FF Always Be Mine ‘Step 04’

Author : Angraeni Kim a.k.a vi2junshu_kim

Cast : Park Yoochun, Kwon Hyera, Park Yoohwan aka Ricky Park

Genre : Romance, Comedy, friendship, AU [Alternate Universe]

Length : Chaptered

Summary : Masalalu akan selalu menjadi bayang semu dalam setiap kehidupan.

Ps : Typoo masih bertebaran ^ ^, Najong, Gaje. ^ ^

Happy Reading all 🙂

Author Pov

Yoochun membuka pintu mobilnya, namun tiba-tiba perkataan Yoohwan kembali menggema dikepalanya “apakah aku harus mengajaknya berkencan ?” Yoochun bergumam sendiri, lalu masuk kedalam mobilnya.

Yoochun masuk kedalam mobilnya dengan senyum yang sulit dijelaskan.ponsel nya bergetar, pertanda panggilan masuk

“yoboseo “

“Yoochun-a kau dimana ?”

“aku di bandara hyung, kenapa ?” tanya Yoochun pada si penelpon yang tak lain Jaejoong, terdengar suara teriakan para lelaki diseberang sana, membuat Yoochun sedikit menjauhkan ponselnya dari telinga “kau dimana hyung ? berisik “

“aku di..” terdengar lagi suara teriakan itu, membuat Jaejoong berteriak di ponsel “Yak tak bisakah kalian berdua diam ?” Yoochun menjauhkan lagi ponselnya dari telinga. Semoga saja selepas ini ia tak pergi ke ahli THT. “aku di apartemen, kau datang kemari ya “ akhrinya Jaejoong mengutarakan niatnya pada Yoochun

“memangnya ada apa hyung ?” Yoochun bertanya aneh, tumben sekali Jae hyung menyuruhku ke apartemennya. Pikir Yoochun

“ada deh, kau kemari saja. Yak changmin, berhenti mengemil. Nanti habis makananku “ Jaejoong berteriak kencang, sedangkan yang teriaki hanya mengacuhkannya, Yoochun tersenyum membayangkan changmin yang sedang meng-hunting makanan Jaejoong dengan lahap

“ne. Arra, tapi aku ada urusan, 30 menit lagi aku kesana, bagaimana ?” tanya Yoochun pada Jae

“ne. Gwencana, asal jangan 2 jam lagi kau kemari, bisa-bisa makanan yang kubuat sudah dibasmi changmin “

“arra. Aku tutup dulu telponnya ya hyung “

“ne. Hati-hati “

Yoochun menutup pembicaraan dan segera melajukan mobilnya, berhenti didepan toko bunga, ia tersenyum, lalu keluar dari dalam mobilnya, kakinya melangkah masuk kedalam.

“Hyuuunggg “ teriak Jeong dari kejauhan, Yoochun melihat kesumber suara dan tersenyum melihat Jeong yang sedang menenteng plastik hitam ditangannya.

“hai.. dari mana Jeong ?”  tanya Yoochun saat melihatnya memakai kemeja putih. Yah salah satu kebiasaan Jeong ia menyukai kemeja dan tak terlalu menyukai kaos. Sedangkan Jiyoung lebih menyukai stelan kaos dengan jeans belel. Preman sejati untuk Jiyoung.

“hebat, hyung tahu kalau aku Jeong ?” Jeong menggelengkan kepalanya kagum, cepat sekali ia bisa memberdakan Jiyoung dan dirinya.

“tentu, Jiyoung bilang cara membedakan kau dan dirinya dari jenis pakaian. Kau lebih menyukai kemeja dan Jiyoung menyukai kaos dan jeans belel. Simple bukan ?” Yoochun menjabarkan semua ucapan Jiyoung beberapa hari yang lalu dengan lugas.

“ne benar. Wooah kau pintar hyung.ngomong-ngomong kau mencari noona hyung ?” Jeong mengangguk paham, dan bertanya tujuan Yoochun kemari.

“ne. Noonamu ada ?”

“sepertinya ada, ayo masuk hyung “ Jeong melangkah duluan kedalam rumah, dan Yoochun mengikuti  Jeong, sampai didepan pintu masuk, Jeong berteriak kencang, sehingga membuat Yoochun tersenyum kikuk.

“aku pulang…. “ Teriak Jeong saat mengganti sepatu olahraganya dengan sandal rumah “noonaaaaa… hyung mencarimu “ teriaknya lagi, Hyera yang sedang memakai masker diruang tengah dengan ibunya terkaget. Lalu bergegas kedepan menemui Yoochun, tanpa sadar bentuk masker diwajahnya sudah sangat-sangat sulit dijelaskan

“eh, ada apa  ?” tanya Hyera gugup, dan tak menyadari masker mukanya sudah tak berbentuk. Yoochun tersenyum geli melihatnya.

“noona, kau sungguh konyol, bercerminlah, agar kau tahu bentuk mukamu sekarang “ Jiyoung yang bermain game akhirnya datang dengan cermin kecil ditangannya, dan memberikan cermin itu ke Hyera. Malu. Sungguh memalukan. Rutuk Hyera dalam hati. Ia langsung menghambur kebelakang, dua lelaki didepannya hanya tertawa lepas, menanggapi sikap konyol Hyera.

“Annyeong hyung “ sapa Jiyoung ramah

“ne Annyeong” Yoochun tersenyum, membalas sapaan calon adik iparnya.

“masuk hyung “ Jiyoung mengajak Yoochun masuk kedalam, atau lebih tepatnya mengajak Yoochun untuk duduk diruang tengah bersama ayah nya yang sedang asyik melihat berita di televisi. Disana ada Jeong yang sedang membuat origami.

