FF Always Be Mine ‘Step 02’

Happy Reading All ^ ^

Author : Angraeni Kim a.k.a vi2junshu_kim

Cast : Park Yoochun, Kwon Hyera

Genre : Romance, Comedy, friendship, AU [Alternate Universe]

Length : Chaptered

Summary : Masalalu akan selalu menjadi bayang semu dalam setiap kehidupan.

Ps : Typoo masih bertebaran ^ ^

Author Pov

Hari ini adalah hari yang cukup mengesalkan untuk seorang Yoochun, yah semua dikarenakan tander yang ia incar gagal . Ditambah lagi hari ini adalah hari pertemuannya dengan calon istrinya dan barusan ayahnya mengirimkan pesan bahwa gadis yang ia temui bernama Hyera. Huf dengan langkah kesal ia keluar dari ruangannya dan menuju cafe jaejoong.

Banyak pertanyaan yang berkecamuk didalam dirinya mulai dari bagaimana kehidupan calon istrinya sebelum bertemu dengannya, bagaimana sikapnya, yah semua pertanyaan itu berkelebat dibenaknya tanpa komando dari dirinya sendiri. Dan akankah ia mampu memandang calonnya ?

kenangan masalalu itu terlalu membekas di hatinya.

Sibuk dengan pemikirannya, tanpa disadari ia sudah tiba di depan cafe hyungnya. Langkah kaku dan gugup pun merasuki dirinya.

Ia menyapukan pandangannya ke segala arah, mungkin gadis itu belum datang. Pikirnya. Akh lebih baik ia menemui hyung tertuanya itu.

Yoochun Pov

“hyung…” panggil ku saat melihat Jaejoong dengan seorang wanita,dan mungkin aku pernah melihat wanita itu, ah ia aku baru ingat dia wanita  yang menolong keponakannya Jungmoo

“chunia-a… kenalkan ini Kwon Hyera” ia menatapku dengan tatapan takut, mungkin. Aku juga tak terlalu pandai mendeskripsikan mimik seseorang

“annyeong “ sapanya lembut “Kwon Hyera imnida”

“annyeong, Park Yoochun Imnida” kataku sekenanya. Suasana mendadak menjadi canggung

“chunie-a, duduk dulu, aku mau membantu maid sebentar. Kau temani Hyera ya” pinta Jae hyung, yang aku jawab dengan anggukan kepala, dan tersenyum. Akupun duduk di kursi yang Jae hyung tempati tadi.

“maaf soal insiden ice cream kemarin. Chelin tak sengaja “ gusarnya, kulihat dia sedang menundukan kepalanya. Apakah dia gugup atau dia takut ? haish wanita ini, kenapa baru bertemu dua kali sudah membuatku jadi penasaran.

“tak apa, lain kali kau harus menjaganya dengan baik.” aku meliriknya sekilas, ia menghembuskan nafas lega.

“aku jarang melihatmu di cafe ini, kau baru berkunjung atau bagaimana ?” tanyaku

“ne… aku hanya memenuhi janji dengan seseorang, lalu bertemu dengan Jaejoong oppa. Lalu kami mengobrol dan kau datang” jelasnya dengan nada masih lirih

“Jaejoong oppa “ gumamku, dia mendengarnya walaupun tak terlalu jelas

“ne” tanyanya memastikan

“ani.. lalu apa aku mengganggu kalian ?” tanyaku langsung, ia menggeleng cepat, mukanya inonsen seperti junsu aish

“tidak,jangan salah paham. Kami juga baru dekat setengah jam yang lalu, orang yang aku tunggu belum datang-datang juga. Makanya jae oppa bersedia menemaniku disini” jelasnya lagi. Satuhal yang aku tahu ternyata ia juga amat cerewet, aku bertanya satu dia menjawab 3 sekaligus. Kami terdiam kembali, aku sedang malas berbicara.

Kulirik jam tanganku, 15 menit sudah aku menunggu wanita itu, apa dia menghabiskan waktunya untuk berdandan ? haish… 5 menit ia tak datang, tak segan aku memutuskan pernikahan ini

“kau menunggu seseorang Yoochun ssi ? kau terlihat gelisah “

“ah ye… aku juga sedang ada janji dengan seseorang “

Aku sibuk sendiri, memikirkan wanita yang tak disiplin itu, aish. Gara-gara dia lupa aku memesan minuman. Pabo Yoochun-a…

“Junsu-a “ panggilku saat melihat junsu yang baru datang sambil mengamit tangan wanita yang aku yakin Yurra.

