Broken Married [01]

Author : Angraeni Kim/Ny. Kims

Cast : Kim Jaejoong, Kim Hyuna, DBSK member

Genre :Straight, AU, Romance, Friendship

Leght : Chapter

Thanks to :  Korean World yang udah bikinin posternya 😀

Ps : cerita ini hanya fiktif belaka, dan hanya karangan author semata.

Jaejoong Pov

Aku berjalan menyusuri jalanan Seoul. Setelah aku di vonis bebas dari tahanan, aku jadi bingung sendiri, aku mau memulai perjalanan hidupku yang baru menjadi apa. Aku melangkah, mengikuti naluri ku saja. Sebenarnya aku tak punya tujuan hidup. Aku hanya mengikuti arus kehidupan ini.

Hyuna Pov

Aku lelah, menjalani semuanya sendirian. Setiap aku berjalan keluar selalu saja  mereka mencaciku dengan kata yang menusuk. Aku terbiasa. Namun kata biasa itu selalu membuat luka baru dihatiku.

Aku keluar saat masa menghancurkan rumahku. Menghancurkan setiap bangunan yang kubangun dengan keringatku. Apa mereka tak mempunyai hati ? pikirku.

Salah satu dari mereka maju kedepan. Menghakimiku tanpa mendengar pembelaanku, menyeretku hingga keluar dari pekarangan rumahku, melemparku kejalanan seperti sampah. Tak sengaja aku tertubruk dengan seorang lelaki yang menyandang tas besar.

“gwencana ?” tanyanya panik, aku meringis. Tanganku bergesekan dengan aspal, membuatku menahan sakit dan perih

“ne” ucapku singkat. Ia memandang kerumunan masa yang menghakimiku tanpa perikemanusia.

“tak bisakah kalian memperlakukannya dengan baik ?” geramnya. Kulihat tangannya mengepal

“siapa kau ? berani sekali berbicara seperti itu kepada kami ?” kulihat pria yang berbadan besar bringas itu maju kedepan. Menantangnya. Aku masih terdiam ditempatku, tangannya masih menumpu tubuhku yang lemas.

“aku suaminya. Jadi jangan bersikap seperti itu pada istriku” ucapnya tegas. Aku melongo. Apa lelaki ini gila, kenapa tiba-tiba ia berbicara ngawur ? mengenalnya pun tidak. Kau benar-benar lelaki sinting. Bantinku. Aku menatap wajahnya. Tampan memang.

“eoh, baguslah, bawa cepat istrimu dari sini. Kami sudah jengah melihatnya. Wanita pembawa sial.” Rutuk si pria tadi. Lelaki ini membantu untuk berdiri, tangannya masih sedia menompang beban ditubuhku. Dengan melingkarkan tangannya kepinggangku. Aku sedikit tersentak

“baiklah, beri aku waktu, 1 hari untuk berkemas, bagaimana ?” tawarnya dengan tampang datar. Mereka terdiam berfikir

“baiklah, besok pagi sekali, kalian harus segera pergi meninggalkan rumah ini” peritahnya dengan kasar. Pria disebelahku mengangguk. Mereka pergi dengan pikiran mereka sendiri.

“ayo masuk, ini rumahmu kan ?” tanyanya ramah. Aku mengangguk. Kami masuk kedalam. Rumahku tak berbentuk, kaca jendela rumahku sudah hancur berkeping, tertinggal serpihan yang berceceran dilantai. Dia menaruh tasnya di sofa. Aku diam, lalu duduk dimeja makan. Masih menenangkan diriku. Ia berjalan kearah konter mengambil air minum, lalu memberikan segelas untukku “minumlah” ucapnya. Aku lalu meneguknya. Habis.

“kenapa ? kenapa kau berbicara seperti itu ?” ucapku, dia mengambil tempat didepanku, menyanderkan tangannya keatas meja. Menatap mataku dengan tatapan yang tak bisa aku mengerti “hidup saling membutuhkan. Aku tahu kau dalam masa sulit” ungkapnya

“tak ada yang bisa kau manfaatkan dariku tuan” ucapku lirih namun bernada sinis. Ia tersenyum “benar. Apa yang aku bisa manfaat kan darimu. Kecuali tenagamu” kekehnya. Aku memandang dirinya yang memalingkan muka menatap  rumahku.

“apa maksudmu ?” tanyaku langsung

“apapun maksud ku, tidak akan merugikan dirimu. Kemasilah barang mu. Kita akan pindah sebelum kau dihajar masa esok pagi” ia bangkit, menuju arahku.

“aku masih belum mengerti jalan pikiranmu” aku mencoba untuk berbicara dengannya, apa maksud dirinya yang tiba-tiba datang dan membantuku

“kalau begitu jangan diambil pusing, cepatlah berkemas” suruhnya. Aku lalu beranjak kekamarku, membereskan pakaianku, kulihat ia berkeliling melihat-lihat, lalu menghampiriku.

