Story Of Love

Annyeong
maaf ya  jika ini tidak sesuai dengan apa yang anda ingikan.. ehehehehe

Eh ya skalian ney didlam ff ada kata2 WAGs nah kepanjangan WAGs ntu Wife and Girl Friends…

Ntu kata2 dari dunia bola, haha…krena  akk penggemar bola apalgi sama MU dan CR_7 skrng Real Madrid ^^#curcol dakh saya

*readers ngmukkk*

Satu lagi disini hanya ada satu POV yaitu Yongran, kenapa ??#gha tnya haha

Karna akk gha bsa bkin FF  yg 2 Pov… kekeke  ilmu sayee masih cetek bookk.. ^^

Okeelaa….

Happie readiing ^^

Cast :

  • Zhoumi Suju M
  • Park YongRan

YongRan  Pov

Rutinitas ku amat sangat membosankan tak ada yang baru dan enak, lebih condong ke  hal-hal yang monoton sebagai seorang manusia.

Aku melangkah gontai ke arah mejaku, huft… kali ini jam MR. Lee yang akan mengajarkan materi ekonomi, oh Tuhan sudah cukup dengan materi ocehan ayahku, sekarang aku harus mendengar ocehan Mr. Lee. Aku rasa aku harus banyak bersabar.

2 jam berlalu, akhirnya aku bisa menghirup udara luar yang menyegarkan tanpa ada ungkitan angka-angka atau grafik tentang masalah ekonomi.

“Yongie-ah” ku torehkan kepalaku kesumber suara ternyata Hyena, sepupu yang jahil dan suka seenaknya sendiri

“kenapa ?” tanyaku geram?

“aku dapat tiket konser super junior dan suju M, kau mau ikut. Ayolah sekali-kali dukung dia secara langsung” pujuknya

“hmm… akan kupikir 100 kali”
“ayolahh… ya,,,” pujuknya lengkap dengan puppy eyes andalannya

“ Kapan ?” akhirnya aku menyetujui ajakannya

“lusa, oke kalau begitu aku duluan ya, hari ini aku ada kelas”

“ia” jawabku seadanya, aku jadi teringat tentang baju couple yang didesign seseorang khusus untuk kami, siapa lagi kalau bukan kekasihku Zhoumi anggota Suju M, selama beberapa bulan ini kami tak pernah bertemu, sekalipun bertemu itu hanya melalui webcam saja.

Kubuka Iphone ku dan mellihat berita-berita terbaru saat ini, dan yang pasti melihat account jejaring sosialnya seorang Zhoumi.

Dari pada aku meratapi nasib yang tak berujung lebih baik aku segera ketoko buku untuk mencari resensi buku ekonomi dan beberapa novel.

Kucari beberapa resensi di toko ini, namun tak ada satu pun yang menarik perhatianku, akhirnya kuputuskan untuk mencari beberapa novel saja, namun saat aku hendak beranjak dari tempat itu aku melihat sosok wanita yang sangat familiar di mataku.

“Hani-a”sapaku dengan suara pelan

“ah Onie, sedang mencari apa ?” tanyanya lalu tersenyum, yah senyum yang terbaik yang dimiliki oleh seorang Park Hani

“hanya mencari beberapa resensi untuk tugas kuliahku. Kau sendiri ?” tanyaku balik

“aku hanya mencari beberapa buku resep makanan disini “

“Eum… wuah beruntung sekali Ajjusshi itu mempunyai istri sepertimu” ledekku

“Ya! Onie-a jangan bilang dia Ajjusshi” rajuknya manja

“hehehe.. Ne Arraseo. Eum aku rasa ini buku resep keluaran terbaru, coba saja “ kataku lalu menyodorkan  buku resep yang baru aku ambil dari rak buku

“Ne gumawo Onie”

“ne cheomaneo” ucapku, mataku tertuju pada awan gelap yang tembus oleh jendela berkaca putih “Hani-a, kau mau ikut pulang denganku tidak ? langit sedang mendung aku takut akan terjadi badai seperti kemarin” tanyaku, aku rasa tak ada salahnya mengantar pulang, karna si Ajjusshi sedang tak bersamanya, aku takut jika terjadi sesuatu dijalan.

“eum, baiklah onie. Tapi apa tidak merepotkan ?” jawabnya dengan ragu

“tidak kau tenang saja, ayo” kataku lalu mengamit tangan Hani, dan  ke meja kasir untuk membayar buku itu.

Saat tiba di depan lobi apartemen super junior, hujan pun turun, lengkap dengan suara gemuruh yang membuat merinding, aku dan Hani bergegas menuju dorm mereka.

“annyeong” sapaku saat donghae oppa membuka pintu di lantai 12

“ah annyeong, Hani-a kau kenapa ?” tanya nya cemas, setelah melihat keadaan Hani yang menggigil kedinginan

“Aku rasa dia kedinginan oppa. Ajjusshi kemana oppa ?” tanyaku saat kami masuk kedalam dorm

“sedang keluar, sebentar lagi juga pulang” jawabnya, aku kedapur bergegas membuatkan minuman hangat untuk Hani agar tak merasa kedinginan.

