FF Always Be Mine ‘Step 03’

Author : Angraeni Kim a.k.a vi2junshu_kim

Cast : Park Yoochun, Kwon Hyera, Park Yoohwan aka Ricky Park

Genre : Romance, Comedy, friendship, AU [Alternate Universe]

Length : Chaptered

Summary : Masalalu akan selalu menjadi bayang semu dalam setiap kehidupan.

Ps : Typoo masih bertebaran ^ ^

baca dulu yang

Before story Of Always Be Mine ‘Remake’

Ada yang nungguin FF aneh ini ?? bagi yang nunggiiin makasih ya. akhirnya aku publish juga nii FF..
Happy reading 🙂

Author Pov

Yoochun keluar dari toko florist Hyera dan menghampiri mobilnya yang terpakir di jalan. Langkah nya terhenti saat seorang wanita memanggil dirinya

“Yoochun-a “

“Yoochun… aish kau ini.  Masih kenal dengan akukan ?” panggil wanita itu sekali lagi, dan Yoochun pun menoleh

“nde. Nuguya ?” Yoochun bertanya dengan ramah

“aish kau ini. Ini aku Hyorim, kau tidak lupa denganku kan ? “

Yoochun mengernyitkan dahinya. Mengingat-ingat nama wanita ini, Hyorim. Mantan kekasihnya,  saat mereka masih menduduki bangku sekolah menengah. Cukup kaget dengan perubahan diri Hyo Rim, 10 tahun tak bertemu wajahnya sudah berbubah total.

“kau Han Hyorim  ?” Yoochun mengutarakan isi otaknya

“benar, akhirnya kau mengingatku. Syukurlah “ wanita itu tersenyum manis. Yoochun sedikit berdehem mengurangi rasa groginya, bertemu dengan pacar pertama adalah hal yang cukup mengejutkan bukan ?

Yoochun Pov

“Yoochun-a. Kenapa kau berpakaian seperti ini ? bukan gayamu “ ledek Hyo Rim dengan senyum jahilnya, lalu menatap diri Yoochun dari atas hingga bawah.

“kau ini. Ehm, Rim-a… bagaimana kalau nanti aku menghubungimu ? aku sedang sibuk sekarang “ ucapku segan, sebenarnya tak enak berbicara dengan mantan kekasih sendiri, didepan rumah calon istri.

“baiklah, ini nomer ponselku”  Hyo Rim menyerahkan kertas kecil ukuran 5X6 cm yang berisi idenditas dirinya sekarang, ketanganku

“baiklah, nanti akan kuhubungi. Sampai jumpa”

“ne..”

Author Pov

“Yoochun-a…” Yoochun mengalihkan pandangannya kearah ayahnya yang sedang membaca buku diruang tengah

“ne ?”

“kemarilah “ ayah menepuk sisi sofa sebelahnya, agar Yoochun duduk disitu, Yoochun mengangguk, dan duduk dengan tenang

“bagaimana menurutmu tentang Hyera ?” ayah mencoba untuk berkomunikasi dari hati ke hati, walaupun ia tahu sebenarnya Yoochun sudah enggan untuk berbicara dengannya

“aku rasa ayah yang lebih tahu tentang dirinya. Aku baru bertemu dengannya beberapa kali.” Yoochun menjawab seadanya, ayah menghela nafas, anak lelakinya ini memang sangat sulit untuk di ajak berbicara, jika hatinya sudah terluka

“hmm.. ayah harap kau bisa menjaga dia, ingat dia tanggung jawabmu dimasa depan” ayah mencoba kembali mengisyaratkan perdamaian

“aku sudah tahu. aku mau kekamar, lelah” Yoochun bergegas kekamarnya dengan tenang.

“ayah tak akan menyalahkanmu  jika kau memang membenci ayah. Tapi ayah berharap kau bisa tahu kebenaran cerita ini sebelum ayah pergi dengan tenang “ ayah mencoba menenangkan pikirannya dengan memejamkan matanya, menghirup oksigen sebisanya, sampai Lee ajjuma mengaggetkannya

“Tuan muda kenapa memakai kaos ? “ Lee ajjuma bertanya dengan muka penasaran ke Tuan besarnya

“benar juga, kenapa aku baru menyadari itu, Yungmin-a ?” tanya balik Tuan besar

“aish.. tuan ini, saya yang bertanya kenapa tuan bertanya balik.” Mereka tergelak sendiri, melihat Yoochun yang notabennya jarang memakai kaos, tiba-tiba pulang dengan kaos dan training pendek selutut

“Tuan apa ini yang namanya perubahan karena cinta ?” tanya Lee ajjuma dengan tersenyum

“mungkin saja, kau tahukan bagaimana aku sebelum mengenal ibunya Yoochun dan Yoohwan ?” tanya tuan Park lagi

“tentu saja. Nyonya selalu bercerita tentang anda setiap di dapur. Ya sudah, kalau begitu saya mau mengitrogasi Tuan muda sebentar”

“aku jadi teringat dengannya. Lakukan sesukamu Yungmin-a” pasrah Tuan Park. Semenjak istrinya meninggal, Couple Y -singakatan dari nama Yoochun dan Yoohwan yang diberikan istrinya- selalu menempel pada Lee Yungmin. Pekerja mereka.