“aku tak tahu apa yang kau perbuat hingga mereka membencimu seperti itu” ucapnya

Aku tersenyum miris “apa kau perlu tahu ?” tanyaku sinis. Dia berdecak, “perlu nona. Tapi jika kau tak keberatan. Kalau kau keberatan aku juga tak mau ambil pusing”

“baguslah. Untuk saat ini aku masih ingin menyimpan semuanya sendiri” kataku, lalu menutup resleting koperku. Ia berjalan kearahku dan membawa koperku “ada lagi ?” tanyanya, aku menggeleng. “ayo”

“kita mau pindah kemana ?” tanyaku saat dia keluar dari kamarku

“ke apartemenku, lalu mendaftarkan pernikahan kita” ucapnya enteng

“kau gila ?” kataku kaget. Ia tersenyum sinis “tidak. Apa yang aku ucapkan adalah kebenaran”

“tapi kita tak saling kenal, dan saling mencintai” ucapku sengit. Ia tersenyum lagi

“kau masih memikirkan itu ?” katanya skiptis “dengar, keadaanmu tidak tepat jika mengungkit tentang perkenalan apalagi cinta”

“kau…” ucapku terputus

“kau cukup mengikuti ucapanku nona. Dengan begitu hidupmu akan lebih tenang” katanya dengan sok. Aku mendang sengit padanya.

“baiklah, aku akan mengikuti semua kemauanmu tuan” kataku tak kalah sengit.

Ia tersenyum. Manis. Tapi sayang sikapnya terkadang membuatku jengah.

“Kim Jaejoong”

“Kim Hyuna”

***

Siang ini aku mengikutinya kedepartemen kependudukan, mendaftarkan pernikahan kami secara sah, setelah aku dan dia menikah dihadapan pastur Choi. Pastur keluargaku dulu. Hanya dia satu-satunya orang yang bisa kuandalkan saat ini. Kami memasuki gedung besar ini, ia mengambil tempat disudut yang sepertinya sedang kosong. “aku  ingin mendaftarkan pernikahanku dengannya” ucapnya pada salah satu wanita yang duduk dibalik kaca transparan.

“baiklah tuan, silahkan mengisi folmulir ini” ia memberikan secarik kertas dan pena, Jaejoong mengisi dengan cepat lalu memberikannya padaku. Aku mengikuti petunjuk mengisi folmulir lalu memberikannya pada Jaejoong.

“sudah” ia memberikan kertas putih itu pada wanita dibalik kaca yang menyekat kami. “baik, silahkan lunasi administrasinya tuan, dimeja sebelah sana. Ini rincian biayanya” ia memberikan nota kontan pada kami. Jaejoong tersenyum lalu beranjak ke meja tanpa sekat yang berbeda beberapa meja dari kami berdiri. Aku hanya diam mengikuti derap langkahnya

“Annyeong”

“Annyeong” jawab Jaejoong langsung

“silahkan duduk Tuan, Nyonya.” Ia tersenyum, kami lalu duduk di kursi yang telah disediakan. Jaejoong langsung memberikan nota kontan pada wanita yang bertag name –Shin Myunghi.

Selesai. Setelah semua administrasi dan persyaratan kami selesaikan dikantor departemen agama, kami segera keluar dari gedung berkaca putih. Dia duluan melangkah keluar, aku dalam diam hanya mengikutinya.

Jaejoong Pov

Ini diluar rencanaku. Padahal diperjalanan tadi aku sudah memikirkan untuk bekerja di KII, membuat kontrak kerja selama beberapa tahun. Tapi saat melihatnya  seperti tadi membuatku tergerak. Kembali merasakan kejadian masalalu, saat dimana tak ada yang mampu membantuku. Tak ada yang bisa berbuat sesuatu untuk meloloskan ku dari tindak pindana yang bahkan bukan aku pelaku utamanya.

Aku berhenti mendadak, membalikkan badanku, bukk. Tubuhnya menubruk diriku. “kau, kenapa berhenti mendadak ?” kesalnya. Aku menatap nya. “hey, jangan salahkan aku. Konsentrasimu saja yang tidak bagus” ungkapku. Dia mendengus

“kenapa berhenti ?” tanyanya lagi

“ada yang mengawasi kita” lirihku, ia mengernyit, lalu mengedarkan pandangannya kesegala arah. “tidak ada”

“bodoh, kalau kau melihat nya seperti itu, mana mungkin ia akan keluar. Sudah lah jangan dipikirkan. Ayo jalan” ajakku padanya. Samar-samar akumelihat bayangan yang aku kenal. Bayangan yang membuat aku terhenyuk. Sejak kapan mereka mengikutiku ? aku mengajak wanita yang sah menjadi istriku masuk kedalam angkutan umum-Bus.

Berhenti disebuah apartemen yang 3 tahun tak aku tempati. Dia berdecak kagum. Oke bisa dibilang apartemenku ini memang mewah, untuk seorang mantan nara pidana, sekaligus mantan agen kenegaraan. “ini punyamu ?” tanyanya tak yakin. Aku mengangguk, lalu memasukkan kombinasi angka yang sudah aku hapal

“bagaimana bisa ?” tanyanya tak percaya, aku memandangnya dengan geram. “bisa diam nyonya ? cukup diam dan tinggal disini dengan nyaman” kataku lalu masuk kedalam.

Aku membukan kain putih yang membungkus semua perabotan di apartemenku, debu-debu pun melayang keudara. “ini tugasmu, membersihkan rumah. Aku harus pergi” kataku cepat. Ia melongo “kau gila ?” ucapnya tak percaya

“apanya ?” tanyaku

“tugas seorang suami seharusnya membantu istrinya. Kenapa kau membebaniku dengan semua ini” ia mengomel sendiri, aku mengambil kunci motorku

“oke, aku akan membantumu setelah urusanku selesai. Bagaimana ?” tawarku padanya. Ia mengangguk. “ini uang untuk membeli beberapa alat pembersih rumah” kutaruh uang kertas beberapa lebar dimeja, lalu bergegas pergi.