Terdengar bunyi dentuman pintu dan suara seseorang yang sangat familiar ditelingaku. Kusodorkan  minuman itu kepada seorang pria yang kini telah memeluk Hani. Siapa lagi kalau bukan Teuki Ajjusshi. Yah aku senang sekali meledeknya sengan sebutan Ajjussih. Tapi tidak untuk sekarang.

“Yongi-a Gumawo” terdengar cemas dari nada suaranya, lalu memapah istrinya kekamar. Aku dan Donghae oppa hanya berbincang sekedarnya, yah karna aku memang tak terlalu dekat  dengannya, suara jeritan Hani terasa menusuk hatiku. Mengingatkan akan kejadian masa lalu kelam antara aku dan barang haram itu.

“Yongi-a, gwencana ?” Donghae oppa bertanya dengan nada cemas ketika aku menggenggam ujung sofa

“ne, gwencana oppa “ jawabku dengan tersenyum tulus “tenang saja aku hanya kaget mendengar jeritan Hani” kataku santai “oya, boleh aku bertanya sesuatu ?” tanyaku hati-hati

“apa ?” jawabnya

“apakah Hani punya trauma psikologis oppa ? saat aku dan dia menuju dorm, wajahnya putih pucat seperti orang ketakutan”

“eum, aku juga tak tau pasti tentang itu, kalau kau mau tau pastinya tanya saja dengan Teuki Hyung”

“eum… “aku hanya mengangguk saja

“eum… aku angkat telpon dulu ya” aku mengangguk mengiyakan  lalu dia beranjak dari sofa dan menuju ke balkon dengan ponsel di telingannya.

Setelah  menenangkan istrinya di kamar, ia keluar dengan muka sedikit kusut menurutku. Wajar saja dia sangat mencitai istrinya meelebihi apapun.

“Yongie-a… Gumawo” katanya tulus

“berhenti mengucapkan gumawo Ajjusshi?” kataku dengan santai

“ck…kau ini. Berhenti memanggiku dengan sebutan Ajjusshi, aku tidak setua itu” sangkalnya dengan tampang yang tak bisa di gambarkan, antara kesal, senang, dan lega.

“ck… tak ada makhluk di bumi yang mengakui kalau dia tua Ajjusshi.” Seruku lagi.

“ne.ne.. terserah kau saja. Kau bertemu dengan Hani dimana Yongie ?”

“eum… dijalan kenapa ?” maaf Ajjusshi aku berbohong, ini demi dia dan dirimu, haha aku yakin Hani membeli buku resep itu pasti dia ingin membuatkan sesuatu yang memberikan nilai plus dimatamu.

“tidak, sekali lagi gumawo”

“Berhenti berterima kasih Ajjusshi dan ingat itu sudah sudah menjadi tugasku untuk menjaga istri dari seorang Ajjusshi tua yang selalu menggodanya” jawabku dan dengan gerakan cepat di lemparnya batal sofa ke arahku

“ahhahaha… baiklah aku rasa aku harus segera pulang. Hujannya sudah reda” kataku lalu mengamit tas dan bukuku yang kuletakkan tak jauh dari si Ajjusshi itu.

“kau tak mau menunggu beberapa jam lagi ?”tanyanya “ member Suju M akan kemari sebentar lagi, aku rasa persiapan untuk Mnet dan konser kami”

“eung… tidak kalau dia punya niat baik, pasti dia yang akan menemuiku duluan Ajjusshi “ seruku lagi dan hanya mendapat dengusan kecil

“baiklah sampaikan salamku pada princessmu okey. Annyeong”

“ne annyeong”  blasanya.

@Penthouse

Kurebahkan badanku diatas sofa sambil membolak-balik halaman demi halaman novel yang ku baca, setelah bosan dengan itu aku beranjak kekamar Hyena untuk mengganggunya.

“kau sedang apa ?” tanyaku lalu melihat artikel yang di bacanya

“tak jauh-jauh dari super junior. Kau sudah bertemu tiang kesayanganmu ?”

“belum, lebih tepatnya, aku mau dia yang datang kemari”

“kekanakan” cibir Hyena

“terserah, kapan kau akan ke bascamp Lee Ajjussi ?” tanyaku

“besok  kenapa ?” tanyanya lalu menoleh kearahku

“ani, hanya ingin ikut. Sekalian melihat Ladi hee hee, aku sudah kangen dengan omelannya yang menggelgar” ucapku

“ck… kau ini. Baiklah asal jangan buat onar saja disana” camnya

“ia. Aku janji. Aku mau tidur duluan ngantuk “

@Bascamp Lee Hyobung (ayah Hyena)

Aku dan Hyena memasuki pos penjagaan bascamp, kami di perbolehkan masuk karena yah kepala Jendralnya adalah ayah dari Hyena, Lee Hyobung. Ajjusshi sekaligus appaku selama di korea, karna jasanya aku bisa terbebas dari lembah hitam itu. Huah sudah lama aku tak kemari menemani Hyena mengunjungi ayahnya setiap bulan, menggantikan tugas ibunya yang sedang sibuk di rumah sakit sebagai dokter spesalis.