“eh Yoochun ?” ayah Hyera, berdiri menyambut calon menantunya dengan senang hati

“annyeong abonim. Maaf aku berkunjung malam-malam begini “ Yoochun tersenyum ramah, dan membukkan sedikit badannya kearah calon mertua

“tak apa, santai saja. Ayo duduk “

“ne gumawo”

Yoochun tersenyum lagi, dan memilih duduk diantara Jeong dan ayah Hyera. Mereka membincangkan tentang obrolan lelaki, sepak bola misalnya. Seperti ayah dan anak mereka terlihat akrab sekali. Membuat Hyera mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam obrolan mereka. Terlebih lagi ia sangat malu untuk menemui Yoochun. Masker sialan. Rutuknya dihati. Tepukan dibahu kiri Hyera, membuatnya menoleh kearah pemilik tangan “kenapa berdiri disini sayang ?” tanya ibu Hyera

“ani, mereka asyik sekali. Aku jadi tak berniat mengganggu mereka bu “ ucap Hyera tersenyum. Temuilah dia dulu, mungkin ada sesuatu yang ingin dia bicarakan padamu.”

“ne. Baiklah “Hyera menuruti kata ibunya, lalu menuju ruang tengah, yang dipenuhi gema tawa oleh 4 lelaki yang sedang bergurau “ah noona sudah datang” keusilan Jiyoung hadir lagi, mau tak mau Hyera tersenyum kikuk pada Yoochun yang sedang menoleh kearahnya

“ada apa ?” tanya Hyera salah tingkah, mengusap tengkuk belakangnnya kaku

“abonim, aku mau berbicara dengan Hyera sebentar, boleh ?” tanya Yoochun sopan, ayah Hyera hanya mengangguk tersenyum. Yoochun beranjak dari tempatnya duduk dan menghampiri Hyera yang berdiri. Jeong dan Jiyoung saling memberi kode “Jiyoung. Kata ayah jika kita pacaran tak bole berduaan, makanya setiap nge-date kita harus double date teruuss. Kenapa sekarang Hyung dan Noona dibolehkan ?” Jiyoung memulai keusilannya

“benarr tidak adil…”

“hey jangan samakan aku dengan kalian. Salah kalian juga, kenapa terlahir kembar. Jadinya kalian harus saling menepel, biar tidak hilang “ Hyera menanggapi ocehan adiknya dengan santai dan menarik tangan Yoochun keluar dari ruang tengah menuju halaman  belakang, tempat dimana  si kembar suka bermain bola. Tangan mereka masih bertautan saat mereka duduk dilantai teras rumanya, Hyera lalu menatap bulan tanpa menyadari tautan tangan yang membuat Yoochun berkeringat dingin.

“jadi ada yang ingin kau bicarakan ?” Hyera membuka percakapan diantara mereka, menoleh kearah Yoochun yang terngah tergugup sendiri.

“hmm.. tapi sebaiknya kau lepaskan dulu ini” Yoochun mengangkat tangan mereka yang saling bertautan, muka Hyera langsung merah padam. Kenapa hari ini ia terlihat tolol ?. bodoh kau Hyera. Rutuk Hyera geram.

“j..adi ?”  Hyera bertanya lagi, mengalihkan perbuatan tak sengajanya dengan canggung. Yoochun tersenyum mengerti, ternyata wanita disampingnya benar-benar unik dan menggemaskan. Mungkin benar kata orang, jika lelaki akan mencari wanita pendamping hidupnya berdasarkan kemiripan sikap dengan sang ibu.

Ayah tak salah memilih. Terkadang ia merasa bersalah atas sikapnya selama ini pada sang ayah. Namun ternyata sakit hati itu lebih merajai hatinya. Ia selalu mengurungkan niat nya untuk meminta maaf dengan sang ayah.

Hyera melihat Yoochun melamun “Yoochun ssi…” Hyera mengibaskan tangannya ke wajah Yoochun, membuat Yoochun tersentak kaget “kau tak apa ?” tanya hyera khawatir

“ah ne.. gwencana. besok kau ada waktu ?” tanya Yoochun

“tentu saja ada. Aku sudah mengambil libur kuliah selama 5 hari “ jawab Hyera mantab, lalu menatap Yoochun

“aku mau mengajakmu menemui ibuku “

“ne ? ah baiklah dia dimana ?” tanya Hyera

“di surga “ Yoochun menatap bulan dengan tenang, kembali menatap Hyera lagi. Ia tersenyum, melihat reaksi Hyera yang terlihat ‘blank’ “kenapa muka mu seperti itu ?” dengan isengnya yoochun bertanya

“maksud mu disurga ? aku tak mengerti ?” Hyera menjawab konyol

“dia sudah tidak ada. Dia sudah pergi “ ucap Yoochun santai

“Mwooo ?” Hyera kaget mendengarnya, sewaktu pertemuannya dengan Tuan Park, ia sama sekali tidak membahas masalah ini dengannya. Hyera mau mencoba bertanya penyebab kematian ibu Yoochun. Namun ia mengurungkan niatnya.

“ada sesuatu yang ingin kau tanyakan ?” Yoochun melihat kebimbangan dimata Hyera yang tercetak jelas. Antara ia dan tidak Hyera akhirnya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kecil. Yoochun gemas lalu mengacak kecil kepala Hyera.

“biasanya orang akan bertanya apa penyebab ibu meninggal, kenapa kau tidak ?” Yoochun pun mengeluarkan perasaan janggalnya di hati, menatap mata kecil Hyera.