Author Pov

“kau yakin itu Jaejoong Hyung?” pria berkacamata memakai kemeja biru itu, tampak menimang pendapat rekannya

“benar. Akhirnya dia bebas juga. Aku senang” ucap nya menghela nafas lega

“kau merasa tidak jika Jae Hyung menyadari keberadaan kita yang mengawasinya ?”

“sangat, instingnya memang selalu tajam. Ah ia wanita tadi siapanya ya Hyung ?”

“yah. Dia memang agen terbaik yang dimiliki pemerintah, tapi sayang sekali ya, nasibnya tak terlalu baik. Benar kan Changmin ?”

“yah, Tindakan yang diambilnya 3 tahun silam bukan murni kesalahannya. Pasti ada pihak yang terkait yang membelitnya” ucap pria bernama Changmin dengan serius

“heum, eoh bagaimana jika kita selidiki siapa wanita yang bersama Jae Hyung ?” tanya Pria yang bernama Kim Junsu dengan semangat. Changmin melebarkan senyumnya dan mengikuti langkah rekannya menuju kebagian konfirmasi di Departemen Kependudukan.

“permisi kami agen pemerintah Korean Secret Agent, ingin meminta data atas nama Kim Jaejoong yang baru saja kemari” ucap Changmin dengan tegas.

“maaf, kami tidak bisa memberikan informasi tuan”

“mwo ? kau tidak percaya jika kami KSA ?” tanya Changmin tak percaya, junsu yang  merasakan ketidak beresan langsung mengambil alih “maaf ini tugas negara, seharusnya anda tidak mempersulit” Junsu berujar tenang, pihak departemen kependudukan akhirnya memberikan data yang diminta oleh Junsu.

Saat membuka dan membacanya, mereka terdiam, mencermati setiap kata-kata yang tertera disana.

Kim Jaejoong, 30 tahun, bekerja sebagai salah satu staff agen pemerintah Korea’s international intelligence menikah dengan Kim Hyuna. Mereka tersedak lundah sendiri saat membaca nama senior mereka yang ternyata sudah menikah dengan Kim Hyuna.

“apa mereka tidak salah mengambilkan data hyung ?” tanya Changmin yang masih blank

“aku rasa tidak. KII aku ingat. Bagaimanapun ia masih menjadi bagian KII. Walaupun ia sudah berkecimpung didunia agen pemerintahan, ia masih tidak mau melepas seragam KII.”

“tapi apa KII masih menerima dirinya  hyung ? kau tahukan peraturan KII sangat frontal ?” ucap Changmin tak percaya

“percaya atau tidak KII pasti akan tetap mempertahankan Jae hyung. Kau ingat saat dirinya disidang 3 tahun lalu ? pihak yang selalu mendapingin Jae hyung kan KII” ucap Junsu memberikan kesimpulan.

“benar, aku rasa dia dan KII sudah satu jiwa” Changmin bergumam lagi.

“yah.”

Korea’s international intelligence

Jaejoong memasuki pekarangan KII dengan motor ducati merahnya. Lalu memakirkannya ditempat yang telah disediakan. Ia bergumam, lalu tersenyum. “ternyata gedung ini masih seperti yang dulu” ia melangkahkan kaki, menjejaki setiap halaman NII. 25 Tahun bukan waktu yang singkat untuk bekerja sebagai salah satu agen terbaik besutan FBI. Dibesarkan dari keluarga yang berlatar belakangkan militer, Jaejoong memulai harinya dengan mengikuti setiap kegiatan ayahnya. Korea’s international intelligence bukanlah organisasi murahan yang dibentuk hanya untuk sebuah kata politik. Organisasi yang dibuat sebagai bentuk kerjasama antar negara bilateral antara Korea Selatan dan Amerika Serikat. Bukan tidak mungkin dua negara ini menyatu, walaupun pada masalalu mereka cukup bersitegang.

FBI. Organinasi yang membuat Jaejoong kecil terpukau, mencoba untuk menjajaki dunia pemerintahan dengan kombinasi senjata. Kemiliteran. Dan banyak hal menarik didalamnya. Selama 5 tahun dirinya digembleng di New Jersey, Amerika Serikat. Bukan tanpa sebab, sang ayah yang menjabat sebagai salah satu komandan terbaik membuatnya harus membating diri untuk bisa menempati posisi terbaik. Tidak ada Kolusi dalam kamus sang ayah.

Kecelakaan pesawat tempur saat pengamanan kasus pembunuhan Mentri Dalam Negri di korea, membuat nya harus meninggalkan Negara yang membesarkan dirinya. Pindah kesebuah negara yang dahulunya disebut sebagai kampung halaman sang ayah, ibunya berkewarganegaraan Brasil. Menjadi anggota baru dalam KSA-Korean Secret Agent. Berat rasanya meninggalkan KII. Tapi tugas sebagai seorang prajurit harus membuatnya meninggalkan KII. Meninggalkan teman, dan semua kenangan Indahnya bersama KII.