“Chunie “ ia tersenyum dan melirik wanita yang sedang duduk didepanku “dia calon istrimu chunie ?” tanya junsu cepat, aish anak ini pabo. Hyera langsung melihat junsu saat ia menyebut kata ‘calon istri’

“bukan… dia temannya Jae hyung” kataku cepat

“ough… aku kira calon mu. Habis kalian terlihat serasi “ ceplosnya, Yuraa yang masih digandeng nya hanya mendengus sebal, serasa tak dianggap mungkin. Pasangan ini membuatku sering tertawa dengan tingkah konyol mereka

“jangan membuat presepsi aneh bebek “kesal Yurra “aku duduk disini ya. tak apa kan ?” tanpa aku jawab pun ia sudah duduk manis disebelas Hyera.

“maaf apa kau Song Yurra ??” tanya hyera tak percaya

“benar “ jawab Yurra antusias, dan junsu hanya menggeleng. “Yurra … “ tegur junsu yang sudah tahu tingkah kekasih scandalnya ini.

“ne. Arra “ jawab Yurra geram. Aku hanya terkikik.

“kau dan Junsu pacaran ?” tebak hyera langsung. Junsu pun kanget dan langsung menoleh

“ne benar. Aku kekasih Kim Junsu. Kapten timnas Seoul. Song Yurra imnida” Junsu langsung lemas, hal yang ia wanti-wanti ternyata terjadi. Sikap over Yurra memang tak pernah hilang semenjak setahun yang lalu. Aku kagum dengannya walaupun di pertemukan dengan Junsu lewat scandal tapi ia sangat-sangat takut kehilangan Junsu.

“woah chukae. Yurra ssi “ ucapnya semangat. Mereka berdua tengah sibuk dengan dunia wanita mereka. Aku hanya menoleh kearah Junsu yang masih berdiri disamping mejaku.

“chunie-a.. kau sudah pesan minuman ?” aku hanya menggeleng, ia tahu kebiasaanku, kalau sudah begini dengan sigap ia meracik minuman sendiri di meja bartender. Dan setiap ia bersikap seperti itu, Jae hyung hanya bisa menggeleng melihat kelakuannya

“hay.. Yurra-a.. lama kau tak main kesini “ jae hyung datang dan bergabung dengan kami, tepatnya duduk disampingku

“ah ye,.. mian oppa, aku sibuk dengan jadwal-jadwalku. Dan si bebek juga baru bisa diajak keluar hari ini “ keluhnya

“eung… mana bebek ?” tanya Jae hyung, Yurra langsung menunjuk meja bartender. Jae hyung memandangku dan Hyera dan dari tadi diam membisu

“kau sudah bertemu dengan calon mu ?” tanya Jae kepadaku

“belum aku sudah menunggunya 20 menit yang lalu” ucapku dengan muka cuek, jae hyung hanya tergelak kecil. Dan bertanya dengan Hyera

“Hyera-a… sudah bertemu dengan seseorang yang kau cari ?” tanyanya sama

“belum” ucapnya sambil menggeleng “ haish.. kalau begini lebih baik aku batalkan saja pernikahan ini. Dari pada mempunyai suami yang tak menepati janji. Benar tidak oppa ?”

“ne benar… dan kalian tahu orang yang kalian cari itu ada dimana ?” tanya jae hyung lagi. Dengan kompak kami menggeleng

“hahaha… kalian ini pabo atau apa… orang yang kalian cari ada dihadapan kalian “

Aku dan Hyera langsung berpandangan cengok. Kaget dan yah aneh… kenapa aku tak menyadari, dan aish.. kenapa loadingmu lama Yoochun.