Lee ajjuma langsung bergegas ke dapur membuatku susu dan sandwich. Makanan penyogok agar Yoochun mau bercerita dan menumpahkan keluh kesah dirinya dengan Lee ajjuma

“Annyeong Tuan muda. Saya mengganggu ?” Lee ajjuma meletakkan susu dan sandwich di meja tengah ruang kerja Yoochun. Yoochun langsung tersenyum melihat susu dan sandwich sudah tergeletak di meja nya. Disambarnya dan langsung diteguknya susu itu hingga tak bersisa

“wuah… hebat tuan muda. Kau harus membayar satu gelas susu itu dengan satu dongeng tuan muda “

“dongeng ?” yoochun bertanya dengan tersenyum kecil, ajjuma hanya mengangguk “baiklah.” Yoochun akhirnya menceritakan tentang kejadian yang dialaminya kemarin saat bertemu dengan Hyera dan tadi saat dirinya merasakan kehangatan dari sebuah keluarga disana.

Ajjuma pun tegelak sendiri, mendengar ketidak pekaan tuan muda kesayangannya. Yoochun sedikit kesal dan geram sebenarnya, sampai ajjuma menyadari kekesalan tuan mudanya, akhirnya ia terdiam sebentar. “ajjuma, benarkah bila orang yang akan menikah banyak rintangan ? yah bisa dibilang syndrom pra nikah ?” tanya Yoochun lirih

“tentu saja ada tuan muda.”

“tandanya apa ajjuma ?”

“apa ya.. syndrom orang pra nikah itu banyak macamnya. Yah semacam kegalauan tentang kehidupan rumah tangga. Tentang takutnya dikekang, dan banyak lagi. Kenapa apa tuan muda kena gejalanya ?” ledek ajjuma dengan jahil

“hehehe… aku juga tidak tahu. ah aku kangen ibu dan Yoohwan “ Yoochun mendesah kecil

“hmm… kalau kau mengalami itu, kau tinggal cerita dengan ajjuma, arrachi ?”

“nde arraseo “

“ya sudah, jangan terlalu lelah dengan perkerjaanmu, tidur yang cukup anak manis, jaljayo”

“nde… arraseo ajjuma. Jaljayo “

@Hyera’s Florist

Hyera mendesah kesal, saat dirinya kembali jadi bahan olokan oleh kedua adiknya. Sangat-sangat menjengkelkan. Memiliki dua adik lelaki yang jahil dan hobi berkelahi.

“Jeong-a… lihat muka Noonamu merah begitu. Mirip kepiting yang direbus” Jiyoung kembali melontarkan kata pedas untuk sang noona yang sedang duduk di ranjangnya

“hey pabo. Diakan noonamu juga. Heran, memang kau lebih tampan dariku, tapi aku rasa daya ingatku lebih besar dari pada dirimu”

“cish… bangga sekali dirimu “ Hyera terbengong sendiri melihat kelakuan kedua lelaki ini, sebentar mereka kompak, lalu beberapa menit kemudia berkelahi seperti sekarang. Dasar memangnya ibu nyidam apa sih saat hamil si kembar. Hyera merutuk kesal di hati “kalian berdua, keluar dari kamarku. Kalau tidak, akan ku kempeskan bola kaki kalian, dan aku gunduli rumput di halaman belakang “

“nde ?” mereka yang asyik ribut akhirnya terdiam dan melirik  jengah ke arah noona mereka yang satu ini “arraseo.” Kor mereka

Blam

Pintu tertutup rapat, Hyera bernafas lega, ia menyibukkan dirinya dengan buku kuliahnya, besok akan ada kuis, dan Hyera harus bisa mendapat nilai yang bagus, untuk menjaga posisi nya sebagai kandidat mahasiswa yang mendapat beasiswa.

@KyungHe University

Hyera menuju kantin untuk mengisi perutnya yang sudah tak sabaran minta diisi. Memesan makanan ringan dan minuman hangat adalah kebiasaannya jika sedang malas.

“kau hutang cerita Hyera ssi “ Chaemi datang dengan menenteng buku-buku tebal ditangannya

“duduk dulu “ saran Hyera, Chaemi langsung menurut dan duduk di bangku kosong tepat didepan Hyera

“jadi… “ Chaemi bertanya dengan menggantukan kelanjutannya, Hyera mengernyit heran

“apanya yang jadi ?”

