FF Always be Mine ‘Step 06’

Author : Angraeni Kim a.k.a vi2junshu_kim

Cast : Park Yoochun, Kwon Hyera

Genre : Romance, Comedy, friendship, AU [Alternate Universe]

Length : Chaptered

Thanks to : KoreanWorld poster nya keyen ^ ^

Ps : Typoo masih bertebaran ^ ^

Happy Readiing olll 🙂

Auhtor Pov

Author Pov

Hyera duduk ditepi ranjangnya. Banyak sekali pertanyaan yang berkecamuk dikepalanya. Entahlah, sepertinya Yoochun menghindar saat ia bertanya lebih detail tentang keluarganya. Itu pikiran Hyera. Atau mungkin benar saat ini mereka harus bisa beradaptasi dan saling memahami. Apalagi umur perkenalan mereka hanya seminggu.

Yoochun sendiri tengah gusar di ruangan kerjanya. Merasa bersalah akan tindakannya dengan Hyera. Ia menyambar gitar putih di sudut kursi memetik senar gitar, mengalunkan lagu kesukannya. Namun lagi-lagi pikirannya tak terfokus pada lirik lagu, tetapi terfokus pada sosok wanita yang baru saja keluar dari ruangannya. Jujur ia gelisah, tak biasanya ia seperti ini. Ia memutuskan untuk meletakkan gitarnya ditempat semula. Lalu keluar menuju kamarnya, sebelum kekamar ia menyantap makanan kecil nya di meja makan, dan mematikan lapto putihnya.

Tanpa mengetuk pintu dahulu, Yoochun membuka pintu kamarnya, ia mendapati Hyera duduk disofa merah panjang, membaca buku dan menyematkan headset di telinganya. Mungkin mendengarkan Mp3 pikir Yoochun.

Yoochun duduk di sofa, tepat disebelah Hyera yang masih fokus membaca. Tangan kanan nya disandarkan pada sisi sofa yang memang memiliki sandaran. Yoochun menarik headset sebelah kanan kupinh Hyera. Hyera menoleh, menaikkan alisnya. “akan lebih baik begini” ucap Yoochun lalu menggenggam tangan Hyera.Hyera acuh dan masih membaca buku. “kau marah ?” tanya Yoochun pada Hyera. Hyera menutup buku bacaannya dan menoleh pada Yoochun. “menurutmu ?”

“ya” Yoochun mengangguk. Hyera menghela nafas panjang

“memang. Kau tahu kenapa aku marah ?” ucap Hyera lagi. Yoochun mengangguk tersenyum “masalah keluargaku kan ?” tanya yoochun. Hyera menggeleng cepat, Yoochun mengangkat alis bingung “lalu?” Hyera menunjuk luka di tangan Yoochun dan melirik tulang rusuk Yoochun

“eoh Daegu ?” tanya Yoochun. Hyera mengangguk

“arrayo. Aku mengerti sekarang. Aku ke Daegu karena di kantor cabang ada masalah dengan pembukuannya, saham di cabang langsung anjlok” ucap Yoochun

“aku tidak mengerti pembukuan. Yang aku tak habis pikir, kenapa harus kau yang kesana. Kau tahu tidak kata orang dulu, jika mau menikah harus berdiam diri dirumah. Tidak boleh keluyuran kemana-mana” tutur Hyera senewen.

“termasuk ke dalam rangka kerja ?” Yoochun bertanya

“ia. Apapun alasannya. Tetap tidak boleh”

“yah kan semua sudah terlanjur”

“tapi setidak nya kau mengerti Tuan Muda Yoochun” kesal Hyera

“ne arraseo. Akukan bukan orang dulu” canda Yoochun, yang langsung mendapatkan cubitan gratis dari sang istri

“baiklah, lain kali aku meminta saranmu, Nona Muda” kekeh Yoochun. Hening. Mereka terdiam sesaat, sibuk mendengarkan lantunan lagu yang mengalun di iphone Hyera.

“hmm… kenapa tidak bilang ?” Hyera membuka percakapan lagi

“apanya ?”

“statusmu ?”

“statusku yang mana ? aku masih singel”

“bukan itu” Hyera menghadap Yoochun dan menggeleng dengan cepat

“lalu ? jangan membuat sesuatu jadi ambigu”

“eum… status sosialmu” ucapnya lirih tak enak hati. Yoochun tersenyum

“kenapa memangnya ?”

“ani, aku kaget saat mendengar kau pewaris Park Interior. Kau, orang tuaku, dan abonim sama sekali tak pernah bercerita masalah itu” Hyera menunduk

arrayo. Aku kira kau sudah tahu. Jadi aku tak membahas itu”

“eoh. Yang aku takut kan, aku harus menjadi orang lain dihadapan yang lain” ucap Hyera

“maksudmu ?”

“yah, aku tak mau jadi wanita bermuka dua. Didepan teman-temanmu aku bersikap seolah aku menjadi ratu atau bangsawan seperti ditelevisi. Aku tidak mau, berpura-pura tak seperti itu. Berpura-pura tak mengenal teman-temanku, sahabatku, keluargaku” Yoochun tersenyum

“memang nya siapa yang menyuruhmu melakukan itu ?  jangan terlalu menyamakan kehidupan televisi dengan kenyataan. Itu berbeda, situasi dan kondisi” ucapnya bijak, Hyera menunduk mengangguk

“baguslah, kalau kau tak menuntut diriku untuk jadi Hyera yang aneh. Yang harus up to date dalam hal fashion dan sejenisnya. Itu kan hal aneh yang selalu menjadi trandsenter di antara istri pengusaha. Menggelikan”

“yah menggelikan, lebih baik kau meloti buku bacaan mu. Jangan sampai terkontaminasi dengan hal-hal seperti itu. Jika kau sudah terkontaminasi bisa bangkrut aku” kekeh Yoochun

“yak! pelit sekali. Cabang perusahaanmu banyak, jika aku hanya membeli pakaian branded sekalian perusahaan kau juga tidak akan rugi” omel Hyera sesukanya

arrayo, cerewet sekali hari ini. Tadi makan apa ?” canda Yoochun mencairkan suasana malam ini pada Hyera. Hyera mendengus, menatap tajam Yoochun yang duduk disampingnya

“tidak makan. Kau menyebalkan.” Hyera merajuk duduk memunggungi Yoochun. Yoochun hanya terkekeh.