“karena itu akan membuatmu kembali bersedih. Itu yang aku tonton di televisi. Biasanya setiap mereka menceritakan kejadian menyedihkan dalam hidupnya, pasti ia akan membuka luka itu “ Hyera berbicara tenang menatap mata indah Yoochun yang juga tengah menatapnya. Mungkin sebagian orang menganggapnya ‘korban’ drama yang ia tonton. Namun ia tetap berprinsip, tak akan membuka luka seseorang sebelum orang itu sendiri yang membuka dirinya ke Hyera. Ia tak ingin memksakan sesuatu yang belum saatnya.

Seolah tersadar dari alam bawah sadarnya, Hyera langsung memalingkan muka kearah lain. Salah Tingkah. Yoochun hanya tertawa geli melihat kelakuan Hyera yang seperti ini. Seperti anak kecil yang tertangkap basah menatap es krim yang dibawanya.

Yoochun melirik kearah jam tangannya, ia harus segera ke apartemen Jaejoong. Ia melirik Hyera yang masih memalingkan muka dan perhatiannya pada langit malam. “aku harus pergi “ yoochun beranjak dari tempat nya duduk

“eoh ? baiklah” Hyera mengikuti Yoochun yang berdiri. Lalu mengahantarkannya sampai didepan, ternyata didepan si kembar sedang menutup toko.

“hyung mau pulang ?” Jeong bertanya dengan ceria, dan membereskan beberapa pot bunga yang terpasanga didepan tokonya.

“ne. Rajin sekali kau Jeong “ ucap yoochun

“ne.. tentu saja “ ucap Jeong bangga lalu melihat kearah noonanya yang sedang melirik tajam Jeong. ‘cih sok baik. Padahal selama Jeong dan Jiyoung lahir, baru kali ini mereka mau menutup toko. Dasar penjilat ‘ Hyera merutuk dihati

“hyung jangan lupa, pertandingan kami sehari setelah kalian menikah. Pokoknya kau harus datang. Kalau tidak, kau tidak ku ijinkan  honeymoon dengan noonaku” ancam Jiyoung dari sudut toko, sambil menenteng buka mawar. Reaksi Yoochun dan Hyera hanya ‘blank’ malu, lucu, dan yang pasti muka mereka memerah. “arraseo “ Yoochun berusaha menetralkan suasanya canggung dalam dirinya.

“eoh ya hyung, teman hyung ajak juga ya, kami ingin berkenalan dengannya “ Ingat Jeong lagi

“nde. Hyung pulang dulu ya “ Yoochun pamit dengan Hyera dan kedua adiknya “sampaikan salamku pada abonim dan eomonim “

“ne arraseo. Hati-hati dijalan “ Hyera melambaikan tangannya kearah Yoochun yang duduk manis di kursi kemudi, dan bersiap menjalankan mobilnya.

Hyera hanya tersenyum malu, dan entahlah. Mungkin ini yang namanya cinta ? masa ia ? Hyera berfikir keras, entah apa jawabnnya ia juga masih bingung,

“Noona berhenti tersenyum aneh “ Jiyoung menatap kesal kakaknya, lalu menaruh kembali bunga-bunga itu kedalam, setelah masuk ia menghampiri Hyera, yang membantu Jeong mengemas beberapa bunga lagi “ noona… ini kan tugasmu sedari dulu, jadi lanjutkan ya. Aku mengantuk sekali “ ucap Jiyooung santai dan masuk kedalam rumah sambil bersiul merdu. Jeong hanya cekikikan, melihat tingkah saudara serahimnya itu, lalu menatap noonanya yang sedari tadi bersikap konyol

“apa ?” bentak Hyera marah, dan menajamkan matanya pada sang adik, Jeong langsung terdiam ciut

“noona kenapa kau marah padaku ? bukan aku yang salah “ Jeong menatap iba pada kakak perempuannya

“habis muka mu mirip dengan Jiyoung. Makanya aku kesal “ ucap Hyera asal, dan langsung masuk membawa bunganya kedalam toko.

“noona akukan kembarannya, identik lagi “ gumam Jeong lemah, dan memasukkan bunga terakhir kedalam rumah.

Other place

Yoochun masuk kedalam apertemen Jaejoong, setelah memencet kombinasi angka yang telah dihapalnya diluar kepala.  Ia melangkahkan kakinya memasuki ruang tengah yang terdengar berisik ditelinga, lalu mencondongkan badannya untuk melihat sumber keributan dibalik dinding pemisah antara ruang tengah dan dapur, tenyata sisumber keributan adalah Shim Changmin yang tengah menyantap makanan yang tersedia dimeja makan, sedangkah Jaejoong si koki hanya mencibir, mengomel, dan berteriak kencang, karena Changmin tak mengindahkan kata-katanya.

Yunho, dan Junsu hanya memasang wajah lesu melihat kelakuan dua lelaki yang berumur lebih dari 20 tahun. Mereka lebih memilih menyibukkan diri dengan mempersiapkan kelengkapan di ruang tengah. Yunho mengambil wine dan soju di kulkas lalu berjalan, kearah ruang tengah, sedikit tersentak ketika melihat Yoochun yang tersenyum kearahnya “Annyeong hyung” ucapnya tersenyum

“ah Annyeong Yoochun-a. Kenapa kami tak menyadari kau disini ?”

“kalian sibuk sendiri. Ada acara apa hyung ? apa Jae hyung membuka cabang baru lagi ?”

“ani. Lihat saja nanti, ayo bantu aku membawa ini” Yunho menyerahkan Wine dan

“ne” Yoochun mengikuti langkah Yunho yang membereskan ruang tengah. Tak lama Junsu dan Changmin menyusul, membawa makanan dan piring-piring antik Jae. Terakhir Jae datang membawa dessert.”kau sudah datang chuni-a ?”  tanya Jaejoong

“ne.. dari tadi. Tapi kalian sibuk sendiri hehe “ Jawabnya sambil nyengir

“mian “ Jae berucap santai dan membereskan makanan di meja,”sudah lengkap semuanya “ teriak Jaejoong kagum. Lalu tersenyum kearah semua teman-temannya. Yoochun juga tersenyum walaupun ia tak mengerti maksud acara ini dibuat.

