat dengan klien dari GD Corp.” ujar Tuan Park dengan santai, lalu mencomot rotinya. Ia tersenyum dengan tenang.

Yoohwan menelan ludahnya dengan susah payah. “ayah..” rayunya dengan rengekan.

“apa ? kau harus bertanggung jawab. Ani, setidaknya berikan hyung-mu liburan sehari. Arrachi”

“ck. Kenapa aku yang jadi korban. Tahu begini aku tak mau mencetuskan ide itu” erangnya, dengan muka yang masam. Bibirnya sudah mengerucut kedepan, dan roti yang digenggamannya dimakan dengan asal. Satu hari di neraka. Thanks. Ucapnya.

 

 

Yoochun Privat Room
10.00 AM

Deringan alarm untuk yang ke sekiannya kalinya. Membuat Yoochun menggeliat dan terbangun dari tidur panjangnya. Ia mengerjabkan matanya dengan malas, lalu melihat cahaya matahari yang sempurna dibalik jendela. Yoochun tersenyum melihat onggokan piyama tidurnya yang berserakan. Lalu memalingkan wajahnya ke arah wanita yang kini tengah berada didekapannya.

“aku baru tahu ternyata kau bisa juga jadi putri tidur” kekeh Yoochun.

Malaikat dari mana yang membuat Yoochun berbeda hari ini. ia lebih terkesan hangat dan romantis. Jika dilihat sekilas dengan perlakuannya. Ia menjulurkan lengannya untuk mendekap Hyera lebih dalam. Lalu menenggelamkan wajahnya di lekukan leher istrinya.

“bagunlah, ini sudah sangat siang” gumam Yoochun dengan suarah yang lirih. Hyera yang merasakan hembusan nafas dan suara berat suaminya, mengerjab malas. Ia mengerang pelan, karena cahaya matahari yang sontak menyerang bola matanya.

Hyera menjulurkan tangannya untuk menghalangi sinar matahari yang menembus jendela kamar mereka. “memangnya jam berapa ?” tanyanya serak. Yoochun yang masih enggan beranjak dari posisi nyamannya. Dengan santainya menjawab

“jam 10, kita kesiangan selama” Yoochun berpikir sejenak lalu meneruskan kata-katanya “4 jam. Hebat bukan” kali ini ia berbisik ditelinga Hyera. membuat Hyera merinding dan menjauhkan kepalanya dari jangkauan Yoochun. Percuma juga ia menjauhkan dirinya dari pria disampingnya. Karena itu sia-sia. Lihat saja lengannya yang sudah melingkar indah di sisi tubuhnya, mendekapnya dengan posesif.

“mesum. Untung saja, hari ini jadwalku untuk kuliah siang” dengus Hyera.

“ah benarkah ?” tanyanya dengan nada yang aneh. “kalau begitu ayo lanjutkan lagi”

“Ya!”

 

Interior Park Corp
10.00 AM

 

“ya Tuhan” Yoohwan terus menggumamkan kata itu berpuluh-puluh kali setiap menemukan kesulitan yang membuatnya frustasi. Ia membaca laporan minggu ini dan membandingkannya dengan minggu lalu.

Lalu memberikan tanda dengan stabilo kuning sebagai tanda pembading untuk kedepannya. Dengan kesal, ia membuka dasi hitam yang melingkar indah di lehernya. “aish, menyebalkan. Tahu begini aku tadi memakai kaos saja” erannya lalu melanjutkan tugas tertundanya.

Ponselnya bergetar, namun pandangannya tak mau terlepas dari deretan angka yang tercetak dalam kertas putih yang dipegangnya. Ia memberikan beberapa catatan di kertas bagian bawah, lalu membubuhkan parafnya. Dan memegang ganggang telpon untuk mengubungi bagian keuangan.

“tolong kepala bagian keuangan keruangan saya” ucapnya dengan bijak. Ponselnya berdering kembali. Membuatnya berdecak dengan kesal

“wae ?” garangnya dengan malas.

“sopan sedikit, aku ini aunty mu” Yoohwan menggaruk kepalanya yang tak terasa gatal, namun kesal

“ne, wae aunty ?” tanya Yoohwan dengan malas

“bagaimana misi kita lancarkah ?” tanya aunty nya dengan tenang

“tenang saja, sedang dalam proses. Sudah ya, aku sedang bekerja. Nanti aku telpon lagi aunty”

“ne. bekerjalah dengan baik anak malas”

Tuut….

pintu ruangannya terbuka sesaat setelah ketukan dipintu terdengar. “silahkan duduk” ucap Yoohwan dengan tenang, pria itu duduk didepan Yoohwan. Tak lama Yoohwan pun menanyakan mengenai apa yang membuatnya bingung dengan laporan keuangan di perushaan ini. dengan telaten, pria itu memberikan penjelasan mengenai sistem yang dipakai untuk penyesuaian perusahaan, dan sistem keuangan yang ada didalam perusahaan.