“jangan berharap aku akan memelukmu dari belakang seperti di film-film. Kau tahu sendirikan tanganku masih di perban dan tak boleh banyak bergerak ?”

“yak! kau ini. Aish.” Hyera menatap Yoochun garang lalu membuka buku bacaan yang sempat diabaikannya. Membacanya dengan seksama tanpa memperdulikan Yoochun yang bergumam mengikuti lantunan lagu di Iphonenya.

Mereka terduduk diranjang. Bingung mau bersikap bagaimana. Keduanya merebahkan diri bersamaan. “tidurlah, besok kau harus menemaniku menghadiri konferensi pers dengan media”

Hyera memiringkan tubuhnya menghadap pria yang berstatus sebagai suaminya “eoh ? kenapa tidak bilang ?”

“untuk apa ?” tanya Yoochun memiringkan kepalannya, Hyera tidur disisi sebelah kiri Yoochun

“memepersiapkan diri”

“tidak perlu, cukup jadi dirimu sendiri.”

“tapi bagaimana pun, aku tidak terbiasa dengan sorotan kamera”

Yoochun terkekeh lagi “kau kan tidak kusuruh Shooting” Hyera melot jengah “arrayo, aku tidak mau memaksa, jika sekarang kau memang belum mau aku perkenalkan sebagai Nyonya. Muda Park tak masalah. Kita bisa menunggu hingga kau lulus kuliah. Tapi jika memang kau sudah siap besok, aku juga akan senang – senang saja”

“baiklah, jadi aku boleh memilih.” Yoochun mengangguk “aku pilih opsi pertama”

“kenapa ?”

“hehe. Aku belum siap terkenal. Lagi pula jika ada rival atau mantan pacarmu yang mengenalku bisa bahaya juga nyawaku” ceritanya

“kau terlalu banyak menonton drama. Sebagian memang ada yang seperti itu, tapi lebih banyak mereka menerima kenyataan, dari pada menebar permusuhan. Sudah malam  Kau tidur lah” Yoochun mengelus lembut rambut hitam istrinya. Hyera mengangguk lalu memejamkan mata. Membenarkan posisi dirinya tidur terlentang.

5 menit kemudian, matanya tak bisa terpejam. Entah kenapa pemikiran-pemikiran konyol berseliweran di kepalanya. Jantungnya berdegub kencang. Ia lalu memiringkan lagi tubuhnya “Yoochun-a, kau sudah tidur ?” tanyanya hati-hati. “hmm.. kenapa ?” Yoochun membuka matanya kembali. Sebenarnya ia sudah hampir tepulas. Namun panggilan istrinya membangunkannya. “ada apa ?” Yoochun memiringkan kepalanya lagi

“eum…aku tak bisa tidur. Aku terbiasa tidur di kasurku, jadinya begini” ucapnya lirih

“kemarilah, Yoochun menggenggam tangan Hyera, dan menariknya mendekat, memeluk tubuh sang istri dengan tangan kirinya. Walaupun masih terasa ngilu di rusuk karena pergerakan tangannya, ia tetap menahannya “tak apa ?” tanya Hyera cemas. Yoochun menggeleng lalu mengelus lengan nya. “tidurlah, mungkin akan lebih baik jika begini” Hyera hanya mengangguk. Yoochun lalu mengelus pelan punggung istrinya, hingga keduanya terlelap.

Pagi sekali, Hyera menyibukkan diri didapur membantu Lee Ajjuma yang sedang memasak. Sebenarnya ia ingin memasak nasi goreng seafood yang sudah menjadi keahliannya, tapi Lee Ajjuma mencegah, ia berkata jika Yoochun tak menyukai makanan dari laut. Hyera memotong sayur sesuai keinginan Lee Ajjuma, setelah itu menyiapkan peralatan makan di meja makan. Persis seperti nyonya dulu. Pikir Lee Ajjuma. Hyera dengan senang hati membatu Lee Ajjuma memanggang roti tawar, dan menyiapkan beberapa makanan kecil.

Selesai dengan tugas dapurnya ia kembali kekamar, menyiapkan pakaian resmi suaminya. Hyera mengetuk pintu, nihil tak ada jawaban. Mungkin di kamar mandi. Pikir Hyera. Ia langsung masuk kedalam, dan mengambil stelan jas di dalam lemari pakaian. Menaruhnya di ranjang. Lalu membereskan peralatan riasnya di meja rias. Karena tadi malam tak sempat membereskannya. Pintu kamar mandi terbuka, muncullah sosok Yoochun yang hanya terbalut handuk mandi sebatas pinggang hingga lutut. Dadanya terbuka, menunjukkan bekas luka yang masih setengah mengering. Dan luka lengan yang cukup mengerikan jika dilihat sendiri. Beruntung Hyera adalah calon dokter walaupun bukan dokter bedah. Paling tidak ia tidak merasa jijik jika melihat hal yang seperti itu. “kau tidak membasuh semua lukamu kan ?” tanya Hyera, Yoochun menggeleng mengambil kotak obat bupet kecil sudut ruangan “tidak, tenang saja. Lagi pula aku juga sudah membeli krim untuk penahan sakit” Yoochun menaruh kotak obat di ranjang lalu duduk disana. Lalu mengabil obat merah untuk diteteskan dilukanya. Hyera yang melihatnya langsung mengambil alih, membantunya mengobati dan membalut luka dilengan Yoochun. “apa kau sering nyeri saat menghirup nafas ?” tanya Hyera

“hem.. terkadang. Kata dokter akibat tulang rusuk yang retak”

Hyera mengangguk “kau tunggu disini, aku ambilkan es batu, jangan pakai baju dulu arra ?” Yoochun mengangguk

Hyera datang dengan membawa esbatu di dalam baskom kecil dan handuk putih kecil yang diambilnya dari lemari, lalu  es batu tersebut dibalutkannya dengan handuk putih. “Berbaliklah” pinta Hyera. Yoochun memunggungi Hyera. Lalu menempelkan es batu dipunggung Yoochun. Kaget. “untuk apa ?” tanyanya heran

“agar tak terjadi memar atau mungkin lebih parah, jangan memakai perban lagi, itu menyulitkanmu untuk bernafas dan bergerak sehingga saat mengambil nafas, dadamu terasa nyeri” papar Hyera panjang. Yoochun mengangguk “coba kau ambil nafas teratur” Yoochun mencoba saran Hyera, setelah melalukan terapi dengan sang istri yang cukup memakan waktu lama, Yoochun akhirnya memakai kembali kemejanya.

