‘sometimes love is simple’ * Yun-Na Lines*

 

Author : Angraeni Kim a.k.a vi2junshu_kim

Cast : Jung Yunho, Lee Nayoung, Kim Juno, Kim Jungmin, Jung Jihye

Genre : Romance, Comedy, friendship, AU [Alternate Universe]

Length : Oneshoot

Ps : warning banyak typo, gaje, dan Cuma satu Pov… ^ ^

Happy readiiiiinggg*goyanggayung*plak haha

 

Nayoung Pov.

Apakah kesempurnaan itu selalu dinilai dari fisik seseorang ? apakah hanya mereka yang mempunyai kesempurnaan fisik  yang dapat mengejar citanya, impiannya, kehidupannya, kebahagiannya, cintanya ?

 

Lalu bagaimana dengan aku yang tidak memiliki kesempurnaan fisik ? terlahir dengan kecacatan fisik permanen. Kekurangan bukan kemauanku, setiap wanita menginginkan kelebihan, begitupun aku. Dulu memang aku selalu menangis, mereka mengataiku, mengejekku, mengucilkanku, mencemoohku. Apakah dunia itu adil ?

 

Jawabanya mungkin ia dan tidak. Beranjak keusia 23  tahun itu  sangat sulit. Aku harus melewati berbagai batu terjal, luka dan perih dihatiku juga sudah banyak. Mulai dari patah hati karena sunbaeku menolak cintaku, alasannya cukup klise dan mengena. Kecacatanku.

Yah sekarang hatiku sudah kebal bagai baja. Aku tak perduli lagi dengan anggapan orang-orang yang mengataiku sebagai wanita cacat, wanita yang kekurangan, wanita yang tak sempurna. Yang aku tahu, aku hidup dengan diriku sendiri. Tak perduli dengan anggapan mereka. Mereka selalu mengkoreksi kekurangan orang lain, tapi apa mereka mau mengkoreksi kekurangan mereka sendiri. Jawabnya tidak.

Munafik bukan ? tentu saja. Mungkin memang begitu sifat dasar manusia. Ku torehkan cat minyak ke kanvas putih yang kubeli ditoko tadi pagi. Salah satu hobiku adalah melukis, mencurahkan isi hatiku, menceritakan kehidupan kami, orang-orang tersisikan kedalam sebuah gambar.

Kutarik kuas lukis ini sesuai keinginanku. Selesai. Berbentuk abstrak dan tak berseni. Itu tanggapan beberapa orang yang melihat lukisanku. Kalian bodoh. Lukisan ini hanya bisa dilihat dan dibaca oleh hati. Hati orang tersakiti, hati orang tersingkirkan, terabaikan.

Pintu kamarku terbuka. Sosok wanita paruh baya datang dengan membawa nampan yang berisi air mineral dan susu vanila kesukaanku. Aku tersenyum melihat senyum manisnya yang tak pernah hilang. “kapan kau akan kembali ke Syndey nenek ?” kataku lalu mengambil alih nampan  yang dibawanya

“kapan ? kau mengusirku ? cucu durhaka “ kekehnya. Ia melirik lukisanku dengan senyuman yang sulit dijelaskan. Aku hanya mengernyit “ ada apa nek ?” tanyaku lagi.

“kau seperti ayahmu. Menyukai lukisan. Boleh  nenek membawanya ke Sydney ?” tanya nenek melihat lukisanku dengan seksama. Aku tersenyum manis. Melihat dirinya yang begitu antusias melihat lukisan abstrak tak berseniku “tentu, akan aku bungkuskan “ ucapku lagi. Aku duduk di pinggir ranjang, dengan langkah tertatih.

Kaki sebelah kiriku lebih kecil dari pada kaki kananku, menyebabkan diriku sulit untuk berjalan secara normal. Ditambah lagi, kecelakaan17 tahun silam. Kakiku rusak permanen. Aku sengaja tak memakai tongkat untuk penyanggah. Karena aku bukan wanita cacat tak berguna. Selain melukis aku bekerja sebagai guru TK disalah satu taman kanak-kanak didekat sini.

“kau melamun lagi, sedang memikirkan apa ?” tanyanya lalu mengelus puncak kepalaku. Aku tersenyum menggeleng kearahnya. “baiklah, siang ini nenek akan kembali ke Sydney “ ucapnya, aku mengangguk. “kalau begitu aku akan menyiapkan bahan untuk muridku besok “ kataku lagi.