Ia memasuki lobi yang terbilang luas, berjalan menyusuri lorong yang disetiap sudutnya dilengkapi dengan peralatan canggih.

“bagaimana kabarmu ?” Jaejoong memutar tubuhnya, melihat sosok lelaki yang dianggap sebagai sahabat terbaiknya “Yunho ? sejak kapan kau disini ? bukankah kau masih di Rusia ?” ucapnya tak percaya

“kau terlalu ketinggalan sobat. aku menggantikan MR. Jones untuk memimpin misi Gedung Putih”

“wow, hebat.” ungkapnya

“jadi bagaimana kabarmu ? menikah tak mengabariku huh ?” Yunho mengahampiri teman satu camp nya saat mereka di gembeleng. Jaejoong terkekeh “secepat itukah menyebar ?” tanya Jaejoong tak percaya

“bagaimana tidak ? kebebasanmu yang terbilang cepat dari masa yang ditentukan membuat kami haru secepatnya memberikan data kepada pihak pusat”

“hemm.. aku mendapatkan remisi 3 bulan. Bagaimana kabar kalian semua ?”

“baik, jadi kapan tepatnya kau menikah ?” tanya Yunho. Mereka berjalan keruangan rapat yang memang sedang membahas tentang kebebasan salah satu agen mereka.

“hari ini, ceritanya cukup runyam” ungkap Jaejoong.

“heum, nanti kita cerita. Sekarang saatnya kita masuk, kau siap ?” tanya Yunho yang hanya di tanggapi dengan anggukan kepala oleh Jaejoong.

Mereka memasuki ruang rapat, Jaejoong berdiri dimuka, membungkukkan badannya, dan mulai menjelaskan setipa kronologi kejadian 3 tahun silam.

Jaejoong memberhentikan mobil hitamnya disalah satu hotel di Busan. Cukup lama ia menunggu seorang lelaki yang diduga sebagai dalang dari kasus pembunuhan Jong Junki. Ketua mafia yang juga menjabat sebagai salah satu agen pemerintah. Namun hal ini hanya diketahui oleh Jaejoong seorang.

Bukti akurat yang masih dalam genggaman Tatto D membuatnya harus lebih bersabar dalam bertindak. Ponselnya bergetar, Jaejoong mengamitnya dan menempelkannya pada telinga sebelah kanannya, matanya masih terpancang kedepan, mengikuti setiap gerak dari Tatto D

“tak kusangka gerak mu cepat Mayor Jaejoong Kim”

“jadi apa kau takut ?” tantangnya

“buat apa ? kau itu hanyalah tikus kecil bagiku.”

“yak tikus kecil yang akan membuatmu membusuk di tempat yang seharusnya”

“benarkah ? apa bisa kau membuatku masuk kesana ? aku rasa akan sebaliknya”

“cish, akan aku buktikan”

“baiklah”

Ia menatap kesal sosok laki-laki yang ada dihadapannya, lalu membanting stir kesebuah tempat diamana ia biasa menganilis data.

Larut malam dirinya masih berkutat dengan komputer dan hasil print outnya. Ketukan pintu membuyarkan konsentrasinya “Kim Jaejoong” ucap seorang petugas kepolisian

“benar saya sendiri ada apa ?” tanyanya

“anda ditangkap karena kasus pembunuhan Jend. Jungshik malam tadi, pukul 03.00 dinihari, ini surat penangkapannya”

“pembunuhan ?” ucapnya tak percaya, tanpa mendengar penjelasan dari Jaejoong mereka langsung membawa Jaejoong meninggalkan tempat kerjanya. Ia duduk terdiam didalam jerusi besi. Sial rencana ini benar-benar tak terpikirkan olehnya. Junki memulai semua ini dengan rencana busuknya, bukan tak berarti ia akan melakukan hal yang sama untuk memusnahkan setiap kerikil yang ada. Jaejoong berpikir keras sekarang apa lagi yang bisa ia lakukan. Mereka tak melakukan tahap hukum yang seharusnya. Tak memberikan Jaejoong space untuk dapat bergerak. Sial.

“bagaimana kau menyukainya tikus kecil ?” suara itu, Jaejoong mendongak

“kau pengecut” umpat Jaejoong kasar, ia tertawa meremehkan “diam kau tikus kecil, ku jamin karir mu mulai hari ini hancur” geramnya, Jaejoong menyipit menyinggungkan senyum sinisnya “yah aku memang tikus kecil. Tapi kenapa kau takut dengan seekor tikus kecil ? jika kau berani seharusnya kau mengikuti prosedur hukum yang telah ditentukan negara. Korupsi, lalu pembunuhan perdana mentri, dan satu lagi kasus narkotika yang membawa Jong junki sebagai korban ? ya Tuhan. Aku rasa putramu malu mempunyai ayah sampah sepertimu” Jaejoong terus bergumam, membuat telinganya panas. “kau, heh..” ia terkekeh sinis “silahkan kau mengumpat sesukamu, riwayat mu hanya tinggal beberapa hari lagi” ia pergi meninggalkan Jaejoong yang terdiam.

