Broken Married [04]

 

Author : Ny. Kims

Cast :

Kim Jaejoong

Kim Hyuna

DBSK Member

Genre : Sad, Romance, Married Life, AU

Leght : Chapter (on Going)

Author’s Pov

Jaejoong membaca proposal yang telah di print out oleh Gyuni. Sebelumnya ia telah memikirkan tindakan apa yang akan dilakukannya.

Ia menghela nafas “sepertinya memang harus” ucapnya. Ia lalu mengambil ganggang telpon untuk menghubungi Yunho yang berada diruangannya.

“aku sudah menyiapkan soft copy, dan prin out nya. Kau mau lihat dulu atau langsung mengirim ke Kim Taeho ?” ucapku

langsung kirim sajalah. Aku sudah percaya dan yakin padamu”

“oke baiklah”

Tanpa basa-basi lagi, ia segera membuka jaringan internet yang telah tersedia dikantornya, dan langsung mengirimkan data-data tersebut ke email Kim Taeho.

Pintu ruangan Jaejoong diketuk.

Gyuni masuk kedalam, dengan map biru ditangan.

“ini laporan tentang penyelundupan narkotika. Mereka akan melakukan transaksi nanti malam pukul 09.00”

“terima kasih. Gyuni ssi, bisakah kau siapkan beberapa anggota kita untuk melaksanankan patroli nanti malam ?” Tanya Jaejoong setelah membuka map tersebut.

Gyuni mengangguk.

Lalu keluar dari ruangan Jaejoong.

 

Jinho Corp

“siapkan beberapa truk countainer untuk mengambil barang yang sudah kita impor. Aku tak mau lagi terjadi kesalahan” ucap Jinho pada bawahannya

“baik sajangnim. Semua akan saya siapkan. Tapi, bagaimana dengan pihak TD Corp ? bukankah kita akan mengabarinya jika kita mengambil barang ?”

“jangan perdulikan mereka. urus saja apa yang aku perintahkan”

Lelaki itu mengangguk lalu keluar dari ruangan Jinho. Jinho menghela nafas panjang, lalu mengambil ganggang telpon untuk menghubungi Myunghan. Kakak lelakinya

“hyung, jangan lupa malam ini kau yang akan mengambil barang tersebut”

“baiklah. Aku sudah menyiapkan segalanya”

“bagus, jangan sampai gagal hyung”

Myunghan hanya berdehem mengiyakan.

“bagus, jika lukisan itu sudah sampai ditanganku, maka hubungan kerjasama antara TD Corp dan Jinho Corp, akan putus. Lihat saja siapa yang akan memimpin bisnis ini” ucap Jinho dengan penuh percaya diri

Korean National News

Hyuna masih membereskan beberapa data, dan mengocopy nya. Setelah itu ia langsung bergegas menuju kantin bawah, tempatnya biasa meminum segelas kopi.

“Hyuna ?” sebuah suara bass mengaget kannya. Hyuna berbalik melihat siapa yang memanggil dirinya.

“eoh oppa ?” ucap Hyuna tersenyum

“lama tidak bertemu barbie kecilku” lelaki itu merangkul Hyuna. Hyuna balas memeluk kakak lelaki sedarahnya. Kim Myunghan.

“bagaimana kabarmu ?” tanya Myunghan

“baik oppa. Eoh, lebih baik kita berbincang disana saja” Hyuna menunjuk bangku kosong didalam kantin. Myunghan mengangguk.

“kau bekerja disini ?” tanya Myunghan pada adik nya

Hyuna mengangguk “yah, setelah ayah meninggal dan ibu sakit. Aku mengubur impianku untuk menjadi agen pemerintahan. Aku harus mengobati ibu, jadi aku bekerja sebagai editor disini” ucap Hyuna mengenang semuanya. Myunghan mengangguk

“oppa minta maaf, karena waktu itu oppa tidak dapat berbuat banyak. Sekarang kau tinggal dimana ?”

“gwencana oppa. Sekarang aku tinggal dengan suamiku dan ibu mertuaku” ucap Hyuna menenangkan

“eoh, jadi adikku sudah menikah. Siapa pria beruntung itu ?” tanya Myunghan dengan tatapan jahilnya.

“eoh.. dia Kim Jaejoong. Rekan kerja ku dulu” bohong Hyuna.

“eoh… baguslah, sekarang kau sudah ada yang menjaga. Ayah pasti senang, melihat putrinya tumbuh menjadi wanita yang tangguh sepertimu.”

“eum.. gurae, bagaimana perusahaan oppa?” tanya Hyuna

“itu… aku mengalami kebangkrutan, dan sekarang aku bekerja dibawah perusahaan Jinho”

“Jinho oppa ? apa oppa yakin ?” tatap Hyuna tak percaya.

“lalu mau bagaimana lagi Hyuna ? kau tahukan ibuku itu tipikal wanita cerewet, dia selalu membanggakan Jinho didepanku. Dan dia selalu mendesakku untuk terus membantu Jinho”

Hyuna menghela nafasnya, perasaannya tak enak, ia takut terjadi sesuatu pada kakak lelakinya. Ia tahu betul bagaimana sikap Jinho selama ini, dia mewarisi sifat ibunya yang terlalu tamak akan kekuasaan. Dulu ayahnya yang dijadikan bidak dalam pemerintahan, karena itu, ia tak mau tinggal dengan keluarga ayahnya.

“apa tidak sebaiknya oppa meninggalkan mereka ? oppa tahu sendiri, bagaimana cara mereka membunuh ayah, dia meletakkan bom itu didalam mobil dinas ayah” suara Hyuna tercekat, bayangan masalalu itu datang lagi

“tenanglah. Semua nya akan baik-baik saja Hyun.” Myunghan tersenyum pada adiknya.

“dulu dia, yang membuat ayah harus menjadi pemberontak, dan hampir disidang oleh pemerintah, dan sekarang aku tak mau oppa jadi kambing hitam untuk mereka” Hyuna menangis.

“hey, kenapa Hyuna jadi cengeng sih ? tenanglah. Oppa bisa menjaga diri oppa dengan baik. Boleh oppa meminta nomor ponselmu ?” tanya Myunghan. Hyuna mengangguk

“tentu” Hyuna langsung memberikan nomor ponselnya dan menyimpan dalam kontak kakaknya.

“Hyuna…” ucap Myunghan

“hmm ?” Hyuna menoleh pada kakaknya “ada apa ?”

“berhati-hatilah, jangan sampai Jinho, ibu atau siapapun melihat dirimu disini, aku takut kau nanti akan dihabisi seperti ayah dan ibumu” ucap Myunhan serius dan tegas

Hyuna tertegun

“baiklah” ia lalu tersenyum

Myunghan dan Hyuna berpisah di luar lobi.

 

Jae’s  Apartemen

“kenapa belum pulang juga sih” gumam Hyuna lalu melirik arloji ditangannya. Sedari tadi ia terus mondar-mandir didepan pintu utama, membuat sandara dan Hyuni sedikit pusing.

“duduklah menantu, kalau kau begitu terus aku bisa pusing” ucap Hyuni lalu merangkul bahu menantunya untuk duduk.

Hyuna menurut dan duduk disalah satu sofa. “bukankah sudah biasa Jaejoong pulang larut, kenapa kau secemas ini ?”