“arra. Jangan terlalu lelah. Kau disini sendirian. Nenek  tak mau kau sakit lalu tak ada  yang menemanimu disini “ ucapnya khawatir. “ia nenek tenang saja. Aku akan baik-baik saja.”

“hmm.. nenek kekamar dulu ya “ aku mengangguk lagi.. punggung nya yang sudah membukuk tak mengurangi semua kasih sayangnya padaku. Aku menangis lagi. Kenapa aku bisa secengeng ini ? oh Tuhan.

Semua keluargaku tinggal di Sydney, hanya aku yang berada disini. Dinegara aku dilahirkan. Ibuku bukan wanita asli korea, ia campuran belanda china. Dan ayah keturunan korea asli. Aku memutuskan untuk tinggal disini sendirian, aku tak mau membagi beban hidupku dengan mereka yang sudah berkorban banyak. Dulu ibu tak bekerja lagi karena mengurusi aku yang cacat, kakak lelaki ku selalu berkelahi dengan teman lelakiku yang mencemoohku, hingga ia didaulat sebagai King of Fight semasa dibangku sekolah. Aku tersenyum mengingat sikap empati dari keluarga ku. Tapi aku sekarang sudah dewasa, bisa menjaga diriku, bisa mengatur diriku.

Sore ini aku menghantar keberangkatan nenek ke Sydney. Walaupun umurnya terbilang lebih dari setengah abad, namun kekuatannya dan kesehatannya masih sangat baik

“hati-hati. Jangan suka keluar malam, jaga kesehatan arra “ nenek berpesan padaku. Aku tersenyyum mengangguk. Ia memelkku erat. Erat sekali. “ne. Nenek hati-hati disana. Salam untuk semua ya nek “
ia hanya membalas dengan senyuman. Senyuman yang selalu aku rindukan. Ia melambaikan tangannya setelah pelukan kami terlepas.

Tersekat oleh kaca air port, aku masih bisa melihat sosok dirinya. Aku berbalik. Banyak yang menatap aneh pada diriku. Apa karena kakiku ? entahlah aku juga tak mau ambil pusing.kenapa bandara di Incheon mendadak jadi ramai begini ? setahuku tak ada kunjungan ke presidenan di sini.

Aku masih mencari celah agar aku bisa keluar dari kerumunan manusia yang menjebakku.

“kyaa… Yunhoooo….” segerombolan wanita berteriak histeris melihatnya. Aku hanya tersenyum miris. Siapa Yunho ? sampai sebegitunya mereka mengagumi dirinya. Cish aku juga tak perduli. Yang aku inginkan sekarang adalah pergi secepatnya dari bandara ini. Sesak.

Setelah berjalan melewati wanita-wanita gila tadi, akhirnya aku bisa menghirup udara segar. Hah leganya. Aku melirik kesekelilingku. Suasana normal. Aku mencari taxi agar aku cepat sampai dirumah. Lalu melukis lagi. Dan membuat beberapa gambar untuk muridku besok.

Dari ujung koridor kulihat seorang lelaki memkai jaket hitam berbahan kulit, berjalan tergesa, aku mau menghindarinya, namun apa daya, kakiku sulit digerakkan. Kram kakiku kumat lagi. Sialan. Dan bruugh…..

“ah… “ aku menggaduh kesakitan. Sakit sekali. Kenapa kaki ini tak bisa di ajak berkompromi ? sial. Aku memijit kaki perlahan. Perih, berdenyut, dan nyeeri sekali. “kau tak apa ?” tanya pria tadi sok ramah. Aku menggeleng. Aku kenapa-kenapa. Aku berteriak dihati.

“ayo aku bantu nona “ ia membantuku berdiri. Aku masih memegang tangan kerasnya. Ia lalu tersenyum. Indah. Satu yang bisa kudeskripisikan. Aku tak bisa menatap matanya. Ia memakai kacamata hitam. “lebih baik kita kedokter. Aku tak mau kau cidera.” Ucapannya menyadarkanku.

Menyadarkan bahwa aku wanita bodoh yang tiba-tiba menyukai lelaki sempurna sepertinya. “tak perlu. Aku sudah baikkan. Terima kasih “ aku melepaskan tangannya, dan mencoba berjalan. Walaupun masih kentara denyutan di mata kaki kiriku. Bertahanlah kakiku. Aku mohon. Aku berjalan terpincang-pincang, sedikit menyeretkan kakiku, karena tak kuasa menahan nyeri ini.

