Broken Married [03]

 

Author : Ny. Kims

Cast :

Kim Jaejoong

Kim Hyuna

DBSK Member

Genre : Sad, Romance, Married Life, AU

Leght : Chapter (on Going)

Pas : inet ngelet jadi nggaka da poster.. hahaha pisss XD

Hay ada yang menanti ni FF ? sepertinya nggak deh ya.

HapRead ajaa ya 🙂

Author’s Pov

Pagi itu Jaejoong terbangun lebih awal. Atau mungkin lebih tepat jika dikatakan ia masih tetap terjaga setelah kegiatannya dengan sang istri. Masih dalam keadaan memeluk pinggang Hyuna, Jaejoong memikirkan semua kejadian itu.

Mungkin Hyuna benar semua ini hanyalah permainan Tatto D, yang harus ia ikuti dan ia juga harus membuktikan pada lelaki yang selama ini menghancurkan karir nya. Bahwa ia lelaki yang patut untuk di waspadai.

Jaejoong melangkahkan kakinya menuju dapur dan memulai aktivitasnya, mencoba untuk menyibukkan dirinya agar bayangan kelam itu tak lagi menghantuinya.

Saat ini, bagi dirinya keselamatan anggota keluarga dan agennya adalah sebuah tanggung jawab yang harus dipikulnya, salah langkah akan membuatnya semakin terjatuh.

Hyuna terbangun dengan tampilan yang acak-acakkan, ia melihat kesekelilingnya, melihat pemandangan didepan matanya, pakaian nya teronggok di sofa merah tepat disebelah pintu kamar mereka. jantungnya berdegup kencang, bibirnya tertarik sempurna untuk membentuk sebuah senyuman, senyuman kebahagiaan yang tak pernah di dapatkannya semenjak orang tuanya meninggalkan dirinya.

Pintu kamar terbuka, munculan seorang pria yang beberapa bulan ini selalu disampingnya saat tidur, pria yang menjadi titik pusatnya, pria yang membuatnya berusaha untuk bangkit dari keterpurukan yang dialaminya. Senyum lelaki itu mengembang saat mendapati istrinya yang belum terbalut pakaian dan hanya memakai selimut putih tebal untuk menutupi bagian depan tubuhnya

“sarapan sudah siap nyonya Kim, sebaiknya kau segera merapikan dirimu sebelum aku kesana dan berniat memandikanmu” dia Kim Jaejoong. Lelaki asing yang membuat Kim Hyuna terpukau, membuat Kim Hyuna, gadis polos yang penuh dengan masalalu, menjadi gadis paling beruntung dan sempurna.

“Yak! kenapa otakmu jadi mesum ?” Hyuna berujar malu, pipinya sudah bersemu kemerahan, tangan kanannya semakin erat mendekap selimut yang terbalut ditubuhnya.

Tawa itu terdengar sempurna. Tak ada lagi guratan kekecewaan dimata Jaejoong, itulah yang Hyuna tangkap, yang ada hanya secercah harapan untuk bangkit “arrayo, aku tunggu dimeja makan” sebelum pintu kamar tertutup senyuman Jae tak pernah lepas.

Dengan langkah tertatih dirinya bergegas kekamar mandi, untuk membasuh dirinya yang terasa lengket oleh keringat.

Jinho’s Corp Building

Ruangan khusus meeting itu tampak hening, bukan berarti tak ada penghuni, disana dua pemegang perusahaan besar sedang bernegosiasi untuk melakukan sebuah transaksi besar. “jadi apakah kita akan menggunakan jasa pengiriman barang agar pihak KII tidak curiga ?” pria berkacamata berbingkai hitam itu menatap Tatto D atau dikalangan pengusaha dikenal dengan nama Jung Ho

“yah, menurutku untuk saat ini, itu baik” komentarnya pendek, ia melihat kearah vas bunga didepannya, pias.

“baiklah, aku harap bisnis kita berjalan dengan lancar” ia berdiri mengulurkan tangannya pada lelaki tambun didepannya. Bentuk sopan satun ia tunjukkan pada lelaki berjas hitam dengan membalas uluran tangan.

“semoga”

Tatto D keluar dari ruangan rapat itu dengan muka tak dapat digambarkan, ‘apa kau pikir aku akan menyerahkan barang itu dengan baik ? jangan harap Kim Jinho’ ucapnya dalam hati.

Tatto D keuar gedung tanpa pengawalan yang berarti, sekarang siapa yang mengenal dirinya ? TIDAK ADA. Wajahnya secara sempurna berubah menjadi lelaki lain dengan sifat yang lain pula, sisi gelap dirinya kini tengah terpancar dalam wajah barunya.

Ia mengendarai mobil menuju kesebuah super market harian, membeli beberapa kebutuhan dirinya. Saat kalian dalam masa kejayaan, bukan menutup kemungkinan jika orang kepercayaan kalian akan menikam dari belakang. Hal inilah yang tengah dicegah oleh seorang Tatto D.

Ia mengambil troli besi untuk menampung kebutuhan hariannya, air soda, soju, buah-buahan, dan mie instan. Setelah semua cukup, tanpa sengaja matanya tertuju pada sebuah kaleng kecil, kaleng itu hanya berisi coklat yang berbentuk bulat sempurna dan dibungkus oleh kertas berwarna keemasan. Choco Ball. nama coklat itu, tanpa terasa kenangan masalalu kembali bergulir didalam hatinya

“Myung-a, pokoknya kau harus membelikan aku chocho ball yang banyak” rajuk istrinya melalui ponsel, MyungJae menghela napas, apa semua wanita hamil itu menjengkelkan ya ? pikirnya lagi

“tapi Hyunii, coklat itu tak baik, nyidam yang lain saja ya ?” pujuknya, Hyuni sendiri makin kesal dengan sikap Myungjae. Inikan keinginan anaknya, bukan dia.

“aku tidak mau” tekan Hyuni sekali lagi,

“awas saja jika kau pulang tak membawa coklat, jangan harap laptopmu selamat” ancam Hyuni. Oke kemarin saat dia nyidam mie instan dia akan mengacam dengan membuang card ID nya, dan sekarang laptop nya ? laptop yang berisi data-data penting ?

“arrayo, kau mau berapa ?” Hyuni tersenyum senang, matanya yang sipit seakan tertutup karena senyum itu mengembang lebar.

“suamiku baik  sekali. Aku mau 5 kaleng. Jangan lupa aku pesan rasa anggur, jeruk, blue berry, strawberry, dan apel” Myungjae menuliskan pesanan istrinya dalam sebuah kertas kecil dan diselipkan di agendanya

“ya suamimu memang baik.” Pasrahnya “ada lagi ?” ucap MyungJae

“ani… jangan lupa ya pesananku, gumawo”

“ne.” Myungjae lalu menutup sambungan telponnya, dan menatap agendanya dengan senyum. Menjadi seorang ayah memang sangat membahagiakan.