 Yoochun privat Room
12.30 PM

 

Yoochun mamatutkan dirinya didepan kaca datar yang biasanya dipakai oleh Hyera untuk merias diri. Ia memasang dasi nya dengan tenang, walaupun teriakan Hyera sudah seperti seseorang yang sedang mencari pertolongan, meleking.

“berhentilah berteriak Hye-a” ucap Yoochun tenang, lalu memandangi istrinya dari kaca cermin. Hyera tengah menyibukkan dirinya dengan berteriak kesal, sembari memasukkan tugas kuliahnya.

“cish, badanku remuk semua bodoh” kalimat itu sudah sekian kali hyera lontarkan karena kekesalannya pada Yoochun. Yoochun terkekeh.

“aku rasa kau tahu jawabannya. Kau kan dokter sayang” goda Yoochun dengan kedipan mata yang disambut hyera dengan tatapan tajam

“diam, aku sedang kesal. Lihat aku harus memakai jaket untuk menutupi semua kerjaanmu” dengusnya lagi.

“baiklah aku salah. Lain kali tidak akan meninggalkan kerjaanku disana” Yoochun beranjak dari tempat nya dan menuju pintu keluar. “aku tunggu diluar, dan ingat sekali lagi Kau berteriak, sama saja kau memintanya lagi. Oke” kedipan mata Yoochun mengakhiri ucapan nya.

Hyera mendengus mencibirkan bibirnya. “menyebalkan” keluhnya dengan muka yang merah. Hyera keluar dari kamarnya, dan langsung menuju dapur, ia mencari sesuatu yang bisa mengganjal perutnya dari rasa lapar. Tidak sarapan tetapi harus mengeluarkan tenaga yang ekstra dipagi hari. Menyebalkan. Pikirnya.

Setelah selesai dengan sarapan yang tertundanya, Hyera langsung menuju halaman depan. Disana Yoochun tengan berdiri sambil menelpon seseorang. Sepertinya Jungmo.

“sudah ?” tanya Yoochun saat dirinya selesai menghubungi sekertarisnya.

Hyera mengangguk.

 

Park Interior Corp
01.00 PM

Yoochun memasuki ruangannya yang terlihat cukup tidak rapi. ia melihat serakan dokumen diatas meja kerjanya, meneliti setiap kertas lalu mengumpulkannya dalam satu bagian, setelah itu di masukkan kembali ketempatnya. Setelah membereskan itu semua, ia lalu menghubungi sekertarisnya Jungmo. Jungmo masuk dengan kuluman senyum yang aneh—menurut Yoochun.

“kau kenapa ?” tanya Yoochun dengan geli.

“ani. Ada yang bisa saya bantu ?” tanya nya dengan nada suara yang kembali normal dan mimik muka yang lebih baik dari tadi.

“eoh, siapa yang duduk dimeja selama 6 jam  ?” tanya Yoochun dengan santai

“eoh, tuan Muda Yoohwan” ucap Jungmo langsung. Yoochun mengernyitkan dahinya. Yoohwan ? batinnya dalam hati

“baguslah, jadi apa ada lagi jadwal untuk hari ini ?” tanya Yoochun.

Jungmo menggeleng. “tidak semuanya sudah dihadiri oleh Tuan Muda Yoohwan”

“oke, kau boleh keluar. ah iya, tolong berikan aku laporan keuangan cabang kita yang ada di osaka ya” pesan Yoochun sebelum benar-benar tenggelam dalam perkerjaannya.

 

KyungHee University.
01.30 PM

 

Setelah menyerahkan tugasnya dengan salah satu dosen, Hyera langsung bergegas ketaman belakang untuk melepaskan penatnya. Ia meluruskan kakinya dengan tenang lalu membaca buku referensi untuk beberapa kasus pengobatan yang diamali oleh sipenulis.

Tepukan di pundaknya membuatnya mengalihkan perhatiannya dari buku tebal bersampul oranye.

“Chaemi-a” ucap nya dengan kesal.

