FF Always Be Mine ‘Step 05’

 

Author : Angraeni Kim a.k.a vi2junshu_kim

Cast : Park Yoochun, Kwon Hyera, Park Yoohwan aka Ricky Park

Genre : Romance, Comedy, friendship, AU [Alternate Universe]

Length : Chaptered

Summary : Masalalu akan selalu menjadi bayang semu dalam setiap kehidupan.

Ps : Typoo masih bertebaran ^ ^, siapkan cemilan dan sekawannya, part ini terlalu panjang dari biasanya 🙂

happy Reading ^ ^

Author Pov

Menjelang hari pernikahannya Hyera disibukkan dengan persiapan memanjakan diri, seperti melalukan perawatan kecantikan. Jujur semua ini bukan kemauannya, melainkan kemauan ibunya. Yang menginginkan putri kesayangannya menjadi wanita sempurna di hari yang paling bahagia. Jadwal pertamanya adalaha merendam kakinya dengan air yang sudah dicampur garam, kata sang ibu ini untuk membuang kulit-kulit mati, dan  terlihat halus. Hyera duduk santai di kursi ruang tengah, mendengar setiap petuah sang ibu. Sambil menunggu rendaman kaki Hyera ibunya mengoleskan minyak lavender pada muka putrinya, berguna untuk memberikan ketenangan dan kelegaan dirinya. Hyera mau tak mau tersenyum melihat sikap cerewet ibunya. Dan berfikir apakah dulu neneknya secerewet ini pada ibunya ?

“jangan banyak bergerak ra-a.. nanti rusak lagi” ucapnya lalu memoleskan scrub berbahan hallia dan kaffir lime “kau tahu ini berguna untuk mengangkat semua kulit matimu, dan membuang angin yang ada disini, wajahmu. Ah selesai. Jangan banyak bergerak, tunggu hingga kering” perintah ibunya. Hyera mengangguk, jika ia berbicara lagi yang ada dia akan di berikan ceramah gratis.

Terdengar suara gaduh dari depan, Jiyoung masuk terlebih dahulu dan mendapati kakaknya seperti patung mati di kursi malasnya. “kau sedang apa noona ?” tanya Jiyoung dengan tatapan aneh, namun tak dijawab oleh Hyera, Jiyoung mendengus kesal,dan berbalik kebelakang menemui ibunya.

“ibu noona kenapa ?” tanyanya

“melakukan perawatan kecantikan. Ayo bantu ibu “ ibu menarik tangan Jiyoung mendekat ketempat Hyera. “buang air garam ini, lalu cuci tempatnya dibelakang. Cepat “ suruh ibunya.

Jiyoung memutar mata jengah “Jeong, buang air garam. Ibu menyuruhmu “ teriak Jiyoung cepat, membuat sang ibu menggeleng lemah

“aish, kau ini menyusahkan “ dengan berat hati Jeong membuang air garam itu ke kamar mandi. “ibu aku mau pergi dengan Jeong mencari sepatu bola “ ucap Jiyoung, lalu kebelakang. Ibu hanya mengangguk. Jiyoung memang berbeda dari yang lain, ia lebih keras dan suka sekali berkelahi. Jadi ia sudah biasa dengan sikap suka-suka anak lelakinya ini.

Beberapa menit setelah scrubnya mengering, Hyera membasuh mukanya dikamar mandi. Lalu bergegas kedepan membantu ibunya menyiapkan rangkaian bunga di pesta pernikahannya. Sebenarnya Tuan Park sudah menyarankan untuk tidak terlalu ambil pusing dengan rangkaian bunga. Namun ibunya tetap bersikeras ingin memberikan hasil terbaiknya dihari bahagia sang putri. “Hyera jangan bandel, kembali kekamar mu saja. Ini biar ibu yang menyelesaikannya.” Celoteh ibunya

“ibu sekali saja “ rengek Hyera

“tidak. Lebih baik kau belajar sana. Atau melihat aksesoris pernikahanmu besok” tolak ibunya, lalu mendorong Hyera agar kembali kekamarnya. Hyera mendengus, begini ibunya. Sama seperti Jiyoung, jika sudah mengatakan ini ya ini yang akan di perbuatnya. Hyera masuk kemarnya yang dipenuhi oleh beberapa gaun, aksesoris pernikahan dan beberapa pasang sepatu mewah. Hyera memutar kepala jengah. Gara-gar insiden gaun utama sesak, membuat Yoochun membelikannya gaun lagi. Hyera kadang tak habis pikir dengan Yoochun. Yang menghamburkan uangnya demi gaun pernikahan yang hanya dipakai sekali ? ponselnya berdering diatas meja rias, Hyera melihat nama jelas di ponselnya ‘Chaemi Calling’

“Yoboseo” terdengar suara Chaemi disana,

“ne, wae Chaemi-a ?”

“kami sudah didepan rumahmu calon pengantin, kami masuk ya” ledeknya, wajah Hyera memerah seketika, senyum kecilpun terkulum dibibir kecilnya.

“ah ne. kau dengan siapa ?” Hyera keluar dari kamarnya dan menemui teman-temannya

“dengan Shikyung, Jin-a, dan Hyeni. “

“oke tunggu ya “ Hyera bergegas keluar rumah, dan disana berdiri 3 teman karibnya.

Hyera tersenyum lega, melihat teman-temannya datang. Akhirnya mereka memilih mengbrol di ruang tengah, dari pada dikamar Hyera yang sesak. “jadi besok kau akan jadi Ny. Park “ ledek Shikyung santai, Hyera tersenyum kecil

“kau tahu, semua mahasiswa membicarakanmu, karena pernikahan mendadak ini “

“benarkah ? apa yang mereka katakan ?” tanya Hyera antusia

“beberapa mahasiswa mengatakan kau tengah hamil, dan ada lagi yang mengatakan kau wanita yang tidak benar” Hyera tersenyum geli, mendengar ucapan teman-temannya. Mungkin beberapa orang mengatakan begitu, karena mereka tak tahu kenyataannya. Mereka berganti topik lagi, kali ini tentang mata kuliah yang menggila. Untung saja gelar mahasiswa terbaik masih dipegangnya, hingga saat ini ia masih bisa mengikuti pelajaran yang cukup rumit. Lama-kelamaan mereka mengobrol bebas, tentang kekasih Chaemi yang mendadak dipindah tugaskan ke Jerman, membuat Chaemi murung beberapa hari ini. Setelah selesai mengobrol mereka pamit pulang. Hyera berpesan agar mereka bisa menghadiri resepsi pernikahannya besok.

Other Place

Tuan Park duduk tersenyum diruang kerjanya, perlahan sosok putranya kembali, semua itu berkat calon menantunya. Kwon Hyera. Tuan Park sudah meprediksi ini. Namun ia tak menyangka hasilnya akan secepat ini. Pintu kerjanya diketuk, ia mengistrupsikan si tamu untuk masuk. Munculah sosok wanita manis nan anggun dengan senyum tajam. “boleh aku masuk ?” tanyanya

Tuan Park mengangguk “dia mirip sekali dengan Hyunji. Ternyata ayah dan anak sama “ ledek wanita itu, lalu duduk disofa putih pajang. Sofa tamu yang disediakan Tuan Park untuk semua tamunya. Ia tersenyum lagi. “benar, dia mirip sekali dengan Hyunji. Jadi bagaimana kau akan datang ke pernikahan Yoochun ?”

“seharusnya aku bisa datang, namun aku mempunyai urusan lain, aku tak bisa. Malam ini aku akan ke Roma. Maaf “

“bibi macam apa kau ini. Keponakan menikah kau tak menghadirinya “ seloroh Tuan Park

“cish. Kau  ini. Ah ia aku kemari ingin memberikan bingkisan ini untuk keluarga baru Park. Ini sepatu yang didesain khusus oleh istrimu, sebelum ajal itu datang. Aku juga membuatkannya untuk Yoohwan. Tapi belum waktunya aku memberikan padanya “

“baik, nanti akan kusampaikan pada mereka. tapi menurutku, sebaiknya kau saja yang memberikannya pada Yoochun, aku takut nanti ia menolak keras “

“kau ini pabo atau apa sih. Kau kan bisa memberikan ini pada kurir, dan mengatakan ini kiriman dariku. Heran kenapa Hyunji menyukaimu “ sewot Kim MyungJin. Saudara kembar Kim Hyunji istri Tuan Park. Tuan Park hanya tersenyum mengingat masalalunya dengan sang istri yang diisi pertengkaran, karena sikapnya.

“kau sibuk Hyunbi-a ?” tanya sang istri saat mereka dikamar, istrinya sibuk membereskan tempat tidurnya, merapikan bed cover yang tak beraturan, karena ulah jagoan kecilnya Double Y.