“Appa bogoshipo”jerit Hyena, dan langsung menghambur di pelukan sang ayah yang memang sedang istirahat dari tugasnya.

“Nado” jawab Ajjusshi, aku hanya tersenyum melihat ayah dan anak ini, Lee Ajjusshi melihat kearahku lalu terssenyum dan kini ia tengah memeluku “bagaimana kabarmu ?” tanya dengan sikap seorang ayah yang berwibawa

“baik, aku jadi sangat merindukan Daddy” senyumku sedikit memudar ketika kenangan antara aku dan keluarga ku yang terpisah jauh

“aku juga ayah mu disini. Kau terlihat lebih baik sekarang. Tidak salah ayahmu menitipkanmu disini”

“ne, gumawo appa. “senyumku berkembang jelas, yah terkadang disaat seperti ini aku memang sering memanggilnya dengan sebutan appa

“hey sudah, appa ayo makan. Aku buatkan kimchi dan makanan pencuci mulut untukmu, dan ini jangmyeong spesial buatan ibu” seru Hyena, dan membuka kotak makanan yang di bawanya

Karena tak mau mengganggu mereka, aku berinisiatif untuk melihat bascamp yang lainya, dan  aku memutuskan untuk berkekeling di area publik relation dan akhinya aku bertemu juga dengan namja yang sangat aku kagumi “oppa” jeritku tertahan mengingat ini bukan taman kanak-kanak

“kau,  kenapa bisa kemari ? bukankah jam segini tertutup untuk umum ?”tanyanya dengan nada kaget “jangan-jangan kau  menggoda para  penjaga ya…”godanya dengan seringai setan nya yang khas

“ck… kau ini, aku kemari dengan Hyena, appanya bekerja disini.”

“oh ya, siapa appanya siapa tahu aku mengenalnya.” Tanyanya antusias

“Lee Hyobung. Jendral lapangan tengah kemiliteran negara” jawabku tegas

“huh ? jadi Jendral galak itu appanya Hyena ? ck.. pantas saja”

“pantas apa oppa ?” tanyaku penasaran

“pantas tak ada yang berani PDKT dengannya semenjak aku di bascamp. Ternyata anak orang yang paling di segani disini”

“hehe ia…” aku hanya menyengir, karan itulah kenyataannya

“bagaimana kehidupanmu selama di army ?” tanyaku saat kami memilih duduk dibawah pohon rindang

“baik seperti yang kau lihat”

“eum… sepertinya kau sekarang lebih manly oppa.” Pujiku tulus

“benarkah ? aku inikan memang paling ganteng… bahkan tak ada yang bisa menandingi kecantikan dan kegantenganku” ucapnya dengan narsis tingkat tinggi

“aish… kucabut ucapanku” kataku kesal

“hyaa… tidak boleh. Eum… kau datangkan ke acara konser itu, kalau tak salah lusa” ingatnya

“ia. Aku hanya menemani Hyena.  “ jawabku seadanya, akh aku jadi teringat Kang In oppa “oppa bascamp Kang In oppa apa masih jauh dari sini ?” tanyaku lagi

“tidak terlalu, tapi Kang In sedang bertugas di lapangan. Kenapa ? mau mengajaknya beradu mulut atau lomba makan kentang ?” ledeknya

“ck… hanya ingin memberitahukannya, kalau Sarang onie menitipkan makanan untuknya, dan kutaruh di tempat penitipan. Jangan lupa di sampaikan ya oppa “

“hmm.. baiklah” aku mengambil ranting yang patah dan menuliskan kata-kata aneh di atas tanah dan sekali-kali menghapusnya

“apa hanya Sarang saja yang menitipkan makanan ?” tanyanya dengan nada lirih

“eo… aku tak sengaja melihatnya melamun di cafe kampus, dan ternyata dia kangen dengan Raccon nya. Lalu kuusulkan untuk membuat makanan kesukaannya saja. Dan memberikannya saat aku ke bascamp menemui Ajjusshi” jelasku panjang lebar, aku hanya melihat raut sedih yang di tutupi olehnya

“oppa kau kenapa ? kau kangen dengan Hyo onie ?” tanyaku seadanya

“buat apa ?ck… membuang waktuku saja”

“hahaha… yah terserah sajalah” aku lihat Hyena sudah melambaikan tangannya, pertanda ia sudah mau pulang “oppa aku pulang dulu, jangan lupa sampaikan salamku dan titpan Sarang onie untuk Kang In oppa” aku beranjak dari tempatku duduk

“iaa… hati-hati dijalan, salam untuk semua member okey “ katanya lalu tersenyum

“eum”jawabku mengangguk” ada pesan untuk Hyo onie ?” tanyaku sebelum pergi menghampiri Hyena