“kau sudah fitting baju dengan calon suamimu, tapi sampai sekarang kau tak menceritakan siapa calonmu, dari mana asalnya, orang tuanya siapa, bekerja atau tidak. Ayolah aku sahabatmu Hyera “

“cish.. kapan kau berubah jadi reporter gosip ?” Chaemi langsung menggembungkan pipinya saat disindir oleh Hyera “baiklah.. namanya Park Yoochun, bekerja di Park Interior. puas, jangan tanya tentang keluarganya ataupun latar belakangnya. Karena dia belum cerita “

“hah ?? padahal beberapa hari lagi kalian akan menikah. Kenapa ia  belum bercerita tentang keluarganya ?” Chaemi bergumam dan bertanya dengan nada yang sulit dijelaskan

“mungkin belum saatnya. Berfikirlah positif Chaemi-a “

“hehehe… Hyera-a… apa kau yakin akan menikah muda ? kuliah saja masih belum lulus, lalu kalian juga baru salling kenal. Apa kau tak takut dengan pertengkaran kecil rumah tangga lalu membawanya ke meja pengadilan “ Chaemi mengungkapkan perkataannya dengan berbelit, sehingga Hyera harus memahami setiap kosakata itu dengan seksama

“maksudmu, perceraian dini ?” tanya Hyera pas sasaran, Chaemi mengangguk “tidak, kami saja belum menjalani pernikahan ini.”

“nah sebelum menjalani nya, sebaiknya kau fikirkan lagi matang-matang “

“eoh “ Hyera hanya tersenyum memaksa dengan tanggapan teman baiknya ini. bukannya tak mau mendengarkan saran dari temannya, hanya saja ia tak bisa melangkah mundur dari pernikahan ini, semua sudah diatur dengan baik oleh kedua belah pihak.

Hyera Pov

Aku masih memikirkan perkataan Chaemi tentang pernikahan ini, benar juga akan ada dampak negatif nya bila aku dan dia tak saling memahami satu dengan yang lainnya. Ya Tuhan berikan jalan terbaik bagi kami.

“aish…” aku mengeluh sendiri, dan akhirnya tak sengaja menabrak seseorang “ maaf, aku tak sengaja “ aku mendongak melihat orang yang aku tabrak

“ya.. tak apa “ kulihat ia membereskan beberapa lembar kertasnya yang jatuh berserakan dijalanan, aku menunduk membantunya untuk memungut kertas yang berserakan itu. Aku langsung menebak bahwa dia adalah seorang pelukis, terlihat dari kertas yang dibawanya sebagian besar berisi tentang sketsa beberapa wanita dan pria “ini” aku menyerahkan lembaran kertas yang berhasil aku pungut

“terima kasih.” Ia tersenyum dan mengambil kertas-kertas tadi. “kau sedang ada masalah ?” aku sedikit kaget dengan ucapannya

“tidak juga “ ujarku berbohong, lalu tersenyum untuk meyakinkan. Ia lalu mengangguk tersenyum, dan memperkenalkan dirinya Ricky Park. Kami mengobrol dan saling tukar pikiran, ternyata ia salah satu mahasiswa Virginia. Dia kemari untuk liburan, dan bertemu dengan saudaranya. Aku cukup terkesiap dengan bahasa koreanya yang lebih baik dariku. “sudah lama kau hobi melukis ?” tanyaku saat kami berada di coffee shop

“yah lumayan. Untuk menghilangkan rasa suntukku disana.” Ucapnya lalu menyesap minuman hangat yang ada didepannya. Kami kembali terdiam, aku meliriknya sekilas lalu membuang muka kearah luar jendela. Tunggu sepertinya Ricky mirip dengan seseorang, tapi siapa. Aku memutar otakku untuk mengingat siapa yang mirip dengannya. Belum sempat aku bertanya tentang keluarganya, ponselnya berdering “maaf, aku harus menemui hyung ku. Lain kali kita ngobrol lagi “ ucapnya sembari tersenyum

“ne. “ dia pergi melangkahkan kakinya menyetop taxi di depan. Aku menghela nafas dan pergi dari coffee shop ini.

Ricky Pov

Setelah masuk kedalam taxi aku merutuki kebodohanku sendiri. Kenapa aku tidak meminta nomor ponselnya ? yah setidaknya berniat untuk menambah teman kan tidak salah. Aku tersenyum sendiri melihat dirinya yang cukup terbuka. Sampai didepan rumah bercat putih dengan aksen eropa. Supir taxi memberhentikan mobilnya. Aku tersenyum sendiri, mengingat masa kecilku dengan saudaraku. Dia seperti ayah dan ibu bagiku. Dia lelaki berhati mulia namun tegas dan dingin. Dia Hyungku Park Yoochun.

Aku memberikan sejumlah uang ke supir taxi sebelum masuk kedalam pekarangan elit didepan mataku. Sengaja aku tak mau tinggal disini. Terlalu banyak kenangan menyakitkan didalamnya. Mungkin Hyung tahan dengan sikapa ayah yang selalu ingin menjadi raja dirumah. Hingga ibu pergi meninggalkan kami.

Aku masuk kedalam. Ini jam 9.00 aku yakin ayah sudah sampai dikantor lebih dulu. Dan aku juga sudah berjanji dengan Hyung kami akan bertemu disini. Dirumah tempat aku dilahirkan.

“aku pulang “ aku berteriak sekencang-kencangnya. Melihat Lee Ajjuma-yang sedang membersihkan ruang depan- kaget aku tersenyum kecil. Dasar Ajjuma suka sekali bertingkah lucu

“Aunti.. bogoshipoo  “aku memeluknya erat. Ia cukup kaget dengan kehadiranku yang mendadak, tidak biasanya aku kemari sebelum liburan musim dingin.