“hmm..kenapa ?” tanya nya santai, lalu memperbaiki letak dasinya, didepan cermin rias sang istri

“tak bisakah kau meluangkan waktumu, sekali saja bermain dengan anak-anak “

“aku punya banyak meeting penting dengan klien Hyunji-a. Tak bisakah kau mengerti ?” Hyunbi melirik istrinya yang tengah berdiri menyadar dinding kamar disamping meja rias

“meeting yang selalu kau pentingkan. Baiklah, kalau begitu aku juga akan meeting dengan anak-anak. Dan jangan harap aku menghubungimu “ tandasnya cepat, lalu berbalik memunggungi suaminya. Tuan Park tersenyum geli, melihat sikap istrinya yang suka merajuk. Ia memeluk dari belakang tubuh istrinya, menyaderkan kepalanya dibahu sang istri yang memang lebih rendah dari dirinya. “ ngambek ? arra, akan aku usahakan pulang cepat. Jangan ngambek lagi “ Hyunbi mengecup pelan pipinya

“buktikan saja. Jika nanti pukul 5 kau juga belum pulang, jangan harap aku akan tidur disampingmu“ tegas istrinya santai, lalu keluar kamar dan menuju ruang makan, disana jagoan-jagoan ciliknya tengah bercanda, saling mengolok. Mereka makan dalam keadaan berisik. “makan nya yang benar aegi. Nanti bibi Lee marah bagaimana ?” mereka terdiam lalu melirik kearah bibi Lee yang sedang mencuci sayur dibelakang. lalu tersenyum dan makan dengan diam. Sosok lelaki penuh wibawa telah bergabung dengan mereka beberapa menit yang lalu, dan Double Y hanya diam, tak berani melemparkan olokan-olokan kecil saat salah satu dari mereka melakukan kesalan. Seperti Yoohwan yang masih tak bisa menggunakan garpu. Lalu dibantu oleh ibunya. Hyunji hanya tersenyum geli, melihat perubahan putranya, saat melihat sosok sang ayah. Padahal  menurutnya, Hyunbi tak menyeramkan, hanya saja tatapan matanya yang tak bersahabat sering disalah artikan. Termasuk putra-putranya.

“ayah ibu aku sudah selesai, aku duluan ke mobil “ Yoochun pamit lalu mengcup pipi sang ibu, dan diikuti Yoohwan. Mereka langsung melesat kemobil hitam milik ayahnya. Setelah sang putra pergi Hyunji terkekeh geli “aku rasa kau perlu memakai topeng, agar anak-anak tak takut melihatmu” ucapnya terkekeh. Tuan Park memutar mata jengah melihat sang istri yang meledeknya habis-habisan. “mukaku tak seseram itu Yunji-a. Baiklah aku harus kekantor. Sampai jumpa nanti sore “ Tuan Park mengambil jas dan tas kerjanya, lalu kedepan. Istrinya mendengus kesal. “ada yang ketinggalan” Tuan Park berbalik menatap Istrinya  yang sudah cemberut, lalu mengecup pipi istrinya, dan terakhir mengecup pelan bibir mungil wanita cantik itu. Hyunji tersenyum manis. Dan membuat Tuan Park mengacak gemas rambut ikal istrinya.

“kau menyeramkan tersenyum sendiri, Hyunbi-a “ kekeh MyunJin. Park Hyunbi atau biasa dipanggil Tuan Park menoleh pada Myunjin, dan tersenyum lagi. “kau mengingat istrimu lagi ? ya Tuhan.”kekeh Jin-a. Panggilan akrabnya. Jin-a mengingat sosok adik kembarnya, ketika Hyunbi yang tak bisa menepati janjinya untuk pulang tepat waktu. Membuat Yunji mengungsi ke apartemennya. Hingga Hyubi menyadari istrinya sudah pindah tempat ke apartemen saudara kandungnya.

“dia itu terlalu polos, kau tahu. Dia suka sekali ngambek jika aku pulang larut, dan aku suka sekali membuatnya marah-marah tak jelas” kekeh Hyunbi mengenang almarhum isrinya.

“benar, karena kepolosannya. Mau saja ia dijodohkan dengan lelaki sadis sepertimu”

“enak saja.” Mereka tertawa lagi. Jin-a dan Hyunbi sudah kenal akrab karena mereka satu alumni di univeristas Seoul. Dan ia memang tak mengetahui tentang kehadiran Yunji, apalagi Jin-a tak pernah bercerita tentang Yunji saat mereka ngobrol. Hingga malam perjodohan tiba, ia melihat sosok wanita anggun didepannya, menghipnotisnya untuk merajai hati wanita kalem bernama Kim Hyunji, saudari kembar sahabat baiknya.

“arrayo. Baiklah aku harus bersiap untuk ke Roma. Sampaikan salamku untuk keponakan kecilku. Eh aku sampai lupa. Yoohwan kemarin kabur ke Roma. Katanya ia mau mengrefresh otaknya yang kram akibat study nya “ kekeh Jin-a. Tuan  Park memang sudah biasa mendengar sikap suka-sukanya Yoohwan. Namun ia tak ambil pusing, asalkan Yoohwan tidak berbuat yang macam-macam dalam artian yang spesifik.

“mirip dengan dirimu ya. Yang suka kabur-kaburan saat kuliah “ canda Tuan Park. Mereka tersenyum lagi. Lalu Jin-a keluar dari ruang Tuan Park. Membuat Tuan Park merasa sedikit kesepian. Bohong jika ia tak merindukan istrinya. Merindukan sosok manjanya, senyumnya, semuan yang ada didirinya. Ia menghela nafas panjang dan membereskan berkas-berkasnya. ponsel disakunya berdering, ia melihat si penelpon “Jungmi Calling”

“yoboseo “

“ne Jungmo-a. Ada apa ?” tanya Tuan Park pada asisten pribadi Yoochun

“ada masalah dengan dekorasi ruangan Tuan, bagaimana ?” tanyanya bingung

“kenapa tak langsung menghubungin Yoochun ?”

“masalahnya Yoochun sedang di kantor cabang, keuangan disana sedang anjlok, dan ia meninjau langsung lokasi disana “ ucap Jungmo menjelaskan. Tuan Park menggeleng, sempat-sempat nya Yoochun mengurusi kantor cabang, padahal besok hari pernikahannya. “arraseo, kau hubungi dia saja, nanti jika dia tetap bersikeras mengurusi kantor cabang, kau bilang saja pernikahannya dibatalkan “ ancam Tuan Park tegas. Jungmo menelan ludah kaget, pantas semua orang mengecapnya kejam, ternyata dia memang sangat-sangat menakutkan. “ne sajangnim” ucap Jungmo gelagapan.

Tuan park menggeleng lemah. Kenapa masih mengurusi perusahaan sih ? dasar anak bandel.

Other Place, Jungmo Condition

Jungmo meremas pelan ponselnya, menggenggam erat ponsel BlackBerry putih nya, ia sekarang dalam kebimbangan, haruskah ia menghubungi Yoochun ? padahal Yoochun sudah berpesan masalah pernikahan tinggal diurus oleh Wedding Organizer, tapi ternyata ada beberapa masalah yang memang harus si pengantin yang memegang kendali. Jungmo mencari nama kontak Yoochun akhirnya tersambung, dengan jantung yang berdegup kencang, Jungmo menunggu panggilannya dijawab oleh siempunya.

“Yoboseo” ucap Yoochun diseberang sana, Jungmo merasakan keringat dingin mengalir didahinya “Yoochun-a, ada masalah dengan dekorasinya”  ucap Jungmo tergagap. ‘Sial kenapa seperti ini sih’ keluh Jungmo dalam hati.

“masalah ? bukankah WO yang mengurus semuanya ? lalu ?”

“yah, aku juga tak terlalu mengerti, manager WO nya menyuruhku untuk menghubungi pihak keluarga langsung atau pengantinnya”

“tapi aku masih ada meeting disini, berkemungkinan malam aku baru sampai di Seoul”

“Yoochun-a, sebaiknya kau kembali kemari, beberapa menit juga tak masalah, asalkan kau mengurusi masalah sepele ini, jika tidak Tuan Park akan mengamuk lagi.” Keluh Jungmo dengan cemas, Yoochun terkekeh geli melihat nada bicara Jungmo yang terdengar takut dan bergetar. “arrayo, aku pulang sebentar. Tolong panggilkan Junhyung kemari menggantikan aku” ucap Yoochun yang masih sibuk dengan berkas dikantornya. Jungmo tersenyum, untuk saja Yoochun tak menggertak seperti biasanya.

“arrayo. Cepat sedikit ya” pesan Jungmo. Yoochun hanya mengiyakan ucapan  teman kecilnya  sekaligus teman kantornya.

Yoochun menutup panggilannya, begitupula Jungmo. Jungmo lalu bergegas menuju kekantor untuk mengurusi beberapa pekerjaannya yang sempat terbengkalai. Lalu menghubungi Junhyung, bagian pembukuan perusahaan pusat.

Yoochun mengemudikan mobilnya dengan kecepatan standar, sesuai dengan peraturan. Namun ternyata kejadiaan naas itu tetap terjadi, mobilnya diidepannya mengalami kebocoran ban, dan membuat lalu lintas kacau, Yoochun menginjak rem mobilnya, ternyata remnya tak bisa digunakan dengan semestinya  tanpa pikir panjang lagi, Yoochun akhirnya membenturkan kap mobilnya dengan pembatas jalan di Daegu. Hal ini menyebabkan kecelakaan beruntun yang merenggut korban jiwa termasuk Yoochun. Mereka dilarikan kerumah sakit terdekat, Yoochun dan beberapa korban dirawat di ruang gawat darurat.