Air mata itu menggenang dipelupuk matanya, matanya merah berkaca-kaca, entahlah rasa itu menyergap didalam hatinya, hatinya terasa hangat oleh kenangan masalalunya. Akhir-akhir ini entah kenapa setiap hal yang ia lakukan selalu memiliki sangkut paut dengan masalalunya.

Ia mengambil satu kaleng choco ball, tapi disisi lain seorang wanita tengah baya juga mengambil choco ball dikaleng yang sama dengannya.

Greb….

Jantung itu terasa berdetak lebih cepat dari biasanya. Bukan hanya dia tetapi wanita disampingnya juga mengalami hal yang sama. Wanita itu Hyuni. Hyuni menoleh kesamping, menatap mata Tatto D, senyumnya mengembang, tapi bukan senyum sebagai seorang istri yang menanti suaminya pulang. Melaikan senyum ramah pada seseorang yang baru dikenal. Senyum pada lelaki asing. “maaf, sebaiknya aku tak mengambil kaleng ini” ia membungkung sedikit sebagai simbol rasa hormatnya, lalu mengambil satu kaleng disebelahnya.

Hyuni melangkah, meninggalkannya, menjauh dari jarak pandangnya. Tak terbendung, air mata yang sudah dihapusnya kini jatuh membasahi pipi tembabnya. Ia tersenyum mengusap air mata itu. “kau hidup dengan baik, Hyuni-a”

Tatto D melangkahkan kakinya menuju tempat pembayaran, disana ia bertemu lagi dengan Hyuni-nya. Senyum itu mengembang, tapi disembunyikannya.

“akhirnya setelah bertahan dinegara orang aku bisa kembali kesini” samar Tatto D mendengar ucapan Hyuni

“ya, aku rasa kau sangat senang” wanita bertubuh tinggi itu mengomentari ucapan Hyuni.

“hmm… aku tak sabar ingin bertemu Jeje dan menantuku, dia pasti senang melihat ibunya datang membawa ini” ia menunjukkan kantong belanjaannya.

Tatto D mengernyit. Jeje ? apakah itu nama anakku ? apa jenis kelaminnya ? apa dia laki-laki atau perempuan ? ya Tuhan, bahkan aku tak tahu bagaimana rupanya sekarang ?

Aku memang tak pantas disebut sebagai seorang ayah. “maaf Tuan, belanjaan anda 750 ribu won” Tatto D tersentak, ia lalu mengangguk dan memberikan uang kertas kepada wanita penjaga kasir.

Ia berjalan kearah parkiran mobilnya, pikirannya tak tenang, hatinya gelisah. Kini hati kecilnya berbisik untuk melihat anaknya, buah cintanya, anak yang selalu dimanjakannya saat dalam kandungan. Ia menghela napas, lalu masuk kedalam mobilnya “cukup, kau bukan lagi MyungJae yang dulu, kau adalah Tatto D sekarang, kau berbeda dengan Myungjae, MyungJae hanyalah alat yang digunakan KSA untuk menghancurkanmu, untuk menyingkirkanmu” ia terus men-sugestikan pikirannya.

Dengan gusar ia menginjak pedal gas, dan berlalu dari supermarket harian.

Jae’s  Apartemen

Hyuna menyantap sarapan paginya dengan gugup, bagaimana tidak, pertama kalinya ia mendapati dirinya tak berbalut apapun diatas ranjang, dan sekarang pria didepannya hanya menatapnya dengan seringai tidak jelas.

“kenapa menatapku ? habiskan makananmu, bukankah kau hari ini harus bekerja ?” tanya Hyuna, ia menatap Jaejoong, tapi tak terlalu lama. Ia takut. Atau gugup, entahlah. Jaejoong tersenyum aneh

“ia, aku mengerti” kekeh Jaejoong lalu mulai melahap makanannya dengan tenang “aku baru tahu ternyata istriku punya tahi lalat di tulang rusuknya”

Uhuk… Hyuna tersedak, untung saja sedakannya tidak jatuh kedepan, atau mungkin mengenai muka suaminya. Jaejoong bergegas mengambilkan air mineral untuk istrinya, dan membereskan meja makan yang cukup berantakan.

“kau, kenapa harus mengungkit itu sih. Menyebalkan” Hyuna bersungut tak jelas, itu membuat Jaejoong menjadi gemas.

“tidak boleh memangnya ?” tantang Jaejoong setelah mencuci tangannya di westafell

Hyuna menggeleng cepat “tentu tidak”

“kenapa ? bukankah aku sudah melihat semuanya ?” sergah Jaejoong lagi. Bukannya diam Jaejoong malah membuka aib istrinya, dengan cepat Hyuna melempar serbet makan ke arah Jaejoong.

“kalau sudah tahu tidak perlu dijelaskan secara detail. Bodoh” sebelum pergi dari ruang makan, Hyuna melempar tatapan tak mengenakkan lagi.

Jaejoong hanya tersenyum, “baiklah, aku tidak akan mengungkit suara seksi istriku tadi malam”

“Yak! Kim Jaejoong, sekali lagi kau seperti itu, jangan harap kau akan tidur denganku lagi” ancam Hyuna kesal, lalu mengambil tas kerjanya yang diletakkan dimeja rias.

Jaejoong hanya menyengir, entahlah. Pikirannya sekarang lebih tenang dibandingkan dengan yang lalu, ia melihat istrinya tengah bersiap dengan dengan balutan kemeja dan blazer kerjanya “apa perlu aku antar ?” tanya Jaejoong mengambil kunci motornya

“kalau berniat baik untuk mengantarku, lakukan saja. Kenapa mesti bertanya sih ?” Hyuna masih mengomel

“akukan hanya basa-basi. Kau kan habis ngambek denganku” Jaejoong berkata acuh, dan mendahului Hyuna yang tengah memasang sepatu kerja

“yak! suami menyebalkan.”

Jaejoong kembali menyunggingkan senyumnya, melihat sikap Hyuna yang mengomel sejak tadi pagi membuat mood nya membaik. Kini mereka tiba didepan gerbang tempat Hyuna bekerja “apa senyaman itu punggungku ?” Jaejoong menegakkan punggungnya, Hyuna yang kesal kembali mengomeli Jaejoong yang membawa motor seperti orang kesetanan, padahal sejujurnya ia hanya menutupi rona malu yang menjalar dihatinya dan disimbolkan pada pipi putihnya.

“ck.. aku pergi” Hyuna membalikkan badannya, setelah memberikan helm kepada Jae. Tangan itu terulur untuk menarik Hyuna kembali. Keposisi awal

“apa lagi sih ?” Hyuna yang masih kesal hanya memberikan tatapan bad Mood nya. Jaejoong hanya menyengir dan mendaratkan ciuman kilat

“aku tak bisa menjemputmu, kau bisa pulang sendirikan ?” Hyuna yang terpaku hanya mengangguk kaku. Ini GILA. Mereka berciuman didepan umum ?