“kau ini mengejutkan Ajjuma saja. Kenapa pulang tak mengabari ?” ia menepuk lenganku gemas. Aku memasang senyu tiga jariku padanya.

“kejutan. Tapi hyung sudah tahu. Ajjuma kau semakin gendut “ aku berjalan mengelilinginya. Lalu tersenyum saat melihat bentuk tubunya yang sedikit berisi

“kau ini. Dasar anak nakal. Kau makin tampan saja. Mirip dengan hyungmu “

“tentu saja. Bahkan aku lebih tampan dari hyung “ aku tersenyum cool. Ajjuma hanya tersenyum geli. Kangen sekali dengannya dan Lee Ajjusshi, suami Ajjuma. Dia yang mengajariku dan hyung bermain bola. “mana Ajjusshi ?” tanyaku

“sedang ada tugas dengan ayahmu keluar kota “

“jadi ayah keluar kota. Pantas hyung menyuruhku kesini “ aku bergumam sendiri. Tak lama sosok pria dengan pembawaan tenang keluar dari kamar. Dengan ponsel menempel ditelingannya, ia turun kebawah tanpa melihatku. Kebiasaan hyung jika sudah sibuk sendiri

“Park Yoochun “ aku berdehem keras, ia menjauhkan ponsel dari telinganya, dan melirikku dengan senyuman yang aku rindukan.

“nanti aku telpon lagi. Sampai jumpa “ ia mengakhiri pembicaraannya dengan benda mati yang bermanfaat itu. Lalu memelukku erat “bogoshipo “ katanya tersenyum

“nado “ ucapku “kau lebih berseri hyung. Apa karena akan menikah ?” godaku, wajahnya langsung bersemu merah. Lee Ajjuma yang melihat hanya tertawa geli

“asih sudahlah. Aku memanggilmu  bukan untuk menggodaku. Melainkan membantuku berbisnis “ ucapnya

“eng.. bisnis lagi, aku sibuk kuliah hyung “ rengekku

“kau hanya perlu membantuku memberikan saran tentang design baru yang aku buat “

“heh.. baiklah “ aku akhirnya menyerah, lalu mengikuti dirinya yang beranjak keruang kerja nya.

Design minimalis dan klasik adalah gaya seorang Park Yoochun. Lelaki pendiam dan berhati angel inilah yang selalu menginspirasiku. Dia selalu tenang dalam menghadapi sesuatu dan sangat-sangat pandai menyembunyikan kekesalan dirinya ataupun amarahnya.

Buktinya ia, menerima dengan lapang dada tentang perjodohan yang tak masuk akal oleh ayah. Aku akui ayah memang baik, namun ia tak mengerti bagaimana cara bersikap dengan anak-anaknya. Dia terlalu dingin untuk kami, terlalu acuh untuk bisa mengerti kondisi anaknya, terlalu kaku untuk berbicara sebagai ayah oleh anak-anaknya.

Itulah hal yang aku tangkap dari sikap ayah selama ini. Apa mungkin itu penyebab ibu pergi meninggalkan ayah ? apa itu penyebab semua orang terkasih ayah meninggalkannya ?

Entahlah hanya yah yang bisa menjawab tentang dirinya sendiri. Aku menyayangi kedua orang tuaku. Walaupun ayah semakin berubah semenjadk ibu tak ada. Ah aku jadi merindukan Ibu…

Ibu anakmu si Yoochun akan menikah. Aku tersenyum sendiri.

“duduklah. Aku mengambilkan berkasnya dulu “ aku duduk disofa putih yang terletak didepan meja kerjanya. Disana ada gitar kesayangannya. Ia sama sekali tak membolehkan orang lain menyentuh gitar itu.

“ini pelajari dulu “ ia memberikan map biru ketanganku. Aku mengambilnya dan mempelajari semuanya dengan seksama. Perfect, analisis nya tajam. Ia sangat ahli dalam hal konsep. Good boys. Aku  tersenyum jahil kearahnya yang sedang mengutak-atik ponselnya

“kau sedang apa hyung ?” aku melihatnya dari belakang, ia hanya salah tingkah

“tak ada. Jadi bagaimana ?” tanyanya

“great.. kau memang yang terbaik. Aku mau bertanya “

“apa ?”

“jadi siapa kakak iparku ?” tanyaku lagi

“datanglah kepernikahanku. Kau akan tahu siapa dia, dan bagaimana dirinya “ ia berbicara tenang, namun matanya terlihat berbinar. Apa benar kakakku sudah kembali seperti dulu. Kembali menjadi pria hangat dan menyenangkan bukan pria seperti ayah yang kaku dan tak mengasyikkan

“tapi aku harus kembali ke Virgina hyung. Kau tahukan aku kemari diam-diam tanpa sepengetahuan paman Jung “ paman Jung adik ayah. Dia berbeda dengan ayah, dia lebih fleksibel dan terbuka. Karena itu aku lebih memilih tinggal di Virginia dengannya

“kau sih. Kerjamu hanya kebur-kaburan. Jika kelakuanmu begitu siapa yang akan meneruskan perusahaan ibu ?”