Dalam hitungan detik para kuli tinta sudah mengabadikan berita mengejutkan ini. Kecelakaan 17 tahun silam terjadi lagi. Berita ini membuat Seoul gempar, dikarenakan pewaris tunggal Park Interior adalah salah satu korban dalam kecelakaan itu, Tuan Park yang melihat berita televisi langsung menuju Daegu, begitu juga Jungmo. Ia hanya mendapingi Tuan Park yang bisa dibilang berumur, takut akan terjadi sesuatu dengan Tuan besarnya. Saat sampai di lokasi kejadian, Tuan Park merasa kembali kemasalalunya. Kembali mengingat peristiwa yang merenggut wanita terkasihnya. Tak terasa cairan bening itu menetes di pipinya yang mulai menua. Jungmo tahu. Namun ia lebih memilih membiarkan Tuan Park menenangkan dirinya sendiri. Ia tahu Tuan Park tak ingin terlihat lemah dihadapan siapapun.

“ayo kita kerumah sakit” ucap Tuan Park lagi. Jungmo meng angguk paham dan mereka kembali kemobil menuju rumah sakit. “semua ini salahku” Tuan Park berkata lirih, menatap jalanan yang masih terasa penuh. Kamera wartawan terus mengabadikan dirinya disana.

“semua sudah ada yang mengatur Tuan. Lebih baik kita berdo’a saja” Jungmo menatap kasih pada Tuan Park. Lelaki tua dengan penuh wibawa dan pembawaan yang tenang. Sesampainya di rumah sakit, mereka disambut oleh wartawan yang memenuhi lobi. Membuat Tuan Park jengah. Beberapa wartawan meleparkan pertanyaan tantang kondisi, dan acara pernikahan putranya. Park Yoochun. Tuan Park diam seribu bahasa. Enggan menjawab dan melalui para pencari berita begitu saja. Jungmo hanya mengikuti Tuan Park dari belakang. Bukan saat yang tepat memang jika ingin mengkonfirmasi tentang pernikahan yang cukup membuat dunia bisnis Seoul kelabakan. Menurut beberapa para pebisnis, Park Yoochun adalah lelaki handal yang menjadi incaran untuk dijadikan anggota baru dikeluarga mereka. namun ternyata Tuan Park sendiri sudah menyiapkan siapa yang berhak atas putranya.

Tuan Park dan Jungmo memasuki lobi dan langsung bertanya pada resepsionis yang menangani putranya. Ternyata Yoochun sudah dipindahkan keruang rawat biasa. Tuan Park dan Jungmo langsung mendatangi kamar Yoochun yang terbilang biasa untuk pebisnis kelas atas seperti dirinya. “masuklah duluan, kau ingin menemui dokter” Tuan Park meninggalkan Jungmo yang berdiri didepan pintu rawat inap. Jungmo memutar knop pintu dengan perlahan lalu masuk kedalam, melihat keadaan Yoochun yang terbaring lemah disana. Melihat luka yang menggores lengannya. Yoochun mengerjapkan matanya. Kesadaraannya sudah pulih, walaupun masih dalam keadaan yang lemah. Yoochun tersenyum kecil melihat Jungmo “maaf, jika bukan karena aku..” Jungmo berkata lirih, Yoochun menggelengkan kepala lemah, lalu memotong ucapan Jungmo

“tak ada yang patut disalahkan. Mungkin ini memang sudah jalannya. ” Yoochun berkata bijak, walaupun bibirnya sedikit sulit digerakan, karena ada robekan kecil disana.

“hmm…” Jungmo tak bisa berkata apa-apa, ia hanya mengiyakan ucapan Yoochun,

“jadi bagaimana ? apa semua persiapan pernikahan sudah disiapakan ?” Yoochun memperbaiki letak duduknya

“sebelum kemari aku sudah membereskannya. Tapi maaf jika tak sesuai dengan seleramu” Yoochun tekekeh, walaupun bibirnya terasa ngilu. Jungmo masih menunduk bersalah. “sudah jangan dipikirkan. Semua ini mungkin memang takdirku” ucap Yoochun tersenyum

pintu rawat dibuka, munculah sosok Tuan Park. Ia menghampiri putranya yang terbaring dengan perban dilengannya, dan beberpa goresan diwajah tampannya.

“bagaimana keadaanmu ?” tanya Tuan Park baik-baik. Yoochun bingung ingin menjawab apa. “baik, tak perlu khawatir. Aku ini lelaki, aku bisa menahan rasa sakit, jika memang terasa sakit” ucap Yoochun mantap. Ia memandang kearah sang ayah, yang menatap sayu padanya. “baiklah, jaga kesehatanmu. Pernikahan ini akan ayah tunda “ kata Tuan Park yang membuat Yoochun tersentak kaget.

“tidak, lanjutkan saja. Aku tak ingin membuat mereka kecewa” kata Yoochun lagi.  Separah apapun kondisinya, ia masih bisa bertahan karena ia lelaki yang kuat dan bisa menahan rasa sakit.

“kau yakin ?” tanya Tuan Park lagi. Yoochun hanya mengangguk sekali.

“baiklah, pulihkan kondisimu. Nanti akan kupanggilkan ambulance untu membawamu ke Seoul” ucap Tuan Park mengalah. Sebenarnya ia ingin bertanya lebih lanjut mengenai keputusan Yoochun yang satu ini, namun di urungkannya mengingat kondisi mereka saat ini tidak baik.

“ah Tuan saya permisi mau mengurus administrasi sebentar” ucap Jungmo pamit, sebenarnya ia ingin memberikan space antara ayah dan anak ini. Jadi ia memilih untuk menggunakan alasan mengurus administrasi. Ia pergi dari ruangan yang berukuran 12 X 15 meter itu. Tuan Park menghela nafas, menarik kursi disebelah tempat tidur Yoochun. “semua keputusan ada ditanganmu, Yoochun-a. Ayah hanya bisa mendukungnya”

“hmm…” Yoochun menjawabnya dengan gumaman pelan. Saat ini perasaannya campur aduk, ada rasa ingin meminta maaf dalam dirinya. Namu sayang, ego lebih menguasai dirinya.

“kata dokter Kim, tulang rusukmu patah, lengan kananmu mengalami robekkan luka yang cukup serius, apakah kau yakin ingin meneruskan semua ini ?” tanya Tuan Park lagi. Yoochun mengangguk. Ia tak mau membatalkannya. “biarkan semuanya berjalan seperti semula. Aku tak ingin mengacaukan apa yang sudah direncanakan. Kondisiku pasti akan pulih lagi” ucap Yoochun tanpa memandang wajah ayahnya. Ia menatap langit-langit rumah sakit, yang menurutnya lebih berkesan indah dari pada ayahnya. Tuan Park menghela nafa lagi, mungkin saat ini putranya belum bisa menerimanya. Jadi lebih baik ia segera menyelesaikan kasus kecelakaan ini. “ayah pergi dulu, jaga dirimu baik-baik.” Ucap Tuan Park lalu pergi meninggalkan putranya.

Other  Place

Hyera duduk santai sambil membaca bukunya, Jeong yang baru pulang dari latihan bolanya mengikuti langkah Hyera yang duduk bersila dilantai. “noona sedang apa ?” tanya Jeong basa-basi. Hyera menatap adik bungsunya dengan senyum “membaca.. Kau baru pulang ya ?” tanya Hyera lagi

“ne.”

“lebih baik kau ganti baju dulu, nanti kalau ibu tahu kau bisa diomeli” celoteh Hyera, lalu membolak-balikkan bukunya dengan semangat. Jeong mengikuti instruksi dari sang kakak. Namun sebelumnya ia menghidupkan televisi dengan remote kontrol yang tergeletak di atas meja. Jeong langsung menghambur kebelakang untuk membersihkan dirinya.

‘pewaris Park Interior mengalami kecelakaan di daerah Daegu, penyebab kecelakaan belum diketahui secara pasti, namun saat ini kita akan bergabung dengan rekan kita yang ada di Daegu, Myungshik ssi. Silahkan Myungshik ssi.

Ne. baiklah. Kecelakaan di Daegu ini merenggut 5 korban jiwa, 2 orang tewas sedangkan 3 orang lagi masih dalam perawatan intensif, termasuk Park Yoochun, pangeran Interior korea, yang digadang-gadang akan mewarisi seluruh saham Park Interior. Perusahaan interior terbesar korea yang sedang mengepakkan sayapnya di benua Eropa.

Belum dapat dipastikan penyebab kecelakaan, namun pihak kepolisian menduga ada kesalahan di mobil CR-V putih milik Park Yoochun, yang menyebabkan ia menabrak batas jalan di Daegu.  Berita kecelakaan ini menyebabkan beberapa investor asing menarik saham  mereka yang ada di cabang perusahaan. Berita ini cukup mengejutkan mengingat besok adalah hari pernikahannya yang tertutup oleh media. Park Hyunbi sendiri belum memberikan klarifikasi mengenai kecelakaan yang mengakibatkan putranya harus mendapatkan perawatan intensif. Sekian berita yang dapat saya sampaikan. Terima kasih.