Dada Hyuna berdegup. Ia ingin memaki sikap tidak senonoh suaminya, hanya saja ini tempat umum. Lebih baik ia menyimpan tenaganya untuk bekerja.

“aku pergi” Jaejoong menarik gas motornya dan melajukan motor ducati merah, menjauh dari pandangan Hyuna.

Korea’s International Intelligence (KII) Building

Jaejoong memakirkan motornya ditempat bisa, tapi kali ini ada sesuatu yang tak biasa, beberapa orang bawahannya manatapnya seperti hantu.

“horor sekali” ia menggumam, lalu masuk kedalam gedung yang ditinggalinya beberapa minggu ini, saat membuka ruang rapat harian, beberapa staf terkejut melihat Jaejoong yang dengan santainya duduk ditempatnya.

“kau sudah waras ?” Yunho menyeletuk dengan kagum. Jaejoong mengernyit. Kapan aku gila ? aku kan hanya depresi, dan itu sangat jauh bedanya dengan gila.

“kau pikir aku gila ?” Yunho mengangguk, menyetujui ucapan Jaejoong. Beberapa staf hanya melihat pemandangan didepan dengan tatapan tak dapat dijelaskan.

“yak. kau ingin mati dengan mengataiku gila ? aish, kalian menyebalkan. Lebih baik rapatnya dimulai sekarang” setelah mengucapkan kalimatnya, Jaejoong bergegas membuka map merah yang sudah diberi cap khusus LOGO KII. Rapat di mulai. Kali ini membahas tentang penyelundupan narkotika melalui instansi legal, dan beberapa pengusaha yang masuk kedalam daftar terlibat sebagian besar memiliki hubungan dengan pihak interen kepolisian dan hukum.

Cukup menyulitkan untuk mendapatkan copy-an data, dikarena data-data yang Kii terima sebagian besar sudah di manipulatifkan.

Jaejoong membaca salah satu daftar nama yang terlibat. “Kim Jinho” ia mengernyit, degup jantungnya berbunyi saat melihat profile dari Kim Jinho. Mungkin kali ini dewi fortuna sedang berada dipihaknya, Yunho maju kedepan menjelaskan tentang profile seorang Kim Jinho

“Kim Jinho, dia adalah salah satu putra mentri perdagangan pada tahun 1990 silam, pihak independen telah menelusuri bahwa ia sedang terlibat kerja sama dengan TD Corp. seperti yang kita ketahui, TD Corp merupakan salah satu perusahaan yang mengacu pada karya seni dan beberapa benda antik dunia. Jika dilihat dengan kasat mata, ini memang tidak menimbulkan kecurigaan yang berarti, tetap jika dilihat secara detail, mereka memiliki kerja sama yang mengganjal.” Ia berhedem memperlihatkan ilustrasi gambar yang tercetak di screen putih.

“jika memang mereka melakukan transaksi legal, mereka harus menggunakan hukum tertulis, dan saksi. Tapi nyatanya ? disana hanya ada Jinho dan Kimhyo. Dua direktur yang seharusnya tidak ikut campur dalam transaksi, menjadi ikut kedalamnya”

Gambar kedua terlihat lagi, disana ada secarik dokumen yang berhasil diabadikan oleh timnya.

“lihat, itu adalah dokumen pemalsuan, atau kita sebut saja dokumen legal yang digunakan mereka untuk mengelabui pihak hukum pemerintah.”

Gambar selanjutnya

“jika memang mereka tidak memalsukan dokumen, seharusnya disalah satu sudut kertas ada stempel dati petinggi administrasi negara, hal tersebut diharuskan karena mereka melakukan transaksi import.”

Gambar terakhir yang membuat rekan Yunho, termasuk Jaejoong terdiam ditempat. Petinggi KSA, Go Yooshi. Mengambil alih dokumen dan menerima uang  yang dimasukkan kedalam sebuah koper besar. “mungkin beberapa orang berpendapat, bisa saja itu bukan uang. Dan aku telah mendapatkan gambar yang cukup menyakinkan bahwa itu adalah uang penyuapan”

Tampilan gambar yang sempurna tanpa diedit.

“saya rasa sekian hasil penelusuran saya, terima kasih” tepuk tangan membahana disana, Jaejoong memandang takjub sahabatnya.

“wow… hebat, sejak kapan kau bisa menjelaskan semuanya dengan lancar ? biasanya kau gugup dan berkeringat dingin” ejek Jaejoong, Yunho meninju pelan bahu sahabatnya

“sejak beberapa minggu kau tak masuk. Tim kita sudah harus memberikan informasi, dan tim khusus yang kita bentuk mendapatkan data akurat yang sempurna” bisik Yunho pelan

“mantap. Sepertinya aku banyak ketinggalan berita.termasuk Kim Jinho ini” ia mengacungkan map yang berisi profil Kim Jinho

“nanti kujelaskan. Ah kau harus menceritakan tentang…” Yunho berdehem

“tentang apa ?” tanya Jaejoong jahil

“tentang, sejak kapan kau pulih dari gilamu” Jaejoong langsung menjitak geram sahabatnya, padahal ruangan rapat itu masih dipenuhi oleh beberapa staf dari tim lain

“aku depresi bukan gila. Kenapa kau bodoh sih” Jaejoong menghela nafasnya berat. Yunho mengulum senyum

“arrayo, hanya depresi tingkat tinggi. Menyamai gila stadium awal” Jaejoong menghela nafasnya, dengan tatapan tajam ia menjitak kepala Yunho.

“hey sunbae, tidak lihat ini kantor. Masih saja bermain-main” suara bariton itu membuat Yunho dan Jaejoong menghentikan aktovitas mereka. Yunho dan Jaejoong menoleh pada sosok lelaki tinggi dengan seragam khas pegawai KSA.

“kau ? kenapa bisa masuk kesini ?” Yunho bertanya, lalu berdiri dari posisi awalnya.

“pihak KII yang memanggilku” ucapnya

“sepertinya ada dapat jabatan promosi” kekeh Jaejoong, lalu merangkul kedua temannya. “kita bicara diruangaku, bagaimana ?” ajak Jaejoong. Yang lain hanya mengendikkan bahu. Dan melepaskan rangkulan Jaejoong.

“Yunho-a,  kau bilang Jinho itu anaknya mentri perdagangan bukan ?” Jaejoong membuka suara saat mereka bertiga duduk diruangannya

“yap, kau benar. Sepertinya kau penasaran sekali dengan Kim Jinho” kekeh Yunho, Jaejoong mendengus lagi.