Beberapa hari berlalu Jaejoong di vonis selama 5 tahun, namun karena banding yang dilakukan KII Jaejoong mendapatkan penangguhan selama 2 tahun. KSA, tak berani ikut campur dalam hal ini, sebagian besar pejabat KSA adalah oknum dalam dari Tatto D. Bahkan pemecatan Jaejoong dilakukan secara tak hormat. KII sebagai pusat Intelenjensi mencoba untuk mengungkap kasus ini. Namun nihil selama Jaejoong di penjara, tak ada yang berani untuk mengungkapkannya.

Di tempat lain

Seorang pria dengan perawakan tinggi, menyunggingkan senyum pahitnya “ini takdir anakku. Sejauh apapun aku memisahkan kalian, bila takdir berkata kalian akan bertemu maka akan bertemu” ia ternyum miris, menatap foto dirinya dan seorang rekannya. Ia menengadah menatap langit sore yang membuatnya tenang “apapun yang terjadi semoga itu yang terbaik” ungkapnya, lalu mengusap cairan bening yang terjatuh di pipinya.

“kita tak bisa menghentikan mereka, semua ini memang sudah rencana nya. Kau tahukan maksudku ?” dua orang wanita menghampirinya yang tengah berdiri dibalkon utama rumah kecil tersebut. Wanita yang satunya membawa 3 cangkir teh dalam nampan. “Hyuni benar, biarkan dia menyelesaikan semua ini. Dan biarlah takdir yang menentukannya Yeobo.”

Ia menganggukkan kepalanya, menatap dua wanita yang selalu dilindunginya dari ancaman orang-orang yang ingin menyakitinya.

Jaejoong berdehem keras, lalu melanjutkan semua penelitiannya dibalik jeruji besi. Mereka mengangguk, memberikan Jaejoong kesempatan untuk menyelesaikan tugas lalu yang diembannya. Menerima Jaejoong dengan tangan terbuka. Tapi satu hal yang  membuat karir nya tersendat. Istrinya. Yah istrinya bahkan tak tahu jenis pekerjaan apa yang sedang di emban suaminya. Tak tahu bahwa akan ada bahaya yang selalu datang dalam kehidupannya

“lalu bagaimana dengan istrimu ?” Jend. Jersey menanyakan pertanyaan yang sulit untuk Jaejoong. Ia berdehem, menetralkan dirinya “itu masalah pribadiku komandan, dan semua itu akan kuurus sendiri” ucapnya tegas, menatap Jend. Jersey. Mereka tersenyumkecil, Jaejoong telah kembali. Semoga ini awal yang baik. Itulah harapan mereka sekarang

Jae Apartemen

“kemana sih dia pergi ?” Hyuna masih membersihkan seluruh ruang tamu dengan perasaan kesal, bagaimana tidak ruangan ini berdebu apalagi ia alergi dengan yang namanya debu. Dan bunyi ‘hachiimm’ pun bergema terus sedari tadi. Setelah dirasa cukup layak, Hyuna membereskan dapur dan kamar mandi. Nihil peralatan dapur bahkan tak ada. Persis seperti apartemen yang baru dibangun. Ia merutuki Jaejoong sedari tadi, ngedumal tak menetu.

Korea’s international intelligence (KII)

Jaejoong dan beberapa rekannya berjalan kearah ruang pemeriksaan, memeriksa data yang telah ia simpan secara diam-diam. Setelah semua selesai, ia kembali kemejanya, merapikan dan menata ulang ruang yang telah ia tinggalkan selama beberapa tahun ini.

“ah sekarang semuanya berubah, semuanya. Dan ini adalah lembaran baru dalam hidupku” ia menaruh bingkai foto yang didalamnya terdapat gambar 5 lelaki yang saling berpelukan.

Dirinya, Junsu, Changmin, Yunho dan Yoochun. Mereka adalah tim terbaik dalam sejarahnya didalam dunia agen rahasia.

Ketukan pintu terdengar nyaring dalam telinganya, ia mengistrupsikan si pengetuk untu masuk kedalam. “Besok Pukul 10.00 KST, ada rapat jangan lupa membawa  berkas tentang kasus Tatto D” Gyuni mengutarakan maksudnya , Jaejoong tersenyum mengangguk.

Gyuni pergi meninggalkan dirinya, dan ia menghela nafas, pertempuran yang sebenarnya akan dimulai. Gumamnya tersenyum.

Ia menatap jam tangannya, lalu bergegas mengambil kunci motornya. “aku pulang dulu” tungkasnya cepat saat Yunho mengajaknya untuk menemani dirinya di cafe depan. Yunho mengangguk mengerti akan kesibukan Jaejoong.

Sesampainya dirumah, ia disuguhi oleh omelan-omelan dari sang istri, masalah dapur, kamar mandi dan lainnya. “dasar wanita” umpatnya lalu membantu Hyuna membereskan perkakas dapur yang baru diborongnya.

“lama sekali kau pulangnya, kau tahu badanku sudah pegal-pegal” Hyuna masih bergumam, sambil membereskan meja makan mereka. setelah semuanya dirasa cukup layak untuk ditinggali, ia bergegas keruang tengah, merebahkan dirinya diatas sofa empuk

“minumlah. “ Jaejoong meletak kan air putih dingin diatas meja kecil antara televisi dan sofa. Hyuna  bergumam mengucapkan terima kasih. Tak lama dirinya terlelap dalam mimpi, dan bersandar pada sandaran sofa. Jaejoong hanya menghela nafas “tak bisakah kau menghargai tubuhmu sendiri nona ?” ia menghela nafas lalu mengangkat Hyuna kekamarnya.