“kau membuat cabang baru ya hyung ?” karena merasa janggal akhirnya Yoochun bertanya pada Jaejoong dan yang lain tergelak geli melihat Yoochun. “ani” jawab Jaejoong langsung

“lalu ?”

“kau tahu tidak ritual lelaki lajang sebelum menikah ?” tanya Jae dengan tenang, yang lain hanya menyimak pembicaraan dua lelaki ini “tidak” dengan polosnya Yoochun menjawab. Menyebabkan jitakan manis mendarat di kepalanya “appo hyung “ ringisnya pada Yunho yang sudah geram. “kalian ini kenapa sih ?” tanya Yoochun yang mulai risih. Mereka berempat menggeleng serentak melihat sikap Yoochun.

“aigoo.. kepalaku pusing hyung “ Junsu duduk lemah disofa coklat muda milik Yoochun, lalu Changmin mengikuti langkah Junsu. “ini perayaan pesta bujangmu pabo “ Jaejoong yang geram pun akhhirnya berbicara. Yoochun hanya tersenyum inosen. Menyengir malu. Hari ini sudah dua kali ia di cela masalah pesta bujang. Pertama oleh adik cerewet tampannya, kedua dengan semua sahabat nya. “mian ya. Merepotkan. Gumawo “ Yoochun memeluk erat Jaejoong yang masih memakai apron merahnya, lalu Yunho, dan terakhir kedua sahabatnya yang terduduk lemas disofa coklat belakang.

Bruuk… yoochun menjatuhkan dirinya di sofa coklat, duduk diantara Junsu dan changmin.

“Junsu-a. Gumawoyooo… “ lalu merangkulkan tangan kanannya ke bahu Junsu, “Changmin-a.. Gumawoyoo…”  tangan kirinya kebahu Changmin. Lalu memeluk mereka secara bersamaan. Ntah kenapa Yoochun merasa senang. Semua sahabatnya berkumpul untuk merayakan pesta bujang nan sederhana ini.

“ne.. kau tak sedih hyung ?” tanya Changmin aneh, ia menatap hyungnya dengan tatapan takjub. Dan yang lain hanya menyimak, apa jawaban Yoochun. Jangan bilang biasa saja, jika Yoochun berkata’ia’  Jaejoong berjanji akan menjitak kepala Yoochun dengan spatula kesayangnnya.

“sedih kenapa ? setelah aku menikah tak akan ada yang berubah. Hanya statusku saja kan ? lalu ?” yoochun bertanya balik pada Changmin

“Ya Tuhan. Benarkah ini temanku ?” tanya Junsu bodoh, ia menggeleng lemah memegang kepalanya “paboo.. reaksimu berlebihan “ Yunho berkomentar. Yang lain hanya tergelak. “baiklah, ayo kita mulai acaranya “ Jejoong mengangkat kepalan tangannya ke udara dengan semangat. Dan tersenyum girang “wanitanya mana hyung ?” tanya changmin polos.

Pleeetak

Pleetak

Buukk

Pleetak

“yak! Jika aku geger otak bagaimana ?” tanya changmin sengit sambil berdiri. Bibirnya sudah maju membentuk kerucut. “lebih bagus jika kau geger otak “ jelas Junsu sengit “ kau mau besok kita berlima masuk headline 5 lelaki menghabiskan malamnya dengan wanita tak jelas ?” tanya skeptis.  Yang lain melongo melihat Junsu yang tiba-tiba sengit “bisa-bisa Yurra memanggangku hidup-hidup” mereka hanya mengangguk mengerti. Tentu saja. Song Yurra jawabannya. Kekasih Junsu. Wanita mengerikan. Walaupun pada dasarnya ia baik.

Yunho pun akhirnya ikut berkomentar “ dan bila itu masuk headline. Aku jamin reputasi kita hancurr, yang ada Yoochun tak jadi menikah “ ungkapnya. Changmin hanya mendongkol dihati. Sebenarnya apa yang dikatakan hyungnya memang benar. Wanita memang bisa membuat lelaki hancur. Pikirnya.

“baiklah.. lupakan yang tadi, sekarang kita mulai acaranya “ tengah Jaejoong. Lalu tersenyum. Mereka duduk melingkar diruang tengah. Beralaskan karpet bulu kesayangan Jaejoong.

“acara pertama harapan kau setelah menikah “ Junsu ternyum menatap sahabatnya yang salah tingkah. “ apa ya “ Yoochun tersenyum dan akhirnya mengutarakan isi hatinya “ setelah menikah. Aku hanya ingin hidup bahagia. Memiliki putra dan yah aku harap tak ada yang namanya perceraian “ semua bertepuk tangan

“kedua. Aku yang akan memulainya “ changmin bersemangat menunjuk tangan di udara, yang lain hanya mengiayakan. Sekali-kali mengerjai sang big boos. Ucapnya dihati “aku ingin 5 keponakan hyung “ Pletak.. Yoochun langsung menjitak kepala changmin.

“aku rasa otaknya sudah tak benar, karena kalian menjitaknya tadi “ canda Yoochun dengan tenang. “kasihan uri magnae.. cupp… “ Junsu menatap iba pada Changmin yang di bulli sejak tadi.