Jae hyung hanya tergelak geli, Yurra memasang tampang ‘apa yang kalian bahas’ dan dengan lugunya Junsu yang baru datang bertanya

“hyung ada parodi apa ? kau tertawa aneh seperti itu “ ucap junsu, dan duduk disebelah miss crying-Yurra-

“hahaha… kau tahu Junsu ini bukan parodi lagi.. haha “ gelaknya lagi-lagi yang membuatku malu seketika

“lalu apa hyung.. jangan membuatku penasaran” rengeknya gemas, Yurra cuek saja melihat tingka ababil Junsu

“hahaha… kau tahu Hyera ini calon istrinya Yoochun”

“hah.. kata Yoochun bukan” insonsennya kumat lagi, aku hanya memalingkan wajah kearah lain, lebih baik melihat suasana cafe dari pada mendengar celotehan mereka

“kau tak percaya denganku ?” tantang jae hyung, dia menggeleng. Baiklah…

Author pov

Jaejoong menyiapkan beberapa menu baru untuk pelanggannya, tapi entah kenapa matanya tertuju pada sosok gadis yang duduk di pojokan tempat mereka biasa berkumpul, yah gadis itu adalah orang yang mengantar bunga pesanannya kemarin, sedikit gugup ia pun menghampiri

“mian aggashi kau menunggu seseorang ?” tanya jae ramah, salah satu sifat baiknya, ramah dan selalu ingin tahu

“ah ye…” Hyera, – nama wanita itu- memalingkan wajahnya dan melihat siapa yang menyapanya “benar. Kau bukannya Jaejoong ssi ?” tanyanya balik, Jae hanya tersenyum dan mengangguk

“boleh duduk disini ?” hyera mengangguk tanda mengiyakan

“jadi apa kau menunggu seseorang ? eng…. “

“Kwon Hyera panggil saja Hyera “ ucap hyera

“ah ia… hyera ssi”

“ia aku sedang menunggu seseorang. Lebih tepatnya calon suamiku sih. Aish memusingkan “ jae langsung memicingkan matanya, ‘calon suami’ pikirnya langsung tertuju ke masalah Yoochun kemarin

“eung.. boleh aku tahu nama nya.. siapa tahu aku mengenalnya”

“namanya Park Yoochun. “ jelasnya lalu meminum moccacino yang dipesannya, memandang keluar jendela, agak sedikit gugup juga berbicara dengan seorang Jaejoong. Yang notabennya adalah pengusaha kelas atas dan di gandrungi wanita highclass

“sudah pernah bertemu dengannya ?” jae bertanya dan membuat Hyera langsung memalingkan mukanya, menatap Jae

“belum. Ini yang pertama kalinya. Kau mengenalnya Jae ssi ?”

“hehee… mungkin panggil saja akk jae oppa. Jae ssi terlalu formal “

“ah ia… Jae oppa. Arra… hmm boleh aku bertanya padamu oppa ?” tanya Hyera sok akrab, yah dia memang selalu suka bertaanya dan terlalu cerewet

“apa ?”

“moccacino ini hasil racikanmu sendiri ?” Jaejoong agak kaget. Sebenarnya ia ingin membahas tentang Park Yoochun- yang di maksud Hyera – tapi, tak apa dengan begini ia akan sedikit meresa lebih dekat dengan Hyera

“tidak ini sebenarnya resep ayah yang aku kembangkan. Kenapa kau menyukainya ?” lontar Jae lagi, senyum hangat tak lepas dari muka lembutnya

“hmm.. sangat. Kau hebat yah di umur segini sudah punya penghasilan sendiri. Tak seperti aku yang masih menyusahkan orang tua. Padahal dulu aku sangat ingin menjadi pengusaha. Tapi keahlianku hanya merangkai bunga-bunga… huuft” ceritanya panjang lebar, jae hanya mendengarnya dengan seksama “ah maaf. Kebiasaan mulutku kalau bercerita selalu panjang lebar “celotehnya

“tak apa, santai saja. Tapi menurutku merangkai bunga juga sudah bagus. Yah hanya tinggal dikembangkan saja. “

“benar tapi sayangnya terbentur dengan jadwal kuliahku. Jadi aku hanya bisa membantu sedikit-sedikit di tempat ibu “

“hmm.. anak yang baik. Bagaimana kalau kita bekerjasama ?” tawar jae

“maksudmu ?”

“begini, aku ada ide untuk memberikan bunga untuk tiap hallyu day. Yah anggap saja sebagai rasa terima kasihku kepada para konsumenku. Dan toko bungamu akan ku jadikan produsen bunga kami apa kau  mau ?”