“hehe.. kan ada hyung “

“jangan mengharapkan diriku terus. Perusahaan ibu memerlukan dirimu “

“ne sajangnim “ aku hanya menurut, lalu kami terkikik berdua. Menyenangkan sekali jika berdua dengannya. Sekarang dia sudah berubah. Dia jauh lebih hangat dari 2 tahun yang lalu. Sebelum aku berangkat ke Virginia

“aku ada janji dengan temanku. Aku pergi dulu ya “ dia mengambil jam tangan hitamnya di lemari kaca kesayangannya

“siapa hyung ? kakak iparkah ?’ aku bertanya jahil

“bukan, Hyorim. Han Hyorim. Sunbaemu “

“ha ?” aku terkaget sendiri. Hyorim ? mantan kekasih Hyungku ? ya Tuhan. Aku pusing mendadak. Aku tahu mungkin hyung bisa menjaga dirinya. Tapi Hyorim. Dia terlalu berbahaya, sangat. Dia terlalu agresif sekarang. Terakhir aku bertemu dengannya saat di Virginia. Dia juga kuliah disana. “kau yakin hyung ?” aku bertanya kembali. Ia hanya menganggukkan kepalanya

“lebih baik jangan hyung “

“memangnya kenapa ?” tanyanya bingung. Aku menggeleng, memutar otak mencari alasan, agar ia tak menemui Hyorim sendirian. Aku takut saja kalau Hyorim mengia-iakan hyungku ini.

“aku ikut ya. Aku juga kangen dengannya” ia terlihat kaget dan bingung. Tapi akhirnya ia mengangguk kan kepalanya, dan tersenyum.

Author Pov

Ditempat lain Hyera sedang duduk bersama seorang wanita cantik, wanita anggun, tapi terkesan hangat dan santai. Wanita yang terlihat sedikit angkuh namun tetap bersahaja.

“jadi apa kau mau menceritakan tentang dirimu ?” wanita paruh baya yang sangat-sangat fashionable. Tidak seperti ibunya yang terkesan rumahan, dan tak terlalu menyukai kehidupan glamuoor.

“apa yang harus aku ceritakan Ny. Kim ?”

“tentang keluargamu mungkin. Aku sudah menceritakan tentang diriku. Tentang bagaimana aku hidup dinegara orang “

“ah.. aku. Aku hanya seorang mahasiswi kedokteran di KyungHe. Ayah dan ibu mempunyai toko Florist. Dan kami hidup sari sana. “

“eum.. begitu. Apa kau sudah mempunyai kekasih ?”

“kekasih? ”ia sedikit namun akhirnya tersenyum kecut “pacaran saja tidak pernah. Bagaimana mempunyai kekasih ?”

“benarkah ? kau cantik dan lucu. Mana mungkin tak ada yang tertarik dengan mu “

“yah. Hanya sebagian kecil yang menganggapku lucu. Dan yang lainnya menganggapku berisik. Pernah sewaktu aku di bangku sekolah menengah, aku mengutarakan cintaku pada sunbaeku. Ternyata ia menolakku didepan umum. Didepan banyak orang. Sungguh memalukan “ Hyera menutup mukanya malu. Mukanya memerah. Dan Ny. Kim hanya tersenyum kecil melihat reaksi Hyera.

“kau ditolak didepan umum ?” Ny. Kim mengulang kembali pernyataan Hyera. Hyera mengangguk malu.

“kau ini. Memangnya sunbaemu setampan apa ?”

“tidak terlalu tampan. Hanya saja dia terlalu berkharisma “

“baiklah… “ Ny. Kim tersenyum lagi. Mereka terdiam sejenak. Sejak 30 menit yang lalu, wanita ini merasa sangat akrab dengan Hyera. Wanita terbuka dengan sosok ramah dan selalu ceria. Ia memang sengaja duduk didepan wanita mungil ini. Ingin mengenal lebih jauh tentang mahasiswi jurusan kedokteran ini.

“boleh aku bertanya Ny. Kim ?”

“apa ?”

“kau bilang kau hidup jauh di Venice. Tanpa seorangpun yang tahu termasuk keluargamu. Apa kau kabur dari rumah Ny. Kim ?” Hyera bertanya polos. Ny Kim hanya tersenyum kecil, melihat mata bulat Hyera yang mengingatkannya dengan seseorang. Seseorang yang telah pergi dari kehidupannya, dari sisinya. Wajar saja jika tiba-tiba Park Hyunbi meminta Hyera menjadi anggota baru dikeluarga besar Park.