Greeb… tangan  ? tangan siapa yang berani memegang pinggangku ? aku menoleh kearah pemilik tangan ini. Dia . pria sempurna ini. Oh Tuhan.

“maaf, bisakah kau melepaskan tanganmu ?” aku menghentikan langkahku. Menatap tajam dirinya. Yang dia lakukan hanya tersenyum. “tidak. Aku rasa kau butuh bantuan nona “

“siapa kau ? berani sekali menyatakan aku butuh bantuanmu ? lepaskan atau aku akan teriak ?” ancamku sadis. Tawanya makin terasa renyah ditelingaku. Aku membuang muka. Mencoba menepiskan bahwa aku tidak sedang menyukai pria yang baru aku kenal.

“silahkan. Lalu akan aku katakan jika aku dan istriku sedang bertengkar “ katanya santai. Sial. Lelaki pantang menyerah rupanya.

“terserah padamu. Aku mau pergi. Dan satu hal aku tak membutuhkanmu “ ucapku lagi. Aku menekankan setiap ucapanku padanya. Ia tersenyum mengembang

“baiklah. “ ia melangkah mundur, memberiku ruang yang cukup agar aku bisa berjalan. Aku melangkah kesal. Bukan karena sikapnya. Melainkan karena mataku masih merekam senyumnya disini. Hatiku. Kenapa tiba-tiba hatiku bisa menyimpan senyum itu secepat ini ?

Ini gila. Benar-benar gila. Aku mendengus sendiri. Aku merasakan langkah seseorang membuntutiku. Dan hasil nya nihil, setelah aku membalikkan tubuhku melihat kebelakang.

Aku menyetop taxi. Lalu pulang kerumah.

Pagi ini aku memulai aktivitasku lagi. Mengajar. Membatu malaikat-malaikat kecil tak bersayap untuk belajar tentang dunia. Aku menyukai mereka. Menyukai senyum polos nya. Mereka wajah tak berdosa yang selalu membuatku tersenyum.

“ibu guuuurruu “ teriak beberapa murid lelaki dan perempuan yang sedang bermain ayunan di lapangan sekolah taman kanak-kanak ini. Aku tersenyum melambaikan tangan. Mereka menghampiriku. aku berjongkok mensejajarkan diriku dengan tinggi mereka.

“apa kabar ?” tanya ku pada mereka yang memelukku satu persatu

“baik. Ibu guru ?” Kim Juno. Bocah lelaki berumur 5 tahun itu bertanya dengan fasih. Ia selalu ingin didekatku. Katanya aku lucu. Dasar anak-anak

“baik sekali. Juno bagaimana ?’ aku bertanya menatap mata indahnya. Lalu mengelus puncak kepalanya. Teman-temannya yang lain sudah mulai masuk kekelas masing-masing. Namun masih ada yang bermain diluar.

“sangat baik. Juno dibelikan ayah honda balap. Ayah baru pulang dari cepanyol semalam “ ucapnya cedal. Aku tersenyum menanggapinya.

“benarkah ? kalau begitu Juno harus belajar yang rajin. Agar tak membuat ayah kecewa. Arrayo ?” ia mengangguk. Lalu mencium pipiku sekilas. Dan berlari menghampiri teman-temannya yang bergegas masuk kedalam.

“selamaat pagi “ ucapku tersenyum. Menatap mereka satu persatu. Muridku berjumlah 20 orang. Dan mereka semua lucu-lucu. Sangat lucu.

“selamaaaaaaaaaaaaaaat paaaggggggggiii buuu guurruu “ teriakan mereka menggema di telingaku.

“jadi hari ini kita akan bercerita ayahku hebat “ ucapku lagi. Mereka bersemangat. Menunjukkan jadi telunjuk mereka keudara. Aku memilih satu persatu yang maju. Hingga giliran Juno. Ia maju selangkah. “ aku bingung” ia terlihat muram

“bingung kenapa ?’ tanyaku lagi

“aku mempunyai 2 ayah. Satu ayah Yunho dan satu lagi ayah Jungmin. Jadi yang mana akan aku ceritakan ?” tanyanya inosen. Aku tersenyum. Mengelus kepala dengan lembut “ayo ceritakan keduanya “ kataku lagi

“ayah Yunho. Dia itu hebat, di jago dalam bermain motor-motoran. Dia tampan, aku menyukainya. Dia selalu membelikanku mainan yang aku pesan. dia juga bisa memasak, mencuci pakaian, memandikanku, mengajarikau bermain bola. Dan baaaanyaakk lagii “ mata berbinar. Aku rasa Yunho ayahnya adalah sosok spesial dihati Juno. Aku bisa melihat itu. “lalu ayah Jungmin ?” tanyaku lagi.