“lumayan juga kamar ini, kerja yang baik” Jaejoong mengambil bed cover untuk menutupi tubuh istrinya, lalu menyetel ac ruang kamarnya. “tidurlah” ia merapikan anak rambut yang menjuntai di dahi Hyuna. Lalu bergeges keluar kamar, dan menggantikan tugas istrinya untuk memberekan rumah mereka.

Selesai membereskan barang-barang, Jaejoong langsung bergegas keruang kerjanya, menyiapkan beberapa dokumen yang menurutnya penting, setelah selesai, ia segera menyiapkan makan malam.

Hyuna Pov

Ah lelah sekali, aku terbangun dari tidur ku, sedikit terkejut dengan suasana kamar yang memang bukan kamarku. Aku mengerdarkan pandanganku, melihat photo dinding yang terpampang jelas photo Jaejoong. Terkadang ia terlihat tampan, tetapi ada saatnya dia terlihat cantik. Aku melangkah kearah dapur mengambil airputih untuk menghilangkan dahagaku. Cukup terkejut dengan hadirnya Jaejoong didapur, memasak makanan dengan telaten, seperti sudah ahli. “kau masak apa ?” ucapku langsung, melihat caranya memotong bawang membuatku kagum. Aku saja tidak bisa sesempurna itu jika memasak

“eum ??? hanya makanan kecil. Bagaimana tidurmu nyeyak ?” tanyanya. Aku mengangguk asal

“yah lumayan” kataku acuh. Aku menari kursi makan ditengah ruangan, dan melihat siluet tubuhnya yang sedang meracik bumbu-bumbu, dan memasukkannya dalam panci. aku termenung, teringat tentang KII, kalau tidak salah dia bekerja di KII bukan ? “eum… kalau boleh aku tahu, kau bekerja sebagai apa di Korea’s international intelligence ?” tanyaku, dia menghentikan aktifitas masaknya, memandangku dengan tatapan, entahlah tak bisa aku deskripsikan

“eum, agen pemerintah . Kenapa ?” tanyanya

“eoh.. tidak aku hanya bertanya. Bukankah dalam peraturan KII pasal 62 setiap anggota KII tidak diperbolehkan menikah, kecuali ia hengkang secara sah ataupun tidak” paparku, dia mengernyit, mungkin heran.

“benar tapi sebaiknya kau membaca kitab undang-undang ketertiban ny. Kim. Dalam Undang-Undang nomor 113 seorang agen di perbolehkan menikah ketika dia sudah menjadi anggota utama dalam pertahan, dan menjalani training pusat selama 3 tahun” ucapnya panjang lebar. Aku mengangguk, ternyata benar KII bukan organisasi biasa. Pantas ayah ingin sekali aku masuk kedalamnya.

“artinya kau sudah menjadi anggota utama dalam pertahanan ? kau dibarisan mana Jae-a ?” tanyaku lagi, jujur aku tertarik untuk mengikuti berita atau informasi tentang KII, tapi nihil dari berbagai sumber yang aku dapat organisasi ini terkesan tertutup sekali. Dan KII pernah berjasa dalam kehidupanku.

“hmm.. aku anggota utama dalam barisan pertahanan pemerintahan pusat.” Ia menaruh masakannya dalam mangkuk dan piring yang telah disediakannya. Lalu menaruhnya dihadapanku “makanlah” aku tersenyum. Lalu mengambil sendok yang telah ditaruhnya berdampingan dengan mangkuk.

“aku pernah mendengar informasi mengenai pertahanan barisan dalam negri, lalu apa bedanya ?” tanyaku sambil menyuapkan makanan kedalam mulut. Ia menghentikan aktivitasnya lagi. Menaruh sendok makannya di tempat semula.

“aku jelaskan, dalam KII terbagi beberapa posisi, seperti pertahanan, kemiliteran, search n info, dan beberapa lagi. Dalam pertahanan itu terbagi 3 tingakatan, tingkat pertama Pertahanan Dalam negri untuk agen pemula yang baru di gembleng, biasanya mereka hanya mejalankan tugas untuk mengawasi mentri saja. Tingkat kedua Pertahanan barisan Negara merekalah yang mengatur pertahanan negara bersama anggota militer yang lain, tingkatan ini harus bisa menguasai ilmu beladiri dan ilmu hukum. Dan tingkatan tertinggi pertahanan pusat, tidak semua bagian dari tingakatan satu dan dua bisa memasuki tingkatan tiga. Yah karena mereka harus bisa memecahkan beberapa kasus, jika pertahanan pusat biasanya mereka lebih cenderung bekerja di kantor pusat FBI” aku mencerna semuanya, dan setelah semua terekam jelas di otakku, aku berpikir bahwa hidupnya tak sebanding dengan apa yang didapatnya sekarang.

“tapi kenapa kau hanya mendapatkan fasilitas seperti ini ? biasanya setiap angen KII mendapatkan fasilitas yah bisa dibilang seperti anggota pemerintah layaknya mentri mungkin” ungkapku

Ia menghela nafas “kau tahu, terkadang semua yang ada dalam teori tak pernah sama dengan kenyataan yang terjadi. Habiskan makananmu, keburu dingin” aku mengangguk. Kami makan dalam diam, selesai makan aku membereskan piring dan perkakas dapur yang digunakannya.