“arra.. jadi kau akan tetap dirumah itu atau pindah hyung ?” tanya Changmin serius

“entah, aku juga tak tahu. Aku hanya ingin berdamai dengannya. Walaupun itu terasa sulit “ Yoochun menghela nafas lega. Lalu tersenyum seperti biasa “ada lagi ? selagi aku dalam kondisi baik “

“aku “ Yunho bersuara. Bibirnya melengkung tersenyum “kau tadi habis dari mana ? bajumu bau parfum wanita “ goda Yunho jahil. Blusshh..

Wajah Yoochun memerah lagi. “hem.. ada deh “ Yoochun menjawab dengan gaya coolnya. Yang lain hanya mendelik geli “bilang saja habis dari rumah kakak ipar “ ucap Changmin santai. Semua tertawa serentak, dan Yoochun hanya tersenyum kecut. Ya Tuhan sulit memang mempunyai sahabat super jahil seperti mereka. .__.

Jaejoong menetralkan tawanya, dan terbersit pertanyaan yang sedari tadi membuatnya bingung “malam-malam kau kebandara ada apa Chunie-a ?“’ Jaejoong bertanya karena penasaran, ia tak sempat bertanya karena Changmin sibuk menghabiskan makanan yang ia buat

“aku mengantar Yoohwan, Hyung “

“park Yoohwan ?” tanya Changmin kaget. Hobae nya dulu. Yoohwan lah yang mengenalkannya dengan Yoochun hingga mereka berlima bisa bertemu dan bersahabat sampai sekarang.

“nde. Tapi hanya sebentar karena ia mempunyai jadwal kuliah yang padat “Yoochun kembali menjelaskan perihal Yoohwan kemari alasan pertamanya adalah kabur dari kuliahnya yang membosankan. Dan  karena ia memanggil Yoohwan untuk  membantunya mengurus beberapa berkas perusahaan.

Lalu mengabari tentang pernikahan mendadak dirinya dan Hyera. “eng.. jadi kau sudah sepenuhnya menerima Hyera Yoochun-a ?” tanya Jaejoong

“begitulah. Paling tidak aku sudah mulai menyukai dirinya. Yah aku rasa begitu “ Yoochun tersipu sendiri. Mereka mengertii dengan sikap Yoochun yang terlihat sedikit malu. Itulah sifat dasarnya. Mereka lalu  meneruskan acaranya dengan menuangkan wine dan memakan makanan yang disiapkan oleh Jaejoong.

Pesta berakhir pukul 03.00 dinihari, tubuh mereka tergeletak lemah dilantai yang beralaskan karpet bulu milik Jaejoong. Dengan posisi yang tak beraturan.

Yoochun Pov

Aku terbangun karena sinar mentari yang menyeruak melalui bilah-bilah gorden yang tak tertutup rapat. Ku kerjapkan mataku untuk menyesuaikan penglihatanku. Kuedarkan pandanganku, melihat 4 sahabatku yang tergeletak lemah, aku jadi tersenyum. Wajah mereka kelihatan polos. Tapi sayang, mereka tak sepolos saat tidur. Mereka lebih mirip dengan setan jahil yang menghantuiku.

Setelah membereskan beberapa botol yang berserakan dimeja tengah, akhirnya aku membersihkan badanku dan menyedu coklat hangat, lalu memasakkan sarapan pagi yang cukup layak untuk mereka. “wooah.. aku lapar “ kulirik pria jangkung yang tengah berdiri merengganggkan tubuhnya, sambil tersenyum “gumawo hyung” Changmin lalu kekamar mandi dan duduk manis menyantap roti bakar yang aku sediakan “walaupun gosong, tetap terasa lezat. “ ucapnya ngaco. Aku hanya menggeleng, lalu menyiapkan beberapa roti dimeja. “jangan telat kekantor. Aku pulang dulu. Sampaikan salamku pada mereka “ aku menepuk bahu Changmin. Ia hanya mengangguk lalu tersenyum dengan mulut penuh roti.

Hyera Pov.

Aku sibuk memilih baju yang pas untuk pergi ketempat ibu Yoochun. Apa mungkin  jatuh cinta pada pandangan pertama itu benar adanya ? entahlah. Aku juga bingung sendiri. Selesai memakai baju, aku memoleskan make up tipis ke wajahku. Sepertinya aku agak gemukan, terlihat jelas dipipi. Heh. Biasanya jika mau menikah orang akan melalukan diet. Apa perlu aku melakukannya ?

Pintu kamarku diketuk, kulihat ibu masuk kedalam, lalu memberikan bingkisan dengan kotak besar. Aku bertanya padanya “ini apa bu ?”, ibu duduk di tepi ranjang lalu menaruh kotak disebelahnya. Aku hanya melihat itu dari kaca. “gaunmu, sudah jadi. Tadi kurir yang menghantarkannya “ ucap ibu. Aku mengangguk. “apa mau dicoba ?” tanya ibu lagi. Aku berfikir, jika hanya mencoba, aku rasa tak terlalu lama. Aku mengangguk lagi. Baiklah, coba sana. Ibu keluar. Aku tersenyum, lalu mencobanya. Dan hasilnya, sesak. Benarkan kataku, aku gemukan. Ya Tuhan.