“eum.. memang sudah biasa eomonim, hanya saja perasaanku sedikit tak enak”

“hanya perasaanmu saja, lebih baik kau tidur, ini sudah larut. Sebentar lagi Jaejoong pasti pulang” ucap Hyuni menenangkan. Hyuna mengangguk dan pergi kedalam kamar.

 

Pelabuhan Impor, Seoul.

 

Jaejoong menyiapkan surat penangkapan, dan beberapa berkas sebagai alat bukti bahwa TD Corp dan Jinho Corp melakukan transaksi ilegal yang berkedok legal.

Jaejoong turun dari mobil, dan berpencar dengan beberapa staf lainnya, ia mengambil jalur timur, dimana itu adalah tempat keluar masuknya barang impor.

Ia melihat semua gerak-gerik.

Matanya menyapu seluruh pandangan “seharusnya Kim Jinho yang menangani ini, kenapa dia tidak terlihat ?” gumamnya. Ia berjalan mendekat, dengan mengendap. Menghindari terjadinya kegaduhan yang membuat mereka mengejarnya.

“Gyuni mendapatkan informasi, bahwa hari ini adalah pengambilan barang, jika memang benar berarti pihak TD Corp juga ada disini. Tapi kemana mereka ?” Jaejoong menggumam, lalu menyipit melihat salah seorang lelaki memakai setelah jas hitam keluar dari gudang.

Ia mengikuti langkah lelaki itu, ia diam ditempat mendengarkan ucapan pria itu dengan seseorang  melalui telpon

“Baiklah, sekarang kami akan jalan, kau tunggu ditempat yang telah dijanjikan”

“…”

“tidak ada yang mengikuti, aku tadi sudah mengecek kebeberapa bagian pelabuhan, hasilnya tak ada satupun yang terlihat mencurigakan”

Ia mematikan ponselnya, dan berjalan kearah truk countainer.

 

Tatto D Place

“mau mencuri dariku rupanya ?” ia bergumam dan tersenyum licik. Ia memandang anak buahnya yang barusan memberikan informasi bahwa Jinho dan kakaknya Myunghan telah melanggar perjanjian dengannya.

“baiklah, ternyata dia ingin bermain-main denganku, akan aku terima. Hubungi pihak KII, bernama Kim Jaejoong, katakan padanya ada penyelundupan ilegal disalah satu gudang tua, di utara Seoul”

“tapi.. bukankah itu membuat kita juga terpojok ?” tanya salah seorang dari anak buahnya

“tenanglah, kita tak ada disana. Bukti tidak pernah mengacu pada kita, jadi lakukan apa yang aku katakan”

Mereka membungkuk dan langsung memberikan informasi pada pihak KII.

Pelabuhan Impor, Seoul

Didalam mobil, Jaejoong kembali memberikan instruksi pada orang-orangnya. Jaejoong membagi anggota dalam 2 kelompok. Yang pertama menuju barat yang dipimpin oleh Gyuni, dan yang kedua menuju utara dipimpin dirinya dan Yunho.

“jangan terlalu mencolok, lihat situasi dan kondisi disana. Lalu tunggu perintah dariku”

Setelah memberikan perintah ia mengikuti mereka, dan benar, mereka berhenti disalah satu gudang tua, disini memang sepi dan rawan terhadap kejahatan.

Didalam mobil, saat Jaejoong mempersiapkan senjatanya, Yunho datang dan mengampirinya. Mengutarakan maksudnya.

“Jae-a, apa kau yakin kita tak dijebak lagi ?”

“tenanglah, aku sudah mengerahkan beberapa dari orang kita untu mengikuti truk yang berlainan arah dari kita. Mereka mengecoh kita membagi 2 bagian, barat dan utara. Dan aku punya alasan konkret kenapa mereka memilih jalur ini dari pada jalur yang lain.”

“kenapa ?”

“kau lihat mereka”

“apa kau melihat ada yang memakai tanda pengenal dari TD Corp ?”

Yunho menggeleng, dari tadi ia tak menyadari itu

“great, mereka melakukan tanpa pengetahuan TD Corp. jika mereka melewati jalur selatan, maka berkemungkinan besar mereka akan melewati wilayah perdangang dan pemasaran TD Corp. aku yakin mereka menyembunyikan sesuatu dari TD Corp. biasanya  ini taktik pengusaha kotor”

“jadi.. ?” ucap yunho mengerling

“ayo, kita mulai. Kau ikuti jalur ini, dan aku dari sini” Jaejoong memberikan pengarahan dan instruksi sebelum mereka memulai penyergapan ini.

Didalam mobil Jaejoong masih mengamati mereka dari jauh menggunakan teropong, Yunho dan beberapa agennya sudah terlebih dahulu turun untu memeriksa.  Sesaat kemudian, mobil merchi hitam datang dari arah depan, Jaejoong merunduk.

“Siapa dia ? apa mungkin Jinho ?” Jaejoong berpikir, ia lalu memberikan istruksi pada Yunho, untuk mencari tahu siapa pria itu

“Kim Myunghan” ucap Yunho sari seberang melalui earphonennya

Setelah berpikir bahwa kondisi cukup aman, Jaejoong ikut turun untuk membantu Yunho. Sebelum itu ia  memberikan pesan pada Gyuni untuk terus melihat dan melaksanakan penyergapan.

“aku masuk dulu membawa surat penangakan dan pengeledahan, jika mereka memberontak, kalian muncul” ucap Jaejoong pada Yunho melalui earphonenya.

“baik”

Jaejoong dengan 2 orang lelaki membuka gerbang utama, para pekerja terkejut dengan hadirnya mereka “selamat malam, Kim Jaejoong, KII Agent” terlihat mereka menelan ludah kaget.

“eoh, ada apa ?” tanya Myunghan langsung menghampiri Jaejoong

“kami mendapat informasi bahwa salah satu mobil countainer ini menyelendupkan noarkotika dari  Kanada”

“bisa saya lihat surat penggeledahannya ?” tanya Myunghan

Jaejoong mengangguk, mengambil surat yang telah di print outnya dari Kim Taeho. Dan beberapa pejabat KII. “baiklah silahkan” Myunghan memberikan space pada Jaejoong untuk menggeledah.

“kalian periksa sebelah sana” ucap Jaejoong pada dua orang tadi. Mereka mengangguk dan mulai memeriksa. Jaejoong membuka beberapa peti kayu yang didalamnya terdapat beberapa benda antik. Ia masih mejelajah dengan cermat.

“Komandan, tidak ditemukan bukti apapun” ucap salah satu dari mereka. Jaejoong mengangguk,

“kau sudah buka semua petinya ?” tanya Jaejoong

“sudah komandan”

Jaejoong tampak berpikir “eung, di truk countainer yang ber plat G789 mengangkut barang apa ?” tanya Jaejoong

“benda antik dan sejarah”

“kalau begitu, ayo kita ketempat Joon, siapa tahu dia menemukan narkotika itu” Jaejoong turun dari truk ber plat F765, lalu pergi kesalah satu truk yang bercat merah, menghampiri Joon

“ada apa ?” tanya Jaejoong yang melihat Joon sedikir frustasi

“hyung, disini hanya ada lukisan, bagaimana  cara memeriksanya ?” erangnya. Jaejoong tersenyum, lalu melihat beberapa lukisan yang menurutnya mencurigakan. Sama hal nya dengan Joon, ia tak menemukan bentuk lukisan yang mencurigakan.