“yah sepertinya begitu. Aku baca profil dirinya, kalau tidak salah dia anaknya Kim Limbo”

“ya, Kim Limbo. Mentri perdagangan yang kasusnya belum sempat di adili. Kasusnya terlalu kusut, jadi sangat sulit untuk diusut” ucap Yunho

“Hyung, sekusut apapun benang itu. Jika kita berniat untuk meluruskannya, pasti bisa” semangat Changmin. Yunho lalu menoleh pada hoobaenya, tatapan itu penuh sarat, membuat Changmin mengkerut. Ia menundukkan wajahnya. Jaejoong tersenyum geli.

“yak! kau ini, berhentilah mem-bully dirinya” Jaejoong memukul kepala Yunho dengan map yang sudah digulungnya.

Mereka tertawa sejenak, menurut Yunho kapan lagi ia bisa mem-bully Changmin yang notabennya hobi mengerjainya saat mereka sama-sama di masa karantina.

“arra. Baiklah jadi sekarang kau mau fokus pada kasus Tatto D, atau Kim Jinho ?” tanya Yunho.

“eum, aku masih akan tetap mencari tahu tentang keberadaan Tatto D sekarang, lalu kalau masalah Jinho itu, aku hanya penasaran saja. Kau bisa ceritakan kronologi kasus Kim Limbo ?” Yunho mengernyit. Ia bingung bercampur heran.

Sepenasaran itukah Jaejoong pada Limbo ? padahal kasus itu sudah lama sekali. Menyadari tatapan aneh Yunho, Jaejoong hanya tersenyum

“kau kenapa ??” tanya Jaejoong lagi. Yunho menggeleng, “sebentar, berkas dan soft copy kasus itu ada di mejaku” Yunho berdiri lalu pergi dari ruangan Jaejoong

“hyung..” panggil Changmin, Jaejoong menoleh pada Changmin,

“ne ada apa ?” tanya Jaejoong, Changmin bingung bagaimana ia memulai pembicaraan ini. jujur ini terasa canggung. “ada apa ?” tanya Jaejoong lagi, ia tersenyum melihat sikap kikuk Changmin

“eum.. masalah Tatto D. Aku minta maaf hyung. Karena kelalaianku, kau yang terjebak” Changmin masih menunduk, dan Jaejoong mengambil tempat disebelah Changmin

“tenanglah. Semua sudah berlalu, dan kau tahu sebenarnya memang akulah yang dincar Tatto D. Jadi walaupun sidik jariku tak ada disana, ia akan tetap membuat diriku merasakan semua penderitaan yang sudah direncanakannya” Jaejoong terdiam sebentar, lalu menoleh pada rekannya. Menepuk bahu Changmin pelan. “sudahlah, lupakan semua nya oke”

Changmin tersenyum menatap Sunbaenya. Pintu ruangan kerjanya terbuka muncullah sosok Yunho yang membawa map tebal.

“sebanyak itukah kasusnya ?” Jaejoong tak percaya, map itu penuh dengan tumpukan kertas yang disatukan dalam satu file

“yah, dan tak ada yang bisa memecahkan teka-teki nya” Jaejoong hanya ber oh ria. Lalu membaca salah satu map.

“eum, disini dikatakan kalau Limbo hanya memiliki 2 anak yaitu lelaki semua, kau yakin ?” tanya Jaejoong memastikan. Yunho mengangguk.

“yah, dari data pemerintah yang kami terima Limbo memang mempunyai 2 putra. Kenapa ?” Jaejoong menggeleng. Lalu Hyuna ? kenapa didalam surat itu ia dikatakan anaknya Kim Limbo ?

“Yunho-a, kau tahu siapa nama istrinya Limbo ?” Yunho mengenyit lagi. “kau mau menyelidiki keluarganya, atau kasusnya sih ?” Yunho menyindir sikap Jaejoong

“sudah cepat berikan saja” balas Jaejoong acuh

“Cho Reum Ha. Dia cucu pemilik Cho Hotel. Puas ?” Jaejoong tersenyum, Cho ? lalu wanita bermarga Lee itu ?

Tidak salah lagi.

Hyuna adalah anak hasil hubungan gelap Limbo dengan wanita bermarga Lee itu ?

Benar apa yang dikatakan surat itu. Dan sekarang siapa yang mengiriminya surat itu ? apa itu Tatto D ?

Jaejoong menghembuskan nafasnya panjang.

Jaejoong lalu membuka map kuning, map yang berisi kasus dan beberapa agen yang pernah terlibat dengan kasus ini. ia membaca deretan nama itu, Lee Kimso, Jung Jihyo, dan terakhir adalah Kim Myungjae.

MyungJae ? siapa dia ? kenapa ia tak termasuk dalam jajaran Jend. Di buku tahunan KSA- nama baru untuk KAI ?

“hmm… Yunho-a, apa kau tahu Kim MyungJae ?” tanya Jaejoong, Yunho menoleh.

“aku tak tahu. Mendengar namanya saja baru sekali” Jaejoong menoleh pada Changmin, yang salah satu agen KSA

“kau Changmin-a ?” tanya Jaejoong pada Changmin, Changmin menoleh pada Jaejoong.

“aku pernah mendengarnya hyung, kalau tidak salah dia salah satu agen terbaik, makanya ia di kirim untuk menjadi mata-mata dalam kasus KKN yang membawa Kim Limbo sebagai tersangka. Tapi sebelum masa persidangan kasus Limbo, ia dikatakan menghilang, dan beberapa minggu kemudian, mayatnya ditemukan gosong dan dibuang disalah satu jurang dekat gedung KAI”

“rumit sekali ya ?” pikir Jaejoong. Changmin mengangguk.

“sudah lah, itu kasus lama, tak udah dibahas lagi” ucap Yunho

Yah kalau itu tak menyangkut tentang jati istrinya, mungkin ia akan membiarkan kasus ini.

“siapa tahu, ia ada kaitannya dengan kasus barang selundupan yang sedang kau tangani” ungkap Jaejoong asal

“bodoh, mana mungkin ada” sangkal Yunho. Jaejoong terkekeh “siapa tahu dia meneruskan jaringan gelap ayahnya. Memangnya kau tahu otak dan pemikiran pengusaha seperti dirinya ?”

Yunho terdiam, “ia juga” Yunho bergumam sendiri.

“eh aku lupa. Kau dipanggil kemari ada masalah apa Changmin-a ?” tanya Jae.

“eoh, biasa Hyung, Laporan bulanan. Lalu ada beberapa berkas yang belum masuk dalam draft KII” Ungkap Changmin

“eoh, bukankah pelaporannya pukul 09.00 KST nanti. Kenapa sudah tiba sekarang ?” Jae menatap Changmin. Yang ditatap hanya senyum

“aku kabur dari Junsu Hyung. Dia itu cerewet sekali kalau menyangkut tentang pelaporan bulanan” Changmin berbicara berbisik, seolah ada telinga yang akan melaporkan ucapanya tentang Junsu.