“ani, dia dulu yang harus bilang bogoshipo kepadaku baru aku akan menjawabnya dengan nado bogoshipo” jawabnya santai

“aish… arra, kalian memang aneh” kataku, lalu kabur sebelum makian itu menerpa telingaku

@penthouse

Aku berjalan kearah dapur untuk mengisi gelas kosongku, kulirik kalender yang memang terpasang diatas lemari es, aku mendesah berat sudah 3 hari semenjak kedatangannya ke Seoul tapi tak pernah juga mengubungiku. Aku tersadar saat bel apartemen berbunyi, dengan segera kuhampiri pintu apartemen dan membuka kenopnya

“Ni hao” sapanya dengan bahasa mandari yang kental
“heum.. annyeong. Masih ingat alamat apartemenku rupanya”kataku jutek

“tentu. Tak bolehkah aku masuk barang 5 menit” tawar, aku hanya mendengus kesal, namun tertawa  senang di hati, memundurkan tubuhku, memberi celah agar dia bisa masuk

“masuklah, hanya 5 menit tak kurang dan “ ucapanku terpotong oleh kata-katanya “dan boleh lebih dari 5 menit”lanjutnya lalu masuk dengan kantong belaja di tangannya, ‘dasar namja tukang sopphing’, batinku

Dia duduk di sofa panjang menghidupkan TV dengan santainya, tanpa menghiraukan ku yang menutup pintu apartemen

“ada yang ingin di bicarakan ?” tanyaku dengan bersidekap dan masih berdiri di depan pintu

“banyak.  Duduklah kalau kau berdiri bagaimana aku bisa bercerita” serunya dengan bahasa korea yang yah lumayan, aku duduk disebelahnya

“maaf jadwalku akhir-akhir ini menumpuk, tak sempat datang kemari atau berkomunikasi denganmu” jelasnya

“eum, aku tahu. Bahkan kau masih sempat berbelanja ya” sindirku saat melihat kantong belanjaannya yang dibawa masuk kedalam apartemenku

“hehe… ini. Hanya oleh-oleh dariku untuk pacarku tersayang” diserahkannya kantong itu ke pangkuannku, Oh Tuhan ini sungguh membuatku tak bisa melihat ke arah depan karna tertutupi oleh banyaknya kantong belaja ini

“kau belanja gila-gilaan ?” tanyaku saat melihat isinya yang bisa dibilang lumayan mahal

“tidak. Hanya sekedarnya saja, lagipula sedang diskon sayang untuk di lewatkan” acuhnya, lalu memalingkan wajahnya ke arah televisi

“diskon ? ini bukan diskon Tiang” godaku masih sibuk melihat-lihat lebel harganya

“ck… berhenti memberiku julukan yang tak enak. Lagipula masa untuk pacar sendiri aku belikan barang murahan ? memangnya aku sekere itu”celetuknya

“Xiexie” kataku akhirnya, yah tak salah juga apa yang dia bilang

“Bu Xie”

Kami terdiam beberapa saat, ntahlah tak tau lagi ingin berbicara apalagi, rasanya melihatnya ada didepanku saja sudah senang, sampai tak bisa berkata-kata begini.

“kau datang kan kekonserku ?” tanyanya sekedar

“tidak aku sibuk” jawabku acuh lalu sibuk memindahkan belanjaan ke sudut ruangan karna sangat amat mengganggu jika ada di pangkuanku

“sibuk apa ? sibuk dengan bisnis onlline mu atau kuliah ?”lanjutnya

“dua-duanya”

“yah terserah kau sajalah. Tapi aku akan tetap menunggumu di backstage malam nanti”

“eum.” Aku hanya menjawab sekedarnya saja. Kami terdiam lagi, mungkin karena suasana hatiku sedang tak enak, atau karna otaku sedang kacau karna ada dia disampingku

“kau terlihat lebih gemukan sekarang. Aku senang akhirnya kau bisa berubah” ia menoleh kearahku  dengan senyum khas ala super mario

“yah begitulah. Walau kadang masih banyak teman-temanku yang menghubungiku hanya untuk menawarkan barang-barang haram”

“bersabarlah. Semua pasti akan cepat berlalu. Apa kau masih suka pergi ketempat rahasia kita ?”

“eum…” aku mengangguk mengiyakan “ lumayan kalau tak sibuk aku selalu kesana. Kau sendiri kalau sedang break apa saja yang kau lakukan ?” tanyaku selidik

“hanya bermain dengan Henry atau tidur. Aku rasa semua itu lebih bermanfaat” jawabnya

“eum,… badanmu makin kurus ? apa jatah makanmu di serobot oleh Henry ?” tanyaku saat melihat pipi tirusnya

“benarkah ? menurutku ini sudah ideal. Tidak mana berani dia mengambil jatah makanku” ucapnya masih lalu fokus kearah tv “Lusa aku akan pulang ke beijing” aku hanya tersenyum kecil mengerti akan kesibukannya

“yah aku sangat mengerti.”