“baiklah, aku rasa ada di bagian barat” gumamnya. Joon dan Hwangso sudah turun terlebih dahulu, Jaejoong melihat lagi kebelakang, merasakan ada yang tak beres diantara semua lukisan itu, akhirnya ia memutuskan untuk memeriksa ulang.

Lukisan cat minyak ? pikir Jaejoong. Aneh, jarang sekali ada memakai lukisan ini, dulu saat ia di amerika biasanya lukisan ini digunakan untuk mengirim pesan, surat diletakkan didalam kanvas, dan dibalut dengan cat minyak yang tebal. Apa ini juga berlaku dalam disini ?

Jaejoong mengambil lukisan minyak yang bergambar pemandangan, lalu merabanya. ia tersenyum. lalu turun membawa lukisan, dan menemui Myunghan.

“bisakah aku meminjam pisau lipatmu ?” tanya Jaejoong pada Myunghan. Myunghan yang tak mengerti apa-apa hanya mengangguk saja.

Ia memberikan pisau lipat pada Jaejoong. Jaejoong merobek sudut lukisan hingga lukisan tersebut sudah tak melekat pada kanvas. Dan “wow, heroin jenis satu, per gram dijual dengan harga lebih dari $200. Keren” ucap Jaejoong.

Ia melirik kearah Myunghan yang pucat pasi. “kau ditangkap dalam kasus penyelundupan narkotika jenis heroin” ucap Jaejoong langsung.

Mereka menyerah, bukan karena tak melawan. Ini semua karena Myunghan melarang mereka untuk berkelahi, ia meminta agar tak terjadi perkelahian, percuma juga mereka melawan pada akhirnya mereka akan dikejar-kejar.

Jaejoong dan yang lain menggiring mereka kesalah satu ruang KII.

“mereka licik” ucap Jaejoong pada Yunho.

“he ?” tanya Yunho tak mengerti

“ada intrik didalam penyelundupan ini. walaupun kita sudah menangkap 15kilogram heroin dan ekstasi, aku yakin mereka masih menyelundupkan beberapa barang lagi. Hanya saja aku masih bingung untuk memulai nya dari mana” ucap Jaejoong

“kita selesaikan satu persatu okey. Pengantin baru tidak boleh terlihat stres” kekeh Yunho. Jaejoong mendelik kesal.

“sialan” ucapnya.

Tatto D place

“ternyata anak itu licik juga, menyembunyikan heroin disalah satu lukisan. Hebat. kau sudah memeriksa gudang besi yang ada di selatan pelabuhan ?” ucap Tatto D pada anak buahnya

“sudah tuan, dan kami menemukan alat peracik ekstasi serta beberapa kilogram heroin”

“sudah aku duga, buat anak buahnya untuk terus berpihak pada kita. Buat Kim Jinho bangkrut karena telah berani memainkan api denganku”Tatto D mengucapkan itu dengan penuh tekanan, dengan desisan seperti ular yang menusuk dan membuat orang merinding

“baik tuan, saya permisi” Tatto D mengangguk. Anak buahnya keluar dari ruangan Tatto D.

KII Building

Jaejoong dan Yunho tengah mengitrogasi sosok Myunghan. Namun Myunghan tetap diam. Ia menginginkan pengacara disampingnya, agar ia tak ditekan selama masa introgasi. Jaejoong menyanggupinya. Myunghan meminjam telpon KII untuk menghubungi Hyuna dan pengcaranya. Sedangkan Jaejoong berpikir bahwa Myunghan akan menghubungi Jinho dan itu berarti Jinho sudah masuk dalam perangkapnya.

“Hyuna, kau bisa membantu oppa ?” tanya Myunghan

“membantu apa oppa ? kau tahu kan ini sudah larut aku mana mungkin bisa keluar” ucap Hyuna setengah berbisik, karena disamping nya ada eomonim dan Mommy-nya.

“besok datanglah kegedung KII bersama Han sajangmin, pengacara ayah terdahulu.”

“Gedung KII ? kenapa kau sampai disana ? apa yang kau perbuat ?” tanya Hyuna cemas, nadanya sudah tak teratur, ia takut terjadi sesuatu pada Myunghan

“besok akan aku ceritakan semuanya. Selamat malam”

“hmm.. “

Myunghan menghela nafas.

Jinho House

“brengsek, Myunghan memang tidak bisa di andalkan” erangnya marah.

“kau sih, siapa yang menyuruhmu untuk memperkerjakan Myunghan huh ?” ibu Jinho balik memarahinya.

Jinho menatap tajam ibunya “bukankah ibu yang menyuruhku dan mendesak agar si bodoh itu untuk bekerja denganku. Kenapa sekarang ibu memarahi ku ?” pekiknya.

Ibu Jinho mengkerut. Ia melihat gurat kekesalan dan kilatan dimata putranya. “maksud ibu,…”

“sudah lah, lebih baik ibu pergi, tinggalkan aku sendirian, kalian semua tidak berguna” pekiknya, lalu membanting barang-barang yang ada disekitarnya. Karena merasa terancam, ibu Jinho pergi meninggalkan anaknya. Ia lalu memanggil salah satu pelayannya untuk memesankan tiket keluar negeri.

“walaupun kau darah dagingku, jangan berharap aku akan mau ikut sengsara denganmu” desisnya.

Jae’s apartemen

“kau pulang jam berapa semalam ?” Hyuna bertanya pada Jaejoong saat Jaejoong memasuki kamar mereka. Jaejoong menoleh sebentar lalu masuk kekamar mandi. Ia enggan menjawab pertanyaan Hyuna.

Hyuna kesal. Tapi masih menunggu Jaejoong yang tengah mandi.

Jaejoong keluar dari kamar mandi melihat tatapan Hyuna yang tak bersahabat membuatnya bersalah. “aku pulang pagi, kau tidak menungguku kan ?” tanya Jaejoong memastikan, ia lalu memakai cologne pada tubuhnya. Hyuna menggeleng.

“kenapa sampai pagi ? apa tugasmu seberat itu ?” tanya Hyuna mulai melunak. Jaejoong mendekati Hyuna yang terduduk dipinggir ranjang. Ia membelai rambut istrinya.

“tidak, kami hanya patroli biasa.” Ucap Jaejoong. Ia tak mau menceritakan tentang kejadian bahwa ia menangkap kakak iparnya sendiri. Jaejoong bahkan terlalu takut bertanya apa kah Hyuna mengenal sosok Myunghan dan Jinho

“eoh… jangan terlalu sering pulang pagi” nasihat Hyuna. Jaejoong mengangguk tangannya menarik Hyuna, memeluknya dalam posisi miring.

‘semua akan baik-baik saja’ semangatnya pada diri sendiri.

“ya sudah ayo sarapan” ajak hyuna pada Jaejoong. Jaejoong mengangguk. “aku pakai baju dulu, kau duluan saja” ucap Jaejoong tersenyum

“baiklah”

Hyuna pergi meninggalkan Jaejoong dikamar

KII Building

Jaejoong masih menyelediki aset-aset yang dimiliki oleh Jinho dan beberapa perusahaannya. Setelah itu ia meminta Gyuni agar mengawasi gerak-gerik Jinho. “maaf sajangnim, Ny. Cho melarikan diri ke luar negri tadi malam, pada penerbangan terakhir” lapor Gyuni

“lakukan pemeriksaan kemana ia pergi, setelah itu lakukan pemblokiran untuk Jinho dan nama-nama yang tercantum agar tidak meninggalkan negara ini”

“baik sajangmin”

Jaejoong menghela nafas.