Hyera terfokus pada layar datar yang sedang menampilkan Breaking News tentang kecelakaan di Daegu baru-baru ini. Atau lebih tepatnya saat ini. Bingung dan tak percaya. Benarkah ia Park Yoochun ? pewaris Interior Park ? tapi kenapa selama ini Yoochun tak pernah mengatakan padanya jika ia seorang pengusaha. Selama ini Hyera berpikir bahwa Yoochun hanyalah staf di perusahaan besar dan tak pernah  berpikir bahwa Yoochun yang menjadi pewarisnya. Ditambah lagi dengan Daegu ? kenapa ia kesana ? bukankah setiap orang yang akan menikah diharuskan berdiam diri dirumah seperti dirinya ? tapi kenapa dia malah pergi jauh ke Daegu ? ini membuat kepala Hyera pusing. Jeong yang melihat kakaknya kaget di ruang tengah langsung menghampirinya “waeyo Noona ?” tanya Jeong lalu memegang pundak kakaknya

“tidak, aku hanya perlu istirahat saja.” tanya Hyera yang mencoba untuk tidak panik. Walaupun dalam hatinya gelisah, dan ingin menuntut penjelasan atas semua ini. Ia menyadari betapa bodoh dirinya yang langsung menerima tawaran perjodohan ini, menerima semuanya tanpa bertanya. Jeong yang melihat gurat kekecewaan diwajah kakaknya hanya melempar pandangan bingung. Namun masih bisa menahan untuk tidak bertanya. Ia membiarkan sang kakak untuk menenangkan dirinya di kamarnya.

Beberpa menit Jiyoung datang dengan nafas tersengal, berteriak memanggil ibunya yang jelas-jelas belum pulang dari rumah bibi mereka. “kau kenapa Jiyoung-a ?” tanya Jeong aneh, mengambil air mineral dari kulkas dan memberikannya pada Jiyoung, tapi Jiyoung menepisnya “aku tak butuh ini…hhhhh” ucapnya tersengal. Jeong makin bingung. Tumben.”noona mana ?” tanya Jiyoung lagi

“noona ? ada dikamar waeyo ? kau dan noona aneh sekali hari ini” tanya Jeong masih tidak tahu apa-apa

“kau sudah nonton berita televisi ?” tanya Jiyoung lagi, Jeong mengangguk pasti “tentang pertandingan Spanyol dengan Argentina kan ?” jawabnya pasti. Pletak.

“appoo” ringis Jeong “ pabo… Hyung kecelakaan”

“hyung siapa ?” tanya Jeong lagi, Jiyoung yang jengah langsung menatap tajam adik kembar. “kenapa otakmu lama sekali berfungsinya ? pabo. Yoochun hyung”

“mwooo ?”

“sudah terlambat kagetnya. Sekarang yang ingin aku pastikan keadaan noona, minggir” Jiyoung langsung mendorong minggir tubuh Jeong kesamping, menyebabkan tubuh Jeong sedikit terjengkang kebelakang.

“noona, aku boleh masuk ?” Jiyoung mengetuk pintu bercat putih berwallpaper Brad pitt “kami Jiyoung. Aku juga ingin menghibur noona” celetuk Jeong disamping kakaknya. Jiyoung mendengur kesal “arrayo. Noona kami boleh masuk ?” ulangnya sekali lagi, Jeong hanya menyengir 3 jari

Clek… pintu kamar terbuka, Hyera mencoba mengusir semua kebimbangan dalam hatinya, matanya masih terlihat sembab. Belum pernah sekalipun si kembar melihat kakaknya menangis, dan hari ini mereka melihat kakak yang mereka sayangi menitikan air mata. Tanpa di komando, si kembar langsung menghambur dipelukan sang kakak. Mengelus punggung kecil Hyera yang memang memiliki  postur tubuh lebih kecil dari kedua adiknya “noona, jangan menangis, hyung pasti akan baik-baik saja” ucap Jiyoung pasti

“benar noona, Tuhan sayang dengan Yoochun Hyung, pasti ia akan melindunginya. Noona jangan menangis, apa perlu kita ke Daegu untuk menjenguknya ?” Jeong merenggangkan pelukkannya dan menatap kakaknya, pletak. Lagi-lagi Jeong mendapatkan kado manis dari lelaki yang lebih tua 6 menit darinya “bodoh, siapa yang mau mengatar kalian ke Daegu ? dan yang pasti jalanan disana macet total, apalagi disana banyak wartawan, apa kau mau noona celaka ?”

“memang apa hubungannya hyung ? wartawan dengan noona ? merekakan Cuma meliput berita kecelakaan bukannya mau meliput noona. Noonakan bukan artis”

“kau ini. Kau tahu tidak, noona itu bukan artis lagi melainkan calon istri dari Park Yoochun. Dan kau tahu siapa park yoochun ?” Jeong mengangguk cepat “calon kakak iparku” Hyera mengulum senyum melihat wajah cerah Jeong, yang beranggapan  bahwa jawabannya tepat “bodoh, Park Yoochun itu pewaris Park Interior”

“mwoo ???” Jeong terkejut lagi. Namun dengan santainya Jiyoung menjawab “terlambat untuk berkata ‘mwo’ karna kami berdua sudah tahu” Hyera tergelak melihat kekonyolan dua adiknya, lalu mengacak rambut Jeong yang masih terlihat syok. “sudah, noona tak apa. Noona yakin kok semua akan baik-baik saja. Kalian jangan terlalu khawatir. Arrayo”

“hmm…” mereka bertiga tersenyum lalu tergelak lagi. Di depan pintu ruang tengah, tanpa mereka sadari 2 pasang mata mengamati dan bahkan menangis terharu melihat kedekatan putra-putrinya. Pasangan Kwon ini bukannya merahasiakan siapa Yoochun,mereka hanya ingin sang putri tidak tertekan dengan status barunya nanti. Dan mengenai Yoochun, mereka juga sudah mendapatkan kabar dari Tuan Park bahwa Yoochun hanya mengalami luka di rusuk kanan dan lengan kanan yang harus dibalut perban. Namun lagi-lagi mereka merahasiakannya, bukan demi membuat putri mereka cemas, hanya saja mencoba mengajarkan Hyera bagaimana cara untuk menenangkan diri sendiri, jika suatu saat nanti, dalam rumah tangganya ia menghadapi persoalan yang tak bisa dibilang mudah.

Daegu Hospital

Jungmo masuk kedalam ruangan Yoochun yang terbilang sangat sederhana untuk ukuran pengusaha kelas atas seperti Yoochun. “apa sudah baikkan?” Tanya Jungmo , lalu memilih duduk di sofa merah yang terletak didinding kamar

“hmm… yah sangat baik sekali”

“jinjayo ? mengaku baik  huh ? kau tak lihat hasil CT Scan yang menunjukkan tulang rusukmu patah ? lenganmu robek ? kau bilang baik ? dasar pengantin baru” omel  Jungmo geram melihat Yoochun. Yoochun tergelak lagi, lalu tersenyum dengan pasti “aku lelaki, bukan wanita yang sedikit-sedikit merengek. Jadi bagaimana sudah mendapatkan ambulance  yang mengangkutku ?” tanya Yoochun

“sudah, Tuan Park yang menyewa tadi. Kau tak tahu bagaimana dirinya tadi, saat melihat mobil kesayanganmu yang sudah tak berbentuk”

“benarkah ? ternyata ia mempunyai hati juga”

“kau ini bodoh atau apa sih. Tentu saja diakan ayahmu Park Yoochun ssi yang terhormat. Heh.. lebih baik sekarang kau bersiap, 15 menit lagi mobil pengantin siap mengangkutmu” ucapnya lalu  beranjak dari tempatnya duduk

“sialan. Jungmo-a. Boleh aku pinjam ponselmu ? ponselku hilang  tadi” tanya Yoochun sebelum Jungmo beranjak keluar ruang rawat nya. Jungmo tersenyum tipis dan berbalik menatap Yoochun yang tengah duduk diranjang pasien.

“tentu. Mau menghubungi istrimukan ??? aigoo.. aku jadi iri” ledek Jungmo, sedangkan Yoochun hanya tersenyum salah tingkah. Jungmo mengulurkan ponselnya ke Yoochun, lalu pergi dari ruang rawat.

Yoochun menyentuh layar iphone milik Jungmo dengan sederet nomor kombinasi yang sudah dihapalnya diluar kepala. Terdengar nada sambung yang mengalun indah. Yoochun mengetukkan jarinya pada lutut nya yang di tekuk.

Hyrera Pov

Aku duduk dimeja belajar mencoba mencari kabar tentang dirinya, melalui dunia maya. Aku menjelajah situs berita yang aku ketahui. Dan semuanya berita mengatakan masih tak mengetahui tentang kondisinya saat ini. Ini membuatku jengah, ponselku bergetar di laci meja. Aku melirik nya, nomor tak kukenal. Ah mungkin penting. Ucapku lalu menekan tombol berwarna hijau di keypad “yoboseo” kataku.