“akh tentu saja. Kau tinggal menghubungiku. Ini nomorku” hyera mencatat  nomor ponselnya di kertas kecil

“ah ye.. gumawo. Senang berbisnis dengan anda” ungkap jae

“ne.. chenmaneyo. Aku yang seharusnya mengucapkan itu. Akhirnya impianku berhasil” senyumnya

“ah ia, apa calon suamimu seorang pengusaha ?” tanya jae kembali ketopik utama kenapa ia menghampiri Hyera

“aku tak tahu. kami tak saling mengenal. Aku hanya tahu ayahnya saja, dan kata ayahnya dia lelaki yang baik. Fotonyapun aku tak punya. Hanya di berikan nomor ponsel saja. Dan di berikan alamat kerjanya”

“dan kau sudah menghubunginya ?”

“sudah hanya melalui resepsionis, aku mengajaknya bertemu. Tempatnya terserah dia. Dan kata resepsionisnya ia mau bertemu disini” terangnya. Hyera tak menaruh curiga sama sekalli, karena menurutnya itu wajar

“mmm… boleh aku tahu nama kantornya ?”

“Park interior. Kenapa ? apa benar kau mengenalnya ?”

“hehe.. rahasia.. nanti kalau aku beritahu tak kejutan lagi bagimu.”

Hyera hanya mendengus kesal, yah walaupun tak kesal sepenuhnya. Mereka berdua terdiam dan Jae hanya memasang senyum rahasianya. Pintu utama kafe terbuka dan ucapan selamat datang secara otomatis berbunyi, seorang pria dengan perawakan lembut tapi tak mengurangi sikap Stay Coolnya masuk, dan mengedarkan pandangan ke beberapa meja.

“hyung…” panggil Yoochun pria yang barusan masuk dengan sikap stay coolnya.

“chunia-a… kenalkan ini Kwon Hyera” Jae hanya bergumam di hatinya ‘aku rasa kalian memang

jodoh’ ia melirik hyera lalu kembali ke Yoochun

Hyera Pov

“annyeong “ sapaku lembut “kwon hyera imnida”

 “annyeong, Park Yoochun Imnida”  degh.. apa mungkin dia lelaki yang dimaksud Jae oppa dan ayah, Hyera pabo… nama Park Yoochun itu banyak, dan mana mungkin kau yang buruk rupa bisa dijodohkan dengannya yang err.. sangat sangat tampan

 

Author Pov

“oh jadi begitu hyung” Junsu hanya manggut-manggut mengerti sedangkan yang dibicarakan hanya tersenyum menahan malu. Bagaimana mereka tak menyadari satu sama lain.

“baiklah. Sepertinya kita harus memberikan  privasi kepada mereka” ucap Jae dan beranjak dari kursinya

“yah aku rasa juga begitu Hyung”Junsu menarik tangan Yurra menuju meja lain, sebenarnya Yoochun ingin ditemani oleh dua sahabat nya ini, tapi mau bagaimana lagi. Mungkin benar kata Hyung nya mereka berdua membutuhkan privasi untuk beberapa saat.

“chuni-a.. jangan galak-galak arra” ingat Junsu dengan santai, lengkap dengan body leaguange nya. Yoochun pun mengangguk mengiyakan kata sahabatnya

Suasana mendadak canggung diantara mereka berdua, mau berbicara apa ? dan mulai dari mana ? mau membahas tentang apa ? pikiran itu tiba-tiba berkelebat diantara mereka. Hyera sendiri sudah mendadak gugup, tanganya mengeluarkan keringat dingin. Kebiasaan sejak kecil jika sudah gugup akan begini jadinya, mendadak salah tingkah.

Kau kenapa Hyera, rutuknya di hati

Hyera Pov

Kenapa aku tak bisa mengendalikan semuanya seperti biasa. Aish laki-laki ini, kenapa dalam sekejap bisa membuat orang mendadak salah tingkah. Lihat saja gayanya yang stay cool. Aish ibu tolong lah putri mu ini

“Hmm… Hyera ssi. Ada yang ingin aku tanyakan” ia mulai berbicara paling tidak bisa mengurangi rasa canggung kami

“ne.. apa ?” kataku menjawab seadanya.

“hmm,,, “ sedikit berdehem mungkin untuk mengurangi sikap canggung kami, aku diam menunggunya selesai mengutarakan pertanyaannya. “kenapa kau mau saja di jodohkan denganku ?”

Aku tersenyum sudah kuduga, pasti pertanyaan ini yang akan keluar dari bibirnya “entahlah. Mungkin ini sudah takdir. Aku tak tahu harus mendeskripsikanya bagaimana. Kalau memang sudah jalannya begini, yah aku hanya menjalani saja “ kataku jujur. Mungkin benar ini takdir. Saat pertama berhadapan denganmu, sikap sombong dan dinginmu malah membuatku hangat

“terlalu klise” sanggahnya, mungkin. Lanjutku di hati.