“waeyo ? tampangmu kusut sekali” kekeh Chaemi denga jahil

“sialan. Aku hanya lelah saja” balasnya dengan malas. Chaemi duduk disamping Hyera dengan tenang. Ia lalu mengutarakan maksudnya pada Hyera,

“Hyera-a” lirih Chaemin. Hyera menanggapinya dengan acuh.

“wae ?” ia masih melihat tumpukan huruf demi huruf di bukunya.

“apa yang kau lakukan jika Jangwoo datang dan melamarmu ?” ucapan Chaemi membuat Hyera tersentak, dan memandang sahabatnya dengan datar.

“apa maksudmu ?”

“Lee Jangwoo. Dia kembali”.

TBC

Give Thanks to Allah ^ ^

Makasih udah diberikan kesabaran untuk menyelesaikan setiap FF ku, makasih buat readers yang udah menunggu Part 8 ini. tanpa bosan aku ngucapin maaf karen ada Typo, alur nggak jelas, cerita makin ga jelas. Tapi tenang aja, ini udah mendekati ending kok :)*semoga*

Jadi readers nggak bosen mantengin nii FF.

Yuuk mari kita bahas part 8, gimana ?

Ada yang puas ? aku udah bikin 19 page dengan font Cambria Math size 11. Wiihii, semoga mengobati rasa kangen readers dengan Yoo-Ra Kopel ini yak :)*nggak ada yang kangen*jedotin kepala*

Part ini aku bikin dengan segenap hati*plak* maksudnya adegan Hyera Yoochun. Aku sdar kok, setiap FF ku yang pling sedikit adalah adegan pemeran utamanya*syukur lo sadar* makanya mulai saat ini aku mau memanjangkan part pemeran utamanya.

Soo.. aku nggak tahu lagi mesti ngomong apa. semoga kalian suka part ini, dan jangan lupa ninggalain jejak ya :). Yoochun aja ninggalin jejak, masa kalian enggak.. hohoho*ditimpuk Hyera pake duuitt* ==’

see u @next FF ^ ^

 

Pay pay Redderssss* Chu~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Iklan

37 thoughts on “FF Always Be Mine ‘Step 08’

  1. noonacomplicated berkata:

    demi apapun dde akhirnya kamu update *peluk chunie* kirain kamu udah lupa sama ini ff hingga gg diupdate” -,-
    ini baru ff panjang dan puas bacanya walaupun skip timenya agak banyak :p
    ah gila chunie mesum >< apa tar bakalan ada baby diantara mereka :p
    eh siapa itu jangwoon ? mantan hyera kah ?
    eh chunie jadi ke jepang ?
    ah pokoknya cepetan update kya !!
    eh ff kamu yang tentang reality show itu gimana kalau tokoh cwo chunie !!! *mabok chunie tapi setelah ff ini tamat biar gg pusing kamu dan terbengkalai ff kamu 😀
    eh udah liat mv junsu yang baru ? DEMI APAPUN SUMPAH ITU MV JUNSU YANG JADI CWE CANTIK AMAT !! DAN MV-nya H.O.T

    junsu ke indonesia buat concert kamu nonton ?

    • Vii2junshu_kim berkata:

      hahaha,,,
      iaa kakak,,, syukur deh puas sama yang ini, aku usahain secepetnya kak,, ^ ^
      aku nggak lupa, cuma kadang2 suka nggak ada ide untuk nulis, atau kadang suka skit.. hehe

      hahaha,,, emang, nggak tahu kenapa liat matanya chuni bawaannya gimana gthu.. hohoho belum tahu nii, kita liat aja ntar y kka, ada dedek to nggak 😀
      iaa aku usahaiin updatee teruss ^ ^

      UDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHH…
      SUAMIKU DIGREPE2. !!!
      sesek nafasnya liatnya, dan TERPESONA.
      ia dia cantik bangeett, cutee dah,,, 😀

      Nggak nonton kak… maklum nggak dikasih izin sama gaek krna kejauhan trus sibuk ngurusin kuliah 🙂 heehehe
      gumawo kak masih setia sama ni FF.
      saran utuk reality shownya akan aku terima 🙂

      • noonacomplicated berkata:

        iia ialah lah setia kan demi suami ku (?)
        lagian ff pair cwo.a chunie masih jarang 😦
        eh iia setelah kaka baca ulang pas bagian cerita chunie sama hyera ‘he’em’ itu kurang pas dan agak terlalu cepat jadi agak kesan maksa ,, em kalau mau tar kaka contohin pendeskripsian ceritanya yang gg menuju nc jadi masih rate T *ini hanya sekedar saran* ehhehhe
        oa kalau bisa chap depan pajangnya sama kayak chap ini !! OKEHHH