“yoboseo. Hyera-a” hatiku menclos. Dia apa dia Yoochun ? aku bertanya sendiri dihati “ne.. “ kataku lagi “Yoochun-a.. ini kau ?” tanyaku

“hmm… bagaimana kabarmu ?” tanyanya, aku menghela nafas lega

“pabo. Harusnya aku yang bertanya seperti itu. Bagaiamana keadaanmu sekarang ?”

“hehehe… aku baik-baik saja. Jangan khawatir”ucap Yoochun menenangkan. Bukannya tenang tapi aku semakin cemas, bagaimana mungkin ia baik-baik saja, jika mobil yang ditumpanginya mengalami kerusakan yang cukup parah. “kau masih disana Hye-a ?” aku tersadar kembali dari alamku

“ne.” ucapku pendek

“eoh, pernikahan kita akan tetap berjalan seperti yang direncanakan. Kau tak perlu khawatir”

“bagaimana bisa pernikahan ini dilanjutkan? Kau saja sedang sakit, lebih  baik kita undur dulu pernikahan ini” saranku

“tidak perlu, sudah aku bilangkan aku tak apa. Jadi santai saja” ya Tuhan dalam keadaan begini ia masih bisa berkata santai. Tapi hatiku sedikit lega, setidaknya ia masih bisa menghubungiku “kau memakai nomor ponsel siapa ?” tanyaku hati-hati

“Jungmo, pamannya Chelin kau masih ingat ?” semua memori tentang Chelin terbuka kembali, saat aku bertemu dengannya pertama kali karena Chelin juga. Aku jadi malu sendiri “hmm… aku ingat. Paman yang tampan” ucapku lirih

“hey, calon suamimu ada disini nona” aku tertawa pelan mendengar dengusannya.

“arrayo. Jadi, kau masih dirumah sakit ?” tanyaku lagi

“ne,  sebentar lagi akan  ke Seoul. Besok kan aku mau menikah, mana mungkin aku bermalam di rumah sakit” aku mengangguk lagi. Hening. Tak ada yang memulai. Sebenarnya aku juga ingin bertanya kenapa ia sampai ke Daegu, tapi kurungkan. Mengingat kondisinya yang belum pulih total.

“istirahatlah, besok kau harus bangun pagi-pagi kan”

“hemm.. kau juga. Hati-hati dijalan”

Selesai berbicara aku langsung memutuskan sambungan telpon diantara kami. Getaran di jantungku masih belum mereda, bahkan saat dia berbicara getaran ini semakin kencang. Sebenarnya ada kecemasan tersendiri, namun aku tak mau terlalu membuatnya tak nyaman karena pertanyaan-pertanyaan yang aku ajukan. Lebih baik sekarang aku beristirahat untuk mempersiapkan hari esok.

hari dimana aku akan melepas masa lajangku, aku tersenyum sendiri membayangkan bagaimana hari esok.

Author Pov

Pukul 10.00 KST, Seoul di gemparkan dengan acara pernikahan mengejutkan dari putra sulung Park Hyunbi. Pemilik saham terbesar Park Interior. Perusahaan yang bekerja di bidang properti. Mobil-mobil berjejeran di pelataran gereja Kategral di Myeongdong, ratusan wartawan juga sibuk mengabadikan setiap momen yang terjadi disana, walaupun sudah di kawal ketat oleh pihak kepolisian namun mereka tetap nekat untuk menjadi paparazi.

4 lelaki dengan mobil lamborghini memasuki pintu gerbang gereja, mereka tersenyum kearah kamera sebelum melanjutkan perjalanan mereka kedalam gereja. Terkadang candaan itu meluncur dari ucapan mereka.

Yoochun tengah bersiap di salah satu ruangan. Tangan kanannya masih terbalut perban, sudut bibirnya berwarna merah tua, kentara sekali lukanya masih belum mengering. Tuan Park hanya melihat sang putra dari pintu dengan bersidekap. Suara gaduh terdengar dari lorong penghubung ruang utama dan ruang istitahat dimana Yoochun berada. Tuan Park mengalihkan pandangannya pada sumber keributan.

“ternyata mereka lagi.” Gumam Tuan Park. Sedikit terkejut, 4 lelaki itu lalu  membungkuk memberi hormat pada lelaki setengah baya yang dianggap sebagai raja iblis oleh mereka. Tuan Park tersenyum dan menepuk pundak lelaki yang paling ujung.

“kalian ingin bertemu denganya kan. Dia sedang ada didalam mempersiapkan diri. Tolong jaga dia ya” ucap Tuan Park lagi. Dan akhirnya meninggalkan 5 lelaki yang telah bersahabat lebih dari 7 tahun itu berkumpul. Mereka mengangguk kaku. Sampai terdengar dentuman pintu tertutup mereka menghela nafas

“hyung, bagaimana rasanya di pegang si raja iblis ?” tanya lelaki tinggi yang bernama Changmin. Jaejoong hanya mendengus lalu melanjutkan langkahnya ke ruang istirahat. Tanpa pikir panjang lagi mereka bertiga mengikuti Jaejoong. Melihat Yoochun yang tengah duduk tenang sambil membaca buku di dekat jendela membuat mereka memutar mata jengah. “hey pengantin baru, mau sampai kapan kau akan melepaskan dirimu dari buku-buku itu ?” Junsu berkacak pinggang didepan Yoochun. Yoochun menggeleng lagi dan tersenyum melihat semua sahabat terbaiknya berkumpul. “eoh. Kalian sudah datang” Yoochun menutup buku bacaannya dan meletakkannya disamping tempatnya duduk

“hmm.. kau ingin jadi selebritis ya Tuan Yoochun ? sudah menggemparkan Seoul dengan berita pernikahan mendadakmu dan sekarang menjungkir balikan dunia bisnis dengan kecelakaanmu. Bagus sekali. Bahkan mungkin pamor Song Yurra kalah” goda Jaejoong, Junsu hanya mendelik jengah, mendengar nama Yurra di sangkut pautkan.

Yoochun terkekeh kecil, “tidak, aku juga bingung kenapa rem mobil ku rinset. Karena panik aku langsung menghentikan nya dengan menambrak pembatas jalan” Yoochun menjelaskan kronologi kenapa kecelakaan bisa terjadi. Yunho yang merasa ada kejanggalan disana langsung bertanya “kau yakin tak ada bawahanmu yang sakit hati denganmu ?” Yunho memastikan. Yoochun menggeleng.

“tapi menurutku ada yang tak beres” ucapnya lagi. Yoochun mencoba mengulang semua ingatannya, sampai saat ini tak ada yang pernah dia sakiti. Setidaknya ia berusaha bersikap bijak dalam mengambil keputusan. “sudah itu nanti saja, sekarang lebih baik kau bersiap 10 menit lagi kau akan menjadi sorang suami” ingat Jaejoong pada mereka berdua. Changmin, Junsu dan Yunho hanya mengangguk.

Para  undangan telah duduk di tempat yang sudah di tentukan, dengan kidmat pastur memulai acara sakral ini. Yoochun berdiri di depan altar memakai Tuxedo putihnya yang tak memakai aksen mencolok. Cukup simple namun elegan. Pintu gereja terbuka munculan sosok wanita dengan balutan wedding dress yang berkesan elegan, ia berjalan dengan gugup, dan bahkan mencengkram lengan sang ayah yang menjadi wali dipernikahannya. Yoochun tersenyum. Sesampainya di depan altar Tuan Kwon memberikan tangan sang putri pada lelaki yang akan berstatus sebagai menantunya “ku serahkan putriku padamu” Yoochun mengangguk dan mengamit tangan Hyera, dingin. Itulah yang Yoochun rasakan saat mengenggam tangan Hyera.

Upacara pernikahan berlangsung kidmat. Yoochun mengucapkan setiap ucapan pastur dengan fasih dan tegas. Begitu juga dengan Hyera. Atmosfer diantara mereka benar-benar terasa. Walaupun keadaan Yoochun yang bisa dikatakan tidak dalam kondisi terbaiknya, namun ia masih bisa menutupi setiap denyutan yang ditimbulkan oleh luka dilenganya.

Patur memberikan instruksi agar Yoochun untuk menyematkan cincin di jari Hyera dan menciumnya sebagai simbol pernikahan mereka yang sah.

Degup jantung mereka berdua benar-benar seperti berpacu. Untuk Hyera ini pertama kalinya bibir mungilnya disentuh oleh lelaki. Dan untuk Yoochun, ia tak terbiasa dengan ciuman didepan umum. Jadilah Yoochun hanya menyematkan cincin putih yang berhiaskan batu merah dan putih di jari manis sebelah kanan Hyera.

Bukan Changmin namanya jika ia tak membuat keributan dan kejahilan. Dengan celetukan khasnya ia menyindir Yoochun dan Hyera yang berkesan malu-malu. Beberapa undangan hanya mengulum senyum melihat sikap Yoochun.