“kau sendiri bagaimana ? aku yakin kau sudah mempunyai seseorang yang lebih dariku untuk berada disampingmu. Dan mungkin kau dan sudah menyiapkan taktik ?” kuutarakan apa yang ada, ntah kenapa setiap kata itu terasa menyakitkan. Hyera hentikan kebiasaan burukmu ini. Yaitu mudah jatuh cinta dengan orang. Aish.

“hmm… menarik tapi aku tak punya calon yang lebih baik dari ayah. Baiklah kalau kau setuju dengan perjodohan dadakan ini, kita akan buat kesepakatan. Bagaimana ?” tawarnya

Aku tersenyum, dan sedikit gelisah “mau membuat kesepakatan seperti di drama-drama ? berpura-pura untuk saling mencintai didepan orang tua, dan saling berselingku di belakang ?” tantangku, aish… Hyera kebisaaan buruk mu memang tak bisa di ubah. Sok tahu. aku terkadang merutuki tiap kebiasaanku, yang selalu menyanggah ataupun sok tahu ini.

“hahaha… hey nona. Aku bukan tipikal orang seperti itu, cukup dengan kau tidak membatasi diriku, hidupku ataupun karirku. “

“ya sudah menikah dengan perkerjaanmu saja. Dan hidup dengan duniamu. Aku rasa itu lebih baik “ kesalku. Bagaimana pun aku ini akan menjadi bagian dari kehidupanya, kalau pola hidupnya tidak baik, aku juga yang harus bertanggung jawab

“arra,… terserah padamu. Aku rasa menarik juga kalau kita bersama “ senyum Yoochun, aish. Berhenti tersenyum tuan Park, aku bisa mimisan nanti

“yah… sangat menarik. Dan aku rasa hidupku yang akan,,, aish aku tak mau membayangkannya “ keluhku lagi. Dan lagi-lagi ia tersenyum mempertahankan sikap stay coolnya.

“jangan di bayangkan kalau begitu. Cukup dengan dijalani. Benarkan ?” tanyanya

“yah benar “ lirihku

Kami terdiam sejenak. Pria bertubuh jangkung dengan sikap sama cuek nya dengan Yoochun menghampiri kami dan tersenyum kearah Yoochun

Yoochun Pov.

Menarik juga, ayah memang tak salah memilihkan wanita untukku dan mungkin hanya tinggal beradabtasi denganya saja.

“Hyung… “ Maxie, karyawan serta sahabat makanku datang, aku rasa situasi akan bertambah kacau. Sebenarnya max adalah anak pertama dari Mentri Hukum di korea, tapi sayang sikap keras kepalanya itu membuatnya menentang keinginan sang ayah yang menginginkannya menjadi duta besar.

“hmm… tugas mu sudah kau selesaikan ?” tanyaku saat dia duduk disebelahku dan mencomot makanan yang di pesan Hyera,

“sudah… kau tenang saja, kita tinggal mengajukan proposal, dan memenangkan tander villa ini “ gumamnya

“oke” Hyera sendiri sibuk dengan ponselnya, dan terkadang tersenyum menatap ponselnya itu.

“Hyung… ini kakak ipar ?” tunjuknya, Hyera yang sedang tersenyum membaca pesan-mungkin- tersedak air liurnya

“gwencana ?” tanyaku langsung menyodorkan air putih yang memang tersedia untuk pelanggan disini, ia meminum air yang kusodorkan dengan hati-hati

“ne gwencana “ jawabnya, Max yang melihatku langsung berdehem.

“hyung jangan sok romantis ya “ sindirnya, dan sedikit membuang muka tanda cemburu. Anak ini…

“kau ini. Dia masih calon pabo, belum sah menjadi istriku. Heran kenapa kau bisa lulus gelar di universitas Seoul “ gumamku, lalu membantu Hyera yang tersedak, aku duduk seperti sediakala.

“yayaya.. arraseo.. yang lain mana hyung ?”

“ada di belakangan. Kau panggil saja “

“oke. Kakak ipar aku tinggal dulu ya. jangan takut dengan hyungku yang ini. “

“ne” jawabnya gugup.