      • Vii2junshu_kim berkata:

        eohh… boleh2 eon sarannya, biar di FF selanjutnya nggak berasa canggung ^ ^
        tapi gimana cara belajarnya eon ?? eheehe.. 🙂

        siip, semoga chap selanjutnya bisa memuaskan readerss….*amin

  2. qoyah cassie berkata:

    Buahahaha,,akhrx muncul jg..huwa!!!sneng bgt aq!!!#pujungan
    hhaha,aq kangen kok eonn sama ff ini,,kgn bgt!!!!!!!
    hhaha,,,,aigoo uchun!!!!no coment,aq msh dbwah umur…hhahaha..
    aq ninggalin jejak kan kya uchun??hhahaha,,,,
    tinggal nunggu hamil trus ngidam..hhaha
    3bln ke jepang cuma bohongan kan??atau bneran??yah jgn dong eonn..
    lee jangwo sp??mantan hyera??
    aigoo..jgn bkin penasaran eonn..hha
    gomawo eonn^^

    • Vii2junshu_kim berkata:

      hahaha,,,
      iaa makasihh ya dek.. udah mau ngingatin aku via fb untuk mengerjakan FF ini.. hahaha…
      iaa, ninggalin jejak, untung nggak merag *?* hahaha XD
      enak ajja main buntiing, dia masih kuliah dedek XD.. belum ada bunting2-an hahaha ;p

      tunggu chap selanjutnya aja ya, semua pasti kejawab 😀
      haha
      thanks dek udah setiia sama ni FF keke

  3. rinrin berkata:

    asyik….. wah chingu makasih udah ngepostin. eh iya katanya besok hasil un udah bisa dilihat dari website dinas gitu. semoga kita lulus dengan baik….. oh iya chingu smk kan???

  4. AdheKJ berkata:

    Mian ya eon~ aku baru koment di part 8 /ditimpuk/ kkk~~ walaupun kata eon~ alurnya lambat, tapi aku menikmatinya eon.. ish itu si yoochun sibuk amat sama kerjaan -.- kalo ane yang jadi hyera, udh kena bakar kali tuh kantornya /ditendang/ eh~ itu waktu yoochun nganuin (?) kepalanya di pangkuan hyera, ane senyum-senyum sendiri :3 aaaa aku juga mau chun kayak gitu sama aku /plak! emang sebenernya rencananya si yoohwa apaan ya eon? 😮 sampe si yoochun ‘berbuat’ sama si hyera? /otakrusak/ jangan-jangan berita di jepang tipuan belaka lagi?? 😮 terus itu si jongwoo siapa pulak? aku ga rela rumah tangga yoo-ra keganggu! :3 semangat eon, buat lanjutannya! 😀

    • Vii2junshu_kim berkata:

      panjangg amat komenmuu… hahaha
      aku bingung mau bahas yang mana duluan,,,
      kekeke*tendang vivi*plak* hahaha

      gpp kok, kamu komennya di part akhirr, aku juga slalu begitu klo jadi reders,, hohoho
      aduuhh, senyum2 sendirii, ngerii wakk.. hahaha

      pertanyaan berikutnya akan aku jawab di part 9. doakan aja aku nggak maless… >//< hoho
      thankss yaa udah mau ninggalin komen ^ ^

      • AdheKJ berkata:

        panjang ya eon?? kkk~ mianhae /chu~
        abisnya eon kalo aku mau koment di part awal-part7, aku ketara ketinggalan /plak!/ emang iya sih sebenernya kkk~ kan senyum-senyum garagara eon juga :p
        *doa* ya tuhan~ semoga eon vivi ga males mau ngerjain lanjutan always be mine~ amin! 😀 broken married jangan lupa eon 😀

      • Vii2junshu_kim berkata:

        hahaha… ne gpp 😀 santai aja mah klo sama aku nya.. haha
        lho kok gara2 akuu, wong situ yang senyum2..
        ish kaburr ah,,*plak* hahaha
        AMIN.. 🙂 doanya insyallah diterima… haha
        ya.. semoga broken married nya bisa aku selesaikan yah, soalnya belm dapat feel yang bagus.. 🙂

      • AdheKJ berkata:

        Okeh~~ unnie udah aku anggep kayak unnie aku yang laen 😀 bolehkan? boleh dong /plak! *kabur
        /baliklagi/ yaaaa itukan idenya unnie ngebuat abang nchun (?) jadi begitu :3
        Amiiiin 😀 iya deh, aku tungguin… kalo sampe terbit terus feelnya ga bagus aku ambil kim junsu nya 😀 kkk~ /dilempar tabung gas tiga kilo sama unnie/ kabuuuur 😀 😛

      • Vii2junshu_kim berkata:

        eohh… bole bole bole… hehehe XD
        ehh… kok semua pada ngancem nya ke junsuu sii ???*bengong* kasian suamiku yang polos doong… *hohohoh
        nggak tahu apa2, kena getah nya… wkwkkwk

      • AdheKJ berkata:

        masa mau ke yoochun sama ke jaejong (?) kan kasian :p wakka~ jadi suami eon aja deh yang kena :p masa junsu ga tau apa-apa sih eon? jangan-jangan junppa ga ngakuin eon lagi? kkkk~ *kabuuuuur *berlindungdibalikyoochun*

      • Vii2junshu_kim berkata:

        jadi klo sama suamiku nggak kasian yak ??? wooah ni anak*pites* hahaha
        ish.. tau doong, wong tiap malam kami ketemuan kok*?* hahaha
        jangan sentuh2 Yoochun, ntar Hyera nya ngamuukk.. haha

      • AdheKJ berkata:

        *geleng-geleng* ampuuun nyii (?) ketemuan? transaksi ya eon :p kk~ gapapa.. Hyera ga tau.. aku sama nchun maen ‘belakang’ 😀 kk~

  5. noonacomplicated berkata:

    kaka minta alamat email kamu atau tar kaka kirim contoh” perangkaian katanya lewat DM 😀
    eh iia sedih chunie mau wamil (۳˚Д˚)۳ padahal yang duluan daftar wamil itu jaejoong eh kenapa chunie duluan yang mau wamil *pundung dipelukan chunie*
    semoga jja ntar konser junsu sukses biar JYJ uga mau ngeadain konser diindonesia dan kita bisa nonton :p

    • Vii2junshu_kim berkata:

      krim ke vivijunsu@yahoo.com aja kak 😀

      iaa.. padahal kemaren proposal sempet ditolak gara2 maslah kesehatan, tpi nggak tahu kenapa kok bisa d terima y, dia publik apa gthu, dia d tempatinn… 🙂
      sabar ya, yang mau menjanda*peluk kka.. hahaha

      amiiin…
      sayang banget aku nggak bisa nnton :((
      semoga klo DBSK blik ke 5 formasi lagi, aku bisa nnton.. hohoho

  6. shinhyunrin berkata:

    seneng akhir’a nongol lagi . .
    setelah penantian panjangku haha . .

    akhir’a yoochun ma hyera . . seneng’a
    waaa siapa lagi tuh lee jangwoo jangan sampai menghancurkan kehidupan rumah tangga hyera

  7. mizucha berkata:

    kyaaa akhirnya terbit juga…
    kan d part ini Yoohwan lumayan ambil byk bagian, gmn klo kasi ce buat dia
    kan kasian jadi kambing congek mulu hahahahah
    chap 9 na cepetan, eh lupa kasi priview di awal opening biar reader g lupa 🙂

    • Vii2junshu_kim berkata:

      iaa… 🙂 maaf membuat kalian menunggu… hehehe
      bolehh juga, aku tampuung dulu deh sarannya.. nanti kalau ada ide aku masukin cast cew buat yoohwan 🙂 haha

  8. ayumi berkata:

    Nah itu knapa siapa jangwoo? Kok mau lamar emanknya temannya hyera gak tau klo dia sudah menikah…*aku lgsung bc part 8 🙂
    Penasaran sma endingnya, tpi ne blum end ya msih panjangkah?

    • Vii2junshu_kim berkata:

      dia tahu kok klo hyera uda married…
      nantinya part 9 aku jelaskan sedikit… hehe 😀
      nggak tahu, apakah akan panjang atau gimna, soalnya alur FF ini aku bikin agak lambat.
      thanks udah mau mampir ^ ^

  9. Shamusuki berkata:

    Nampaknya akan ada makhluk masa lalunya Hyera yang hadir kedalam ff. Hohoho udah mulai nyium bau-bau klimaks nihh..

  10. hiru berkata:

    ya ampun ada yang berbau yadongnya haha,tapi gak parah kok..
    keren2..
    itu yoohwan jadi OB ngakak banget deh haha

Your Comment become spirit for me ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s