Selesai upacara pernikahan, acara dilanjutkan malam nanti disalah satu ball room hotel ternama Seoul. Masih dalam naungan Park Interior. Simple Black-Gold wedding. Tema aneh yang dipilih Yoochun, biasanya setiap pengusaha seperti dirinya lebih memilih Royal Wedding, namun menurut Yoochun lebih baik ia menggunakan tema ini. Alasannya. Pertama ia masih belum mengetahui bagaimana selera Hyera, kedua masalah waktu yang hanya bisa diurus dalam waktu seminggu. Royal Wedding minimal membutuhkan waktu 1 bulan. Dan ini hanya seminggu. Ketiga, Black-Gold wedding lebih berkesan simple dan elegan. Tapi bukan berarti menjurus ke hal yang sedikit horor, hitam bisa dipadukan dengan warna apapun, sehingga Yoochun memilih hitam. Ia memadukan warna hitam dengan warna gold. Jadi lebih berkesan ke arah elegan, dan klasik.

Klasik, entahlah menurutnya klasik itu berkesan lembut, kebanyakn pria mungkin tidak menyukai tema klasik karena terlalu wanita dan berkesan mengantuk, dan berkemungkinan para undangan akan merasa bosan dengan tema klasik. Inilah seorang Park Yoochun pemikirannya bukan terpatok padahal lalu, ia mencoba berinovasi dengan gayanya. Klasik bukan berarti harus kembali kemasalu, melainkan hal unik yang harus dikembangkan.

Malam menjelang. Yoochun mencoba Tuxedo hitamnya dengan susah payah. Dengan terpaksa ia menahan sakit yang ada ditangan kanannya. Dibantu dengan perancang busana yang telah dipersiapkannya sejak seminggu yang lalu. “bagaimana ? apa terlalu sesak lengannya ?” tanya Jay pada Yoochun. Yoochun mematutkan dirinya didepan cermin, lalu melirik kearah lengannya “tidak, cukup fleksible. Aku bisa bergerak, walaupun tak sebebas kemarin” ucap Yoochun tersenyum

“baguslah. Tema pernikahanmu bagus.” Komentar Jay

“benarkah ? aku kira gagal. Ini pertama kalinya aku memadukkan tema pernikahan” kekeh Yoochun

“tsk… kau ini. Ah ia aku ke depan dulu ya. Nanti kalau ada apa-apa hubungi aku” ingat Jay. Yoochun mengangguk. Lalu memilih untuk keluar dari kamarnya dan menuju ball room menemui para udangan dan teman-temannya.

“Jungmo-a. Kau mencium bau pengantin tidak ?” ledek Junsu lalu menyenggol lengan Jungmo. Mereka yang mendengar hanya tekekeh

“mau meledekku huh ?” Yoochun merangkul semua sahabatnya, terkecuali si iblis makan. Dia entah dimana sejak tadi.

“ani…” geleng Junsu polos.

“heum, benarkan ucapanku, kau dan Hyera memang pantas. Kalian berdua cocok sekali” komentar Jungmo. Junsu yang mengikuti pembicaraan mereka mengernyit

“kau sudah mengenal Hyera ?” Junsu bertanya

“ne, tentu saja. Dia membantu keponakanku” Jungmo menerangkan kronologi peristiwa seminggu yang lalu, Junsu tersenyum “jika jodoh, kalian pasti akan dipersatukan. Walaupun diujung dunia sekalipun” ceramah Junsu sok bijak. Yunho dan Jaejoong sibuk menyapa beberapa rekan mereka yang juga diundangan disana.

“cish, banyak sekali gayamu Junsu ssi. Eoh, Yurra mana tumben tidak memngintili dirimu” ledeknya. Junsu tersenyun lebar

“hahaha. Dia mengikuti teman-teman Hyera keruang ganti Hyera”

“mwo ?” Yoochun kaget

“kanapa kau ?” kekeh Junsu lagi. Yoochun menggeleng.

Other Room

Hyera masih dibantu Clary untuk mengepaskan bajunya,  jika kemarin terasa sesak sekarang lebih terasa longgar. Membuat Hyera mendengus lelah. Clary hanya tersenyum simpul melihat Hyera yang terpasang dengan muka pasrah “ kau diet ?” Clary bertanya langsung. Hyera hanya mengangguk lemah. Clary tak mampu menahan senyumnya “padahal postur tubuhmu yang kemarin lebih bagus, tapi tak apa. Aku masih menyimpan satu gaun yang cantik untukmu, mau mencobanya ?” tanya Clary. Tanpa pikir panjang Hyera mengangguk. Clary bergegas mencari  baju rancangannya, dan memamerkan pada Hyera

“bagaimana  ?” tanya Clary. Hyera masih menimbang, apakah akan bagus jika ia mengenakannya ?

“kau yakin ?” tanya Hyera, Clary berfikir ulang “tentu saja. Kau cantik. Jadi aku rasa ini yang terbaik untukmu. Cobalah.”

Hyera yang sudah pasrah akhirnya meniyakan ucapan Clary. Selesai mengepas ‘lagi’ baju nya, Hyera di poles make up tipis oleh Clary, menurutnya struktur wajah Hyera sudah bagus, tinggal ditambah oleh polesan-polesan supaya menarik. Setelah itu memakaikan Head Tiaras di rambut Hyera yang sudah disanggulnya.

Lalu memakaikan perhiasaan di bagian tubuh Hyera yang menurut Clary menarik.

 Clary memandang takjub pada Hyera. Terlalu mengejutkan hasilnya, jauh diluar dugaannya Hyera terlihat anggun dan cantik. Ia tersenyum sendiri melihat Hyera yang mematut dikaca “wow” Hyera membalikkan tubuhnya menghadap Clary “kenapa ? aku jelek ya ?” Hyera bertanya takut. Clary menggeleng langsung “so beautifull” kagumnya.

Hyera mengulum senyum malu, mendengar ucapan Clary. Pintu kamar di ketuk, Clary langsung menginstrupsikan untuk si pengetuk masuk. Sosok lelaki yang tengah membawa bingkisan pun masuk. Tuan Park. Clary membungkukkan badan pertanda hormat. Tuan park tersenyum pada Clary dan Hyera. Clary undur diri memberikan space pada Tuan Park dan Hyera. Hyera kikuk tak tahu apa yang harus dilakukannya. Ia hanya tersenyum kaku pada mertuanya itu. “jangan grogi begitu Hyera-a. Kemarilah, aku ini juga ayahmu” ucapnya, Hyera mendekat dengan perlahan. Tuan Park masih mengulum senyum mengingat masalalunya. Hyera mirip sekali dengan mendiang istrinya. “ini adalah hadiah terakhir yang diberikan Ibu Yoochun untuk para menantu kami” Tuan Park menyerahkan bingkisan kecil kearah Hyera, “Gumawo Abonim” ucap Hyera kikuk. Tuan Park akhirnya tersenyum lagi.”santai saja arra. Ah ia aku mau kedepan dulu. Ah ia aku lupa. Kau cantik Hyera-a. Dan aku yakin Yoochun pasti akan terkagum denganmu”

Entah karena malu atau memang gugup Hyera hanya bisa mengulum senyumnya. Tuan Park keluar dari kamar yang ditempati Hyera saat ini. Ini bukanlah kamar utama mereka, ini hanya kamar pas pengantin. Ketukan pintu terdengar lagi, kali ini Yurra yang datang dengan membawa bingkisan besar “annyeong hyera” koor suara 4 wanita bergema di ruangan pas Hyera. Hyera tersenyum melihat sahabatnya dan Yurra.

“annyeong Yurra ssi, ah kalian datang juga” mereka saling berpelukan, dan tersenyum.

“kenapa memanggilku Yurra ssi, panggil Yurra saja. Woah kau cantik sekali, tak salah si tuan batu itu menikahimu. Maaf ya aku tak bisa datang ke acara sakral mu tadi pagi. Tadi aku sibuk Shooting Drama terbaruku” Yurra mencerocos sesukannya, sampai akhirnya ia memberikan bingkisan besar ke Hyera “aku punya sedikit hadiah untukmu. Kuharap kau menyukainya. Aku letakkan disini ya” Yurra meletakkan bingkisan disudut kamar.

“ne, kami tadi juga ada jadwal kuliah. Mian Hyera-a” ucap Chaemi. Hyera mengangguk

“ternyata kau menikah dengan pengusaha Park. Kenapa tak mengatakan pada kami?” celoteh Hyeni

“aku juga baru tahu ternyata dia pengusaha” yang lain mengernyit bingung

“aku kira dia hanya staff di Park Interior”

Yang lain terkekeh geli, melihat sikap polos Hyera.