“ibu, bisakah kau membantuku ?” aku berteriak dari dalam. Ibu masuk, lalu tersenyum geli melihatku yang susah payah menaikkan gaun pengantin ini “aku gemukan “ keluhku lagi

“kau sih. Sudah ibu bilang berhenti mengemil, lihatkan ?” ibu  menaikkan resleting di punggungku. Aku menahan nafas, hingga gaun itu terpasang pas di tubuhku

“mana aku tahu ibu. Kemarin pas-pas saja.” Aku memberenggut kesal. “dan lagi, mana mungkin aku diet dalam waktu kurang dari seminggu. Ibu bagaimana ?” tanyaku padanya sambil merengek-rengek ibu hanya tersenyum

“tak apa. Asalkan kau tidak mengemil di malam hari lagi, semua pasti bisa.ah iya, Yoochun sudah menunggu mu didepan. Cepat bersiaplah. “ ibu keluar dari kamar. Aku langsung mengganti pakaianku lagi. Lalu bergegas keluar, menemuinya. Kulihat ia tersenyum ramah pada ayah dan ibuku, lalu kami pamit pada mereka.

“sebentar aku mau mengambil bunga yang sudah kurangkai “ aku pergi dari sisinya dan mengambil bunga yang aku maksud. “ayo “ ajakku.

Selama di perjalanan kami sama-sama diam. Sibuk dengan pikiran kami masing-masing. Jujur aku masih sedikit kesal dengan berat  badanku yang tak bisa diajak kompromi. Bagaimana juga aku ini wanita. “kau kenapa diam saja ?  tidak biasanya “ Yoochun menoleh kearahku, tanpa mengurangi fokusnya menyetir

“tidak ada.” Aku menjawab pendek. Aku tak mau dia tahu aku kesal hanya gara-gara gaun yang sesak.

“kau terlihat semakin berisi” ucapnya tersenyum. Aku jengkel. Sungguh.

“kau mau mengatakan aku gendut begitu ?” tanyaku ketus. Ibuu… anakmu kenapa jadi sensitif masalah berat badan sih. Aku mengutuk kesal. Coba saja jika kalian yang di hadapkan dengan masalah berat badan. Apalagi lelaki yang mengomentari. Memalukkan.

“aigoo.. kau ini sensitif sekali. Tidak terlihat genduk kok. Hanya pipimu saja yang terlihat berisi “ ia mencoba membujukku, lalu tangannya terulur mencubit gemas pipiku. Aku menjauh. Sekali lagi aku kesal. “oke baiklah. Maaf. “ ucapnya pasrah

“ah bagaimana jika kita ketaman bermain saja ? aku sudah lama tak kesana “ ucapnya, aku langsung memandang kaget padanya

“bukankah kita mau ke makam ibumu ?” aku bertanya bingung. Ia mengangguk.

“jika kau cemberut nanti apa kata ibuku. Setelah perasaanmu tenang dan tak secemberut ini, kita akan kesana. “ ia membelokkan mobilnya kearah taman bermain yang baru dibuka beberapa hari ini. Aku hanya mengikuti kemauannya. Mungkin benar juga. Aku hanya perlu mencerahkan otakku saja.

Author pov

Yoochun dan Hyera memilih untuk mengelilingi beberapa wahana yang menurut mereka seru. Hingga mereka kelihatan kelelahan dan memilih duduk di coffee shop sebelum melanjutkan perjalanan menuju ke makam ibu Yoochun.

“bagaimana sudah baikkan ?” tanya Yoochun lagi. Hyera mengangguk tersenyum. Sekarang perasaannya jauh lebih baik dibanding tadi, “ baguslah, kau mau memesan apa ? nanti perjalanannya jauh. Dari pada kita kelaparan dijalan, lebih baik kita makan dulu “ Yoochun berbicara tanpa melihat kearah Hyera yang dilema.

“aku tidak pesan apa-apa “ ucap Hyera langsung, Yoochun menoleh. Dengan pandangan ‘kenapa ?’ “aku diet” lirih Hyera akhirnya.

“kenapa diet ?’ tanya Yoochun yang bingung. Akhirnya Hyera menjelaskan alasan kenapa ia harus mengurangi porsi makannya. Yakni masalah gaun yang menyempit. Tidak lebih tepatnya berat badannya yang bertambah. Mau tak mau Yoochun tergelak, walaupun sudah ditahannya, namun kali ini ia tak mampu mengontrol tawanya. Hyera mendengus kesal, karena ditertawakan “baiklah maaf. Jadi tadi kau marah padaku hanya gara-gara masalah berat badan ?” tanya Yoochun inosen. Hyera mengangguk lagi. “aigooo… hey bukan berarti berat badanmu naik, lantas kita tak jadi menikah “ ucap Yoochun bijak

“masalahnya, aku ini wanita. Dan kau tahu wanita paling sangat sangat tidak suka jika diungit tentang berat badan “ ceplos Hyera geram. Beberapa hari ini ia dan Yoochun bisa berkomunikasi layaknya manusia normal. Tak seperti pertama mereka bertemu.

“arra. Aku mengerti kok. Kalau masalah gaun nantikan bisa di rancang lagi. Atau kalau perlu kita pesan yang baru “ saran Yoochun. Hyera menggeleng keras. Entah kenapa ia jadi begini. Biasanya ia tak terlalu mengurusi yang namanya berat badan “jadi kau mau diet sampai kapan ?” tanya yoochun yang mengalah pada calon istrinya

“molla. Mungkin sampai menikah “ ucap Hyera sekenanya.

“aku tak suka wanita yang kurus tak berisi “ kata Yoochun langsung. Hyera mendengus lagi “oke-oke. Baiklah jika kau mau diet, diet lah yang teratur jangan seperti ini. Diet membabi buta. Akan aku pesankan makanan yang rendah kalori “

“tapi…” yoochun langsung menginstrupsi ucapan Hyera dengan memanggil maid, dan memesan makanan.

Mereka makan dalam diam. Namun ternyata Hyera masih juga bandel, ia hanya menyuapkan beberpa sendok kedalam mulutnya, setelah itu ia sudah tak menjamah makanan dipiringnya.