“nanti akan aku ceritakan. Jika waktunya memang tepat “

“maksud anda ?” Hyera makin bingung dengan ucapan Ny. Kim

“terkadang kau harus belajar untuk memberikan privasi Hyera ssi “ ucap Ny. Kim

“Oh maaf. Aku hanya bertanya karena aku penasaran “

“baiklah. Aku tak mau diatur oleh kedua orangtuaku, termasuk dalam karir. Makanya aku memilih pergi ke Venice “

“eoh…” Hyera mengangguk

“jadi sekarang kau masih single ?” tanya Ny. Kim sambil menyeruput Teh hangatnya

“tidak juga sih. Aku mempunyai tunangan, aku dijodohkan oleh ayah “

“benarkah ? wow… aku yakin lelaki itu pasti beruntung bisa mendapatkanmu “

“jangan berlebihan Ny. Kim. Aku hanya wanita biasa, dan berisik “

“siapa bilang ? kau lucu “ mereka terdiam sejenak, Ny. Kim melirik jam tangannya, lalu pamit dengan Hyera, karena ia mempunyai beberapa urusan.

Hyera Pov

Aku bingung dengan wanita tadi. Mengajakku mengobrol tiba-tiba dan mengajakku untuk berkenalan. Dia cantik, aku bisa melihat semua itu, matanya menyiratkan kehangatan, dia memang wanita yang luar biasa.

Aku tersenyum sendiri. Aku bergegas membayar minumanku dengan wanita tadi. Setelah itu aku akan kembali ke kampus untuk mengikuti kelas jam 2 siang.

Other Place

Yoohwan sibuk menganggu pembicaraan antara Hyorim dan Yoochun. Hyorim memasang tampang kesal. Padahal ia ingin bernostalgia dengan lelaki yang ia puja selama sekolah. Namun sayang harapan hanya harapan. Si penganggu Yoohwan berada di Seoul.

“Jadi kau sudah bekerja Yoochun-a ?” Hyorim bertanya dengan nada manja. Mengalihkan perhatian dari Yoohwan

“ne benar “

“oh… kau sudah memiliki kekasih ?”

“dia sudah berstatus calon suami orang Noona-a. Jangan menggoda hyungku “dengan santainya Yoohwan memaparkan status Yoochun. Muka Yoochun sedikit memerah. Semenjak pertemuannya dengan Hyera, entah kenapa reaksi tubuhnya selalu seperti ini. Memerah jika sedang mengungkit hal pernikahan dan yang lainnya.

“dia pasti bohongkan ?” Hyorim bersikeras, tanpa melihat Yoohwan ‘lagi’

“tidak Yoohwan benar. Lusa aku aku akan menikah. Kau datanglah jika tak sibuk. Ini undangannya “ Yoochun  memberikan undangan berwarna gold ketangan Hyorim. Sebenarnya ia tak ingin memberikan undangan itu. Tapi karena Yoohwan yang memaksanya semenjak tadi. Dengan terpaksa ia membawa undangan itu.

“eoh. Dengan siapa kau menikah ? apa aku mengenalnya ?” tanya Hyorim lagi. Yoohwan menggeleng pelan melihat perubahan sikahp Hyorim, yang sudah berubah drastis. Padahal dulu hyorim tipikal wanita pendiam. Semenjak ia tinggal di Virginia, ia menjadi wanita yang err..

“aku rasa tidak. Dia berbeda beberapa tahun dariku.”

“eoh begitu. Baiklah aku akan datang. Kau tenang saja “ Hyorim tersenyum kecut. Ia hanya melihat nanar undangan yang berada ditangannya

“jadi jangan menganggu hyungku lagi ya “ Yoohwan berpesan pada Hyorim dengan nada tekanan. Sedangkan Yoochun hanya bisa mengulum senyum. Sejak kapan adik nya berubah posesif begini ? aneh.

“ne arraseo. Yoochun –a aku duluan ya. Aku ada janji “ Hyorim pamit, da bergegas meninggalkan kedua kakak beradik itu.

Yoohwan tak kuasa menahan tawanya. Ia terkik geli melihat muka Hyorim yang sudah tak bisa dideskripsikan lagi. Yoochun memperingati adiknya agar menahan suara tawanya. Namun yang namanya Yoohwan tak bisa diam begitu saja.

“aish.. kau lihat Hyung mukanya lucu sekali “ ia masih memegangi perutnya menahan tawa.

“kau ini. Tidak kasian melihatnya ? “

“hyung, jangan memberikan kesempatan pada wanita lain untuk mendekatimu. Ingat kau sudah bersetatus sebagai calon suami orang “ Yoohwan kembali menekankan setiap kata-katanya pada sang kakak, lalu meredam gelak nya.

“arra. Kau ini lebih posesif dari calon istriku “

“hahaha.. anggap saja aku bodyguardmu “

“terserah padamu. Kapan akan ke Virginia ?”

“nanti malam. Penerbangan terakhir “ Yoohwan menyesap coffee late nya setelah meredakan ledakan tawanya

“eum.. tidak mau menemui ayah dulu ?”

“tidak. Nanti kami bertengkar lagi. Malas hyung “ ucapnya “hyung, ayo temani aku mencari kado untuk kakak ipar “

“hmm ?”

“ayolah.. kau kan sudah melihat kakak ipar. Aku belum. Jadi kau yan tahu seleranya. Ya ya ya ?”

“baiklah. Ayo “

Mereka berdua meninggalkan coffee shop, lalu berjalan kesalah satu pusat perbelanjaan. Dan mencarikan beberapa kado untuk Hyera.