Jae terkekeh. “arrayo.”

Sandara’s Apartemen

“Sandara-a, bantu aku memasakkan tiramisu untuk Jaejoong. Kau tahukan dia itu suka sekali dengan tiramisu”

Sandara yang semula membereskan pakaian nya didalam kamar akhirnya keluar, melihat kearah dapur. Lalu membantu Hyuni mengeluarkan barang-barang belanjaanya.

“eoni-a, chocho ball untuk apa ?” tanya Sandara aneh

“untuk aku kosumsi sendiri. Semenjak aku mengandung Jaejoong, aku jadi suka coklat. Dan semua itu mengingatkan aku pada MungJae” lirihnya, ia sedih. Itu sudah pasti. Namun ia tak ingin air matanya jatuh lagi. Biarlah suaminya tenang dialam sana.

“eoh, begitu. Baiklah sepertinya kita harus cepat-cepat menyiapkan makanan untuknya. bukankah hari ini kau mau memberikan kejutan untuknya atas kepulanganmu ?” Sandara mencoba mengalihkan perhatian Hyuni.

Hyuni mengangguk. Mereka lalu menyiapkan semua perlatan yang diperlukan.

National Korean news Office

Setelah seharian berkutat dengan layar komputer dan berbagai macam berkas lainnya. Hyuna menyandarkan kepalanya kesandaran kursi.

Ia menatap ponselnya yang tergeletak dimeja. Ia tersenyum sendiri. Lalu mengambilnya dan memencet beberapa nomor yang dihapalnya.

“my Husband ?” gumamnya “sejak kapan aku mengganti nama Kim Jaejoong menjadi My Husband ?”

Bunyi sambungan telpon masih terdengar ditelinganya. Apa dia sibuk ya ? pikir Hyuna. “yoboseo” terdengar suara Jaejoong. Mau tak mau bibir Hyuna tertarik membentuk senyuman

“Yoboseo, ini aku Hyuna”

“ya aku tahu ini kau. Ada apa ?”

“eum, nanti akan aku jemput, lalu aku kembali lagi kekantor”

“bukankah jam kerjamu hanya sampai pukul empat, kenapa harus kembali lagi ?” tanya Hyuna aneh

“biasa, aku sudah tidak masuk kekantor selama 3 minggu, jadi harus membereskan laporan dan beberapa hal lainnya”

“eoh, arrayo.”

 

Tatto D’s Place

Ia duduk, namun pikirannya melayang entah kemana, jiwanya merasakan kehangatan, setelah sekian lama terasa beku dan dingin. Mata itu memancarkan kerinduan, namun tertahan. Ia mencoba memejamkan matanya. Bayangan masalalu itu mulai berkelebat.

Entahlah. Apa keputusan nya dulu kini menjadi boomerang baginya ?

“kau tak bisa pergi begitu saja MyungJae-a” Jihyo salah satu rekannya memberikan instrupsi lewat telpon genggam

“apa yang tak bisa ? kalian tak pernah merasakan bagaimana posisiku sekarang. Secepatnya kalian harus menyusun rencana, agar aku bisa terbebas dari sini” MyungJae berkata keras

“akan kami usahakan Jae-a” ucap Jihyo

Sambungan itu terputus. Ia Kim Myungjae menunggu saat dimana ia dibebas tugaskan menjadi mata-mata. namun harapan hanya tinggal harapan, siapa sangka teman-temannya menikam nya dari belakang hanya demi sebuah Jabatan.

Sakit hati, disaat ia bekerja keras,dan harus mengorbankan perasaanya demi pekerjaan, rekannya Jung Jihyo dan Lee Kimso hanya menikmati hasilnya.

Apa itu pantas disebut teman ? TIDAK.

Semenjak itu MyungJae mulai itu memberontak. Ia tak pernah memberika informasi interen pada pihak pemerintah. Setelah menemui Hyuni untuk terakhir kalinya(baca Chap 2) akhirnya ia menyusun rencana untuk benar-benar meninggalkan statusnya sebagai angen KAI.

Malam itu, ia menyiapkan satu mayat yang dibelinya dirumah sakit. Ia memakaikan bajunya dan semua idenditasnya dalam jaket yang dipakai si mayat. Tak lama ia membakar sebagian tubuh, agar idenditasnya yang di taruh didalam jaket tidak ikut terbakar. Setelah itu ia membuang mayat tersebut dijurang yang letaknya tak jauh dari gedung utama KAI.

Selesai sudah tugas nya untuk menghancurkan MyungJaee. Sekarang untuk mengelabui mereka-pemerintah. MyungJae pergi meninggalkan korea, untuk mengoprasi mukanya. Bukan operasi permanen sebenarnya, hanya oprasi pembentukan wajah, yang bisa dibuka kapan saja.

Setelah semua berjalan dengan lancar, sekarang waktunya untuk menghancurkan Kim Limbo. Menghancurkan Mentri bangsat yang sudah membuatnya seperti ini.

Ia bergegas untuk  mengawasi Kim Limbo. Tapi ternyata, di lain pihak, ada juga yang mengharapkan mentri perdagangan itu mati.

MyungJae tidak mengetahui siapa yang mengharapkan Limbo mati, yang ia tahu, saat ia memata-matai mobil Limbo, dan saat Limbo masuk kedalamnya, mobil itu sudah mengelurkan percikan api yang besar dengan dentuman suara yang bisa didengar radius 3 km.

MyungJae kaget, tapi ia tak mau ambil pusing.

Tatto D mengusap air matanya, saat ketukan pintu itu menyadarkan lamunannya kemasalalu “maaf tuan saya menganggu” pria itu menghadap Tatto D

“jadi bagaimana kau sudah mendapatkan alamat apartemen Hyuni ?” tanya Tatto D. Pria itu mengangguk,

“ia tinggal di apartemen, Ny. Sandara Kim. Istri dari Tuan Kim Taeho.” Ucapnya

“Taeho ?” Tatto D mengernyit tak mengerti. Sejak kapan Taeho menikah dengan sandara ? pikirnya keras

“eoh, tunggu kau bisa mendapatkan data tentang Kim Taeho ?” tanya Tatto D

Pria itu menggeleng “maaf Tuan, masalahnya idenditas Kim Taeho menggunakan pass code, sama seperti Kim Jaejoong. Jadi kami tidak bisa memberitahukan pada Tuan”

“ah, begitu. Aku bisa meminjam perkakasmu ? akan aku cari tahu sendiri. Siapa Kim Jaejoong, dan Kim Taeho”

Pria itu mengangguk “baik” ia bergegas dan langsung mengambil laptop jinjingnya serta beberapa hardisk eksternal yang dibutuhkan.