“kata ayah Yunho, ayah Jungmin adalah ayah kandungku. Ia sudah pergi dengan ibu kesurga. Lalu kata ayah Yunho. Ayah Jungmin itu tampan, tak kalah darinya, baik, dan juga jago bermain motor. Tapi aku tak pernah sekalipun bertemu dengan ayah Jungmin.” Berbeda, matanya menyiratkan kesedihan. Aku merengkuh tubuhnya. Ia lalu mendongak matapku “ibu guurruu, apa surga itu jauh ? kata ayah Yunho surga itu susah sekali untuk digapai “ ucapnya polos. Aku tersenyum “ benar surga itu jauh “ kataku lagi.

“Juno-a.. jangan sedih lagi. Nanti kita akan bersama-sama kesurga, untuk menemui ayah Jungminmu “ Minyoung salah satu muridku mencoba membuat Juno tersenyum. Yang lain juga mengiayakan ucapan  Minyoung. Polos. Itulah mereka.

“benar  Juno-a. Nanti kita akan kesurga bersama-sama. Tapi kau harus janji dulu, mau mengajak kami bermain motor-motoran dengan ayah Yunhomu “ Jikyung menimpali ucapan Minyoung

“baiklah… nanti aku akan mengatakan pada ayah “ ucapnya antusias, sedetik kemudian, mereka bersama lagi. Tersenyum lagi. Surga. Heh. Anak kecil memang seperti malaikat. Selalu bisa membuat orang sekitarnya tersenyum.

Keesokan paginya…

Aku kembali memulai aktivitas mengajarku, namun saat sampai didepan pintu gerbang sekolah, aku cukup terkejut dan syok. Kenapa tiba-tiba disini ramai sekali. Banyak motor besar pula. Apa mungkin ada kejadian premanisme disini ? cukup berasumsi konyol Lee Nayoung.

Aku masuk kepekarangan sekolah dengan tergesa, walaupun kakiku tak bisa diajak berkompromi. “ibuu guurruu “ sambutan murid-murid ku masih seperti biasa. Tak ada yang kurang dari mareka. Apalagi Juno, yang kulihat ia hanya tersenyum manis. Dan matanya berbinar

“ibu aku nanti akan kesurga bersama Minyoung, Jikyung, Hunjae, dan yang lainnya. Ibu guuruu mau ikut ?” tanya antusia. Aku berjongkok lagi. Kebiasaanku saat berhadapan dengan mereka

“hemm ?? kapan ? “ aku bali bertanya pada mereka.

 “tentu saja hari ini. Ayah Yunho juga akan ikut bersamaku “ ia lalu memanggil ayahnya kemari. Selama aku menjadi guru kelasnya, aku tak pernah melihat sosok ayah Juno. Sedangkan wali murid yang lain selalu aku temui. Paling tidak membahas tentang ulasan anak mereka disekolah. Juno selalu di jemput oleh bibi Han. Katanya ayah Juno terlalu sibuk untuk menjenguknya disekolah atau dirumah, sekali pulang hanya dalam hitungan hari.

“annyeong seongsangnim “ aku mendongak, melihat muka ayah Juno. Dan degh.. lelaki ini ? gila. Apa dunia sesempit ini ? aku mengutuk “ayah panggil dia Na seongsangnim. Itu panggilan kami untuknya “ ucap Juno menginstrupsi

“ah.. baiklah, Na seongsangnim annyeong “ ucapnya lagi. Kali ini ia tak memakai kacamata hitam. Hanya mengenakan jas coklat muda dipadu dengan jeans. Gila. Benar-benar gila. Kenapa aku bisa sedetail ini melihatnya

“ibu guru… ini ayahku Jung Yunho, dia seorang pembalap. Dia jago sekali bermain motor-motoran di jalan, dan suatu saat aku ingin menjadi sepertinya. Dia terkenal ibu guru “ Juno mempromosikan ayahnya. Tunggu. Pembalap. Jadi yang dibandara itu dia. Pembalap yang selalu di elu-elukan oleh yeoja-yeoja berisik. tidak salah lagi, pasti dia, dari namanya saja sudah bisa ditebak.