“kau punya tato ?” tanya Hyera kaget saat mendapati Yoochun yang mengancingkan kemeja putihnya. Yoochun tersenyum mengangguk. “sudah lama. Kenapa ?”

“ani kaget saja. Aku kira kau tak menyukai hal-hal seeperti ini” Hyera berbalik membawa peralatan teraphi nya dari kamar “eoh, kali ini makan lah dengan abonim, jika tidak aku akan marah padamu” ancam Hyera. Yoochun hanya mengangguk asal.

Mereka makan dalam diam, tak ada satupun yang memulai pembicaraan ini, baik Yoochun atau Tuan Park. Hyera yang melihat keanehan disini, hanya diam. Jujur ia sangat tak menyukai kondisi makan dalam diam, terbiasa dengan suara banyolan dari sang adik. “kenapa makannya sedikit ?” Yoochun akhirnya berbicara

ani. Ini sudah cukup” Kilahnya.

“eum, jam berapa si Kembar bertanding ?” tanya Yoochun

“sekitar jam 4 nanti. Kau yakin akan menonton mereka ?” tanya Hyera meyakinkan

“hmm” angguknya. Tuan Park hanya diam menyaksikan sepasang suami istri dihadapannya, ada terbersit rasa iri, namun hanya di tanggap dengan senyuman olehnya. Ia segera menghabiskan sarapannya dan segera kekantor.

“ayah kekantor dulu, jangan lupa istirahat yang cukup. Hyera anggap saja ini rumah mu sendiri ya nak. Jangan sungkan”

ne abonim” Hyera menganguk lagi. Lalu memakan sarapannya. “kenapa tak kau undur jadwal Konferensi pers nya ?”

“eoh, aku sudah janji dengan media, tak mungkin kan aku batalkan.”

“eoh, arrayo. Apa ambisi seorang pengusaha sepertimu semua ? rela mengorbankan kesehatan dan keluarga demi memajukan nama perusahaannya” hela Hyera. Ia lalu memakan potongan terakhir rotinya

“mungkin” Yoochun menjawab seadanya

“yah, mungkin. Tapi kalian tak pernah berpikir bahwa orang rumah juga membutuhkan perhatian dari kalian. Benarkan ?” sergap Hyera cepat.

Yoochun hampir tersedak mendengar ucapan istrinya, apa ini bermaksud agar ia meluangkan waktunya untuk Hyera. Yoochun menatap punggung istrinya yang masuk kekamar atas.

Selesai sarapan Yoochun menemui Lee Ajjuma yang merapikan tanaman ibunya di rumah kaca “wangi” komentarnya. Lee Ajjuma tersenyum melihat Yoochun.

“bagaimana malam pertama nya sukses ?” ledek Lee Ajjuma. Muka Yoochun bersemu merah “ania, belum waktunya. Kami masih harus saling mengenal.”

arraseo, kenapa Tuan muda kemari ? ada sesuatu ?” ucap Lee Ajjuma curiga

“hehe.. aku hanya ingin bertanya. Apa semua wanita itu selalu ingin diperhatikan ?” pertanyaan bodoh Yoochun. Rutuknya, tentu saja jawabannya ia,

Lee ajjuma tersenyum melihat tingkah Tuan Mudanya yang salah tingkah “Tuan Muda tahu sendiri apa jawabannya. Kenapa bertanya hal yang Tuan Muda bisa jawab sendiri ?” Skak Mat.

molla

arrayo, kalau Lee Ajjuma boleh berpendapat, semua wanita memang menginginkan perhatian. Ada yang menuntut secara langsung, dan ada juga yang tidak mau secara langsung meminta pasangannya memerhatikan dirinya. Kalau seperti Nona Muda. Sepertinya ia tipikal wanita opsi kedua. Dia lebih suka jika Tuan memerhatikan hal-hal kecil dari dirinya. Dan dia lebih ingin Tuan Muda yang mencari tahu apa yang dia inginkan, apa hobinya, apa yang selalu dilakukannya saat senggang. Bukan bertanya secara langsung” Jelas Lee Ajjuma

“merepotkan sekali” gumam Yoochun lalu memetik bunga anggrek putih ibunya.

“yah awalnya. Tapi percaya atau tidak, jika Tuan Muda melakukannya dengan tulus tanpa paksaan semuanya terasa menyenangkan.”

“aku tidak yakin. Kami berbeda Ajjuma. Aku dan dia. Dan sekarang aku merasakannya.”

“itu wajar. Tidak mungkin kan kita selalu memiliki sifat yang sama. Bagaimana jika Tuan tidak bisa memasak, dan nona juga tidak bisa. Mau makan apa kalian nantinya ?”

Yoochun terkekeh, “akukan bisa meminta Jae Hyung memasakkan untukku” sambarnya asal. Lee Ajjuma menjitak pelan Tuan Mudanya “kau ini keterlaluan. Begini Ajjuma ambil contoh simpelnya. Kau seorang lelaki yang maniak dengan pekerjaan, yang hobi kesana kemari menghabiskan waktu luangmu untuk pekerjaan. Dan nona Muda, sepertinya lebih suka menghabiskan waktunya dirumah, sekedar berkumpul dengan keluarga. Dan coba Tuan Muda bayangkan seandainya jika dia seorang workaholic seperti Tuan Muda, apa jadinya rumah tangga kalian ? Ajjuma saja tidak bisa membayangkan”

“eoh aku juga mengerti tentang itu, hanya saja, ini terlalu sulit. Ajjuma tahu sendiri bagaimana diriku. Sering lupa waktu, dan aku takutnya ia akan bosan melihat sikapku yang sama sekali tidak romantis, atau perhatian seperti lelaki lain” Ajjuma terkekeh.