“sajangnim, pihak keluarga dan pengacara tersangka sudah datang” Gyuni memberikan informasi  melalui telpon yang tersambung otomatis. Jaejoong segera keluar dari ruangannya dan menghampiri pengacara Myunghan.

Dia terdiam kaku saat melihat Hyuna dan pengcara Han ada disana. Bibirnya kelu, namun ia berusaha untuk tetap profesional. Hal itu juga tengah dirasakan Hyuna, ia cukup kaget mendapati Jaejoong yang menangani kasus kakaknya.

“saya pengacara dari Myunghan. Dan ini adalah adiknya, Hyuna”

“baiklah, Kim Jaejoong, yang bertanggung jawab atas kasus ini” ucap Jaejoong sebisa mungkin, menekan perasaannya yang kacau.

“mari ikut saya keruang pemeriksaan” ucap Jaejoong, lalu melangkahkan kakinya menuju ruang pemeriksaan.  Hyuna mengamati bagaimana cara Jaejoong memberikan setiap pertanyaan, dan melihat  bagaimana Myunghan yang tergagap dan lebih banyak tidak mengetahui tentang penyelundupan ini.

“setahu saya, mereka memang berbisnis dengan pihak TD Corp dalam menjalankan proyek Museum sejarah yang akan dibangun, saya juga tidak mengetahui selama ini mereka menjual barang tersebut” ucap Myunghan tenang

Setelah itu, Jaejoong menawarkan Myunghan agar bekerja sama dengannya untuk menuntaskan ini semua, termasuk masalah Kim Limbo. Myunghan bersedia.

Pada saat pemeriksaan, Yunho memasuki ruangan tersebut, dan melihat Hyuna dengan mimik muka tegang “eoh, Hyuna ? sedang apa disini ?” tanya Yunho heran

“ah” Hyuna membungkukkan badan sedikit, lalu memberi salam “sedang menemani kakakku, untuk pemeriksaan kasus nya” ucap Hyuna tercekat, pandangan matanya kosong

“kakakmu ? siapa ? disini hanya ada Myunghan” ucap Yunho sambil menyapukan padangannya

“benar Kim Myunghan adalah kakakku”

“hah ?” Yunho kaget, namun ia segera mengendalikan perasaan kagetnya “eoh begitu, tenang saja, Jaejoong bukan  termasuk pria penyiksa tahanan” kekeh Yunho lagi. Hyuna mengangguk.

 

“jadi apa yang ada disurat itu benar ?” Jaejoong duduk bersandar disalah satu kursi panjang, yang terletak ditaman KII. Disampingnya ada Hyuna yang masih tertunduk, antara rasa bersalah,dan bingung

“benar, aku memang anak hasil perselingkuhan Kim Limbo” ucap Hyuna lirih. Jaejoong mengusap mukanya frustasi. Semua masalah ini benar-benar menguras otaknya.

“lalu Myunghan dan Jinho adalah kakak sedarahmu ?” tanyanya lagi

“ia”

“Ya Tuhan” erangnya, ia menarik nafas lalu menghembuskannya. “semua ini terlalu memusingkan” ucapnya lirih, Hyuna melihat mimik muka Jaejoong yang frustasi dan entahlah. Ia ingin sekali memegang tangan Jaejoong dan mengelus bahunya, namun segera ditepisnya.

“awalnya aku tak ingin percaya, tapi semakin kedepan ini semua benar-benar membuatku kacau”

“maaf, aku tak bermaksud seperti itu”

“sudahlah, aku akan tetap meneruskan kasus ini. dan satu lagi, Maaf aku bukan bermaksud untuk tak sopan terhadap keluargamu, tapi semua ini memang harus aku luruskan. Termasuk kasus ayahmu yang terdahulu”

Hyuna memejamkan matanya, dan menghela nafas panjang “lakukan saja yang menurutmu benar, aku akan mendukungnya. Tapi biarkan aku untuk terus mengubungi kakakku” ucap Hyuna

“hmm…”

 

Semenjak kejadian itu, hubungan antara Hyuna dan Jaejoong memiliki batas yang cukup lebar. Itu membuat Hyuni dan sandara sedikit bingung. Sikap Jaejoong yang diam, dan jarang pulang kerumah, lalu sikap Hyuna yang sering mengurung diri dikamar membuat mereka memutar otak untuk mencari tahu penyebab semua ini.

“apa kita harus menghubungi Taeho ?” tanya sandara pada Hyuni

“ha ? untuk apa ?” tanya Hyuni

“siapa tahu dia mengetahui latar belakang mereka perang dingin seperti ini”

“mana mungkin dia tahu, kau ini”

“coba saja dulu” pujuk sandara, Hyuni menghela nafas dan akhirnya ia menyetujui untuk menghubungi Taeho.

Setelah cukup lama berbincang dengan Taeho, akhirnya sandara mengetahui apa yang terjadi. “sepertinya Jaejoong sudah mengetahui siapa Hyuna”

“hah ? bagaimana mungkin, siapa yang membocorkannya ?” tanya Hyuni lagi

“sst… pelankan suaramu. Taeho tak tahu pasti, tapi saat ia mendapatkan email dari Jaejoong mengenai pengungkapan kasus lama Limbo, Taeho sudah curiga cepat atau lambat Jaejoong akan mengetahui siapa Hyuna”

“oh.. begitu rupanya. Jadi kita harus bagaimana agar mereka kembali seperti dulu ?” tanya Hyuni pada sandara, sandara mengangkat bahu,. “molla”

 

Gudang  Besi Tua, Seoul

Terdengar beberapa mesin tengah beroprasi untuk menghasilan beberapa jenis ekstasi dan jenisnya. Salah satu dari mereka yang bertugas memimpin terjadinya produksi mengarahkan mereka untuk sementara ini agar tidak memproduksi lagi. Sampai suasana yang kondusif.

Sedangkan Kim Jinho sendiri tengah memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa melenyapkan Myunghan, sudah pasti Myunghan akan membocorkan rahasianya pada penyelidik.

“Tuan, bagaimana jika kita meletakkan bom dimobil Myunghan seperti ayah tuan dulu” pria tua berkacamata itu memberikan saran pada Jinho

“jangan, aku takut mereka kan curiga, kau suruh saja mereka menembak  Myunghan dari jauh” ucap nya gelisah

“baiklah Tuan” pria itu langsung pergi melaksanakan perintah Jinho.