Lee Nayoung. Mengacalah.dia sudah memiliki anak atau mungkin istri ?.  Aku tersenyum kecil menanggapi ocehan Juno yang entah sampai dimana. Anak-anak yang lain sibuk dengan 4 orang lelaki yang aku tak tahu siapa

“Juno-a. Gurumu sudah datang. Dan ayah sudah berkenalan dengannya. Jadi kau masuk lah. Nanti ayah jemput “ ucapnya sembari mengacak kecil rambut putranya.

“ne…” ia mengangguk bersemangat “teman-teman ayoo masuk, nanti kita main lagi dengan ayahku. Otte ?” Juno menginstrupsi dengan jelas. Aku melihat mereka berhamburan masuk kedalam kelas. Yunho. Yang aku tahu itu namanya. Ia melihatku. Entahlah tatapan aneh.

“hai ibu guru. Kita bertemu lagi. Aku tak menyangka ternyata kau yang menjadi guru putraku “ ia berbisik kecil ditelingaku. Tubuhnya dan tubuhku berdekatan. Aku bisa mencium aroma mint yang keluar dari tubuhnya

“cish. Maaf ayah Juno. Sebaiknya anda urus dahulu putra anda sebelum merayu wanita “ kataku ketus lalu berjalan tertatih kekelas. Dan kembali mengajar.

Benar ucapan Juno. Ayah nya menjemput dirinya. Namun kali ini tak bersama dengan pemabalap yang lainnya. Dasar. “teman-teman, ayahku membawakan eskliimm.. ayo kita makan bersama-sama “ Juno membagikan eskrim berbagai rasa yang dibawa ayahnya. Kulihat Yunho tersenyum menatap putranya yang lugu dan polos. Ia menghampiriku dengan eskrim rasa pelangi, duduk disampingku.

 “terimalah. Anggap saja sebagi permintaan maaf ku karena kesalahanku kemarin “ ia menyodorkan es krim itu ketangaku. Aku mengambilnya. Lalu melihat lurus, menatap malaikat-malaikat kecil tak bersayapku bermain sambil menjilati es krim.

“Juno sudah cerita bukan ?” aku menatapnya. Mengenyirtkan dahiku. “dia bukan putraku. Dia keponakanku. Aku mengasuhnya 2 tahun yang lalu “ayahnya memiliki profesi yang sama denganku, pembalap. Tapi ayahnya lebih memilih menjadi formula one. Kecelakaan naas 3 tahun silam merenggut nyawanya. Aku yakin kau baca artikel tentang meninggalnya legenda F1 korea. Kim Jungmin atau mungkin orang lebih mengenalnya sebagai The King Of Kim.” Aku mencoba mengingat. Ah benar, 3 tahun lalu. Kakaku langsung terbang ke singapura untuk melihat pembalap kesayangannya, dan memberikan pengohormatan terakhir untuknya.

“lalu ?” aku tertarik mendengar kisah Juno. Anak kecil yang polos, dibesarkan tanpa kasih orang tua kandung dan hanya dibesarkan sang paman yang notabennya sibuk kemana-mana

“awalnya kami bisa menerima, tapi ternyata ibunya Jihye. Adikku masih belum bisa menerimanya. Ia merasa terpukul. Lalu depresi dan mengalami penyempitan di otakknya. Hingga saat umur Juno mengijak dua tahun, ia tak bisa melihat ayah dan ibunya.” Terlalu asyik mengobrol hingga es krim yang kami pegang meleleh. Aku dan dia hanya terkekeh melihat lelehan es krim yang mulai jatuh menetes ketanganku. “pakailah “ ia menyodorkan sapu tangannya kepadaku. “tak apa ?” ulangku lagi. Dia hanya mengangguk

“… menjadi ayah dan ibu sekaligus sangat susah ya. Terlebih Juno itu terlalu aktiv dan bandel. Aku saja sampai kewalahan selama 2 tahun terakhir. Karirku terbengkalai. Aku gagal terus menaiki podium pertama selama 2 musim berturut-turut “ ceritanya tanpa aku pinta. Ia masih menatap dalam wajahnya. Tak menyangka dia berbakat menjadi seorang ayah.