“dengar, bukan sulit. Hanya tidak terbiasa. Seseorang bisa melakukan sesuatu karena terbiasa, dan sulit karena tidak terbiasa. Kalian berdua hanya tinggal beradaptasi saja”

arrayo akan aku coba. Aku harus pergi ke tempat konferensi pers. Sudah waktunya. Gumawo Ajjuma”

“hmm.. hati-hati dijalan. Ingat kau sudah punya istri, jangan menggandeng yang lain” kekeh Ajjuma.

arrayo

Didalam mobil Hyera dan Yoochun terdiam. Didepan Pak Kim sedang menyetir, mengantarkan keduanya kelokasi Konferensi pers. Sebenarnya yoochun ingin membawa mobil sendiri, namun lagi-lagi Hyera memarahinya. Lengannya saja belum sembuh bagaimana mau menyetir. Ucapan Hyera mesih tengiang di otaknya. Wanita selalu cerewet ya.

“kau marah ?” Yoochun membuka pembicaraan diantara mereka

ani” jawab Hyera singkat.

“lalu kenapa mukamu ditekuk ? jika ada hal yang kau tak suka katakan saja. Aku akan memperbaiki nya”

“benarkah ?” Hyera menatap Yoochun. Yoochun mengangguk “aku tak yakin. Semua lelaki kan sama. Pertama mereka mengatakan janji-janji palsu, lalu lama-lama janji itu dimakan waktu yang berlalu” sindir Hyera

“kau pasti menonton drama-drama yang ada di televisi” tebak Yoochun

“ya!” Hyera tak terima “benarkan dugaanku. Hey berulang kali aku katakan, televisi dan kenyataan tak sama.

“kebanyakan kan begitu”

“tapi aku bagian dari sedikit lelaki yang menepati janji”.

arraseo. Kau alergi Seafood sejak kapan ?” tanya Hyera lagi. Yoochun mengernyit

“Kau tahu kalau aku tidak menyukai yang namanya seafood.?” Tanyanya, Hyera mengagguk “dari Lee Ajjuma, tadi pagi aku mau memasakkanmu nasi goreng Seafood, tapi karena Lee Ajjuma mengatakan kau  tidak makanan laut jadi aku urungkan”

Yoochun mengangguk paham “Lee Ajjuma tidak mengatakan kenapa aku tidak menyukainya ?”

“tidak, katanya aku disuruh mencari tahu sendiri. Jadi apa kau mau menceritakannya ?”

“hem, tentu. Umur tujuh tahun aku sudah alergi makanan laut, apalagi Seafood. Eum, penyebab pastinya aku juga tak tahu. Kau apa kau punya alergi semacam diriku ?” tanya Yoochun

“hehe. Aku trauma dengan sayur, jadi aku makan hanya dengan roti atau sejenis makanan laut”

“trauma sayur ?” Yoochun kaget “kenapa bisa ?”

“ish semua gara-gara badut sialan. Setiap si kembar ulang tahun, bumonim selalu mengundang badut. Dan kebetulan badut nya memakai baju brokoli. Aku jadi geli. Lalu saat ibu memasak brokoli, aku terbayang muka badut yang sungguh mengerikan.” Yoochun terkekeh.

“padahal kau dokter. Kenapa sampai sebegitu bencinya pada sayuran” Yoochun bertanya tak percaya

“aku juga manusia biasa Tuan. Aku juga bisa membenci sesuatu” jawabnya

“heheh arrayo. Bagaimana jika kita cerita tentang masa kanak-kanak, aku rasa menyenangkan” tantang Yoochun, Hyera mengangguk semangat. Mereka lalu asyik bercerita tentang masa kanak-kanak.

Tentang Hyera yang selalu jadi sasaran kejahilan kedua adiknya, atau hobi berkelahi dengan lelaki saat TK.

Yoochun juga menceritakan bagaimana kenakalannya semenjak Sekolah Menengah, lalu mengikuti jejak Playboy adiknya, yang berujung oleh omelan dari ibunya.

“kenapa bisa ketahuan oleh eomonin ?” tanya Hyera yang tak bisa menahan tawanya saat Yoochun menceritakan dirinya tertangkap basah mengencani 5 wanita dalam 4 minggu oleh ibunya

“waktu itu aku sedang di mall, dan bertemu dengan ibu. Lalu aku mengenalkan Jin Ah sebagai pacarku. 2 minggu lagi, ibu melihatku sedang bergandengan tangan dengan Yuna. Dan ternyata ia mengintrogasi Yoohwan. Kau tahu saat pulang aku langsung di pukuli olehnya”

Hyera makin terkikik geli, muka mereka berbinar menceritakan masa-masa indah dulu. Yoochun menjadi lebih terbuka. Dan 2 pasang mata tanpa mereka sadari menikmati adegan tawa kedua majikannya.

Konferensi pers digelar dengan aman, Yoochun menepati janjinya untuk tidak mengenalkan Hyera pada publik. Dan ia menyimpan rapat idenditas istrinya. Hyera duduk diam di mobil dan memainkan Ipad suaminya yang sengaja ditinggal.

“menunggu lama ?” Yoochun duduk disebelah Hyera, lalu memasang selt beltnya.

ani, boleh aku bertanya lagi ?” tanya Hyera. Yoochun mengangguk, mobil berjalan menuju stadion dimana pertandingan Interhigh di gelar.

“eum, kau menyukai tatto sejak kapan ?” tanyanya ragu

“eoh, kalau ini, sudah lama. Sekitar lulus SMA, aku langsung membuatnya.”

“aku kira kau tak menyukai tatto”

“eoh, awalnya, tapi karena terus dicekoki oleh Jae Hyung dan Yoohwan aku jadi tertarik. Awalnya aku ingin membuat sayap elang. Tapi aku takut di marahi ibu. Makanya hanya membuat tulisan ini”

“eoh. Kau takut juga dengan eomonim ?” ucap Hyera tak percaya

“ne. ibu kalau marah menyeramkan. Apalagi dia suka merajuk, jika kami tak mendengarkan ucapannya siap-siap di omeli ayah” Hyera terkikik, tak menyangka pria yang sering di katakan sombong ternyata memiliki sifat seperti anak-anak dan hangat.