Kami terdiam lagi sampai akhirnya Max kembali kemeja kami lagi “ kau kenapa ?” tanyaku langsung

“kau tak bilang kalau nyonya Yurra disini. Haish, lengkap sudah “ keluhnya

“haha.. memangnya kenapa ? bukankah kau itu fans nya Yurra ?’ ledekku

“ya sebelum tahu polah-polahnya. Hey lebih baik aku berbicara dengan kakak ipar saja. Hay kakak ipar Max Changmin imnida.” Sapanya

“kwon Hyera imnida. Panggil saja Hyera. Aku rasa umurmu lebih tua dariku “ ucapnya polos, jujur sebenarnya aku ingin tertawa dengan jawabanya Hyera yang menolak di panggil kakak ipar oleh changmin

“mwo..  hya, kakak ipar jangan membicarakan usia disini. Bagaimanapun kau tetap istri hyungku” celotehnya, dan masih mencomot makanan ringan yang Hyera pesan tadi.

“hmm.. calon Maxie “ ralatku.

“apa bedanya. Bagiku sama saja, tak ada beda “ cueknya

“kakak ipar kau masih kuliah atau sudah bekerja ?” tanya nya, siapa yang calon suaminya sih disini ? aish.

“aku masih kuliah, tepat nya di KyungHe University, ah ia kau temannya Yoochun ssi dan Jae oppa ?” tanya Hyera lagi, aku hanya menyimak apa yang dibicarakan oleh mereka

“Mwo ?? Yoochun ssi ?” kaget Maxie dan “muahahahaha.. Hyung,, ini bukan lelucon kan ?”

Kami berdua beradu pandang dan langsung menatap Maxie jengah. Ya Tuhan, Hyung lebih baik kau segera kemari sebelum aku marah dengan sikap setan makan ini, keluhku di hati. Maxie masih tetap tertawa dengan seringainya

“kakak ipar harusnya kau memanggilnya Yeobo “ terangnya sok

“Yeobo.. mwo… kau gila “ geramku akhirnya. “lebih baik kau panggil hyungmu “suruhku

“arra hyung. Kakak ipar sampai jumpa lagi “ kedipnya genit Hyora hanya tersenyum kecut

“adikmu aneh” gumamnya pelan

“siapa bilang dia normal ? aku juga heran dengannya. Ah ia boleh aku minta nomer ponselmu ?” tanyaku langsung, dan memberikan ponselku kepadanya

“ah ne.” Ia menyimpan nomernya di ponselku, setelah selesai ia tersenyum lembut. “ini sudah. Aku boleh bertanya ?”

Aku mengambil ponselku dan memasukkannya disaku “bertanyalah” kataku

“apa kalian sudah mempersiapkan urusan pernikahan ini ? satu minggu adalah hal yang sangat mustahil untuk mengadakan pesta pernikahan”

“tak ada yang mustahil. Persiapan sudah 90%. Tinggal fitting baju pengantin saja” ucapku menenangkannya, ia hanya menggembungkan pipinya. Entah kenapa aku jadi agak heran melihatnya “kau kenapa ?” tanyaku lagi

“hem… sebenarnya aku juga ingin mendiskusikan semua pernikahan ini. Bukan hanya kau saja yang mengurusnya “ lirihnya

“eung… maaf aku tak tahu. apa perlu kita mengundur pernikahan ini ? menurutku ini juga terlalu mendadak “ ucapku setuju

“tidak usah. Kasihan orang tuamu “ ia kembali tersenyum senang

“eoh “ aku tersenyum kecil.  “oh ia.. lusa kita harus fitting baju pengantin. Tak apa kan ? “

“nde. Tak masalah. Tapi setelah aku selesai jam kuliah. Sekitar jam 2  bagaimana ?”

“oke “

Setelah perbincangan ini selesai, Max dan yang lain ikut berkumpul di meja kami, kurang lengkap rasanya tanpa Yunho Hyung, tapi mau bagaimana lagi, dia sibuk mengurusi berkas-berkasnya.

A few Days later

Author Pov

Hyena duduk di bangku penumpang setelah Yoochun datang untuk menjemputnya. Mereka masih canggung, sampai di butikpun begitu. Yoochun hanya berbicara seperlunya saja. Jika ia tak menyukai pakaian yang dipilihkan oleh Hyera ataupun maid butik, Yoochun akan langsung mengkoreksinya.