“kau akan mati” ucapnya mendesis

 

Tatto D place

Tatto D masih melihat-lihat suasana yang membuat hatinya senang, bagaimana tidak. Tanpa ikut campur, ia sudah melihat muka stressnya Kim jaejoong. Dirinya merasa senang karena melihat anak itu merana, dan pusing sendiri “kalau begini bisa membuatmu seperti itu kenapa aku tak melakukannya dari dulu” gumamnya pelan

“maaf tuan mengganggu” salah seorang bawahannya datang untuk menyampaikan berita

“ada apa ?” tanyanya

“Kim Jinho berusaha membunuh Myunghan, dan pihak pemerintah juga pasti akan memeriksa kantor kita”

“eoh begitu, biarkan saja ia membunuh Myunghan, dan masalah pemeriksaan, kau atur saja. Aku yakin kau sudah tahu apa yang aku maksud”

“baiklah” ucapnya, lalu meninggalkan ruangan

 

Seeprti rencana yang telah ditetapkan Jinho, mereka akan melenyapkan Myunghan secepatnya. Dan semua itu sudah direncanakannya, saat Myunghan hendak pergi kekantor KII untuk memberikan keterangan lebih lanjut.

Sebelum itu, Jinho dan istrinya melarikan diri ketempat terpencil agar KII tidak menemukan mereka. Pria berbaju hitam membuntuti Myunghan saat hendak memasuki mobil hitamnya. Sebelumnya Myunghan pamit pada putri kecilnya.

Saat di perjalanan adalah saat dimana menurut si pria berbaju hitam, adalah saat yang paling tepat untuk membunuh Myunghan. Lampu lalulintas menunjukkan warna merah, mobil pribadi Myunghan berhenti diantara beberapa mobil lainnya, hal ini adalah kesempatan emas bagi si pria itu, kebetulan Myunghan hanya sendirian didalam mobilnya.

Ia tengah mengamati Myunghan dari atap gedung berlantai 25, disana ia berdiri dengan senjata laras panjang yang menggunakan laser sebagai titik fokusnya. Ia mengamati daerah sekitar dengan teropong. setelah keadaan cukup aman, ia langsung membidik Myunghan.

Psek..

Dalam sepersekian detik peluru itu langsung menembus kaca mobil dan kepala Myunghan. Beberapa pengendara sepeda motor yang melihat kejadian tersebut langsung berhambur membantu Myunghan keluar dari mobil. Mereka mencoba memecahkan kaca mobil yang  memang sudah retak. Salah satu pejalan kaki mencoba menghubungi nomor darurat untuk menolong Myunghan.

Pria berpakaian hitam itu tersenyum dan langsung mengabari Jinho, jika kakak lelakinya sudah dibereskan. Senyum licik itu mengembang.

Jae’s Apartemen

Hyuna langsung terduduk saat mengetahui kakaknya, meninggal dengan cara seperti itu. Ia terisak pelan, membuat sandara – yang memang berada dirumah, langsung menghampirinya dikamar “ada apa ?” tanya Mommy nya. Hyuna menceritakan kejadian yang dialami kakaknya. Dengan nafas memburu dan air mata yang berurai. Sandara mengusap pelan bahu menantunya sayang

“sudah lah, lebih baik sekarang kita bersiap, kita akan mengunjungi oppamu” ucap sandara masih menenangkan

Hyuna mengangguk.

Sesampainya dirumah sakit, Hyuna langsung menuju kekamar jenazah yang sudah diberi pengawalan ketat, disana ada Jaejoong yang tengah melihat mayat Myunghan. Hyuna histeris melihat  mayat kakaknya tak berdaya disana. Ia mengguncang bahu Myunghan, berharap bahwa kakaknya akan hidup kembali. Jaejoong yang tidak tega, akhirnya merengkuh bahu Hyuna. “sabarlah” ucapnya berbisik. Hyuna menggeleng dengan tangisan yang lebih deras.

Di ambang pintu seorang wanita dan seorang anak perempuan tengah menangis tersedu seperti dirinya. “Yeoboooo” ucap wanita itu. Ia seperti Hyuna, menjerit histeris dan tak percaya akan kejadian seperti ini.

“Hyuna..” ucap Jaejoong pada Hyuna lirih. Hyuna yang tak kuat langsung pingsan di pelukan Jaejoong.

Hyuna langsung di bawa kesalah satu ruang rawat, dan langsung di rawat dengan intensif.

 

Seminggu berlalu

KII Building

“kau tak mau menceritakan kejadian yang sebenarnya pada Hyuna ?” tanya Yunho saat mereka makan siang dikantin bawah. Jaejoong menggeleng

“belum saatnya. Kau tahu kan semakin banyak yang mengetahui, maka semakin besar kemungkinan akan terbongkar” ucap Jaejoong santai

“termasuk pada istrimu sendiri ?” tanya Yunho. Jaejoong mengangguk

“terserah padamu saja kalau begitu.” Yunho hanya menghela nafas melihat sikap Jaejoong yang seperti ini “lalu, bagaimana dengan perkembangan yang kau dapat ?” tanya Yunho lagi

“seperti yang aku duga, mereka ternyata bukan hanya melakukan perdagangan narkotika internasional, ternyata mereka pemasok senjata laras pendek ke dua setelah Tatto D” ucap Jaejoong lirih

“eoh yang benar ?” tanya Yunho

“hmm.. “ Jaejoong mengangguk lagi “tapi kita belum bisa melacak dimana mereka menghasilkan semua itu. Aku rasa mereka sedang vakum sampai suasana memang benar-benar kondosif”

“kau benar, lalu sekarang apa rencanamu ?”

“rencanaku ? mungkin setelah ini aku akan memberikan kalian liburan.” Ucap jaejoong tersenyum

“yang benar ?” ledek Yunho

“yah, aku hanya ingin membuat Jinho keluar dari sarangnya, dan merasakan suasana yang kondusif menurutnya”

“otakmu licik” erang Yunho. Jaejoong tersenyum melihat sikap Yunho

“yah begitulah. Setelah kasus ini selesai, aku akan membuka kasus Limbo lagi” ucapnya membuat Yunho kaget

“kau yakin ? data yang kita peroleh tidak cukup”

“itu dia, aku akan meminta Changmin bekerjasama dengan kita untuk mendapatkan data dan beberapa foto bukti”

“kau ini benar-benar lelaki penuh ambisi ya” ucap Yunho

“sepertinya begitu”

“yah, lalu bagaimana dengan pencarian data ayahmu ?” tanya yunho. Mimik muka Jaejoong yang tadinya berseri sekarang berubah muram

“entahlah” ia menghela nafasnya, lalu meminum sedikit air yang ada dihadapannya “semua orang menyembunyikan idenditasnya. Apalagi ibuku, dan orang tua angkatku. Mereka tak mau memberikan sedikitpun informasi yang berarti” ucapnya lirih, dalam nada bicara terasa lelah, frustasi, dan putus asa

“orang tua angkatmu ?”

“eh ?” Jaejoong agak tersentak “ia, mereka tinggal di Amerika sekarang” ucapnya berbohong. Yunho mengangguk mempercayai ucapan Jaejoong

“apa dia tak pernah meninggalkan sesuatu untukmu ?” tanya Yunho. Jaejoong mengangguk,

“ada, sebuah kalung yang diberikannya saat aku masih dalam kandungan. Lalu tak lama setelah itu ayahku meninggal karena kecelakaan. Itu cerita ibuku. Sedangkan orang tua angkatku sama sekali tak mau membahas tentang ayahku”

“kenapa mereka menyimpan rapat semua hal tentang ayahmu ya” gumam Yunho

“itulah yang sampai saat ini tak aku pahami” kekeh Jaejoong sedih.