“eum… maaf yah, aku tak bisa menemani hari-harimu seperti seorang Edward Cullen. Tokoh favoritmu yang selalu kau bangga-banggakan” ucapnya dengan nada jahil lalu menatapku sebentar

“hahaa… sampai kapanpun kau tak akan jadi seorang Edward. Karna kau akan jadi seorang Tiang cinta kesayanganku”

“kenapa disamakan dengan tiang huh ?” decaknya kesal

“hahaha… lalu ? harus memanggilmu dengan sebutan apa ? my Love pinocio ?” ledeku lagi

“ck… boleh juga. Tidak terlalu buruk untuk orang ganteng sepertiku”

“berhenti bernasis ria. Baiklah kalau kau bohong maka hidungmu akan panjang sepanjang tiang bagaimana ?” tanyaku

“ck… kenapa ujung-ujungnya tiang ? haish…. apa dulu Mommy mu sangat menganggumi tiang-tiang di New York ? sampai-sampai anaknya jadi terobsesi tiang “ kesalnya dengan bahasa korea yang hancur dan bagus dia mengupat dengan bahasa kampungnya, apalagi kalau bukan mandarin.

“hya… tanggung jawab “ kataku kesal

“apa ? “ jawabnya kaget melihat ekspresiku yang tiba-tiba ingin menangis

“kau… kenapa mengungkit tentang Mommy ? aku kan kangen “ kataku cemberut

“anak kecil. Kau sudah besar berhenti untuk mengekor dengan Mommy mu”

“cih, kau fikir kau besar, kau itu hanya tinggi. Ingat T.I.N.G.GI “ kataku dengan penenkanan pada kata-kata tinggi

“Hya… kau ini, berhenti mengungkit kata Tinggi jika dengan dihadapanku. Merusak Moodku” kesalnya, lalu keluarlah kata-kata kesalnya dengan bahasa mandarin yang sangat amat fasih di telingaku

“haha… mulutmu seperti bebek.” Godaku lalu mencubit hidung mancungnya

“ck… enak saja bebek. Kau ini kalau memberikan julukan yang baik kenapa ? jangan samakan dengan hewan atau benda” kesalnya lagi

“haha… ne Algasemda seongsangnim”ucapku formal, lalu dalam hitungan detik suara ledakan tawaku dengannya terdengar mengisi ruangan tamu yang merangkap menjadi ruangan tengah. Ponselnya berdering bertanda seseorang meneleponnya, dengan sedikit terkekeh ia menerima telpon itu

“Hallo “ ucapnya dengan bahasa mandarin yang kental

“…”

“Ne arra. Okey baiklah aku akan segera kesana sekarang.”

“….”

“ne gumawo” di tutupnya pembicaraan itu lalu menatapku sejenak. “aku harus pergi. Sampaikan salamku dengan Hyena “ lanjutnya lalu menyambar kunci mobil yang tergeletak di meja

“eum… nanti akan kusampaikan”

“ingat akan ku tunggu kau di backstage”

“baiklah kalau kau menemukanku di konsermu aku akan menemuimu” tantangku sebelum ia membuka kenop pintu

“eum… okey akan kuterima tantanganmu”

@concert

Aku dan Hyena bediri di kerumunan ELF yang tak dapat dihitung jumlahnya, agak risih melihat mereka disni, karna aku sendiri tak menyukai keramaian. Hyena mengamit tanganku menuju kesalah satu kursi VIP. Aku sempat berdebat panjang denganya masalah kursi ini, aku lebih memilih Tribun dari pada VIP, yah salah satu alasannya agar dia tak melihatku berdiri di antara ribuan ELF.

Teriakan-teriakan menggema di seluruh sudut bangunan ini, entahlah mungkin telingaku bisa rusak mendadak,

BUKKh

Seorang wanita tak sengaja menabrakku, aku lalu menoleh kearahnya ternyata segerombolan WAGs para member, yang membuatku tersenyum sumringah

“Jangan injak kakiku Xaina-a”teriak Chaeryl lantang yang memekakkan beberapa telinga orang-orang sekitarnya

“Ya! Jangan salahkan aku, salahkan Sora yang main mendorong orang sembarangan

“Berhenti menyalahkan, diamlah aku sedang ingin menghayati lagunya” celetuk Neulrin Onie dari belakang dengan suara tak kalah menggelegar yang membuatku tertawa, Hyena yang melihat mereka hanya tersenyum geli. Yah beginilah kelakuan WAGs dan para member tak jauh berbeda

“Neulrin onie. Jangan berteriak di belakangku. Aku tidak tuli “ geram Sora dengan delikan khas mata tajamnya

“oniedeul sudahlah. Kalian membuat orang-orang melirik kesini”seruku dengan suara tak kalah tinggi

“huh ? Yongie-a… sejak kapan kau mau menonton konser ?” tanya Hyo onie dengan sindiran matanya

“hehe… entahlah. Dia yang memaksa” tunjukku pada Hyena yang sedang sibuk mengankat lightstick nya ke udara dengan dendangan lagu Super Girl versi korea

“eum… dia sepupumu yang ngefans dengan seorang CHO KYUHYUN kan ?” serobot Chaeryl dengan lantang, Xaina pun langsung memandang ke arah Hyena, aku hanya terkekeh melihat Chaeryl yang menggoda Xaina.