Setelah membungkus beberapa kado yang dipilihkan oleh Yoohwan dan Yoochun, mereka kembali keapartemen Yoohwan.

“bagaimana rupa kakak ipar hyung , ayolaaa hyung” rengek Yoohwan saat menyedu mie ramennya didapur. Yoochun duduk dengan tenang di depan televisi sambil mengganti chanel

“yah begitulah “ acuh Yoochun, lagi-lagi mukanya memerah. Dan tersenyum mengingat awal pertemuannya dilobi dan dilanjutkan dengan pertemuan di Jae’s cafe.

“apanya yang begitu hyung ???” Yoohwan kembali meledeknya dengan senyum jahil

“aih kau ini. Lihat saja nanti dipelaminan “ geram Yoochun yang sudah tak tahan dengan sikap adik lelakinya ini

“hahaha… jika aku bisa datang tanpa membolos dan terkena omelan dosen pembimbing aku akan datang”

“makanya jangan hobi membolos. Kau ini “

“ne arraseo. Hyung nanti kirimi aku photo pernikahan kalian ya “

“ne”

“hyung, kau tidak ada photo prawedding ?” Yoochun hanya menggeleng acuh. Hyera tak pernah protes dengan apapun menyangkut pernikahan ini “kasiah sekali anakmu ?” Yoochun lalu menatap Yoohwan dengan pandangan ‘maksudmu’ “masa ia orang tuanya menikah tanpa photo. Apa kata anakmu ? cish.” Yoochun tergelak

“dasar aneh. Aku sedang malas untuk befoto ria “ ucap Yoochun

“kau sudah kemakam ibu ?” tanya Yoochun ketopik lain

“belum. Rencananya besok aku akan mengajak Hyera kesana sekalian “

“eoh…” Yoohwan mengangguk. “berapa hari lagi kau akan menikah hyung ?”

“4 hari lagi. Kenapa ?” Yoochun kembali memfokuskan dirinya kearah televisi yang sempat diacuhkan dirinya

“hahaha.. tak ada pesta bujang hyung ?”

“hyak.. kau ini aneh-aneh saja. Yang menikah aku kenapa kau yang seribet ini sih ?” yoochun pun akhirnya mengeluarkan pendapatnya melihat tingkah Yoohwan yang begitu err

“hahahaha.. jangan sewooot dong hyung. Akukan Cuma bertanya. Nanti jika aku menikah, aku akan melakukan ritual menikah yang benar “ ucap yoohwan percaya diri

“memangnya kau tahu ri-tu-al me-ni-kah yang benar ?” Yoochun yang geram akhirnya mengalihkan pandangannya dari televisi kearah Yoohwan yang duduk menatapnya

“tahu dong, memangnya kau yang tidak peka sama sekali” Yoohwan mencibir jelas, dengan mulutnya yang dimajukan seperti bebek. Dengan sigap Yoochun langsung menggeplak kepala Yoohwan dengan majalah diatas meja “Yak! Hyung appo “ Yoohwan mengelus kepalanya, lalu memberenggut kesal

“kau sih “ Yoochun hanya terkekeh, lalu kembali menghadap televisi dan menontonnya

“hyung.. kau tak ada memberikan cincin pada kakak ipar ?’ tanya Yoohwan iseng, Yoochun menghentikan aktivitasnya

“untuk ? nanti saat menikahkan aku juga berikan”

“pelit sekali kau hyung. Itu namanya cincin pernikahan, nah sekarang cincin pertunangan. Kau ini bodoh atau apa sih “ Yoohwan lagi-lagi mengomentari hyungnya.

“hey sopan sedikit “ Yoochun berkata acuh “ tapi barangnya sama sajakan. Cincin “ Yoochun masih bersikeras dengan apa yang ada dalam otaknya

“ya Tuhan. Kenapa dia bisa jadi kakakku ? tidak peka, tidak perhatian. Kenapa bukan aku saja yang menikah “ Yoohwan langsung mendapatkan geplakkan kedua dari hyungnya. Yoohwan mengelus ‘lagi’ kepalanya sambil tersenyum geli “hyaa… hyung kalau kakak ipar tak mau direbut lebih baik kau ajak dia berkencan, atau memerhatikannya “ ucap Yoohwan meledek jahil

“kau ini. Sudah meledeknya ?” tanya Yoochun jengan, Yoohwan hanya menggeleng jahil. Dan suasana perkelahian antara dua lelaki itu berlangsung lama

Yoochun mengantar Yoohwan kebandara, mereka berpelukkan sebelum akhirnya  Yoohwan meniggalkan kakak tercintanya. “hyung ingat pesanku ya. Jangan membuat kakak ipar merasa orang paling bodoh karena sifat ababilmu” Yoohwan kembali meledek dengan seringai khasnya

“hey.. apa maksudmu ababil ? kau ini. Apa Virginia membuatmu menjadi seperti ini?” Yoochun hanya merespon kecil

“hehehe.. bukan aku kursus dengan Nate Auntie. Aku sempat tinggal di Venice selama 2 minggu. Kau tahu hyung, disana sangat romantisss. Nanti jika kau bulan madu kau harus ke Venice “ saran Yoohwan

“Ya! Aku yang menikah kenapa kau yang ribet sih ?” geram Yoochun

“hehehe.. sekedar saran hyung. Aku pamit. Annyeong “ ucap Yoohwan sopan, lalu memeluk kembali sang kakak dengan erat. Sedih, ia akui itu. Tapi mau bagaimana lagi. Ia hanya bisa kabur selama beberapa hari, ia juga kabur karena sang paman sedang tugas keluar kota selama 2 minggu. Jika sang paman tak ada tugas diluar kota, jangan harap ia bisa keluyuran seperti ini.