“ayo kebawah, aku rasa para tamu sudah menunggu mu” Yurra mengamit tangan Hyera, dingin.yang lain sudah berjalan keluar duluan. Lalu Yuura menghentikan langkahnya “kau gugup ?” Hyera hanya mampu menganggukkan kepalanya “arrayo. Begini saja, kau pejamkan matamu” Hyera mengikuti ucapan Yurra, ia memejamkan matanya “ingat hal-hal yang sangat kau sukai, ingat saat kau tersenyum, ingat saat aku tertawa dengan orang-orang yang ada disekitarmu, ingat hal-hal yang memberikan energi positif untukmu, setelah semua terbayang, kau hembuskan nafasmu perlahan, dan ayo kita mulai pestamu”

Saat membuka mata ia tersenyum pada Yurra, ternyata gadis didepannya bukan sosok seperti yang diberitakan media Seoul, ia sosok yang hangat dan juga menyenangkan. Hyera makin menyukainya. Ia membalas senyum merekah Yurra. Lalu mereka turun dari ruang atas menuju ball room.

Ruangan di setting dengan 2 warna, gold dan Black, Yurra terkesima dengan desain ini, sedangkan Hyera janga ditanya, semua ini seperti mimpi, ia sendiri tak menyangka bahwa pernikahannya akan semeriah ini. Yurra membantu Hyera menuruni anak tangga, dan menuju ball room. Yoochun Cs sedang asyik mengobrol di sudut ruangan, terkecuali Changmin yang memang sedang berwisata kuliner sejak tadi. Beberapa tamu undangan juga memandang takjub pada Hyera yang memang sangat bercahaya.

Yunho menyenggol lengan Yoochun, dan menunjuk Hyera dengan dagunya. Yoochun mengikuti arah pandang Yunho, dan tersenyum malu. “cish, dasar pengantin baru malu-malu” celetuk Changmin dan bergabung dengan keempat pria tadi. “sudah kenyang belum ?” tanya Junsu pada Changmin. Changmin menggeleng, lalu berlalu lagi

“sebenarnya panjang ususnya berapa meter sih ?” celetuk Jaejoong bingung. Yang lain mengendikkan bahu pertanda tak tahu. Acara pun dimulai dengan sambutan Tuan Park, lalu mengenalkan anggota baru dikeluarganya. Hyera masih cukup canggung dengan suasana di ball room. Selesai ritual yang membosankan saatnya para undangan menikmati pesta dengan berdansa atau mungkin berwisata kuliner seperti Changmin.

Yoochun dan Hyera bahkan tak sepmat mengobrol. Mereka disibukkan dengan urusan masing-masing. Yoochun yang mengurusi rekan bisnisnya, Hyera yang sibuk dengan teman kuliahnya. Hingga akhirnya Yunho mengajak ngobrol Hyera dan Jaejoong membawa kabur Yoochun. Jadilah mereka dipertemukan di balkon samping ballroom.

“kau kenapa bisa disini ?” tanya Hyera kaget yang mendapati Yoochun berdiri menghadap lampu malam Seoul

“aku menunggu Jae Hyung. Kau sendiri ?”

“Yunho oppa menyuruhku kemari” Hyera bingung sendiri. Yoochun terkekeh melihat Junsu yang tersenyum penuh arti dibelakang Hyera.

“eoh, ya sudah, kemarilah, kau tahu pemandangan nya sangat  bagus” Hyera mengikuti langkah Yoochun. Ia bergumam terkagum dengan pemandangan yang ia dapat. Yoochun jadi teringat sang adik yang meminta fotonya dengan istrinya.

“hem..” Yoochun berdehem, Hyera menoleh “kenapa, kau sakit ?” tanya Hyera

Yoochun menggeleng “mau tidak kau berfoto denganku ? untuk dikirim ke Virginia”

“Virginia ?”

“ne, adikku Park Yoohwan, dia tinggal disana, melanjutkan study nya”

“eoh, tentu boleh” Hyera tersenyum lebar. Hyera mendekatkan dirinya dengan Yoochun, entah setan apa yang membuat Yoochun menarik pinggang Hyera agar lebih dekat dengannya.

‘Klik’

Selesai, dengan posisi yang masih sama, mereka melihat hasik karya Yoochun, dan tersenyum sendiri.

Disudut lain, beberapa pasang mata hanya tersenyum melihat sikap  mereka yang mirip seperti remaja ababil yang dimabuk cinta.

Selesai acara Yoochun duduk bersandar di sandaran kasur, lalu membuka perbannya yang sudah tak terbentuk, pintu kamar mandi terbuka, Hyera mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk kecil, lalu duduk disebelah Yoochun dan membantunya membuka perban. “kenapa kau bisa disana ?” tanya Hyera saat membuka perban Yoochun

“maksudmu ?” Yoochun mengernyit belum mengerti

“hmm.. Daegu ?” tanya Hyera menggantung. Yoochun mengerti arah pembicaraan ini. Ia lalu mengangguk “eoh, aku hanya memenuhi permintaan klien tentang proyek hotel di Busan” jawabnya, lalu membuka kemeja putihnya. Hyera lalu memalingkan muka kearah lain. Alasannya karena kesal dan malu. Yoochun tersenyum simpul. “aku mandi dulu, nanti kita bicarakan masalah Daegu” ia beranjak dan mengelus kepala Hyera, lalu bergegas kekamar mandi, tak lupa membawa pakaian santai nya kedalam, dan menggantinya langsung disana. Ia hanya menyusuaikan diri dengan Hyera, apalagi mereka baru kenal seminggu ini.

Hyera keluar dari kamar dan bergegas kedapur mengambil air putih untuk menghilangkan dahaganya. Ternyata disana ada Lee Ajjuma yang sedang membuat makanan untuk Tuan Park dan suaminya. “Annyeong” sapa Hyera ramah, Lee Ajjuma menoleh kearah suara, dan tersenyum manis pada anggota baru keluarga Park. “annyeong nona muda” balasnya

“nona muda ? panggil saja Hyera Ajjuma” ucap Hyera tak enak

“Hyera ? tidak bisa Nona muda, ini sudah menjadi peraturan dirumah ini” sanggah Lee Ajjuma cepat

“tapi kenapa ? Ajjuma bahkan lebih tua dariku”

“terkadang kita tak bisa menyandang usia saat bekerja nona muda” ucapnya lagi

“aneh, terlalu banyak teka-teki dikeluaga ini” gumam Hyera

“hmm.. tapi suatu saat nona muda akan mengerti. Ah ia mau ikut saya bergabung dengan Tuan besar ?” tanya Ajjuma tersenyum

“ani, mungkin besok. Ada hal yang ingin aku bicarakan dengan Yoochun”

“eoh, saya mengeri, pengantin baru” ledek Lee Ajjuma. Muka Hyera bersemu merah. “ani bukan itu maksudku.. aish” Hyera salah tingkah sendiri

“arrayo nona muda. Kau tahu kenapa Tuan Muda tak ingin bermalam di hotel ?” Hyera bingung, lalu menggeleng

“karena ia ingin langsung memperkenalkan istrinya pada Nyonya. Walaupun Nonya sudah tidak disini, namun hati dan kenangannya selalu disini. Dirumah ini”

“sepertinya kalian semua menyayangi Ny, Park ya” komentar Hyera. Lee Ajjuma mengangguk.

“sangat”

“beruntung sekali dirinya, ah bagaimana jika aku bantu membawakan biskuit itu Ajjuma. Sepertinya kau kerepotan” tawar Hyera. Lee Ajjuma mengangguk. Hyera langsung mengambil alih nampan biskuit di meja makan. Hyera mengikuti langkah Ajjuma yang menuju ruang kerja Tuan Park. Hyera mengikuti Ajjuma yang meletakkan nampan yang berisi teh hangat dan namun tak meletakkan sandwich dan susu coklat disana. Hyera mengernyit, tapi tak bertanya. Lalu menaruh nampan yang dibawanya di meja.

“terima kasih” ucap Tuan Park, tapi tatapan matanya tak beralih dari layar laptop didepannya. Dan Tuan Park sendiri tak menyadari bahwa menantunya yang membawakan biskuit kesukaannya. “ne. kalau begitu saya permisi dulu” Hyera undur diri, namun dicegah oleh Lee Ajjuma “nona muda, tolong berikan ini ke Tuan Muda. Kebiasaannya saat jika lelah akan memakan sandwinch dan minum susu coklat” tutur Lee Ajjuma lalu memberikan nampannya pada Hyera. Hyera mengangguk mengerti. Lalu keluar dari ruangan dan menuju kamar nya.

Tuan Park mengalihkan pandangannya pada suami istri bermarga Lee yang duduk di sofa, membantunya memeriksa berkas perusahaan. Ia mengernyit, siapa tadi yang keluar dari ruangannya jika mereka berdua masih disini ? pikirnya heran. Lalu duduk di sofa dengan mereka.

“tadi siapa yang kemari ?” tanya Tuan Park lalu meneguk teh hangatnya

“nona muda” Tuan Park tersedak “Hyera maksudmu ?” tanya nya lagi. Lee Ajjuma mengangguk santai.

“kenapa bisa disini ? bukankah ia bersama Yoochun ?” Tuan Park bingung sendiri.

“membantuku membawakan makanan ini. Sudah jangan dipikirkan. Mereka sudah besar Tuan” kekeh Lee Ajjuma. Tuan Park hanya mengangguk pasrah.