Setelah selesai pemilihan gaun yang cukup lama, mereka akhirnya memilih beberapa perlengkapan untuk Hyera seperti sepatu dan beberapa perhiasan yang cocok dengannya.

“Hmm… Tinggal beberapa hari lagi “ Hyera berbicara pelan, saat mereka terjebak macet di jalan menuju rumah Hyera

“Ne… tenang saja, kalau kau belum siap, kita akan sama-sama belajar menjalaninya “ Yoochun tersenyum

“hmm… “ Hyera mengangguk saja

“Ayah dan Ibumu ada di rumah ?”

“Ada, mereka selalu di rumah jika tidak ada janji dengan orang lain”

“baiklah, aku mau menemui calon mertuaku sebentar. Tak apa kan ?”

“nde ?” sedikit terkejut, lalu Hyera hanya mengangguk tersenyum.

Hyera dan Yoochun tiba di rumah Hyera yang merangkap menjadi Toko Florist. Usaha orang tua Hyera.

Sampainya di sana Yoochun langsung di sambut ramah oleh keluarga Hyera yang lain. Orang tua Hyera yang awalnya sedikit ragu akan keputusan mereka tentang menikahkan Yoochun dan Hyera, sekarang sudah merasa lega dan tenang. Saat melihat sisi hangat dari seorang Park Yoochun. Walaupun terlihat dingin dan agak sombong, ternyata ia mempunyai sisi hangat dengan keluarga, ini terlihat dari gayanya yang tak segan untuk membantu ibu Hyera yang mengangkat beberapa dus mawar ke ruangan bawah.

“minumlah, aku rasa kau terlalu memaksa untuk membantu ibu “ Hyera tersenyum memeberikan air dingin itu, lalu duduk disebelah Yoochun yang sedang istirahat kehalaman belakang,dan melihat adik kembar Hyera  yang sedang bermain bola.

“gumawo. Kau beruntung ya “ Hyera hanya melihat kearah sebentar lalu tersenyum “ keluarga yang lengkap, saling  menyayangi “ Hyera masih terdiam, menyimak penuturan Yoochun, sedangkan yang bercerita sibuk tersenyum geli melihat kelakuan calon adik iparnya.

“boleh aku ikut bermain ?” teriak Yoochun, yang langsung di jawab oleh anggukan kepala oleh anak kembar itu.

Yoochun langsung melesat ketengah lapangan, walaupun sekarang ia masih memakai pakaian kerja lengkap, tanpa jas.

Hyera yang melihat Yoochun basah oleh keringat pun langsung menyiapkan kaos dan celana santai untuk Yoochun. Untung saja baju dan celana santai si kembar cocok untuk Yoochun, walaupun terlihat sedikit sempit, mau bagaimana lagi. Salah Yoochun sendiri.

“bagaimana pas ?” tanya Hyera saat mereka bertemu didepan pintu kamar mandi

“lumayan, walaupun terlihat sedikit ngepas “

“salah mu sendiri. Ayo kedepan mereka menunggu untuk makan malam “

“eum, kemeja ku bagaimana ?”

“tenang, nanti akan kucucikan. “

“apa tak merepotkan ?”

“ck.. kau ini, sana cepat ke ruang makan. “ delik Hyera geram

“ne” Yoochun hanya tersenyum kecil.

Seperti biasa keluarga Hyera tak pernah damai jika sedang makan malam, jika tidak Jiyoung  yang membuat lelucon, maka Jeong yang akan mengeluh tentang pelajaran matematika yang paling di bencinya.

Yoochun tersenyum, teringat akan masalalu nya, saat ia masih sekolah dasar kelurga  yang begitu hangat, sebelum kejadian itu datang dan ibunya pergi. Sedih tapi ia harus kuat. Paling tidak keluarga ini sudah menghangatkan hatinya yang dingin.