“eoh, Yoohwan ? aku tak tahu tentang dia”

“Yoohwan,dia adik lelakiku, kami berbeda beberapa tahun. Kemana aku pergi dia selalu membuntutiku. Dan kebiasaan itu terbawa sampai kami SMA. Banyak yang mengatakan Yoohwan jauh lebih baik dariku, apalagi sifat cassanova nya.” Yoochun terkekeh kecil mengingat masalalu dirinya dan Yoohwan, mereka Double Y  yang bandel, dan terkenal playboy, namun siapa yang menyangka Yoochun berubah dari yang dulu. Hanya tinggal Yoohwan yang tersenyum dalam kepahitan. Dia lebih sering melampiaskan sakit hatinya dengan mengencani wanita yang dimau.

“kau tahu, kau hyung  yang hebat” Yoochun menoleh kearah istrinya “Jeong bilang, jika dia boleh memilih dia ingin kau yang menjadi saudarinya. Dari pada aku. Menyebalkan”

“hey, kau tetap Noona yang baik untuk mereka” mereka tersenyum

“kemarin saat kau kecelakaan, apa Yoohwan tahu ?” tanya Hyera penasaran.

“entahlah, mungkin tahu. Aku sengaja tak mengabarinya. Takut kalau dia kabur lagi. Dia itu suka sekali kabur-kaburan saat kuliah. Katanya bosan”

“ck… memang kuliah itu membosankan. Mendengarkan dosen bercuap-cuap” setuju Hyera

“aish kau ini. Sudah sampai ayo”

Mereka turun dari mobil, Pak Kim langsung mencari tempat pakir untuk mobil Tuan Mudanya. Yoochun dan Hyera berdiri disalah satu loket,ternyata antriannya penuh. Wajar saja Kapten Seoul FC ternyata menjadi bintang tamu diacara akbar yang digelar 2 tahun terakhir. Acara yang di ikuti setiap Sekolah menengah di Korea. Apalagi jika mereka menjadi Juara tahun ini, mereka akan  Mendapatkan liburan gratis ke Jeju dan seluruh akomodasi ditanggung pihak seponsor.

“kau disini saja, biar aku yang beli” Hyera menawarkan dirinya, Yoochun menarik tangan Hyera “biar aku saja. Kau wanita. Hargai aku sebagai suamimu”

“tanganmu bagaimana ?”

“tak masalah, tunggu disini dengan Pak Kim.” Yoochun melangkahkan kakinya menuju kerumunan untuk membeli karcis.

Pak Kim datang. “Tuan mana Nona ?” tanyanya

“dia membeli karcis, padahal aku sudah mencegahnya, padahal tangannya sedang terluka. Aish otthoke ?” gumamnya bingung

“Nona Muda tenang saja, dia lelaki yang hebat” ucap Pak Kim. Hyera dan Pak Kim menunggu kedatangan Yoochun.

“bagaimana juga tangannya terluka”

“hehe. Terluka hal biasa Nona. Dulu saat ia memenangkan proyek Green island di Busan, selain diteror Tuan Muda juga sempat mendapatkan 5 tusukan diperut. Yah sama saja motifnya, iri atau sakit hati”

“lalu apa tidak diproses pelakunya?” tanya Hyera

ani, Tuan Muda malas memprosesnya. Padahal jika Tuan Muda mau, ia bisa meminta bantuan Jaksa Jung.”

“eoh”

Dilain Tempat

Yoochun sendiri bingung bagaimana ia bisa sampai disana, dan mereka tak menyenggol lukanya.  “ayah itu paman Yoochun” Yoochun menoleh kesumber suara. Anak lelaki kecil imut yang sedang menarik tangan ayahnya untuk menghampirinya “paman” ia terpekik girang melihat sosok Yoochun, dan langsung menghambur kepelukannya.

“kalian ini.” ayahnya mengulum senyum pada dua lelaki dihadapannya

“paman, kita bertemu lagi. Paman sudah janji akan mengajakku bermain mobil-mobilan kalau aku sembuh” tuntutnya panjang

“ne, nanti kita main.” Ucapnya lalu mendongak melihat ayah si anak “Jongki-a bagaimana kabarmu ?” tanya Yoochun

“baik, dan Jaehwan juga. Dia sudah sembuh dari penyakitnya. Kau sendiri sedang sakit tapi keluyuran kemari”

“hehe. Aku mau membeli karcis, tapi tahukan tanganku begini” Yoochun mengangkat lengan kanannya

“arrayo, aku akan membantumu membelikan karcis. Ngomong-ngomong, kemana 4 sekawanmu ? tumben mereka tak muncul” kekeh Jongki

“mereka sedang sibuk, yang ada hanya Junsu.  Itu juga tak bisa keluar. Kau lihatkan semua fans nya disini”

“baiklah, Jaehwan kau dengan paman disini ya. Ayah membeli karcis dulu” Jaehwan mengangguk. Lalu Jongki pergi membeli karcis

“paman, tangan paman kenapa ?” tanyanya

“tangan paman luka, Jaehwan, ayo duduk disitu” Yoochun mengamit lengan Jaehwan, dan mereka duduk di kursi tunggu. Cukup lama mereka menunggu akhirnya Jongki sudah mendapatkan beberapa karcis “kau butuh berapa ?” tanya Jongki

“aku tiga.”

“oke baiklah, ini. Jaehwan ayo dengan ayah. Kasihan paman tangannya masih terluka”

“ye” dengan gesit Jaehwan sudah mengamit lengan ayahnya “mana Yue ?” tanya Yoochun

“biasa sibuk dengan aktivitasnya. Editor yang tak bisa libur” kekeh Jongki

arrayo

“ayo kita masuk, ngomong-ngomong tiket itu untuk istrimu ?” tebak Jongki. Yoochun mengangguk “mian aku tak bisa datang ke pernikahanmu. Pasien ku banyak” ucap Jongki tak enak

ne, cheonman. Ayo aku kenalkan dengan istriku” mereka berjalan beriringan.