“yah terserah padamu saja. Jaga kesehatanmu, jangan sampai diet jadi penghalang pernikahan kita “ kata Yoochun akhirnya. Hyera berpikir keras, benar jika tak berpikir panjang bisa-bisa dietnya membawa masalah. Akhirnya ia memakan lagi makanan yang sempat diacuhkannya. Yoochun tersenyum. Wanita memang aneh, sebentar bisa marah-marah tak jelas, sebentar bisa tersenyum-senyum seperti orang gila. Anggap saja begitu.

“jika dipikir-pikir ini perdebatan pertama kita “ Yoochun mengelap bibirnya dengan serbet dimeja.

“benar juga ya “ Hyera tersenyum geli. Mengingat mereka beradu mulut di mobil, dan terbawa hingga disini.

“hmm.. kau sama seperti ibuku, dulu jika ia juga sering mengeluh tentang baju-baju nya yang kekecilan. Dan kau tahu apa yang dikatakan nya ‘ aigoo.. kenapa baju ini menyusut. Apa karena detergennya ya’ aku  dan ayah hanya menggeleng. Padahal memang dirinya yang semakin berisi “ terang Yoochun. Hyera terkikik sendiri.

“kau tahu sendirikan jawabannya, kenapa ibumu selalu bilang bajunya mengecil “ tandas Hyera tajam namun masih bernada canda. Yoochun tersenyum geli.

“ne arrayo. Baru sekarang aku merasakan bagaimana pusingnya  ayah yang selalu jadi serempetan omelan ibu “

“aish kau ini “ Hyera geram sendiri, mau tak mau Yoochun sama saja menganggapnya ibu-ibu cerewet. Selesai makan siang mereka melanjutkan perjalanan menuju ke makam ibu Yoochun.

Mereka membersihkan makam ibu Yoochun, memberikan bunga, dan penghormatan terakhir untuk ibu Yoochun. “ibu aku kemari dengan calon menantumu. Dia wanita pilihan ayah. Bagaiman bu ? apa ibu menyukainya ? “ Yoochun beratanya lirih, lalu melihat kearh Hyera yang sedang menatap dirinya. Yoochun mengeluarkan kotak kecil berwarna merah dari saku jasnya. Lalu membukanya, dan melihat cincin putih bertahtakan berlian kecil dan terukir namanya dan Hyera disana. Yoochun melayangkan pandangannya pada batu nisan dihadapannya “ibu aku ingin melamarnya  didepanmu. Restui anakmu ya bu “ pipi keduannya bersemu merah. Entah kenapa Yoochun tiba-tiba bertindak sok romantis begini.padahal ia paling anti dengan kata romantis. Apa mungkin karena terlutar virus Yoohwan yang berlabel kan ‘Playboy’.  “Hyera Kwon, maukah kau menjadi pendamping hidupku, dalam suka, duka. Mencintaiku hingga ajal yang memisahkan kita ?,menerima diriku apa adanya, melalui dan mengarungi arus kehidupan denganku ? menjadikanku sebagai nahkoda hidupmu ? mengizinkanku menjadikan mu ratu dirumahku dan dihatiku ? “ Tanya Yoochun pasti. Hyera bingung. Entahlah pipinya sudah seperti kepiting rebus yang memerah. Hyera mengangguk malu. “aku Kwon Hyera menerima dirimu dirimu apa adanya, mencintai dirimu hingga ajal memisahkan kita, dan mengizinkanmu menjadikan ratu dirumahmu dan dihatimu” ucap Hyera malu. kentara sekali dari pipinya yang sudah merona merah.

Yoochun tersenyum sendiri, dan menyematkan cincin itu di jari manis Hyera sebelah kiri. Begitu pula Hyera. Yoochun merangkul bahu Hyera agar mendekat padanya. “ibu do’akan anakmu bahagia”  Yoochun dan Hyera meninggalkan pemakaman dengan tersenyum.

Sampai di mobil mereka hanya terdiam ‘lagi’. Antara canggung, bingung, malu, dan grogi. “maaf aku bukan tipe pria romantis.”

“maksudmu ?”

“yah, aku melamarmu di makam, bukan direstoran mewah seperti di drama-drama “

Hyera tertawa kecil “aku bukan korban drama. Aku menyukai caramu tadi. Itu cara langka yang harus dilestarikan “

“hhehehe.. kau ini. “ mereka kembali terdiam, mengulum senyum sendiri. Entah perasaan apa yang ada dibenak mereka saat ini. Yang pasti mereka hanya berfikir kedepan.

Mereka akhirnya sampai didepan rumah Hyera. “hmm.. aku turun “ ucap Hyera gagap. Yoochun mengangguk tersenyum padanya. “sampai bertemu lusa. Dialtar.”

“ne. “ mereka tertawa bingung, canggung. Seperti anak umur belasan tahun yang merasakan jatuh cinta saat pertama kalinya. Hyera membuka pintu mobil Yoochun, sebelum turun Hyera tak lupa berpesan agar berhati-hati dalam berkendara.

Cck

Alhamdulillah… akhirnya selese jugak ni step.. ==’’

Najoong banget yak ? ancuur ? sok romantiis ?