“Juno bukan anak yang gampang di ajak bermain dengan siapapun. Sampai aku bertemu dengan bibi Han. Juno cocok dengannya, dan akhirnya aku memutuskan untuk meninggalkannya bersama bibi Han “

“pasti sangat berat untuk menjadi single parents. Apalagi kau masih sangat muda “ aku mencoba berdamai dengannya. Mencoba untuk melakukan empati, padahal semenjak kuliah aku tak pernah mau perduli dengan siapapun,kecuali anak kecil.

“yah. Aku bahkan sempat membatalkan pernikahanku demi Juno. Mantan tunanganku tak mau menerima Juno. Ibuku juga sudah berpesan jika Juno dititipkan padanya. Tapi aku melarang. Jungmin dan Jihye sudah menitipkan Juno padaku “

“hmm.. kau  benar. Terkadang amanah itu harus dijaga “ aku tersenyum simpul mengalihkan pandanganku lagi, langit terlihat gelap tak bersahabat, aku mengajak anak-anak kembali kekelas, sembari menunggu orang tua mereka menjemput.

Akhir-akhir ini, aku dan dia semakin dekat. Entahlah aku juga bingung, sikap terbukanya membuatku nyaman. Membuatku menjadi wanita yang paling sempurna. Kami sering bertukar pendapat, pikiran, bahkan terkadang membahas tentang prilaku Juno yang polos ketika disekolah.

Walaupun jarak memisahkan kami saat dia harus mengikuti Moto GP di berbagai negara, kami masih tetap berkomunikasi, seperti sepasang kekasih. Namun aku tak mau terlalu mengharapkannya. Aku sadar posisiku dan keadaanku dimana. Sampai akhirnya aku memberanikan diri bertanya padanya pada saat ia dan Juno berkunjung kerumah. Juno sedang terlelap tidur disofa merah panjang.”‘kenapa kau tiba-tiba bersikap seperti itu dibandara ?” tanyaku padanya saat kami sedang berdiri dibalkon rumahku merasakan semilir angin

“karena kau orang yang harus dilindungi “ entah kenapa dadaku sesak. Ternyata ia hanya mengasihaniku. Jujur hatiku sakit. Aku lagi-lagi menjawab “Apa karena kecacatanku yang membuatnya sedekat ini jika lebih baik  agar kami tidak usah bertemu lagi. “ aku membentakknya, menatap tajam matanya.

“kenapa kau selalu bersikap seperti itu ? seolah-olah kau hidup sendiri tak membutuhkan orang lain. Dengar awalnya memang aku bersimpati padamu, tapi ternyata keberadaanmu disisiku dan Juno itu mempunyai tempat berbeda. Bukan simpati, empati, belas kasihan, atau apapun namanya.” Ia mencoba menenangkan diriku yang sudah tersulut emosi. Aku selalu sensitif jika menyangkut tentang kata simpati, empati atau belas kasihan. Aku bukan orang yang patut dikasihani.

“jika aku katakan aku mencintaimu. Apa kau akan percaya ? tidakkan  ? kau selalu menganggap semua orang mendekatimu karena kasihan padamu. Makanya aku mencoba untuk memahami semua dari awal. Dari kita bertemu. Jangan bersikap seperti ini. Ayolah. Berfikir dewasa”  aku masih menunduk, menahan isakku. Benar ucapannya. Aku terlalu takut. Takut jika mereka menganggapku wanita yang perlu dikasihani. Lambat laun aku jatuh di pelukan dada bidangnya. Ia mengelus pungguku dengan tangan kerasnya. Aku masih terisak kecil. Ia dengan sabarnya menenangkanku. Saat aku sudah terasa tenang, ia kembali berbicara

“jadi sekarang kau milikku. Tidak boleh melirik lelaki manapun. Termasuk Juno. Arra “ ia menekankan setiap ucapnnya, kami merenggangkan pelukan hangat tadi. “mana bisa begitu” aku memprotes

“apanya yang tak bisa ? akukan sudah menyatakan cinta padamu “ sengitnya

“lalu ? akukan belum menyetujuinya “ ucapku lagi. “aku tak menerima penolakan. Dengar. Sekarang kau sudah resmi jadi tunanganku “

“apa-apaan ini. Aku tidak mau “

“harussssss” tandasnya cepat lalu berangsek masuk kerumah, dan membangunkan Juno yang terlelap “Junoo.. bangun.. ayo pulang “ ucapnya Juno mengucek matanya malas. “tidur disini saja ayah. Aku mengantuk. Balasnya “ aku tersenyum melihat adegan ayah anak ini.