Jae’s apartemen

“Hyuna lebih baik kita kedokter saja ya, mukamu pucat sekali” ucap Hyuni

Hyuna menggeleng “tidak apa-apa eomonim, jangan cemas. Aku hanya sakit kepala saja kok” Hyuna mencoba tersenyum.

“masa sakit kepala sampai pucat begitu” Hyuni masih keukeuh untuk mengajak Hyuna kerumah sakit. Hyuna tersenyum

“aku berangkat kekantor dulu ya” Hyuna hendak pamit dengan Hyuni, namun langsung dicegah

“tidak boleh. Kau harus istirahat dirumah. Nanti ibu akan meminta Jeje untuk izin dengan atasamu”

“jangan eomonim, biar aku saja” Hyuna langsung menghubungi Jung Ah, memintanya untuk izin pada atasan, karena ia hari ini tak enak badan. Jung Ah mengiyakan ucapan sahabatnya.

“sudah eomonim” Hyuna lalu memasukkan ponselnya kesaku tasnya. Hyuni tersenyum dan langsung membimbing Hyuna kedalam kamar, menyelimuti gadis itu.

“sebentar eomonim ambilkan obat dan roti untukmu” Hyuna mengangguk. Ia tersenyum, melihat tatapan mata ibu mertuanya yang begitu perhatian. Ia tak menyangka akan mendapatkan perhatian seperti ini lagi semenjak ibunya meninggal. Hyuni masuk dengan membawa nampan yang berisi air putih dan roti selai, disampingnya ada obat sakit kepala yang diambilnya dari kotak obat dikamar Sandara.

“makanlah sedikit, lalu minum ini” Hyuna mengangguk, dan mengambil roti selai. Ia baru memakannya sedikit, namun perutnya menolak lagi. Ini sudah terjadi dari beberapa minggu lalu, namun ditahannya. Tak ada seorang pun yang tahu karena biasanya ia sering mual di kantor.

“kau kenapa ?” tanya Hyuni cemas

Hyuna menggeleng, dan langsung kabur kekamar mandi kamarnya. Ia memuntahkan susu yang tadi pagi diminumnya, lalu roti dan semua cairan yang ada didirinya langsung keluar tanpa dikomando. Tubuhnya lemas, sehingga Hyuni yang dari tadi disampingnya harus memapahnya untuk kembali ketempat tidurnya.

“kau ini sakit apa sih ?” tanya Hyuni heran. Hyuna tersenyum kecil

“mungkin maag ku kumat eomonim. Dan juga sakit kepala makanya langsung lemas” kekeh Hyuna menahan rasa sakitnya. Hyuni mengangguk lalu beranjak dan keluar ruangan. Ia menghubungi Sandara yang sudah pulang ke apartemennya.

Saat di hubungi kebetulan sandara sedang dirumah sakit tempatnya dulu bekerja, ia lalu bergegas kerumah anak lelakinya. “dia kenapa ? sampai pucat begini” tanya sandara lalu memeriksa denyut nadi Hyuna.

Hyuna yang masih terlelap tak mengetahui bahwa sandara tengah memeriksa nya.

“tidak enak badan, katanya mengeluh pusing, lalu maag nya kambuh. Ia bilang begitu”

Sandara mengangguk dan mengambil stetoskop yang sempat diambilnya dirumah sakit “semuanya normal” gumamnya. “apa mungkin dia sedang..” sandara bergumam terputus, membuat Hyuni makin cemas

“kenapa ?” tanya Hyuni penasaran

“bawa kerumah sakit saja, aku takut terjadi apa-apa padanya” ucap sandara menyarankan

“tapi dia sakit apa ?”

“analisisku dia sedang mengandung cucu pertama kita”

“ahh.. benarkah ???” pekiknya girang, sandara lalu membekap mulut Hyuni.

“ssst.. kalau dia bangun kasihan” Hyuni mengangguk, lalu melepaskan tangan Sandara di mulutnya.

“baiklah, aku akan menghubungi Jeje” Hyuni langsung bergegas menghubungi anak lelakinya.

 

Saat ini Hyuni dan Sandara menunggu diluar kamar Jaejoong dan Hyuna.

“aku tidak mau” keukeuh Hyuna, Jaejoong yang dari tadi bersabar menghadapi istrinya kini mulai terpancing.

“ayolah, ini demi kebaikanmu juga Hyuna. Lihat dari tadi kau hanya makan 2 sendok, bibirmu pucat, sebentar saja kita kerumah sakit. Tidak akan lama” ucap Jaejoong pada istrinya. Hyuna membuang muka kesal, lalu merebahkan dirinya memunggungi Jaejoong.

“aku bilang aku tak ingin keluar dari rumah hari ini. besok saja kenapa sih ?” gumamnya masih ngeyel. Jaejoong menghela nafasnya panjang. Mukanya frustasi

“baiklah, besok pagi sekali, kita harus kedokter, tidak ada kata tidak” tekan Jaejoong dengan nada yang tegas. Hyuna jadi merinding mendengarnya.

Jaejoong keluar dari kamarnya, dan menghampiri kedua ibunya “dia tidak mau, dia maunya besok kerumah sakit” pasrah Jaejoong

“sudah turuti sajalah. Aku tidak mau nanti cucuku kenapa-napa. Besok juga bisa” ucap Hyuni menepuk bahu anaknya. Jaejoong meneggang. Cucu ?

“ibu masih terlalu dini. Kalau dia hanya sakit maag biasa bagaimana ?” geram Jaejoong

“jadi kau meragukan kemampuanku sebagai dokter kandungan huh ?” Sandara yang diam akhirnya angkat bicara

“aa..nia Mommy” ucapnya tergagap “aku kedalam dulu menemani Hyuna” Jaejoong lalu masuk kedalam kamarnya.

Dilihatnya Hyuna yang tengah tertidur dengan posisi miring.

 

Seoul Hospital

Dengan wajah kesal Hyuna akhirnya menuruti permintaan ibu mertuanya dan Jaejoong untuk kerumah sakit, ia ditemani oleh Jaejoong.

“kenapa kita kesini ?” Hyuna bertanya saat mereka berhenti didepan pintu ‘Specialis Dokter Kandungan’

“eung.. itu.. Mommy yang menyarankan” ucapnya tergagap

“akukan tidak hamil. Aneh sekali” gumam Hyuna

“aish, mana aku tahu, kalau ibu-ibu itu tidak dituruti apa maunya mereka akan mengoceh” Jaejoong lalu membuka knop pintu. Dokter Han menyambut mereka dengan ramah

“selamat pagi Tn. Dan  Ny. Kim. Tadi Dokter Sandara telah menghubungi saya, untuk memeriksa menantunya” ucap Dokter Han.

Muka Hyuna langsung bersemu merah. “silahkan Ny.” Dokter Han langsung menyuruh Hyuna untuk berbaring diatas tempat tidur bercover putih.

‘syukur saja dokternya wanita’ ucap Jaejoong dalam hati.

Setelah mejalani pemeriksaan, mereka harus menunggu hasil labolaturium. Beberapa jam kemudian Dokter Han membawa secarik kertas dan amplop. “ini adalah hasil lab. Silahkan di buka Tn” ucap Dokter Han, lalu menyerahkannya pada Jaejoong.