“haha.. Ne benar.” Kataku lalu tersenyum mengangguk

“haish, berdebatnya nanti saja setelah mereka perform” tengah umma Haneul

“Ne umma” jerit Chaeryl, Xaina, Sora, dan Neulrin serentak, kami yang lain hanya terkekeh geli melihatnya.

Yah begini kalau para WAGs sudah mengumpul, akan terjadi yang namanya sindiran, ocehan curahan hati, atau bahkan saling mengisi, kami bahagia selama bisa bersama. Mereka adalah keluarga ketigaku setelah Daddy dan Mommy, serta Appa Jendralku.

Setelah melihat mereka perform aku menuju kepintu keluar namun langsung di cegah oleh Minna onie “kau mau kemana  ? tak ikut dengan kami ke backstage ?”

“tidak, aku sedang bermain kucing-kucingan dengannya, oniedeul duluan saja” jawabku

“kalian pasangan aneh” katanya dengan tersenyum,aku lalu menyusul Hyena sudah duluan pergi ntah kemana, aku lalu menelepon Hyena dan menanyakan posisinya sekarang. Dan ternyata ia sudah pulang duluan, dasar menyebalkan.

Iphoneku berdering, lalu kulihat nama seseorang yang tak asing untuku, aku hanya tersenyum geli melihatnya yang sok cool di depan kamera

“eum… sudah menemukanku ?” tanyaku langsung

“tentu, bahkan sangat mudah di kenali. Memakai kaos couple pemberianku, lalu memakai cardigan, dan kau memakai kacamata lossermu ?? aigoo… kalau ingin menyamar, sebaiknya kau memakai topi dan berpakaian urakan. Jangan seperti itu. “ celotehnya membuatku kesal

“arra, jemput aku sekarang. Aku tak mau menunggu” kesalku lagi

“hehe.. okey, wait me a few minutes” jawabnya lalu kumasukan iphone ku kedalam tas dan menunggunya menjemputku

@backstage

Aku masuk bersama dengannya dengan tampang kesal, aku rasa dia sudah bersekongkol dengan salah satu WAGs atau bahkan mungkin Hyena.

“Omo…” pekikku kaget, bagaimana tidak pada saat masuk ke backstage aku langsung di suguhi pemandangan kisah cinta ala eropa, sedangkan yang lain langsung melongo mendengar pekikanku barusan

“Ya! Setan mesum… apa kurang bulan madumu dengan istrimu huh ?” kataku kesal langsung bersembunyi  dibalik sosok Zhoumi, dan Zhoumi hanya terkekeh geli melihat tingkahku, sedangkan sang istri Neulrin onie hanya ngedumel, malu karna kelakuan suaminya yang seenaknya

“aish… anak kecil tau apa huh “tantangnya kesal, kudorong Zhoumi kesamping

“aish, sudah tau banyak anak kecil disini, masih saja memamerkan sifat mesummu di depan orang “jawabku  lagi

“hey, Teuki Hyung saja berciuman dengan Hani kau tidak protes, sekarang giliran aku dan Neulrin yang begitu kau malah protes. Zhoumi-a pacarmu salah minum obat ya ?” belanya dengan kesal, Zhoumi hanya mengamit tanganku mencari tempat yang nyaman untuk beristirahat

“oppa, kau jangan bandingkan dengan Ajjusshi. Dia sudah terlalu cukup umur untuk seperti itu, kalau kau… Aish… sudahlah “ kataku terhenti saat melihat tatapan tajam dari Ajjusshi yang masih merangkul pinggang Hani erat, dan yang di rangkul hanya terkekeh mendengar pendapatku

“Ya… Zhoumi-a, ajarkan dia siapa yang saja yang patut di panggil Ajjusshi” katanya dengan penakanan kata Ajjusshi. “Terlalu lama di New York membuatnya lupa tentang Korea  “ uring Ajjusshi

“Hyung, dia sudah dari oroknya begini, bairkan saja. Aku saja sudah lelah mengoceh dan beradu pendapat dengannya” bela Zhoumi

“bela saja teruss “ rajuk Eunhuk oppa

Aku hanya terkekeh geli melihatnya, “hahaha… arra, i’m appologize, okey “ kataku dengan logat Belanda, dan makin membuat mereka kesal,

“sudahlah oppa, jangan cemberut begitu “ucap Hani menenangkan

“arra”katany dengan senyum khas seorang angel teuki

Aku lalu memalingkan wajahku kearah Zhoumi “kau tidak bersekongkokl dengan salah satu dari merekakan ?” curigaku langsung

“tidak, percayalah denganku” jawabnya dengan santai

“okey, aku mau ketoilet, eum… “aku beranjak dan saat membuka knop pintu terdengar suara gaduh di luar, aku langsung mengintip sekilah, aish ternyata sang manager sedang merayu kekasihnya, karana tak enak keluar sendirian, akhirnya aku mengajak Xaina. Untung saja dia mau.