“nanti kalau dia sudah resmi jadi ibumu. Sudah ayo pulang, ayah gendong “ apa ibunya. Kau gila tuan Jung.

“ ibu ?? benarkah ?? asyiikk.. aku jadi tidak harus mengerjakan tugas lagi.” ia langsun tegak disofa, dan berjingkrak. Kami berdua mengernyit heran

“kenapa begitu ?’ tanyaku

“iaa.. mana ada ibu yang tega melihat anaknya dihukum didepan umum. Iakan ayah “

“benaar, jadi kau setuju kan ?”

“tentu saja. Ibu, aku dan ayah pulang dulu. Ayo ayah  sudah malam “ ia melenggang duluan keluar rumah.

“istriku aku pulang dulu “ ucap yunho jahil. “Yak! Kalian ayah dan anak sama-sama nakal “ aku berteriak jengah menatap keduanya

Ia menghampiriku dan berbisik kecil ditelinga “sampai bertemu dialtar isrtriku “, aku mau memperotes ucapannya tapi bibir kecilnya lebih dahulu membungkap ucapanku

“simpan tenagamu . dadaaaa “

“Yak ! “

 

END

Mian gaje, endiing nya gatoot abiiss*deepbow  dan banyakkk bangett typoonya

Tiba2 terinspirasii entahh dari mana bisa bkin cerita aneeehh bangeeett ginii.. hahaha

Okee kali ini cerita abag yunhoku*chuukakakipar*junsubwagolok* hahaha

Cerita ini hanya selingan aja, karena bosan liat muka Yoochun dan Junsu*dirajambener* makanya aku bikin.

 

Aneh banget yaa. Gpp deh. Bikinnya ngeebuut bangeett,,, selesai sholat isya langsung ngebut bikin ini =____=’’ kekeke

 

Siip deh Komen yahh hasil jirih payahku 🙂


 

 

 

Iklan

30 thoughts on “‘sometimes love is simple’ * Yun-Na Lines*

  1. charmowl berkata:

    baru pertama baca ff junho straight biasanya aku suka baca yunjae couple ehhehhe :p
    kalau yoochun aku lebih suka straigh *pengaruh drama*
    bagus kok ceritanya dan simple * ya allah saya ngebayangin betapa kerennya kalau yunho beneran pembalap moto GP* (۳˚Д˚)۳
    ayo bikin lagi tapi jangan lupa ff yoochun (” `.´ )_,/”(>_<'!) ahhahhahha

    *gg ada typo ko* :p

    • Angraeni Kim berkata:

      wkwkwkwk… ketahuan Yunje shipeeer ni eonii.. muahahaha :p
      aku emng shiper cuma gha suka YAOI.. hehehegss.. XD
      iaa siip2.. makasiih yak eon udah mau nyempetin komenn.. hehehehe

      *jangan dibayangin Yunpanya balaapp.. bisa mimisan ntaaarr huahahha*parahhnya Jeje bwa sabit*plak
      siipooo..
      lagii mentook idee, ntar aku siappinn.. hehehe

      • charmowl berkata:

        dulu eon uga gg suka yaoi tapi gara” drarry (draco harry) jadi suka ,, kalau couple eon cuman suka sama yunjae sama wonkyu sisanya enggak pernah baca *setia* kalau yoochun lebih suka straigh *ngebayangin miss ripley huuaaa gagah max* ehhehhe
        ggpapa lama update tapi pesan eon kamu nulis sampai tamat ahhahha xD

      • Angraeni Kim berkata:

        wkwkwkwk.. kalo yaoi aku bingung bayangin nya eon.. hahaha XD
        wkwkwkwk.. iaa si abang yoochun gayanyaa bkinn mimisann.. puahahahah*aura lebooynya keluar… xixixixixi
        okee…
        insyallahh bakalan aku siiapiin FF na.. konfliknya juga udah disediain… hehehegs

  2. qoyah cassie berkata:

    haha,wah aq g nyangka,tdi.a aq cuma coba komen dr hp,kukira g bisa,ech trnyta bisa..haha,ok aq mo komen sepanjang2nya,haha..
    yunpa kmu tuch emg baik seandainya aja byk namja didunia ini yg kya kmu psti dech aman,,huh karakternya na young sma kya aq,ini g gaje kok eonn,mlah bsa dblang mewakili perasaan org yg kya aq lewat na young,huh,sekeren apa ya yunpa saat ngebalap,sbnr.a aq ngarep ini jdi continue tp trnyta cuma 1shoot..bsa dbkin perchapter tak eonn??smpe yunpa pna anak trus apa tggapan fans.a yunpa puna istri cacat..rsa.a bkin sdih walaupun sbnr.a happy ending,,oya jgn lupa sama always be mine,hahaha