“menunggu lama ya ?” Yoochun sedikit tak enak dengan Hyera

ania, kau baik-baik saja kan ?” tanya Hyera. Yoochun terkekeh

“ne, tak apa, ah ia kenalkan ini Jongki, temanku” Jongki memandang Hyera kaget

sunbae ?” tanya Hyera

“Ra-a.. annyeong. Aish jadi kau yang istrinya Yoochun ?” tanya Jongki kaget

“ne, sunbae apa kabar ? lama tidak berjumpa” kekehnya

“baik. Kau sendiri makin gemukan. Ah ia masih aktif di organisasi ?” tanya Jongki lagi

“ne sunbae. Semenjak kau lulus, organinasi sepi. Lebih banyak yang mengambil ekstra lain”

“haha. Kau ini ada-ada saja” Jongki mengacak gemar rambut Hyera. Yoochun berdehem, mengingatkan mereka siapa yang ada di samping Hyera. Jongki salah tingkag “mian. Jangan cemburu pada temanmu sendiri Yoochun-a” ledek Jongki

“aish” Hyera terkekeh, mendengar ledekan Jongki “sunbae bagaimana bisa mengenal Yoochun ?” tanya Hyera

“eoh ? tanyakan sendiri pada suamimu. Haha. Jaehwan ayo kita masuk” Jongki mengandeng lengan anaknya. Lalu masuk kedalam stadion.

Hyera menatap Yoochun, Yoochun hanya memalingkan muka. Cemburu mungkin. Hyera bingung sendiri menanggapi sikap Yoochun “Pak Kim ayo masuk” Pak Kim hanya mengangguk. Mereka duduk di kursi VIP. Orang tua Hyera tak bisa melihat sang putra bermain, karena harus menjaga toko. Jadi Hyera lah yang selalu menjadi sporter untuk adik-adiknya. “kau dan Jongki satu universitas ?” tanya Yoochun saat mereka duduk di kursi

“ne. di sunbae ku. Dulu aku sempat menyukainya. Dia ramah dan selalu tersenyum” ucapnya tanpa peduli pandangan Yoochun. “eoh, kenapa tak pacaran saja dengannya dulu” pancing Yoochun lagi

“pacaran ? hehe. Dia selalu menepel pada Yue eoni. Aku juga hanya menganggapnya sunbae.” Hyera menatap lapangan di stadion dengan berseri

“ah itu Jiyoung dan Jeong” Hyera melambaikan tangannya pada kedua adiknya. Yang namanya Hyera memang tak bisa menjaga sikap saat di stadion, jika bisa berteriak maka akan berteriak. Kedua adiknya ikut melambaikan tangan pada sang noona yang duduk di bagian depan.

Yoochun ikut tersenyum melihat si kembar dilapangan.

5 menit lagi pertandingan dimulai. Di meja komentator sudah ada kapten Seoul FC, Kim Junsu. Lagu kebangsaan Korea mulai di perdengarkan, para penonton berdiri, dan mengikuti lantunan lagu kebangsaan mereka.

Kick Off  babak pertama dimulai. Jiyoung yang menjadi kapten mengambil bola dengan cepat, lalu mengoper ke pemain tengah, disana sudah menunggu para pemain bertahan lawan. Tak kehabisan akal Jiyoung mengoper kebelakang. Kedaerah pertahanan timnya. Memainkan bola disana, memancing pergerakan lawan mereka. jeong yang menjadi eksekutor dilapangan tengah turut membantu Hyungnya, untuk mengambil bola, dan mengoper pada striker.

25 menit permaian babak pertama, kedua belah pihak belum berhasil menjebol pertahanan lawan. Dengan inisiatif sendiri Jiyoung membawa bola kedepan. Walaupun bukan bagiannya, tapi seorang playmaker memang harus bisa menguasai semua lini. Dibantu Hyunseong, ia melesat kedepan, menembus pertahan lawan. Tackle seakan tak mempan untuk dirinya. Menit ke 30 Jiyoung berhasil menjebol gawang lawan.

Junsu berdeca kagum melihat semangat Kapten Joeseon Highschool. “dia memiliki naluri penyerang yang baik. Playmaker yang handal” kagumnya.

“benar, dia dan Jeong. Dua bersaudara yang dianulir sebagai bibit baru U19 Korea” sahut Juru bicara disebelah Junsu

“yah, sangat baik. Aku juga belajar cara pertahan diri dulu sewaktu sekolah dasar. Itu sangat baik dalam mempertahankan posisi kita jika tertekan” Junsu bersuara.

Hyera sudah bertepuk semangat melihat Jiyoung yang mengocok bola. Semangat Jiyoung selalu sama, atau mungkin bertambah. Junsu dan Jisung. Pemain favoritnya. Sedangkan Jeong, ia lebih suka dengan Rio Ferdinand atau Xavi hernandez. Mereka berbeda namun naluri sebagai penyarang tetap sama.

“dia berbakat” ucap Yoochun. Hyera memalingkan mukanya kearah sang suami

“yah sejak kecil, ia diajari bermain bola dengan paman sebelah rumahku. Tapi ternyata paman itu meninggal karena kecelakaan. Ia memberikan piala terakhir yang disabetnya. Itu menjadi motivasi untuk mereka” Ucap Hyera

“heum, terlihat sekali mereka lepas dalam bermain. eum.. mereka pasti senang kalau dipertemukan dengan Junsu”

“ne. ah ia aku lupa, Junsu itu temanmu kan ?” tanya Hyera memastikan

“ne, yang bersama Yura kemarin. Kenapa ?”

“ania, berbeda sekali. Sewaktu dilapangan mukanya tak seimut itu” puji Hyera

“kenapa semua orang mengatakan dia imut ?” kata Yoochun sedikit kesal. Hyera terkekeh

arrayo, dia tidak imut” ralatnya

Kalau kau mempunya hobi apa ?” tanya Yoochun

“dari kecil aku suka membuat baju boneka. Sampai sekarang jika tak ada kerjaan aku suka merajut pakaian” ucapnya lagi

“kapan-kapan aku boleh minta di jahitkan syal dong” ledek Yoochun

“ne tentu saja”

Babak pertama selesai. Ball position masih dalam kendali Juseon Highschool, para pemain beristirahat diruang ganti.

Hyera sedang asyik memainkan Games di Ipad suaminya, dan Yoochun hanya melihat atau tertawa jika tulisan GAME OVER terpampang dilayar sentuh. “Yoochun ssi ?” seorang lelaki setengah baya menepuk pundak Yoochun mendongak melihat sipemilik tangan “ah Mr. Zack ?” Yoochun berdiri mensejajarkan dirinya dengan lelaki yang disapanya Mr. Zack tadi. “hmm.. wow, benar ini kau. Aku kira aku salah orang” ucapnya

“tidak ini aku. Kau kemari menghabiskan  weekend Mr. Zack ?” tanyanya lagi

“ya, dengan anak dan istriku. Mereka ingin sekali melihat pertandingan ini. Kebetulan Vano juga tertarik untuk belajar sepak bola” terangnya

“eoh, ya aku mengerti.”