Jaejoong membaca nya dari atas hingga kebawah, lalu menatap muka dokter Han. Hyuna yang melihat kerutan dikening suaminya ikut melihat kertas tersebut.

“maksud nya apa ini Dok ?” tanya Jaejoong tak paham

“eoh, ini menjelaskan bahwa anda akan segera menjadi seorang ayah” ucap Dokter Han tersenyum. Jaejoong mengulum senyum nya. Lalu menatap Hyuna yang tampak sedih. Ia lalu mengamit tangan istrinya untuk digenggam.

“lalu apa artinya kolom disebelah sini dok ?” tanya Hyuna, lalu menunjukkan apa yang dimaksudkan.

“itu gangguan yang anda alami. Saya harap anda tidak terlalu memikirkan sesuatu yang berat, itu dapat mengganggu kandungan anda seperti sekarang.”

“apa berbahaya dok ?” tanya Jaejoong dengan muka serius

Dokter Han tersenyum menenangkan “tidak. Jika anda bisa menjaga perasaannya, dan bisa membuat  tersenyum. Ini hanya gangguan kecil saja, tapi jangan sampai berlanjut ya Ny.”

Jaejoong tersenyum lagi. “baiklah saya mengerti” katanya lagi

“satu lagi, wanita hamil itu sensitif, jadi apapun yang ucapkannya jangan terlalu diambil hati. Lalu bila tingkah nya menurut anda aneh, mungkin itu bawaan bayi” ucap dokter Han. Jaejoong tersenyum mengerti, matanya memancarkan antusiasme.

Sedangkan Hyuna menatap tak percaya pada Jaejoong.

“eum, apakah ada pantangan lain untuk orang hamil Dok ?” tanya nya lagi

“ish, aku bukan sakit aneh Kim jaejoong, kenapa bertanya tentang pantangan sih” sungut Hyuna. Sejujurnya ia paling tak suka jika ia diatur dalam hal makan memakan.

“aku kan mau yang terbaik, memang salah” Jaejoong membela diri

“yah terserahlah” ucap Hyuna acuh, lalu memandang kearah lain. Dokter Han memandang geli melihat calon ayah dan ibu didepannya

“masalah makanan sepertinya tidak ada. Hanya saja pada trismerster pertama biasanya sang ibu sangat susah untuk menelan makanan, atau mungkin terjadi gejala morning sickness, itu adalah hal yang biasa. Jadi jangan dicemaskan.” Jelas doketer Han. Jaejoong mengangguk paham

“baiklah kalau begitu, saya paham Dok”

“ne. ah iya, tolong setiap tanggal 15, kalian kemari ya. Untuk mengecek kesehatan ibu dan janinya” ingat Dokter Han

“eh, ne.”

“ah iya Dok, apa saya boleh mengikuti kelas ibu hamil ?” tanya Hyuna

“tentu boleh, saran saya sebaiknya anda kemari saja” ia memberikan kartu nama, yang berisikan nama dan alamat tempat tersebut “saya dan Dokter sandara mengenal pemilik dengan baik”

“ah baiklah. Terima kasih Dok” ucap Hyuna

Mereka lalu beranjak dari duduknya, memberikan salam dan keluar dari ruangan Dokter Han.

“akhirnya, aku bisa bangga pada Yunho” gumam Jaejoong

Hyuna mengernyit “apanya yang dibanggakan ?” tanya Hyuna

“yang dibanggakan adalah, aku bisa membuat anak” ucapnya tersenyum menggoda pada Hyuna. Hyuna yang merasa ucapan itu terlalu sensitif, langsung meninggalkan Jaejoong dengan pipi bersemu merah

“memangnya ini anakmu ?” kata Hyuna pada jaejoong saat jaejoong berhasil menyamai langkahnya.

“mwo ?” Jaejoong terhenti “Yak! Kim Hyuna.” Teriaknya di koridor rumah sakit, membuat beberapa pasien langsung melihat kearahnya “ah, maaf, maaf, maaf” ia membungkuk kesegala penjuru, meminta maaf dengan muka menahan malu

 

Sandara Apartemen

“jadi benar ? ah, baguslah. Bagimana keadaan keduanya ? ah baik-baik, terima kasih Chunya” ucapnya lalu menutup ganggang telponnya.

“siapa dara-a ?” tanya Hyuni dari belakang

“eoh, temanku Han Chunya. Dokter kandungan yang menggantikan aku.”

“eoh, lalu ?” tanya Hyuni datar

“lalu ? dia mengabari bahwa aku akan memiliki cucu” ucapnya senang

“cucu ?”

Sandara mengangguk. Tak lama kemudian terdengar teriakan dua wanita yang sebentar lagi akan menjadi seorang nenek.

Mereka lalu menyiapkan sesuatu sebagai perayaan untuk menantu dan anak lelaki mereka.

“woah, kau akan jadi halmoni” ejek sandara saat mengepakkan kue-kue yang dibuatnya dengan Hyuni

“kau juga” ucapnya tak mau kalah

“tapi aku tak mau sama denganmu. Nanti aku akan mengajarinya memanggilku dengan sebutan granma” mata sandara menerawang membayangkan dirinya dipanggil dengan sebutan Grandma

“hey, jangan kau ajarkan cucuku dengan budaya asingmu” Hyuni menjitak kepala Sandara

“dasar halmoni satu ini pelit sekali.” Gumamnya

“biarkan saja”

Dua calon nenek itu masih memusingkan hal sepele.

KII Building

“wow.. kau kenapa ?” tanya Yunho saat mereka duduk di ruang rapat

“heh ?” tanya Jaejoong dengan muka bingung. Yunho menggeleng melihat sahabatnya yang dari tadi melamun, memkirkan sesuatu

“kau kenapa ?” tanya Yunho lagi dengan nada yang lebih sabar

“eoh, tidak kenapa-kenapa. Hanya memikirkan Hyuna” ucapnya, lalu membuka berkas, dan memaikan balpointnya

“Hyuna ? memangnya kenapa dia ?” tanyanya lagi

“itu.. dia.. hamil” ucapnya tergagap

“hamil ? dengan siapa ?” tanya Yunho bercanda

Jaejoong  yang geram dengan pernyataan ini membuatnya langsung menjitak kepala Yunho “tentu saja denganku. Mana mungkin dengan mu. Bodoh” geramnya

“hahaha… ayah satu ini sensitif sekali” goda Yunho

“mwo ? ayah ? tak sudi aku di panggil olehmu.” Geli jaejoong lagi.

Yunho tertawa renyah. “ah, ia ayah. Aku tidak akan memanggilmu ayah, tapi Appa, eh atau Daddy mungkin ?” goda Yunho makin menjadi

“aish, jinca” geramnya.

On The Way

Jaejoong memacu motornya untuk pulang kerumah, hari ini dia berinisiatif pulang cepat, karena tak ingin membuat Hyuna menunggu sendirian dirumah. Enatah kenapa semenjak dia tahu bahwa Hyuna tengah hamil, sifat nya mendadak menjadi pria posesif, overprotectif, dan lebih cendrung banyak tanya alias cerewet.

Karena terlalu senang, ia tak sengaja menabrak salah seorang pejalan kaki.

“ah, kau tak apa Ajjushi ?” tanyanya pada lelaki setengah baya itu, pria itu mengangguk, sedikit terkejut melihat siapa yang menabraknya

“apa kau bisa berjalan Ajjushi ?” tanya Jaejoong lagi. Lelaki itu menggeleng. Dia pura-pura sakit.