    • Angraeni Kim berkata:

      muahahaha… aku kiraaiiin gajee abiis.. apalgi alurnya kecepetann 😦
      rencananyaa aku mau buwat ver. sii abang yunhoo.. cuma liiat sikoon yak ? tugas sama ulangan minggu2 inii masih penuhh.. >,<

      amaann bangeet, klo semua lelakii speertii siaabaang..*lirik papah Yunho*siihey.. XD
      jangan dibayanggiin si abang Yunho balapp, ntar di getok jeje.. puahahahahaha :p

      iaa.. ABM nya lagii gha da ideee 😛
      makasiih yaya udah mau bacaaa dan komeen :).. yaya yang semangatt yak 😀

  3. anisa syafni berkata:

    yaaaaaaakkkkkkk…..

    kren abiz…tp adengan ank” nya kuraaang tuuh,,wkwakakaka…

    hrus ada lnjutan nya yaaa,,aku sunat ko klo tk ad lanjutan nya lg,,crita nya harus ampe punya anak,,TITIK TAK BOLEH PROTES,,wakakakaka…

    *dtunggu mbak.. kikiki… 😀 😀 😀

    • Angraeni Kim berkata:

      wkwkwkwkwk..
      ada pulak macamm thu… xixxixi
      apaan adegana anak keciil ????*junsu naik darah,, hahaha
      LoL.. :p

      wkwkwkwk… bkin sendiri y anaknya,,, hahha
      yunhonya sibukk balapan.. puahahahaha :p
      siip jjeng.. 😀

  4. charmowl berkata:

    eon uga dulu gg tau ngebayanginnya xD kakaka tapi pas cerita dan chat YM sama temen jadi paham *malah ngajarin*
    eh vivi punya YM ? kalau ada add punya kaka = putti.utti 🙂 kalau fb = noona complicated tapi jarang di pake cuman on di  jaja 🙂

  5. charmowl berkata:

    eon uga dulu gg tau ngebayanginnya xD kakaka tapi pas cerita dan chat YM sama temen jadi paham *malah ngajarin*
    eh vivi punya YM ? kalau ada add punya kaka = putti.utti 🙂 kalau fb = noona complicated tapi jarang di pake cuman on di  jja 🙂

    • Angraeni Kim berkata:

      wkwkwkwk…
      gha kuaat bayangiin nya,,, muahaha :p
      vivi punya.. cuma ndah pande maiinya eon.. *ketauan onengnya.. ckckckckck
      okk ntar vivi add yah FB nyaa. berhubung gha pande main YM*plak hahahaha

  6. qoyah cassie berkata:

    Hahhha,annyeong eonn!!!
    haha,kebiasaan aq adlh sllu aja ngebaca ff yg aq suka smpe 2kli,,hhaha…
    kli ini aq smpe nangis bcax,,haha,pkox mah hrus dlnjt nie ffx,,hahaha

    • Ny. Kims berkata:

      muahaha…

      ehh nii anakk…\awass di ketawaiin sama syawall,, muahahaha ^ ^
      perasaan FF nya Yun-Na kopel biasa deh ya.. kok bisa ampe nangiss coba ???

      iaa..
      udah separoo aku nulisnya, cuma masih kepentook idenya.. insyallah aku terusiinn ^ ^

  7. Hyunma Dera Ssiiee Drstupid berkata:

    bner x q mw liat abm step 10 di post pa loem,,,,,,,,,krna msih di protek,,,,,,,,,,q iseng2 liat fanfic list x,,,,,,,,,and berlabuh pada nie ff,,,,,,,,,, q suka ceritax ,,,,,,,,, q aj mpe nangis diwal crita,,,,,,,,,,,,, pkok x so sweet dah,,,,,,,,,,,,,,,,tq buat author………..gg bkin sequel?

  8. Detya's berkata:

    seandainya aj bnran ad org yg mau nrima kekurangan kyk cast d ff ini! Aigooo…author belum gmna” td udh nangis bca nih ff

Your Comment become spirit for me ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s