“kau mengetahui banyak tentang KII dari siapa ?” aku menatapnya yang tengah bersandar di sisi lemari pendingin, dengan tangan dimasukan kedalam saku celanya. Aku membasuh tanganku dan mengelapnya.

“dari pamanku” tak sepenuhnya aku berbohong, pamanku Kwon Byunghe adalah anggota pertahanan kemiliteran pusat yang bertugas menjaga ayah, hingga ajalnya tiba.

“pamanmu ? siapa ? kami bahkan tak diberi izin membuka mulut untuk memberikan informasi kepada pihak luar kecuali istri”

“eum.. kau tak perlu tahu. Sekarang ia sudah tiada. Jadi lebih baik kita tak usah membicarakannya” ungkapku, ia mengangguk asal

“baiklah. Eoh aku lupa, ini” ia menghampiriku dan memberikan kotak kecil yang bisa ditembak isinya apa. Aku mendongak menatapnya, “apa ini bukankah tadi pagi kau sudah memberikannya ?” ucapku

“pakailah, itu cincin  dari ibuku. Dan maaf aku belum sempat memberikan cincin yang bagus untukmu”

“tak apa. Santai saja. Lagi pula selama cincin ini masih muat di jariku aku akan terus memakainya. Kenapa mempersoalkan bagus atau tidak ? selama kita nyaman” ungkapku sambil memandangkan lilitan kecil berwarna keemasan yang mengkilau. Bukan harga dan nilai keindahan yang sekarang aku harapkan, hanya keikhlasan dan ketulusannya yang bisa aku rasakan. mungkin ini saat nya untukku membuka diri padanya, meninggalkan semua masa kelamku, membiarkannya termakan oleh waktu.

“arrayo, kau bekerja atau masih kuliah ?” tanyanya, aku menatapnya yang masih berdiri didahapanku

“aku bekerja sebagai editor di surat kabar nasional.”

“eoh, aku harap kau tak membocorkan masalah kau menikah dengan siapa nona. Aku takut karir dan hidupmu terganggu” ucapnya. Aku mengangguk.

“aku mengerti”

Jaejoong Pov

Sebulan sudah aku menjalani hariku sebagai seorang kepala keluarga, dan menjalani hari tanpa status nara pidana. Aku menyesap kopiku, pagi ini kami dikejutkan dengan berita penyelundupan narkotika di bagian utara pelabuhan mokpo. aku melihat jenis narkotika yang dikirim dari daratan eropa, jenis heroin dan apa ini ? jenis narkotika terbaru ? aku mengernyit membaca dokumen yang baru aku print out.

Benar, ini adalah narkotika hasil iseminasi. Sial. Aku terkecoh lagi. “Gyuni, panggil bangian Info untuk mengecek jenis narkotika yang kita temukan” ucapku.

“ne, baiklah”

Setelah berbincang cukup lama, akhirnya kami dapat menarik kesimpulan bahwa obat ini jenis stimulan yang digunakan dalam mimuna keras. Tapi jika dikosumsi secara rutin akan merusak jaringan sel otak secara perlah, selain itu merusak beberapa indera.

Ponselku berdering.

“ya ?”

“….”

“aku mengerti, siapkan beberapa anggota untuk menyerbu tempat itu. Jangan lupa beritahukan kepolisian setempat”

“…”

Selesai satu urusan, aku segera masuk kedalam ruangan Yunho. Kulihat ia sedang  memeriksa berkas masuk hari ini. Aku duduk di sofa tamu, dan menatapnya tak percaya, sifat lamanya masih tetap bersemayam disana

“ada apa ?” tanyaku saat mukanya berubah total, lebih serius dan terlihat tegang.

“kita kecolongan”

“apa maksudmu ?” tanyaku panik, aku menghampirinya yang teridiam menatap dokumen bermap biru nanar. Aku membacanya, dan sial.

“kenapa bisa terkecoh ?”aku bergumam tak percaya.

“inilah Tatto D. Licik” ia mengusap mukanya, lalu menghela nafas panjang

“sial, lelaki itu” aku meremas pelas dokumen yang ku pegang, tak lama ponselku berdering merdu, kulihat id panggilan nomor tak diketahui

“bagaimana ? apa kejutanku mengesankan ?”

“sialan kau” kataku lepas

“hahaha… itu baru permulaan, anggap saja pemanasan atas kembali nya dirimu dimedan perang”

“heh.. baiklah aku terima”

Continue…

Hahahaha.. akhirnya bisa juga aku publish ni FF Chap perdana…

Hasilnya mengecewakan ya ??