“ini Tuan”

“hmm.. keluarlah” ucapnya dengan tangan.

Tatto D tak membuang waktu. Rasa penasarannya pada Kim Taeho sangat besar. Kenapa ia harus memakai Pass Code ? kalau hanya untuk keamana saja dia sudah dijamni oleh kantor pusat.

Benar-benar di Pass Code. Pikir Tatto D. Ia mencoba membobol sofeware tersebut dengan kemampuan yang dimiliki oleh agen pemerintah. Cepat dan bersih.

Tak lama muncuk tulisan, akses anda diterima.

“tak sia-sia aku mempelajari cara itu” ucapnya dengan senyum.

Ia lalu mengetikkan nama Kim Taeho disalah satu Toolbar dilayar monitor. Beberapa detik kemudian, semua data Taeho terpampang jelas.

Taeho menikah dengan Sandara sebelum ia terjun kedunia hitam. Dalam catatannya ia tidak memiliki putra, tapi menurut beberapa sumber yang dipercayanya, Jaejoong adalah putranya.

Bagaimana sih ini ?

Pikirnya pusing. Ia bingung berita mana yang harus dipercayainya. Jika memang Jaejoong adalah anak Taeho, berkemungkinan ia teman anaknya. Jeje – menurutnya Jeje adalah nama anaknya.

Lalu jika Jaejoong bukan anaknya, Jaejoong itu anak siapa ?

Ia lalu membuka data Kim Jaejoong, tapi akses yang diterima tak lengkap. Kemungkinan data Jaejoong di manipulatif. Di palsukan.  Nama orang tuanya bahkan tak tercantum.

Tatto D mengerang frustasi

Jae’s Apartemen

“Jadi kau manantuku ?” Hyuna mengangguk kikuk. Saat ia sedang berbenah, ternyata bel apartemen Jaejoong berbunyi, dan disana berdiri dua orang wanita paruh baya dengan tersenyum.

Setelah berbincang cukup lama, ternyata salah satu dari mereka adalah ibu Jaejoong.

“ah, sudah aku duga. Jeje memang tidak salah memilih istri. Benar tidak sandara?” tanya Hyuni meminta persetujuan sandara. Sandara mengangguk saja.

“ah, ia. Ini eomonim bawakan makanan kesukaan Jeje” ia menyerahkan bungkusan yang berisikan makanan kesukaan putranya.

“ah, gumawo eomonim, tapi tidak perlu repot seperti ini” ucap Hyuna.

“tidak apa-apa. Jadi selama ini Jeje tinggal di tempat seperti ini ? persis seperti ayahnya. Tidak suka tempat yang lebar” celoteh Hyuni sambil melihat-lihat interior yang ada didalamnya

“ne, maaf eomonim. Kenapa anda memanggil Jaejoong dengan sebutan jeje ?” tanya Hyuna bingung.

Hyuni terbatuk kecil, lalu tertawa “saat bayi dia itu cantik sekali. Karena itu aku selalu memanggilnya Jeje.”

“eoh begitu. Ah ia aku lupa, ini sudah waktunya makan malam, ayo kita makan dulu eomonim.” Ajaknya pada dua wanita yang ada dihadapannya.

“tidak menunggu Jae ?” tanya sandara

Hyuna menggeleng. “dia sedang sibuk Mommy. Tadi aku sudah menghubunginya, dan dia bilang tidak usah menunggunya” jelas Hyuna pada sandara. Sandara hanya mengangguk mendengar Hyuna memanggilnya Mommy, padahal tadi mereka sempat berdebat, karena Hyuna mengucapkan kata Mommy dengan logat yang sangat kaku.

Mereka duduk diruang makan yang terasa cukup sempit. Karena ruangan itu hanya didesain untuk dua orang. Hal itu membuat Hyuni mengoceh “anak itu, nanti kalau punya anak bagaiama ? apa tidak terasa sempit sekali”

Hyuna sebenarnya hampir tersedak, tapi ditahannya. Anak ? ya Tuhan.

“ah iya, di apartemen ini ada berapa kamar ?” tanya sandara

“ada dua kamar Mom. Nanti akan aku siapkan untuk Mommy dan eomonim”

“baiklah. Ah iaaa.. aku sudah kenyang Hyuna. Aku mau menonton drama korea kesukaanku dulu ya. Tolong kau bereskan. Tak apakan ?” tanya Hyuni. Hyuna mengangguk tersenyum

“tak apa, Mommy dan eomonim kan tamu disini. Jadi tak masalah bagiku” kata Hyuna lagi.

Sandara dan Hyuni langsung pergi meninggalkan menantu mereka yang sedang sibuk membereskan perlengkapan makan.

Dalam hati hyuni tersenyum. Walaupun puteranya menikah secara mendadak, tapi ia bersyukur Jaejoong masih bisa melihat dan merasakan wanita mana yang pantas untuk mejadi pendampingnya.

Pelabuhan penerimaan barang Ekspor.

“bagaimana jika mereka mengetahui bahwa kita menyelundupkan ganja dan barang ilegal ?” tanya salah satu lelaki berkaca mata

“bodoh, mana mungkin mereka tahu. Tatto D dan kepala pemerintah saja sudah ada dipihakku. Berhenti menjadi lelaki paranoid Myunghan” ucap Jinho lantang. Ia kesal pada sikap pengecut yang ada didiri kakaknya.

“baiklah, aku akan mengikuti semua rencana mu. Kita akan melaksanakan bisnis ini.” ucap Myunhan

“bagus, sekarang lebih baik kau panggil anak buahmu, dan cepat suruh mereka memindahkan kotak-kotak ini”

Myunghan mengangguk dan memanggil anak buahnya.

Dalam kegelapan ruang itu, ternyata disana ada Kim Jaejoong yang diam-diam melihat gerak-gerik Jinho. “tatto D ? ya Tuhan. Apa tua bangka itu lagi. Sepertinya aku memang harus mengeluarkan tenaga yang ekstra agar kasus kematian mertuaku, lalu perdagangan ilegal ini terungkap secara jelas” gumamnya.

Jae’s  Apartemen

Jaejoong masuk kedalam apartemnya yang terlihat tidak seperti biasanya. Biasanya tengah malam begini Hyuna sudah lebih dahulu kealam mimpinya, tapi sekarang kenapa ia duduk didepan televisi yang menampilkan acara drama romantis ?

Aneh. Pikir Jaejoong.

Setelah melepaskan sepatunya dan menggantinya dengan sandal rumah, ia segera menghampiri istrinya. “ibu ?” kaget Jaejoong

“ah,,.. Jeje…” Hyuni langsung memeluk erat tubuh Jaejoong, Jaejoong yang kaget hanya terdiam membeku. Sejak kapan ibunya kembali kemari ?