“onie-a “ katanya saat kami masuk ke toilet

“hmm…”jawabku seadanya

“benar Hyena sangat Ngefans dengan Si evil magnae ?” tanyannya dengan nada lirih

“hehe… kalau benar kenapa ? apa kau takut dia berpaling darimu hmm ?” tanyaku balik

“yah , wajarkan Hyena onie itu cantik, tak kalah dari Yoona SNSD,dan…”

“sudahlah, Hyena juga hanya sekedar fans musiman, sekarang dia malah sibuk minta tanda tangan si Prince manager” ceritaku

“jinja ?? wuah pastii Minyoung onie sangat-sangat panas kalau mendengarnya” ucapnya dengan mata berbinar

“hya… kalau kau sampaikan akan ku sumpal mulutmu dengn baju-baju di rumahku” geramku

“hehe ia… ea on, tadi aku lihat Zhoumi gege sedang berbicara dengan wanita, tepatnya setelah mereka perform

“benarkah ? staff mungkin” kataku santai

“ani, seperti sosok Hyena sepupumu “ degh… benarkan dugaanku, zhoumi kau berani bermain-main denganku ? okey…

“eum… lalu apa kau mendengar apa yang mereka bicarakan ?” selidiku

“ani, tidak terdengar jelas, tapi yang kulihat Zhoumi gege hanya tersenyum sumringah “

“owh… baiklah… Gumawo atas informasimu Xaina” kataku lalu mengelus bahunya

“kau tak apa kan eon ??” tanyanya hati-hati

“tentu saja, sangat baik malahan”kataku dengan pasti, lalu tersenyum menenagkannya, yang merasa tak enak hati

Aku masuk kedalam bersama dengan Xaina, dan aku melihat dia sedang berbincang dengan Yesung oppa,aku lalu mengajak nya berbicara empat mata

“ada apa ? apa kau kangen denganku ? hingga membawaku ketempat sepi seperti ini ?” godanya saat kami sampai di atap gedung

“ck… aku tak menyangka kau berbohong di belakangku” kataku pasti dan langsung menatap mata bulatnya

“kapan ? aku merasa tak pernah berbohong padamu” aku bisa melihat keterkejutannya atas kalimat yang kuucapkan

“benarkah ? kau berbicara dengan Hyena kan  tadi ?” kataku langsung pada pokok masalahnya

“hmm… hanya memastikan kau datang atau tidak” sangkalnya lagi

“memastikan ? aku rasa lebih tepatnya kau menanyakan apa yang ku pakai” kataku lagi, ada nada amarah disetiap kata yang kuucapkan

“tidak, percayalah. Aku bertanya memastikan, bukan bertanya apa yang kau pakai”

“aku sudah tak percaya lagi padamu, aku bahkan akan tetap mengdatangi mu ke backstage, walaupun kau tak melihatku”

“percyalah, apa perlu aku menelepon Hyena untuk memastikan semuanya ?” tanyanya dengan meraih tanganku

“tak perlu. Aku jadi ragu apakah semua alasanmu selama ini benar adanya atau hanya klise semata” ucapku sedikit membuatnya putus asa, yah biar dia tahu rasa bagaimana rasanya di bohongi, dan aku mau lihat seberapa besar usahanya untuk meyakinkanku

“sungguh… kita sudah berpacaran selama 1 tahun apakah masih kurang  kepercayaanmu dengan ku huh ?”

“1 tahun memang bukan waktu yang sebentar, namun tak kecil kemungkinan juga kalau kau bosan denganku” kataku lagi, hahaha wajah paniknya  membuatku geli, yah bermain-main sedikit tak apa kan,

“okey, kau mau aku jawab jujur ? tak pernah sekalipun aku merasa bosan denganmu, aku suka dengan sikap mu yang memanggilku tiang, my love pinocio atau apalah. Karna menurutku itu adalah ungkapan perhatian saat aku jauh darimu “ ia menghela nafas panjang “ dan aku selalu mencoba untuk tak pernah berbohong kepadamu, kecuali itu adalah hal yang sangat terdesak “ lanjutnya

“hmm… aku fikir aku percaya”  jawabku dengan sinis, haaha aku berbakat sekali menjadi seorang aktris

“kau harus percaya, apa perlu aku memanggil Hyena kemari ?” ucapnya lagi

“berhenti menyangkutkan Hyena disini, tapi menurutku asyik juga jika ada Hyena. Kita bisa tahu siapa yang berbohong disini” jwabku seadanya

“sebegitu tak percayanyakah kau denganku ?” katanya sakratis

“pelajaran hidupku adalah, tak akan pernah percaya kepada orang yang mengkhianatinya, atau bahkan berbohong, walaupun ia hanya mengkhianati atau berbohong sekali. Dan kau telah melakukannya sekali, jadi maaf. Tak ada kata percaya dalam kamusku untuk dirimu” tekanku