“sepertinya kaki terkilir nak” ucapnya parau

“eoh,  kita kerumah sakit saja ya” saran Jaejoong

“tidak usah, saya tak punya uang untuk kesana, lagipula saya tak mau merepotkanmu” ucapnya pada Jaejoong. Jaejoong yang melihat pria itu sedikit iba

“tidak, anda tak merepotkan saya. Baiklah kita kerumah sakit terdekat sekarang”

Akhirnya Jaejoong menyetop taxi untuk membawa si lelaki tua itu kerumah sakit, dirinya mengikuti dari belakang.

Lelaki yang ada didalam taxi itu tersenyum.

“aku bisa menyelediki sendiri siapa dirimu Kim Jaejoong” gumamnya. “kita lihat, siapa dirimu sebenarnya. Aku jadi penasaran siapa orangtuamu, hingga datamu dimanipulatif” ia meneruskan dalam hati.

Senyum licik itu masih tersungging dibibirnya.

CCk

Akhirnya, cHapter 4 udah aku siapkan 🙂

Hayo siapakah Ajjushi itu ??

Udah bisa nebak doong, siapa dia. pastilah.. siapa lagi yang ngicar Jaejoong selain si ***** D.*naamanya uda aku sensor…

Hahaha..

Nahlo, ternyata konfliknya makin bkin aku harus muter otak.

Sebelumnya aku minta maaf ya, belum bisa balesin komen readers, soalnya inet aku udah habis kuotanya, bwat publish aja, aku harus begadang ditengah malam ^ ^

Satu lagi, aku mau ngucapin makasih buat para readers yang udah mantengi ni FF mau yang silent reders atau pun yang enggak.

Semoga tulisanku makin hari maki bagus ya.*amin*

Dan satu lagi, dibeberapa komen ada yang tanya sama aku apakah cerita ini terinspirasi dari drama city hunter ? jawabannya nggak 🙂

Ini cerita dari awal udah aku konsepin seperti drama beetwen The dog n the wolf, lalu konflik masalalu aku ambil dari drama IRIS.

Semoga nggak mengecewakan yah jawaban aku. dan untuk city hunter sendiri aku belum nnton secara detail, liat nya Cuma sekilas. Karena pas tayang, aku lagi ada jam sekolah. Dulu aku pulang tiap hari jam4 dan jum’at aku selalu jagain toko. Jadinya nggak sempet buat nnton city hunter, kalaupun ada kemiripan di city hunter, itu tidak disengaja, karena aku emang nggak terlalu ngeh… hehehe…

 

Dan aku punya bocoran lagi nii.. setelah selesai FF ku yang ABM dan Broken Married, rencananya aku mau bikin FF bergenre action romance.. hahaha*authornya gila sama peperangan*

Kali ini castnya aku jatuhin ke Shim Changmin, semoga dia bisa tambah garang yaa*plak* konsep ceritanya hampir mirip dengan broken married, Cuma yah aku bedain pasti. ada yang penasaran ???*enggak!!!*

Tunggu aja, kapan teasernya keluar.. hahaha*timpukinauthor* tapi itu bakalan aku debutin kalau emang respon readers baik, kalau nggak mungkin bakalan aku stop aja 🙂

Dan untuk beberapa ff yang belum aku debutin, maaf ya. Aku lagi menggila dengan drama kerajaan yang ada perang dan intriknya. Jadinya pikiran aku melalang buana entah ampe kemana-mana. Nggak bisa bikin cerita yang cinta2an lagi… hahaa

Dan setelah aku liat, ini note palingg panjang yang pernah aku tulissss -_______-‘’*kenapa lo baru nyadaraa???* hahaha,,, maaf2..

Dan see u @ next ff yaa…

Pay pay… ^ ^

Iklan

18 thoughts on “Broken Married [04]

  1. qoyah cassie berkata:

    Hore!!!!!hyuna hamil!!!!!
    hhaha,hyuna yg hmil tp knp mlah aq yg sneng..hhaha,,
    yunpa jg menggoda jeje mulu,mnding kamu godain aq dech yunpa…hhaha..
    ech,,itu tatto d kan??aigoo,jeje kau terlalu baik..
    n tatto d kau trlalu licik…

    ok dech eonn,,aq tunggu teaserx..hhaha,shim changmin!!!

  2. shinhyunrin berkata:

    akhir.a balik juga . .

    seru . .
    hyuna’a hamil hore . .
    itu pasti tatto D , klo dia tau dia apa’a jae apa jadi’a ya hahaha
    lanjut ching 🙂

    • Vii2junshu_kim berkata:

      hohoho iaa…
      makasih udah mau ngikutinn 😀

      belum kepikiiran, apakah yang bakalan dilakukan tatto d… huakakaka 😀

      siip2 d tunggu aja yaa…
      gumawo 😀

  3. rinrin berkata:

    asyik hai chingu aku readers baru.. aku baca broken marriage sama always be mine. kapan ya hyera hamil juga. gak sabar nunggu kelanjutannya

    • Vii2junshu_kim berkata:

      ne selamat dataaangg 😀
      kekeke…

      hihihihi…
      hyeranya msih marahan sama chuniieee,, ntar aja buntiing nyaa*plak
      lagian dia masih kuliiah .. 😀
      kekeke

      siip2 doaiin aja yaa, banyak dapat ide buat bikin cerita beraliran romantismeee 😀

  4. purple281000 berkata:

    Waaa si Hyuna hamil (ˆ▽ˆʃƪ) (ʃƪˆ▽ˆ)
    Bner” pnasaran ama reaksi’a si tattoo D klo dia tau si jeje anaknya
    Ak pasti nungguin next ffnya thor

  5. Zihae berkata:

    Baca dr part 1 mpe part 4,komen’a q gbung dsn aja y…hehe
    Sumpah aq ngakak setiap jaejoong ma yunho ngoceh,ky ank kcl ja!
    Pasti ntar tatto D nysel bgt tas pa yg dy lakuin k’jeje pas tw jaejoong ank’a,

    Chukae bwt khmlan hyuna…mang bnr cinta bs dtng krn sering b’temu

  6. sagita berkata:

    Kasian hyuna hrus khilangan kakak kesayangnya..critanya mkin ribet nii..tapi hyuna hamilllll….dri crita yg mnegangkan trnyata msih jg mlihat kecriaan hyuna..

  7. fransiscapsari berkata:

    jadi di part ini ceritanya mereka sudah melakukan ‘itu’ :O
    thor, lu udah bikin gue mikir seringainya jaejoong pas sarapan pagi setelah ‘itu’ wakakakak
    terus JJ sama Hyuna kan sempet perang dingin tuh, baikannya karena tau kalo hyuna hamil?

  8. oi20 berkata:

    apa itu artinya yg bunuh ayahnya hyuna itu anaknya juga?
    dua bersaudara tapi sifatnya beda banget.
    selamat buat jae akhirnya jadi ayah.
    ckckckkckc

  9. clara berkata:

    kyaaa…jae jd appa hahahhaa, aduh2 lgi bahagia2nya nabrak org, jangan2 yg ditabrak mau ngancurin jae..huwaaaa

Your Comment become spirit for me ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s