Maaf deh, soalnya juga chap pertama.. blum ada bumbu asmara antara jeje sama bininya.. hehegs

Baru konflik masalalu aja 🙂

Kritik dan saran di tunggu.. bwat yang nungguin ABM maaf yah 🙂

Belum diketik sama sekali.. kkkk XD

Satu lagi, gha pernah bosan untuk minta doa dri para reader, soalnya Lusa aku uda UN.. 🙂

Itu aja keknya… pay pay

Iklan

30 thoughts on “Broken Married [01]

  1. qoyah cassie berkata:

    Annyeong^^
    wew,,ffx jeje nie,,hha…
    emm,jd mtifx jeje nikahin hyuna itu cuma krna kasihan kan??
    emm,yg namax gyuni itu baik g sich ama jeje??
    trus ayahx hyuna itu sbnrx sp??
    ckck,aq byk nanya ya??hha..
    yg pnting mah smg langgeng buat jeje,,hha,,oya bumbu asmarax blm ada,,smg chap slnjtx udh ada,,hha,,,,

    oya eonn snin bsok udh UN?serius UN eonn??kok cpt bgt??trus jg kok g da brtax ya ditv??tp aq bklan doain smg eonnie dpt nilai yg bgus..hhe,tp eonnie jg doain aq,,bsok aq udh uts nie eonn,,hadeh pusing,,doain ya eonn smg bgus nilaix…..hehe,,

    • Ny. Kims berkata:

      annyeooongg jelekk.. wkwkwk*peace V
      yapp.. thu motifnya ^ ^
      hahaha…
      amin semoga jeje dan hyuna menjadi keluarga yang sakina mwadah dan warohmah*?* hahahaha XD

      iyaa,, UN Kejuruan sayang, makana cepet, klo UN untuk seluruh pelajar SMA/SMK tanggal 16 April ntar 🙂
      doain yah ^ ^
      semangat y yaya semoga UTS na lancar juga sama kek aku 🙂 hehegs

  2. Putri berkata:

    Yaaaaa…Daeeeeebbbbaaaakkkk Chingu…
    (ʃƪO̷̴̷̴̐ﻬO̷̴̷̴̐)(O̷̴̷̴̐ﻬO̷̴̷̴̐ʃƪ)
    (ʃƪO̷̴̷̴̐ﻬO̷̴̷̴̐)(O̷̴̷̴̐ﻬO̷̴̷̴̐ʃƪ)
    (ʃƪO̷̴̷̴̐ﻬO̷̴̷̴̐)(O̷̴̷̴̐ﻬO̷̴̷̴̐ʃƪ)
    Ide ceritany keren bget,mungkin ntar ad action ya?__?,
    Trus,, hbat bget mpe detil nyeritain kerjaan Lovely Jeje….^__^
    Ditunggu part selanjutnya, moga byak romantisme Jae-Hyunanya….
    Oh, chingu mw UN..Aku doain mga sukses and lulus ya..Amin^__^
    Tetap semangat Chingu belajar and lanjuuuuutt ngetik FF nh…..
    Fighting…ヽ(´▽`) ノ
    Fighting…ヽ(´▽`) ノ
    Fighting..ヽ(´▽`) ノ

    • Ny. Kims berkata:

      makasihh 🙂
      siip2 di tunggu aja ya chap selanjutnya ^ ^

      Amiinn semoga bisa lulus dengan nilai yang memuaskan 🙂
      makasih udah mampir dan baca ^ ^

  3. mundongkyu2326 berkata:

    Annyeong, aku reader baru disini salam kenal melinda imnida
    Aku suka FF ini bukan cuma karena ada bang JJ tapi jalan ceritanya keren, aku suka bgt
    Lanjutannya asap chingu

  4. Vv berkata:

    anyeong chingu ..
    aq new reader ..
    ff.a keren cerita.a jga ..
    bkin penasaran ..
    lanjut ya chingu ..jngan lama2 ..

  5. nyit2bininyatabi berkata:

    GYAAAA….menantuuu q baca lhooo seruuu ^^
    berarti itu jaejoong msh remisi ya bukan keluar gt???
    tp q masih penasrn alasnnya dia nikahn hyuna???
    yah biarpun dadakn ketemunya pasti ada alasn khusus kan n rasanya hyuna bkln nyangkut2 (?) dah sama soal agen2 itu…
    Q suka..
    lanjut yah ^^

  6. purple281000 berkata:

    Terpesona banget sama ff ini chingu. Next chapter n ABM ditunggu
    Sukses juga ya buat UNnya (ง’̀⌣’́)ง

    • Ny. Kims berkata:

      wkwkwk.. jadi maluu*peluk junsu*plak

      ne gumawoo 🙂
      semoga next chap na gha mengecewakan readers aja :D*plak

      siip^ ^ ABM na lagi dalam proses.. hehe ^ ^

  7. lala chan (@heldaftigh_chan) berkata:

    Annyeong reader baru in here 😀
    salam kenal

    pertamanya kereen kereen, sampai sedetilnya menjabarkan ttg KKI yg ada di korea, meskipun saia kagak ngerti ttg dunia ke agensi rahasiaan tapi tetep seru bacanye
    masih part pertama jadi ceritanya belom terindra olehku #jiaah bahasanyeee 😀

    lanjuuuuuuuut dulu chingu ^^

  8. lestrina berkata:

    Ceritanya seru nieh… Jaejoong jd penegak hukum. Jae menikah dgn seorang wanita yg baru dikenal dan yang telah ditolongnya. Bakalan seru nieh hehehe..sptnya udh sampe part 7 ya. Baca dlu dech

  9. oi20 berkata:

    annyeong,
    searching ff jaejoong dan nemu nih ff.
    suka ma covernya, keren.
    dan ff nya bercerita ttg agen federal gitu ya?
    wkwkwkw
    aku jg gi suka banget ttg agen2 gitu.
    dan makasih buat author yg udh bikin cerita ini.
    aq baca dlu ya.
    🙂

Your Comment become spirit for me ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s