“jaga dirimu. Jangan bermain-main disana. Perusahaan ibu menunggu “ Yoochun kembali mengingatkan tujuan Yoohwan meninggalkan Seoul

“arraseo pengantin “ gelak Yoohwan dan langsung kabur kedalam. Yoochun hanya menggeleng pasrah dengan sikap jahil adiknya. Yoohwan sudah berubah. Dia bukan Yoohwan yang perokok, dan Yoohwan yang bandel. Sekarang Yoohwan sudah bermetamorfosis menjadi Yoohwan dewasa yang sudah bisa mengkritik dirinya.

Yoochun membuka pintu mobilnya, namun tiba-tiba perkataan Yoohwan kembali menggema dikepalanya “apakah aku harus mengajaknya berkencan ?” Yoochun bergumam sendiri, lalu masuk kedalam mobilnya.

CCk

Alhamdulillahhhhhhhhhhhh ^ ^

Akhirnya selesai juga part III padaha udah males banget ngetik ni FF. Idenya mentok abiiss

Tapi karena ada beberapa readers yang ngerespon baik ni FF, akhirnya aku terusin 😀

Truuuss big Thank to my friend Icha yang udah mau aku ajakin bwat share ni FF..

Thakyuuu yooo… ^ ^

Siipo deh kek nya itu ajaa.. ^ ^

Jangan lupa untuk komen, karena setiap komen adalah satu enerji untuk kami para Author.

Angraeni Kim

Pamit

Annyeooong 😀

Iklan

13 thoughts on “FF Always Be Mine ‘Step 03’

  1. charmowl berkata:

    makasih banyak buat gha karna udah gg di protect lagi ini ff 😀

    part 3 makin bagus jja ,, ada typo 1 doang ehhehhe
    ada yoohwan °\(^▿^)/° ah abang ganteng adiknya uga ganteng gg dapat abangnya adeknya uga boleh *ditimpuk* eh berarti hyera udah ketemu yoohwan iia pas gg sengaja tabrakan ?

    disini lebih banyak cerita double Y udah ada beberapa keluarga lainnya ,, part ini lebih cerita sisi keluarga yoochun ini malah bagus jadi gg begitu flashback 😀

    gha tetep semangat buat ketik ini ff iia ,, jangan putus ditengah jalan ,, sayang soalnya cerita + pairnya cukup berbeda sama ff lain ,, ggpapa update lama yang penting ff ini selesai sampai tamat 😀 tetep semangat (˘▽˘)ง oa boleh min alamat twitternya ?

    • Angraeni Kim berkata:

      xixixixi..
      iaa yaa ?? maless baca ulang akunya ToT.. kekekeke
      ntar di perbaiki lagi deh typonya… ^ ^

      wkwkwk..
      iaa dapet ilham tentang sii Yoohwan gara2 nnton dia disalah satu drama asia.. dia cutee bangeet >,<*ganjen*ditendang junsu* hahahaha
      siip 🙂 aku kiraiin part III malahan hancuur bangett dan gha jelass 😦

      iaa, makasiih semangattnyaa*chuuuu*kasihYoohwan*xixixixix
      okee.. . 😀

      @0101Declines atau @3112declines.. ^ ^ aku jarang main twiit lebih sering fb,,,*ketauanfacebookerrss* hahaha
      gumawo charmowl atas semangat dan komennyaaa :))

  2. yan-yan berkata:

    Hai thor.. Sya komen ℓªğî.. Jgn bosen ya.. Maklum lagi kumat bawelku.. “̮♡hϱ♡hϱ♡hϱ♡”̮.. Ternyata ooh ternyata Yoochun бı̣ŝα disogok jg ama pembantunya.. ☺◦°◦ƗƗɑƗƗɑ (′▽`) ƗƗɑƗƗɑ◦°◦☺.. Yoohwan lucu deh, suka bnget ledekkin abangny.. Apa nyatanya suka gtu jg ğªќ yah? Part ini ga ad anggota dbsk lainnya.. Tapi gpp deh yang penting ª∂a̅ Yoochun ªjª.. (!’ ˆ▾ˆ){н̲̅a̲̅н̲̅a̲̅н̲̅a̲̅н̲̅a̲̅н̲̅a̲̅н̲̅a̲̅]..

  3. Shamusuki berkata:

    Sogokan makanan emang jitu buat mengorek informasi..
    Hyorim bikin aku inget Joongki (Yeorim) di sungkyunkwan scandal..
    Aku mulai menikmati alurnya…

    ^__________^

Your Comment become spirit for me ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s