“aish..” dengan kesal ia melangkah menuju pintu, saat membuka knop pintunya terdengar suara Bugghh,,,

Yah beberapa orang yang menguping mendapat imbalannya, hahaha… rasakan mereka, ya Tuhan melihat tingkah konyol mereka, dengan Henry di bawah, lalu Eunhyuk oppa, Donghae, Sungmin, dan paling teratas adalah Kyuhyun, di belakangnya bisa dilihat dengan pasti beberapa wanita yang sedang memasang wajah kaget nya

“Ya! Kalian menguping pembicaraan kami ?” Tanya Zhoumi kesal

“Tii… dakk… gege..” ucap Henry terbata, dan mencoba berdiri,namun bobot diatas tubuhnya tak ada yang bergerak “Hya,,, Hyung cepat aku bisa mati sesak nafas” ungkapnya dengan nada kesal

“ne…”jawab mereka serempak dan membenarkan posisi mereka menjadi berdiri didepan Zhoumi,  aku hanya terkekeh kecil, tapi tak tahan akhirnya suara tawaku meledak juga, Zhoumi hanya melihatku dengan tatapan aneh

“kalian mengganggu acaraku dengan Zhoumi” seruku kesal, tapi masih tak jelas karna kekehanku

“maksudmu ? apa kalian sedang” ucap Eunhyuk dengan wajah mesumnya

“hahah,,, tentu saja bukan oppa, aku hanya ingin melihat wajah kesal seorang Zhoumi” ucapku lalu merangkul lengannya, sedangkan dia hanya menatap kesal

“apa maksudmu ? jangan bilang kau sedang menjahiliku ?” tanyanya

“hmm…” anggukku

“bagus, kau les di mana huh ? membuatku kesal. Dan kau tau semua ini sungguh tak lucu” ucapnya dengan nada seperti anak-anak

“haha… entahlah… lebih baik kita teruskan di tempat rahasia kita. Disini banyak pengganggu” kataku  lalu mengajaknya pergi

“hya,,, kalian mau kemana ? aish… Zhoumi-a, dia masih di bawah umur jangan apa-apakan dia” seru Eunhyuk oppa

“Ya,,, gege… kau jangan menghamili anak orang ya” celetuk Henry, denga bahasa mandarinnya.

“ya! Berhenti bersikap mesum, atau Zhoumi kalian akan ku mutilasi” ancamku, dan hanya mendapat kekehan dari mereka

“Ne arraseo” jawab mereka serempak

@Han River

Yah akhirnya kami sampai di tempat rahasia kami, haha..

Sungai han, sangat menenangkan bagiku, dan saat melihat tempat ini entah kenapa aku merasa sangat nyaman, sama dengan saat aku berada di dekat Zhoumi.

“tak ingin mengucapkan  kata maaf ?” akhirnya dia berbicara setelah aku diam beberapa saat

“eum… arra oppa Mian”ucapku dengan aegyoku

“jadi kau percaya padaku ?” tanyanya lagi masih fokus memandang hamparan sungai han

“eum…”anggukku “sangat percaya dengan raut wajahmu tadi, kalau serius kau lucu juga ya
“ jahilku

“aissh,,, dasar kau ini…” gramnya “seenaknya membuat orang kelimpungan dan ternyata kau hanya menjahiliku. Kau tahu ada hukuman atas perbuatanmu “

DEGH…. lagi-lagi

“apa ?” tanyaku heran “awas kalau kau berbuat yang aneh-aneh” hardiku kesal

“apanya yang aneh ? tak ada, tutup matamu “ perintahnya, dan bodohnya lagi aku hanya menuruti katanya

Sesuatu yang lembut tengah menyapu pipi kanan dan kiriku dengan cepat, saat ku buka mataku, aku langsung terpekik kaget “Hya… Zhoumi Mesumm “ pekiku lagi

“hahaha…. Rasakan. Jangan bermain-main denganku Arra “ katanya dengan penekanan dikata Arra, aku hanya mengangguk “ kenapa tadi tak bibirmu saja ya yang kucium” ucapnya tanpa dosa, langsung ku kepar dengan tas selempangku dan keluar dari mobilnya,.

Dia hanya terkekeh dan mengikuti langkahku.

Yah sepenggal kisah cinta antara aku dengan sosok seorang lelaki yang di kagumi ribuan gadis, namun dia tetap jadi seorang Zhoumi yang tenang, dan panik jika di depanku. Mengerti setiap keadaanku dengannya.

.F.I.N.

 

Gumawo sebelumnya.. ^ ^ ini ff udah pernah d publish di blognya Hani eoni (http://duckymonkey.wordpress.com/)

dann maaf banget FF nya mungkin gha menariik.. 😦 tapii makasih bwat yang udah baca n komen.

dan karena akk gha tw pasti karakter Zhoumi oppa gmna …  makanya aku bkin seadannya dan setau akk ja…

Kritik dan saran saya siap menampung

Gumawo 😀

Iklan

Your Comment become spirit for me ^ ^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s