Ia lalu merenggangkan pelukan ibunya “Ibu dengan siapa kemari ?” tanya Jae

“eoh, dengan Mommymu sayang. Kau sudah makan ? ayo ibu siapkan.” Hyuni langsung bergegas kedapur, namun lengannya ditahan oleh Jaejoong

“ibu tidak usah, aku tadi sudah makan malam dengan temanku. Lebih baik ibu istirahat saja ya” ucap Jaejoong tersenyum.

Hyuni merenggut. “kau ini, tidak ingin mejelaskan pada ibu tentang pernikahanmu yang medadak ?” geramnya. Jaejoong tersenyum kecil

“ibu ayolah, masih banyak waktukan untuk menjelaskan semuanya. Sekarang ibu harus beristirahat. Ini sudah malam. Ayo” pujuknya seraya menggiring Hyuni kekamar tamu. Namun Hyuni tidak tinggal diam

“oke, ibu akan beristirahat, tapi ibu mau tidur dikama menantu. Kau tahukan ibu sangat suka anak perempuan” Hyuni tersenyum penuh kemenangan.

Jaejoong menatapnya horor “ibu,…” kesalnya

“kau tidur disofa saja. Anak lelaki harus kuat, oke. Sebentar ibu ambilkan selimut dan bantal” Hyuni memasuki kamar Jaejoong dan Hyuna. Jaejoong menatapnya dengan ekspresi sebal.

“Hyuna-a, kau sudah tidur ?” tanya Hyuni pada menantunya yang tengah terbaring. Hyuna menggeliat, mendengar suara ibu mertuanya

“ada eomonim ?” tanyanya dalam keadaaan setengah sadar

“Jaejoong ingin tidur diluar, dan membiarkan aku tidur danganmu” ucapnya dengan santai. Hyuna mengangguk “jadi, dimana letak selimut dan bantal ?” tanya Hyuni langsung. Hyuna beranjak dari tidurnya lalu membuka lemari besar yang menyimpan pakaiannya, dan Jaejoong, ia mengambil selimut yang terlipat dipaling bawah tumpukan.

“eomonim tidur saja, aku akan memberikan ini padanya” ucap Hyuna. Hyuni menuruti kata menantunya dan langsung terbaring di kasur.

Sementara di luar kamar, Jaejoong menggerutu tak jelas. “ini selimut dan bantal” Hyuna meletakkannya di salah satu sofa

“kau tega membiarkan suamimu tidur diluar ?” tanya Jaejoong memelas. Hyuna yang malas berpikir karena ngantuk hanya mengangguk

“itukan kemauanmu.” Gumamnya. Lalu beranjak meninggalkan Jaejoong yang terdiam, melihat kelakukan ibu dan istrinya.

“heh… percuma” helanya.

 

Pagi sekali, dapur dan ruangan tengah menjadi gaduh. Hal ini disebabkan oleh Hyuni dan Sandara yang sibuk memasak masakan kesukaan Jaejoong. Hyuna sendiri membantu menyiapkan peralatan makan, dan membereskan meja. Tapi karena meja makannya cukup kecil, Sandara mengusulkan untuk memakai ruang tengah.

Jaejoong yang masih terlelap dalam tidur terganggu, dentingan kaca meja dan piring membuatnya terusik. “aish, menyebalkan” gerutunya, lalu menaikkan selimut setinggi mungkin menutupi kepalanya.

“pemalas, bangun. Ini sudah pagi” Hyuni menendang pantat anaknya agar bangun

“aih.. ibu, aku ngantuk sekali. 15 menit lagi” ia lalu membalikkan badannya dan menutupi mukanya dengan bantal

“anak ini kapan berubahnya sih. Menyebalkan” gerutu Hyuni dan berlalu kedapur.

Beberapa menit kemudia

“masih tidak bangun.” Ucap Sandara kesal. “dia tadi malam pulang jam berapa ?” tanyanya pada Hyuni

“sekitar tengah malam”

“ini sudah hampir pukul 07.00. ya Tuhan, kalau dia terlambat dia bisa kena sanksikan ?” Sandara menatap Hyuna yang tengah memakan sarapan paginya

“tenang saja Mommy, dia lebih senang dengan acara yang mendadak, dia paling tidak suka jika datang sebelum jam kantor” ucap Hyuna cuek. Hyuni dan Sandara saling pandang.

“ternyata kau tahu kebiasaan buruk Jeje” gumam Hyuni.

“ibu, jangan memanggilku Jeje lagi. Menyebalkan” Jaejoong yang tadinya tak menggubris ibu-ibu didepannya, kini beranjak dari sofa dan menuju kamarnya untuk membersihkan diri lalu sarapan.

“ini bekal untukmu, makanan kesukaanmu. Jangan lupa dihabiskan ya” ucap ibunya sambil memberikan kotak bekal. Jaejoong memandang aneh, lalu mengambilnya

“arrayo. Aku pergi. Mommy aku berangkat. Bye”

“aku juga berangkat” Hyuna mengecup pipi kedua ibu mertuanya, lalu melangkah mengejar Jaejoong

KII Building

“apa itu ?” tanya Yunho langsung. Jaejoong berlalu tanpa menjawab.

Yunho yang penasaran mengikutinya “bekal ? benarkan kotak bekal ?” tanya Yunho

Jaejoong  mendengus “ia dari ibuku” Yunho langsung tertawa

“ya Tuhan. Bibi memang keren. Nanti ajak aku ya kalau makan siang” ucapnya lalu menepuk bahu Jaejoong

“beli sendiri, ini dibuatkan khusus untukku”

“pelit sekali.” Cibirnya

“apa perduliku”

“menyebalkan. Ayo kerja, aku sudah menyelediki tentang Jinho dan kakaknya Myunghan. Sepertinya dugaanmu benar, mereka masih berhubungan dengan pejabat yang pernah menjadi bahawan ayah mereka”

“dari mana kau tahu ?” tanya Jaejoong.

“aku sudah men-sabotase alat komunikasi, lalu emailnya. Ini laporannya”

“eoh, kau tahu tidak. TD Corp itu milik siapa ?” tanya Jaejoong

“siapa ? setahuku pemiliknya dalah seorang promotor film, Jung Ho kalau tidak salah ”

“bukan, itu hanya intrik saja. Pemilik sebenarnya musuh besarku Tatto D. Terkejut tidak ? dan saat aku mencari tahu tentang Tatto D, aku sama sekali tak menemukannya” Jaejoong lalu membuka kotak bekalnya

“eoh, sudah aku duga. Tidak  mungkin Tatto D, menjalankan bisnis dengan cara Ilegal terus menerus. Aku lupa, setelah menjerumuskanmu ketahanan, Tatto D merubah bentuk mukanya” Yunho mencoba mencomot salah satu kue buatan ibu Jaejoong, namun tangan Jaejoong langsung menepisnya

“punyaku” katanya langsung mengambil tempat kue tersebut agar jauh dari jangkauan Yunho

“kenapa pelit sekali sih.” Gerutunya, dan masih tak mau mengalah untuk mengambil jatah yang bukan haknya.