“bagaimana keadaanmu ? katanya kau kecelakaan, dan pernikahanmu bagaimana ?” tanya nya lagi

“aku baik-baik saja. Hanya luka ringan. Pernikahan kami berjalan lancar”

“eoh, dunia bisnis memang kejam Yoochun-a. Kau harus kuat. oh inikah istrimu ?” ia menunjuk Hyera yang sedang memainkan Ipad

“ya, Hyera-a” Yoochun memanggil Hyera, Hyera mendongak lalu berdiri menyapa Mr. Zack

“hallo, Hyera Kwon” sapanya ramah

“hallo Hyera, Im. Zack Ferdinand nice to meet u”

“Nice to meet u Mr. Zack”

Setelah menyapa Mr. Zack Hyera duduk dibangkunya lagi “wanita yang cantik. Jaga dia baik-baik. Istri adalah tambang emas para pesaingmu.”

“yah, aku mengerti Mr. Aku akan menjaganya sebaik mungkin.” Ucap Yoochun tegas, lalu melirik Hyera yang melihat ke stadion, pemain telah memasuki lapangan tengah. Yoochun dan Mr. Zack mengakhiri pembicaraan mereka. Yoochun kembali duduk disebelah Hyera yang asyik melihat si kembar dilapangan tengah.

Pertandingan dimenangkan oleh Joeseon Highschool. Jiyoung menjadi Top Scorer di laga ini, dan Junshik menjadi man of the match. Sekarang tiba saat nya untuk bertemu dengan bintang idola mereka, kapten Seoul FC. Kim Junsu. Si kembar menghampiri sang kakak terlebih dahulu.

“ahh kami menang. Kalian harus meneraktir kami. Benar kan Jeong ?” Jeong mengangguk semangat

arrayo, nanti kita makan bersama.” Ucap Yoochun. Mereka berdua bertos ria.

“hyung, teman hyung mana ??”

“ah teman hyung didalam, dia harus mengisi acara, kalian ingin bertemu dengan nya kan ? nanti kita akan makan bersama dengannya”

“baiklah nanti kita bertemu lagi ya hyung” mereka berdua langsung melesat meninggalkan pasangan pengantin baru itu.

“ayo kita kemobil menunggu mereka” ajak Yoochun, Hyera hanya mengikuti Yoochun. Namun di perjalanan ke mobil, mereka bertemu dengan Jongki lagi. “paman” teriak Jaehwan dengan lantang. Yoochun tersenyum pada anak berumur 3 tahun itu. “paman besok kalau sudah becal Wan mau sepelti paman Jiong” celotehnya

“ne, nanti kita berlatih bersama ya” Yoochun mengelus kepala Jaehwan sayang.

“anakmu sudah besar sunbae” ucap Hyera yang menatap kagum pada Jaehwan

“ne tentu saja. Dia imutkan seperti diriku ?” narsis Jongki, Hyera terkekeh “yah, imut. Tapi dia lebih mirip dengan ibunya.”

“aish kau ini, tak bisakah kau menghiburku ? kenapa semua yang berjumpa dengan Jaehwan mengatakan dimirip Yue ?” sungutnya

“Jongki-a, kelakuanmu tak berubah” gumam Yoochun

“hahaha, tentu saja. Aku masih jadi Dokter terimut di Seoul Hospital dan Dokter muda yang mempunyai banyak fans” kekehnya lagi. Jaehwan menatap ayahnya bingung,

“Aku harap kau mirip dengan Yue yang diam, tapi berilmu” Yoochun mengelus kepala Jaehwan. Jongki mengerucut kesal. Ayah aneh. “ayo kita beli es krim Hwan-a” ajak Yoochun, Jaehwan hanya mengangguk asal dan mengikuti langkah Yoochun. Hyera dan Jongki mengikuti mereka dari belakang.

“aku tak percaya kau bisa menikah dengannya” Jongki membuka pembicaraan diantara mereka

“takdir mungkin sunbae. Hehe. Memangnya ada yang aneh ?”

“tidak, berapa lama kalian berpacaran ?” tanya Jongki ingin tahu

“eoh ? tidak pacaran kami dijodohkan sunbae.”

“mwo ? kenapa kau mau ?” bisik Jongki, Hyera tersenyum

“itu rahasia sunbae.” Bisik Hyera balik. Jongki hanya menggeleng lemah.

“aish baiklah. Ah ia,kapan kau akan menyusulku ?” tanya Jongki iseng. Hyera mengernyit. “menyusul apanya subae ?” Yoochun berhenti disalah satu stand es krim dan melihat mereka dari kejauhan. “memiliki Yoochun junior”muka Hyera bersemu merah

“dasar jahil. Jangan menggoda anak orang terus sunbae, nanti akan aku adukan dengan Yue onie” ancam Hyera lalu menyusul Yoochun

“hahaha… arrayo. Jangan di adukan ya. Nanti aku di usir lagi” gelak Jongki

“aku mau rasa vanila” Hyera langsung mengambil es krim yang ada ditangan Yoochun. “tapi itu punyaku” Yoochun bergumam pelan, lalu membeli satu lagi.

“kau kenapa kesal sekali sepertinya ?”

“sunbae gila” celetuknya langsung. Mensejajarkan dirinya dengan Jaehwan “Jaehwan-a. Besok kalau sudah besar kau seperti umma mu saja ya. Jangan seperti ayahmu”

“ne aunti, nanti aku akan seperti ibu, soalnya ayah tidak bisa bermain game

“ne, benar ayah mu itu tahunya hanya wanita” seru Hyera

“yak, jangan mengajari anakku yang aneh-aneh” ucap nya dari kejauhan, dan mendekati mereka

“hey kalau dia aneh, berarti dia mewarisi gen mu, pabo” bela Yoochun

“yah apa katamu saja lah” pasrah Jongki. Ponsel nya berdering, lalu mengangkatnya.