“Aku pamit pulang eomonin, abonim… hey kembar lain kali kalian akan ku kenalkan kalian dengan teman baikku. Dia jago sekali bermain bola “ Yoochun mengacak kecil si duo kembar yang hobi bermain bola

“ne.. akan kami tunggu Hyung. Eh ia hyung,jangan lupa datang ke pertandingan final kami. Disana ada idola kami, dia menjadi bintang tamu dan komentator “

“benarkah ? baik Hyung akan datang. Dan Hyung mau melihat idola yang kalian banggakan itu “

“baiklah… “ serentak mereka

“sudah-sudah, kalau kalian mengajaknya mengobrol terus, kapan dia akan pulang ? “ keluh Hyera yang melihat mereka terus berbibincang didepan pintu

“jadi kau mengusirku ?” tuduh  Yoochun bercanda

“bukan begitu, memangnya kau tidak lelah huh ?” sangakal Hyera

“ne. Arraseo. Baiklah, akukan sudah di usir oleh Noonamu, aku pulang dulu ya “ Yoochun masih menggoda Hyera yang sudah salah tingkah

“hya.. bukan mengusiir, aish… sudah lah. “ Hyera langsung berbalik kekamarnya, dan yang lainnya hanya terkekeh geli

“baiklah, aku pulang. Annyeong “

“Annyeong “ koor mereka serempak

Yoochun Pov

Aku tersenyum saat keluar dari rumah itu, benar-benar rumah idaman menurutku, keluarga yang hangat, dan anak-anak yang lucu. Aish aku ini kenapa

“Yoochun-a “ seorang wanita menghampiriku dengan sedikit tergesa

“Yoochun… aish kau ini.  Masih kenal dengan akukan ?” wanita ini sepertinya aku kenal

“nde. Nuguya ?” tanyaku untuk memastikan

Cck

Annyeong chingudeul… Im Back…

Akhiirnya Part II selesaii Juga… alhamdulilah 🙂

Makasih yang udah mau nungguin kelanjutan dari FF abal-abal bin gaje.. 🙂

Kritik dan saran siap menampung, bwat part selanjutnya, blon pasti kapan, yang pastinya saya belon memikirkan itu, berhubung tanggal 2 masuk sekolah lagii. 😦

Derita anak sekolah euy *plak*dipecat jadi murid hahaha 😆

Ehh sebenarnya aku punya rencana buat bikin Jun-Rra kopell… tentang gimana Junsu bisa pacaran sama model dan aktris itu. Tapi liat sikon dulu deh.. ^ ^

Gumawooo… ^ ^

Iklan

17 thoughts on “FF Always Be Mine ‘Step 02’

  1. charmowl berkata:

    huuaaa nemu part 2nya ehhehhe part pertama aku baca di wp ff gitu ,, karna penasaran aku cari blog pribadi authornya dan ehh ketemu *kalau jodoh gg akan kemana* :p

    ahh part 2nya makin bagus (>̯͡.<̯͡) ,, aku ngebayangin yoochun bakalan galak eh ternyata dia cool dan hangat 😀 nice ff uga manis ,, kalau bacanya jadi senyum" sendiri 😀

    huuaaa gg sabar buat part 3nya semoga gg lama.lama iia 😀 *readers gg sabaran*

    • Angraeni Kim berkata:

      hahahaha…

      chukaaee yaah 😀
      bela.belaain carii blog aku.. kekeke
      siip ditunggu aja.. masih daalam proseess.. kekeke

      awass dikirain pa nnti lhoo.. senyum2 sndirii.. hehehehe

      gumawoo yah udh mampir n coment 😀

      • charmowl berkata:

        chingu kenapa part 3 di protect ? 😥 apa ada masalah sama readers ? gimana cara dapat pw.a ? :”(

    • Angraeni Kim berkata:

      ne annyeong :0
      vivi imnida… hehehe 🙂

      siip2.. ditunggu aja y ayuu 🙂
      hehehe
      makasih udah baca n coment 🙂
      *ceritanya rada najooong.. muahaha
      harapan sih gha nyesel baca ff ku :))

  2. yan-yan berkata:

    ☺◦°◦ƗƗɑƗƗɑ (′▽`) ƗƗɑƗƗɑ◦°◦☺ Jae kyk detektif ªjª deh nanya2 tapi ğªќ ♏ªΰ kasi tau.. Yoochun makin lama makin cool ªjª (•ˆ⌣ˆ•).. Junsu ad skandal apa yah ama yuura?? Junsu di FF mana pun pasti lucu.. Kyk dy aj yang maknae bukan Changmin.. ╋╋ム┣┫ム╋╋ム ┣┫ム╋╋ム┣┫ム=))..

  3. Shamusuki berkata:

    Untuk part ini tulisan TBC muncul disaat yang pas. Gaya penulisannya udah lebih baik daripada part 1. So far So good lah ya..

    Sampai berjumpa di Part 3 ^^

Your Comment become spirit for me ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s