Jaejoong yang merasa kasihan melihat mimik muka Yunho, hanya tertawa bahagia “Ya!” Yunho geram

“arrayo, ayo makan anak manis” ucap Jaejoong lagi

“kau benar-benar menyebalkan. Sekarang bagaimana, apa rencana mu ?” tanya Yunho yang langsung melahap kue dalam kotak bekal

“makan pelan-pelan bodoh, kue itu tak akan lari.” Yunho mengangguk asal, lalu mengambil air putih diatas meja Jaejoong dan meminumnya, melancarkan makanan yang ada dalam mulutnya

“aish.. benar-benar manusia yang satu ini. bagaimana jika kita menyeledikinya mereka berdua, tapi dengan cara yang aman.” ucap Jaejoong dengan senyum llicik

“kau gila, kita bisa dikenakan pidana. Membuka kasus lama tanpa izin. Dan bagaimana pula cara aman maksudmu ?” tanya Yunho setelah meneguk habis air Jaejoong

“aish, aku akan meminta Gyuni menyiapkan proposal pengajuan perizinan untuk membuka kasus ini. dan cara aman itu, akan kutunjukkan setelah porposal kita lolos”

“kau yakin ?  kau tahu bagaimana petinggi KII jika sudah menyangkut kasus lama” ucap Yunho

“ia juga, terlalu berbahaya, mereka pasti akan banyak tanya. Jadi bagaimana ?” Jaejoong frustasi sendiri

“eoh, aku ada ide, kau kenal dengan Kim Taeho tidak ? dia adalah petinggi KII di pusat aku rasa dia akan meloloskan proposal kita. Kata ayahku Kim Taeho adalah pemegang rahasia terbaik di KII”

Jaejoong terkejut.

Melibatkan Kim taeho ? Daddy nya ?

Selama ini memang Yunho tak tahu jika Kim Taeho adalah ayah angkat Jaejoong. Yang mereka tahu Jaejoong hanyalah anak rakyat  biasa dengan kemampuan yang mempuni.

“bagaimana ?” desak Yunho

“kau yakin ? Kim Taeho bukan nya bermukim di benua Amerika ? lalu kau mau ke sana untuk memintannya meloloskan proposal kita ?” tanya Jaejoong

“ia aku yakin. Kau bodoh, jika ada email untuk apa kita kesana ? aku sudah mendapatkan alamar email nya yang valid, dan aku juga sudah melacaknya. Jadiii ??” tanya Yunho tak sabaran

“baiklah” Jaejoong menghela nafas panjang. Semoga ayahnya tak murka, karena dirinya-Jaejoong melibatkan Kim Taeho dalam misinya.

CCk

 

Ada yang bingung nggak dengan konfliknya ? atau rancu dengan pemaapaaran yang aku bikin ???

Aku mau jelasin sedikit ni, yang soal tatto d operasi tapi nggak permanen, kemarin aku kan nnton drama movie, terus ada juga jenis operasi yang seperti itu, bisa bongkar pasang gthu*plak

Jadi aku terapkan disini. Dan mungkin mulai chap berikutkan aku akan memaparkan tentang Kim Jinho, kakak sedarah nya Kim Hyuna.

dan…

kenpa Jaejoong manggil sandara-Taeho dengan sebutan Mommy-Daddy ? itu karena dari kecil mereka udah hidup berempat. Jaejoong manggil ibu kandungnya Ibu. Dan orang tua angkatnya mommy-Daddy.

Sekian dulu deh ya ^ ^

Kalau ada yang bingung tanyain aja yaaaaa…*kedip2 haahahaha 🙂

Iklan

13 thoughts on “Broken Married [03]

  1. shinhyunrin berkata:

    akhirnya hadir kepermukaan juga ini fanfic . . .

    keren . .
    suka bgt ma kehidupan.a jae ma hyuna . . .
    jalan crt’a makin seru aja . .
    lanjutkan ya thor . .

    oh ya koreksi. .
    ada beberapa kata yg masih kurang lengkap + kurang jelas
    makasih 🙂
    annyeong

  2. qoyah cassie berkata:

    Aq msih menanti kok eonn ff yg ini..hhaha…
    icch,jeje jail bgt sich sama hyuna..aq jd malu..#loh??hhaha
    yunpa kejam!!!!!!msa jeje dibilang gila!!hha,jeje itu stress yunpa..hhaha
    aq ckup jelas kok eonn sma jln crtax,.tp aq heran sma eonnie,,kok bisa bkin crta yg rumit kya gni,,jgn2 eonnie pencinta film action hollywood ya??hhahaha…
    lanjut eonn!!
    oya jgn lupa sama epepx yunpa n jg ABM dlnjt lbh cpt…hhah#maksa

    • Vii2junshu_kim berkata:

      hahahaha…
      lho ?? kok situ yang malu.. wkwkwkwk

      hahaha..
      ia dari SMP sering nnton film2 luar*lirik*film amerika*bhkan hapal nama2 pemainnya* sama bapaak, abis adik berdikku tu cew semua, yang rada melenceng dikit aku, sampe skrg suka sama film yang action tapi masih ada sisi romantisnya*plak

      siip2…
      skrg lagi mengalir ide bwat ff na jeje..
      yang lain belon keluar idenya 🙂

      • qoyah cassie berkata:

        Hhahaha,,aq jg suka film action eonn,aq sbtin yah nma aktorx..steven seagel,sylvester,arnold,van dame,vin diesel,,haha,byk bgt..ada yg eonn ska jg??

        wkwk,strh dech mana yg idex dluan..yg pnting mah cptan publisx..hha,klo bisa setiap hri publish satu part buat epep yg mna aja..hhaha

      • Vii2junshu_kim berkata:

        nyahahahahaha,,,
        woah, ternyata yaya tahu juga yak ?? ia aku paling suka sama sylvester stallon, tom cruise, terus van dam… 🙂
        kalo bapakku sukanya sama steven seagel ^ ^

        yaya suka yang mana ??? kekekeke

  3. hiru berkata:

    konfliknya makin banyak ya,ibunya JJ lucu banget haha..
    kok gak ada yuchun ya atau di part selanjutnya?
    keren keren ceritanya

  4. oi20 berkata:

    annyeong, makin seru deh,
    hmmm, jadi dulunya ayah jae itu agen juga.
    dan skrg jadi mafia.
    trus rada bingung sih dg riwayat keluarganya kim hyuna.
    agak rumit.
    oia, ada bbrp percakapan yg agak membingungkan.
    entah itu typo, atau apa.
    *di koreksi*

Your Comment become spirit for me ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s