Emaaangg… aku aja yang nulis ngakak gaje depan kompi, sambil mijitin pala.. hahaha

Oke.. mungkin 3-4 step lagi bakalan the end deh nii kopell.. muahahaa

Tapi msalahnya, aku harus hiatus dulu selama 3-4 bulan*lama yak ??? 

tapi akan diusahan buat nyicil ngetik ni FF 🙂

ah ia, disini ada adegan seperti miss ripley yak ?*mang. aku juga kaget banget pas nonton miss ripley eh nemu adegan yang sama di otak aku

tapii sueer deh aku gha plagiat ^ ^

Teruss, berkemungkinan di step 5 bakalan dijelasin, tema apa yang bakalan dipilih Yoochun. ada yang bisa nebak ghak ???

ampe pusing aku browsing cari resensi tentang pernikahan…*ribeet* haha

Okelaa. Itu aja. Di tunggu yak Komennya…

Jangan ngebash,cukup kritik aja.. hahaha


 

Iklan

18 thoughts on “FF Always Be Mine ‘Step 04’

  1. charmowl berkata:

    kya hiatusnya lama amat -,- trus step 5 gimana kabarnya ? 😦

    ini kritikan sama typo :
    1.oochun gemas lalu mengacak kecil kepala yoora. (harusnya hyera)
    2.ada kata memaksakan ketulis – memksakan
    3kau masuk besok kita berlima masuk headline – pas kalimat ini harusnya ‘kamu mau besok kita berlima masuk headline’
    4.yoochun berkata lirih , lalu melihat kearah hyera – dikalimat ini ada beberapa typo , coba cari iia :p

    kyaaaaa ceritanya makin romantis jja dan bikin ketawa sama blushing u,u aihh kenapa eon jadi inget adegan yoochun yang di miss ripley iia ,, yang pas ke makam ibunya .. gg kesan norak tapi malah manis .. kalau tadi hyera nolak eon mau ngegantiin xD
    ditunggu step 5nya .. gg sabar liat bagian penikahannya ahhahha *sebenernya yang mau nikah eon apa yoochun*
    ini review pasti kepanjangan mian 🙂

    • Angraeni Kim berkata:

      iaa eon… soalnya ujian prakteknya banyak banget.. ToT puusing aku liatnya.. haha tapi bakalan aku cicil untuk ngerjaiin ni FF.. 🙂
      typonya udah aku coba perbaiki… bnyak bangettt 😦 aku jadi malu sendirii.. hahahha 🙂

      wkwkwkwkwkwk…
      aku juga kaget pas nnton miss ripley, ehh adegan itu sama dan perciss banget sama ide d otak aku.. tapi beneran gha ada rencana mau ngikutin miss ripley… hahaha
      benerkan ?? senyum2 sendri liat nya, aku yang bkin aja ampe ketawa2..

      muahahaha… nikahan ribett >,<. yang nkah Yoochun, akunya yang sibuk cari tema, udangan, gaun dll.. 😦
      wkwkwkw
      gpp eon review na bnyak.. 🙂 makasih yak eon udah komen 🙂

      • charmowl berkata:

        tetep semangat buat ujian prakteknya dan tetep ngicil nulis ff u,u
        ggpapa banyak typo itu hal wajarkan ahhahha ,, jadi sebelum kamu publish di blog lain eon bisa ngecek tulisan kamu kan sekalian liatin ada typo sama kalimat salah gg 🙂

        pernikahannya harus meriah+mewah u,u *undang dangdutan* ahhahha

        eon uga pas bac bagian uchun ke makam jadi inget pernah liat eh inget miss ripley ahhahha

      • Angraeni Kim berkata:

        siiipppp eonikuu… hahaha :))
        eciieee, aku punya editoorr niii*ditendang junsu jauh2.. hahahaha

        wwkwkwkw.. udang sii ayu ting2 aja deh sekaliann eon.. muahahahaha.
        bkin nikahan susah… bsok klo nikahan jangan mndadak yak eon, riibett..*plak
        iaa… emng mirip banget dah adegan nya.. kkk.. :))

    • Angraeni Kim berkata:

      wkwkwkwkwk…
      sabarr doong.. semuanya ada stepnya yaya 🙂
      ditunggu aja yak bbrapa bulan lagi.. muaahahahahaha

      soalnya lagi sibuk banget nii…
      btw udah nongol yak ktak komenna ????
      kkkk

      makasih ya, yaya udah mau nyempetin dan komen ni ff gaje binti abal2 😀

      • qoyah cassie berkata:

        hai!!!!!
        hha,aq blik lg,,
        Pletak!!!
        hha,mimin dpt brp kli jitakanx??hha,,yg sbr ya min..hha
        hha,,ngakak icch,,hha
        udh ckup skian,,hha..tkut diomelin sma yg empu nie ff,,hha

      • Ny. Kims berkata:

        wkwkwkwk..
        iaa benjool juga thu di mimin.. hahahaha
        *inget sinchan.. wkwkwkw

        ey…
        napaiin ngomelin anak org.. hahahaha…

  2. yan-yan berkata:

    Gokil deh klo ber4 sdh kumpul, ğªќ di ff ğªќ di realnya dlu sama2 ribut.. ╋╋ム┣┫ム╋╋ム ┣┫ム╋╋ム┣┫ム=)).. Kok lama yah meridnya.. Dicepetinnn donkk.. Hahah maaf bnyak mintanya..

  3. Shamusuki berkata:

    Changmin emang setannya makanan. Dimana ada makanan pasti ada changmin yang setia menghantui..
    Ngabayangin adegan anak Dongbang 5an bikin sedih… Kapan ya mereka bisa gitu lagi?? T^T

  4. hiru berkata:

    keren…
    hyera lucu banget..
    terus ada pernyataan nih..
    sebenarnya kalau dalam b.indonesia arti acuh itu baik loh,malah yang tak acuh itu jelek..
    sama dengan gini,senonoh itu arti yang baik sedangkan tidak senonoh itu buruk..

  5. nisa6002 berkata:

    wah keren. mereka makin deket aja ni.
    nikahnya kpn ni?
    btw nanti yoochun bakal blng ga k hyera knp ibunya meninggal?

Your Comment become spirit for me ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s