“yoboseo” ucapnya langsung saat menerima telpon

“ah ye. Baiklah aku akan segera kesana” ia menutup telponnya lalu menatap Yoochun dan Hyera

Hyera masih bermain dengan Jaehwan, dan Yoochun memperhatikan mimik muka sahabatnya

“Yoochun-a” panggilnya

“ne wae ?” ucapnya garang, Jongki memasang cengiran kuda.

“bantu aku kali ini saja” ucap Jongki memelas

“bantu apa Jongki-a ?” tanya Yoochun

“menjaga Jaehwan, sehari ini saja. Pasienku kejang, dan harus mendapatkan perawatan intensif” Yoochun menggeleng. Terlalu sulit untuk menjaga Jaehwan, tanggung jawabanya berat. Belum sempat Yoochun mengucapkan sepatah kata, Hyera sudah mengeluarkan pernyataannya

“kalau begitu sunbae pergi saja, biar aku dan Yoochun yang menjaganya” Hyera tersenyum manis. Lalu bermain lagi dengan Jaehwan

“arrayo, aku pergi dulu. Kalian tolong jaga dia ya. Terima kasih” Jongki meninggalkan mereka bertiga di tengah keramaian stadion. Yoochun memandang Hyera yang masih menanggapi ocehan Jaehwan

“kau yakin mau menjaganya ?” Yoochun bertanya serius, Hyera mendongak menatap suaminya

“ne yakin sekali. Kau keberatan ya ?” Hyera membaca mimik muka Yoochun yang sedikit tak menyenangkan

“bagaimana ya. Aku baru pertama mengasuh anak kecil Hyera-a” keluh Yoochun

Hyera tersenyum manis “arrayo, aku juga baru pertama. Tapi aku rasa ini menyenangkan. Nikmati saja, bagaimana ?” Hyera menyalurkan semangat positif nya untuk Yoochun, mau tak mau Yoochun mengangguk.

Cck

Syukur alhamdulillah aku bisa nyempetin bwat menyicil ni fanfic

Ada yang menunggu ??? aku rasa tidak. Ceritanya makin ga jels, berlarut-larut, aneh. Pkok na udah gha banget deh. Kualitas nya sangat2 jauh di bwah stadar dunia per ff-an.

Huueee*efeek gila uN.

Bsok jadwal aku bwat ujian praktek akuntansi manual. Sebenarnya mau publish kemarin Cuma tugas sekolah yang mkin menggila negbuat ni Ff moloooor.

Masalah nchun, aku gha tahu deh ni cerita mau di bwa kemana, biarkan seperti air mengalir aja. Terus bwat Intan eoni.. maaf banget aku blom bsa nyelepin lagunya.. hahaha

Otak lagi erooorrr*kejeduk kalkulatoor mululu ToT

Tapii insyallah bakalan aku masukin ke part berikutnya.

Sekali lagi MOHON DOANYA YA SUPAYA 12 AKUNTANSI 2 LULUS 100%

*promoboo

Satu lagi Ur comment become spirit 4 me 🙂

Thanks ^ ^

Iklan

15 thoughts on “FF Always be Mine ‘Step 06’

  1. noonacomplicated berkata:

    thanks buat ff-nya yang udah ngehibur dikala lagi sakit ini :’)
    ceritanya udah bagus ko ,, malah udah berkembang antara hub yoochun sama hyera dan sedikit info tentang mereka 🙂
    ada typo dan beberapa katanya yang kurang tepat :p *cek lagi*
    awalnya eon gg berharap ini bakalan di publish cepet secara kamu sibuk ujian pratek sama UN tapi ternyata di update uga ~(‘▽’~) (~’▽’)~ bisa” berharap part7 di update cepet :p

    • Ny. Kims berkata:

      eyyy…
      tante skiit apa ???*dipoppo nchun ^ ^
      cpet smbuh yak 🙂

      siip ntar klo gha sbuk aku chek lagii.. hehe
      hehe..
      kebetulann aku nyicil sblum UN dan UAS di Mulai ^ ^
      Chap 7 na mngkin lamaaa :((
      thanks tante ats koomengg na.. muahaha

  2. qoyah cassie berkata:

    eonnie!!!!!!
    hehehe,,,hahaha,romantis……..
    uchun skrg mulai mnjdi pecemburu,,,
    hahaha…
    mreka kpn pna ankx???
    hahahaha,,
    oya diantra mreka blm ada sma sekli prnyataan cinta ya eonn??
    ckckck,,haha…
    ayo cpt eonn lnjtanx,,haha…

    eonn hwaiting!!!!!buat ujianx!!!n smg lulus dgn nilai yg bgs,,,hahaha…

    • Ny. Kims berkata:

      yaya…
      hahha
      *tawa mulu XD

      jiiah, belum waktunya adk.. tunggu aku lulus bru aada anak*plak*kelamaan 😀

      iyaa juga y. aku malah gha kepikir ampe sana, ntar deh y aku crii ide lagii ^ ^ keke

      AMIN YA ROB.
      semoga bisa lulus dengan nilai yang terbae
      insyallah selesai UAS y, klo otakku gha error.. xixix

  3. shinhyunrin berkata:

    keren tpi pas lgi rame”.a tbc . .

    oh ya satu koreksi chingu . .
    ada waktu percakapan hyena sma pak kim.a nanya Tuan nona mana?
    soharus.a Nona tuan mana 🙂 . .

    amin semoga kita sama” berhasil 🙂

  4. Marliena berkata:

    Sangat menunggu step 07 nya.. Keren bngt critanya.. Yoochun kyk di miss ripley ªjª jdi GM muda.. “̮♡hϱ♡hϱ♡hϱ♡”̮ .. Ditunggu nexty chap..

  5. jewelchi berkata:

    suka deh tato nya di bahas disini^^ manly bgt ucun..
    maap ya aq g bisa komen di setiap part TT, abis ceritanya seru2 semua.
    lgsg diabisin dr part 1- part 9 ^^.
    ceritanya eren, bahasanya bagus. suka ^^

    ditunngu chap slanjtnya ya^^, nti bahas lagi ya tato nya yuchun ^^ hhiii
    keep writing ^^

  6. Shamusuki berkata:

    Pasangan baru jagain anak orang?? Giman jadinya ya???

    Joongki yang ada dibayangan aku Song Joongki yang imut dengan senyum menawan. Hahahaha..

Your Comment become spirit for me ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s