Saat memasuki kamar, Hyera bingung, tak ada Yoochun disana. Ia meletakkan nampannya di atas meja rias yang memang belum terisi alat riasnya, mengecek kamar mandi dengan mengetuk pintu, namun nihil. Tak ada sautan apapun. Hyera membuka laci meja riasnya, dan menemukan ponselnya, segera ia menghubungi ponsel Yoochun.

“yoboseo” Yoochun bersuara dengan enggan

“yoochun-a. Kau dimana ?” tanya Hyera sedikit khawatir

“aku diruang kerja Hye-a. Ada apa ?” tanyanya lagi, lalu sibuk mengutak-atik papan ketik didepannya.

“ani. Lee Ajjuma menyiapkan sandwich untukmu. Aku kira kau dikamar” terang Hyera

“eoh, aku di ruang kerja. Antarkan saja kemari”

“masalahnya aku tak tahu dimana ruang kerja mu” Yoochun terkekeh. Lalu berbicara lagi

“dua pintu dari kamar sebelah kanan” terang Yoochun

“arrayo. Aku kesana” Hyera menghembuskan nafasnya, dan meletakkan ponselnya di tempat semula, lalu mengambil nampan dan bergegas keruangan kerja Yoochun. Sesampainya disana. Hyera mengetuk pintu lalu masuk kedalam. Terlihatlah sosok Yoochun yang tengah mengutak-atik papan kecil dengan puluhan tomboh hitam. Hyera meletakkan nampan yang berisi makanan Yoochun dan duduk di sofa single berwarna cream melihat sosok lelaki yang sudah resmi menjadi suaminya.

Yoochun Pov

Menghitung persentase kerugian dalam proyek memang susah. Apalagi jika aku bukan lulusan dari fakultas ekonomi. Aku melirik Hyera yang duduk bersandar memperhatikanku. “kenapa ada yang aneh?” tanyaku, lalu melepas kacamata yang kupakai. Dia menggeleng “kau mirip dengan abonim” ucapnya singkat. Aku diam. Dia mengernyit “kenapa ? kau tak suka aku samakan dengan abonim ?” tebaknya langsung. Aku berdehem menetralkan diriku “tak apa. Bisakah kau tidak membicarakan kesamaan diriku dengan.. hmm Tuan park ?” ucapku lagi. Ia bingung, kentara sekali dari matanya. Namun ia langsung mengangguk.

“lukamu bagaimana ?” ucapnya mengalihkan pembicaraan. Aku memamerkan hasil karya, maksudku aku memamerkan hasil perbanku. Ia tertawa lalu menghampiriku “kotak obatnya dimana ?” aku menunjuk kotak putih dilemari kaca. Ia mengambilnya dan berdiri dihadapanku. Lalu membenarkan letak perbanku. Kami terdiam selama ia membenarkan letak perbanku yang bisa dibilang amburadul. “hmm.. ada banyak hal yang belum aku ketahui tentangmu” ia angkat bicara, setelah menggunting plaster untuk merekatkan perbanku. Aku menatapnya.

“hmm.. bisakah nanti kita bicarakan masalah keluargaku ?” ucapku halus. Ia mengangguk lalu meletakkan kotak obat di tempatnya.

“aku kira kita butuh penyesuaian diri. Aku kekamar dulu” Hyera pamit dan keluar dari ruang kerja ku. Apa ia marah ? bukannya aku menghindar, hanya saja. Ini terlalu rumit dijelaskan. Ini tentang hati dan perasaan.

Author Pov

Hyera duduk ditepi ranjangnya. Banyak sekali pertanyaan yang berkecamuk dikepalanya. Entahlah, sepertinya Yoochun menghindar saat ia bertanya lebih detail tentang keluarganya. Itu pikiran Hyera. Atau mungkin benar saat ini mereka harus bisa beradaptasi dan saling memahami. Apalagi umur perkenalan mereka hanya seminggu.

CCk

Huahahahahahaha…

Akhirnya bisa nyelesaikan step ini dengan tidak sempurna..*lap keringet*

Mian banget jadinya gaje bin najoong yak ??

Banyak banget yak yang belum dijelas disini, dan mungkin akan membingungkan*embeerr* tapi tenang aja, siiap UAS aku klarifikasi semuanya. Klo UAS selesai kan  beban ku CUMA UAN 3 MAPEL DOOANG*keprook2baskom.. hahahags

Niakahannya gha meriah yak ????*salahinYoochun* hahahaha

Aku gha tahu yang namanya nikah2an, al hasil dengan segenap kemampuanku, inilah hasil akhirnya. Hancuuuuuuuuuuurrr BANGET.*nangisdipelukansuami* muahahahahaha

BTW. Aku udah mulai HIATUS TOTAL. Dan masalah Yun-Na Lines, tunggu NEWS berrikutnya. Itu akan saling sangkut-menyangkut menjadi satu*plak* siipoo deh. Jangan lupa Komengna  yak 😀 gumawo sebelum dan sesudahnya. Saya mohon do’a restu agar diberi kemudahan dalam menjalankan UAN dan UAScs.

 

Sekian wasalam… hahahaha 😀

eoh lupaa ini cincin pernikahanna 😀

Iklan

14 thoughts on “FF Always Be Mine ‘Step 05’

  1. charmowl berkata:

    test…test…
    emm untunglah chunnie selamat 🙂
    coment : sebenernyacerita pas chunnie nikah agak maksa iia sama kondisi fisiknya apalagi ada tulang rusuk patah ,, dan alurnya terlalu cepat apa lagi pas bagian pernikahan dan pesta jadi kesan romantisnya gg berkurang ,, masa pas ngelamar di pemakaman romantis di pernikahan enggak -,-
    eon belom periksa ada typo apa enggak tar eong ulang lagi bacanya 🙂
    untuk cerita tetep masih ada kesan manisnya ..
    oa ini bakalan ada malam pertamanya gg ? *mesum*
    itu setelah pernikahan yoochunnya masih kerja bukannya istirahat -,- poor hyera (⌣́_⌣̀)\(‘́⌣’̀ )
    eon minta maaf kalau tiap kita ngobrol di tweet eon suka nagih ff ini padahal kamu lagi sibuk ,, jadi idenya jadi sederhana ,, maaf iia 🙂 *janji gg akan maksa pubhlis lagi ehhehhe ..

    • Angraeni Kim berkata:

      wkwkwkwk..
      sebelumnya minta maaf eon kalo part ini kurang sempurna.. wkwkwkwk
      habiss cuma ada waktu malming doang bwat ini itu ^ ^
      ntar klo ada wktu bakalan di perbaiki lagii 🙂 xixixixixixixixixi

      ea, eon punya saran bwat lagu romantis yang pake pianoo ???
      biar d msukin k part berikutnya.. whahahahaha…

      wkwkwk…
      klo yoochun kan emng dri sanana workaholic, jdi2 ntar kita hkum yoochun…
      muahaha. belum kepikiran dengan malam pertama… tappi liat ntar aja deh yak eon 🙂

      klo maslah nagihh mah santaii aja eon ^ ^ wajar kok. aku kadang juga suka gthu klo jdi readers.. hahaha
      btw gumawo atas saran da komennya.. ^ ^ ntar di tingkatin lagi deh ^ ^

  2. qoyah cassie berkata:

    eonnie!!!!!!!!bgus bgt!!!!hahaha,icch uchun ngeselin msa mlm prtmx bgtu sma hyera,,hahaha,klo aq jd hyera mgkin aq udh mnta cerai,,haha,mimin!!!!aq pun akn brwisata kuliner klo jd kmu,,hahahaha,,part slnjtx hrus lbih cepat,,hahaha,aq bhgia bgt klo bca nie ff,,haha

    • Angraeni Kim berkata:

      wkwkwkwkwk…
      gumawoo 🙂
      ketahuan setan makanan na ni anak.. hahahaha*lempaar donat
      muahahaha. gha ampe minta cere juga kali yaya ^ ^ ntar yg ngurusin yoochun sapa ?????
      iaa klo uas prakteknya udah slesai aku usahain deh cpat ^ ^
      gumawo udah komenn 😀

      • qoyah cassie berkata:

        hai!!!!hha,aq brtgkah lg ni,,hha
        4 lamborghini??ckck,mubazir bgt sich,,hha..
        mimin,,aturan pas diundang kmu ajak aq,,hha,biar kita bisa ngumpet dibwah meja makan breng2 buat wisata kuliner biar g ketauan,,hha..
        yunpa?????knp mlh ngurusin hyera??mnding urusin istri kamu ni yg udh kgn bgt sma kmu..hhahaha
        Oops..ckup skian dr aq,,hha,tkut authorx mrah..hha

      • Ny. Kims berkata:

        wkwkwkwk… nii anakk..
        sama aja kek mimin, makan melulu jagain syawal geh,, hahaha Xd

        wkwkwk…
        ehh siapa istrinya yunpa ? aku.. wkwkwk*junsu nangis guling2 🙂

        ehh ada yang ff baru thu 🙂

  3. Shamusuki berkata:

    Tarik napas.. Hembuskan… Lega rasanya Yoochun nggak kenapa-kenapa, aku pikir Yoochun bakal koma apa gimana gituu…. Untungnya nggak ^__^

Your Comment become spirit for me ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s